- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#145
Chapter 94
Quote:
Keadaan semakin merugikan bagi pihak BASS yang masih ingin berjuang menjalankan tugasnya meskipun peran mereka sudah digantikan oleh petugas militer dari pemerintahan. Dengan peralatan seadanya dan harus main kucing-kucingan dengan petugas karena jika ketahuan seperti Gareth maka jeruji besilah yang menjadi hadiahnya. Selama masa pembekuan memang anggota BASS dilarang melakukan apapun sampai semuanya dicabut dan mereka diperbolehkan lagi bertugas.
Para personil militer yang terjun tidak sepenuhnya menggunakan alat dari BASS seperti baju tempur yang belum lama diperkenalkan. Karena jumlah anggota BASS yang sedikit maka kuota baju tempurnya pun terbatas, berbanding terbalik dengan orang dari pihak militer yang jumlahnya hampir ribuan yang tersebar ke seluruh penjuru negeri. Hanya tim tertentu yang dibentuk setara dengan skuad Golden Diamond yang dimiliki oleh BASS.
Tim yang dinamai ‘Unit-01’ ini tidak secara langsung terjun kelapangan. Mereka akan turun ketika level ancamannya sudah sangat tinggi seperti kasus Alphanz tempo hari. Pemerintah menilai para petugas yang ada sekarang dengan peluru racun Beaters sudah cukup jika dihadapkan dengan Beaters level rendah seperti ‘Green’ dan ‘Brown’ Beaters yang sama sekali bukan bagian dari para royal clan. Tim Unit-01 berkantor di market pusat BASS, sementara itu para kapten Golden Diamond yang tersisa harus mau berbagi tempat kerja dengan mereka.
Kapten tim 5, Kruse Destro tidak sengaja mendengar percakapan beberapa personil dari Unit-01 yang sedang bersantai di cafetaria. Laga mereka seperti orang-orang yang kuat, padahal Kruse tahu sendiri bahwa mereka belumlah berpengalaman melawan para monster. Apalagi yang membuatnya terkejut adalah keinginan mereka untuk ‘menangkap’ Beaters Silver Clan, hal yang sekiranya sangat mustahil bahkan sekelas BASS sekalipun.
“Mereka itu, kuharap omongannya yang tidak sengaja kudengar hanyalah omong kosong belaka….,” ucapnya sambil memakan sandwhich yang dipesannya beberapa menit yang lalu.
Dari kejauhan Ia melihat kapten tim 3 yang baru saja datang, dengan setelan jasnya yang rapih dan sepatu yang mengkilat memancar. Mereka pun saling bertegur sapa ketika kedua mata itu bertemu. Tidak ada obrolan lanjutan karena kapten tim 3 langsung menghilang dari pandangannya. Seketika itu juga kapten Kruse teringat akan sesuatu, pesan dari kapten Juka bahwa Hunter mengaku sering didatangi oleh kapten tim 3.
“Hm, kapten Juka memang ada keperluan dengannya. Tetapi apakah kapten tim 3 juga memiliki keperluan dengan Hunter?...entahlah.”
Sekumpulan orang dengan memakai rompi dan juga pakaian yang serba lengkap datang dan langsung menghampiri orang-orang yang tadi sedang berbicara dibelakang kapten Kruse. Sayup-sayup terdengar bahwa waktunya sudah datang dan orang-orang itu langsung beranjak dari tempatnya dan kemudian pergi meninggalkan cafetaria. Namun langkah mereka sempat terhenti sebentar karena sosok kapten Kruse yang tinggi besar tiba-tiba menghadangnya.
“Buru-buru sekali, bahkan aku saja belum rapat harian,” ucapnya sambil memandangi orang dari unit-01 yang berdiri di paling depan.
“Hei ‘Big Guy’, jujur aku tidak ingin tahu jadwalmu hari ini. Tetapi bisa tolong kau minggir sebentar? Aku dan rekanku ingin segera menjalankan tugas,” ucapnya sedikit meledek.
“Oh…tugas untuk menangkap Silver Clan? Apa kalian gila?”
“Jika gila kami tidak mungkin ditempatkan di unit ini, lagipula kami berlatar militer yang lebih terlatih dibandingkan kalian yang diambil dari aparat hukum. Ya bisa berarti orang militer sih,” bahunya terangkat. “kau mendengarnya? Jika iya ada apa? kami hanya ingin berkunjung dan menanyai satu dua pertanyaan. Apalagi setelah kami tahu kalian seperti melindunginya dan memberikan hak khusus. Apa aku salah?”
“Cih,” kapten Kruse tidak ingin berdebat panjang. “apa ‘tugas’ ini sudah dibicarakan kepada direktur Brock ataupun bos ku?”
