- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
686.4K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#3587
BAGIAN 52
CITA CITA BENDORO
part 3
Bendoro menggeber motornya di jalanan agar cepat tiba di rumah kost. Ia merasa bersalah kepada Frans karena terlambat mengembalikan motor miliknya. Sebelumnya ia berjanji akan mengembalikan motor itu pada waktu subuh.
Setibanya di rumah kost, Bendoro pergi ke kamar Frans. Ia mengetuk pintu, tak lama Frans membuka pintunya.
"Maafin aku Frans... maafin! Aku telat balikin motor kamu, semalem aku gak tidur, aku bangun kesiangan" ungkap Bendoro.
"Gak apa apa kok Ndoro, udah beres kuliahnya juga" balas Frans dengan pura pura tegar.
"Kamu gak masuk kuliah dong tadi pagi?"
"Iya Ndoro, tapi gak apa apa lah, aku bisa ngejar ketinggalan kuliah kok"
"Aku bener bener minta maaf Frans...aku menyesal"
"Aduh, udah dong Ndoro, aku udah maafin kamu"
"Tapi aku masih merasa bersalah sama kamu"
"Hmm...yaudah masuk ke kamarku dulu yuk! Kita ngopi"
"Tapi gak apa apa nih?"
"Udah...gak usah malu ah!!"
Bendoro masuk ke dalam kamar Frans. Ia duduk di atas karpet yang dipenuhi oleh tumpukan diktat kuliah. Kondisi kamar Frans sangat berantakan. Bendoro terheran heran melihatnya.
Selagi Bendoro duduk menunggu, Frans membuat minuman kopi dengan menggiling biji kopi.
"Ini kopinya Ndoro, maaf ya kamarku berantakan"
"Gak apa apa Frans, kamu kayaknya lagi sibuk banget ya"
"Iya nih, banyak tugas besar yang mendekati deadline, aku jadi gak sempet beresin buku buku"
"Kamu hebat Frans, rajin belajar"
"Ah kamu bisa aja Ndoro"
Mereka tertawa bersama, menyeruput kopi hitam panas. Bendoro memuji kopi buatan Frans yang beraroma khas.
"Ndoro"
"Iya Frans"
"Semalem kamu dapet penginapan buat ibu dan saudaramu dimana?"
"Di Gatsu Luxury Hotel"
"Anjiiiir!! Itu hotel mahal Ndoro!!"
"Ya lumayan Frans, semalemnya 20 juta, aku nyewa selama seminggu"
"Anjiiir!! Berarti seminggu kamu ngabisin 140 juta? "
"Iya Frans, emang kenapa gitu? Kok kamu kayak yang panik gitu?"
Sebelum menjawab pertanyaan Bendoro, Frans meminum habis kopi miliknya secara tak sadar. Ia pun merasa sakit di mulutnya karena meminum kopi yang masih panas. Bendoro langsung menyeka noda kopi di wajah Frans dengan tisu.
"Makasih Ndoro"
"Iya Frans, makanya hati hati kalo minum!"
"Aku kaget, kok bisa bisanya kamu nyewa hotel semahal itu, kamu kan cuman kerja jadi kasir Indromaret? Jadi selama ini keyakinanku benar tentang kamu, kalo kamu ini sebenernya anak sultan yang lagi nyamar jadi orang miskin"
"Aku bukan anak sultan kok Frans, aku anak Adipati Wonomenjangan"
"Wonomenjangan? Dimana itu? Kok baru denger? Aku gak ngerti Ndoro?"
"Itu di daerah Kerajaan Mataram Frans, kalo sekarang Yogya"
"Oke... jadi kamu masih keluarga bangsawan Keraton Jogja?"
"Bisa dibilang begitu"
"Widiiih hebat banget, pantes bisa nyewa hotel mahal hehehe... Ndoro, dari awal aku kenal sama kamu, aku udah tau kalo kamu bukan orang biasa-biasa, kamu kelihatan cerdas dan berwibawa, dan ternyata tebakanku benar... tapi kenapa kamu milih hidup kayak gini? Kamu kan udah enak jadi bangsawan Jogja"
"Errrh... Anu... errh... aku udah bosen hidup di Keraton, terlalu banyak aturan... aku pengen bebas Frans! Aku pengen punya banyak temen dan gak usah jaim melulu kalo kemana mana"
"Iya sih, kamu bener Ndoro, kehidupan di istana emang kayak gitu, banyak aturan dan bikin bosen...beda sama yang di gambarin di dongeng dongeng Disney"
"Kamu suka dongeng Disney?"
