- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Horor Keramat
...
TS
keramatchannel
Cerita Horor Keramat

Perkenalkan agan, saya dari channel youtube : Keramat
Masih nubi dan kemaren thread saya dibredel momod mungkin karena ngasih link youtube saya
Okelah saya tulis ulang cerita2 saya
RULES UTAMA :
DILARANG MENULIS ULANG ATAU MENCERITAKAN ULANG CERITA - CERITA DARI NARASUMBER SAYA DI PLATFORM APAPUN
SEMUA CERITA DARI NARASUMBER YG SAYA OLAH DENGAN GAYA PENULISAN SAYA
BUAT YG MAU LINK CHANNEL SILAKAN PM, TIDAK SAYA KASIH DIRECT LINK DISINI
Terima Kasih, Salam Hormat Saya
Selamat Menikmati





1. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 1
2. Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu 2
3. Horror Di Pabrik Gula Tua
4. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 1
5. Perkemahan Air Terjun Coban Rondo 2
6. Sebelum 40 Hari
7. Lelaki Darah Biru
Diubah oleh keramatchannel 18-06-2021 15:53
minakjinggo007 dan 11 lainnya memberi reputasi
10
5.2K
Kutip
34
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
keramatchannel
#1
PESUGIHAN DI LERENG GUNUNG LAWU

Spoiler for Pesugihan Di Lereng Gunung Lawu:
Bismillah, asalamualaikum semuanya. Apa kabar? Semoga selalu sehat sukses dan sejahtera. Kali ini ada cerita dari mas supri. Karena cerita ini agak sensitif, maka banyak yg disamarkan ya. Mohon simak dengan pikiran terbuka, silakan ambil yg bermanfaat, buang yg buruk. Langsung saja kita masuk ke ceritanya.
Madiun, November 1998
Namaku supri, seorang lelaki freelance atau bahasa tegasnya tenaga serabutan. Aku telah berkeluarga dan memiliki seorang anak hasil pernikahan dengan istriku 3 tahun lalu. Rumah tanggaku bisa dibilang kekurangan. Aku yg pengangguran ini menikah dengan tinah yg juga buruh serabutan.
Kadang kami membantu warung mencuci piring, atau mencuci baju tetangga dan membersihkan rumah tetangga yg membutuhkan tenaga kami. Upah kami bisa dibilang hanya cukup untuk beli beras dan garam. Kadang2 jika ada tetangga yg berkenan memberi bantuan seadanya, kami senang sekali walaupun tetangga hanya sebatas memberi tempe atau ikan asin.
Sore ini aku sedang nongkrong di pos ronda. Sudah seminggu ini tidak ada yg memberi pekerjaan padaku maupun istriku. Krisis ekonomi membuat kehidupan makin sulit dan mencekik. Hampir seminggu sudah kami hanya makan nasi aking dengan lauk garam. Anakku sering menangis di malam hari karena kelaparan.
“Pri, sedang kosong gak jumat ini? Tolongin aku nganter barang ke tawangmangu. Ada ongkosnya”
tiba2 suara pak yanto memecah lamunanku
“Kosong pak, monggo. Kebetulan banget sudah lama gak ada kerjaan aku”
“Ya sudah, jumat sore siap2, kita berangkat habis maghrib, baru pulang minggu”
“Nganter apa to pak? Nginep dimana kita?”
“Sudah tenang saja, gausah dipikir pri. Yg penting kamu pamit istrimu, kerja dapat uang. Kamu gak perlu angkat2 barang. Pokoknya ikut aja. Ini ongkosmu kubayar separuh dulu, separuhnya pulangnya nanti”
Ujar pak yanto sembari menyerahkan 4 lembar uang 50 ribuan
“Wes, aku pamit dulu. Sana pulang, belanjain anak istrimu, makan yg enak.”
Aku duduk melongo sembari memegang uang yg diserahkan pak yanto. Pak yanto berlalu dengan motornya. Uang sebesar ini bisa kugunakan menyambung hidup lama, biasanya upahku hanya 20rb seharian. Senang hatiku hari ini, pak yanto, juragan telor di desaku tiba2 memberiku pekerjaan dengan upah yg lebih dr cukup. Ngangkat telor satu pickup pun bakal kusanggupi batinku.
Segera aku beranjak ke warung membeli sembako, tak lupa mampir ke tukang bakso depan gang yg sepertinya 5 tahun lalu kubeli baksonya. Anak istriku harus makan enak hari ini. Sesampainya aku di rumah, aku bergegas masuk sambil kupanggil2 istriku
“Dek, dek tinah. Ayo makan. Ada rejeki nomplok”
Istriku keluar dr kamar sambil terperangah. Sekresek besar beras dan sembako, beserta 3 plastik bakso panas membuatnya gembira.
“Alhamdulillah mas, ada rejeki apa ini”
“Pak yanto ngasih aku kerjaan besok hari jumat, menemani dia ngantar barang ke tawangmangu katanya. Tp ya itu, harus nginep sampai minggu. Dia ngasih porsekot 200rb”
“Iya gpp mas, selama kerja aku mendukungmu. Lagian upahnya banyak juga”
Kamipun sekeluarga menikmati bakso hangat. Sudah lama tidak kulihat senyum kebahagiaan di wajah keluargaku. Syukurku kepada Tuhan yg telah memberi berkah pada kami
...
Singkat cerita, hari jumat telah tiba. Pak yanto menjemputku dengan pickup nya. Anehnya pickupnya kosong tidak ada telur termuat. Hanya ada 1 peti kayu dan 1 koper tua. 2 kali pak yanto membunyilan klaksonnya
“Dek aku pamit dulu ya. Jaga diri baik2”
“Iya mas, hati2 dijalan”
....
Kamipun berlalu segera memasuki jalan utama dr desa kami. Kubuka percakapam dengan pak yanto.
“Pak, nganter apa ini. Kok gak bawa muatan?”
“Itu pri, muatannya di belakang. Tenang saja, sudah kubilang kamu gak perlu angkat2 barang. Jadi tugasmu menemani aku sampai tugasku selesai”
“Tugas apa to pak? Penasaran saya, upahnya gede banget, makasih lho pak”
“Hahaha, sudah jangan banyak tanya. Kl berhasil upahmu kuberi 3x lipat nanti”
....
Mobil melaju dengan kencang, obrolan kami hanya sebatas obrolan tongkrongan pos ronda. Sesekali pak yanto antusias membahas politik yg aku tidak terlalu paham. Maklum saja orang kecil. Sekitar jam 10 malam kami mulai memasuki daerah tawangmangu yg dingin, kaca mobil sedikit kunaikkan.
.....
“Pri, sudah masuk tawangmangu. Buka laci mobil, ambil kresek hitam didalam” kata pak yanto sembari tetap matanya fokus ke jalan. Kubuka laci mobil, kuraih kresek hitam yg dimaksud pak yanto
“Buka pri, kl aku bilang buang, cepet buang ke jalan”
Kubuka kresek hitam itu, kulihat isinya puluhan tusuk sate ternyata. Namun sate itu mentah belum terpanggang. Dari bentuk dagingnya kusimpulkan ini daging ayam. Tp warnanya lebih gelap daripada ayam biasanya. Ah aneh banget pak yanto ini, masa sate mentah dibuang ke jalan. Masa bodoh pikirku, ini juga termasuk tugasku mungkin dalam mengantar pak yanto.
“Siap2 pri, ambil 3” perintah pak yanto padaku. Segera kubuka kaca mobil lebar2 dan kuambil 3 tusuk dari dalam kresek itu
“Lempar sekarang” ucap pak yanto, tepat di tikungan tajam. Segera kulempar 3 tusuk sate ke jalan sesuai perintahnya, dan tiba2 aroma harum menyengat menyeruak masuk ke mobil membuat pusing kepalaku. Rasanya aku mengenal bau ini, tp aku tidak yakin bau apa ini. Kaget juga aku dibuatnya. Kulihat pak yanto, mukanya datar saja seolah tidak terjadi apa2.
....
Pak yanto melirikku, seakan sadar aku mengkhawatirkan sesuatu. Dia bicara padaku
“Pri, ini bukan perjalanan biasa. Sepertinya kamu mencium bau td ya? Jangan takut pri, itu salah satu pengiring perjalanan kita. Masih banyak yg aneh2 di depan.”
“Sebenernya ini buat apa to pak? Dan kita mau kemana ini” tanyaku ke pak yanto, kali ini aku agak takut memang. Jalanan tawangmangu yg sepi dan dingin di malam hari menambah suasana mistis yg membuat bulu kuduk merinding.
Pak yanto menarik nafas panjang, matanya tetap fokus ke jalan
....
“Kamu tau pri, ekonomi sedang sulit. 4 bulan sudah ayamku macet produksi karena kurang pasokan makanan. Bahkan banyak yg mati, sebagian kujual ke pasar.”
Memang rupanya krisis emonomi ini mengacaukan berbagai kalangan masyarakat. Bahkan pak yanto yg sekelas juragan pasar saja ternyata bisa mengalami hal seperti ini.
“Aku sudah coba banyak solusi pri, berbagai cara kulakukan untuk menyelamatkan perekonomianku. Beberapa bank aku datangi mengajukan pinjaman, bahkan sampai rentenir kudatangi, tp semuanya tidak ada yg berhasil. Lalu aku menemukan cara ini pri”
“Yg akan kita datangi ini mungkin tempat terakhir yg orang mau datangi jika terbelit masalah ekonomi dunia, orang umum bilang tempat ppesugihan. Yg di kresek hitam itu sate gagak, tp bukan buat dibakar. Cuma orang cari nomer buntut yg bakar2 daging gagak”
“Astofirloh pak, pak yanto beneran mau pesugihan?” aku sangat terkejut, tidak kusangka pak yanto yg sering hadir sholat jamaah di masjid melakukan hal seperti ini
“Kamu tau jumlah karyawanku pri? Ada 8 orang yg bekerja padaku. Berarti ada 8 keluarga yg menggantungkan hidupnya kepadaku. Mana tega aku membiarkan mereka yg berjuang bersamaku kelaparan. Tenang saja, kamu bukan tumbal pri, pesugihan gak gitu caranya. Urusan ini semoga gusti Allah memaafkanku, biarkan saja ini urusanku dengan mereka. Iblis2 laknat yg bagaimanapun juga harus kutanggung. Kamu kuajak karena aku yakin jika ada orang yg tidak akan tergoda dengan mereka ya kamu orangnya, hatimu polos dan lurus. Jika ada apa2 denganku , paling tidak kamu bisa memberi kabar ke keluargaku”
....
Muka pak yanto serius sekali, ada guratan kesedihan di wajahnya, namun kulihat ketegaran luar biasa di raut wajah itu. Memang hidupku kekurangan, namun ternyata pak yanto yg kupikir berlebihan ekonominya, punya beban yg lebih berat dariku.
Aku terdiam termenung, kehidupan memang keras tp tak kukira sekeras ini. Jalanan sepi kami lalui, beberapa kali pak yanto menyuruhku melempar sate gagak ini keluar, bergantian bau2an yg kucium tiap kulempar sate ini. Ada yg harum, ada pula yg lebih parah daripada bangkai tikus busuk. Tak banyak obrolan lagi antara kami. Kami terdiam, tenggelam dalam isi kepala masing2.
Beberapa lama berkendara, kami keluar dari jalan utama, menuju jalan kecil yg berseberangan dengan hutan sengon. Hampir tidak ada rumah penduduk disitu. Tak lama mobil kami berhenti di halaman sebuah rumah dr kayu, suasana temaram hanya ada penerangan dari lampu teplok, nampaknya disini tidak ada listrik.
“Kita jemput mbah renggo dulu pri, ayo turun.”
Kamipun turun dr mobil, lalu mengetuk pintu rumah itu. Tak lama, muncul seorang bapak2 tua memakai kaos singlet dan sarung yg sama kumalnya dengan pakaianku
“Eh, yan. Wes sampai rupanya. Mau masuk dulu apa langsung saja?”
“Kulo terserah mbah aja. Yg penting kulo sampun siap mbah.”
“Ya sudah kl begitu langsung saja. Ini siapa yan?”
“Temen saya mba, namanya supri. Biar dia nanti yg bantu ritualnya, aman kan mbah kl sama dia kira2”
Mbah ronggo memandangiku dengan tatapan tajam.
“Rapopo, orang ini polos hatinya. Nyai sundari dan anak buahnya tidak akan menyentuh orang seperti ini”
Mbah ronggo naik ke bak pickup, membuka peti dan koper tua yg kami bawa. Lalu menganggukkan kepalanya. Kamipun kembali masuk ke mobil. Mbah ronggo duduk di sebelahku.
....
Kamipun beranjak dari rumah mbah renggo, masuk ke hutan lebih dalam lagi dengan kondisi jalan makadam bergelombang. Mobil ini melaju pelan menembus gelapnya malam. Mbah ronggo membula obrolan.
“Waspada yan, mereka ini makhluk jahat dan ini wilayah mereka. Salah sedikit nyawamu taruhannya.”
“inggih mbah, kl bukan menuruti pesen mbah ronggo, mungkin saya sudah celaka di tawangmangu td. Itu sate gagaknya si supri yg lempar mbah.”
“oh, kamu pri yg lempar sate gagaknya? Gimana, sudah bertemu mereka2 ini”
“Aduh belum mbah, saya Cuma cium bau2an yg aneh2 saja”
“Syukur kamu gak lihat pri, bisa pingsan kamu kl tahu wujud mereka”
“Ah ya enggak yan, jangan ditakutin anak ini. Kl dia lari di hutan ini bisa sibuk kita cari dia semaleman”
.....
“Maaf mbah, kl boleh saya tanya, mbah renggo ini semacam juru kunci atau paranormal gitu?” tanyaku pada mbah renggo karena penasaran
“Hehehehe... Kl kuncen bukan, aku baru 7 tahun tinggal di daerah sini. Dibilang paranormal juga bukan. Aku Cuma pertapa yg menunggu kapan nyawaku dicabut oleh gusti pengeran. Kamu tau berapa umurku?”
“Sekitar 60an mungkin mbah”
“Pri, jaman VOC ganti gubernur daendels aku sudah berjuang bersama mbah2 kalian. Tahun itu aku lari dari daerah karawang menuju ke barat karena dicari para anjing2 VOC. Umurku kurang lebih 200 tahun. Banyak jaman kulalui, banyak kawan dan banyak musuh kuhadapi, termasuk bangsa lelembut”
“MasyaAllah, masa mbah, sudah seumur itu masih sehat njih alhamdulillah”
“Aku punya ilmu dari gusti pengeran le. Ilmu ini kupakai membantu sesama. Aku ceritain ya kamu jaman pangeran diponegoro perang lawan VOC”
....
Mbah renggo bercerita dengan detail beberapa hal saat VOC mengeruk kekayaan indonesia dan memeras keringat rakyatnya. Jauh berbeda dari yg kudengar dari pelajaran sejarah saat aku SD, namin cerita mbah renggo ini lebih masuk akal kurasa, dibanding cerita melawan tank dan bedil dengan modal bambu runcing.
...
Tiba2 pak yanto melambatkan laju mobilnya, kepalanya celingukan seolah mencari sesuatu. Tak lama kami berhenti tepat di sebuah batu bulat. Bentuknya meninggi sekitar 60cm namun diameternya tidak besar, kira2 se paha orang dewasa. Batu itu dikelilingi susunan batu kecil berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 2 meter dan dikelilingi pagar dari bambu yg dipotong runcing2 dengan tinggi sekitar satu meter.
Kurasa inilah tempatnya. Mbah renggo menyuruh kami segera turun dan pak yanto menyuruhku memgambil koper dan peti di bak pickup ini. Segera kami bertiga berdiri di depan pintu masuk punden tsb. Mbah renggo lalu mulai berbicara
“Yan, kamu masih ingat ritual kemarin? Masuk kamu. Lakukan meditasi seperti saat awal dulu. Aku dan supri tunggu disini”
“nggih siap mbah”
....
Pak yanto mulai mendekati batu tsb sambil duduk bersila. Aku dan mbah renggo berjarak sekitar 5 meter dari tempat pak yanto meditasi.
“Kasihan yanto ini. Dia orang baik, dia bertemu denganku saat dia duduk sendirian di pintu masuk hutan ini dengan bawa ayam petelur yg dia jual ke juragan karanganyar. Saat kutemui dia menangis sedih. Akhirnya kami ngobrol dan dia cerita masalahnya padaku. Mungkin sudah jodohnya aku harus menolongnya” begitu mbah renggo menceritakan awal perjumpaannya dengan pak yanto.
“inggih mbah, pak yanto terkenal baik orangnya. Tp bener2 saya gak sangka pak yanto bisa menganut ilmu pesugihan seperti ini.”
Mbah renggo menatapku dengan tatapan tajam, sepertinya dia tersinggung dengan kalimatku
“Pesugihan katamu? Kl memang pesugihan aku tidak perlu repot2 mengantarnya dan membantunya. Aku ini masih punya gusti pengeran le. Yg kulakukan membantu yanto ini bukan pesugihan.”
“Tapi mbah.... “
“Sudah diam kamu. Kalian manusia ini memang selalu melihat dengan menghakimi. Yg berhak menghakimi itu Cuma gusti pengeran, bukan kamu. Lagipula kamu tidak tau kita ini mau apa sebenarnya. Kau ikuti saja perintahku. Kl memang ini pesugihan, malam ini juga yanto bakal mati disini”
Mbah renggo membentakku dengan tegas, matanya menyala seakan menahan kemarahan yg lebih menggelora.
“Kamu ini belum tau apa2, kamu tau korban pesugihan seperti apa?”
Belum sempat aku menjawab, mbah renggo meniup wajahku dengan kencang. Entah apa yg dilakukannya, tiba2 mataku perih, tenggorokanku seperti tercekat, spontan aku memegangi mataku yg rasanya seperti disiram air cabe ini.
Tak lama mataku membaik, pelan2 kubuka mataku. Namun, pemandangan memgerikan tersaji di depan mataku. Pemandangan yg bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Dimana2 terdengar jerit tangis memilukan menyayat hati. Di pagar bambu yg mengelilingi tempat ini terlihat tubuh2 manusia disate dari dubur tembus mulutnya. Satu pancang bambu mungkin terisi sekitar 10 tubuh manusia.
Di batu yg tersusun disekeliling punden, terlihat tubuh2 manusia tergencet dengan posisi kepala diluar. Ekspresinya sangat mengerikan menggambarkan penderitaan yg tak terbayangkan, mereka berteriak2 seolah minta ditolong. Di beberapa sudut kulihat makhluk2 aneh bermain bola sepak dengan kepala manusia yg terlihat masih hidup. Duh gusti, pemandangan macam apa ini. Benarkah ini korban pesugihan? Apa pak yanto juga akan jadi seperti ini.
....
Tiba2 mbah renggo mengusap wajahku. Seketika pemandangan tersebut hilang. Aku hanya bisa bernafas megap2, shock dengan apa yg baru aku lihat di depan mataku.
“sudah lihat? Makanya itulah kenapa kita disini. Orang itu terlalu baik untuk jadi korban pesugihan seperti itu”
Aku tidak berani menjawab mbah renggo. Selain masih shock, kurasakan kalimat2 mbah renggo sangat berbobot dan penuh arti. Aku hanya bisa duduk sambil menunduk menunggu petunjuknya kembali
....
Sekitar satu jam berlalu, tiba2 pak yanto menoleh kebelakang. Mbah renggo yg menyadarinya segera berucap “sudah datang, bawa peti dan kopernya kesana” aku bergegas menuju ke pak yanto yg membuka kaosnya. Aku terkejut, punggung pak yanto bersisik seperti sisik ular jali yg sering kulihat di sawah. Kasar dan menjijikan.
“mundur pri, sana deket2 sama mbah renggo. Ini wayah gawat, bisa2 kamu kesaut”
Aku mundur duduk merapat ke mbah renggo. Tiba2 angin bertiup kencang, beberapa pohon besar sampai beggoyang batangnya seakan akan mau tercabut dari akarnya. Aku cukup gentar dengan keadaan ini.
“tenang pri, duduk sini. Setelah ini kamu akan melihat salah satu tipuan terbesar dalam kehidupan manusia. Iblis itu sebentar lagi akan muncul. Siapa yg tidak kuat iman akan tersilapkan oleh hal ini”
...
(Bersambung Part 2)
Yg mau link YT silakan PM


Diubah oleh keramatchannel 11-06-2021 01:31
sulkhan1981 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Kutip
Balas