- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#148
Chapter 97
Quote:
Orang dari pemerintahan tersebut duduk disebelah tuan Stam, raut wajahnya sangat santai dan sikapnya pun cenderung biasa saja. Ia sama sekali tidak merasakan adanya ancaman dari sosok monster berbalut manusia didepannya. Viktor dari unit-01 terus memantau dari luar, dan dirinya sangat sigap tuk menghadapi semua kemungkinan yang ada. Percakapan itu juga membuat Djohan dari balik selnya penasaran. Apakah percakapan itu membuah sebuah hasil yang baik atau tidak.
“Kuharap semuanya akan baik-baik saja,” tentunya Djohan sangat mengharapkan bahwa Silver Clan tidak dianggap sebagai ancaman bagi negara khususnya Surban City tempat mereka bernaung.
Orang dari pemerintahan mengulurkan tangannya, “Perkenalkan, aku Charles perwakilan dari pemerintah dibidang pertahanan,” ucapnya sopan.
Tuan Stam menerima uluran tangannya itu dan juga mengenalkan dirinya dengan nama layaknya orang biasa, tidak ada embel-embel ketua Silver Clan atau yang lain keluar dari mulutnya.
“Maaf sebelumnya semuanya harus seperti ini, kami sama sekali tidak ada niatan sebelumnya untuk berperilaku yang mungkin tidak pantas menurut kalian. Tetapi situasinya sangat mengkhawatirkan, apalagi semenjak insiden di sektor 14 begitu orang di organisasi BASS membagi-bagi basis operasinya. Semoga kalian bisa memahaminya,” ucap Charles.
“Tidak masalah, lagipula aku sendiri menyadarinya bahwa lambat laun semuanya akan terbongkar. Termasuk identitas anggota kami,” jawab tuan Stam.
“Terima kasih atas pengertiannya, maksud kami membawa kalian semua ke sini semata-mata hanya untuk memastikan saja. Apakah kalian berada di pihak kami atau bukan, secara kasarnya apakah kalian berada di pihak manusia atau malah sebaliknya.” Charles melanjutkan. “sebelum ke sini aku sudah membaca file tentang kalian tentunya semua informasi berasal dari pihak BASS. Jadi kalian selama ini tinggal di sektor 8, dan yang sedikit anehnya. Kulihat kemunculan monster di sana sangatlah sedikit dan jarang. Hal ini membuat kami berspekulasi bahwa memang kalian yang sebenarnya menyebarkan monster ini di Surban City,” tuan Stam masih menanggapinya dengan santai.
“Tentunya tindakan kami tersebut tidak bisa dibenarkan kecuali ada bukti yang mendukungnya, untuk itulah….,” Charles menghela nafas. “jika keberadaan kalian di sini selama 3 hari kedepan membuat monster di sektor 8 bangkit dan mulai bermunculan. Maka dari percobaan sederhana itu kami sudah tahu bahwa kalian memang tidak ada kaitannya dengan monster yang berkeliaran selama ini, bagaimana?”
Viktor masih mengintip dari luar, pembicaraan yang ia lihat dari gerakan bibir orang pemerintahan membuatnya semakin penasaran. Lebih banyak kata yang keluar dari pihak pemerintah dibandingkan ketua Silver Clan yang sama-sama berada dalam satu ruangan.
“Ketua Silver Clan itu sedang diceramahi atau apa? kenapa pak Charles selalu yang berbicara?” ungkapnya dalam hati.
Ternyata yang dipikirkan oleh tuan Stam sangat jauh dari realitanya, meskipun sama-sama dianggap sebagai ancaman. Namun dari perkataan Charles yang ditekankan adalah apakah Silver Clan yang menciptakan dan menyebar monster-monster di area Surban City atau tidak. Waktu 3 hari merupakan waktu yang singkat. Tuan Stam setuju dengan percobaan yang ditawarkan oleh Charles, sebagai gantinya jika para monster bermunculan ada unit-01 yang siap meratakan mereka.
“Tayangan di televisi itu juga semakin menguatkan dan cenderung membuat masyarakat semakin takut. Meskipun terlihat di sana kalian bekerja sama mengalahkan monster kuat itu, tetapi masyarakat mempunyai ketakutan sendiri atas apa yang mereka tidak ketahui. Karena kau sudah setuju, maka itu saja. Terima kasih atas waktunya,” Charles kembali menjabat tangan tuan Stam dan meminta Viktor untuk membukakan pintu untuknya. Semuanya berjalan lancar dan cepat.
Lalu Charles meminta ajudannya yang ikut saat itu dengannya untuk memberikan informasinya juga kepada anggota Silver Clan lainnya. satu-persatu mulai mendatangi sel dan menyalakan tombol speaker. Reaksi yang ditimbulkan berbeda-beda, Solo yang paling marah dengan informasi yang diterimanya. Terlihat dari selnya, Solo seperti orang yang sedang memaki pihak pemerintahan. Karena speaker nya berlaku dua arah saja maka suaranya tidak terdengar.
“KALIAN BODOH! JIKA KAMI MAU, BISA KAMI JADIKAN KALIAN BUDAK HEY!” tidak ingin mendengar lanjutannya ajudan yang ini mematikan tombol speaker untuk dirinya sendiri.
Berbeda dengan Solo, Djohan lebih tenang karena ‘hukuman’ ini tidak lebih berat dari perkiraan. Semuanya nampak mudah, belum lagi diluaran sana ada seniornya Sterling dan juga Vivian. Jika mereka bisa mendapatkan pesan ini nampaknya tidak perlu memaksa keluar dari luar, semua permasahalan akan selesai dengan cara yang baik. Namun masih ada yang mengganjal bagi Djohan, karena semua ini terasa sangat ringan. Ia berpikiran bahwa Silver Clan akan diasingkan untuk selamanya.
“Hanya 3 hari adalah perkara yang mudah, jelas Solo marah karena seakan-akan mereka tidak melihat bahwa kami juga ikut melawan. Tapi aku melihatnya sebagai sebuah tanda, mereka tidaklah sebodoh yang kukira,” Djohan melanjutkan. “sudah jelas bahwa percobaan ini hanyalah akal-akalan saja. Mereka masih membutuhkan kekuatan kita, yang kutakutkan malah keberadaan pasukan pengganti BASS. Mereka memang saja dari kalangan militer dan kepolisian mungkin, tapi….,” Djohan membaringkan tubuhnya, semuanya serba putih di sini.
Sementara itu Sterling mencoba bergerak cepat dengan mendatangi sebuah bar dengan Vivian. Sebuah bar yang tampaknya tidak asing bagi mereka berdua. Karena di saat santai dan penggalian informasi lebih banyak dilakukan di bar lain dibandingkan Wilson bar. Sterling dan Vivian masuk dengan santainya, alunan musik menggema seisi ruangan. Sterling melihat sekelilingnya, mencari ‘target’ yang akan dikunjunginya kali ini.
“Ah itu dia, ketemu!” Sterling beranjak naik ke lantai dua sedangkan Vivian hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Seseorang dengan pakaian yang nyentrik sedang menggoda wanita-wanita penghibur yang setia duduk disebelahnya. Dengan botol minuman keras di tangan kiri dan beberapa lembar uang di tangan kanan. Seseorang itu sedang menikmati apa yang biasa disebut ‘surga dunia’, sampai matanya bertemu dengan mata Sterling dan semua bayangan kenikmatan yang akan dialaminya mendadak sirna semua. Sterling berjalan mendekatinya, dengan panik dirinya meminta para wanita dikelilingnya untuk pergi sejenak.
“Hei…ladies,” ucap Sterling menggoda para wanita yang melewatinya. “hey! Kenapa para wanitanya kau usir?!” bentak Sterling. Vivian dengan tampang tak beremosi berdiri dibelakangnya.
“Kalian lagi, pasti membawa kabar buruk untukku,” orang yang didatangi oleh Sterling adalah Werner, mantan rekan Solo selama menjadi DJ.
“Jangan berbicara seperti itu, kami tidak mungkin mencarimu ke sana kemari hanya untuk membawa kabar buruk, dengar---,” ucapan Sterling dipotong oleh Werner yang sepertinya sudah mengetahui tujuan Sterling dan juga Vivian datang.
“Iya aku tahu, kau memintaku untuk meretas server BASS lagi kan? Kali ini info siapa yang ingin kalian cari?” tanya Werner dengan lemas tidak bergairah.
Sterling menjelaskan bahwa rekannya yang lain ditangkap oleh orang pemerintah, dan sudah pasti mereka membawanya ke markas utama BASS meskipun teori Sterling ini belum tentu benar tapi ia sudah sangat yakin. Yang diinginkan oleh Sterling adalah meminta Werner untuk masuk ke bagian CCTV kantor utama BASS untuk melihat ditempatkan di bagian mana rekannya itu. Sebuah perkara yang harusnya mudah bagi seorang Werner.
Setelah mendengarnya Werner malah beranjak dari tempatnya, hal ini mengagetkan Sterling.
“Hey! Kau tidak mau membantuku?!” dengan sedikit marah dan kecewa.
“Bisa apa aku di tempat ini?” Sterling pun tersenyum, lalu mengikuti Werner menuju apartemennya.
“Kuharap semuanya akan baik-baik saja,” tentunya Djohan sangat mengharapkan bahwa Silver Clan tidak dianggap sebagai ancaman bagi negara khususnya Surban City tempat mereka bernaung.
Orang dari pemerintahan mengulurkan tangannya, “Perkenalkan, aku Charles perwakilan dari pemerintah dibidang pertahanan,” ucapnya sopan.
Tuan Stam menerima uluran tangannya itu dan juga mengenalkan dirinya dengan nama layaknya orang biasa, tidak ada embel-embel ketua Silver Clan atau yang lain keluar dari mulutnya.
“Maaf sebelumnya semuanya harus seperti ini, kami sama sekali tidak ada niatan sebelumnya untuk berperilaku yang mungkin tidak pantas menurut kalian. Tetapi situasinya sangat mengkhawatirkan, apalagi semenjak insiden di sektor 14 begitu orang di organisasi BASS membagi-bagi basis operasinya. Semoga kalian bisa memahaminya,” ucap Charles.
“Tidak masalah, lagipula aku sendiri menyadarinya bahwa lambat laun semuanya akan terbongkar. Termasuk identitas anggota kami,” jawab tuan Stam.
“Terima kasih atas pengertiannya, maksud kami membawa kalian semua ke sini semata-mata hanya untuk memastikan saja. Apakah kalian berada di pihak kami atau bukan, secara kasarnya apakah kalian berada di pihak manusia atau malah sebaliknya.” Charles melanjutkan. “sebelum ke sini aku sudah membaca file tentang kalian tentunya semua informasi berasal dari pihak BASS. Jadi kalian selama ini tinggal di sektor 8, dan yang sedikit anehnya. Kulihat kemunculan monster di sana sangatlah sedikit dan jarang. Hal ini membuat kami berspekulasi bahwa memang kalian yang sebenarnya menyebarkan monster ini di Surban City,” tuan Stam masih menanggapinya dengan santai.
“Tentunya tindakan kami tersebut tidak bisa dibenarkan kecuali ada bukti yang mendukungnya, untuk itulah….,” Charles menghela nafas. “jika keberadaan kalian di sini selama 3 hari kedepan membuat monster di sektor 8 bangkit dan mulai bermunculan. Maka dari percobaan sederhana itu kami sudah tahu bahwa kalian memang tidak ada kaitannya dengan monster yang berkeliaran selama ini, bagaimana?”
Viktor masih mengintip dari luar, pembicaraan yang ia lihat dari gerakan bibir orang pemerintahan membuatnya semakin penasaran. Lebih banyak kata yang keluar dari pihak pemerintah dibandingkan ketua Silver Clan yang sama-sama berada dalam satu ruangan.
“Ketua Silver Clan itu sedang diceramahi atau apa? kenapa pak Charles selalu yang berbicara?” ungkapnya dalam hati.
Ternyata yang dipikirkan oleh tuan Stam sangat jauh dari realitanya, meskipun sama-sama dianggap sebagai ancaman. Namun dari perkataan Charles yang ditekankan adalah apakah Silver Clan yang menciptakan dan menyebar monster-monster di area Surban City atau tidak. Waktu 3 hari merupakan waktu yang singkat. Tuan Stam setuju dengan percobaan yang ditawarkan oleh Charles, sebagai gantinya jika para monster bermunculan ada unit-01 yang siap meratakan mereka.
“Tayangan di televisi itu juga semakin menguatkan dan cenderung membuat masyarakat semakin takut. Meskipun terlihat di sana kalian bekerja sama mengalahkan monster kuat itu, tetapi masyarakat mempunyai ketakutan sendiri atas apa yang mereka tidak ketahui. Karena kau sudah setuju, maka itu saja. Terima kasih atas waktunya,” Charles kembali menjabat tangan tuan Stam dan meminta Viktor untuk membukakan pintu untuknya. Semuanya berjalan lancar dan cepat.
Lalu Charles meminta ajudannya yang ikut saat itu dengannya untuk memberikan informasinya juga kepada anggota Silver Clan lainnya. satu-persatu mulai mendatangi sel dan menyalakan tombol speaker. Reaksi yang ditimbulkan berbeda-beda, Solo yang paling marah dengan informasi yang diterimanya. Terlihat dari selnya, Solo seperti orang yang sedang memaki pihak pemerintahan. Karena speaker nya berlaku dua arah saja maka suaranya tidak terdengar.
“KALIAN BODOH! JIKA KAMI MAU, BISA KAMI JADIKAN KALIAN BUDAK HEY!” tidak ingin mendengar lanjutannya ajudan yang ini mematikan tombol speaker untuk dirinya sendiri.
Berbeda dengan Solo, Djohan lebih tenang karena ‘hukuman’ ini tidak lebih berat dari perkiraan. Semuanya nampak mudah, belum lagi diluaran sana ada seniornya Sterling dan juga Vivian. Jika mereka bisa mendapatkan pesan ini nampaknya tidak perlu memaksa keluar dari luar, semua permasahalan akan selesai dengan cara yang baik. Namun masih ada yang mengganjal bagi Djohan, karena semua ini terasa sangat ringan. Ia berpikiran bahwa Silver Clan akan diasingkan untuk selamanya.
“Hanya 3 hari adalah perkara yang mudah, jelas Solo marah karena seakan-akan mereka tidak melihat bahwa kami juga ikut melawan. Tapi aku melihatnya sebagai sebuah tanda, mereka tidaklah sebodoh yang kukira,” Djohan melanjutkan. “sudah jelas bahwa percobaan ini hanyalah akal-akalan saja. Mereka masih membutuhkan kekuatan kita, yang kutakutkan malah keberadaan pasukan pengganti BASS. Mereka memang saja dari kalangan militer dan kepolisian mungkin, tapi….,” Djohan membaringkan tubuhnya, semuanya serba putih di sini.
Sementara itu Sterling mencoba bergerak cepat dengan mendatangi sebuah bar dengan Vivian. Sebuah bar yang tampaknya tidak asing bagi mereka berdua. Karena di saat santai dan penggalian informasi lebih banyak dilakukan di bar lain dibandingkan Wilson bar. Sterling dan Vivian masuk dengan santainya, alunan musik menggema seisi ruangan. Sterling melihat sekelilingnya, mencari ‘target’ yang akan dikunjunginya kali ini.
“Ah itu dia, ketemu!” Sterling beranjak naik ke lantai dua sedangkan Vivian hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Seseorang dengan pakaian yang nyentrik sedang menggoda wanita-wanita penghibur yang setia duduk disebelahnya. Dengan botol minuman keras di tangan kiri dan beberapa lembar uang di tangan kanan. Seseorang itu sedang menikmati apa yang biasa disebut ‘surga dunia’, sampai matanya bertemu dengan mata Sterling dan semua bayangan kenikmatan yang akan dialaminya mendadak sirna semua. Sterling berjalan mendekatinya, dengan panik dirinya meminta para wanita dikelilingnya untuk pergi sejenak.
“Hei…ladies,” ucap Sterling menggoda para wanita yang melewatinya. “hey! Kenapa para wanitanya kau usir?!” bentak Sterling. Vivian dengan tampang tak beremosi berdiri dibelakangnya.
“Kalian lagi, pasti membawa kabar buruk untukku,” orang yang didatangi oleh Sterling adalah Werner, mantan rekan Solo selama menjadi DJ.
“Jangan berbicara seperti itu, kami tidak mungkin mencarimu ke sana kemari hanya untuk membawa kabar buruk, dengar---,” ucapan Sterling dipotong oleh Werner yang sepertinya sudah mengetahui tujuan Sterling dan juga Vivian datang.
“Iya aku tahu, kau memintaku untuk meretas server BASS lagi kan? Kali ini info siapa yang ingin kalian cari?” tanya Werner dengan lemas tidak bergairah.
Sterling menjelaskan bahwa rekannya yang lain ditangkap oleh orang pemerintah, dan sudah pasti mereka membawanya ke markas utama BASS meskipun teori Sterling ini belum tentu benar tapi ia sudah sangat yakin. Yang diinginkan oleh Sterling adalah meminta Werner untuk masuk ke bagian CCTV kantor utama BASS untuk melihat ditempatkan di bagian mana rekannya itu. Sebuah perkara yang harusnya mudah bagi seorang Werner.
Setelah mendengarnya Werner malah beranjak dari tempatnya, hal ini mengagetkan Sterling.
“Hey! Kau tidak mau membantuku?!” dengan sedikit marah dan kecewa.
“Bisa apa aku di tempat ini?” Sterling pun tersenyum, lalu mengikuti Werner menuju apartemennya.
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas