- Beranda
- Heart to Heart
Selalu memikirkan eksistensi tuhan
...
TS
max.well
Selalu memikirkan eksistensi tuhan
Gw udah berkali2 mengurungkan niat buat trit ini, tapi gw terus terbebani dg pemikiran ini.
gak mungkin juga gw curhatin di RL, bisa di hujat gw.
trit gw dulu yg agak berkaitan link
Jadi makin lama gw makin memikirkan "apakah tuhan itu ada?"
sebenarnya gw ga ingin mempengaruhi orang lain untuk mengikuti jalan gw.
tapi gw makin lama makin buntu saja.
dulu gw sempet jadi orang yg agak religius (sekala wajar), tidak sampai fanatik buta cem K-Drone.
gw jarang berdoa meminta sesuatu ke tuhan. seumur idup, doa permintaan gw masih bisa diitung jari, kenapa? karena gw ikhlas beribadah, bukan karena ada maunya.
dan hampir semua doa gw dulu terkabul, kecuali doa permintaan yg ga penting.
salah 1 nya, doa gue biar suatu saat gw bakal sukses dan kaya. dan sudah terkabul.
tapi... gw berusaha keras untuk itu, belajar terus menerus, gagal bangkit lagi.dst hingga mencapai pencapaian saat ini.
seiring meningkatnya ilmu pengetahuan gw, gw makin jauh dari agama (makin pudar).
gw suka belajar sejarah, dokumenter.dll dari berbagai sudut pandang.
dari jaman dulu agama itu sudah ada buanyak sekali, malah tiap suku dan empire memiliki kepercayaan masing2.
dan kebanyakan agama2 itu digunakan untuk mengelabuhi secara massal, mencari masa, people power, mendapat kekuasaan.dll
banyak pula pemuka2 agama yang malah merendahkan ajarannya sendiri.
bahkan gw menemukan banyak celah dalam aturannya.
agama/kepercayaan bisa menjadikan manusia menjadi lebih berakal
tapi agama juga bisa menjadikan manusia lebih buruk dari hewan.
tapi bukan berarti gw ga mendukung adanya agama ya, agama itu baik, selama tidak ada orang yang mengotorinya.
...
gak mungkin juga gw curhatin di RL, bisa di hujat gw.
trit gw dulu yg agak berkaitan link
Jadi makin lama gw makin memikirkan "apakah tuhan itu ada?"
sebenarnya gw ga ingin mempengaruhi orang lain untuk mengikuti jalan gw.
tapi gw makin lama makin buntu saja.
dulu gw sempet jadi orang yg agak religius (sekala wajar), tidak sampai fanatik buta cem K-Drone.
gw jarang berdoa meminta sesuatu ke tuhan. seumur idup, doa permintaan gw masih bisa diitung jari, kenapa? karena gw ikhlas beribadah, bukan karena ada maunya.
dan hampir semua doa gw dulu terkabul, kecuali doa permintaan yg ga penting.
salah 1 nya, doa gue biar suatu saat gw bakal sukses dan kaya. dan sudah terkabul.
tapi... gw berusaha keras untuk itu, belajar terus menerus, gagal bangkit lagi.dst hingga mencapai pencapaian saat ini.
seiring meningkatnya ilmu pengetahuan gw, gw makin jauh dari agama (makin pudar).
gw suka belajar sejarah, dokumenter.dll dari berbagai sudut pandang.
dari jaman dulu agama itu sudah ada buanyak sekali, malah tiap suku dan empire memiliki kepercayaan masing2.
dan kebanyakan agama2 itu digunakan untuk mengelabuhi secara massal, mencari masa, people power, mendapat kekuasaan.dll
banyak pula pemuka2 agama yang malah merendahkan ajarannya sendiri.
bahkan gw menemukan banyak celah dalam aturannya.
agama/kepercayaan bisa menjadikan manusia menjadi lebih berakal
tapi agama juga bisa menjadikan manusia lebih buruk dari hewan.
tapi bukan berarti gw ga mendukung adanya agama ya, agama itu baik, selama tidak ada orang yang mengotorinya.
...
nowbitool dan 4 lainnya memberi reputasi
5
3.2K
61
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•40KAnggota
Tampilkan semua post
TS
max.well
#2
Dulu pas masih kecil, gw sempat mendengar.
"Jangan berusaha berfikir tentang keberadaan tuhan, yang penting itu yakin dan percaya"
Dulu gw iyain dan gw jauhkan pikiran gw untuk memikirkan akan keberadaanya.
Karena gw tipikal pemikir, jadi makin lama gw semakin memikirkannya.
Dari sejarah, sudah berapa banyak orang yang melakukan hal kejam dan tak masuk akal karena keyakinan.
Seolah keyakinan itu menghambat potensi pola pikir manusia.
Dan gw juga berfikir
Memang sudah menjadi instring bagi manusia untuk menyembah sesuatu, seolah manusia memang didesain untuk menyembah sesuatu.
Update:
Berhubung banyak yg gagal paham point gw, jadi gw buat contoh cerita.
Aggap saja gw suku Aztec, nah gw adalah orang yang cukup religius dan mengikuti perintah petinggi-petinggi agama.
Gw sering ditugaskan menculik atau memaksa orang2 tak bersalah dan menjadikannya pengorbanan ke "Tuhan/dewa", orang2 itu dibunuh, diambil jantungnya saat masih hidup, dan melakukan hal keji lainnya untuk memuaskan para dewa.
Bahkan gw hanya terdiam tak bertindak meski kerabat, tetangga gw dikorbankan, kenapa ?
Karena kata petinggi agama, jika tidak melakukan pengorbanan manusia, dewa akan marah.
Matari tidak akan terbit, hujan tidak akan turun.dll jadi gw terpaksa melakukannya agar gw dan manusia lain tak dihukum.
Dan suatu saat gw berpergian ke penjuru dunia dan mempelajari hal2 baru, gw makin pinter, dan sadar matahari tetap terbit meski tanpa pengorbanan.
Ternyata semua kegiatan2 dan pengorbanan itu hanyalah sia2.
Dewa yang mereka agung2kan hanyalah ilusi dan cerita semata, malah para petinggi itu memanfaatkan hal itu demi kekuasaan.
Begitulah kira-kira
"Jangan berusaha berfikir tentang keberadaan tuhan, yang penting itu yakin dan percaya"
Dulu gw iyain dan gw jauhkan pikiran gw untuk memikirkan akan keberadaanya.
Karena gw tipikal pemikir, jadi makin lama gw semakin memikirkannya.
Dari sejarah, sudah berapa banyak orang yang melakukan hal kejam dan tak masuk akal karena keyakinan.
Seolah keyakinan itu menghambat potensi pola pikir manusia.
Dan gw juga berfikir
Memang sudah menjadi instring bagi manusia untuk menyembah sesuatu, seolah manusia memang didesain untuk menyembah sesuatu.
Update:
Berhubung banyak yg gagal paham point gw, jadi gw buat contoh cerita.
Aggap saja gw suku Aztec, nah gw adalah orang yang cukup religius dan mengikuti perintah petinggi-petinggi agama.
Gw sering ditugaskan menculik atau memaksa orang2 tak bersalah dan menjadikannya pengorbanan ke "Tuhan/dewa", orang2 itu dibunuh, diambil jantungnya saat masih hidup, dan melakukan hal keji lainnya untuk memuaskan para dewa.
Bahkan gw hanya terdiam tak bertindak meski kerabat, tetangga gw dikorbankan, kenapa ?
Karena kata petinggi agama, jika tidak melakukan pengorbanan manusia, dewa akan marah.
Matari tidak akan terbit, hujan tidak akan turun.dll jadi gw terpaksa melakukannya agar gw dan manusia lain tak dihukum.
Dan suatu saat gw berpergian ke penjuru dunia dan mempelajari hal2 baru, gw makin pinter, dan sadar matahari tetap terbit meski tanpa pengorbanan.
Ternyata semua kegiatan2 dan pengorbanan itu hanyalah sia2.
Dewa yang mereka agung2kan hanyalah ilusi dan cerita semata, malah para petinggi itu memanfaatkan hal itu demi kekuasaan.
Begitulah kira-kira
Diubah oleh max.well 25-06-2021 04:28
biohex dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup