- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#147
Chapter 96
Quote:
Cahaya hangat matahari masuk melalui sela-sela jendela yang terbuka, dari lantai 10 gedung apartemen ini. Sebuah balkon kecil yang hadir tepat di depan jendela itu berisikan tanaman-tanaman hijau kecil yang tersimpan rapih dalam sebuah pot dari bahan tanah liat yang mengeras. Gareth memperhatikan baju tempur miliknya dalam keadaan yang rusak parah, semenjak pertempuran melawan Alphanz baju tempurnya belum diperbaiki.
Apalagi semenjak BASS dibekukan dan dirinya menjadi buronan pemerintah nampaknya sebuah unit baju tempur baru tidak akan terlaksana dalam waktu yang singkat. Leah sendiri menyimpan baju tempurnya dengan apik, keadaan baju tempurnya juga tidak semulus dalam bayangan. Namun Leah memilih untuk memberikan daya baterainya kepada Gareth karena ia lebih membutuhkannya. Jika baju tempurnya tidak digunakan maka tidak akan ada sinyal yang masuk, milik Gareth sudah rusak parah dan tanpa ia sadari alat untuk memberikan sinyal pada markas mati.
Kapten Vela dan juga Nakata masih sulit dihubungi, padahal Gareth ingin tahu bagaimana keadaan mereka berdua. Dalam lamunannya itu kemudian terdengar suara ketukan dari luar. Gareth menghampirinya dan ia memprediksi bahwa orang yang mengetuk pintunya adalah Leah. Mereka berdua sering merencakan langkah selanjutnya, termasuk patroli malam yang dilakukan Gareth waktu itu ketika bertemu dengan unit-01.
“Ya sebentar, aku datang,” suara ketukannya semakin tidak karuan. Gareth membukanya, lalu ia terkejut ketika bukan Leah yang mengetuk pintu apartemennya sekarang. “kamu kan?” orang didepannya kemudian masuk dengan terburu-buru.
“Cepat tutup pintunya,” pinta orang itu yang mengenakan topi, kaca mata hitam dan juga jaket panjang yang menjuntai ke bawah hampir menyentuh lantai.
Ia melepas topi yang dikenakannya termasuk kaca mata hitam dan juga jaket yang panjang. Lalu semuanya ia taruh tepat disebelahnya di atas sebuah sofa yang diduduki sekarang. Semuanya tampak jelas, orang yang tadi datang itu adalah kapten Lucio dari tim 2 yang dinyatakan hilang oleh markas utama BASS. Kedatangannya kemari menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Gareth.
“Anda…,” tatap Gareth masih tidak percaya ada seorang kapten dari Golden Diamond yang datang mengunjunginya.
“Hm, baju tempurmu itu rusak parah. Bisa bertahan berapa lama?” tanya kapten Lucio.
“Ah ini, entahlah. Aku tidak pernah menggunakannya lebih dari 1 jam. Kekuatannya tersendat dibeberapa bagian, aku tidak mau memaksanya….,” jawab Gareth. “tujuan anda datang kemari?......”
“Tidak usah terlalu formal, kamu juga tampaknya lebih tua dariku kan?” kapten Lucio beranjak dari sofa. “aku membutuhkan bantuanmu, kita buktikan bahwa BASS lah yang layak untuk menjaga kota ini.”
“Sebentar, maksudnya?”
“Saat ini kita sedang dibekukan, orang-orang dari pemerintahan yang menggantikan posisi kita, tapi apa mereka mampu? Katakanlah mereka memakai baju tempur yang disita dari seluruh tim. Tapi apa mereka bisa mengendalikan bajunya dengan cepat dan lihai? Aku tidak akan membiarkan semuanya seperti ini.”
Gareth paham bahwa kapten Lucio hanya ingin membuktikan pada pemerintahan khususnya bahwa hanya BASS lah yang seharusnya dijadikan ujung tombak dalam melawan Beaters. Usia BASS belumnya panjang seperti halnya militer yang dibentuk berbarengan dengan terciptanya suatu negara. Tetapi selama BASS bertugas, keamanan kota dapat terjamin apalagi setelah adalah baju tempur yang dibuat oleh lab BASS.
Gareth juga baru mengetahui bahwa kapten Lucio kabur dari sektor wilayahnya sambil membawa baju tempur miliknya sebelum orang pemerintahan datang menggeledah kantor tim 2. Dan sekarang hanya kapten dari Golden Diamond yang tersisa yang masih bisa menggunakan baju tempur. Itu juga dalam catatan ketika dibutuhkan membantu orang pemerintahan yang disebut unit-01.
“Aku bertemu dengan pasukan itu beberapa hari kemarin, tetapi mereka tidak menggunakan baju tempur milik BASS. Mereka hanya menggunakan senjata biasa yang diisi peluru racun Beaters.”
“Benarkah? Selama ini yang kulakukan hanyalah melarikan diri, jika kupakai bajunya maka sinyal akan masuk ke kantor pusat dan diriku dapat dilacak,” ujar kapten Lucio. “dan aku sudah berkunjung ke beberapa kantor wilayah, hasilnya nihil. Semua kantor sudah disegel dan keberadaan anggotanya tidak diketahui.”
“Tapi kau bisa mengetahui kalau aku ada di sini…,” melihat kapten Lucio tersenyum.
“Jelas saja, kamu itu rivalku!” sebuah pengakuan yang mengagetkan Gareth, ia tidak menyangka ada seorang kapten dari kalangan Golden Diamond yang berkata seperti itu padanya.
Semuanya itu bermula saat proyek ‘Mechanism’ dimulai, anggota yang dipilih memulai latihan. Tidak disangka bahwa kapten dari Golden Diamond memantau kemajuan mereka hari per hari. Kapten Lucio sangat terkesan dengan Gareth yang bisa memakai baju tempurnya dengan leluasa dan sangat cepat. Data itu nantinya akan digunakan untuk penyempurnaan baju tempur yang akan digunakan oleh anggota BASS. Karena kapten Lucio juga termasuk salah satu yang tercepat di BASS, maka ia melihat Gareth sebagai rivalnya.
“Maafkan aku jika perkataanku barusan membuat suasananya menjadi menjijikan seperti ini, tapi aku berkata jujur…,” kapten Lucio berjalan mendekati pintu. “kita berdua merupakan masa depan yang cerah yang dimiliki BASS,” kapten Lucio tersenyum. “sekarang bantu aku membongkar baju tempur milikku, aku belum merusak alat yang memancarkan sinyal.”
“Dia kapten yang aneh…..,” Gareth mengikutinya.
Seperti yang dijanjikan oleh Viktor, orang-orang dari pemerintahan datang untuk menemui Silver Clan secara langsung. Orang-orang dari unit-01 dengan siap siaga menjaga mereka dari segala gangguan. Viktor menyarankan salah satu perwakilan agar berbicara dari luar dengan mengaktifkan pengeras suara yang tombolnya berada dekat alat untuk membuka sel. Namun perwakilan pemerintah ini menolak dan ingin masuk ke dalam dan berbicara secara langsung dengan ketua Silver Clan.
“Baiklah jika itu keinginan bapak, akan kubukakan untukmu,” Viktor memasukan kode aksesnya dan kemudian pintu yang terbuat dari kaca bergeser. “silahkan.” Ketika Viktor ingin ikut masuk, dirinya dicegah dan diminta untuk menunggu di luar.
“Hm…kamu tidak seperti yang ada dibenakku,” melihat tuan Stam yang memang tampil dengan rapih dan berwibawa. “apa borgol itu terasa sakit? aku melihatnya agak ngeri.”
“Tidak, semuanya baik-baik saja,” jawab tuan Stam.
Viktor memperhatikan dari luar, ia bisa saja menyalakan pengeras suaranya. Namun dari bahasa tubuh perwakilan pemerintahan yang masuk, nampaknya pembicaraan ini ingin dilakukan dengan privasi yang ketat.
Apalagi semenjak BASS dibekukan dan dirinya menjadi buronan pemerintah nampaknya sebuah unit baju tempur baru tidak akan terlaksana dalam waktu yang singkat. Leah sendiri menyimpan baju tempurnya dengan apik, keadaan baju tempurnya juga tidak semulus dalam bayangan. Namun Leah memilih untuk memberikan daya baterainya kepada Gareth karena ia lebih membutuhkannya. Jika baju tempurnya tidak digunakan maka tidak akan ada sinyal yang masuk, milik Gareth sudah rusak parah dan tanpa ia sadari alat untuk memberikan sinyal pada markas mati.
Kapten Vela dan juga Nakata masih sulit dihubungi, padahal Gareth ingin tahu bagaimana keadaan mereka berdua. Dalam lamunannya itu kemudian terdengar suara ketukan dari luar. Gareth menghampirinya dan ia memprediksi bahwa orang yang mengetuk pintunya adalah Leah. Mereka berdua sering merencakan langkah selanjutnya, termasuk patroli malam yang dilakukan Gareth waktu itu ketika bertemu dengan unit-01.
“Ya sebentar, aku datang,” suara ketukannya semakin tidak karuan. Gareth membukanya, lalu ia terkejut ketika bukan Leah yang mengetuk pintu apartemennya sekarang. “kamu kan?” orang didepannya kemudian masuk dengan terburu-buru.
“Cepat tutup pintunya,” pinta orang itu yang mengenakan topi, kaca mata hitam dan juga jaket panjang yang menjuntai ke bawah hampir menyentuh lantai.
Ia melepas topi yang dikenakannya termasuk kaca mata hitam dan juga jaket yang panjang. Lalu semuanya ia taruh tepat disebelahnya di atas sebuah sofa yang diduduki sekarang. Semuanya tampak jelas, orang yang tadi datang itu adalah kapten Lucio dari tim 2 yang dinyatakan hilang oleh markas utama BASS. Kedatangannya kemari menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Gareth.
“Anda…,” tatap Gareth masih tidak percaya ada seorang kapten dari Golden Diamond yang datang mengunjunginya.
“Hm, baju tempurmu itu rusak parah. Bisa bertahan berapa lama?” tanya kapten Lucio.
“Ah ini, entahlah. Aku tidak pernah menggunakannya lebih dari 1 jam. Kekuatannya tersendat dibeberapa bagian, aku tidak mau memaksanya….,” jawab Gareth. “tujuan anda datang kemari?......”
“Tidak usah terlalu formal, kamu juga tampaknya lebih tua dariku kan?” kapten Lucio beranjak dari sofa. “aku membutuhkan bantuanmu, kita buktikan bahwa BASS lah yang layak untuk menjaga kota ini.”
“Sebentar, maksudnya?”
“Saat ini kita sedang dibekukan, orang-orang dari pemerintahan yang menggantikan posisi kita, tapi apa mereka mampu? Katakanlah mereka memakai baju tempur yang disita dari seluruh tim. Tapi apa mereka bisa mengendalikan bajunya dengan cepat dan lihai? Aku tidak akan membiarkan semuanya seperti ini.”
Gareth paham bahwa kapten Lucio hanya ingin membuktikan pada pemerintahan khususnya bahwa hanya BASS lah yang seharusnya dijadikan ujung tombak dalam melawan Beaters. Usia BASS belumnya panjang seperti halnya militer yang dibentuk berbarengan dengan terciptanya suatu negara. Tetapi selama BASS bertugas, keamanan kota dapat terjamin apalagi setelah adalah baju tempur yang dibuat oleh lab BASS.
Gareth juga baru mengetahui bahwa kapten Lucio kabur dari sektor wilayahnya sambil membawa baju tempur miliknya sebelum orang pemerintahan datang menggeledah kantor tim 2. Dan sekarang hanya kapten dari Golden Diamond yang tersisa yang masih bisa menggunakan baju tempur. Itu juga dalam catatan ketika dibutuhkan membantu orang pemerintahan yang disebut unit-01.
“Aku bertemu dengan pasukan itu beberapa hari kemarin, tetapi mereka tidak menggunakan baju tempur milik BASS. Mereka hanya menggunakan senjata biasa yang diisi peluru racun Beaters.”
“Benarkah? Selama ini yang kulakukan hanyalah melarikan diri, jika kupakai bajunya maka sinyal akan masuk ke kantor pusat dan diriku dapat dilacak,” ujar kapten Lucio. “dan aku sudah berkunjung ke beberapa kantor wilayah, hasilnya nihil. Semua kantor sudah disegel dan keberadaan anggotanya tidak diketahui.”
“Tapi kau bisa mengetahui kalau aku ada di sini…,” melihat kapten Lucio tersenyum.
“Jelas saja, kamu itu rivalku!” sebuah pengakuan yang mengagetkan Gareth, ia tidak menyangka ada seorang kapten dari kalangan Golden Diamond yang berkata seperti itu padanya.
Semuanya itu bermula saat proyek ‘Mechanism’ dimulai, anggota yang dipilih memulai latihan. Tidak disangka bahwa kapten dari Golden Diamond memantau kemajuan mereka hari per hari. Kapten Lucio sangat terkesan dengan Gareth yang bisa memakai baju tempurnya dengan leluasa dan sangat cepat. Data itu nantinya akan digunakan untuk penyempurnaan baju tempur yang akan digunakan oleh anggota BASS. Karena kapten Lucio juga termasuk salah satu yang tercepat di BASS, maka ia melihat Gareth sebagai rivalnya.
“Maafkan aku jika perkataanku barusan membuat suasananya menjadi menjijikan seperti ini, tapi aku berkata jujur…,” kapten Lucio berjalan mendekati pintu. “kita berdua merupakan masa depan yang cerah yang dimiliki BASS,” kapten Lucio tersenyum. “sekarang bantu aku membongkar baju tempur milikku, aku belum merusak alat yang memancarkan sinyal.”
“Dia kapten yang aneh…..,” Gareth mengikutinya.
Seperti yang dijanjikan oleh Viktor, orang-orang dari pemerintahan datang untuk menemui Silver Clan secara langsung. Orang-orang dari unit-01 dengan siap siaga menjaga mereka dari segala gangguan. Viktor menyarankan salah satu perwakilan agar berbicara dari luar dengan mengaktifkan pengeras suara yang tombolnya berada dekat alat untuk membuka sel. Namun perwakilan pemerintah ini menolak dan ingin masuk ke dalam dan berbicara secara langsung dengan ketua Silver Clan.
“Baiklah jika itu keinginan bapak, akan kubukakan untukmu,” Viktor memasukan kode aksesnya dan kemudian pintu yang terbuat dari kaca bergeser. “silahkan.” Ketika Viktor ingin ikut masuk, dirinya dicegah dan diminta untuk menunggu di luar.
“Hm…kamu tidak seperti yang ada dibenakku,” melihat tuan Stam yang memang tampil dengan rapih dan berwibawa. “apa borgol itu terasa sakit? aku melihatnya agak ngeri.”
“Tidak, semuanya baik-baik saja,” jawab tuan Stam.
Viktor memperhatikan dari luar, ia bisa saja menyalakan pengeras suaranya. Namun dari bahasa tubuh perwakilan pemerintahan yang masuk, nampaknya pembicaraan ini ingin dilakukan dengan privasi yang ketat.
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas