Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
muliatama007Avatar border
chrysalis99Avatar border
gembogspeedAvatar border
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.6K
6.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.7KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#3473
BAGIAN 50
KARMA
part 1


Malam yang pilu telah dialami Hayati. Kematian Arsal membuat dirinya kembali dipenuhi rasa dendam dan penyesalan seperti dahulu ketika ia menjadi kuntilanak. Hayati dendam kepada komplotan begal yang menyerangnya dan membunuh Arsal seperti halnya dahulu ketika ia dendam terhadap Bram yang mendorongnya ke jurang.

Begitu juga dengan penyesalan. Ia menyesal karena telah menolak ungkapan perasaan cinta Arsal seperti halnya dahulu ia tak peka dengan perasaan Yadi dan ia menyesalinya ketika sekarat setelah didorong oleh Bram ke dalam jurang.

Akan tetapi sekarang rasa dendam dan penyesalan itu langsung terbalaskan oleh bantuan iblis mata kuning yang menghuni di dalam dirinya. Karma menawarkan bantuan kepada Hayati secara cuma cuma. Ia hanya meminta Hayati untuk tetap menjadi wadahnya. Hayati pun menyetujui keinginan Karma.

Karma memberikan kekuatan iblis nya kepada Hayati untuk balas dendam, ia dengan brutal membantai para begal.

Setelah pembantaian, Hayati terbang mengelilingi kota untuk mencari jalan pulang ke rumah, namun Karma juga menguasai tubuh Hayati. Selama perjalanan menuju rumah, Karma menebarkan teror dan aura balas dendam kepada orang orang. Imbasnya, orang orang itu jadi ramai ramai saling membalaskan dendam. Banyak terjadi perkelahian di sepanjang jalan yang di lewatinya.

Hayati tak bisa menahan Karma, ia harus secepatnya tiba di rumah agar tak menciptakan konflik yang jauh lebih besar. Akhirnya Hayati tiba di rumah ketika subuh menjelang. Ia terhempas ke permukaan tanah dengan keras sehingga menimbulkan suara gaduh.

Hayati berdiri perlahan, lalu berjalan menuju rumah. Ia mengetuk pintu dengan keras. Tak lama Fathya membuka pintu. Ia terkejut dengan sosok wanita telanjang yang memiliki sepasang tanduk dan sayap di tubuhnya.

"ARRRRRGGGHHHH!!!! SIAPA KAMU??" teriak Fathya.

Fathya terjengkang ke lantai, Hayati tidak menjawab pertanyaan Fathya, ia memilih untuk langsung masuk ke rumah dan menutup pintu.

Teriakan Fathya membuat semua penghuni rumah terkejut, mereka pun keluar dari kamar menuju ruang tamu. Miramareu dengan wujud kuyangnya melayang dengan cepat menuju Sumber suara. Begitu pula Dolores dan Lenggayu yang muncul dengan menembus dinding.

Mereka semua terkejut dengan kehadiran sosok wanita itu. Dolores dan Lenggayu kompak berteriak ketakutan. Akan tetapi Miramareu langsung mengenali bahwa wanita itu adalah. Hayati.

"Mala? Kamu kenapa jadi begini?" tanya Miramareu.

Dolores, Lenggayu dan Fathya semakin terkejut mendengar omongan Mirmareu.

"Dia ini Mala?" tanya Dolores yang melototi Miramareu.

"Iya Nyonya...dia ini anak kita" jawab Miramareu.

Tiba tiba Hayati menghampiri Miramareu, lalu ia memeluk organ tubuh melayang itu sambil menangis.

"Mira...tolong aku" gumam Hayati.

"Iya Mal...kamu kenapa jadi kayak gini?" balas Miramareu.

"Arsal Mir... Arsal!!"

"Dia kenapa?" sahut Fathya.

"Dia mati...Arsal udah gak ada"

Hayati kembali histeris. Para ibu tiri Hayati kompak terkejut mendengar kabar itu. Air mata mulai berlinang dari pelupuk mata Fathya. Miramareu mengajak Hayati untuk duduk. Ia juga menyuruh Fathya untuk membawakan dua helai handuk guna menutupi tubuh Hayati. Dolores pun ikut menangis, ia menghampiri Hayati, lalu memeluknya.

Tak lama Fathya kembali dengan membawa handuk, ia langsung menyelimutkannya ke tubuh Hayati.

"Jelasin pada kami, kenapa kamu jadi begini? Dan kenapa Arsal mati?" tanya Miramareu.

