- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Horor Keramat
...
TS
keramatchannel
Cerita Horor Keramat

Perkenalkan agan, saya dari channel youtube : Keramat
Masih nubi dan kemaren thread saya dibredel momod mungkin karena ngasih link youtube saya
Okelah saya tulis ulang cerita2 saya
RULES UTAMA :
DILARANG MENULIS ULANG ATAU MENCERITAKAN ULANG CERITA - CERITA DARI NARASUMBER SAYA DI PLATFORM APAPUN
SEMUA CERITA DARI NARASUMBER YG SAYA OLAH DENGAN GAYA PENULISAN SAYA
BUAT YG MAU LINK CHANNEL SILAKAN PM, TIDAK SAYA KASIH DIRECT LINK DISINI
Terima Kasih, Salam Hormat Saya
Selamat Menikmati





1. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 1
2. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 2
3. Horror Di Pabrik Gula Tua
4. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 1
5. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 2
6. Sebelum 40 Hari
7. Lelaki Darah Biru
Diubah oleh keramatchannel 18-06-2021 15:53
minakjinggo007 dan 11 lainnya memberi reputasi
10
5.2K
Kutip
34
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
keramatchannel
#2
PESUGIHAN DI LERENG GUNUNG LAWU PART 2 (END)
Spoiler for Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu:
Tiba2 tercium bau bunga kenanga semerbak menusuk hidung. Ada 3 sosok makhluk kecil membawa gada berdiri di depan pak yanto sesekali mengelilinginya, lalu sosok kecil itu berdiri berbaris di samping pak yanto.
Semak2 di depan pak yanto bergemerisik seperti ada hewan buas melewatinya. Sekejap kulihat wanita yg sangat cantik sekali muncul dari balik semak2 menuju tepat kehadapan pak yanto. Wajahnya bagai orang eropa, memakai tiara atau mahkota kecil dikepalanya. Rambutnya tergerai panjang menambah keanggunan. Dia tidak memakai sehelai benangpun di tubuhnya. Namun bukannya tergerak naluri pria ku, justru aku sangat takut. Pasalnya dari perut kebawah tubuhnya bukan lagi manusia, tp ular besar yg tidak terlihat ekornya dimana.
Hhhsssssssstttttt..... Beberapa kali dia mendesis dengan suara mengerikan, namun pak yanto terlihat tenang. Sekejap kemudian pak yanto membuka peti dan koper. Peti itu isinya beberapa kepala kambing warna hitam putih sedangkan koper berisi kain kain batik2 tua. Makhluk itu makin mendekati pak yanto, namun pria itu bergeming bahkan menatap tajam makhluk itu.
Makhluk itu mengambil kain batik dan melemparnya ke arah makhluk kecil td, seketika makhluk2 kecil td menghilang. Tiba2 wanita setengah ular itu menyambar kepala2 kambing di dalam kotak, sekali sambar kotak kayu itu terguling dan kepala2 kambing itu lenyap dimakan. Bau anyir tiba2 menyeruak dalam udara dingin malam ini. Mulut wanita ular itu penuh darah
“jangan lihat mata makhluk itu pri, itu nyi sundari. Jika kamu lihat matanya kamu bisa terhipnotis”
Aku mematung menyaksikan pertunjukan diluar akal ini. Makhluk2 kecil membawa gada td sudah kembali membawa kain batik yg skrg nampak sudah jd buntelan, dilempar buntelan itu ke depan pak yanto, ternyata penuh benda berwarna kekuningan yg bersinar di tengah malam.
Itu emas, tak salah lagi, aku pernah sekali masuk toko emas saat menjual cincin istriku untuk menyambung hidup keluarga. Dan malam ini pak yanto dalam waktu singkat mendapatkan emas sebanyak itu. Secepat kilat mbah renggo melompat kedepan, dia mengibaskan tangannya, seketika makhluk2 td terpental dengan jeritan memilukan.
“cepat jangan diam saja, bantu kami bawa buntelan2 ini” teriak mbah renggo padaku
Kami bertiga bergegeas membawa buntelan2 itu ke mobil. Pak yanto segera menyalakan mesin mobil dan mengendalikan mobilmya dengan kencang. Ternyata kami menuju sebuah pohon besar di pinggir sungai.
“kamu segera lakukan ritual terakhir yan, aku bakal tahan makhluk2 itu disini”
“nggih mbah. Pri, skrg tugasmu sebenarnya dimulai. Cepet ikut aku”
Aku mengikuti langkah pak yanto yg berlari ke belakang pohon besar itu. Ternyata disana sudah ada lubang Sedalam pinggangku dan pipa paralon didalamnya. Pak yanto segera melompat ke dalam lubang.
“cepat urug tanahnya pri, kubur aku sekarang juga. Secepatnya, jangan berpikir cepat lakukan saja. Tunggu aku sampai mbah renggo datang”
Aku langsung menuruti perintahnya, kugunakan tangan dan kakiku untuk mengubur Pak yanto hidup2. Dia merebahkan badannya dan memegang pipa paralon, nampaknya untuk bernafas di dalam kubur. Sementara kulihat dari kejauhan, mbah renggo berhadapan dengan makhluk2 itu. Namun skrg jumlahnya puluhan makhluk.
Kulihat mbah renggo ditawur makhluk2 mengerikan itu. Tubuh renta itu ternyata sangat gesit. Kulihat dia berkali2 menghindari serangan lawan sambil melepaskan pukulan dan tendangan. Saat pukulan mereka beradu sesekali, terdengar suara dentuman seperti mercon bumbung di kampung. Sesekali mbah renggo melirikku dan berteriak. Cepat selesaikan pekerjaanmu atau kita semua mati disini. Aku makin panik mengubur pak yanto, keringatku bercucuran memburu sedikit waktu yg tersisa karena mbah renggo sudah semakin terdesak kemari.
....
Akhirnya berhasil juga aku mengubur pak yanto dengan sempurna. Semua lubang telah tertutupi dengan tanah basah yg aku urug. Tak lama mbah renggo terlempar dan jatuh bbrp meter dariku.
“cukup, hentikan. Yg kalian incar sudah mati skrg. Aku tidak ada urusan dengan kalian. Kalian tunggu saja nyawanya keluar dari dalam kubur”
Mbah renggo berteriak sambil menunjuk Ke arah kuburan pak yanto. Seketika makhluk2 itu mengerubungi kuburan ini
“Ayo pergi dari sini” ucapnya sambil menarik bahuku. Aku menurut saja, kami berjalan meninggalkan pak yanto yg dikerubingi makhluk2 mengerikan itu dan mobilnya. Ternyata kami menuju ke sebuah gubug di tengah hutan. Sepertinya gubug ini dipakai para pencari kayu atau pemburu untuk beristirahat.
“mbah, pak yanto gimana”
“sudahlah, tidak ada lagi yg bs kita lakukan skrg selain menyerahkan semuanya pd gusti pengeran. Kita tunggu saja disini sampai pagi dan makhluk2 itu kembali ke istananya”
“Tp bukannya mbah bs mencoba melawan mereka?
“Namanya janji tetap janji. Mau kulawan pun kl mereka belum puas. Si yanto akan tetap dikejar. Hanya ini satu2nya cara”
“saya gak paham mbah, tp saya kuatir sama pak yanto. Kl ada apa2 sama pak yanto saya mau bilang apa sama keluarganya”
“Kamu gak akan paham dan percuma dijelaskan pri. Kita tunggu saja”
....
Kami berdua duduk terdiam. Wajahku pasti terlihat cemas sekali, tidak jauh berbeda dengan wajah mbah renggo yg juga terlihat tegang. Aku bersandar di tiang gubuk itu, tak sadar aku terlelap tidur.
“bangun pri, hari sudah pagi, kita harus periksa si yanto
Akupun terbangun, kulihat langit masih gelap, namun cakrawala sudah terlihat kemerahan terang pertanda pagi telah tiba. Kutoleh arah kuburan pak yanto, makhluk2 yg mengelilinginya sudah menghilang entah kemana.
“ayo cepat kita bongkar kuburan ini, sebelum yanto mati beneran”
Bergegas kami membongkar kuburan itu, cukup mudah karena kuburan baru. Segera kami lihat pak yanto didalam kuburan itu, posisinya diam tak bergerak dan mukanya pucat. Mbah renggo mengambil air di mobil, dikumur lalu disemburkan ke muka pak yanto. Pak yanto perlahan membuka matanya, dia masih hidup rupanya. Begitu pak yanto membuka mata buru2 dia keluar dari lubang
“Ayo cepat segera tutup lagi lubang ini, lalu segera kembali ke tempatku”
Kamipun menutup lubang itu dengan terburu2. Dengan cepat, lubang itu nampak seperti kuburan lagi. Kami bergegas masuk ke mobil dan berlalu dari tempat itu.
...
Tak berapa lama kami kembali tiba di kediaman mbah renggo, kami segera turun membawa serta buntelan emas di mobil. Kami duduk di dalam, nafas kami masih tersengal2. Mbah renggo memeriksa punggung pak yanto. Sisik seperti ular td malam telah hilang tak berbekas. Mereka berdua tak hentinya bersyukur bisa melewati malam ini.
Merekapun mulai memberi penjelasan padaku. Bahwa pak yanto dan mbah renggo berusaha menipu makhluk2 itu dengan memalsukan kematian pak yanto dan menguburnya. Hal itu dipercaya dapat memalsukan bau dan kematian pak yanto. Dengan syarat dia harus benar2 dikubur sampai matahari terbit.
Nantinya makhluk yg bertugas menjemput arwah pak yanto akan menunggui di kuburan itu tiap malam. Rencana ini rencana dari mbah renggo. Dia pula yg menunjukkan punden nyi sundari pada pak yanto. Mbah renggo bermaksud membantu pak yanto dengan cara ini rupanya.
Sedangkan emas2 td segera disuruh menjualnya ke sebuah beberapa pasar di solo, dengan maksud agar tidak terlacak makhluk2 itu. Setelah menjual emas, kami disuruh kembali ke mbah renggo, semalam menginap di rumahnya untuk memastikan semua sudah baik2 saja. Kami kembali disana dengan membawa benerapa koper besar berisi uang tunai.
Mbah renggo sama sekali tidak mengambil uang tsb, katanya kami lebih membutuhkan. Hanya, dia berpesan untuk menyebar uang satu koper kecil di pasar tawangmangu. Jika kalian pernah mendengar sebuah mobil menyebar uang kertas di pasar tawangmangu, kamilah orangnya.
....
Kami kembali ke madiun hari minggu siang, pak yanto memberiku uang yg bahkan bisa kupakai membeli rumah. Dia memberi satu syarat, agar tidak menceritakan kejadian itu. Bukannya apa2, dia khawatir jika lokasi itu ditemukan orang desa sini, banyak yg akan tergoda dan terjerumus dalam jebakan iblis2 itu.
Uang yg diberikan pak yanto kupakai untuk membeli bedak di pasar, agar istriku bs berjualan dan memutar uang. Aku sendiri, pak yanto menyuruhku bekerja untuknya menjadi orang kepercayaannya. Keadaan perekonomiannya makin membaik dan bahkan dia mengorganisir pemuda2 desa kami agar perekonomian desa makin maju.
Mbah renggo, menurut pak yanto sudah pindah dr desa itu semenjak kejadian itu. Entah kemana dia pergi, mungkin membantu orang yg membutuhkan di daerah lain sebagai brahmono kumboro alias resi yg mengembara. Kejadian ini menjadi rahasia kami bertiga, hingga aku ceritakan ke channel ini agar dituturkan kembali
Segitu dulu cerita kali ini, semoga ada hikmah yg dapat dipetik dan jadi hiburan memgisi waktu luang kalian. Jangan lupa cek pintu, jendela, dan sudut2 ruangan. Pastikan kalian aman sebelum beranjak dari cerita ini. Asalamualaikum
Tamat
(Kalo ada yg butuh link YT PM aja gan)
Diubah oleh keramatchannel 11-06-2021 01:33
sulkhan1981 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Kutip
Balas
Tutup