• Beranda
  • ...
  • UKM
  • Investasi Mandeg, Founder Cerdas Laundry ditunggu Investor di SOLO

anginsegar98Avatar border
TS
anginsegar98
Investasi Mandeg, Founder Cerdas Laundry ditunggu Investor di SOLO
Caption berita : Investasi Mandeg, Founder Cerdas Laundry ditunggu Investor di SOLO

Pergi dari Solo ke Palangkaraya sejak Puasa, kini Didik Mulato Ditunggu para Investor Cerdas Laundry di Solo, setelah ratusan outlet gagal dibuka hingga hari ini.

Pemilik waralaba Cerdas Laundry, Didik Mulato, diminta bertanggung jawab dan menjelaskan nasib investasi dan kelanjutan bisnis laundry yang dijanjikan kepada para investor. Penawaran investasi bisnis ini dilakukan oleh Didik Mulato sejak November 2020 melalui seminar Komunitas Bisnis Digital (KBD). “Sudah empat bulan nasib investasi kami tidak ada kejelasan,” kata WI, investor dari Pontianak pada 4 Juni 2021.

WI sudah menyetor uang Rp 25 juta untuk mendapatkan lisensi waralaba Cerdas Laundry sebagai syarat membuka outlet Cerdas Laundry. Dia juga telah membeli perlengkapan laundry dari Didik Mulato. Total investasi yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 209 juta. Namun, sampai hari ini peralatan yang dipesan belum semuanya dikirimkan dan tidak ada lagi kabar lanjutan. “Padahal biaya sewa ruko dan listrik terus jalan,” katanya.

Dia sudah mencoba menghubungi Didik Mulato melalui berbagai saluran komunikasi, namun tidak ada respon yang memadai. Tim support yang ditunjuk Didik juga tidak dapat memberikan kepastian. “Bahkan, tim support ini tidak pernah lagi menjawab panggilan telpon dan pesan WA kami,” katanya. Kondisi yang membuat dia khawatir dengan nasib investasinya. Apalagi investor yang mengalami nasib seperti dirinya cukup banyak. Salah satunya AD dari Jawa Tengah.

AD  sudah menghabiskan investasi hingga Rp 200 juta di luar sewa ruko dan kendaraan untuk antar jemput pakaian pelanggan. Dia tertarik berinvestasi di sini karena nilai keuntungan yang disampaikan Didik Mulato. Apalagi pengelolaan outlet semuanya dilakukan oleh Didik Mulato dan timnya secara autopilot. Untuk outlet dengan 10 mesin, keuntungan bulanan sekitar Rp 70-an juta. Untuk outlet dengan 5 mesin sekitar Rp 30-an juta per bulan.

Menurut AD, ruko sudah dia sewa dan sebagian perlengkapan laundry yang sudah dikirimkan akhirnya mangrak. “Ini sudah empat bulan dan tidak jelas kapan mau dikerjakan dan outlet ini dibuka,” katanya. Dia juga sulit menghubungi Didik Mulato dan tim supportnya. Salah seorang tim support bernama Pieter hanya sesekali memberikan jawaban yang mengambang. “Kami ini investor, tapi diperlakukan seperti ini,” katanya.

Penawaran investasi ini membuat banyak investor berminat menanamkan modal di waralaba Cerdas Laundry. Didik Mulato mengklaim sampai 1 April 2021 ada 1.012 pengajuan outlet baru yang berarti ada 1.012 investor yang berminat. Dari jumlah itu hanya 25 outlet yang beroperasi dalam kondisi memprihatinkan. “Jangan sampai ada korban-korban lain karena investasi ini masih ditawarkan di seminar KBD,” katanya.

Sementara itu, Didik Mulato dalam pemberitaan di batamtoday.com mengatakan keresahan investor disebabkan oleh keterlambatan pengiriman mesin karena menungu impor. Tapi, dia tidak menjelaskan kapan mesin yang diimpor akan datang.
Wiwiegv
lowonganbund520
lowonganbund520 dan Wiwiegv memberi reputasi
2
4K
27
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
UKM
UKMKASKUS Official
14.8KThread3.3KAnggota
Tampilkan semua post
heatbl4stAvatar border
heatbl4st
#6
Ga masuk aksl sih laundry bisa 70jt/ bulan. Kalo sebulan dapet 2 ton laundry dengan biaya 10rb/kg, omzetnya aja baru 20jt. Bersih brp?
Market mana di solo bisa generate laundry sampe puluhan ton/bulan?
felia17
pradanto17
pradanto17 dan felia17 memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.