Quote:
Besoknya,
Jam 5 sore
Di rumah Tony Struk.
Karena nanti jam 7 malam akan ada kedatangan tamu spesial, sekarang Siti sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Indra dan kedua orang tuanya, sesuai permintaan mereka, Siti sedang memasak masakan Padang dan ayahnya, Tony juga ikut menemaninya sambil merekam Siti menggunakan handycam,
“ halo orang-orang yang menyedihkan,…sekarang aku lagi nemenin anakku yang mau masak buat acara nanti malam, jadi masak apa ni?” tanya Tony pada anaknya
“ rendang, salmon balado dan sayur nangka” jawab Siti,
“ dan buat Indra dan keluarganya, nanti malam datang kesini jam 7 pas,..jangan telat” imbuh Tony
Tony lalu meletakkan handycam diatas tripod lalu dia membantu anaknya yang sedang masak. Rekaman acara masak tadi di upload ke medsosnya JARWO.
Jam 06.20
Di rumah Indra
Semuanya sudah siap termasuk diriku yang memakai kemeja putih berbalut setelan jas warna hitam dengan dasi kupu-kupu warna hitam juga, sedangkan bapakku memakai kemeja batik lengan panjang dan celana panjang warna coklat tua, dan ibuku memakai baju gamis batik yang senada dengan kemeja bapak, lalu kami bertiga sudah bersiap masuk mobil meninggalkan adikku Icha yang tinggal sendirian dirumah.
“pak,…ingat lho, bapak yang serius dukung Indra” kata Ibu
“iya bu, tapi nanti kalo Tony Struk udah nolak Indra, kita langsung pulang ya” ucap bapak dengan penuh keyakinan.
“iya” jawabku
Quote:
Jam 06.55
Di rumah Tony
Siti sudah menghidangkan masakan untuk makan malam, tapi Tony membawa sesuatu benda aneh yang di letakkan di tengah meja. Sebuah toples kaca yang besar tapi kosong, tak ada isi
“ayah,…. buat apa toples kosong ditengah meja?”
“nanti kamu tau sendiri” jawab Tony
“ heh??” Siti merasa heran dengan tingkah ayahnya,..rasanya aneh kalau ditengah meja makan ada toples kosong, bukannya biasanya di isi kerupuk? Tapi ya sudahlah, itu kemauan ayahnya.
“JARWO” Tony memanggil asistennya.
“Iya tuan”
“E T A”
“3 menit tuan”
“bagus, sesuai rencana”
2 Menit kemudian
Mobil yang dikemudikan ayahku baru saja memasuki pintu gerbang rumahnya Tony Struk, dari pintu gerbang ke rumahnya ada jarak sekitar 100 meter, halaman rumahnya dihiasi pohon dan tanaman yang banyak sekali, rumahnya Tony Struk dulunya adalah sebuah hanggar pesawat peninggalan perang dunia kedua yang biasa digunakan untuk menyimpan pesawat angkut militer seperti hercules, rumah dua lantai ini memang kelihatan sederhana, bahkan tidak ada kolam renang disini, tidak seperti kebanyakan rumah orang kaya, di belakang rumah ini ada landasan pacu pesawat terbang sepanjang 2,5 kilometer, dan diujung landasan sana terhampar pantai pasir putih yang indah,
Mobil kami berhenti disamping rumah, dan begitu kami keluar dari mobil, Siti langsung menyambut kedatangan kami dengan senyum manisnya, dia memakai gaun lengan panjang berwarna hitam yang kelihatannya serasi dengan setelan jas dan celana panjang hitam yang kupakai.
Siti menyalamiku dan kedua orang tuaku
“waahh, cantiknya calon mantu ibu” ibu memuji Siti
“terima kasih bu” jawab Siti
Tapi bapak yang berdiri di sampingku, melihat Siti dengan seksama seperti sedang memeriksa apakah ada yang lain dengan perempuan yang ada didepannya itu.