"Enggak, mungkin jaman aku masih kecil suka, tapi sekarang udah enggak, tapi aku suka nonton film"
"Kebetulan, aku juga suka film, minggu ini aku lagi namatin nonton dua serial drakor"
Frans kemudian mengajak Bendoro untuk diskusi membahas jalan cerita drakor yang ditontonnya. Dengan Antusias, Bendoro menceritakan detail film drama itu, bahkan ia juga mengkritik beberapa adegan dan plot cerita yang dinilainya kurang baik.
Tak lama kemudian, Bendoro tersadar bahwa dirinya harus berangkat kerja. Ia pun langsung menghabiskan kopinya dan pamit kepada Frans.
"Aku mau kerja dulu, ya Frans! Makasih kopinya ya" Bendoro pamit sambil pergi menuju pintu keluar.
"Ndoro tunggu!"sahut Frans.
"Iya Frans?"
"Malam minggu ini kamu ada waktu luang gak? Kita nonton yuk! Kebetulan aku udah beli dua tiket, tapi pacarku gak bisa ikut soalnya dia lagi sibuk nyusun skripsi... jadi sayang nih tiket kalo gak dipake"
"Oh gitu ya! Aku bisa kok Frans, tapi pulang kerja... kamu jemput aja di Indromaret"
"Oke Ndoro...sampai jumpa nanti ya"
Bendoro akhirnya pergi meninggalkan Frans. Siang itu ia terlambat masuk kerja. Bendoro terpaksa bertukar jadwal shift kerja dengan temannya untuk mengakali absen.
Ketika jam pulang kerja tiba, Bendoro pulang ke hotel yang disewanya untuk tempat tinggal Karma. Setiap malam, Bendoro dan Karma terus melakukan hubungan intim agar bisa menghasilkan keturunan.
Selama tujuh hari, mereka nonstop melakukan pergumulan birahi tiap malam. Baik Bendoro maupun Karma sama sama menikmatinya.
Pada malam terakhir, Bendoro datang ke hotel dengan raut wajah kecewa. Karma pun terkejut dengan ekspresi Bendoro yang terlihat murung. Tanpa banyak bicara, Bendoro langsung berbaring di atas ranjang dengan mata berkaca kaca.
"Ndoro, kamu kenapa?" tanya Karma sambil mengelus kepala Bendoro.
Bendoro tak menjawab pertanyaan Karma, ia langsung mengeluarkan alat tes kehamilan dari sakunya, lalu memberikannya kepada Karma.
"Alat apa ini?" tanya Karma.
"Itu alat tes kehamilan, hasilnya negatif Kar" jawab Bendoro.
"Apaaaaah!!! Gak mungkin! Aku udah ngeluarin banyak air mani buatmu... Gak mungkin kamu gak hamil!"
"Ini bener Kar, aku gak hamil, mungkin aku gak bisa ngandung anak kamu"
"Alat itu pasti salah, seumur hidupku, aku selalu berhasil menghamili cewek baik itu iblis, siluman, maupun manusia"
"Aku bukan ketiga mahluk yang kamu sebutin Kar! Aku ini hanya arwah gentayangan...aku adalah jiwa yang terombang ambing di dunia, aku gak punya raga yang sejati"
"Tapi kamu kan sekarang jadi manusia Ndoro! Kamu punya raga"
Bendoro kemudian bangkit, lalu ia mencabut paku emas yang menancap di kepalanya. Seketika wujudnya berubah menjadi kuntilanak.
"Ini bukan raga Kar! Tapi ini sihir...tubuh ini hanya semu, wujudku yang asli adalah kuntilanak"
Karma menghampiri Bendoro, ia mengambil paku emas dari tangannya, lalu menancapkannya kembali di kepala Bendoro. Wujud Bendoro berubah kembali menjadi manusia.
