- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#139
Chapter 92
Quote:
Berita mengenai penonaktifan organisasi BASS mengagetkan banyak pihak, terutama organisasi-organisasi kecil yang mendukung mereka dalam penumpasan BASS. Organisasi kecil ini beroperasi lewat forum di internet, sebagai salah satu yang mempercayai bahwa monster yang bentuknya mirip serangga kumbang dan dinamai Beaters berkeliaran di Surban City. Selain mereka ternyata Silver Clan yang sering bekerja sama pun merasakannya.
Lio yang keadaannya sudah membaik memberitahukan semua anggota untuk berkumpul diruangannya tuan Stam. Ada hal yang harus didiskusikan bersama, terutama tentang masa depan dari Silver Clan itu sendiri. Dengan absennya BASS maka mau tidak mau Silver Clan lah yang harus turun ke jalan. Asalkan monsternya bukan dari kalangan Royal Clan maka semuanya tidak menjadi masalah.
Semua anggota hadir termasuk Djohan yang masih merasakan kaku dibagian tubuh bawahnya. Ia dipersilahkan duduk di samping seniornya yaitu Sterling, didepannya ada Solo dan juga Vivian. Sementara Gonzalo dan juga Lio lebih memilih bersandar di dinding. Mereka berkumpul setelah menutup bar lebih cepat dari jadwal biasanya. Raut wajah mereka semua tidak ada yang santai, dipenuhi oleh ketegangan.
“Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya sejenak,” tuan Stam membuka pembicaraan. “berita tadi sangat mengejutkan, termasuk saya pribadi masih belum bisa mencernanya. Tidak ada kabar yang datang dari mister Brock maupun ketua BASS. Kusarankan kita tidak terlalu dalam menanggapi berita ini,” ucap tuan Stam yang diiringi kepala yang menunduk dari sebagian anggotanya.
“Apa yang mereka pikirkan? Bukankah ini merupakan langkah yang keliru?” tanya Solo yang keheranan.
“Um..mereka bilang akan mengambil semua alat yang digunakan oleh BASS termasuk baju tempurnya itu, mereka pemerintah pasti punya banyak orang yang mumpuni,” timpa Sterling.
“Jadi kamu meragukan orang-orang dari BASS itu? Leah dan temannya merupakan orang-orang yang kuat bukan?” bela Solo.
Suasana mendadak memanas. Padahal ucapan Sterling tidak memihak siapapun, ia hanya berpikir bahwa pemerintah pasti memiliki orang-orang yang mumpuni dikarenakan akses menuju orang-orang di pihak militer sangat mudah.
“Sejauh ini mereka menganggap kita sebagai rekan, apakah semuanya akan berubah ketika diambil alih oleh pemerintah?” kali ini giliran Vivian yang bertanya langsung kepada tuan Stam.
“Entahlah, kita memang secara tidak langsung merupakan organisasi yang selaras berjalan dengan BASS. Perjanjian dengan mereka juga dilihat langsung oleh pemerintah,” tuan Stam menambahkan. “ada kemungkinan kita akan dianggap sebagai ancaman, setelah Hunter memamerkan kekuatan beatersnya itu,” tutup tuan Stam.
“Ancaman? Padahal kita juga tidak pernah berbuat yang macam-macam selama ini kan? Malahan wilayah kapten Julian termasuk yang paling aman karena keberadaan kita,” ucap Lio agak meninggi.
“Ya, aku tidak terlalu mengerti urusan ini. Karena tugasku di belakang meja bartender,” sahut Gonzalo. “tapi aku bisa bilang begini, terutama untukmu Djohan,” semua mata tertuju padanya.
“maksudku, Tuk saat ini biarkanlah mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.” perkataan Gonzalo masuk akal, apalagi Djohan sudah banyak terlibat dengan orang-orang di tim 13 terutama Leah dan Gareth.
Rapat singkat itu diakhiri dengan sebuah pernyataan dari tuan Stam yang menegaskan bahwa Silver Clan tidak akan ikut campur dalam masalah ini, sebelum ada instruksi dari mister Brock selaku direktur BASS dan intruksi dari ketua BASS. Mereka akan memantau dan jikalau di tangan yang berbeda ini Silver Clan dianggap suatu ancaman. Maka mereka akan bersikap sewajarnya karena sesungguhnya orang-orang dalam pemerintahan bukanlah musuh.\
Ditempat berbeda, sebuah bangunan tingkat dua dipinggiran Surban City. Kapten Vela sedang mengumpulkan kapten dari wilayah lainnya untuk membicarakan tentang penonaktifan BASS dan merumuskan tindakan mereka mengenai hal itu. Kapten Julian dari tim 8 tiba, sedangkan Davies hadir sebagai pengganti kapten James yang masih dalam perawatan. Begitu juga kapten Jeremy dari tim 14 harus absen. Total ada 9 kapten yang hadir dalam pertemuan ini.
“Hei Julian, datang sendirian? Di mana katanamu itu?” kapten Julian pura-pura tidak mendengarnya. “siapa namanya? Terdengar seperti nama prostitusi asing---,” kali ini kapten Julian tidak sanggup menahannya lagi, ia beranjak dari tempatnya.
“Berbicara sekali lagi, maka tinjuku yang akan menutup mulutmu untuk selamanya…Matthis!” kapten Matthis dari sektor 6 hanya memiringkan senyumnya.
“Sudah kalian berdua hentikan, sekarang bukan saatnya. Yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan sebagai rekan,” kapten Vela mencoba menangkannya.
Ketegangan yang berakhir singkat itu tidak menganggu jadwal yang sudah direncanakan. Para kapten berkumpul di tempat ini untuk membicarakan langkah mereka kedepannya akibat dari penonaktifan BASS. Tidak mungkin mereka hanya diam saja ketika semua ini terjadi. Monster Beaters juga akhir-akhir makin marak muncul, bisa jadi diantaranya ada yang bermutasi hebat seperti Alphanz. Kapten Vela yang paling senior dari kapten-kapten ini memulai pembicaraan.
“Seperti yang kalian lihat dan dengar, secara resmi kita dibekukan, entah tuk sementara waktu atau permanen,” ucap kapten Vela. “para kapten di markas pusat tidak bisa dihubungi sekarang, sehingga hanya kitalah yang tersisa saat ini,” lanjutnya.
“Aku yakin para kapten itu tetap dimasukan ke jajaran pemerintah, mungkin mereka akan berpatroli juga ke seluruh wilayah Surban,” ucap kapten 11. Kapten Vela meliriknya dengan cukup tajam. “ah santai saja, aku tidak apa-apa sungguh, hehe…”
“langsung saja, apa tujuan kita dikumpulkan di sini, aku tidak bisa berlama-lama dengan bedebah satu itu,” lirikan mata kapten Julian mengarah tepat ke kapten Matthis.
“Hmmm,” kapten Vela menghela nafasnya.
Yang selanjutnya terjadi adalah para kapten berdiskusi, untuk tetap lanjut atau tiarap dahulu tuk sementara waktu. Permasalahan mereka hanya pada senjata saja, semua senjata disita oleh pemerintah. Begitupun dengan kantor pusat, sulit bagi mereka untuk menyusup ke dalam atau orang dalam yang membawa senjata itu keluar. Di sini posisi kapten Julian cukup diuntungkan, karena ia sudah terbiasa menggunakan katana dibandingkan persenjataan modern.
“Hm, anu….,” Davies mengangkat tangannya. “tuk senjata, sejenis senjata api dan lainnya. Aku memiliki orang yang bisa memberikan itu semua,” mengucapkannya dengan ragu-ragu.
“Maksudmu pasar gelap?” tanya kapten Vela.
“Aaa….ya…seperti itu,” jawabnya.
“Aku tidak setuju!” kapten 12 yang merupakan satu-satunya wanita diperkumpulan kapten ini mengangkat tangannya, ia menilai dengan membeli barang gelap itu sama saja dengan tindakan kriminal.
“Wanita…begitu, mereka terlalu lemah,” lagi-lagi kapten Matthis yang tidak bisa menjaga ucapannya.
Untungnya kapten tim 12 tidak terlalu menanggapinya dan situasi cukup terkendali. Dari semua saran yang masuk hanya saran dari Davies yang sangat masuk akal dan dapat dijangkau. Menggunakan senjata api biasa memang tidak memberikan dampak yang begitu besar bagi Beaters yang kebanyakan dari mereka memiliki kulit yang keras dan bersisik tajam. Namun dalam situasi seperti ini satu peluru pistol pun sangat berharga.
Akhirnya sudah diputuskan bahwa mereka akan mengambil senjata api selundupan illegal dari pasar gelap untuk tetap beraktivitas melawan monster yang semakin banyak beredar. Kapten Vela yang akan meninjau lokasinya dibantu oleh Davies dan juga kapten James pada saat kondisinya sudah memungkinkan. Pertemuan dibubarkan, langkah awal yang mereka akan lakukan adalah membuat markas kecil sementara agar tetap bisa menjalankan tugas.
Kegaduhan terjadi di markas pusat BASS, setelah adanya satu kapten dari Golden Diamond yang tidak dapat ditemukan. Seharusnya mereka berkumpul di sini, karena orang-orang ini yang akan dimasukan ke jajaran tim khusus bentukan resmi pemerintah untuk melawan monster Beaters. Kapten yang tiada itu adalah kapten Lucio dari tim 2. Anggotanya pun tidak tahu keberadaannya, ia menghilang bersama baju tempurnya.
“Padahal aku ingin menyampaikan sesuatu yang menarik,” ucap seseorang dari pemerintahan yang berjas hitam.
“Apa ini ada hubungannya dengan kami?” tanya kapten tim 1 yang menjadi perwarkilan kapten lainnya.
“Tentu saja, karena…,” ia berhenti sejenak. “Silver Clan, kalian tahu kan. Kenapa mereka dibiarkan melenggang begitu saja?”
Kapten tim memincingkan matanya, ia berharap dugaannya tidak benar. Tidak mungkin maksud dari orang pemerintahan itu untuk menangkap Silver Clan. Beaters yang selama ini bersikap baik bahkan membantu membereskan masalah kriminal bawah tanah di Surban City.
Lio yang keadaannya sudah membaik memberitahukan semua anggota untuk berkumpul diruangannya tuan Stam. Ada hal yang harus didiskusikan bersama, terutama tentang masa depan dari Silver Clan itu sendiri. Dengan absennya BASS maka mau tidak mau Silver Clan lah yang harus turun ke jalan. Asalkan monsternya bukan dari kalangan Royal Clan maka semuanya tidak menjadi masalah.
Semua anggota hadir termasuk Djohan yang masih merasakan kaku dibagian tubuh bawahnya. Ia dipersilahkan duduk di samping seniornya yaitu Sterling, didepannya ada Solo dan juga Vivian. Sementara Gonzalo dan juga Lio lebih memilih bersandar di dinding. Mereka berkumpul setelah menutup bar lebih cepat dari jadwal biasanya. Raut wajah mereka semua tidak ada yang santai, dipenuhi oleh ketegangan.
“Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya sejenak,” tuan Stam membuka pembicaraan. “berita tadi sangat mengejutkan, termasuk saya pribadi masih belum bisa mencernanya. Tidak ada kabar yang datang dari mister Brock maupun ketua BASS. Kusarankan kita tidak terlalu dalam menanggapi berita ini,” ucap tuan Stam yang diiringi kepala yang menunduk dari sebagian anggotanya.
“Apa yang mereka pikirkan? Bukankah ini merupakan langkah yang keliru?” tanya Solo yang keheranan.
“Um..mereka bilang akan mengambil semua alat yang digunakan oleh BASS termasuk baju tempurnya itu, mereka pemerintah pasti punya banyak orang yang mumpuni,” timpa Sterling.
“Jadi kamu meragukan orang-orang dari BASS itu? Leah dan temannya merupakan orang-orang yang kuat bukan?” bela Solo.
Suasana mendadak memanas. Padahal ucapan Sterling tidak memihak siapapun, ia hanya berpikir bahwa pemerintah pasti memiliki orang-orang yang mumpuni dikarenakan akses menuju orang-orang di pihak militer sangat mudah.
“Sejauh ini mereka menganggap kita sebagai rekan, apakah semuanya akan berubah ketika diambil alih oleh pemerintah?” kali ini giliran Vivian yang bertanya langsung kepada tuan Stam.
“Entahlah, kita memang secara tidak langsung merupakan organisasi yang selaras berjalan dengan BASS. Perjanjian dengan mereka juga dilihat langsung oleh pemerintah,” tuan Stam menambahkan. “ada kemungkinan kita akan dianggap sebagai ancaman, setelah Hunter memamerkan kekuatan beatersnya itu,” tutup tuan Stam.
“Ancaman? Padahal kita juga tidak pernah berbuat yang macam-macam selama ini kan? Malahan wilayah kapten Julian termasuk yang paling aman karena keberadaan kita,” ucap Lio agak meninggi.
“Ya, aku tidak terlalu mengerti urusan ini. Karena tugasku di belakang meja bartender,” sahut Gonzalo. “tapi aku bisa bilang begini, terutama untukmu Djohan,” semua mata tertuju padanya.
“maksudku, Tuk saat ini biarkanlah mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.” perkataan Gonzalo masuk akal, apalagi Djohan sudah banyak terlibat dengan orang-orang di tim 13 terutama Leah dan Gareth.
Rapat singkat itu diakhiri dengan sebuah pernyataan dari tuan Stam yang menegaskan bahwa Silver Clan tidak akan ikut campur dalam masalah ini, sebelum ada instruksi dari mister Brock selaku direktur BASS dan intruksi dari ketua BASS. Mereka akan memantau dan jikalau di tangan yang berbeda ini Silver Clan dianggap suatu ancaman. Maka mereka akan bersikap sewajarnya karena sesungguhnya orang-orang dalam pemerintahan bukanlah musuh.\
Ditempat berbeda, sebuah bangunan tingkat dua dipinggiran Surban City. Kapten Vela sedang mengumpulkan kapten dari wilayah lainnya untuk membicarakan tentang penonaktifan BASS dan merumuskan tindakan mereka mengenai hal itu. Kapten Julian dari tim 8 tiba, sedangkan Davies hadir sebagai pengganti kapten James yang masih dalam perawatan. Begitu juga kapten Jeremy dari tim 14 harus absen. Total ada 9 kapten yang hadir dalam pertemuan ini.
“Hei Julian, datang sendirian? Di mana katanamu itu?” kapten Julian pura-pura tidak mendengarnya. “siapa namanya? Terdengar seperti nama prostitusi asing---,” kali ini kapten Julian tidak sanggup menahannya lagi, ia beranjak dari tempatnya.
“Berbicara sekali lagi, maka tinjuku yang akan menutup mulutmu untuk selamanya…Matthis!” kapten Matthis dari sektor 6 hanya memiringkan senyumnya.
“Sudah kalian berdua hentikan, sekarang bukan saatnya. Yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan sebagai rekan,” kapten Vela mencoba menangkannya.
Ketegangan yang berakhir singkat itu tidak menganggu jadwal yang sudah direncanakan. Para kapten berkumpul di tempat ini untuk membicarakan langkah mereka kedepannya akibat dari penonaktifan BASS. Tidak mungkin mereka hanya diam saja ketika semua ini terjadi. Monster Beaters juga akhir-akhir makin marak muncul, bisa jadi diantaranya ada yang bermutasi hebat seperti Alphanz. Kapten Vela yang paling senior dari kapten-kapten ini memulai pembicaraan.
“Seperti yang kalian lihat dan dengar, secara resmi kita dibekukan, entah tuk sementara waktu atau permanen,” ucap kapten Vela. “para kapten di markas pusat tidak bisa dihubungi sekarang, sehingga hanya kitalah yang tersisa saat ini,” lanjutnya.
“Aku yakin para kapten itu tetap dimasukan ke jajaran pemerintah, mungkin mereka akan berpatroli juga ke seluruh wilayah Surban,” ucap kapten 11. Kapten Vela meliriknya dengan cukup tajam. “ah santai saja, aku tidak apa-apa sungguh, hehe…”
“langsung saja, apa tujuan kita dikumpulkan di sini, aku tidak bisa berlama-lama dengan bedebah satu itu,” lirikan mata kapten Julian mengarah tepat ke kapten Matthis.
“Hmmm,” kapten Vela menghela nafasnya.
Yang selanjutnya terjadi adalah para kapten berdiskusi, untuk tetap lanjut atau tiarap dahulu tuk sementara waktu. Permasalahan mereka hanya pada senjata saja, semua senjata disita oleh pemerintah. Begitupun dengan kantor pusat, sulit bagi mereka untuk menyusup ke dalam atau orang dalam yang membawa senjata itu keluar. Di sini posisi kapten Julian cukup diuntungkan, karena ia sudah terbiasa menggunakan katana dibandingkan persenjataan modern.
“Hm, anu….,” Davies mengangkat tangannya. “tuk senjata, sejenis senjata api dan lainnya. Aku memiliki orang yang bisa memberikan itu semua,” mengucapkannya dengan ragu-ragu.
“Maksudmu pasar gelap?” tanya kapten Vela.
“Aaa….ya…seperti itu,” jawabnya.
“Aku tidak setuju!” kapten 12 yang merupakan satu-satunya wanita diperkumpulan kapten ini mengangkat tangannya, ia menilai dengan membeli barang gelap itu sama saja dengan tindakan kriminal.
“Wanita…begitu, mereka terlalu lemah,” lagi-lagi kapten Matthis yang tidak bisa menjaga ucapannya.
Untungnya kapten tim 12 tidak terlalu menanggapinya dan situasi cukup terkendali. Dari semua saran yang masuk hanya saran dari Davies yang sangat masuk akal dan dapat dijangkau. Menggunakan senjata api biasa memang tidak memberikan dampak yang begitu besar bagi Beaters yang kebanyakan dari mereka memiliki kulit yang keras dan bersisik tajam. Namun dalam situasi seperti ini satu peluru pistol pun sangat berharga.
Akhirnya sudah diputuskan bahwa mereka akan mengambil senjata api selundupan illegal dari pasar gelap untuk tetap beraktivitas melawan monster yang semakin banyak beredar. Kapten Vela yang akan meninjau lokasinya dibantu oleh Davies dan juga kapten James pada saat kondisinya sudah memungkinkan. Pertemuan dibubarkan, langkah awal yang mereka akan lakukan adalah membuat markas kecil sementara agar tetap bisa menjalankan tugas.
Kegaduhan terjadi di markas pusat BASS, setelah adanya satu kapten dari Golden Diamond yang tidak dapat ditemukan. Seharusnya mereka berkumpul di sini, karena orang-orang ini yang akan dimasukan ke jajaran tim khusus bentukan resmi pemerintah untuk melawan monster Beaters. Kapten yang tiada itu adalah kapten Lucio dari tim 2. Anggotanya pun tidak tahu keberadaannya, ia menghilang bersama baju tempurnya.
“Padahal aku ingin menyampaikan sesuatu yang menarik,” ucap seseorang dari pemerintahan yang berjas hitam.
“Apa ini ada hubungannya dengan kami?” tanya kapten tim 1 yang menjadi perwarkilan kapten lainnya.
“Tentu saja, karena…,” ia berhenti sejenak. “Silver Clan, kalian tahu kan. Kenapa mereka dibiarkan melenggang begitu saja?”
Kapten tim memincingkan matanya, ia berharap dugaannya tidak benar. Tidak mungkin maksud dari orang pemerintahan itu untuk menangkap Silver Clan. Beaters yang selama ini bersikap baik bahkan membantu membereskan masalah kriminal bawah tanah di Surban City.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas
Tutup