- Beranda
- Stories from the Heart
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
...
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
165.7K
793
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
congyang.jus
#579
Part 66
Selepas maghrib, gua packing pakaian. Kami berdua memutuskan berangkat ke jogja malam hari.
Ketika sedang membereskan pakaian, terdengar suara mobil Okta yang tiba di halaman rumah.
Zahra yang tau Okta sudah tiba, menghampiri gua di kamar dan melihat kakaknya yang tidak pernah rapi dalam menata apapun.
"Ngga rapi banget jadi orang. Sini biar aku aja yang nyiapin. Mas Raja temenin Mbak Okta aja di bawah" ucapnya
Sebelum berangkat, gua pamitan dulu ke Zahra dan Mamah
"Jagain mamah ya, standby di rumah dulu" pesan gua ke Zahra, mengingat nyokap gua sekarang sudah hamil tua. Mungkin beberapa hari lagi bakal melahirkan.
Bokap gua pun sudah dalam perjalanan pulang untuk bersiap mendampingi istrinya ketika melahirkan.
Dan gua sebagai anak pungutnya bakal kehilangan semua kasih sayang mereka.
Bocil yang bakal lahir ini bakal mengambil semuanya dari gua.
Seperti apa yang sudah adik gua lakuin di keluarga sebelumnya.
"Mamah jangan lupa makan, buah sama sayur jangan ketinggalan. Kabarin kalau ada apa-apa" kata gua ke Mamah
"Mamah nanti minta bawain bakpia aja ya" pesannya
"Itu doang?" Tanya gua
"Nitip kalian berdua pulang selamat" jawab Mamah. "Ngga usah ngebut-ngebut. Ta, kalau raja ngebut-ngebut, getok kepalanya aja ngga apa-apa" lanjutnya
Okta tersenyum mengiyakan ucapan mamah.
Kami berdua tiba di Jogja sekitar jam 10 malam, dan langsung menuju penginapan di dekat malioboro yang sudah kami pesan sebelumnya.
"Capek.." Keluh gua yang langsung berbaring di tempat tidur.
"Mandi dulu ih, jangan langsung tidur"
"Males" balas gua
"Kalau mandi bareng aku, males ngga?" Rayunya
"Udah pernah" balas gua cuek.
Okta tak menghiraukan gua lagi yang sudah nyaman di tempat tidur. Ia langsung bergegas mandi setelah mengeluarkan pakaiannya dari koper segede lemari pakaian.
"Cuma dua malam nginep aja banyak banget isi tas nya" ucap gua dalam hati.
Sekitar setengah jam lamanya gua menunggu Okta yang sedang di kamar mandi.
Dari dalam kamar mandi terdengar suara pengering rambut, itu berarti Okta sudah selesai mandi dan sedang mengeringkan pakaian.
Gua udah ngga betah dengan tubuh yang lengket ini. Tanpa menunggu lama lagi, pintu kamar mandi yang tidak terkunci langsung gua buka.
Okta terlihat sangat menggugah gairah dengan kimono yang dipakainya.
"Ngga boleh cium-cium, mandi dulu". Okta mengecam gua yang hendak mengecup pipinya
"Minggir-minggir, aku mau mandi" gua usir Okta yang berdiri di depan cermin kamar mandi.
"Mandi tinggal mandi sana, aku mau ngeringin rambut dulu"
Setelah selesai mandi, gua ngga nemuin Okta di dalam kamar. Gua lihat HP nya ditinggal di meja, berarti Okta ngga pergi jauh. "Mungkin ke resto hotel" pikir gua.
10 menit kemudian, dia membawa satu botol kecil minuman alkohol.
Gua berkacak pinggang melihat perilakunya, sedangkan Okta malah cengengesan seperti orang tak punya dosa.
"Lakinya aja ngga mabok, eh ini malah ceweknya yang doyan mabok" protes gua
"Hehe"
Jadi lah gua yang mengurus Okta yang tak sadarkan diri sepanjang malam.
Gua terbangun ketika melihat sang surya mulai menampakkan sinarnya. Okta masih tertidur pulas di pelukan gua.
Gua tepuk pelan pipinya, berusaha membangunkan dia yang mungkin belum sepenuhnya terlepas dari efek alkohol.
"bangun yok, katanya mau ke pantai" kata gua lirih.
Namun bukannya mengangkat kepala dari dada gua, pelukan Okta malah semakin erat.
"Sun dulu" pinta dia dengan manja
"Kenapa sih, kamu dari tadi malem ngerayu mulu. Kamu tu lagi dateng bulan hmmm" keluh gua
"Aku tuh capek kode-kodein kamu, tapi kamunya ngga peka
. Tamu bulanannya udah selesai dari kemaren wleee
" ledeknya.
Mendengar perkataan barusan, gua langsung bersemangat bangkit dari tempat tidur.
Ketika sedang membereskan pakaian, terdengar suara mobil Okta yang tiba di halaman rumah.
Zahra yang tau Okta sudah tiba, menghampiri gua di kamar dan melihat kakaknya yang tidak pernah rapi dalam menata apapun.
"Ngga rapi banget jadi orang. Sini biar aku aja yang nyiapin. Mas Raja temenin Mbak Okta aja di bawah" ucapnya
Sebelum berangkat, gua pamitan dulu ke Zahra dan Mamah
"Jagain mamah ya, standby di rumah dulu" pesan gua ke Zahra, mengingat nyokap gua sekarang sudah hamil tua. Mungkin beberapa hari lagi bakal melahirkan.
Bokap gua pun sudah dalam perjalanan pulang untuk bersiap mendampingi istrinya ketika melahirkan.
Dan gua sebagai anak pungutnya bakal kehilangan semua kasih sayang mereka.
Bocil yang bakal lahir ini bakal mengambil semuanya dari gua.
Seperti apa yang sudah adik gua lakuin di keluarga sebelumnya.
"Mamah jangan lupa makan, buah sama sayur jangan ketinggalan. Kabarin kalau ada apa-apa" kata gua ke Mamah
"Mamah nanti minta bawain bakpia aja ya" pesannya
"Itu doang?" Tanya gua
"Nitip kalian berdua pulang selamat" jawab Mamah. "Ngga usah ngebut-ngebut. Ta, kalau raja ngebut-ngebut, getok kepalanya aja ngga apa-apa" lanjutnya
Okta tersenyum mengiyakan ucapan mamah.
Kami berdua tiba di Jogja sekitar jam 10 malam, dan langsung menuju penginapan di dekat malioboro yang sudah kami pesan sebelumnya.
"Capek.." Keluh gua yang langsung berbaring di tempat tidur.
"Mandi dulu ih, jangan langsung tidur"
"Males" balas gua
"Kalau mandi bareng aku, males ngga?" Rayunya
"Udah pernah" balas gua cuek.
Okta tak menghiraukan gua lagi yang sudah nyaman di tempat tidur. Ia langsung bergegas mandi setelah mengeluarkan pakaiannya dari koper segede lemari pakaian.
"Cuma dua malam nginep aja banyak banget isi tas nya" ucap gua dalam hati.
Sekitar setengah jam lamanya gua menunggu Okta yang sedang di kamar mandi.
Dari dalam kamar mandi terdengar suara pengering rambut, itu berarti Okta sudah selesai mandi dan sedang mengeringkan pakaian.
Gua udah ngga betah dengan tubuh yang lengket ini. Tanpa menunggu lama lagi, pintu kamar mandi yang tidak terkunci langsung gua buka.
Okta terlihat sangat menggugah gairah dengan kimono yang dipakainya.
"Ngga boleh cium-cium, mandi dulu". Okta mengecam gua yang hendak mengecup pipinya
"Minggir-minggir, aku mau mandi" gua usir Okta yang berdiri di depan cermin kamar mandi.
"Mandi tinggal mandi sana, aku mau ngeringin rambut dulu"
Setelah selesai mandi, gua ngga nemuin Okta di dalam kamar. Gua lihat HP nya ditinggal di meja, berarti Okta ngga pergi jauh. "Mungkin ke resto hotel" pikir gua.
10 menit kemudian, dia membawa satu botol kecil minuman alkohol.
Gua berkacak pinggang melihat perilakunya, sedangkan Okta malah cengengesan seperti orang tak punya dosa.
"Lakinya aja ngga mabok, eh ini malah ceweknya yang doyan mabok" protes gua
"Hehe"
Jadi lah gua yang mengurus Okta yang tak sadarkan diri sepanjang malam.
Gua terbangun ketika melihat sang surya mulai menampakkan sinarnya. Okta masih tertidur pulas di pelukan gua.
Gua tepuk pelan pipinya, berusaha membangunkan dia yang mungkin belum sepenuhnya terlepas dari efek alkohol.
"bangun yok, katanya mau ke pantai" kata gua lirih.
Namun bukannya mengangkat kepala dari dada gua, pelukan Okta malah semakin erat.
"Sun dulu" pinta dia dengan manja
"Kenapa sih, kamu dari tadi malem ngerayu mulu. Kamu tu lagi dateng bulan hmmm" keluh gua
"Aku tuh capek kode-kodein kamu, tapi kamunya ngga peka
. Tamu bulanannya udah selesai dari kemaren wleee
" ledeknya.Mendengar perkataan barusan, gua langsung bersemangat bangkit dari tempat tidur.
Diubah oleh congyang.jus 08-08-2021 18:42
mirzazmee dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Tutup