- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Horor Keramat
...
TS
keramatchannel
Cerita Horor Keramat

Perkenalkan agan, saya dari channel youtube : Keramat
Masih nubi dan kemaren thread saya dibredel momod mungkin karena ngasih link youtube saya
Okelah saya tulis ulang cerita2 saya
RULES UTAMA :
DILARANG MENULIS ULANG ATAU MENCERITAKAN ULANG CERITA - CERITA DARI NARASUMBER SAYA DI PLATFORM APAPUN
SEMUA CERITA DARI NARASUMBER YG SAYA OLAH DENGAN GAYA PENULISAN SAYA
BUAT YG MAU LINK CHANNEL SILAKAN PM, TIDAK SAYA KASIH DIRECT LINK DISINI
Terima Kasih, Salam Hormat Saya
Selamat Menikmati





1. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 1
2. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 2
3. Horror Di Pabrik Gula Tua
4. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 1
5. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 2
6. Sebelum 40 Hari
7. Lelaki Darah Biru
Diubah oleh keramatchannel 18-06-2021 15:53
minakjinggo007 dan 11 lainnya memberi reputasi
10
5.1K
Kutip
34
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
keramatchannel
#7

Sebelum 40 Hari
Spoiler for s40h:
Bismillah, asalamualaikum semuanya. Apa kabar? Semoga selalu sehat sukses dan sejahtera. Kali ini ada cerita dari sebut saja david. Dia menceritakan masa kecilnya saat ada kejadian yg menghebohkan kampungnya. Nah seperti apa ceritanya, langsung saja kita simak bersama, sebelumnya jangan lupa subscribe channel ini agar kalian tidak ketinggalan cerita selanjutnya
Madiun, Oktober 1994
Namaku david, ini nama samaran sebab yg akan aku ceritakan ini bisa jadi aib untuk orang lain. Saat itu aku duduk di kelas 4 sebuah sekolah dasar di madiun. Rumahku terletak di dekat jalur rel kereta api madiun tepat sebelum melewati sungai bengawan madiun.
Aku dan teman2ku sering bermain seperti anak2 pada umumnya. Di kota kecil ini, sarana bermain kami cukup luas, hanya dengan modal lapangan / kebun warga, kami sudah bisa menciptakan banyak permainan yg asyik, seperti bermain kelereng, main petak umpet, atau main bentengan. Permainan2 yg jaman ini tergeser dengan teknologi android.
Sore itu kami main di dekat mushola tempat kami mengaji. Selesai sholat maghrib kami memutuskan pulang. Kebetulan karena rumah kami berdekatan kami pulang bersama. Kami melewati sebuah gang yg berbentuk pertigaan dengan rumah di tengahnya, orang bilang rumah tusuk sate istilahnya.
Saat kami tiba mendekat, rumah itu terlihat kedua daun pintunya terbuka lebar. Ada pula bbrp warga yg kami kenal sibuk mondar mandir di rumah itu. Makin kami mendekat, makin jelas nampak di dalam rumah itu, tepat di depan pintunya, jenazah seseorang terbujur kaku diselimuti kain jarik. Sialnya bagian muka belum tertutup. Kulihat jenazah itu ternyata jenazah pak jarwo, kepala keluarga di rumah itu.
Namanya anak kecil melihat pemandangan itu, itu cukup mengerikan bagi kami. Kami semburat berlarian pulang menuju rumah masing2. Disitulah kami mendengar kabar lelayu bahwa pak jarwo baru saja meninggal tepat waktu maghrib tadi.
Pak jarwo, dikenal sebagai orang yg galak bagi kami anak2 kecil. Dia juga dikenal pemarah dan tidak ramah bagi tetangga2 sekitar. Entah sudah berapa kali orang ini ribut dengan warga, dia tidak segan2 mendatangi orang yg bermasalah dengannya sembari membawa senjata tajam. Memang tipe2 orang kolot dan keras. Orang tuaku juga sering membicarakan ulah pak jarwo yg sering bertindak semaunya sendiri. Mungkin juga karena dia tidak dikaruniai anak, sifat kerasnya makin menjadi2
Gosip2 juga banyak berkembang. Pak jarwo ini tidak jelas pekerjaannya, namun selalu bisa membeli barang2 mahal di rumahnya. Setahuku di sekitar gang kami waktu itu hanya dia yg punya tv berwarna. Menurut bbrp orang yg suka bergosip, pak jarwo punya pesugihan atau memelihara makhluk gaib. Hal itu pula yg sering dijadikan senjata para orang tua menakuti anaknya agar tidak pulang malam, karena akan takut jika harus melewati rumah pak jarwo ketika malam hari.
Seperti kebiasaan di desa kami, jenazah pak jarwo langsung dimandikan dan dimakamkan malam itu juga. Kondisi malam itu gerimis, bapakku sebagai RT ikut membantu memakamkan pak jarwo, begitu pula bapak teman2ku. Proses pemakaman berjalan singkat, tidak sampai 2 jam bapakku sudah kembali ke rumah dengan badan penuh tanah.
“Pak jarwo ini nyusahin juga walau sudah meninggal. Sudah hujan2, pas diuruk dan dipasang nisan tau2 ada suara meletup dari kuburannya. Orang2 sampai kaget pada mau lari bu.” Begitu ucap bapakku waktu itu. Tak pelak hal itu membuat orang2 yg ikut memakamkan pak jarwo juga menyebarkan gosip aneh2 dengan asumsi mereka saat itu.
Waktu beranjak makin malam, aku sudah tertidur waktu itu, saat tiba2 aku mendengar suara pintu depan rumahku digedor bbrp kali dengan sangat keras. Saat aku terbangun, aku melihat bapak ibuku sudah ada di depan pintu dengan wajah tegang. Ibuku bersembunyi di belakang punggung bapakku. Saat aku keluar turut melihat, aku lihat pintu itu masih digebrak2 dengan keras, namun dibalik kaca pintu, kami tidak melihat satu sosok pun di luar pintu.
“Daaaarrrr, darmantoooo.. Buka pintu dar, aku haus” terdengar suara rintihan memanggil nama bapakku yg membuatku merinding hebat. Bapakku segera menyambar tubuhku dan membawa kami ke kamar belakang. Tanpa mengucap apapun, kami tidur dengan perasaan waswas malam itu.
Keesokan harinya, banyak warga berkumpul berbincang2. Ternyata kejadian semalam tidak hanya terjadi di rumahku saja, bbrp rumah warga juga mengalaminya. Sama, suara pak jarwo dan gedoran pintu membuat beberapa warga resah. Bapak2 yg bertugas siskamling malam itupun diganggu dengan penampakan pak jarwo di dekat pos ronda.
Gangguan seperti itu hampir berlangsung tiap malam, para warga apalagi kami anak2 kecil ini, hampir tidak ada yg berani beraktifitas malam hari. Setelah maghrib hampir semua warga sekitar sini mengamankan diri dalam rumah. Walaupun begitu, arwah pak jarwo tetap tiap malam meneror hampir tiap rumah warga. Mulai dari gedoran, suara2 aneh, penampakan sosok pak jarwo memakai kain pocong juga sering dilihat warga, bahkan bukan hanya malam, pernah suatu sore temanku sendirian dirumah, tiba2 dikagetkan kemunculan arwah pak jarwo yg muncul tepat di depan jendelanya hingga dia pingsan dan tubuhnya panas 3 hari.
Akhirnya warga sudah tidak tahan lagi, sore itu beberapa bapak2 warga RT berkumpul di rumahku membahas apa yg harus dilakukan menghadapi gangguan arwah pak jarwo.
“Gimana ini pak dar, sudah seminggu kita dihantui arwah pak jarwo, harus ada solusi” ujar pak gondo
“Betul pak, orang itu bukan hanya merepotkan semasa hidup, sudah mati juga masih bikin gara2” tambah pak bowo
“Gimana lagi solusinya ya kira2 bapak2. Anggota siskamling juga takut menghadapinya, berapa kali mereka dikejar sewaktu ronda, di pos juga didatangi” bapakku juga terlihat bingung menghadapi masalah ini.
Mereka berembuk dan sepakat meneruskan obrolan sepulang sholat maghrib berjamaah di masjid dekat rumah. Disana mereka bertemu pak kin dan mas mukhlisin. Pak kin adalah marbot masjid itu dan mas mukhlisin adalah seorang mahasiswa yg kebetulan pulang ke madiun dari jogja. Berdua mereka mengajar anak2 mengaji dengan gratis. Mereka merekomendasikan minta bantuan pak rom. Pak rom ini guru agama di SD tempatku bersekolah. Pak rom juga dikenal sebagai ustad senior yg sering mengisi khotbah jumat maupun ceramah2 di masjid sekitar kota.
Singkat cerita, mereka berangkat bersama sama menuju rumah pak rom yg berjarak sekitar 2 KM dari RT kami. Rupanya disana, pak rom juga sudah mendengar gosip di kampung bahwa ada arwah penasaran di RT kami. Sepakat mereka segera menuju ke rumahku lalu menyusun rencana disini.
“Jam berapa biasanya gangguan mulai muncul pak” tanya pak rom
“Biasanya jam 10 sudah mulai pak, bahkan jam 9 kemarin pernah muncul di ujung kali juga pak” sahut mas minto
“Ini pas hari ke 7 nya pak, keluarganya memang tidak tahlilan karena dirumahnya tinggal istri almarhum. Gimana kl malam ini kita kesitu saja? Siapa tau ada informasi kenapa arwah pak jarwo penasaran” ucap bapak memberi usul.
Ternyata semua yg berkumpul setuju dengan usul bapak, merekapun segera pergi ke rumah pak jarwo. Kami, para bocil2 generasi 90an tanpa dikomando ikut dari belakang dengan alasan bermain. Disana para bapak2 mengobrol dengan bu jarwo, yg sesekali terlihat menangis sesenggukan. Dari yg kutangkap, ternyata gangguan paling parah dialami bu jarwo, karena arwah penasaran itu pasti datang kesitu tiap malam. Beberapa warga yg termakan gosip bersikeras menggeledah rumah itu karena dianggap pak jarwo penasaran sebab arwahnya menjadi tumbal pesugihannya.
Namun ternyata mereka salah sangka. Pak jarwo tidak pernah jadi pelaku pesugihan model apapun. Pak jarwo ini ternyata adalah preman besar di kota ngawi yg memegang keamanan dan parkiran di banyak pasar disana, jadi dia tinggal menunggu setoran anak buahnya, sesekali jika ada masalah barulah dia berangkat kesana.
Pantas saja tempramen pak jarwo begitu, kebiasaan dan perangainya jika dipikir2 memang seperti preman. Tp warga tidak ada yg sangka, sebab dandanan dan gaya pak jarwo biasa2 saja. Namun jika punya masalah dengan warga, ya itu td, parang clurit bisa tergenggam di tangannya.
Bu jarwo menyampaikan satu hal lagi, waktu sakit sebelum meninggal pak jarwo sempat berkata
“Aku ini diremehkan di kampung sini bu, kl bener aku mati dalam waktu dekat, akan kuhantui mereka yg meremehkanku dan suka menggosipkanku aneh2”
Pantas saja. Tapi apa iya hal seperti ini harus dibiarkan? Setelah mengobrol sekitar 15 menit, para bapak2 berpamitan. Mereka punya rencana baru yaitu mencegat arwah pak jarwo malam itu. Dipimpin pak rom, mereka pergi ke kuburan tempat pak jarwo dimakamkan.
Kami lihat dari kejauhan, bapak2 mengelilingi makam pak jarwo. Mereka membacakan yasin dan tahlil dipimpin pak rom. Selesai membaca tahlil, pak rom memutar tasbihnya di samping nisan pak jarwo. Tak berapa lama, tiba2 arwah pak jarwo muncul dalam bentuk pocongan yg mengerikan. Dia muncul tepat dari makamnya, membuat beberapa orang yg mengelilinginya ada yg terlompat kaget, ada yg jatuh berguling ke arah makam lain.
“Kalian sudah punya nyali? mau mengeroyok orang yg sudah mati, hah?” ucap pocong itu
“Bukan begitu pak, ini warga pada takut kl terus menerus diganggu seperti ini” jawab pak rom dengan tegas
“Biar saja kalian terganggu, toh kalian ini tukang ngomongin orang macem2 semasa hidup hahahaha” tukas pocong itu tertawa miris
Tak butuh waktu lama, pak rom segera membaca ayat kursi dan ayat2 suci yg lain. Tp anehnya pocong itu bergeming seolah tidak terjadi apa2
“Hei rom, kalian semua, dengar baik2. Aku ini bukan setan, aku ini orang. Bedanya aku sudah mati saja, kalian nikmati saja dihantui jarwo tegel.” Begitu kata pocong itu sebelum kemudian menghilang.
Tak berapa lama, pak rom mengajak kami semua kembali ke rumahku. Anak2 kecil yg ikut menonton tak ayal berhamburan menyaksikan kejadian tsb. Takut tapi penasaran, seperti kalian saat mendengar cerita horror.
“Ndak bisa ini pak, ndak bisa diusir.” Pak rom menjelaskan setibanya di rumahku
“Waduh terus gimana ini pak, sampai kapan warga sini mau dihantui.” Jawab bapak dengan wajah khawatir
“Tenang bapak2, kl memang dia manusia dan bukan setan, biasanya 40 hari seiring waktu, arwahnya sudah tidak lagi bisa wujud di alam nyata” kata pak rom menjelaskan.
Malam itu intinya pak rom bilang bahwa kami harus menunggu hingga 40 hari kematian pak jarwo, barulah gangguan2 itu akan berakhir. Arwah pak jarwo penasaran karena memiliki dendam pada beberapa warga sekitar, apalagi sudah tempramennya yg susah memaafkan. Sudah matipun dendam tetap dibawa2 ke alam kubur.
Karena sudah tidak ada solusi lain lagi, terpaksa warga sepakat menunggu 40 hari untuk solusi selanjutnya. Malam itu pak rom diantar pulang oleh mas minto. Dan sewaktu pulang sepeda ontel mas minto diboncengi pocong pak jarwo hingga dia jatuh terjungkal di sawah.
Hari2 kami lalui dengan tetap dihantui arwah pak jarwo. Namun benar kata pak rom, semakin hari gangguannya semakin melemah, dan akhirnya menghilang di hari ke 39 pak jarwo meninggal. Bu jarwo meninggal 2 bulan setelahnya. Namun tidak seperti suaminya, bu jarwo tidak penasaran ikut menghantui kampung ini. Rumah keluarga jarwo otomatis kosong bertahun2 dan terkenal cukup menyeramkan bagi kami para anak kecil ini. Setelah lama kosong, rumah itu dijual oleh sodara pak jarwo.
Segitu dulu cerita kali ini, semoga ada hikmah yg dapat dipetik dan jadi hiburan mengisi waktu luang kalian. Jangan lupa cek pintu, jendela, dan sudut2 ruangan. Pastikan kalian aman sebelum beranjak dari cerita ini. Asalamualaikum
TAMAT
sulkhan1981 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas
Tutup