- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#126
Chapter 86
Quote:
Serangan laser dari mulut monster Beaters yang bernama Alphanz itu membelah daratan yang terdiri dari puing-puing. Sosok Djohan dan Hunter tidak nampak sama sekali. Kekuatan yang sangat besar dan juga menakutkan. Kepalanya berputar saat melihat sekelilingnya, kehancuran ini yang sudah dihasilkan sejauh ini. Hasrat dalam dirinya memuncak, kedua tangannya bergetar karena membayangkan betapa menyenangkannya jika menghancurkan seluruh dunia.
“HAHAHAHA!” dengan tawanya yang menakutkan, “kota ini dulu, tidak perlu khawatir karena aku akan membuat koloni di kota lainnya,” Alphanz berputar, berjalan membelakangi bekas serangannya sendiri.
Sosok Djohan kemudian terlihat tertimpa reruntuhan, asap mengepul dari seluruh badannya. Didekapnya sebuah badan tanpa kepala, berwarna keabuan milik Hunter. Tepat sebelum sinar laser itu menerjang dirinya yang terjebak pada bangkai yang mengeras, Djohan mampu melepaskan dirinya lalu bergerak cepat menuju Hunter yang masih terjebak.
Djohan berhasil melepaskannya dan pergi menjauh, namun sinar laser itu makin melebar dan mengenai tubuh mereka berdua. Tidak ingin terjebak di sana terlalu lama, Djohan dengan segenap kekuatannya keluar dari pancaran sinar laser. Tubuh yang dilapisi jirah keras itu mampu menahannya, namun Hunter yang merupakan Beaters biasa tidak sekuat itu.
Kepalanya langsung terputus ketika sinar lasernya masuk lewat sela-sela punggung Djohan. Keduanya terpental cukup jauh dan terpendam direruntuhan.
“Untung saja Beat nya masih aman, kepalanya akan tumbuh jika regennya bekerja dengan cepat,” Djohan meletakan tubuh Hunter dengan hati-hati. “sulit dibayangkan jika Lio tidak memberikan kekuatannya padaku, mungkin aku sudah mati sekarang,” Djohan kembali ke arena pertarungan dengan mencari keberadaan Alphanz.
Kakinya yang ramping dengan kuku-kuku panjang itu melangkah dengan pelan, serpihan bangunan yang diinjaknya pun seketika hancur. Alphanz belum terlalu jauh dari tempatnya barusan, kini ia merasakan ada sebuah kekuatan besar yang menghampirinya. Dirinya tersenyum ketika tahu bahwa aliran energi ini berasal dari Silver Clan.
“He…masih hidup rupanya, penciptaku Allison seringkali bercerita bahwa kalianlah pengganggu utama dalam pekerjaannya,” ucap Alphanz.
Djohan melihat sosok Alphanz dari kejauhan, bersamaan dengan itu dirinya menambah kecepatan geraknya. Angin terbelah hingga reruntuhan ikut beterbangan saat Djohan melesat dengan cepat.
“Majulah,” menantang Djohan secara terbuka.
Djohan membuat 10 bayangan dirinya saat menyerang Alphanz, namun teknik itu terlalu kuno karena sudah digunakan saat tubuh Alphanz menjadi monster Beaters berukuran besar. Kaki serangga otomatis keluar dan gerakannya cepat menghabisi langsung 10 bayangan milik Djohan.
“Di mana dirimu yang asli? Itu kah!!!” ada satu sosok Djohan yang belum hilang, yaitu yang sedang melesat kearahnya.
Satu kaki serangga memanjang dan menyerangnya, namun di luar perkiraan ternyata sosok yang kira tubuh asli Djohan ternyata hanyalah bayangan. Tiba-tiba kepala Alphanz terkena hempasan yang sangat kuat karena tinju dari Djohan tepat mengenai keningnya, tepat dipangkal tanduknya. Tidak cukup sampai di situ, Djohan mengayunkan kakinya dan membuat tubuh Alphanz terbang ke angkasa setelah menendangnya di bagian perut.
“Tak akan kulepaskan kau!” Djohan ikut menyusul ke atas menggunakan sayapnya yang sangat jarang digunakan.
Tubuh Alphanz memecah angin yang berkumpul saat terus melesat ke atas, matanya membesar karena pengalaman ini baru dirasakan olehnya. Membunuh Silver Clan akan jauh lebih menyenangkan setelah ini pikirnya. Seluruh wilayah 14 juga terlihat dari atas, senyum Alphanz merekah. Karena nantinya bukan hanya bagian kecil ini saja yang hancur, seluruh kota dipastikan akan hancur.
Alphanz membuka mulutnya, melontarkan bola-bola energi berwarna merah berukuran kecil ke arah Djohan. Namun serangan yang lambat itu bukan sebuah ancaman yang berarti baginya, liukan tubuhnya mampu menghindari semua. Sayap keluar dari pundaknya, satu kepakan mampu membuat Alphanz berhenti di udara.
“ARGH!” Alphanz menerjang turun, bersiap menghadapi Djohan.
Djohan mengepal tinjunya dengan kuat, begitu pun dengan Alphanz. Terjadi benturan di udara membuat getaran yang hebat. Dua tinju saling beradu, tidak ada yang saling mengalah karena merka saling mendorong satu sama lain. Namun Djohan merasakan tangan kanannya itu bergetar, sebuah tanda bahwa sel Beaters yang melapisi tangannya itu kehilangan fokusnya.
“Ada apa?!” Alphanz yang merasakannya juga langsung memanfaatkan kesempatan ini, dua buah kaki serangga keluar dan menusuk tangan kanan Djohan. Di luar dugaan kaki serangga itu mampu menembus lapisan jirah, hingga bagian dalam kulit Djohan. Ujung kaki serangga keluar dari lapisan bawah tangan Djohan. “HAHAHA! Kau mulai melemah!” dengan posisi yang masih tersangkut Alphanz membawa Djohan menukik tajam.
Djohan mencoba melepaskan kaki serangga itu, namun tubuhnya yang bergerak cepat menyulitkan dirinya. Ia merasakan betul bahwa sel Beaters nya sudah mencapai batas, padahal sebelumnya Lio sudah memberikannya kekuatan, ternyata itu semua belum cukup.
“Maaf….,” sebuah penyesalan kepada Lio.
Alphanz menyeringai memamerkan gigi tajamnya, jatuh di posisi seperti ini akan berakibat buruk bagi Djohan. Tinggal beberapa meter lagi sebelum menyentuh tanah, Alphanz melirikan matanya ke samping. Sebuah peluru terbang menuju kepalanya. Dalam hitungan detik terjadi ledakan hebat yang membuat Djohan terlepas dengan tersendirinya dan terlempar ke tanah.
“Hah….hah……,” Gareth menarik nafasnya dengan kuat, kedua tangannya belum pulih dengan benar sehingga dirinya kesulitan memegang pistol milik kapten James itu. “untung saja aku sampai terlebih dahulu.”
Setelah berguling-guling di tanah, kondisi tangan kanan Djohan belum juga membaik. Dua buah lubang belum tertutup. Ia bangkit dan melihat Gareth dihadapannya. Padahal barusan ia melihatnya dalam kondisi yang penuh luka, berjalan normal saja sulit dilakukannya.
“Gareth, bagaimana bisa?” tanyanya heran.
Gareth melirik ke arah Djohan, “Apaan-apaan kau ini, padahal belati miliku sudah kupinjamkan tadi,” ucap Gareth dengan nada yang cukup tinggi. “apa jangan-jangan kau sengaja menyimpannya? Karena tahu kalau aku pasti kembali ke sini?” Djohan hanya tersenyum.
Sebuah belati muncul secara perlahan dari pundak Djohan, ia melemparnya ke arah Gareth.
“Sejujurnya belatimu itu tidak terlalu berguna,” membalasnya dengan nada sarkas.
“Baiklah, kita buktikan bersama.”
Sebelumnya Leah yang tersadar berbisik pada Gareth bahwa sumber energinya masih bisa digunakan, ia sangat kesal karena lagi-lagi tidak bisa berkontribusi dengan baik di misi ini. Bagian di pinggang kiri dan kanan yang berbentuk lingkaran itu merupakan baterai atau sumber energi utama pada baju tempur BASS. Bisa dipakai secara bergantian karena ukurannya sama. Gareth menggantinya dengan cepat, lalu saat ingin kembali kapten James tersadar.
Sama seperti Leah, nampaknya kapten James tidak bisa melanjutkan pertarungan kembali karena baju tempurnya dalam keadaan remuk. Kebetulan ia berada di area yang paling dekat dengan meledaknya bola energi besar yang dilontarkan oleh Alphanz. Kapten James memberikan senjata modifikasi miliknya agar dapat digunakan oleh Gareth.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan pemberian mereka ini,” ucapnya penuh tekad. “oi Silver, kau tidak apa-apa?”
“Bukankah itu pertanyaan untuk dirimu sendiri?” jawab Djohan.
Alphanz bangkit, dengan bentuk sempurna ini kemampuan regen dengan melepas kulit matinya tidak bisa digunakan lagi. Regen yang berfungsi sama seperti beaters pada umumnya.
“Kurang ajar kalian!!!!” dipenuhi dengan amarah.
“HAHAHAHA!” dengan tawanya yang menakutkan, “kota ini dulu, tidak perlu khawatir karena aku akan membuat koloni di kota lainnya,” Alphanz berputar, berjalan membelakangi bekas serangannya sendiri.
Sosok Djohan kemudian terlihat tertimpa reruntuhan, asap mengepul dari seluruh badannya. Didekapnya sebuah badan tanpa kepala, berwarna keabuan milik Hunter. Tepat sebelum sinar laser itu menerjang dirinya yang terjebak pada bangkai yang mengeras, Djohan mampu melepaskan dirinya lalu bergerak cepat menuju Hunter yang masih terjebak.
Djohan berhasil melepaskannya dan pergi menjauh, namun sinar laser itu makin melebar dan mengenai tubuh mereka berdua. Tidak ingin terjebak di sana terlalu lama, Djohan dengan segenap kekuatannya keluar dari pancaran sinar laser. Tubuh yang dilapisi jirah keras itu mampu menahannya, namun Hunter yang merupakan Beaters biasa tidak sekuat itu.
Kepalanya langsung terputus ketika sinar lasernya masuk lewat sela-sela punggung Djohan. Keduanya terpental cukup jauh dan terpendam direruntuhan.
“Untung saja Beat nya masih aman, kepalanya akan tumbuh jika regennya bekerja dengan cepat,” Djohan meletakan tubuh Hunter dengan hati-hati. “sulit dibayangkan jika Lio tidak memberikan kekuatannya padaku, mungkin aku sudah mati sekarang,” Djohan kembali ke arena pertarungan dengan mencari keberadaan Alphanz.
Kakinya yang ramping dengan kuku-kuku panjang itu melangkah dengan pelan, serpihan bangunan yang diinjaknya pun seketika hancur. Alphanz belum terlalu jauh dari tempatnya barusan, kini ia merasakan ada sebuah kekuatan besar yang menghampirinya. Dirinya tersenyum ketika tahu bahwa aliran energi ini berasal dari Silver Clan.
“He…masih hidup rupanya, penciptaku Allison seringkali bercerita bahwa kalianlah pengganggu utama dalam pekerjaannya,” ucap Alphanz.
Djohan melihat sosok Alphanz dari kejauhan, bersamaan dengan itu dirinya menambah kecepatan geraknya. Angin terbelah hingga reruntuhan ikut beterbangan saat Djohan melesat dengan cepat.
“Majulah,” menantang Djohan secara terbuka.
Djohan membuat 10 bayangan dirinya saat menyerang Alphanz, namun teknik itu terlalu kuno karena sudah digunakan saat tubuh Alphanz menjadi monster Beaters berukuran besar. Kaki serangga otomatis keluar dan gerakannya cepat menghabisi langsung 10 bayangan milik Djohan.
“Di mana dirimu yang asli? Itu kah!!!” ada satu sosok Djohan yang belum hilang, yaitu yang sedang melesat kearahnya.
Satu kaki serangga memanjang dan menyerangnya, namun di luar perkiraan ternyata sosok yang kira tubuh asli Djohan ternyata hanyalah bayangan. Tiba-tiba kepala Alphanz terkena hempasan yang sangat kuat karena tinju dari Djohan tepat mengenai keningnya, tepat dipangkal tanduknya. Tidak cukup sampai di situ, Djohan mengayunkan kakinya dan membuat tubuh Alphanz terbang ke angkasa setelah menendangnya di bagian perut.
“Tak akan kulepaskan kau!” Djohan ikut menyusul ke atas menggunakan sayapnya yang sangat jarang digunakan.
Tubuh Alphanz memecah angin yang berkumpul saat terus melesat ke atas, matanya membesar karena pengalaman ini baru dirasakan olehnya. Membunuh Silver Clan akan jauh lebih menyenangkan setelah ini pikirnya. Seluruh wilayah 14 juga terlihat dari atas, senyum Alphanz merekah. Karena nantinya bukan hanya bagian kecil ini saja yang hancur, seluruh kota dipastikan akan hancur.
Alphanz membuka mulutnya, melontarkan bola-bola energi berwarna merah berukuran kecil ke arah Djohan. Namun serangan yang lambat itu bukan sebuah ancaman yang berarti baginya, liukan tubuhnya mampu menghindari semua. Sayap keluar dari pundaknya, satu kepakan mampu membuat Alphanz berhenti di udara.
“ARGH!” Alphanz menerjang turun, bersiap menghadapi Djohan.
Djohan mengepal tinjunya dengan kuat, begitu pun dengan Alphanz. Terjadi benturan di udara membuat getaran yang hebat. Dua tinju saling beradu, tidak ada yang saling mengalah karena merka saling mendorong satu sama lain. Namun Djohan merasakan tangan kanannya itu bergetar, sebuah tanda bahwa sel Beaters yang melapisi tangannya itu kehilangan fokusnya.
“Ada apa?!” Alphanz yang merasakannya juga langsung memanfaatkan kesempatan ini, dua buah kaki serangga keluar dan menusuk tangan kanan Djohan. Di luar dugaan kaki serangga itu mampu menembus lapisan jirah, hingga bagian dalam kulit Djohan. Ujung kaki serangga keluar dari lapisan bawah tangan Djohan. “HAHAHA! Kau mulai melemah!” dengan posisi yang masih tersangkut Alphanz membawa Djohan menukik tajam.
Djohan mencoba melepaskan kaki serangga itu, namun tubuhnya yang bergerak cepat menyulitkan dirinya. Ia merasakan betul bahwa sel Beaters nya sudah mencapai batas, padahal sebelumnya Lio sudah memberikannya kekuatan, ternyata itu semua belum cukup.
“Maaf….,” sebuah penyesalan kepada Lio.
Alphanz menyeringai memamerkan gigi tajamnya, jatuh di posisi seperti ini akan berakibat buruk bagi Djohan. Tinggal beberapa meter lagi sebelum menyentuh tanah, Alphanz melirikan matanya ke samping. Sebuah peluru terbang menuju kepalanya. Dalam hitungan detik terjadi ledakan hebat yang membuat Djohan terlepas dengan tersendirinya dan terlempar ke tanah.
“Hah….hah……,” Gareth menarik nafasnya dengan kuat, kedua tangannya belum pulih dengan benar sehingga dirinya kesulitan memegang pistol milik kapten James itu. “untung saja aku sampai terlebih dahulu.”
Setelah berguling-guling di tanah, kondisi tangan kanan Djohan belum juga membaik. Dua buah lubang belum tertutup. Ia bangkit dan melihat Gareth dihadapannya. Padahal barusan ia melihatnya dalam kondisi yang penuh luka, berjalan normal saja sulit dilakukannya.
“Gareth, bagaimana bisa?” tanyanya heran.
Gareth melirik ke arah Djohan, “Apaan-apaan kau ini, padahal belati miliku sudah kupinjamkan tadi,” ucap Gareth dengan nada yang cukup tinggi. “apa jangan-jangan kau sengaja menyimpannya? Karena tahu kalau aku pasti kembali ke sini?” Djohan hanya tersenyum.
Sebuah belati muncul secara perlahan dari pundak Djohan, ia melemparnya ke arah Gareth.
“Sejujurnya belatimu itu tidak terlalu berguna,” membalasnya dengan nada sarkas.
“Baiklah, kita buktikan bersama.”
Sebelumnya Leah yang tersadar berbisik pada Gareth bahwa sumber energinya masih bisa digunakan, ia sangat kesal karena lagi-lagi tidak bisa berkontribusi dengan baik di misi ini. Bagian di pinggang kiri dan kanan yang berbentuk lingkaran itu merupakan baterai atau sumber energi utama pada baju tempur BASS. Bisa dipakai secara bergantian karena ukurannya sama. Gareth menggantinya dengan cepat, lalu saat ingin kembali kapten James tersadar.
Sama seperti Leah, nampaknya kapten James tidak bisa melanjutkan pertarungan kembali karena baju tempurnya dalam keadaan remuk. Kebetulan ia berada di area yang paling dekat dengan meledaknya bola energi besar yang dilontarkan oleh Alphanz. Kapten James memberikan senjata modifikasi miliknya agar dapat digunakan oleh Gareth.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan pemberian mereka ini,” ucapnya penuh tekad. “oi Silver, kau tidak apa-apa?”
“Bukankah itu pertanyaan untuk dirimu sendiri?” jawab Djohan.
Alphanz bangkit, dengan bentuk sempurna ini kemampuan regen dengan melepas kulit matinya tidak bisa digunakan lagi. Regen yang berfungsi sama seperti beaters pada umumnya.
“Kurang ajar kalian!!!!” dipenuhi dengan amarah.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas