- Beranda
- Heart to Heart
Seberapa Jauh Impian Dan Kenyataan Hidup Kalian Saat Ini??( Perbandingan Realitas )🤨
...
TS
akunkubaik
Seberapa Jauh Impian Dan Kenyataan Hidup Kalian Saat Ini??( Perbandingan Realitas )🤨
Dulu ane bercita-cita bekerja di sektor pertambangan / perminyakan.
Hal ini terinspirasi dari kakak kelas ane yang datang berkunjung ke SMA ane untuk berbagi pengalaman pada saat mereka kuliah.
Waktu itu ane udah kelas 3 SMA dan ane benar-benar memperhatikan cerita dan pengalaman kakak kelas yang sudah lulus di perguruan tinggi negeri.
Waktu itu ada 3 orang alumni yang datang yaitu Bang Romlah dari Teknik Pertambangan, Bang Tukirjan dari Teknik Informatika serta teh Anissa dari Teknik Kimia.
Aku sih jujur aja tertarik dengan cerita bang Romlah. Bang Romlah cerita kalau bekerja di Perusahaan Pertambangan itu enak. Gajinya besar, tampilan maskulin, disukai banyak cewek-cewek lalu bekerja 2 minggu dan off 2 minggu walaupun gaji tetap dihitung full 1 bulan.
Setelah mendengarkan cerita bang Romlah, ane berinisiatif untuk mencari-cari jurusan teknik pertambangan yang ada di Indonesia ini.
Oke..ane meyakinkan diri ane untuk memilih teknik pertambangan di Perguruan Tinggi yang ada di Bandung. Ane belajar keras.
Tiba lah Ujian SNMPTN dan ane kerjakan sesuai kemampuan ane.
Hasilnya : ane tidak lulus
Dulu ane berharap jika jadi staff di perusahaan pertambangan maka ane akan bergaji sekitar 50 juta per bulan.
Ane akan mempunyai rumah di daerah yang asri, sejuk dan banyak pepohonan.
Ane akan tinggal disitu bersama keluarga ane dengan satu istri, 4 anak dan 2 selingkuhan
Ane juga akan membuka peternakan dan pertanian kecil-kecilan karena ane suka beternak dan bercocok tanam.
Ane akan memelihara Kambing, Domba, Kelinci, Ayam Kampung dan Ayam Bangkok.
Ane juga akan menanam cabe, tomat, bawang merah, jagung, kacang panjang dan lain-lain.
Ane akan hidup dengan bahagia dan banyak aktivitas jika ane off bekerja dari perusahaan pertambangan yang biasanya ada di Kalimantan.
Hidup yang sederhana dan tidak banyak permintaannya yang mewah-mewah. Cukup ane bisa membesarkan anak-anak ane maka itu sudah cukup bagi hidup ane.
Lalu... bagaimana kenyataan antara harapan dan kenyataan saat ini?
Ane hanyalah pegawai/karyawan biasa dengan pendapatan sekitar 2-3 juta , cukup jauh dibandingkan yang ane impikan yaitu 50 juta/bulan.
Lalu sekarang ane tinggal di kampung yang sepi. Cita -cita ane untuk beternak dan bertani cukup mendekati karena saat ini di kampung, ane beternak ayam kampung dan menanam jagung, padi, cabe, tomat dan lain-lainnya.
Walaupun impian ane tidak tercapai tapi ane tetap bernapas untuk menyambung hidup.
Agan sista sekalian.
Impian hidup agan tercapai atau tidak?.
Bagi cerita dong.
Sebagai pembanding dan penyemangat buat ane.
Tidak usah malu-malu menceritakan kesenjangan antara harapan dengan realitas ya agan dan sista.

Hal ini terinspirasi dari kakak kelas ane yang datang berkunjung ke SMA ane untuk berbagi pengalaman pada saat mereka kuliah.
Waktu itu ane udah kelas 3 SMA dan ane benar-benar memperhatikan cerita dan pengalaman kakak kelas yang sudah lulus di perguruan tinggi negeri.
Waktu itu ada 3 orang alumni yang datang yaitu Bang Romlah dari Teknik Pertambangan, Bang Tukirjan dari Teknik Informatika serta teh Anissa dari Teknik Kimia.
Aku sih jujur aja tertarik dengan cerita bang Romlah. Bang Romlah cerita kalau bekerja di Perusahaan Pertambangan itu enak. Gajinya besar, tampilan maskulin, disukai banyak cewek-cewek lalu bekerja 2 minggu dan off 2 minggu walaupun gaji tetap dihitung full 1 bulan.
Setelah mendengarkan cerita bang Romlah, ane berinisiatif untuk mencari-cari jurusan teknik pertambangan yang ada di Indonesia ini.
Oke..ane meyakinkan diri ane untuk memilih teknik pertambangan di Perguruan Tinggi yang ada di Bandung. Ane belajar keras.
Tiba lah Ujian SNMPTN dan ane kerjakan sesuai kemampuan ane.
Hasilnya : ane tidak lulus
Dulu ane berharap jika jadi staff di perusahaan pertambangan maka ane akan bergaji sekitar 50 juta per bulan.
Ane akan mempunyai rumah di daerah yang asri, sejuk dan banyak pepohonan.
Ane akan tinggal disitu bersama keluarga ane dengan satu istri, 4 anak dan 2 selingkuhan

