- Beranda
- Stories from the Heart
Dendam Cinta Dari Masa Silam
...
TS
beqichot
Dendam Cinta Dari Masa Silam
WARNING!!!!
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++

Prolog
Hai...namaku Aji, lengkapnya Bayu Satriaji.
Aku baru saja pulang dari PETUALANG MASA LALU
Terakhir yang kuingat, aku beserta Zulaikha dan Menik, dua jin cantik.yang selalu mendampingiku selain dari Sang Pamomong, baru saja keluar dari portal yang membawa kami pulang dari masa lalu ratusan tahun silam.
Aku memgerjapkan mataku yang silau oleh cahaya yang menyorot di atas mataku.
Ah...rupanya cahaya lampu.
Perlahan, pandangan mataku menjadi semakin jelas. Kulihat langit-langit kamar yang putih dengan lampu yang menyilaukan mataku tadi.
Di mana aku gerangan? Bukankah aku baru saja keluar dari portal yang menghubungkan masa kini dan masa lalu?
"Mas Aji.... Kau sudah sadar?" sebuah suara menyapaku.
Aku menoleh ke arah suara yang menyapaku itu. Seraut wajah cantik dengan mata yang berair, menatapku.
"Desi...?"
"Iya mas... Ini aku!" jawabnya.
"Mas Aji...!" sebuah suara lain menyapaku.
Aku menoleh ke asal suara itu..
"Anin...? Kamu kok di sini? Aku di mana?" tanyaku.
"Sebentar mas, biar aku kasih tahu bapak dan dokter.kalau kamu sudah sadar!" katanya sambil beranjak pergi.
Bapak? Dokter?
Kok bapak juga ada di sini? Dokter? Berarti aku di rumah sakit...
Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku ada di rumah sakit?
"Des...ini di rumah sakit?"
"Iya Mas...!"
"Kok aku bisa disini?"
"Ssttt...mas istirahat saja dulu. Kita tunggu dokter dulu!" sahutnya sambil mengelus-elus tanganku.
Saat itulah pintu terbuka, dan dua wanita dengan pakaian serba putih menghampiriku. Seorang diantaranya memeriksa nadiku, menyenteri mataku, dan menempelkan stetoskop di dadaku.
"Bagaimana dokter?" sebuah suara yang berat terdengar beetanya.
"Keadaannya normal pak! Mungkin butuh pemulihan sebentar, dan 2 atau 3 hari kemudian sudah bisa pulang!" kata bu dokter.
'Syukurlah...!" kata Bapak.
"Bapak.....!" panggilku.
"Hai..cah bagus... Bikin panik orang tua saja kamu!" kata bapak sambil mengacak-acak rambutku.
"Maaf pak... Sudah bikin khawatir bapak..!" ucapku.
"Sudahlah. Yang penting kamu sudah ga papa sekarang!" ujar bapak.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanyaku.
"Kamu ditemukan orang terbaring di jalanan setelah hujan. Lalu dibawa ke rumah sakit ini. Lalu orang itu membuka kontak hpmu dan menghubungi bapak. Bapak dsn Anin segera kemari. Dan kamu baru sadar setelah 3 hari pingsan!" kata bapak.
Hah.3 hari? Padahal aku ada di masa lalu selama 35 hari.
Jadi apakah kejadian di masa lalu itu hanyalah mimpi di saat aku tak sadar?
Kalau memang hanya mimpi, syukurlah...
Dan aku berharap itu semua memang hanya mimpi.
Aku menoleh pada Zulaikha dan Menik yang sedari tadi berdiri di samping ranjangku.
Mereka cuma mengangkat bahu dan menggeleng. .
Yah...semoga saja semua itu hanya mimpi belaka. Kembang tidur di saat aku pingsan. .
Semoga....
Aku masih dirawat selama 2 hari, dan Desi setia memungguku jika sudah pulang kuliah.
Sementara, bapak dan Anin jika malam istirahat di kostku.
Setelah dirasa sehat, aku diperbolehkan pulang.
Bersama bapak dan Anin, kami nakk taksi menuju kostan.
Zulaikha dan Menik melayang di samping mobil.
Di kostan sudah ada pacar tersayang dan adiknya yang menunggu kedatangan kami....
Yah...aku kembali berada di jamanku. Pengalaman di masa lalu itu, entah nyata ataukah sekedar mimpi belaka?
Only time will tell.....
INDEX:
Prolog
The Begining
Naning
The Truth
Lanjutan
Naning Lagi....
Melati's Pov
Godaan Nenek Bohai
Menik's Pov
Tukang Ojek
Masalah Cewe Dino
Di Rumah Firda
Menolong Naning....
One By One
Pulang....
Di Madrasah 1
Di Madrasah 2
It's Begin...
Bingung
Masih Di Rumah Naning
Menik's Pov
Pengakuan Firda
Desi Cemburu
Pertempuran
Bendera Perang Sudah Dikibarkan
Masalah mulai bertambah
Firda's Pov
Liburan Semester
Kejadian Di Kamar Kost.....
Di Gazebo..
Tekad Naning
Pov nya Kunyil
Balada Lontong Opor
Kunyil Ember
Ditinggal.....
Pengusiran
Pulang....
Nenek Tua
Mimpi
RSJ
Pertempuran Seru
Serangan Susulan
Menuju Sumber....
Lanjutannya..
Kurnia
Sebuah Pengakuan
Interogasi
Menepati Janji
Malam Minggu
Piknik....
Di Curug
Ki Sarpa
Berlatih
Ketiduran
Kejadian Aneh
Kyai Punggel
Pagi Absurd
Pov: Naning
Latihan Di Gunung
Wejangan
Aku Dipelet?
Lebih Hebat Dari Pelet
Terusan Kemarin
Tante Fitri Yang....
She's Back
Bros
Makhluk Paling Absurd
Makhluk Absurd 2
Part Kesekian
Cowo Tajir
Jangan Buat Naning Menangis
Surprise
Kejadian Aneh
Quote:
Menghentikan Perang
Ahaha ..
Jatuh Bangun
Selaras
Mulai Dari Awal
Kembali
Rencana Bapak
Gadis Galak
Pengobatan
Sang Dukun
Sandra
A Little Bonus: Sandra's Pov
Pulang Ke Kost
Nenek Tukang Pijat
Upgrade
Si Galak Sakit
Fight....
Proyek Besar
Kesurupan Massal
Kalahkan Biangnya
Kosong
Dreamin'
About Renita
Kenapa Dengan Sandra?
Teluh
Serangan kedua
Gelud Lagi...
Hadiah Nyi Rambat
Kembalinya Trio Ghaib
Kepergian Zulaikha
Kurnia's Pov
Lanjutan Indeks
Diubah oleh beqichot 18-09-2021 19:54
xue.shan dan 199 lainnya memberi reputasi
190
400.8K
12.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beqichot
#988
Surprise
Damar masuk ke dalam dan memanggil Naning.
Tak lama Naning keluar dengan wajah yang masih sedikit pucat.
"Kabar lo gimana Ning? Udah baikan?"
"Udah nih, setelah diobatin Bang Damar. Kamu tahu darimana kalau aku sakit?"
"Dari Azizah... Dia tahu dari temenmu katanya."
"Oh.... Terus ngapain kamu ke sini?" tanyanya sedikit jutek.
"Ya nengokin lo lah... Lo kan temen gue. Masa lo sakit gue ga nengok...!" jawabku.
"Nengok kok ga bawa buah tangan...!" sahut Naning.
"Ya maaf... Keburu-buru tadi, sampai ga kepikiran buat beli oleh2!"
"Hehe...bercanda kok. Kamu mau datang aja, aku sudah senang kok. Eh....ngobrol apa aja tadi sama Bang Damar?" tanya Naning antusias.
"Dia nitipin lo sama gue. Katanya karena dia jauh, ga bisa jagain lo... Makanya dia nyuruh gue buat jagain lo...!" jelasku.
"Huh...bang Damar, selalu aja menganggap aku masih seperti anak kecil yang masih harus dijagain. Padahal udah kuliah...!" keluhnya.
"Iya...padahal adiknya ini cewe jagoan. Ngapain dijagain ya?" kataku.
"Oh...gitu. Berarti kamu ga mau jagain aku..?" tanya Naning cemberut dan melotot.
"Mau sih...tapi terpaksa. Ga digaji masalahnya...!" sahutku sambil nyengir.
"Bang Dammaaarrrrr......!!!!" teriak Naning.
"Hush...apaan sih...?"
Tampak Damar dengan tergesa keluar rumah. Mulutnya tampak berkomat-kamit. Sedang makan mungkin....
"Ada apa dek, teriak-teriak kayak Tarjan?" katanya setelah menelan makanan yang berada di mulutnya.
"Ini bang... Aji ga mau jagain aku katanya, karena ga digaji...!" lapornya
"Oh...gitu. Entar kirim nomer rekeningnya Aji, biar abang transfer gaji buat jagain kamu...!" katanya santai.
"Eh...jangan bang. Tadi cuman bercanda kok...!" kataku.
"Halah...nanti jagainnya ga sungguh2, karena ga digaji...!" sindir Naning.
"Duh Ning... Lo bikin tengsin gue aja sih...!" kataku sambil menepuk jidatku. Begini nih.....
"Huh...kalian ini, gangguin abang makan aja. Dah terusin berantemnya, aku mau makan dulu...!" kata bang Damar sambil beranjak ke dalam.
"Bang ..tunggu dulu...!" seru Naning.
Tapi tak dihiraukan oleh Damar.
"Hahaha....kapok lo... Dicuekin sama abang sendiri....hahaha!" ejekku pada Naning.
Naning hanya melengos sambil manyun...
"Ning.....!" panggilku.
Naning tetap diam dan menatap ke samping.
"Ning....!" panggilku lagi...
Masih ga ada response...
Daripada dicuekin, aku berjalan menuju motorku dan menstaternya...
"Hei...Ji... Mau kemana?" teriak Naning.
"Pulang...daripada dicuekin...!" jawabku sambil berteriak juga.
"Sini dulu...!" katanya sambil melambaikan tangan.
Aku matikan motor dan menghampiri Naning.
"Ada apa?" tanyaku.
"Duduk dulu... Ada yang mau aku bicarain sama kamu...!" sahutnya.
Yeah...mau ga mau aku duduk lagi di tempat semula, sambil menunggu Naning mengatakan sesuatu.
Tunggu punya tunggu, belum juga sepatah kata keluar dari mulut Naning.
"Hei...katanya mau ngomongin sesuatu, kok malah diem...!" kataku.
"Hehehe...biar kamu mau duduk lagi dan ga pulang kok...!" katanya tanpa rasa bersalah.
Oalah...aku dikerjain rupanya. 3 gadia ghaib cekikikan melihat aku kena dikerjain Naning. Aku mendelik ke arah mereka, tapi mereka malah senyum-senyum ga jelas gitu...
"Ning....!"
"Hmmm......!"
"Gue padamu....!" kataku
"Beneran...?" tanya Naning dengan wajah sumringah...
"Beneran deh.... Gue padamu mau pamit pulang....!" kataku.
"Ajiiii....! Sana pulang....!"
"Assalamu'alaikum....!" salamku.
"Wa'alaikum salam....!" jawab Naning sambil manyun ga jelas.
Dengan tawa puas di hati, aku melangkah menuju motorku...saat tiba-tiba sebuah benda menghantam punggungku.
Aku terkejut dan menoleh ke belakang... Naning tampak sedang berdiri dengan muka beringas, sebelah tangannya memegang sandal jepit.
Aku melihat ke bawah, ternyata yang tadi mengenai punggungku adalah sendal jepit yang dilemparkan Naning.
Aku tersenyum...
Kuambil sandal jeplt itu, lalu aku taruh di motor, dan berlalu dengan senyum kemenangan.
Bisa juga membalas Naning....
Sebelum sampai di kost, aku masukkan sebelah sandal jepit itu ke dalam jok motor, biar ga ketahuan Desi.
Bisa runyam kalau Desi tahu aku pulang membawa sebelah sandal jepit yang jauh lebih kecil dari ukuran kakiku...
Sampai di kost, aku dikagetkan oleh dua orang tamu yang ada di depan kamar kostku.
Bapak dan Anin....!
Wah...tumben mereka kemari, ada apa ya?
Tampak Desi sedang menemani mereka ngobrol, juga ada Renita yang asyik ngobrol dengan Anin.
Setelah mengucap salam, aku menghampiri bapak, menyalami dan mencium tangannya.
Juga Anin kusalami...
"Sudah lama pak?" tanyaku.
"Lumayan... Kamu darimana saja baru pulang?" tanya bapak.
"Dari nengok teman yang sakit Pak. Bapak kenapa ga ngabarin kalau mau ke sini?" tanyaku.
"Hehe...biar jadi kejutan aja sih...!" kata bapak.
Duh, bapak ini aneh-aneh saja deh...
Aku membuka pintu kamar, dan mengajak mereka masuk ke kamar, tapi kata bapak, enak di teras aja. Lebih adem katanya.
"Bapak ada keperluan khusus ya datang ke sini?" tanyaku.
"Iya, bapak diutus oleh kantor bapak untuk memgurus sesuatu di sini. Karena bapak ga tega Ninggalin Anin sendirian, makanya bapak ajak sekalian...!" kata bapak.
"Wah...malah kebetulan pak... Aku seneng banget bapak dan Anin ke sini." kataku.
"Bapak sama Anin nginap di sini kan ya?" tanyaku antusias.
"Anin yang nginap di sini. Bapak nginap di hotel, karena ada akomodasi dari kantor. Sayang kalau ga dipakai!" sahut bapak.
"Emang ga bisa diminta mentahnya aja pak?" tanyaku.
"Ga bisa lah... Lha wong semua sudah diurus sama kantor. Bapak tinggal nempatin aja..!" kata bapak.
"Wah, nanti bapak kesepan lho di hotel...!" kataku.
"Hahaha...kamu kan bisa main ke hotel kalau malam. Jadi ga bakal kesepian...!" kata bapak.
"Ya udah deh pak... Aku pikir bapak bakal nginep di kost. Biar nanti Anin tidur di kamarku aja!" kataku agak kecewa.
"Mas, biar Anin tidur sama aku aja ya?" kata Desi.
"Jangan mas, sama aku aja...!* Renita menyela.
" Iya mas... Walaupun mas itu kakakku, tapi ga enak lah kalau aku nginap di kamar mas. Nanti temen kost yang lain pada ribut, dikiranya mas masukin cewe...hihihi!" sahut Anin.
"Ya sudah...lebih baik kamu sama Renita aja, kalau dia ga keberatan!" kataku memutuskan.
"Kok nggak di kamarku aja sih mas?" tanya Desi.
"Kamu kan lagi persiapan ujian pendadaran skripsi, jadi biar ga keganggu...!"
"Oh ..mbak Desi mau ujian pendadaran ya? Semoga lancar ya mbak?" sahut Anin.
"Iya dek...makasih. Padahal aku penginnya kamu tidur di kamarku lho dik!" kata Desi.
"Tenang aja mbak... Aku akan sering2 main ke kamar mbak, kalau mbak udah selesai belajarnya!" kata Anin.
Wah, cerdas juga adikku ini. Ga seperti kakaknya....
.
"Iya deh...aku ngalah...!" sahut Desi akhirnya.
"Oke, masalah sudah selesai. Bapak, kalau mau istirahat dulu.pak...!" kataku.
"Nanti bapak istirahat di hotel saja. Toh urusannya baru akan diurus mulai besok!" kata bapak.
"Trus bapak berapa lama di kota ini?" tanyaku.
"Yah ..paling lama seminggu...!" kata bapak.
"Asyik.....!" kataku seperti anak kecil yang senang karena mendapat mainan.
Ya, tentu saja aku senang. Karena selama seminggu, aku akan selalu bertemu dengan orang-orang yang paling aku sayang....
Sebuah kebahagiaan yang sangat menyenangkan....
"Besok kamu ajak Anin keliling kota supaya dia bisa memilih kampus mana yang mau dimasukinya." kata bapak.
"Siap pak... Kebetulan, besok cuma ada kuliah dua jam,.pagi...!" sahutku.
"Asik...kita jalan-jalan ya mas?" kata Anin dengan senang.
"Iya dek....!" kataku sambil mengacak rambutnya.
"Oh iya... Nanti malam, bapak traktir kalian semua makan di restaurant hotel tempat bapak menginap ya?" kata bapak.
"Iya Om...!" sahut Desi dan Renita bersamaan.
Ah...sebuah kejutan yang menyenangkan...
Tak lama Naning keluar dengan wajah yang masih sedikit pucat.
"Kabar lo gimana Ning? Udah baikan?"
"Udah nih, setelah diobatin Bang Damar. Kamu tahu darimana kalau aku sakit?"
"Dari Azizah... Dia tahu dari temenmu katanya."
"Oh.... Terus ngapain kamu ke sini?" tanyanya sedikit jutek.
"Ya nengokin lo lah... Lo kan temen gue. Masa lo sakit gue ga nengok...!" jawabku.
"Nengok kok ga bawa buah tangan...!" sahut Naning.
"Ya maaf... Keburu-buru tadi, sampai ga kepikiran buat beli oleh2!"
"Hehe...bercanda kok. Kamu mau datang aja, aku sudah senang kok. Eh....ngobrol apa aja tadi sama Bang Damar?" tanya Naning antusias.
"Dia nitipin lo sama gue. Katanya karena dia jauh, ga bisa jagain lo... Makanya dia nyuruh gue buat jagain lo...!" jelasku.
"Huh...bang Damar, selalu aja menganggap aku masih seperti anak kecil yang masih harus dijagain. Padahal udah kuliah...!" keluhnya.
"Iya...padahal adiknya ini cewe jagoan. Ngapain dijagain ya?" kataku.
"Oh...gitu. Berarti kamu ga mau jagain aku..?" tanya Naning cemberut dan melotot.
"Mau sih...tapi terpaksa. Ga digaji masalahnya...!" sahutku sambil nyengir.
"Bang Dammaaarrrrr......!!!!" teriak Naning.
"Hush...apaan sih...?"
Tampak Damar dengan tergesa keluar rumah. Mulutnya tampak berkomat-kamit. Sedang makan mungkin....
"Ada apa dek, teriak-teriak kayak Tarjan?" katanya setelah menelan makanan yang berada di mulutnya.
"Ini bang... Aji ga mau jagain aku katanya, karena ga digaji...!" lapornya
"Oh...gitu. Entar kirim nomer rekeningnya Aji, biar abang transfer gaji buat jagain kamu...!" katanya santai.
"Eh...jangan bang. Tadi cuman bercanda kok...!" kataku.
"Halah...nanti jagainnya ga sungguh2, karena ga digaji...!" sindir Naning.
"Duh Ning... Lo bikin tengsin gue aja sih...!" kataku sambil menepuk jidatku. Begini nih.....

"Huh...kalian ini, gangguin abang makan aja. Dah terusin berantemnya, aku mau makan dulu...!" kata bang Damar sambil beranjak ke dalam.
"Bang ..tunggu dulu...!" seru Naning.
Tapi tak dihiraukan oleh Damar.
"Hahaha....kapok lo... Dicuekin sama abang sendiri....hahaha!" ejekku pada Naning.
Naning hanya melengos sambil manyun...
"Ning.....!" panggilku.
Naning tetap diam dan menatap ke samping.
"Ning....!" panggilku lagi...
Masih ga ada response...
Daripada dicuekin, aku berjalan menuju motorku dan menstaternya...
"Hei...Ji... Mau kemana?" teriak Naning.
"Pulang...daripada dicuekin...!" jawabku sambil berteriak juga.
"Sini dulu...!" katanya sambil melambaikan tangan.
Aku matikan motor dan menghampiri Naning.
"Ada apa?" tanyaku.
"Duduk dulu... Ada yang mau aku bicarain sama kamu...!" sahutnya.
Yeah...mau ga mau aku duduk lagi di tempat semula, sambil menunggu Naning mengatakan sesuatu.
Tunggu punya tunggu, belum juga sepatah kata keluar dari mulut Naning.
"Hei...katanya mau ngomongin sesuatu, kok malah diem...!" kataku.
"Hehehe...biar kamu mau duduk lagi dan ga pulang kok...!" katanya tanpa rasa bersalah.
Oalah...aku dikerjain rupanya. 3 gadia ghaib cekikikan melihat aku kena dikerjain Naning. Aku mendelik ke arah mereka, tapi mereka malah senyum-senyum ga jelas gitu...
"Ning....!"
"Hmmm......!"
"Gue padamu....!" kataku
"Beneran...?" tanya Naning dengan wajah sumringah...
"Beneran deh.... Gue padamu mau pamit pulang....!" kataku.
"Ajiiii....! Sana pulang....!"
"Assalamu'alaikum....!" salamku.
"Wa'alaikum salam....!" jawab Naning sambil manyun ga jelas.
Dengan tawa puas di hati, aku melangkah menuju motorku...saat tiba-tiba sebuah benda menghantam punggungku.
Aku terkejut dan menoleh ke belakang... Naning tampak sedang berdiri dengan muka beringas, sebelah tangannya memegang sandal jepit.
Aku melihat ke bawah, ternyata yang tadi mengenai punggungku adalah sendal jepit yang dilemparkan Naning.
Aku tersenyum...
Kuambil sandal jeplt itu, lalu aku taruh di motor, dan berlalu dengan senyum kemenangan.
Bisa juga membalas Naning....

Sebelum sampai di kost, aku masukkan sebelah sandal jepit itu ke dalam jok motor, biar ga ketahuan Desi.
Bisa runyam kalau Desi tahu aku pulang membawa sebelah sandal jepit yang jauh lebih kecil dari ukuran kakiku...

Sampai di kost, aku dikagetkan oleh dua orang tamu yang ada di depan kamar kostku.
Bapak dan Anin....!
Wah...tumben mereka kemari, ada apa ya?
Tampak Desi sedang menemani mereka ngobrol, juga ada Renita yang asyik ngobrol dengan Anin.
Setelah mengucap salam, aku menghampiri bapak, menyalami dan mencium tangannya.
Juga Anin kusalami...
"Sudah lama pak?" tanyaku.
"Lumayan... Kamu darimana saja baru pulang?" tanya bapak.
"Dari nengok teman yang sakit Pak. Bapak kenapa ga ngabarin kalau mau ke sini?" tanyaku.
"Hehe...biar jadi kejutan aja sih...!" kata bapak.
Duh, bapak ini aneh-aneh saja deh...
Aku membuka pintu kamar, dan mengajak mereka masuk ke kamar, tapi kata bapak, enak di teras aja. Lebih adem katanya.
"Bapak ada keperluan khusus ya datang ke sini?" tanyaku.
"Iya, bapak diutus oleh kantor bapak untuk memgurus sesuatu di sini. Karena bapak ga tega Ninggalin Anin sendirian, makanya bapak ajak sekalian...!" kata bapak.
"Wah...malah kebetulan pak... Aku seneng banget bapak dan Anin ke sini." kataku.
"Bapak sama Anin nginap di sini kan ya?" tanyaku antusias.
"Anin yang nginap di sini. Bapak nginap di hotel, karena ada akomodasi dari kantor. Sayang kalau ga dipakai!" sahut bapak.
"Emang ga bisa diminta mentahnya aja pak?" tanyaku.
"Ga bisa lah... Lha wong semua sudah diurus sama kantor. Bapak tinggal nempatin aja..!" kata bapak.
"Wah, nanti bapak kesepan lho di hotel...!" kataku.
"Hahaha...kamu kan bisa main ke hotel kalau malam. Jadi ga bakal kesepian...!" kata bapak.
"Ya udah deh pak... Aku pikir bapak bakal nginep di kost. Biar nanti Anin tidur di kamarku aja!" kataku agak kecewa.
"Mas, biar Anin tidur sama aku aja ya?" kata Desi.
"Jangan mas, sama aku aja...!* Renita menyela.
" Iya mas... Walaupun mas itu kakakku, tapi ga enak lah kalau aku nginap di kamar mas. Nanti temen kost yang lain pada ribut, dikiranya mas masukin cewe...hihihi!" sahut Anin.
"Ya sudah...lebih baik kamu sama Renita aja, kalau dia ga keberatan!" kataku memutuskan.
"Kok nggak di kamarku aja sih mas?" tanya Desi.
"Kamu kan lagi persiapan ujian pendadaran skripsi, jadi biar ga keganggu...!"
"Oh ..mbak Desi mau ujian pendadaran ya? Semoga lancar ya mbak?" sahut Anin.
"Iya dek...makasih. Padahal aku penginnya kamu tidur di kamarku lho dik!" kata Desi.
"Tenang aja mbak... Aku akan sering2 main ke kamar mbak, kalau mbak udah selesai belajarnya!" kata Anin.
Wah, cerdas juga adikku ini. Ga seperti kakaknya....
."Iya deh...aku ngalah...!" sahut Desi akhirnya.
"Oke, masalah sudah selesai. Bapak, kalau mau istirahat dulu.pak...!" kataku.
"Nanti bapak istirahat di hotel saja. Toh urusannya baru akan diurus mulai besok!" kata bapak.
"Trus bapak berapa lama di kota ini?" tanyaku.
"Yah ..paling lama seminggu...!" kata bapak.
"Asyik.....!" kataku seperti anak kecil yang senang karena mendapat mainan.
Ya, tentu saja aku senang. Karena selama seminggu, aku akan selalu bertemu dengan orang-orang yang paling aku sayang....
Sebuah kebahagiaan yang sangat menyenangkan....
"Besok kamu ajak Anin keliling kota supaya dia bisa memilih kampus mana yang mau dimasukinya." kata bapak.
"Siap pak... Kebetulan, besok cuma ada kuliah dua jam,.pagi...!" sahutku.
"Asik...kita jalan-jalan ya mas?" kata Anin dengan senang.
"Iya dek....!" kataku sambil mengacak rambutnya.
"Oh iya... Nanti malam, bapak traktir kalian semua makan di restaurant hotel tempat bapak menginap ya?" kata bapak.
"Iya Om...!" sahut Desi dan Renita bersamaan.
Ah...sebuah kejutan yang menyenangkan...
arinu dan 59 lainnya memberi reputasi
60
Tutup