"Iya Mala, ik jadi penasaran, ik kasihan sekali sama kamu" tambah Dolores.

Hayati berusaha menghentikan tangisannya dengan mengatur napas. Lenggayu mulai menghampiri Hayati, ia menyeka air mata Hayati dengan selembar kain putih. Ia kemudian memegang erat kedua tangan Hayati.

"Tenangin dirimu Mal! Kita semua sekarang jagain kamu" kata Lenggayu.

Hayati mulai tenang, ia berhasil menghentikan tangisannya yang histeris. Ia memandangi wajah para ibu tirinya yang terlihat sangat cemas.

"Arsal mati dipukuli sama begal" ungkap Hayati.

"Apaaaaah!! Kenapa bisa begitu?" Fathya terkejut.

"Malem tadi, aku dan Arsal pulang bareng seperti biasa, aku ngajakin dia makan dulu, ketika di jalan sepi tiba tiba gerombolan begal menendang motor yang kita tumpangi, aku dan Arsal jatuh ke jalan...bahkan kedua kakiku patah, abis itu para begal itu mukulin kita secara membabi buta, aku baru tau kalo ketua begal itu adalah laki laki brengsek yang pernah coba merudapaksaku dulu pas baru tiba di Jakarta, aku lemah banget, sakit kerasa di semua tubuhku, aku juga liat Arsal kepalanya dipukuli sama pentungan, terus si bos begal itu berusaha membunuhku, dia ngeggorok leherku dan menusuk dadaku sama golok"

"Terus kamu mati Mal?" sahut Miramareu.

"Kupikir aku mati, tapi nyatanya enggak, aku malah pergi ke suatu ruangan besar yang banyak jendelanya, aku ketemu sama Bendoro disana" jawan Hayati.

"Kamu ketemu Bendoro? Bukannya dia udah gak ada?" tanya Lenggayu.

"Dia bukan Bendoro Jeng Gayu, tapi sosok itu sebenernya iblis mata kuning yang bersemayam dalam tubuhku"

"Apaaaah!! Iblis mata kuning?" Miramareu sangat terkejut.

"Iya Mir, iblis itu bernama Karma, dia nunjukin dirinya sama aku karena aku udah diambang kematian, di gak mau kehilangan aku, dia menjadikan tubuhku sebagai rumah, kemudian Karma menawariku bantuan untuk membalas dendam sama begal itu"

"Bahaya Mal!! Kami jangan nerima tawaran dari iblis" sahut Miramareu.

"Aku menolaknya Mir, tapi dia gak minta balas budi sama aku, di cuma pengen tinggal di dalam tubuhku, aku bersikeras gak nerimanya, aku lebih baik mati, tapi dia akhirnya bisa membujukku setelah memperlihatkan kondisi Arsal, aki jadi kebawa emosi dan akhirnya aku nerima tawaran dia, aku kembali hidup Mir, luka lukaku langsung sembuh dalam sekejap, aku nyamperin ke Arsal yang sekarat...dan...."

Hayati kembali menangis ketika mengingat momen terakhirnya bersama Arsal. Kata kata terakhir Arsal membuat hatinya menjadi sakit. Tak hanya Hayati yang menangisi Arsal tapi Fathya, Dolores dan Lenggayu juga ikut menangis. Selama ini Arsal sudah sangat dekat dengan Hayati. Dia juga dekat dengan para ibu tiri Hayati. Walaupun pada awalnya Arsal ketakutan ketika pertama kali bertemu dengan mereka, tapi dia akhirnya bisa menerimanya. Dari semua ibu tiri Hayati, Fathya lah yang paling akrab dengan Arsal.

"Arsal gimana Mal?" bentak Fathya dengan penuh emosi.

"Dia...dia...dia...ngungakapin perasaannya sama aku, dia bilang cinta sama aku"

"Tidaaaaak!!! Arsal kenapa nasibmu malang banget" Fathya terbawa suasana dan ikut histeris. Ia lalu ditenangkan oleh Dolores.

"Dia juga bilang untuk nyampein permintaan maaf buat ibunya dan abis itu Arsal...Arsal...dia...dia meninggal"

"Ik kasihan sekali sama Arsal, dia lelaki baik, ik suka sama dia...ik ikut sedih Mala" sahut Dolores

"Terus kenapa kamu bisa berubah wujud jadi kayak gini?" tanya Miramareu.

"Aku marah, aku dendam...kekuatanku bertambah kuat, aku berniat balas dendam sama begal itu, para begal sebelumnya menyirami bensin ke tubuhku, mereka juga melempariku dengan batu, kucabut golok yang menancap di dadaku, kutantang mereka buat bertarung, mereka langsung menuerangku, salah satu dari mereka ngelemparin pematik api ke tubuhku, aku terbakar Mir, tapi aku sama sekali tak merasakan panas, tubuhku juga gak ada luka bakar, cuman pakaianku yang terbakar habis sampe aku akhirnya telanjang, ketika para begal itu mendekat, kubantai mereka dengan kejam, kupotong potong tubuh mereka, kuledakan tubuh orang yang dulu pernah mau rudapaksa aku dan akhirnya aku memelintir kepala dan mencabutnya dari tubuh ketua mereka, setelah puas tiba tiba tumbuhlah sayap dan tanduk, aku gak ngerti sama apa yang terjadi, aku panik dan aku mutusin untuk pulang ke rumah" jawab Hayati.

"Menurutku iblis itu udah menguasai tubuhmu Mal, tapi dia masih belum bisa nguasai pikiranmu, makanya wujudmu masih begitu" tanggap Miramareu.

"Mungkin aja Mir, aku telah tertipu sama Karma, sekarang aku gak tau cara ngembaliin wujudku" tambah Hayati

"Mala, lebih baik kamu istirahat dulu, kamu jangan banyak berpikir untum sekarang" sahut Lenggayu.

Hayati kembali menangis. Miramareu dan Lenggayu berusaha menenangkan Hayati. Mereka memutuskan untuk membawa Hayati ke kamarnya. Hayati dipapah oleh Lenggayu menuju kamar dan dibaringkannya di atas tempat tidur. Tampak kedua sayap Hayati menyenggol beberapa barang hingga jatuh ketika lewat.

"Mal, kamu tenangin dulu diri kamu, aku pengen ngobrol lagi sama kami, tapi nanti pas kamu udah baikan...sekarang kamu istirahat" kata Miramareu.

Lenggayu membantu Hayati memakai baju. Ia terpaksa melubangi bagian punggung baju itu agar sayap Hayati tak terganggu. Setelah semuanya selesai, Lenggayu meninggalkan Hayati.

Semalaman Hayati tak bisa tidur, ia tak henti hentinya menangis dan meratapi kepergian Arsal. Entah berapa liter air mata yang dikeluarkan Hayati. Bantal yang ditidurinya pun basah kuyup.

Pagi telah tiba, Fathya kaget ketika melihat berita di televisi tentang kejadian yang dialami Hayati. Ia memanggil semua penghuni rumah untuk menyimak berita itu. Berita itu menceritakan tentang aksi perang antar begal yang kejam. Berita itu meliput tempat kejadian perkara secara langsung. Di sana terlihat banyak potongan tubuh manusia. Cuma ada satu mayat yang utuh. Fathya langsung menyimpulkan kalau mayat yang utuh itu adalah mayat Arsal.

Polisi yang diwawancarai oleh peliput berita memberi hipotesis sementara untum kejadian itu. Polisi itu mengira telah terjadi perang antara geng begal, tapi mereka akan melakukan investigasi yang lebih mendalam untuk kejadian ini.

Miramareu memasuki kamar Hayati sambil membawa makanan diatas nampan. Hayati tengah duduk berselunjur diatas ranjang sambil melamun. Sayap dan tanduknya masih nampak.

"Mala, gimana perasaanmu sekarang? Apa udah baikan?" tanya Miramareu sambil menyajikan setumpuk nasi kuning di meja dekat tempat tidur.

"Masih belum Mir, hatiku masih kacau" keluh Hayati.

"Oke, gak apa apa kok, aku ngerti perasaan kamu sekarang, tapi kenapa sayap dan tandukmu masih ada?"

"Entahlah Mir, aku gak tau cara menghilanglangkan sayap ini, dulu ketika aku bertarung lawan Anggariti, Prameswari dan Ratu siluman, wujudku juga kayak gini tapi ketika aku meu membunuh Ratu, dia membakar kontrak milikku dan aku langsung berubah jadi manusia lagi"

"Kalo gak salah, kamu juga pernah berwujud kayak gitu pas di pulau seribu sama Cecil"

"Iya, waktu itu Cecil yang manggil iblis itu, tapi waktu itu Cecil pake kalung untuk menyadarkan ku dan mengembalikan wujudku kayak semula"

"Kalo gitu, aku mau hubungi Cecil ya, biar dia bisa ngobatin kamu"

"Jangan Mir, itu bahaya"

"Kenapa"

"Iblis ini sangat membenci keponakanku itu, aku gak mau Cecil kenapa napa gara gara iblis ini, dulu aja dia hampir mati, untung aja kamu punya cairan perawan dan Cecil bisa sehat lagi"

"Terus gimana dong kamu ngembaliin wujud mu itu? Kamu keliatan gak nyaman"

"Aku lagi berpikir untuk bisa ketemu Karma, tapi aku gak tau caranya"

"Kamu ketemu dia pas lagi sekarat kan? Berarti kamu harus masuk fase sadarkan diri"

"Mungkin lewat mimpi, tapi semalaman gak tidur"

"Baiklah kalo gitu, sekarang kamu makan ini dulu, terus minum air biar kamu gak sakit"

Hayati tanpa basa basi langsung melahap nasi kuning dengan porsi yang sangat banyak. Walaupun pikiran dan hatinya tengah bersedih, Hayati tetap semangat dengan urusan makan. Dia terap rakus seperti biasanya.

"Mala, tadi di tivi ada berita tentang kejadian yang kamu alami, di sana banyak mayat yang udah gak utuh, cuman satu mayat utuh, aku bisa pastiin mayat itu adalah Arsal, hari ini aku mau ngehubungin temenku yang kerja di kamar mayat rumah sakit polisi, aku mau ngurusin jenazahnya dan ngembaliin dia ke keluarganya"

"Aku mau ikut Mir, aku pengen menemani Arsal sampai ke liang lahat, aku juga pengen nyampein pesan Arsal ke ibunya"

"Iya boleh, tapi kamu harus kembali ke wujud normalmu! Kamu gak bisa pergi ke sana dengan sayap dan tanduk itu"

"Aku akan berusaha nemuin Karma setelah ini Mir"

"Jangan lupa minum airnya sampe habis ya!"

"Iya, makasih Mir"

Miramareu kemudian pergi dari kamar Hayati. Di luar, Fathya dan Dolores langsung menghampirinya.

"Gimana keadaan Mala?" tanya Dolores.

"Dia udah baikan Nyonya, sekarang dia lagi makan" jawab Miramareu.

"Apa sayap dan tanduknya udah ilang?" sambung Dolores.

"Belum, dia masih berwujud iblis, dia lagi nyari cara untuk bisa ketemu sama iblis itu"

"Kenapa gak panggil Cecil aja Mir?" sahut Fathya.

"Dia gak mau Cecil kesini Fat, dia takut kalo dirinya akan mencelakai Cecil, soalnya iblis itu sangat membenci Cecil" tanggap Miramareu.

"Terus gimana dong caranya biar Mala bisa nemuin iblis itu?" Sambung Fathya.

"Mala ketemu iblis itu dalam keadaan tak sadar, jadi menurutku ia harus tak sadarkan diri biar bisa ketemu"

"Berati kamu harus bikin Mala pingsan?" tanya Dolores.

"Iya Nyonya, aku udah ngasih obat penenang dalam nasi kuning itu, Hayati bakalan pingsan setelah memakannya sampe habis" jawab Miramareu.

"Cerdas sekali kamu punya otak Mir" puji Dolores.

"Makasih Nyonya, semua ini kulakukan untuk kebaikan Mala" balas Miramareu.

"Iya betul Mir, kita semua udah dapet amanah dari Mas Margo untuk menjaga dan melindungi Mala" kata Fathya.

"Oh aku jadi merindukan dia, Mas Margo ku yang baik" celetuk Dolores.

"Aku juga sama Nyonya, begitu pula sama Miramareu dan Lenggayu, kita merindukan belaian hangatnya saat memanjakan kita" tambah Fathya.

"Kalo aku rindu juga, tapi aku sama sekali belum dimanjakan sama dia, karena kita beda alam, aku manusi yang dikutuk dan Mas Margo adalah arwah gentayangan" sahut Miramareu.

"Iya sih Mir, tapi kami juga pasti sayang sama dia kan?" tanya Fathya

"Itu mah pasti Fat, yaudah sekarang aku mau siap siap pergi ke temenku, aku mau ngurusin jenazah Arsal" pungkas Miramareu.

...
Diubah oleh Martincorp 14-07-2021 07:49
key.99
chrysalis99
yudhiestirafws
yudhiestirafws dan 41 lainnya memberi reputasi
42
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.