- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
685.9K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#3561
BAGIAN 52
CITA CITA BENDORO
part 1
Bendoro kini menjalani hidup baru sebagai manusia. Setelah menjalani ritual paku kuntilanak, Bendoro melakukan hal-hal yang dilakukan oleh manusia biasa pada umumnya, salah satunya seperti bekerja mencari nafkah.
Bendoro bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket di Kota Bandung. Ketika melamar kerja, ia langsung diterima oleh manajer sebagai kasir karena memiliki wajah yang rupawan dan tentunya, ukuran dada yang besar. Ditambah pembawaannya yang ramah sehingga mudah mengakrabkan diri dengan orang orang.
Setiap orang menyukai dirinya. Mini market tempat ia kerja mendadak dipenuhi oleh pengunjung. Mereka memiliki banyak tujuan seperti belanja atau hanya sekadar ingin disapa oleh Bendoro ketika masuk ke minimarket dengan sapaan khasnya, "Selamat datang di Indromaret! Selamat berbelanja!"
Bendoro cukup senang dengan kehidupan barunya. Dia kini memiliki banyak teman dan beberapa pria yang menjadikannya idola. Ia berkali kali digoda beberapa pria yang berprofesi sebagai vlogger untuk menjadikannya bahan untuk konten video, tapi Bendoro tidak termakan godaan itu dan menolaknya. Ia tak mau terkenal karena takut rahasianya terbongkar.
Suatu hari, Bendoro tengah sibuk melayani konsumen yang berbelanja di tempat kerjanya. Ia sibuk menghitung barang yang akan dibeli. Teman di sebelahnya ikut membantu memasukan barang barang itu ke dalam kantong plastik.
"Ndoro, malem ini aku nginep lagi yah di kostan kamu" ujar Euis.
"Boleh, tapi kamu mau ngapain lagi sih nginep di kostan aku? " balas Bendoro.
"Ya, pengen aja, kostan kamu nyaman dan sepi hehehe"
"Hadeeeeuh, bilang aja mau video call lagi sama pacarmu ya?"
"Nah itu tau!"
"Jangan dong! Kamu tuh ngeselin banget kalo udah video call sama pacarmu! Mana kamu sering telanjang di depan hape lagi"
"Ya maaf, yaudah deh, aku video call normal aja, eh mending nonton drakor aja yuk!" usul Euis.
"Oke, tapi kamu yang bawa makanan!" pungkas Bendoro.
Bendoro pun menyelesaikan penghitungan barang yang akan dibeli oleh konsumen, lalu dilanjutkan dengan bertransaksi. Setiap hari Bendoro selalu sibuk mengurusi mini market. Selain menjadi kasir, ia juga suka membantu pekerjaan teman teman sejawatnya.
Pukul sepuluh malam, jam tutup mini market tiba. Bendoro dan Euis pulang bersama dengan menumpangi angkot. Euis membawa beberapa makanan yang ia ambil dari gudang minimarket.
Euis bersahabat dengan Bendoro semenjak ia diterima kerja di mini market. Sosok Bendoro yang tenang, berwibawa dan baik membuat Euis merasa nyaman. Hampir setiap minggu, Euis selalu menginap di rumah kost Bendoro. Ia menggunakan tempat itu sebagai ajang video call mesum bersama pacarnya. Bendoro kadang suka kesal dengan tingkah Euis yang selalu telanjang dan bermasturbasi di depan kamera smartphone.
Setengah jam berlalu, mereka akhirmya tiba di depan rumah kost. Bendoro langung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Euis memilih untuk langsung memutar dvd film drama Korea.
Tak lama, Bendoro selesai mandi, ia langsung memakai setelan baju piyama. Setelah itu ia bergabung dengan Euis untuk menonton film. Bendoro membuka sebungkus kripik, kemudian memakannya sambil menonton film.
"Eh tau gak! Si cewek tajir itu akhirnya jatuh cinta sama si kapten Ri, awalnya dia kan jijik banget sama si Kapten" ujar Euis.
"Yaiyalah pasti jatuh cinta wong si kapten nya ganteng banget, aku suka banget sama Kapten Ri" balas Bendoro.
"Iya Ndoro, dia orang paling sempurna, eh tapi...apa kamu ngerti jalan cerita drakor ini?"
"Enggak, aku cuman pengen liat Kapten Ri yayangku yang gantengnya sampe ke tulang tulang"
"Hadeeeeuh, kamu coba deh ikutin ceritanya, seru lho"
"Gak usah lah Is, aku udah tau endingnya kayak gimana, bisa kutebak"
"Sok tau kamu! Emang gimana tebakanmu?"
"Ya pastinya hubungan mereka gak disetujui orang tua mereka, apalagi Kapten Ri kan orang Korea Utara dan si cewek tajir orang Korea Selatan, negara mereka juga gak bakalan nerima soalnya saling musuhan, terus nantinya mereka gak akan bersatu, satu satunya cara agar bisa ketemu ya mereka harus pergi dari negara mereka masing masing dan ketemuan di negara lain"
"Anjiiir, sad ending dong?"
"Ya bisa dibilang begitu, tapi aku yakin"
"Itu kan cuman tebakanmu, belum tentu juga kali"
"Kalo mau kita taruhan aja, gimana"
"Oke siapa takut! Kalo tebakanmu bener, aku bayarin kamu makan selama sebulan, kalo kamu salah... ya sebaliknya"
"Oke, aku terima taruhanmu"
Mereka kemudian bersalaman sebagai tanda kesepakatan. Bendoro dan Euis terus menonton film itu secara marathon. Tak terasa empat jam berlalu, waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Euis mulai ketar ketir ketika menonton film karena tebakan Bendoro perlaham mulai terbukti. Sebaliknya, Bendoro merasa sangat bahagia karena tebakannya benar.
Ketika mereka larut dalam keseruan drama Korea yang ditonton, tiba tiba Bendoro merasa mual, ia pun memegangi perutnya sambil meringis. Euis mulai panik melihat keadaan sahabatnya itu.
"Kamu kenapa Ndoro?"
"Gak tau, tiba tiba perutku sakit dan mual"
Bendoro semakin meringis, Euis berusaha menolongnya. Ia mengusap usap perut Bendoro. Tiba tiba mulut Bendoro terbuka lebar, lalu keluarlah asap hitam pekat dari dalam mulutnya. Sontak, Euis terkejut melihat hal itu. Ia berteriak sangat kencang. Lengkingan suaranya membuat suasana menjadi gaduh dan menyakiti telinga.
Kepulan asap itu berkumpul di hadapan Bendoro. Tak lama kemudian asap itu membentuk suatu tubuh seorang manusia. Ia berwajah tampan dan telanjang. Orang itu langsung meringis kesakitan ketika mendengar teriakan Euis yang melengking. Secara spontan laki laki itu menjentikan jari kanannya, seketika tubuh Euis meledak. Serpihan tubuh dan darahnya menyembur ke semua arah sehingga membuat dinding kamar menjadi merah dan dipenuhi daging manusia.
Suasana kamar langsung kembali hening. Orang itu menarik napas panjang karena penderitaannya telah berakhir. Ia mengorek orek telinganya sambil tersenyum ke arah Bendoro yang tubuhmya dipenuhi serpihan daging dam darah Euis.
"APA YANG LAKUKAN KARMA!!" bentak Bendoro dengan penuh emosi.
"Aku cuman pengen keluar dari tubuhmu, udah puluhan tahun aku di dalem terus, aku pengen keluar" jawab Karma.
"Kenapa kamu meledakan Euis? Dia sahabatku tauuu!!" lanjut Bendoro.
"Abisnya dia berisik banget, kupingku sakit dengernya, jadi aku ledakin aja biar diem"
"Kamu bodoh!! Dia itu sehahabatku, aku gak mau dia mati! Kamu harus idupin dia lagi!"
"Gak bisa semudah itu, harus ada syaratnya!"
"Waduuuuuh!! Yaudah deh kamu putar lagi waktu ke awal!! Inget ya jangan bunuh Euis!"
"Baiklah Ndoro sayang"
Karma memutar kembali waktu ke beberapa menit sebelum ia keluar dari tubuh Bendoro. Suasana kamar kembali ke keadaan semula. Bendoro dan Euis kembali menonton film drama Korea dengan seru.
Ketika mereka tengah menonton dengan serius, tiba tiba Bendoro merasakan sakit di bagian perut. Ia langsung meringis sambil memegangi perutnya. Euis panik melihat hal itu. Ia berusaha menolongnya dengan mengusap usap perutnya dengan minyak kayu putih.
Semakin lama, Bendoro semakin meringis dan pada akhirnya ia membuka mulut selebar lebarnya. Keluarlah kepulan asap hitam pekat dari dalam mulut Bendoro. Euis terjengkang ketika melihat kepulan asap itu. Ia pun berteriak histeris hingga meme'kikan telinga. Bendoro hanya berbaring dan menyaksilan kepulan asap itu membentuk tubuh manusia.
Euis tak henti hentinya berteriak, bahkan Bendoro merasakan telinganya sakit. Kepulan asap itu berubah menjadi Karma dengan sosok pria tampan yang telanjang. Karma pun merasakan hal yang sama dengan Bendoro yakni telinga sakit akibat teriakan Euis.
Karma berusaha menghentikan teriakan Euis dengan cara halus. Ia mendekatinya sambil memohon untuk berhenti berteriak. Akan tetapi, Euis semakin panik. Ia pun berusaha menyerang Karma. Ia memukul Karma tepat di wajahnya. Sontak, Iblis itu terkapar, namun tangan Euis yang menyentuh wajah Karma terbakar. Kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh Euis. Gadis itu pun berteriak ketika tubuhnya terbakar, lalu tak lama ia rubuh di dekat pintu menuju kamar mandi. Kobaran api dengan cepat menghanguskan tubuh Euis hingga menjadi kerangka gosong. Karma menyemprotkan air dari telapak tangannya untuk memadamkan api.
Euis pun mati dengan tubuhnya yang hanya menyisakan kerangka hangus. Bendoro berdiri dan mendekati Euis. Ia pun menangis ketika melihat sahabatnya hangus terbakar. Ia langsung membentak Karma.
"KENAPA KAMU MEMBUNUH SAHABATKU?? " teriak Bendoro.
"Bukan aku kok yang bunuh dia, tapi dia sendiri yang memukulku dan menyentuh kulitku, jadi dia terbakar sama api neraka yang ada di tubuhku" sanggah Karma.
"Tapi kamu gak usah pake datang tiba tiba kayak gini dong!! Kamu mau apa sih sebenernya? Dan kenapa kamu bunuh gadis ini?"
"Aku pengen ketemu kamu Ndoro, ada yang mau aku omongin sama kamu, tapi temen kamu ini terus terusan teriak sampe kupingku sakit, aku berusaha nenangin dia, tapi dianya malah mukul aku dan terbakar deh...lagian sejak kapan kamu jadi peduli sama manusia hidup? Biasanya kamu berbuat kejam sama mereka dan gak segan segan ngebunuh mereka"
"Sekarang aku udah berubah Kar, aku jadi manusia lagi, aku pengen berbuat baik sekarang sama mereka"
"Astaga! Kamu berubah? Luar biasa!! Kamu kok bisa jadi manusia lagi?"
"Aku ngejalanin ritual paku kuntilanak, jadi aku berubah"
"Wah...berarti kamu sekarang jadi kayak Hayati dan Merry"
"Bisa dibilang begitu"
"Oke, Ndoro sayang...aku pengen ngobrol empat mata sama kamu"
"Hmmmm...gak mau!"
"Kenapa?"
"Hidupin dulu sahabatku ini! Baru kamu bisa ngobrol sama aku!"
"Tapi gimana caranya?"
"Ya puterin waktu ke awal lagi lah Karma sayang... masa kamu gak tau"
"Tapi aku udah ngegunainnya sekali"
"Apaaaah!! Kamu gunain buat apa?"
"Sebelumnya kejadiannya kayak gini, pas aku keluar dari tubuhmu, temen kamu teriak teriak terus sampai aku ledakin dia saking gak kuat sakit telinga"
"Setan alas! Jadi kalo sekarang kamu pake lagi jadi sisa satu dong"
"Iya Ndoro, kamu tau kan aku cuman bisa pake sampe 3 kali, setelah itu harus nunggu 100 tahun lagi"
"Oke Kar, kalo gitu kamu putar lagi waktu ke awal, kamu jangan deket deket Euis! Jangan disentuh juga, biar aku yang berusaha mendiamkan dia"
"Baiklah Ndoro, aku akan muterin waktu lagi"
Karma memutar waktu kembali menuju beberapa menit sebelumnya. Euis kembali hidup. Ia menonton film drama Korea bersama Bendoro sambil memakan kripik pedas.
"Hahaha...kayaknya aku bakalan makan gratis selama sebulan nih" celetuk Bendoro.
"Tidak mungkin!! Drakor ini nyisa 2 episode lagi, pasti bakalan ada plot twist" sanggah Euis.
"Ah gak mungkin lah, kita liat aja nanti"
Tiba tiba Bendoro merasakan sakit di perutnya. Ia pun langsung berbaring di atas kasur sambil meringis kesakitan. Euis panik melihat sahabatnya yang tiba tiba sakit perut. Dia mengambil minyak kayu putih, lalu mengoleskannya ke perut Bendoro.
Semakin lama, Bendoro semakin meringis. Sakit yang tak kunjung berhenti membuatnya tak berdaya. Kemudian Bendoro membuka mulutnya lebar-lebar, lalu keluarlah kepulan asap hitam pekat dari mulutnya. Euis berteriak ketika melihat hal itu. Suara teriakannya sangat keras sehingga membuat telinga sakit.
Kepulan asap itu membentuk sosok pria tampan telanjang. Karma sesegera mungkin menjauhi Euis sambil menutup telinganya dengan tangan. Ia menjalankan arahan Bendoro untuk tidak mendekati Euis.
"Ndoro, tolong tenangkan temenmu itu! Telingaku sakit" perintah Karma.
Bendoro dengan sigap langsung memiting leher Euis sambil mentumpal mulutnya dengan tangan kanannya. Euis pun menggelepar dan berusaha memberontak agar bisa pitingan Bendoro.
"Euis... Euis... kamu jangan teriak teriak gitu, entar kedengeran sama tetangga, cowok yang kamu liat bukan setan tapi dia pacarku" gumam Bendoro.
Akan tetapi Euis malah semakin memberontak sehingga membuat Bendoro mengencangankan pitingannya dan memasukan semua jarinya ke dalam mulut Euis.
Tak lama Euis pun diam. Ia tak melakukan pemberontakan lagi kepadanya dan teriakannya yang menyakitkan telinga juga berhenti.
"Ndoro, apa yang kamu lakukan sama Euis?" tanya Karma yang terheran heran.
"Aku cuma menyuruhnya diam kok, soalnya aku takut bikin heboh kostan ini" jawab Bendoro dengan santai.
"Tapi kamu liat dong keadaan dia!"
Bendoro melepas pitingannya dan mengeluarkan jarinya dari mulut Euis. Seketika tubuh Euis yang telah lemas langsung tergolek. Bendoro panik melihat keadaan Euis. Ia berusaha menyadarkannnya, namun hal itu sia sia karena Euis sudah meninggal. Bendoro tak merasakan denyut nadinya dan melihat lehernya tampak patah. Ia pun menangis melihat kenyataan itu.
"Kamu membunuh dia Bendoro" sahut Karma.
"INI SEMUA GARA GARA KAMU!! KENAPA KAMU MUNCUL TIBA TIBA?" bentak Bendoro dengan penuh amarah.
"Lho kenapa salahku? Kan kamu yang memiting Euis"
"Aku panik tauu!! Dia teriak teriak pas kamu muncul, mana kamunya telanjang lagi...kamu mau apa kesini?"
"Aku pengen bicara empat mata sama kamu Ndoro, ini penting!!"
"Hadeeeeuh! Kenapa kamu munculnya sekarang? Kan bisa pas aku lagi sendirian"
"Ya maaf, soalnya aku pengen banget ngobrol"
"Gak mau!! Pokoknya kamu harus tanggung jawab! Hidupin lagi temenku! Baru kita ngobrol"
"Waduh, kalo masalah itu susah Ndoro"
"Susah? Gampang kali, kamu tinggal muterin waktu kembali ke masa lalu"
"Iya itu, udah kulakukan"
"Apaaaaaaah!!! Kamu udah ngelakuin pemutaran waktu? Kapan?"
"Dua kali sebelum ini Ndoro, kejadiannya sama, pertama pas aku muncul, aku ngeledakin Euis karena dia terlalu berisik dan bikin kupingku sakit dan yang kedua, aku gak sengaja bakar Euis karena dia memukul wajahku dan kulit kita bersentuhan"
"Berarti kamu cuman bisa sekali lagi muterin waktu?"
"Iya Ndoro, kalo udah sekali lagi, berarti aku harus nunggu 100 tahun lagi... Mungkin Euis gak bakalan bisa hidup lagi"
"Oke...berarti untuk putaran waktu yang terakhir ini, kamu gak boleh nunjukin diri di depan Euis, karena dia akan histeris"
"Apa kamu punya ide?"
"Gini aja deh, sebelum kamu keluar dari tubuhku, kamu kasih tau aku dulu, baru nanaku pergi ke tempat yang aman biar galnada lagi orang yang mati gara gara kehadiranmu"
"Bagus juga ide kamu, yaudah sekarang kuputar lagi waktu untuk terakhir kali"
Karma untuk ketiga kalinya memutar waktu kembali ke beberapa menit sebelumnya dimana Bendoro dan Euis tengah asyik menonton film drama korea.
Ketika meninton film, Euis dan Bendoro sama sama tegang karena cerita dalam film mulai memasuki klimaks. Euis berharap tebakan Bendoro salah dan Bendoro pun bergarap sebaliknya.
Tiba tiba smartphone milik Bendoro berbunyi. Seseorang telah menghubunginya. Bendoro merasa heran dengan nomor tak biasa yang muncul di layar.
"Kok diangkat? Telepon dari siapa Ndoro?"
"Gak tau nih Is, nomernya aneh banget, angkanya nol semua"
"Jangan jangan dari hacker, awas jangan dianglat Ndoro"
"Iya"
Bendoro memutuskan untuk tak menerima panggilan itu. Akan tetapi, panggilan itu terus menerus berbunyi sehingga membuat dirinya merasa kesal. Ia akhirnya menerima panggilan telepon itu.
"HALOOOOO!! NGAPAIN KAMU TELPON MALEM MALEM BEGINI?? SETAN ALAS!!" bentak Bendoro.
"Ini aku Ndoro, Karma" bisik Karma.
"Apaaaaah!! Karma?"
"Iya Ndoro, aku mau keluar dari tubuhmu, aku pengen ngobrol empat mata sama kamu"
"Kamu pengen keluar? Ya ke sini aja kali"
"Gak mau, kamu lebih baik nyari tempat sepi yang gak ada orang, soalnya kehadiranku akan membunuh temanmu Euis"
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?"
"Aku udah ngalamin hal itu 3 kali Ndoro, Euis bakalan mati kalo aku keluar dari tubuhmu sekarang"
"Tunggu? Jadi kamu udah muterin waktu sebanyak 3 kali dong?"
"Iya Ndoro, kalo kejadian itu terjadi lagi, aku gak bisa nolongin Euis"
"Jadi aku harus gimana Kar?"
"Kamu harus cari tempat khusus"
"Dimana?"
"Di hotel aja lah, yang bintang lima ya! Terus bawain aku baju ya, aku soalnya telanjang, gak punya baju"
"Setan alas!! Kamu banyak mintanya ihh!!"
"Hehehehe...ya maaf"
Karma menutup teleponnya. Bendoro tampak kesal dengan tingkah iblis itu. Euis yang diam diam menguping pembicaraan Bendoro langsung bereaksi keras.
"KAMU OPEN BO NDORO?" seru Euis lantang.
"Astaga!! Kamu mikir kemana aja Is!" balas Bendoro
"Ya abisnya itu kami telponana sama cowok jam segini terus minta janjian di hotel bintang lima, berarti kami mau open BO sama cowok tajir"
"BUKAN GITU EUIS!!! DIA ITU PACARKU" bental Bendoro.
"Pacar? Kamu punya pacar?"
"Iya Is, sebenernya ini rahasia sih, tapi berhubung kamu dengerin obrolan aku, jadi aku kasih tau kamu aja"
"Euleuh-euleuh, temenku putri keraton Jowo ini ternyata udah punya pacar, hahahaha, aku gak nyangka Ndoro"
"Sssssttt! Jangan bilang bilang ke orang lain ya! Soalnya rahasia, aku takut hubungan ini ketahuan orang tuaku"
"Kamu ini, ribet ya jadi putri keraton"
"Ya begitulah, makanya aku kabur dari keraton dan jadi kasir Indromaret disini"
Bendoro kemudiam berganti baju dan bergegas pergi.
"Eh Ndoro! Kamu mau nginep sama pacarmu?"
"Iya kayaknya, mau apa gitu?"
"Aku pengen tau lah pacarmu kayak gimana?"
"Ahhh nanti aku liatin fotonya, pokiknya ganteng kayak Kapten Ri hehehehe"
"Wuanjir, ganteng pisan kalo gitu, rahimku mendadak anget nih hehehe"
"Rahimku juga Is, makanya aku harus segera pergi, titip kamarku ya! Kalo kamu video call sama pacarmu, jangan diatas kasur ya! Spreinya masih baru"
"Siap Paduka Kangjen Gusti Ratu Bendoro, hamba laksanakan hehehe"
"Lebay banget sih! Yaudah aku pergi! Samlekum"
"Kumsalam"
Bendoro pergi meninggalkan Euis di kamar kost nya.
....
CITA CITA BENDORO
part 1
Bendoro kini menjalani hidup baru sebagai manusia. Setelah menjalani ritual paku kuntilanak, Bendoro melakukan hal-hal yang dilakukan oleh manusia biasa pada umumnya, salah satunya seperti bekerja mencari nafkah.
Bendoro bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket di Kota Bandung. Ketika melamar kerja, ia langsung diterima oleh manajer sebagai kasir karena memiliki wajah yang rupawan dan tentunya, ukuran dada yang besar. Ditambah pembawaannya yang ramah sehingga mudah mengakrabkan diri dengan orang orang.
Setiap orang menyukai dirinya. Mini market tempat ia kerja mendadak dipenuhi oleh pengunjung. Mereka memiliki banyak tujuan seperti belanja atau hanya sekadar ingin disapa oleh Bendoro ketika masuk ke minimarket dengan sapaan khasnya, "Selamat datang di Indromaret! Selamat berbelanja!"
Bendoro cukup senang dengan kehidupan barunya. Dia kini memiliki banyak teman dan beberapa pria yang menjadikannya idola. Ia berkali kali digoda beberapa pria yang berprofesi sebagai vlogger untuk menjadikannya bahan untuk konten video, tapi Bendoro tidak termakan godaan itu dan menolaknya. Ia tak mau terkenal karena takut rahasianya terbongkar.
Suatu hari, Bendoro tengah sibuk melayani konsumen yang berbelanja di tempat kerjanya. Ia sibuk menghitung barang yang akan dibeli. Teman di sebelahnya ikut membantu memasukan barang barang itu ke dalam kantong plastik.
"Ndoro, malem ini aku nginep lagi yah di kostan kamu" ujar Euis.
"Boleh, tapi kamu mau ngapain lagi sih nginep di kostan aku? " balas Bendoro.
"Ya, pengen aja, kostan kamu nyaman dan sepi hehehe"
"Hadeeeeuh, bilang aja mau video call lagi sama pacarmu ya?"
"Nah itu tau!"
"Jangan dong! Kamu tuh ngeselin banget kalo udah video call sama pacarmu! Mana kamu sering telanjang di depan hape lagi"
"Ya maaf, yaudah deh, aku video call normal aja, eh mending nonton drakor aja yuk!" usul Euis.
"Oke, tapi kamu yang bawa makanan!" pungkas Bendoro.
Bendoro pun menyelesaikan penghitungan barang yang akan dibeli oleh konsumen, lalu dilanjutkan dengan bertransaksi. Setiap hari Bendoro selalu sibuk mengurusi mini market. Selain menjadi kasir, ia juga suka membantu pekerjaan teman teman sejawatnya.
Pukul sepuluh malam, jam tutup mini market tiba. Bendoro dan Euis pulang bersama dengan menumpangi angkot. Euis membawa beberapa makanan yang ia ambil dari gudang minimarket.
Euis bersahabat dengan Bendoro semenjak ia diterima kerja di mini market. Sosok Bendoro yang tenang, berwibawa dan baik membuat Euis merasa nyaman. Hampir setiap minggu, Euis selalu menginap di rumah kost Bendoro. Ia menggunakan tempat itu sebagai ajang video call mesum bersama pacarnya. Bendoro kadang suka kesal dengan tingkah Euis yang selalu telanjang dan bermasturbasi di depan kamera smartphone.
Setengah jam berlalu, mereka akhirmya tiba di depan rumah kost. Bendoro langung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Euis memilih untuk langsung memutar dvd film drama Korea.
Tak lama, Bendoro selesai mandi, ia langsung memakai setelan baju piyama. Setelah itu ia bergabung dengan Euis untuk menonton film. Bendoro membuka sebungkus kripik, kemudian memakannya sambil menonton film.
"Eh tau gak! Si cewek tajir itu akhirnya jatuh cinta sama si kapten Ri, awalnya dia kan jijik banget sama si Kapten" ujar Euis.
"Yaiyalah pasti jatuh cinta wong si kapten nya ganteng banget, aku suka banget sama Kapten Ri" balas Bendoro.
"Iya Ndoro, dia orang paling sempurna, eh tapi...apa kamu ngerti jalan cerita drakor ini?"
"Enggak, aku cuman pengen liat Kapten Ri yayangku yang gantengnya sampe ke tulang tulang"
"Hadeeeeuh, kamu coba deh ikutin ceritanya, seru lho"
"Gak usah lah Is, aku udah tau endingnya kayak gimana, bisa kutebak"
"Sok tau kamu! Emang gimana tebakanmu?"
"Ya pastinya hubungan mereka gak disetujui orang tua mereka, apalagi Kapten Ri kan orang Korea Utara dan si cewek tajir orang Korea Selatan, negara mereka juga gak bakalan nerima soalnya saling musuhan, terus nantinya mereka gak akan bersatu, satu satunya cara agar bisa ketemu ya mereka harus pergi dari negara mereka masing masing dan ketemuan di negara lain"
"Anjiiir, sad ending dong?"
"Ya bisa dibilang begitu, tapi aku yakin"
"Itu kan cuman tebakanmu, belum tentu juga kali"
"Kalo mau kita taruhan aja, gimana"
"Oke siapa takut! Kalo tebakanmu bener, aku bayarin kamu makan selama sebulan, kalo kamu salah... ya sebaliknya"
"Oke, aku terima taruhanmu"
Mereka kemudian bersalaman sebagai tanda kesepakatan. Bendoro dan Euis terus menonton film itu secara marathon. Tak terasa empat jam berlalu, waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Euis mulai ketar ketir ketika menonton film karena tebakan Bendoro perlaham mulai terbukti. Sebaliknya, Bendoro merasa sangat bahagia karena tebakannya benar.
Ketika mereka larut dalam keseruan drama Korea yang ditonton, tiba tiba Bendoro merasa mual, ia pun memegangi perutnya sambil meringis. Euis mulai panik melihat keadaan sahabatnya itu.
"Kamu kenapa Ndoro?"
"Gak tau, tiba tiba perutku sakit dan mual"
Bendoro semakin meringis, Euis berusaha menolongnya. Ia mengusap usap perut Bendoro. Tiba tiba mulut Bendoro terbuka lebar, lalu keluarlah asap hitam pekat dari dalam mulutnya. Sontak, Euis terkejut melihat hal itu. Ia berteriak sangat kencang. Lengkingan suaranya membuat suasana menjadi gaduh dan menyakiti telinga.
Kepulan asap itu berkumpul di hadapan Bendoro. Tak lama kemudian asap itu membentuk suatu tubuh seorang manusia. Ia berwajah tampan dan telanjang. Orang itu langsung meringis kesakitan ketika mendengar teriakan Euis yang melengking. Secara spontan laki laki itu menjentikan jari kanannya, seketika tubuh Euis meledak. Serpihan tubuh dan darahnya menyembur ke semua arah sehingga membuat dinding kamar menjadi merah dan dipenuhi daging manusia.
Suasana kamar langsung kembali hening. Orang itu menarik napas panjang karena penderitaannya telah berakhir. Ia mengorek orek telinganya sambil tersenyum ke arah Bendoro yang tubuhmya dipenuhi serpihan daging dam darah Euis.
"APA YANG LAKUKAN KARMA!!" bentak Bendoro dengan penuh emosi.
"Aku cuman pengen keluar dari tubuhmu, udah puluhan tahun aku di dalem terus, aku pengen keluar" jawab Karma.
"Kenapa kamu meledakan Euis? Dia sahabatku tauuu!!" lanjut Bendoro.
"Abisnya dia berisik banget, kupingku sakit dengernya, jadi aku ledakin aja biar diem"
"Kamu bodoh!! Dia itu sehahabatku, aku gak mau dia mati! Kamu harus idupin dia lagi!"
"Gak bisa semudah itu, harus ada syaratnya!"
"Waduuuuuh!! Yaudah deh kamu putar lagi waktu ke awal!! Inget ya jangan bunuh Euis!"
"Baiklah Ndoro sayang"
Karma memutar kembali waktu ke beberapa menit sebelum ia keluar dari tubuh Bendoro. Suasana kamar kembali ke keadaan semula. Bendoro dan Euis kembali menonton film drama Korea dengan seru.
Ketika mereka tengah menonton dengan serius, tiba tiba Bendoro merasakan sakit di bagian perut. Ia langsung meringis sambil memegangi perutnya. Euis panik melihat hal itu. Ia berusaha menolongnya dengan mengusap usap perutnya dengan minyak kayu putih.
Semakin lama, Bendoro semakin meringis dan pada akhirnya ia membuka mulut selebar lebarnya. Keluarlah kepulan asap hitam pekat dari dalam mulut Bendoro. Euis terjengkang ketika melihat kepulan asap itu. Ia pun berteriak histeris hingga meme'kikan telinga. Bendoro hanya berbaring dan menyaksilan kepulan asap itu membentuk tubuh manusia.
Euis tak henti hentinya berteriak, bahkan Bendoro merasakan telinganya sakit. Kepulan asap itu berubah menjadi Karma dengan sosok pria tampan yang telanjang. Karma pun merasakan hal yang sama dengan Bendoro yakni telinga sakit akibat teriakan Euis.
Karma berusaha menghentikan teriakan Euis dengan cara halus. Ia mendekatinya sambil memohon untuk berhenti berteriak. Akan tetapi, Euis semakin panik. Ia pun berusaha menyerang Karma. Ia memukul Karma tepat di wajahnya. Sontak, Iblis itu terkapar, namun tangan Euis yang menyentuh wajah Karma terbakar. Kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh Euis. Gadis itu pun berteriak ketika tubuhnya terbakar, lalu tak lama ia rubuh di dekat pintu menuju kamar mandi. Kobaran api dengan cepat menghanguskan tubuh Euis hingga menjadi kerangka gosong. Karma menyemprotkan air dari telapak tangannya untuk memadamkan api.
Euis pun mati dengan tubuhnya yang hanya menyisakan kerangka hangus. Bendoro berdiri dan mendekati Euis. Ia pun menangis ketika melihat sahabatnya hangus terbakar. Ia langsung membentak Karma.
"KENAPA KAMU MEMBUNUH SAHABATKU?? " teriak Bendoro.
"Bukan aku kok yang bunuh dia, tapi dia sendiri yang memukulku dan menyentuh kulitku, jadi dia terbakar sama api neraka yang ada di tubuhku" sanggah Karma.
"Tapi kamu gak usah pake datang tiba tiba kayak gini dong!! Kamu mau apa sih sebenernya? Dan kenapa kamu bunuh gadis ini?"
"Aku pengen ketemu kamu Ndoro, ada yang mau aku omongin sama kamu, tapi temen kamu ini terus terusan teriak sampe kupingku sakit, aku berusaha nenangin dia, tapi dianya malah mukul aku dan terbakar deh...lagian sejak kapan kamu jadi peduli sama manusia hidup? Biasanya kamu berbuat kejam sama mereka dan gak segan segan ngebunuh mereka"
"Sekarang aku udah berubah Kar, aku jadi manusia lagi, aku pengen berbuat baik sekarang sama mereka"
"Astaga! Kamu berubah? Luar biasa!! Kamu kok bisa jadi manusia lagi?"
"Aku ngejalanin ritual paku kuntilanak, jadi aku berubah"
"Wah...berarti kamu sekarang jadi kayak Hayati dan Merry"
"Bisa dibilang begitu"
"Oke, Ndoro sayang...aku pengen ngobrol empat mata sama kamu"
"Hmmmm...gak mau!"
"Kenapa?"
"Hidupin dulu sahabatku ini! Baru kamu bisa ngobrol sama aku!"
"Tapi gimana caranya?"
"Ya puterin waktu ke awal lagi lah Karma sayang... masa kamu gak tau"
"Tapi aku udah ngegunainnya sekali"
"Apaaaah!! Kamu gunain buat apa?"
"Sebelumnya kejadiannya kayak gini, pas aku keluar dari tubuhmu, temen kamu teriak teriak terus sampai aku ledakin dia saking gak kuat sakit telinga"
"Setan alas! Jadi kalo sekarang kamu pake lagi jadi sisa satu dong"
"Iya Ndoro, kamu tau kan aku cuman bisa pake sampe 3 kali, setelah itu harus nunggu 100 tahun lagi"
"Oke Kar, kalo gitu kamu putar lagi waktu ke awal, kamu jangan deket deket Euis! Jangan disentuh juga, biar aku yang berusaha mendiamkan dia"
"Baiklah Ndoro, aku akan muterin waktu lagi"
Karma memutar waktu kembali menuju beberapa menit sebelumnya. Euis kembali hidup. Ia menonton film drama Korea bersama Bendoro sambil memakan kripik pedas.
"Hahaha...kayaknya aku bakalan makan gratis selama sebulan nih" celetuk Bendoro.
"Tidak mungkin!! Drakor ini nyisa 2 episode lagi, pasti bakalan ada plot twist" sanggah Euis.
"Ah gak mungkin lah, kita liat aja nanti"
Tiba tiba Bendoro merasakan sakit di perutnya. Ia pun langsung berbaring di atas kasur sambil meringis kesakitan. Euis panik melihat sahabatnya yang tiba tiba sakit perut. Dia mengambil minyak kayu putih, lalu mengoleskannya ke perut Bendoro.
Semakin lama, Bendoro semakin meringis. Sakit yang tak kunjung berhenti membuatnya tak berdaya. Kemudian Bendoro membuka mulutnya lebar-lebar, lalu keluarlah kepulan asap hitam pekat dari mulutnya. Euis berteriak ketika melihat hal itu. Suara teriakannya sangat keras sehingga membuat telinga sakit.
Kepulan asap itu membentuk sosok pria tampan telanjang. Karma sesegera mungkin menjauhi Euis sambil menutup telinganya dengan tangan. Ia menjalankan arahan Bendoro untuk tidak mendekati Euis.
"Ndoro, tolong tenangkan temenmu itu! Telingaku sakit" perintah Karma.
Bendoro dengan sigap langsung memiting leher Euis sambil mentumpal mulutnya dengan tangan kanannya. Euis pun menggelepar dan berusaha memberontak agar bisa pitingan Bendoro.
"Euis... Euis... kamu jangan teriak teriak gitu, entar kedengeran sama tetangga, cowok yang kamu liat bukan setan tapi dia pacarku" gumam Bendoro.
Akan tetapi Euis malah semakin memberontak sehingga membuat Bendoro mengencangankan pitingannya dan memasukan semua jarinya ke dalam mulut Euis.
Tak lama Euis pun diam. Ia tak melakukan pemberontakan lagi kepadanya dan teriakannya yang menyakitkan telinga juga berhenti.
"Ndoro, apa yang kamu lakukan sama Euis?" tanya Karma yang terheran heran.
"Aku cuma menyuruhnya diam kok, soalnya aku takut bikin heboh kostan ini" jawab Bendoro dengan santai.
"Tapi kamu liat dong keadaan dia!"
Bendoro melepas pitingannya dan mengeluarkan jarinya dari mulut Euis. Seketika tubuh Euis yang telah lemas langsung tergolek. Bendoro panik melihat keadaan Euis. Ia berusaha menyadarkannnya, namun hal itu sia sia karena Euis sudah meninggal. Bendoro tak merasakan denyut nadinya dan melihat lehernya tampak patah. Ia pun menangis melihat kenyataan itu.
"Kamu membunuh dia Bendoro" sahut Karma.
"INI SEMUA GARA GARA KAMU!! KENAPA KAMU MUNCUL TIBA TIBA?" bentak Bendoro dengan penuh amarah.
"Lho kenapa salahku? Kan kamu yang memiting Euis"
"Aku panik tauu!! Dia teriak teriak pas kamu muncul, mana kamunya telanjang lagi...kamu mau apa kesini?"
"Aku pengen bicara empat mata sama kamu Ndoro, ini penting!!"
"Hadeeeeuh! Kenapa kamu munculnya sekarang? Kan bisa pas aku lagi sendirian"
"Ya maaf, soalnya aku pengen banget ngobrol"
"Gak mau!! Pokoknya kamu harus tanggung jawab! Hidupin lagi temenku! Baru kita ngobrol"
"Waduh, kalo masalah itu susah Ndoro"
"Susah? Gampang kali, kamu tinggal muterin waktu kembali ke masa lalu"
"Iya itu, udah kulakukan"
"Apaaaaaaah!!! Kamu udah ngelakuin pemutaran waktu? Kapan?"
"Dua kali sebelum ini Ndoro, kejadiannya sama, pertama pas aku muncul, aku ngeledakin Euis karena dia terlalu berisik dan bikin kupingku sakit dan yang kedua, aku gak sengaja bakar Euis karena dia memukul wajahku dan kulit kita bersentuhan"
"Berarti kamu cuman bisa sekali lagi muterin waktu?"
"Iya Ndoro, kalo udah sekali lagi, berarti aku harus nunggu 100 tahun lagi... Mungkin Euis gak bakalan bisa hidup lagi"
"Oke...berarti untuk putaran waktu yang terakhir ini, kamu gak boleh nunjukin diri di depan Euis, karena dia akan histeris"
"Apa kamu punya ide?"
"Gini aja deh, sebelum kamu keluar dari tubuhku, kamu kasih tau aku dulu, baru nanaku pergi ke tempat yang aman biar galnada lagi orang yang mati gara gara kehadiranmu"
"Bagus juga ide kamu, yaudah sekarang kuputar lagi waktu untuk terakhir kali"
Karma untuk ketiga kalinya memutar waktu kembali ke beberapa menit sebelumnya dimana Bendoro dan Euis tengah asyik menonton film drama korea.
Ketika meninton film, Euis dan Bendoro sama sama tegang karena cerita dalam film mulai memasuki klimaks. Euis berharap tebakan Bendoro salah dan Bendoro pun bergarap sebaliknya.
Tiba tiba smartphone milik Bendoro berbunyi. Seseorang telah menghubunginya. Bendoro merasa heran dengan nomor tak biasa yang muncul di layar.
"Kok diangkat? Telepon dari siapa Ndoro?"
"Gak tau nih Is, nomernya aneh banget, angkanya nol semua"
"Jangan jangan dari hacker, awas jangan dianglat Ndoro"
"Iya"
Bendoro memutuskan untuk tak menerima panggilan itu. Akan tetapi, panggilan itu terus menerus berbunyi sehingga membuat dirinya merasa kesal. Ia akhirnya menerima panggilan telepon itu.
"HALOOOOO!! NGAPAIN KAMU TELPON MALEM MALEM BEGINI?? SETAN ALAS!!" bentak Bendoro.
"Ini aku Ndoro, Karma" bisik Karma.
"Apaaaaah!! Karma?"
"Iya Ndoro, aku mau keluar dari tubuhmu, aku pengen ngobrol empat mata sama kamu"
"Kamu pengen keluar? Ya ke sini aja kali"
"Gak mau, kamu lebih baik nyari tempat sepi yang gak ada orang, soalnya kehadiranku akan membunuh temanmu Euis"
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?"
"Aku udah ngalamin hal itu 3 kali Ndoro, Euis bakalan mati kalo aku keluar dari tubuhmu sekarang"
"Tunggu? Jadi kamu udah muterin waktu sebanyak 3 kali dong?"
"Iya Ndoro, kalo kejadian itu terjadi lagi, aku gak bisa nolongin Euis"
"Jadi aku harus gimana Kar?"
"Kamu harus cari tempat khusus"
"Dimana?"
"Di hotel aja lah, yang bintang lima ya! Terus bawain aku baju ya, aku soalnya telanjang, gak punya baju"
"Setan alas!! Kamu banyak mintanya ihh!!"
"Hehehehe...ya maaf"
Karma menutup teleponnya. Bendoro tampak kesal dengan tingkah iblis itu. Euis yang diam diam menguping pembicaraan Bendoro langsung bereaksi keras.
"KAMU OPEN BO NDORO?" seru Euis lantang.
"Astaga!! Kamu mikir kemana aja Is!" balas Bendoro
"Ya abisnya itu kami telponana sama cowok jam segini terus minta janjian di hotel bintang lima, berarti kami mau open BO sama cowok tajir"
"BUKAN GITU EUIS!!! DIA ITU PACARKU" bental Bendoro.
"Pacar? Kamu punya pacar?"
"Iya Is, sebenernya ini rahasia sih, tapi berhubung kamu dengerin obrolan aku, jadi aku kasih tau kamu aja"
"Euleuh-euleuh, temenku putri keraton Jowo ini ternyata udah punya pacar, hahahaha, aku gak nyangka Ndoro"
"Sssssttt! Jangan bilang bilang ke orang lain ya! Soalnya rahasia, aku takut hubungan ini ketahuan orang tuaku"
"Kamu ini, ribet ya jadi putri keraton"
"Ya begitulah, makanya aku kabur dari keraton dan jadi kasir Indromaret disini"
Bendoro kemudiam berganti baju dan bergegas pergi.
"Eh Ndoro! Kamu mau nginep sama pacarmu?"
"Iya kayaknya, mau apa gitu?"
"Aku pengen tau lah pacarmu kayak gimana?"
"Ahhh nanti aku liatin fotonya, pokiknya ganteng kayak Kapten Ri hehehehe"
"Wuanjir, ganteng pisan kalo gitu, rahimku mendadak anget nih hehehe"
"Rahimku juga Is, makanya aku harus segera pergi, titip kamarku ya! Kalo kamu video call sama pacarmu, jangan diatas kasur ya! Spreinya masih baru"
"Siap Paduka Kangjen Gusti Ratu Bendoro, hamba laksanakan hehehe"
"Lebay banget sih! Yaudah aku pergi! Samlekum"
"Kumsalam"
Bendoro pergi meninggalkan Euis di kamar kost nya.
....
lelakiperantau dan 42 lainnya memberi reputasi
43
Tutup