“Maaf, akan kuperjelas di sini. Kalian orang-orang BASS tidak lebih tinggi pangkatnya dari orang pemerintahan seperti kami, jadi tidak ada kewajiban bagi kami untuk meminta izin kepada seseorang yang bahkan pangkatnya lebih rendah, kau paham? Jika iya segera menyingkir.”
Kapten Kruse memberikannya jalan, ia melihat satu-persatu personilnya. Dari wajahnya tidak ada orang-orang yang kuat. Mereka hanya bertingkah sombong karena merupakan orang pemerintahan. Jika tidak ada izin maka kemungkinan besar direktur Brock dan ketua BASS tidak mengetahui tugas ini. Kapten Kruse bergegas menuju ruangan rapat untuk memberitahunya.
Kebetulan sekali setelah kapten Kruse naik ke atas, semuanya sudah berkumpul kecuali kapten Lucio yang keadaannya sekarang tidak diketahui. Orang-orang pemerintahan kesulitan untuk melacaknya. Sikap kapten Kruse yang tergesa-gesa menimbulkan pertanyaan kepada para kapten lain yang sudah datang menunggu ketua BASS hadir. Hingga kapten tim 1 bertanya kepadanya, ada apa bersikap tergesa-gesa di pagi yang damai ini.
“Kapten Kruse, ada apa? kamu sampai kehilangan nafas seperti itu,” tanya kapten tim 1.
“Apa kalian sudah mengetahuinya? Bahwa tim pemerintahan itu akan menangkap Silver Clan?”
Para kapten yang hadir tidak menunjukan wajah yang keheranan, mereka malahan tampak bersikap biasa saja seakan-akan sudah mengetahui rencana unit-01 itu.
“Ya, mereka mungkin gegabah untuk melakukannya. Tetapi ku kira Silver Clan tidak akan melawan,” ucap kapten Juka.
“Benar, selama ini Silver Clan merupakan partner yang baik bagi kita. Jika mereka ingin melakukan kejahatan semisalkan memusnahkan BASS, mungkin mereka sudah melakukannya dari dulu. Tenangkan dirimu kapten Kruse,” tambah kapten tim 1.
Kapten Kruse pun duduk di bangku yang tersedia, ia terlalu memikirkannya. Sebenarnya yang ia takutkan Silver Clan tidak menerima dan melakukan pemberontakan, kalau skenarionya seperti itu maka pemerintahan akan membongkar praktik kerja sama antara BASS dan juga Silver Clan selama ini dan itu akan semakin memojokan BASS. Bisa jadi langkah itu sebagai awal pembubaran BASS.
“Aku sendiri tidak tahu bagaimana awalnya Silver Clan diberikan hak istimewa oleh direktur Brock. Bahkan dijadikan partner dalam memberantas kejahatan, seperti yang dilakukan dua anggotanya untuk meringkus kriminal sedangkan kita yang dikerjakan sebagai penumpas monster. Pasti ada andil pemerintah tapi kenapa pada saat situasi seperti ini barulah identitas Silver Clan dipertanyakan. Aku paham yang kau takutkan kapten Kruse, tapi aku sangat yakin Silver Clan tidak seperti itu. Mereka loyal,” kapten tim 1 memperjelas pernyataannya untuk membuat kapten Kruse sedikit tenang dan tidak terlalu memikirkan hal itu secara berlebihan.
Tidak lama setelah ketua BASS pun datang dengan jubirnya, dari raut wajahnya tampaknya ia baru mengetahui bahwa unit-01 dari pemerintahan akan mencoba membawa Silver Clan ke sel khusus yang sengaja dibuat untuk menampung Beaters pada awalnya. Yang berada di lantai bawah tanah dekat dengan lab milik BASS. Rapatpun dilakukan dengan sangat dan ringkas, setelahnya para kapten kembali ke sektornya masing-masing. Tanpa membahas sedikitpun tentang kapten Lucio yang masih hilang.
Solo dibantu Djohan sedang membersihkan meja-meja di Wilson Bar, pagi ini belum terlihat pelanggan yang datang. Sejak kasus Alphanz mereka sengaja membuka Wilson Bar lebih siang sedikit dari jadwal biasanya. Tiba-tiba pintu terbuka, Solo menyambutnya dengan hangat. Namun raut wajahnya langsung berubah ketika orang yang datang memakai rompi dan peralatan yang lengkap.
“Ada yang bisa kubantu?” tanya Solo sekaligus menghampiri orang yang mulai berdatangan memenuhi lantai satu Wilson Bar.
“Aku ingin bertemu dengan ketua kalian, mister Stam. Apa beliau ada di sini?”
Djohan melihatnya dari jauh, dari jaket tebal sekaligus rompi diluarnya. Ia dapat melihat bagian dalam yang sedikit menonjol keluar di bagian kerah, orang-orang ini memakai pakaian tempur yang mirip dengan punya BASS.
“Ada perlu apa dengannya?” timpa Solo.
“Tidak, kami hanya ingin berbincang sedikit bersama….ketua Silver Clan,” mata Solo membesar, orang-orang ini begitu asing baginya namun sudah mengetahui bahwa tuan Stam merupakan ketua Beaters Silver Clan.
Para personil militer yang terjun tidak sepenuhnya menggunakan alat dari BASS seperti baju tempur yang belum lama diperkenalkan. Karena jumlah anggota BASS yang sedikit maka kuota baju tempurnya pun terbatas, berbanding terbalik dengan orang dari pihak militer yang jumlahnya hampir ribuan yang tersebar ke seluruh penjuru negeri. Hanya tim tertentu yang dibentuk setara dengan skuad Golden Diamond yang dimiliki oleh BASS.
Tim yang dinamai ‘Unit-01’ ini tidak secara langsung terjun kelapangan. Mereka akan turun ketika level ancamannya sudah sangat tinggi seperti kasus Alphanz tempo hari. Pemerintah menilai para petugas yang ada sekarang dengan peluru racun Beaters sudah cukup jika dihadapkan dengan Beaters level rendah seperti ‘Green’ dan ‘Brown’ Beaters yang sama sekali bukan bagian dari para royal clan. Tim Unit-01 berkantor di market pusat BASS, sementara itu para kapten Golden Diamond yang tersisa harus mau berbagi tempat kerja dengan mereka.
Kapten tim 5, Kruse Destro tidak sengaja mendengar percakapan beberapa personil dari Unit-01 yang sedang bersantai di cafetaria. Laga mereka seperti orang-orang yang kuat, padahal Kruse tahu sendiri bahwa mereka belumlah berpengalaman melawan para monster. Apalagi yang membuatnya terkejut adalah keinginan mereka untuk ‘menangkap’ Beaters Silver Clan, hal yang sekiranya sangat mustahil bahkan sekelas BASS sekalipun.
“Mereka itu, kuharap omongannya yang tidak sengaja kudengar hanyalah omong kosong belaka….,” ucapnya sambil memakan sandwhich yang dipesannya beberapa menit yang lalu.
Dari kejauhan Ia melihat kapten tim 3 yang baru saja datang, dengan setelan jasnya yang rapih dan sepatu yang mengkilat memancar. Mereka pun saling bertegur sapa ketika kedua mata itu bertemu. Tidak ada obrolan lanjutan karena kapten tim 3 langsung menghilang dari pandangannya. Seketika itu juga kapten Kruse teringat akan sesuatu, pesan dari kapten Juka bahwa Hunter mengaku sering didatangi oleh kapten tim 3.
“Hm, kapten Juka memang ada keperluan dengannya. Tetapi apakah kapten tim 3 juga memiliki keperluan dengan Hunter?...entahlah.”
Sekumpulan orang dengan memakai rompi dan juga pakaian yang serba lengkap datang dan langsung menghampiri orang-orang yang tadi sedang berbicara dibelakang kapten Kruse. Sayup-sayup terdengar bahwa waktunya sudah datang dan orang-orang itu langsung beranjak dari tempatnya dan kemudian pergi meninggalkan cafetaria. Namun langkah mereka sempat terhenti sebentar karena sosok kapten Kruse yang tinggi besar tiba-tiba menghadangnya.
“Buru-buru sekali, bahkan aku saja belum rapat harian,” ucapnya sambil memandangi orang dari unit-01 yang berdiri di paling depan.
“Hei ‘Big Guy’, jujur aku tidak ingin tahu jadwalmu hari ini. Tetapi bisa tolong kau minggir sebentar? Aku dan rekanku ingin segera menjalankan tugas,” ucapnya sedikit meledek.
“Oh…tugas untuk menangkap Silver Clan? Apa kalian gila?”
“Jika gila kami tidak mungkin ditempatkan di unit ini, lagipula kami berlatar militer yang lebih terlatih dibandingkan kalian yang diambil dari aparat hukum. Ya bisa berarti orang militer sih,” bahunya terangkat. “kau mendengarnya? Jika iya ada apa? kami hanya ingin berkunjung dan menanyai satu dua pertanyaan. Apalagi setelah kami tahu kalian seperti melindunginya dan memberikan hak khusus. Apa aku salah?”
“Cih,” kapten Kruse tidak ingin berdebat panjang. “apa ‘tugas’ ini sudah dibicarakan kepada direktur Brock ataupun bos ku?”
“Maaf, akan kuperjelas di sini. Kalian orang-orang BASS tidak lebih tinggi pangkatnya dari orang pemerintahan seperti kami, jadi tidak ada kewajiban bagi kami untuk meminta izin kepada seseorang yang bahkan pangkatnya lebih rendah, kau paham? Jika iya segera menyingkir.”
Kapten Kruse memberikannya jalan, ia melihat satu-persatu personilnya. Dari wajahnya tidak ada orang-orang yang kuat. Mereka hanya bertingkah sombong karena merupakan orang pemerintahan. Jika tidak ada izin maka kemungkinan besar direktur Brock dan ketua BASS tidak mengetahui tugas ini. Kapten Kruse bergegas menuju ruangan rapat untuk memberitahunya.
Kebetulan sekali setelah kapten Kruse naik ke atas, semuanya sudah berkumpul kecuali kapten Lucio yang keadaannya sekarang tidak diketahui. Orang-orang pemerintahan kesulitan untuk melacaknya. Sikap kapten Kruse yang tergesa-gesa menimbulkan pertanyaan kepada para kapten lain yang sudah datang menunggu ketua BASS hadir. Hingga kapten tim 1 bertanya kepadanya, ada apa bersikap tergesa-gesa di pagi yang damai ini.
“Kapten Kruse, ada apa? kamu sampai kehilangan nafas seperti itu,” tanya kapten tim 1.
“Apa kalian sudah mengetahuinya? Bahwa tim pemerintahan itu akan menangkap Silver Clan?”
Para kapten yang hadir tidak menunjukan wajah yang keheranan, mereka malahan tampak bersikap biasa saja seakan-akan sudah mengetahui rencana unit-01 itu.
“Ya, mereka mungkin gegabah untuk melakukannya. Tetapi ku kira Silver Clan tidak akan melawan,” ucap kapten Juka.
“Benar, selama ini Silver Clan merupakan partner yang baik bagi kita. Jika mereka ingin melakukan kejahatan semisalkan memusnahkan BASS, mungkin mereka sudah melakukannya dari dulu. Tenangkan dirimu kapten Kruse,” tambah kapten tim 1.
Kapten Kruse pun duduk di bangku yang tersedia, ia terlalu memikirkannya. Sebenarnya yang ia takutkan Silver Clan tidak menerima dan melakukan pemberontakan, kalau skenarionya seperti itu maka pemerintahan akan membongkar praktik kerja sama antara BASS dan juga Silver Clan selama ini dan itu akan semakin memojokan BASS. Bisa jadi langkah itu sebagai awal pembubaran BASS.
“Aku sendiri tidak tahu bagaimana awalnya Silver Clan diberikan hak istimewa oleh direktur Brock. Bahkan dijadikan partner dalam memberantas kejahatan, seperti yang dilakukan dua anggotanya untuk meringkus kriminal sedangkan kita yang dikerjakan sebagai penumpas monster. Pasti ada andil pemerintah tapi kenapa pada saat situasi seperti ini barulah identitas Silver Clan dipertanyakan. Aku paham yang kau takutkan kapten Kruse, tapi aku sangat yakin Silver Clan tidak seperti itu. Mereka loyal,” kapten tim 1 memperjelas pernyataannya untuk membuat kapten Kruse sedikit tenang dan tidak terlalu memikirkan hal itu secara berlebihan.
Tidak lama setelah ketua BASS pun datang dengan jubirnya, dari raut wajahnya tampaknya ia baru mengetahui bahwa unit-01 dari pemerintahan akan mencoba membawa Silver Clan ke sel khusus yang sengaja dibuat untuk menampung Beaters pada awalnya. Yang berada di lantai bawah tanah dekat dengan lab milik BASS. Rapatpun dilakukan dengan sangat dan ringkas, setelahnya para kapten kembali ke sektornya masing-masing. Tanpa membahas sedikitpun tentang kapten Lucio yang masih hilang.
Solo dibantu Djohan sedang membersihkan meja-meja di Wilson Bar, pagi ini belum terlihat pelanggan yang datang. Sejak kasus Alphanz mereka sengaja membuka Wilson Bar lebih siang sedikit dari jadwal biasanya. Tiba-tiba pintu terbuka, Solo menyambutnya dengan hangat. Namun raut wajahnya langsung berubah ketika orang yang datang memakai rompi dan peralatan yang lengkap.
“Ada yang bisa kubantu?” tanya Solo sekaligus menghampiri orang yang mulai berdatangan memenuhi lantai satu Wilson Bar.
“Aku ingin bertemu dengan ketua kalian, mister Stam. Apa beliau ada di sini?”
Djohan melihatnya dari jauh, dari jaket tebal sekaligus rompi diluarnya. Ia dapat melihat bagian dalam yang sedikit menonjol keluar di bagian kerah, orang-orang ini memakai pakaian tempur yang mirip dengan punya BASS.
“Ada perlu apa dengannya?” timpa Solo.
“Tidak, kami hanya ingin berbincang sedikit bersama….ketua Silver Clan,” mata Solo membesar, orang-orang ini begitu asing baginya namun sudah mengetahui bahwa tuan Stam merupakan ketua Beaters Silver Clan.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas
Tutup