News
Batal
KATEGORI
link has been copied
472
Lapor Hansip
21-06-2021 09:04

Sentil Eko Kuntadhi Tuding Kartun Taliban, Ernest: Belum Kebagian Jatah Komisaris ya?

Sentil Eko Kuntadhi Tuding Kartun Taliban, Ernest: Belum Kebagian Jatah Komisaris ya?

Komika sekaligus sutradara film, Ernest Prakasa, turut mengomentari soal tudingan bahwa kartun animasi Nussa mempromosikan Taliban.

Dalam keterangan tertulis, Ernest Prakasa menyindir salah satu pihak yang melontarkan tudingan kartun Nussa mempromosikan Taliban, yakni Eko Kuntadhi.

Ernest Prakasa mempertanyakan soal jatah komisaris yang mungkin belum didapatkan oleh Eko Kuntadhi, terkait unggahannya yang menuding kartun animasi Nussa menyelipkan promosi soal penampilan anak Taliban.

Baca Juga: Prediksi Euro 2020 Grup C Ukraina vs Austria, Laga Hidup Mati bagi Zhovto-Blakytni dan Burschen Unsere

"Belum kebagian jatah komisaris ya Mas? Semoga segera, amin!" ujar Ernest, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @ernestprakasa.

Cuitan Ernest Prakasa.

Cuitan Ernest Prakasa. Tangkap layar Twitter @ernestprakasa
Tak hanya menyentil Eko Kuntadhi dengan pertanyaan perihal jatah komisaris, sang komika juga membeberkan pendapatnya tentang kartun animasi Nussa.

Menurutnya, Nussa tak hanya menjadi sarana promosi nilai-nilai positif, tetapi juga menjadi salah satu lokomotif industri animasi dalam negeri.

"Selain mempromosikan nilai-nilai yang positif, Nussa juga salah lokomotif industri animasi dalam negeri," tuturnya.

Lebih lanjut, sutradara film Cek Toko Sebelah itu pun menyemangati Produser Eksekutif film Nussa, Angga Dwimas Sasongko, agar bisa membawa serial kartun tersebut ke tempat yang lebih tinggi.

"Semangat terus bawa Nussa ke tempat yang lebih tinggi bro @anggasasongko," kata Ernest Prakasa.

Untuk diketahui, sebelumnya marak beredar tudingan yang menyebutkan bahwa kartun animasi Nussa secara diam-diam mempromosikan Taliban.

Promosi Taliban tersebut diduga dilakukan melalui gambaran baju yang dikenakan oleh tokoh utama dalam kartun tersebut, yakni Nussa.

Nussa sendiri digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang sehari-harinya selalu mengenakan baju gamis berwarna hijau dan celana panjang, serta peci putih.

Penampilan Nussa ini disebut-sebut mirip dengan penampilan anak-anak Taliban.

Akibatnya, muncul tudingan yang menyebutkan bahwa pihak tertentu berniat untuk mempromosikan Taliban secara tidak langsung melalui kartun Nussa tersebut.

Salah satu yang melontarkan tudingan tersebut adalah Eko Kuntadhi dan Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean bahkan mewanti-wanti agar publik waspada terhadap propaganda sesat dari pihak-pihak yang mengaku orang Indonesia.

"Waspadai propaganda sesat orang2 yang mengatasnamakan Indonesia. Bedakan anak Indonesia dengan anak2 Taliban..!!" ujar mantan politisi Partai Demokrat itu.***

https://depok.pikiran-rakyat.com/nas...aris-ya?page=3

Bisa aje
Diubah oleh kaskus.infoforum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ipanpun dan 30 lainnya memberi reputasi
27
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Sentil Eko Kuntadhi Tuding Kartun Taliban, Ernest: Belum Kebagian Jatah Komisaris ya?
21-06-2021 09:16
udah pasti ini propaganda, Indonesia itu tidak pantas dicerminkan gamis dan peci putih. Mending kaya upin dan ipin, gk mencerminkan agama apapun.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kireta_kun dan 23 lainnya memberi reputasi
18 6
12
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 10:00
Sah2 aja. Dari sisi pemasaran kan uda beda pasar yang dijangkau. Tugas org tua memilah tontonan anak. Sekiranya menurut kalian gk pantas. Jgn dibiarin nonton. Hanya krna yang bikin org dari suatu daerah dan dibikin di daerah teraebut. Gk harus mencerminkan budaya setempat toh.
0
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 10:14
nggak pantas dari mananya?

logika sehat, suatu daerah pasti akan mencerminkan kondisi kultural yang dimiliki oleh kaum mayoritas.

gua sih cuman beberapa kali aja liat itu kartun, emang lebih mempertontonkan life style yang islami.
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 10:18
@The.Lord.of.Uni budaya kita di zaman 90an tidak ad yg sprti itu. Anak2 Indonesia dr dlu terbiasa pakai pakaian ya kaus, celana, rok, dan terusan. Emg anak kecil siapa yg mau lihat secar birahi??
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 10:19
@winterstrom22 Nusantara dan Indonesia blm smpai sana kualitas Orang Tuanya. Zaman pandemi aja, banyak yg teriak2 hanya karena skolah daring.
0
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 10:32
klo loe bayarin dia buat film yang bhineka2 an ya monggo protes, klo ngga ya diem aja...ceruk komersil yang disasar siapa yang kebakaran siapa..klo mau yang kyk upin-ipin ya bikin..
upin ipin dulu jg ga laku disini, sebelum dibeli tv9 malaysia kan itu kartun bikinan orang itb indonesia...kenapa waktu masih awal dulu loe ga dukung kartun ipin upin? setelah dibeli malaysia baru loe sanjung2, goblog ini namanya
2
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 10:41
@TaengBee hanya krna beda pemikiran dgn sebagian org. Masa harus ada yg berhenti berkarya. Tanggung jawab moral dan pendidikan anak kita jangan diserahkan ke rumah produksi filim. Itu urusan kita sebagai org tua. Mreka juga punya target bisnis. Kita punya pilihan.
0
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 11:41
@TaengBee
yang namanya budaya, pastilah berubah.

tak ada yang tak berubah di dunia ini.

lagian juga, kayaknya, itu orang otak pada miring, cuman ambil kesimpulan dari pakaian doang.

kalo mau dikritisi, kritisi isi kartunnya, apa yang disampein. gitu lho.

dungu jangan dipelihara
-1
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 11:44
@TaengBee
Nanggung, budaya sebelum eropa masuk aja, yang cewek toketnya gak ditutupin.
0
profile picture
kaskuser
21-06-2021 11:45
@Tokainosuke memang klo Kadrun sukanya radikul, klo gk tutup semua smpe sisa mata, klo gk buka semua nampak toket dan vajayjay. Parah memang kaum Kadrun.
0
profile picture
kaskuser
21-06-2021 11:46
@winterstrom22 ketika kaum itu dikasih ruang, maka mereka akan meminta lebih.
0
profile picture
kaskuser
21-06-2021 11:47
@The.Lord.of.Uni jangan pernah kasih ruang utk ideologi2 yg dibawa smaa Felix Siao. Dikasih satu, maka mereka akan meminta lebih. Itu sdh rumusnya.
2
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 13:49
@TaengBee
emang minta apa mereka?

emang tuh kartun isinya apa?

nggak jelas isi otak elu sekobokan. mirip orang mabok menceracau, nggak jelas abis.
0
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 14:22
@TaengBee @The.Lord.of.Uni setuju ame ente kali ini
0
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 16:04
@Tokainosuke @TaengBee

Di film silat macam angling darma itu pendekar wanitanya malah bertelanjang bahu semua.
Pake kemben.
-1
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 16:06
@Tokainosuke @TaengBee

Toket ga ditutupin itu cuma ada di film porno.
Lha sejak kapan juga televisi indo nayangin film porno.
-1
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 18:58
0
profile picture
kaskuser
21-06-2021 22:01
@The.Lord.of.Uni lihat dokumenter Zero Tolerance dari Channel DW Documentary di Youtube. Jangan tutup mata, lama2 jadi Timur Tengah dan sekitarnya Indonesia kita ini.
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 22:04
@yellowmarker [mention]F_U[/mention] Berarti otak lu memang udah blangsak dari bawaan. Itu cuman jokes, dan yg nonton pun harus ada ditemani orang tuanya kok. Dan itu pun cuman kecelakaan. Memang Kadrun klo gk tutup semua, maka harus dibuka semua. Anjay radikul sekali.
0
profile picture
kaskus geek
22-06-2021 05:48
bener banget gan cma org goblok yg dukung taliban teroris itu...
1
profile picture
kaskus addict
22-06-2021 06:22
seharusnya memang MC nya tuh ke indonesiaan dengan memakai sarung dan peci. jangan lupa Pancasialis.... tapi si pembuat animasi maunya si MC masih keturunan arab mungkin.. biar kelihatan hijrah..menarik buat ortu / remaja / anak2 yg lagi hijrah...
1
Memuat data ...
1 - 20 dari 40 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia