Kaskus

News

dragonroarAvatar border
TS
dragonroar
Dampak Lockdown di Korea Utara, Kemlu Pulangkan Dubes dan Diplomat RI
Dampak Lockdown di Korea Utara, Kemlu Pulangkan Dubes dan Diplomat RI
Jumat, 23 Juli 2021 16:26 Reporter : Pandasurya Wijaya




Dampak Lockdown di Korea Utara, Kemlu Pulangkan Dubes dan Diplomat RI KBRI Pyongyang bersama atlet dan pelatih mengikuti Fun Run. KBRI Pyongyang
Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri RI memutuskan untuk memulangkan sementara duta besar serta diplomat Indonesia dari Korea Utara guna merespons penguncian wilayah yang diberlakukan negara itu berkaitan dengan pandemi COVID-19.
Dilansir dari Antara, Kamis (23/7), menurut Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, sejak akhir 2020 pemerintah Korea Utara telah mempersilakan perwakilan asing di Pyongyang untuk sementara waktu memindahkan atau memulangkan staf diplomatik asing/organisasi internasional di negara tersebut.
“Imbauan ini diberikan mengingat pemerintah Korea Utara telah melakukan lockdown dengan menutup akses lalu lintas orang dan barang. Kebijakan ini diberlakukan oleh pemerintah Korea Utara sejak awal pandemi hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Faizasyah kepada ANTARA, Kamis, mengonfirmasi tentang pemulangan para diplomat Indonesia dari Pyongyang.
Tidak hanya Indonesia, hampir semua kedutaan asing di Pyongyang juga telah melakukan langkah penyesuaian terkait dengan pelaksanaan misi diplomatik mereka di Korea Utara.
Lebih lanjut Faizasyah menegaskan bahwa pemulangan para diplomat Indonesia tidak berkaitan dengan hubungan bilateral kedua negara, yang dipastikan terjalin dengan baik hingga saat ini.
“Keputusan Indonesia untuk melakukan penyesuaian pelaksanaan misi diplomatik untuk Korea Utara telah dibahas secara detail dengan pemerintah Korea Utara. Langkah penyesuaian ini juga dilakukan dengan fasilitas penuh otoritas Korea Utara,” kata dia.
“Pelaksanaan misi diplomatik dilakukan dari Jakarta, sampai situasi memungkinkan bagi misi diplomatik kembali ke Pyongyang,” tutur Faizasyah, menambahkan.
Sejak pandemi virus corona mewabah di dunia pada Februari 2020, Korea Utara belum melaporkan adanya kasus COVID-19 kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga tidak diketahui benar situasi atau penanganan pandemi di negara itu.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa kegagalan untuk menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi virus corona telah menyebabkan "krisis besar" dan dia menghukum pejabat partai yang berkuasa karena mempertaruhkan keselamatan negara dan rakyat, menurut laporan kantor berita negara KCNA awal Juli lalu.
Meskipun Korea Utara belum secara resmi mengonfirmasi kasus COVID-19—posisi yang dipertanyakan oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat—tetapi negara tertutup itu telah memberlakukan tindakan anti virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik. [pan]

https://www.merdeka.com/dunia/dampak...plomat-ri.html
0
816
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.3KThread57.4KAnggota
Tampilkan semua post
dragunov762mmAvatar border
dragunov762mm
#2
Sampai tanggal 8 Juli 2021, Korut masih klaim bahwa mereka itu nol kasus,
Hal yang sama sekali tidak dipercayai para ahli.emoticon-Big Grin

Sewajar-wajarnya Jong Un,
Dia pasti udah disuntik Pfizer atau Moderna.
Rakyatnya?
Kalo dibiarkan mati pun,
Ya wajar saja.emoticon-army
Bayangin hampir dua tahun pandemi,
Belum juga ada program vaksinasi di sana
Namanya juga diktator.emoticon-army

Itung-itung program pengurangan beban penduduk dan lawan politik tanpa harus buang-buang peluru.emoticon-Leh Uga
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.