- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta Kita Sampai Mana?
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bayuep
#2
SMP kelas dua
-------------------------------------------------------------------------------
Sekitar satu jam lebih prolog obrolanku dengan dia,kuakui senyumnya masih menawan. kitapun tak sungkan mulai menyinggung cerita lama,kataku tentang cinta kita, faktanya hanya cerita yang diapun masih belum sadar jika dahulu dia membuatku luka.
dan kita terbawa di masa ketika rasa itu mulai ada.
Matahari baru saja sepenggala, ketika pak guru mengumumkan kalau kegiatan belajar mengajar disudahi sampai disini.
“hore.” teriak kompak anak kelas dua A SMP sebuah kampong.
“silahkan ditutup bukunya masukkan tas dan mari kita kerja kelapangan.” Lanjut guru itu.
Ya hari itu pelajaran dihentikan untuk kemudian kita berganti ke kegiatan kerja bakti. Sesuai jadwal hari itu adalah jatah kelasku kerja bakti membuat lapangan basket sekolah kita. Waktu itu kebanyakan dari teman teman lebih memilih kegiatan diluar kelas daripada harus berpikir di dalam ruangan. Sekarang aku sadar ternyata guru itu memang pintar,diantaranya mampu memanfaatkan muridnya daripada harus bayar tukang lebih banyak.
Anak anak kelas dua A pun mulai berbaris membuat rantai manusia untuk mengangkut ember berisi adukan pasir dan semen.
Tepat disampingku ada wanita kecil kulit sawo matang dengan rambut lurus sebahu. Ia sari, sebelumnya sudah kukenal tapi baru kali itu aku merasa dia begitu manis. Entah sebelumnya bersembunyi dimana manis wajahnya hingga satu tahun lebih sebelumnya kenapa aku tidak begitu mengenalnya.
Ya siapa yang tak pernah punya cinta ketika SMP, kalaupun bukan cinta mungkin lebih ke rasa suka terhadap lawan jenis.
“senang sekali ya sar. bisa menghindari pelajaran matematika bu jeki.” Aku membuka obrolan.
“iya e, makin kesini makin susah aja pelajarannya, harusnya sering-sering acara seperti ini, lumayan dapat makan siang dan segelas es gratis di kantin.” Jawab sari.
banyak obrolan berikutnya namun terbatas ingatanku tentang apa saja, percakapanku itu mulai meyakinkanku untuk mendekatinya. Diapun seperti setuju dengan langkahku. Dan pagi itupun berlalu, berakhir menyenangkan bagi seorang remaja , yang mulai mengenal suka pada wanitanya.
Sekitar satu jam lebih prolog obrolanku dengan dia,kuakui senyumnya masih menawan. kitapun tak sungkan mulai menyinggung cerita lama,kataku tentang cinta kita, faktanya hanya cerita yang diapun masih belum sadar jika dahulu dia membuatku luka.
dan kita terbawa di masa ketika rasa itu mulai ada.
Quote:
Matahari baru saja sepenggala, ketika pak guru mengumumkan kalau kegiatan belajar mengajar disudahi sampai disini.
“hore.” teriak kompak anak kelas dua A SMP sebuah kampong.
“silahkan ditutup bukunya masukkan tas dan mari kita kerja kelapangan.” Lanjut guru itu.
Ya hari itu pelajaran dihentikan untuk kemudian kita berganti ke kegiatan kerja bakti. Sesuai jadwal hari itu adalah jatah kelasku kerja bakti membuat lapangan basket sekolah kita. Waktu itu kebanyakan dari teman teman lebih memilih kegiatan diluar kelas daripada harus berpikir di dalam ruangan. Sekarang aku sadar ternyata guru itu memang pintar,diantaranya mampu memanfaatkan muridnya daripada harus bayar tukang lebih banyak.
***
Anak anak kelas dua A pun mulai berbaris membuat rantai manusia untuk mengangkut ember berisi adukan pasir dan semen.
Tepat disampingku ada wanita kecil kulit sawo matang dengan rambut lurus sebahu. Ia sari, sebelumnya sudah kukenal tapi baru kali itu aku merasa dia begitu manis. Entah sebelumnya bersembunyi dimana manis wajahnya hingga satu tahun lebih sebelumnya kenapa aku tidak begitu mengenalnya.
Ya siapa yang tak pernah punya cinta ketika SMP, kalaupun bukan cinta mungkin lebih ke rasa suka terhadap lawan jenis.
“senang sekali ya sar. bisa menghindari pelajaran matematika bu jeki.” Aku membuka obrolan.
“iya e, makin kesini makin susah aja pelajarannya, harusnya sering-sering acara seperti ini, lumayan dapat makan siang dan segelas es gratis di kantin.” Jawab sari.
banyak obrolan berikutnya namun terbatas ingatanku tentang apa saja, percakapanku itu mulai meyakinkanku untuk mendekatinya. Diapun seperti setuju dengan langkahku. Dan pagi itupun berlalu, berakhir menyenangkan bagi seorang remaja , yang mulai mengenal suka pada wanitanya.
Diubah oleh bayuep 28-06-2021 07:53
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3