Ane juga akan membuka peternakan dan pertanian kecil-kecilan karena ane suka beternak dan bercocok tanam.
Ane akan memelihara Kambing, Domba, Kelinci, Ayam Kampung dan Ayam Bangkok.
Ane juga akan menanam cabe, tomat, bawang merah, jagung, kacang panjang dan lain-lain.
Ane akan hidup dengan bahagia dan banyak aktivitas jika ane off bekerja dari perusahaan pertambangan yang biasanya ada di Kalimantan.
Hidup yang sederhana dan tidak banyak permintaannya yang mewah-mewah. Cukup ane bisa membesarkan anak-anak ane maka itu sudah cukup bagi hidup ane.
Lalu... bagaimana kenyataan antara harapan dan kenyataan saat ini?
Ane hanyalah pegawai/karyawan biasa dengan pendapatan sekitar 2-3 juta , cukup jauh dibandingkan yang ane impikan yaitu 50 juta/bulan.

Lalu sekarang ane tinggal di kampung yang sepi. Cita -cita ane untuk beternak dan bertani cukup mendekati karena saat ini di kampung, ane beternak ayam kampung dan menanam jagung, padi, cabe, tomat dan lain-lainnya.
Walaupun impian ane tidak tercapai tapi ane tetap bernapas untuk menyambung hidup.
Agan sista sekalian.
Impian hidup agan tercapai atau tidak?.
Bagi cerita dong.
Sebagai pembanding dan penyemangat buat ane.
Tidak usah malu-malu menceritakan kesenjangan antara harapan dengan realitas ya agan dan sista.

Diubah oleh akunkubaik 29-06-2021 17:53
nakkasei dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.7K
82
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•40KAnggota
Tampilkan semua post
.odysius
#6
ane share 1 cerita real story
dulu kala..
pas ane semester akhir kuliah ane udah bekerja.
kuliah ambil malem pulang gawe
ada 1 temen gawe ane, lulusan accounting. usia di atas ane, lalu dia bercerita:
sebelum kerja di situ, pas baru lulus kuliah dia kerja bagian pembukuan di toko pamannya.
pamannya ini asal minang, jual semua asetnya di kampung lalu merantau ke jakarta dan membeli toko di pasar cipulir jakarta.
jual pakaian murah2.
langganan banyak dari luar jakarta dan kirim barang ke berbagai daerah.
karena temen ane bagian pembukuan, dia tau brapa omset pamannya.
gw lupa puluhan juta atau ratusan juta sebulan income pamannya,
temen gw cerita ke gw
nah begitu dia berenti kerja dari ktr dmn kita sama2 bekerja di situ,
dia menghadap pamannya bilang pengen seperti pamannya.
akhirnya dikasihlah dia 1 toko di pasar cipulir juga,
barang2 disupply dari pamannya.
nanti sistem bagi hasil.
gw pernah main ke tokonya dan dia duduk kipas2 di depan tokonya yg sepi.
tau gak brapa lama dia bertahan?
3 bulan saja.
karena sepi.
mungkin karena belum banyak langganan.
lalu dia balikin toko ke pamannya. dan dia kembali bekerja menjadi staff accounting di sebuah perusahaan.
kesimpulan dari kisah ini apa?
melihat sesuatu yg sudah jadi itu emang menggiurkan, membuat kita kepengen. tapi lom tentu kita sanggup menjalani prosesnya.
terkadang kita liat bagian enaknya aja
setiap profesi, setiap pekerjaan akan memberi income bagus kok BAGI YG BERHASIL di bidang tsb.
dan utk berhasil itu butuh proses dan waktu

dulu kala..
pas ane semester akhir kuliah ane udah bekerja.
kuliah ambil malem pulang gawe

ada 1 temen gawe ane, lulusan accounting. usia di atas ane, lalu dia bercerita:
sebelum kerja di situ, pas baru lulus kuliah dia kerja bagian pembukuan di toko pamannya.
pamannya ini asal minang, jual semua asetnya di kampung lalu merantau ke jakarta dan membeli toko di pasar cipulir jakarta.
jual pakaian murah2.
langganan banyak dari luar jakarta dan kirim barang ke berbagai daerah.
karena temen ane bagian pembukuan, dia tau brapa omset pamannya.
gw lupa puluhan juta atau ratusan juta sebulan income pamannya,
temen gw cerita ke gw
nah begitu dia berenti kerja dari ktr dmn kita sama2 bekerja di situ,
dia menghadap pamannya bilang pengen seperti pamannya.
akhirnya dikasihlah dia 1 toko di pasar cipulir juga,
barang2 disupply dari pamannya.
nanti sistem bagi hasil.
gw pernah main ke tokonya dan dia duduk kipas2 di depan tokonya yg sepi.
tau gak brapa lama dia bertahan?
3 bulan saja.
karena sepi.
mungkin karena belum banyak langganan.
lalu dia balikin toko ke pamannya. dan dia kembali bekerja menjadi staff accounting di sebuah perusahaan.
kesimpulan dari kisah ini apa?
melihat sesuatu yg sudah jadi itu emang menggiurkan, membuat kita kepengen. tapi lom tentu kita sanggup menjalani prosesnya.
terkadang kita liat bagian enaknya aja

setiap profesi, setiap pekerjaan akan memberi income bagus kok BAGI YG BERHASIL di bidang tsb.
dan utk berhasil itu butuh proses dan waktu

Diubah oleh .odysius 29-06-2021 22:21
rasta2015 dan akunkubaik memberi reputasi
2
Tutup