"Kalo gitu, cita citamu bisa gagal dong Ndoro! Kecuali aku menghamili Hayati dan Merry... mereka kan manusia"
"Persetan dengan cita citaku! Aku gak rela kalo kamu tidur sama cewek lain, terutama Hayati"
"Haha...kamu lucu Ndoro! Jutaan tahun aku hidup, baru kali ini ada cewek yang cemburuin aku...selama ini aku udah tidur cewek sampe gak kehitung jumlahnya, tapi gak pernah ada yang cemburu"
"Aku gak bercanda Karma! Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, kamulah sang pangeran yang kuharapkan...pangeran tampan yang selalu menjagaku tiap waktu...melindungiku dan selalu ada bila aku membutuhkan...jiwaku udah menyatu sama kamu...kurela kekal di neraka kelak...yang penting aku selalu bersamamu...aku tak peduli kamu gak cinta sama aku...tapi aku bersungguh sungguh mencintaimu"
Karma terhenyak mendengar lontaran kata dari mulut Bendoro. Tak sengaja air matanya keluar dari pelupuk mata. Untuk pertama kalinya, Karma merasa terharu. Ia tak tau dengan perasaannya.
Karma kemudian memeluk Bendoro sambil menangis bahagia. Ia menatap mata kuningnya yang berbinar.
"Aku juga mencintaimu Ndoro, aku merasa nyaman ada di dekatmu...kamu selalu mengajariku banyak hal...kamu ini mahluk pintar yang kukenal selain Adam...aku akan membantumu meraih cita citamu untuk membangun negara para arwah"
Bendoro dan Karma berciuman. Karma secara perlahan mendorong Bendoro untuk berbaring di atas kasur. Lidah Karma yang bisa memanjang, menjilati leher sampai bagian intim Bendoro.
Perlahan tapi pasti, aliran cinta terus membesar diantara kedua mahluk kuat itu. Karma dengan tongkat kenikmatannya yang bercabang, memberikan curahan cinta kepada Bendoro melalui penetrasi pada dua tempat sekaligus. Gesekan yang dihasilkan, membuat Bendoro bahagia dan melupakan kekecewaannya.
Karma sangat ahli dalam memuaskan wanita ketika bercinta. Selain kemaluannya yang bercabang, lidahnya juga terus menjilati bagian tubuh lain. Saat puncak gairah tiba, Karma mengeluarkan cairan sumber kehidupan yang mengandung banyak sel sperma kedalam rahim dan usus besar Bendoro.
Setelah puas bercinta, Bendoro dan Karma berbaring bersama menatap langit langit yang diterangi cahaya sama samar dari lampu meja.
"Ini malam terakhir aku ada di luar, besok aku akan masuk lagi kedalam tubuhmu" sahut Karma.
"Iya Kar, maafin aku karena gak bisa ngasih kami keturunan"
"Sssst!! Udah dong Ndoro! Kamu jangan minta maaf lagi! Gak ada yang salah atas semua ini...tapi aku pengen semua jiwaku mempunyai wadah"
"Tapi aku belum bisa menemukannya dalam waktu dekat Kar"
" Bisa kok Ndoro, Sebenernya aku masih punya satu ide gila buat ngasilin keturunan"
"Apa itu Kar?"
"Kamu kan gak bisa hamil dan kamu gak mau aku ngehamilin Hayati dan Merry...jadi gimana kalo aku yang hamil buat ngasilin keturunan?"
"Emang kamu bisa hamil?"
"Bisa dong, aku kan bisa berubah ubah jenis kelamin, kalo jadi cewek aku bisa hamil... banyak keturunanku yang lahir dari rahimku"
"Jadi kamu mau bercinta sama cowok?"
"Iya...aku ini iblis yang unik, aku bisa jadi cewek maupun cowok...soalnya aku dulunya malaikat yang gak punya gender"
"Hmmmm...demi kebaikanmu, kuterima idemu itu Kar...walaupun aki masih ngerasa berat"
"Abis mau gimana lagi Ndoro, jiwa jiwaku pada menderita di dalam kendi, mereka butuh wadah...kan kamu juga bisa manfaatin aku buat raih cita citamu"
"Makasih Bendoro, aku gak akan pindah ke lain hati... apalagi ke cowok"
"Ihhh jijik kalo kami pindah hati ke cowok, kayak gay dong!"