Siti lalu mempersilahkan kami masuk lewat pintu samping yang langsung menuju sebuah meja makan berbentuk persegi panjang, aku melihat Tony Struk sudah duduk di ujung meja mengenakan baju kemeja motif bunga-bunga dan celana pendek selutut, dia seperti turis yang baru pulang dari Hawaii,
“silahkan duduk di sebelah sini” Tony Struk menyuruh kami duduk di sebelah kanan dia, dan Siti duduk di sebelah kirinya, jadi sekarang, Siti duduk dihadapan kami
Quote:
“selamat datang, pak Akhirudin bin Awaludin, ibu Nur Rahayu Syafiattudin binti Jamaluddin dan Indra Saputra bin Akhirudin,….perkenalkan, nama saya Tony Stroke, dan perempuan yang ada didepan kalian adalah anak saya, namanya Siti, kalian tidak perlu memperkenalkan diri karena saya sudah tahu, dan saya mengundang kalian kesini untuk membahas lamaran yang ditujukan kepada anak saya, tapi sebelum itu, ….kita makan dulu, tadi sore Siti sudah memasakkan makanan yang kalian mau, silahkan, mari kita makan” sambut Tony Struk membuka acara makan malam ini
Lalu Siti menghidangkan piring dan nasi untuk tamunya dan juga ayahnya, tapi dia sendiri malah tidak makan, hanya ada gelas berisi air putih didekatnya,
“nak Siti kok gak makan?” tanya bu Udin
“dia lagi gak mau makan, katanya takut jadi gemuk,..hahahaha” jawab Tony sambil tertawa, dan Siti hanya tersenyum saja
“masakannya nak Siti enak banget, ini nih, calon mantu idaman ibu,..yang cantik dan pinter masak” puji bu Udin sambil mengunyah daging rendang
“jelas dong, anaknya siapa dulu,….yang mau nambah silahkan” ujar Tony
Pak Udin menambah nasi dan lauk lagi, terlihat sekali dia makan dengan lahap
“jadi bapak dan ibu kan baru pertama kali ketemu anak saya, bagaimana menurut bapak dan ibu? Tanya Tony pada pak Udin dan bu Udin
“anaknya pak Tony cantik banget, lebih cantik daripada pas kami lihat di TV” jawab bu Udin
“hahahaha…padahal dia gak pake make up lho” gurau Tony
Dan Siti hanya tersenyum saja mendengar gurauan ayahnya
“jadi, kamu ketemu Siti pas lagi di panti asuhan ya Ndra” tanya Tony pada Indra
“iya pak” jawab Indra
“dan kamu langsung jatuh cinta sama dia”
“iya pak”
“hahahaha…..sayangnya,…dia gak cinta sama kamu”
Indra terlihat kecewa, wajahnya ditekuk kebawah
“hahahaha….langsung kusut mukanya” Tony menertawai Indra
Dan pak Udin juga mengelus punggung anaknya, mungkin maksudnya supaya anaknya tetap tabah,…mungkin pikirnya begitu
“sebenarnya, dia belum bisa jatuh cinta sama kamu, karena kalo aku tolak lamaranmu, dia takut nanti jadi patah hati” ujar Tony sambil jari telunjuknya menunjuk Siti
Siti yang dari tadi diam saja, sekarang juga ikut menundukkan kepalanya,
“jadi ndra…apa yang kamu suka dari anakku?” tanya Tony
“anak bapak cantik dan baik hatinya” jawab Indra
“kenapa kamu gak bilang saja, dia ada dalam mimpimu setahun yang lalu?” Tony menatap Indra dengan serius
Indra terkejut mendengarnya, bagaimana bisa Tony Struk tahu semuanya dan Siti juga menatap Indra dengan penuh tanya,
“iya pak,..itu juga” jawab Indra sekenanya saja
5 menit kemudian
Semua sudah selesai makan lalu acara pun dimulai,
Tony memulai pidatonya
“baiklah,..terima kasih sudah datang kesini, bapak, ibu, dan Indra,..saya langsung saja memulai acaranya,…didepan kalian, ada perempuan cantik, dia itu adalah anak saya satu-satunya, namanya Siti, ya begitulah dia apa adanya, tidak ada yang saya tutupi atau sembunyikan, seperti yang bisa kalian lihat, rambutnya hitam lurus sepinggang, alisnya serasi, matanya berwarna biru,…… pandangan matanya meneduhkan hati siapa saja yang melihatnya,…….. hidung yang mancung dan mungil, pipi yang merona, bibir yang tipis dan seksi,……. kata-kata yang keluar dari bibirnya tidak pernah menyakiti orang lain,…….. wajahnya cantik dan manis, lalu turun kebawah,…..dadanya, berisi, idaman para lelaki, pinggang yang seksi dan proporsional dan pinggulnya seperti gitar spanyol, lalu kedua tangannya yang halus dan lembut dengan jari yang lentik, ………..tangan kanannya lebih banyak memberi daripada menerima, tangan kirinya tidak pernah menunjuk ke muka orang lain,……. lalu kakinya yang tinggi dan ramping, melangkah dengan anggun, kemanapun kakinya melangkah, kebaikan akan mengikutinya, ……..secara keseluruhan bisa kalian lihat kulitnya yang putih berseri, begitu juga hatinya yang bersih dan suci, …………..segala sifat baik manusia ada dalam dirinya dan tak satupun sifat jahat manusia ada dalam dirinya,……….. dia adalah perempuan yang sempurna dengan satu kekurangan, dan dia bisa jadi istri yang sempurna dengan satu kelemahan yaitu sayangnya,…………………………….DIA ITU BUKAN MANUSIA,……….dia itu bidadari yang kuambil dari surga, …………dan sekarang, setelah kalian tahu siapa dia sebenarnya, apakah kalian mau lanjut atau tidak?”
“saya tetap akan lanjut” jawab Indra tegas
“baiklah, kepada Indra,……apakah kamu bersedia menerima anak saya apa adanya dan tidak menjadikan kekurangannya sebagai alasan untuk meninggalkannya?” tanya Tony
“ya pak, saya bersedia” jawab Indra
“kepada pak Udin, apakah bapak bersedia menerima anak saya apa adanya menjadi bagian dari keluarga bapak?” tanya Tony
“saya bersedia” jawab pak Udin
“terima kasih, …dan kepada bu Udin, apakah ibu bersedia menerima anak saya apa adanya?”
“ya, saya bersedia” jawab bu Udin
“terima kasih,….selanjutnya, kepada Indra, kamu sudah tahu kan beberapa waktu yang lalu ada orang-orang yang menghina anak saya, mereka bilang anak saya ini robot yang gak punya perasaan, perempuan jadi-jadian, dan mahluk yang tidak pantas hidup,…….sekarang aku mau tanya,….apa kamu sanggup menghadapi hinaan orang lain dan mau membela anakku?” tanya Tony
Mendengar kata-kata yang pernah menyakiti hatinya, terlihat mata Siti berkaca-kaca, airmata gadis itu mengalir melewati pipinya dan menetes, kepalanya terus menunduk kebawah,….dia menangis dalam diam,
“ya, saya akan membelanya” jawab Indra
“kepada pak Udin, apakah bapak sanggup menghadapi hinaan orang lain kepada anak saya nanti?” tanya Tony
“ya, saya sanggup” jawab pak Udin
“dan selanjutnya kepada bu Udin,…apa ibu sanggup menghadapi hinaan orang lain kepada calon mantu ibu?” tanya Tony
“ya,..saya sanggup” jawab bu Udin
“terima kasih,…selanjutnya kepada Indra, tadi sudah kukatakan kalau anakku punya satu kelemahan, karena dia itu bukan manusia, dia tidak akan bisa memberimu keturunan atau anak,……..apa kau bisa menerima kenyataan itu dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk menduakannya ?” tanya Tony
“ya pak,..saya menerima Siti apa adanya” jawab Indra tegas
“kalau pak Udin,…apakah mau menerima calon mantu yang gak bisa memberi cucu untuk bapak? Tanya Tony
“ya,…tidak masalah” jawab pak Udin
“selanjutnya bu Udin,….apakah mau menerima anak saya yang tidak bisa memberikan cucu untuk ibu?” tanya Tony
“ya,.” Jawab bu Udin
“terima kasih banyak kalian sudah mau menerima anak saya apa adanya, selanjutnya, Indra,..apa kamu sudah siap?” tanya Tony,
sebenarnya itu adalah sebuah kode buat Indra, maksudnya supaya Indra nanti mengundurkan diri
“saya siap” jawab Indra
“dulu pernah ada orang yang menawarkan 100 juta dollar untuk mendapatkan Siti, tapi aku tolak,……..menurutmu, berapa nilai harga yang pantas untuk mendapatkan anakku ?”
“anak bapak tak ternilai harganya”
“kamu benar,…..bagiku dia tak ternilai harganya, ….seluruh dunia dan isinya tidak akan bisa menggantikannnya, dan kalau kamu ingin mendapatkannya,….kamu juga harus menyerahkan sesuatu yang tak ternilai harganya kepadaku..”
“Sesuatu apa itu pak?” tanya Indra
“NYAWAMU”
“AYAH” tegur Siti yang dari tadi hanya diam saja,
Tony melirik ke anaknya lalu memberikan isyarat penolakan dengan tangan kirinya
“dengarkan baik-baik Indra Saputra,…kalau aku menyerahkan anakku kepadamu tapi kamu malah menyakitinya, mengkhianatinya, menduakannya, menyia-nyiakannya, apalagi sampai menceraikannya,……maka aku bersumpah,….akan aku penggal kepalamu lalu kumasukkan kepalamu kedalam toples kaca yang ada didepanmu”
DEEGGGGGGGGG
Suasana langsung berubah mencekam, aura mengerikan dari seorang Tony Stroke terasa menyelimuti ruangan ini,… ternyata inilah alasan Tony meletakkan toples kosong di meja makan.
“kamu boleh mengundurkan diri dan bisa pulang dengan selamat” tambah Tony
Semua terdiam, begitu juga Siti yang sepertinya tidak setuju dengan syarat yang di ajukan ayahnya,…dalam pikirannya, mana mungkin ada lelaki yang mau menikah dengannya kalau nyawa yang jadi taruhannya.
Pak Udin lalu menggenggam tangan anaknya dan berkata
“Ndra, kita pulang aja,…bapak gak mau lihat kamu mati terus kepalamu dimasukkan kedalam toples itu”