- Beranda
- Stories from the Heart
[SEKUEL] Diary 2 Dunia : Next Journey
...
TS
agusk1988
[SEKUEL] Diary 2 Dunia : Next Journey
Menjadi seseorang yang memiliki kelebihan itu bukan lah hal yang gampang. Selalu saja ada riak-riak kecil diluar sana yang tidak suka dengan kelebihan yang kita miliki. Bahkan terkadang mereka menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan diri kita. Namun kita harus menanggapi itu semua dengan kepala dingin... Sebab kita tak akan ada bedanya dengan mereka kalau kita menanggapi sikap mereka dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan ke kita. .
Tuhan menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan yang mengirinya .. Jadikan kelebihan yang kita miliki sebagai batu loncatan untuk membuat diri kita serta orang lain di sekitar kita menjadi lebih baik lagi.. Selalu berdoa dan pantang menyerah untuk selalu berusaha.. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil..
Inilah kisah lanjutan tentang anak manusia yang diberi kemampuan lebih oleh -Nya.. Harap patuhi segenap aturan yang berlaku di sub forum ini :
- dilarang keras , mengkopi atau menerbitkan segala isi dalam thread ini tanpa seijin penulis.
- dilarang keras junk, oot atau sara di forum ini.
- dilarang keras terlalu kepo . kalau tidak suka , tinggal abaikan.
Dan yang terakhir, terima kasih kepada para pembaca setia sub forum kaskus Stories Of The Heart. Kalian semua istimewa.
Tuhan menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan yang mengirinya .. Jadikan kelebihan yang kita miliki sebagai batu loncatan untuk membuat diri kita serta orang lain di sekitar kita menjadi lebih baik lagi.. Selalu berdoa dan pantang menyerah untuk selalu berusaha.. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil..
Inilah kisah lanjutan tentang anak manusia yang diberi kemampuan lebih oleh -Nya.. Harap patuhi segenap aturan yang berlaku di sub forum ini :
- dilarang keras , mengkopi atau menerbitkan segala isi dalam thread ini tanpa seijin penulis.
- dilarang keras junk, oot atau sara di forum ini.
- dilarang keras terlalu kepo . kalau tidak suka , tinggal abaikan.
Dan yang terakhir, terima kasih kepada para pembaca setia sub forum kaskus Stories Of The Heart. Kalian semua istimewa.
Kisah sebelum nya : Diary 2 Dunia
fajarsht dan 74 lainnya memberi reputasi
75
190.6K
870
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#504
PART 21
Karena sebelumnya sudah diberi tahu Bang David, sepulang sekolah aku pun bergegas menuju rumah Tante Yulia, mamanya Mbak Silvi.
Ntah ada urusan apa tiba-tiba Tante Yulia meminta ku untuk datang ke rumahnya.
Apa mungkin karena aku sibuk terus jarang ke rumah nya? Sehingga beliau kangen akan kehadiran ku..
Menapaki siang yang agak terik, sampai juga aku dirumah Mbak Silvi.
Sepi sekali suasana siang itu. Hanya ada satpam yang menjaga rumah Mbak Silvi. Mungkin Om Adrian sama Mbak Silvi masih belum pulang sekolah...
Tante Yulia pun beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke depan untuk membukakan pintu...
Sementara aku sendiri ya tetep saja tak beranjak dari tempat ku duduk..
Suara tadi ternyata berasal dari Mbak Silvi.. Dia sudah pulang dari sekolah.. Tampak dia kini berjalan ke tempat aku duduk..
Beriringan dengan Tante Yulia dan dua orang gadis di belakang nya..
Setelah selesai menulis, aku menerima kertas tersebut kembali dan lantas langsung menghitung nya..
Setelah menghitung nya dan berfikir beberapa saat, aku mendapatkan gambaran hari yang bagus buat acara syukuran calon adek bayi nya Mbak Silvi..
Aku, Mbak Arin dan Mbak Tasya pun pamit pulang terlebih dahulu ke Tante Yulia..
Tante Yulia mempersilahkan dan tak lupa sebelumnya meminta maaf karena telah merepotkan kami..
Justru aku yang minta maaf karena hari baik yang aku berikan ternyata begitu mendadak..
Setelah mandi, ganti baju, sholat dhuhur dan pamit kepada ibu ku, aku pun berangkat lagi ke rumah Mbak Silvi..
Ditengah perjalanan, aku berpapasan dengan Kang Paijo yang kebetulan baru pulang sekolah.. Ntah ngelayap dimana dia sebelumnya...
Melihat ku yang keluar siang-siang dengan berpakaian sopan, Kang Paijo pun bertanya kemana tujuan ku..
Setelah aku jelaskan, dia pun bilang ingin ikut dan meminta ku menunggu sebentar.. Karena dia mau pulang ke rumah untuk mandi dan berganti baju..
Semakin banyak bantuan, semakin bagus.. Aku pun tak keberatan mengajak Kang Paijo..
Berdua dengan Kang Paijo kini, aku lanjutkan perjalanan ku menuju rumah nya Mbak Silvi..
Pukul 15:30 aku sampai di rumah Mbak Silvi.. Tampak kini sebuah tenda telah terpasang di depan rumah Mbak Silvi..
Sementara di dekat garasi, aku lihat mobil Mbak Arin sudah terparkir disana...
SETTTTT...
Sekelebat bayangan hitam tiba-tiba melintas di dekat garasi Mbak Silvi.. Aku dan Kang Paijo bergegas mengejar bayangan hitam tersebut..
Mbak Arin dan Mbak Tasya keluar dari rumah dan ikut berlari mengejar ku dan Kang Paijo..
Dari belakang aku mengikuti Mbak Arin dan Mbak Tasya memasuki rumah Mbak Silvi..
Tentu saja setelah aku dan kang paijo memastikan kalau tak ada makhluk tak kasat mata yang akan mengganggu jalannya acara nanti malam..
Aku memanggil Aji Segara agar menambah jumlah anak buahnya yang berjaga di rumah Mbak Silvi...
Sepertinya Mbak Arin dan Mbak Silvi menyadari kehadiran Aji Segara dan anak buahnya.. Karena dari belakang aku lihat mereka sesekali memegangi tengkuk nya...
Karena segala sesuatu nya sudah di serahkan kepada event organizer, aku dan kang paijo hanya membantu sebagian kecil saja...
Karena memang acara syukuran ini hanya untuk keluarga besar dari Om Adrian dan Tante Yulia saja.. Serta beberapa tetangga dekatnya sekomplek..
Menjelang maghrib semua persiapan nya hampir selesai.. Tampak sesekali Mbak Silvi menyeka keringat yang menetes di leher nya..
Begitu pula dengan Mbak Arin dan Mbak Tasya.. Mungkin mereka tak terbiasa melakukan hal seperti ini..
Bukan hal yang aneh kalau mereka kelelahan...
Selepas maghrib Om Arman dan Pak Adhi datang.. Meski acaranya baru mulai selepas isya, karena keluarga, tak aneh kalau mereka datang lebih dahulu..
Mbak Citra, Bang David dan Stella pun terlihat hadir bersama mereka...
Sementara keluarga Mbak Arin datang beberapa saat setelahnya.. Mbak Rika gak tampak batang hidung nya malam itu.. Mungkin karena dia sudah harus masuk kampus..
DUARRRRR....
Sebuah ledakan tiba-tiba saja terdengar di bagian agak luar rumah Mbak Silvi.. Kontan, aku dan kang paijo pun berlari ke arah sumber ledakan tadi...
Stella dan Bang David pun ikut berlari di belakang ku..
Di dalam rumah, Mbak Citra dan Pak Adhi keheranan melihat ku yang tiba-tiba berlari keluar rumah..
Karena tak ingin terjadi kepanikan, aku pun meminta Stella dan Bang David merahasiakan apa yang tadi ku ucapkan di depan..
Karena persiapan nya sudah selesai 100%, aku, kang paijo dan yang lain langsung ke halaman belakang rumah Mbak Silvi.. Disana sudah ada Mbak Arin, Mbak Tasya dan Mbak Silvi sendiri yang telah lama menunggu..
Aku hanya tersenyum saja mendengar ancaman dari Mbak Arin...
Setelah sekian lama ngobrol di halaman belakang, acara syukuran malam itu pun akhirnya dimulai..
Ntah ada urusan apa tiba-tiba Tante Yulia meminta ku untuk datang ke rumahnya.
Apa mungkin karena aku sibuk terus jarang ke rumah nya? Sehingga beliau kangen akan kehadiran ku..
Menapaki siang yang agak terik, sampai juga aku dirumah Mbak Silvi.
Sepi sekali suasana siang itu. Hanya ada satpam yang menjaga rumah Mbak Silvi. Mungkin Om Adrian sama Mbak Silvi masih belum pulang sekolah...
Quote:
Tante Yulia pun beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke depan untuk membukakan pintu...
Sementara aku sendiri ya tetep saja tak beranjak dari tempat ku duduk..
Suara tadi ternyata berasal dari Mbak Silvi.. Dia sudah pulang dari sekolah.. Tampak dia kini berjalan ke tempat aku duduk..
Beriringan dengan Tante Yulia dan dua orang gadis di belakang nya..
Quote:
Setelah selesai menulis, aku menerima kertas tersebut kembali dan lantas langsung menghitung nya..
Setelah menghitung nya dan berfikir beberapa saat, aku mendapatkan gambaran hari yang bagus buat acara syukuran calon adek bayi nya Mbak Silvi..
Quote:
Aku, Mbak Arin dan Mbak Tasya pun pamit pulang terlebih dahulu ke Tante Yulia..
Tante Yulia mempersilahkan dan tak lupa sebelumnya meminta maaf karena telah merepotkan kami..
Justru aku yang minta maaf karena hari baik yang aku berikan ternyata begitu mendadak..
Setelah mandi, ganti baju, sholat dhuhur dan pamit kepada ibu ku, aku pun berangkat lagi ke rumah Mbak Silvi..
Ditengah perjalanan, aku berpapasan dengan Kang Paijo yang kebetulan baru pulang sekolah.. Ntah ngelayap dimana dia sebelumnya...
Melihat ku yang keluar siang-siang dengan berpakaian sopan, Kang Paijo pun bertanya kemana tujuan ku..
Setelah aku jelaskan, dia pun bilang ingin ikut dan meminta ku menunggu sebentar.. Karena dia mau pulang ke rumah untuk mandi dan berganti baju..
Semakin banyak bantuan, semakin bagus.. Aku pun tak keberatan mengajak Kang Paijo..
Berdua dengan Kang Paijo kini, aku lanjutkan perjalanan ku menuju rumah nya Mbak Silvi..
Pukul 15:30 aku sampai di rumah Mbak Silvi.. Tampak kini sebuah tenda telah terpasang di depan rumah Mbak Silvi..
Sementara di dekat garasi, aku lihat mobil Mbak Arin sudah terparkir disana...
SETTTTT...
Sekelebat bayangan hitam tiba-tiba melintas di dekat garasi Mbak Silvi.. Aku dan Kang Paijo bergegas mengejar bayangan hitam tersebut..
Mbak Arin dan Mbak Tasya keluar dari rumah dan ikut berlari mengejar ku dan Kang Paijo..
Quote:
Dari belakang aku mengikuti Mbak Arin dan Mbak Tasya memasuki rumah Mbak Silvi..
Tentu saja setelah aku dan kang paijo memastikan kalau tak ada makhluk tak kasat mata yang akan mengganggu jalannya acara nanti malam..
Aku memanggil Aji Segara agar menambah jumlah anak buahnya yang berjaga di rumah Mbak Silvi...
Sepertinya Mbak Arin dan Mbak Silvi menyadari kehadiran Aji Segara dan anak buahnya.. Karena dari belakang aku lihat mereka sesekali memegangi tengkuk nya...
Quote:
Karena segala sesuatu nya sudah di serahkan kepada event organizer, aku dan kang paijo hanya membantu sebagian kecil saja...
Karena memang acara syukuran ini hanya untuk keluarga besar dari Om Adrian dan Tante Yulia saja.. Serta beberapa tetangga dekatnya sekomplek..
Menjelang maghrib semua persiapan nya hampir selesai.. Tampak sesekali Mbak Silvi menyeka keringat yang menetes di leher nya..
Begitu pula dengan Mbak Arin dan Mbak Tasya.. Mungkin mereka tak terbiasa melakukan hal seperti ini..
Bukan hal yang aneh kalau mereka kelelahan...
Quote:
Selepas maghrib Om Arman dan Pak Adhi datang.. Meski acaranya baru mulai selepas isya, karena keluarga, tak aneh kalau mereka datang lebih dahulu..
Mbak Citra, Bang David dan Stella pun terlihat hadir bersama mereka...
Sementara keluarga Mbak Arin datang beberapa saat setelahnya.. Mbak Rika gak tampak batang hidung nya malam itu.. Mungkin karena dia sudah harus masuk kampus..
Quote:
DUARRRRR....
Sebuah ledakan tiba-tiba saja terdengar di bagian agak luar rumah Mbak Silvi.. Kontan, aku dan kang paijo pun berlari ke arah sumber ledakan tadi...
Stella dan Bang David pun ikut berlari di belakang ku..
Quote:
Di dalam rumah, Mbak Citra dan Pak Adhi keheranan melihat ku yang tiba-tiba berlari keluar rumah..
Karena tak ingin terjadi kepanikan, aku pun meminta Stella dan Bang David merahasiakan apa yang tadi ku ucapkan di depan..
Karena persiapan nya sudah selesai 100%, aku, kang paijo dan yang lain langsung ke halaman belakang rumah Mbak Silvi.. Disana sudah ada Mbak Arin, Mbak Tasya dan Mbak Silvi sendiri yang telah lama menunggu..
Quote:
Aku hanya tersenyum saja mendengar ancaman dari Mbak Arin...
Setelah sekian lama ngobrol di halaman belakang, acara syukuran malam itu pun akhirnya dimulai..
efti108 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Tutup