"Ya bukan gay lah, aku kan bisa jadi cewek tulen"
"Terserah kamu deh ah! Ngomong ngomong, wujud kamu kalo jadi cewek gimana?"
Karma bangun dari tempat tidur, lalu ia berubah wujud menjadi Bendoro.
"Kok kamu jadi aku sib!!! Gak mau ah!" protes Bendoro.
"Kenapa Ndoro? Aku suka pake wujud kamu kayak gini" tanya Karma.
"Ganti!! Aku gak suka!" bentak Bendoro.
"Yaudah deh"
Karma kembali berganti wujud menjadi Hayati. Akan tetapi Bendoro lebih tak menyukainya. Ia meminta Karma mengganti wujudnya menjadi wanita lain. Namun Karma menolaknya, ia hanya menginginkan wujud Bendoro atau Hayati karena memiliki ukuran dada yang besar.
Akhirnya Bendoro pun mengalah. Ia mengizinkan Karma memakai wujudnya sebagai bentuk perempuan.
"Ndoro, aku gak tidur sembarangan cowok buat hamilin aku, syaratnya cukup berat, dia haris punya tekad dan mental yang kuat... ya sama lah kayak kriteria yang kamu bikin buat ngikutin pelatihanmu yang nyeremin itu"
"Jadi aku harus apa nih?"
"Cariin cowok yang cocok buat ngehamilin aku!"
"Baiklah...aku akan mendekati beberapa cowok, termasuk Asnawi"
"Asnawi? Cukup menarik, aku bisa balaskan dendamu sama dia langsung"
"Terserah kamu Kar"
Malam itu, Karma kembali masuk ke dalam tubuh Bendoro. Ia menunggu kandidat laki laki yang akan memberikannya keturunan yang handal. Bendoro pun check out dari hotel dan pulang kembali menuju rumah kostnya.
...
SIAPAKAH LAKI LAKI YANG AKAN MEMBERI KETURUNAN KEPADA KARMA?
APAKAH ASNAWI SALAH SATUNYA?
KITA REHAT SAMPAI 30 KOMENTAR KE DEPAN PEMIRSAAAAAH!!!
CITA CITA BENDORO
part 3
Bendoro menggeber motornya di jalanan agar cepat tiba di rumah kost. Ia merasa bersalah kepada Frans karena terlambat mengembalikan motor miliknya. Sebelumnya ia berjanji akan mengembalikan motor itu pada waktu subuh.
Setibanya di rumah kost, Bendoro pergi ke kamar Frans. Ia mengetuk pintu, tak lama Frans membuka pintunya.
"Maafin aku Frans... maafin! Aku telat balikin motor kamu, semalem aku gak tidur, aku bangun kesiangan" ungkap Bendoro.
"Gak apa apa kok Ndoro, udah beres kuliahnya juga" balas Frans dengan pura pura tegar.
"Kamu gak masuk kuliah dong tadi pagi?"
"Iya Ndoro, tapi gak apa apa lah, aku bisa ngejar ketinggalan kuliah kok"
"Aku bener bener minta maaf Frans...aku menyesal"
"Aduh, udah dong Ndoro, aku udah maafin kamu"
"Tapi aku masih merasa bersalah sama kamu"
"Hmm...yaudah masuk ke kamarku dulu yuk! Kita ngopi"
"Tapi gak apa apa nih?"
"Udah...gak usah malu ah!!"
Bendoro masuk ke dalam kamar Frans. Ia duduk di atas karpet yang dipenuhi oleh tumpukan diktat kuliah. Kondisi kamar Frans sangat berantakan. Bendoro terheran heran melihatnya.
Selagi Bendoro duduk menunggu, Frans membuat minuman kopi dengan menggiling biji kopi.
"Ini kopinya Ndoro, maaf ya kamarku berantakan"
"Gak apa apa Frans, kamu kayaknya lagi sibuk banget ya"
"Iya nih, banyak tugas besar yang mendekati deadline, aku jadi gak sempet beresin buku buku"
"Kamu hebat Frans, rajin belajar"
"Ah kamu bisa aja Ndoro"
Mereka tertawa bersama, menyeruput kopi hitam panas. Bendoro memuji kopi buatan Frans yang beraroma khas.
"Ndoro"
"Iya Frans"
"Semalem kamu dapet penginapan buat ibu dan saudaramu dimana?"
"Di Gatsu Luxury Hotel"
"Anjiiiir!! Itu hotel mahal Ndoro!!"
"Ya lumayan Frans, semalemnya 20 juta, aku nyewa selama seminggu"
"Anjiiir!! Berarti seminggu kamu ngabisin 140 juta? "
"Iya Frans, emang kenapa gitu? Kok kamu kayak yang panik gitu?"
Sebelum menjawab pertanyaan Bendoro, Frans meminum habis kopi miliknya secara tak sadar. Ia pun merasa sakit di mulutnya karena meminum kopi yang masih panas. Bendoro langsung menyeka noda kopi di wajah Frans dengan tisu.
"Makasih Ndoro"
"Iya Frans, makanya hati hati kalo minum!"
"Aku kaget, kok bisa bisanya kamu nyewa hotel semahal itu, kamu kan cuman kerja jadi kasir Indromaret? Jadi selama ini keyakinanku benar tentang kamu, kalo kamu ini sebenernya anak sultan yang lagi nyamar jadi orang miskin"
"Aku bukan anak sultan kok Frans, aku anak Adipati Wonomenjangan"
"Wonomenjangan? Dimana itu? Kok baru denger? Aku gak ngerti Ndoro?"
"Itu di daerah Kerajaan Mataram Frans, kalo sekarang Yogya"
"Oke... jadi kamu masih keluarga bangsawan Keraton Jogja?"
"Bisa dibilang begitu"
"Widiiih hebat banget, pantes bisa nyewa hotel mahal hehehe... Ndoro, dari awal aku kenal sama kamu, aku udah tau kalo kamu bukan orang biasa-biasa, kamu kelihatan cerdas dan berwibawa, dan ternyata tebakanku benar... tapi kenapa kamu milih hidup kayak gini? Kamu kan udah enak jadi bangsawan Jogja"
"Errrh... Anu... errh... aku udah bosen hidup di Keraton, terlalu banyak aturan... aku pengen bebas Frans! Aku pengen punya banyak temen dan gak usah jaim melulu kalo kemana mana"
"Iya sih, kamu bener Ndoro, kehidupan di istana emang kayak gitu, banyak aturan dan bikin bosen...beda sama yang di gambarin di dongeng dongeng Disney"
"Kamu suka dongeng Disney?"
"Enggak, mungkin jaman aku masih kecil suka, tapi sekarang udah enggak, tapi aku suka nonton film"
"Kebetulan, aku juga suka film, minggu ini aku lagi namatin nonton dua serial drakor"
Frans kemudian mengajak Bendoro untuk diskusi membahas jalan cerita drakor yang ditontonnya. Dengan Antusias, Bendoro menceritakan detail film drama itu, bahkan ia juga mengkritik beberapa adegan dan plot cerita yang dinilainya kurang baik.
Tak lama kemudian, Bendoro tersadar bahwa dirinya harus berangkat kerja. Ia pun langsung menghabiskan kopinya dan pamit kepada Frans.
"Aku mau kerja dulu, ya Frans! Makasih kopinya ya" Bendoro pamit sambil pergi menuju pintu keluar.
"Ndoro tunggu!"sahut Frans.
"Iya Frans?"
"Malam minggu ini kamu ada waktu luang gak? Kita nonton yuk! Kebetulan aku udah beli dua tiket, tapi pacarku gak bisa ikut soalnya dia lagi sibuk nyusun skripsi... jadi sayang nih tiket kalo gak dipake"
"Oh gitu ya! Aku bisa kok Frans, tapi pulang kerja... kamu jemput aja di Indromaret"
"Oke Ndoro...sampai jumpa nanti ya"
Bendoro akhirnya pergi meninggalkan Frans. Siang itu ia terlambat masuk kerja. Bendoro terpaksa bertukar jadwal shift kerja dengan temannya untuk mengakali absen.
Ketika jam pulang kerja tiba, Bendoro pulang ke hotel yang disewanya untuk tempat tinggal Karma. Setiap malam, Bendoro dan Karma terus melakukan hubungan intim agar bisa menghasilkan keturunan.
Selama tujuh hari, mereka nonstop melakukan pergumulan birahi tiap malam. Baik Bendoro maupun Karma sama sama menikmatinya.
Pada malam terakhir, Bendoro datang ke hotel dengan raut wajah kecewa. Karma pun terkejut dengan ekspresi Bendoro yang terlihat murung. Tanpa banyak bicara, Bendoro langsung berbaring di atas ranjang dengan mata berkaca kaca.
"Ndoro, kamu kenapa?" tanya Karma sambil mengelus kepala Bendoro.
Bendoro tak menjawab pertanyaan Karma, ia langsung mengeluarkan alat tes kehamilan dari sakunya, lalu memberikannya kepada Karma.
"Alat apa ini?" tanya Karma.
"Itu alat tes kehamilan, hasilnya negatif Kar" jawab Bendoro.
"Apaaaaah!!! Gak mungkin! Aku udah ngeluarin banyak air mani buatmu... Gak mungkin kamu gak hamil!"
"Ini bener Kar, aku gak hamil, mungkin aku gak bisa ngandung anak kamu"
"Alat itu pasti salah, seumur hidupku, aku selalu berhasil menghamili cewek baik itu iblis, siluman, maupun manusia"
"Aku bukan ketiga mahluk yang kamu sebutin Kar! Aku ini hanya arwah gentayangan...aku adalah jiwa yang terombang ambing di dunia, aku gak punya raga yang sejati"
"Tapi kamu kan sekarang jadi manusia Ndoro! Kamu punya raga"
Bendoro kemudian bangkit, lalu ia mencabut paku emas yang menancap di kepalanya. Seketika wujudnya berubah menjadi kuntilanak.
"Ini bukan raga Kar! Tapi ini sihir...tubuh ini hanya semu, wujudku yang asli adalah kuntilanak"
Karma menghampiri Bendoro, ia mengambil paku emas dari tangannya, lalu menancapkannya kembali di kepala Bendoro. Wujud Bendoro berubah kembali menjadi manusia.
"Kalo gitu, cita citamu bisa gagal dong Ndoro! Kecuali aku menghamili Hayati dan Merry... mereka kan manusia"
"Persetan dengan cita citaku! Aku gak rela kalo kamu tidur sama cewek lain, terutama Hayati"
"Haha...kamu lucu Ndoro! Jutaan tahun aku hidup, baru kali ini ada cewek yang cemburuin aku...selama ini aku udah tidur cewek sampe gak kehitung jumlahnya, tapi gak pernah ada yang cemburu"
"Aku gak bercanda Karma! Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, kamulah sang pangeran yang kuharapkan...pangeran tampan yang selalu menjagaku tiap waktu...melindungiku dan selalu ada bila aku membutuhkan...jiwaku udah menyatu sama kamu...kurela kekal di neraka kelak...yang penting aku selalu bersamamu...aku tak peduli kamu gak cinta sama aku...tapi aku bersungguh sungguh mencintaimu"
Karma terhenyak mendengar lontaran kata dari mulut Bendoro. Tak sengaja air matanya keluar dari pelupuk mata. Untuk pertama kalinya, Karma merasa terharu. Ia tak tau dengan perasaannya.
Karma kemudian memeluk Bendoro sambil menangis bahagia. Ia menatap mata kuningnya yang berbinar.
"Aku juga mencintaimu Ndoro, aku merasa nyaman ada di dekatmu...kamu selalu mengajariku banyak hal...kamu ini mahluk pintar yang kukenal selain Adam...aku akan membantumu meraih cita citamu untuk membangun negara para arwah"
Bendoro dan Karma berciuman. Karma secara perlahan mendorong Bendoro untuk berbaring di atas kasur. Lidah Karma yang bisa memanjang, menjilati leher sampai bagian intim Bendoro.
Perlahan tapi pasti, aliran cinta terus membesar diantara kedua mahluk kuat itu. Karma dengan tongkat kenikmatannya yang bercabang, memberikan curahan cinta kepada Bendoro melalui penetrasi pada dua tempat sekaligus. Gesekan yang dihasilkan, membuat Bendoro bahagia dan melupakan kekecewaannya.
Karma sangat ahli dalam memuaskan wanita ketika bercinta. Selain kemaluannya yang bercabang, lidahnya juga terus menjilati bagian tubuh lain. Saat puncak gairah tiba, Karma mengeluarkan cairan sumber kehidupan yang mengandung banyak sel sperma kedalam rahim dan usus besar Bendoro.
Setelah puas bercinta, Bendoro dan Karma berbaring bersama menatap langit langit yang diterangi cahaya sama samar dari lampu meja.
"Ini malam terakhir aku ada di luar, besok aku akan masuk lagi kedalam tubuhmu" sahut Karma.
"Iya Kar, maafin aku karena gak bisa ngasih kami keturunan"
"Sssst!! Udah dong Ndoro! Kamu jangan minta maaf lagi! Gak ada yang salah atas semua ini...tapi aku pengen semua jiwaku mempunyai wadah"
"Tapi aku belum bisa menemukannya dalam waktu dekat Kar"
" Bisa kok Ndoro, Sebenernya aku masih punya satu ide gila buat ngasilin keturunan"
"Apa itu Kar?"
"Kamu kan gak bisa hamil dan kamu gak mau aku ngehamilin Hayati dan Merry...jadi gimana kalo aku yang hamil buat ngasilin keturunan?"
"Emang kamu bisa hamil?"
"Bisa dong, aku kan bisa berubah ubah jenis kelamin, kalo jadi cewek aku bisa hamil... banyak keturunanku yang lahir dari rahimku"
"Jadi kamu mau bercinta sama cowok?"
"Iya...aku ini iblis yang unik, aku bisa jadi cewek maupun cowok...soalnya aku dulunya malaikat yang gak punya gender"
"Hmmmm...demi kebaikanmu, kuterima idemu itu Kar...walaupun aki masih ngerasa berat"
"Abis mau gimana lagi Ndoro, jiwa jiwaku pada menderita di dalam kendi, mereka butuh wadah...kan kamu juga bisa manfaatin aku buat raih cita citamu"
"Makasih Bendoro, aku gak akan pindah ke lain hati... apalagi ke cowok"
"Ihhh jijik kalo kami pindah hati ke cowok, kayak gay dong!"
"Ya bukan gay lah, aku kan bisa jadi cewek tulen"
"Terserah kamu deh ah! Ngomong ngomong, wujud kamu kalo jadi cewek gimana?"
Karma bangun dari tempat tidur, lalu ia berubah wujud menjadi Bendoro.
"Kok kamu jadi aku sib!!! Gak mau ah!" protes Bendoro.
"Kenapa Ndoro? Aku suka pake wujud kamu kayak gini" tanya Karma.
"Ganti!! Aku gak suka!" bentak Bendoro.
"Yaudah deh"
Karma kembali berganti wujud menjadi Hayati. Akan tetapi Bendoro lebih tak menyukainya. Ia meminta Karma mengganti wujudnya menjadi wanita lain. Namun Karma menolaknya, ia hanya menginginkan wujud Bendoro atau Hayati karena memiliki ukuran dada yang besar.
Akhirnya Bendoro pun mengalah. Ia mengizinkan Karma memakai wujudnya sebagai bentuk perempuan.
"Ndoro, aku gak tidur sembarangan cowok buat hamilin aku, syaratnya cukup berat, dia haris punya tekad dan mental yang kuat... ya sama lah kayak kriteria yang kamu bikin buat ngikutin pelatihanmu yang nyeremin itu"
"Jadi aku harus apa nih?"
"Cariin cowok yang cocok buat ngehamilin aku!"
"Baiklah...aku akan mendekati beberapa cowok, termasuk Asnawi"
"Asnawi? Cukup menarik, aku bisa balaskan dendamu sama dia langsung"
"Terserah kamu Kar"
Malam itu, Karma kembali masuk ke dalam tubuh Bendoro. Ia menunggu kandidat laki laki yang akan memberikannya keturunan yang handal. Bendoro pun check out dari hotel dan pulang kembali menuju rumah kostnya.
...
SIAPAKAH LAKI LAKI YANG AKAN MEMBERI KETURUNAN KEPADA KARMA?
APAKAH ASNAWI SALAH SATUNYA?
KITA REHAT SAMPAI 30 KOMENTAR KE DEPAN PEMIRSAAAAAH!!!

lelakiperantau dan 39 lainnya memberi reputasi
40
Tutup























