- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#123
Chapter 84
Quote:
Ucapan dari Djohan seolah-olah menyiratkan bahwa semua anggota tim BASS telah ditemukannya, namun perasaannya masih ragu. Apakah mereka ditemukan dalam hidup atau dalam kondisi yang tidak bernyawa. Sosok Djohan yang sudah berubah menjadi mode armored tapi masih menyisakan kepalanya untuk berinteraksi dengan Gareth tampak berbeda, hawa dingin menyelimutinya, sangat kental suasananya.
“Katamu tadi barusan, apakah mereka semua selamat?” tanya Gareth.
Djohan tidak menjawabnya, hanya menundukan kepalanya, lalu ia mulai berjalan meninggalkan Gareth.
Sikapnya ini membuat Gareth kesal karena pertanyaan simpelnya tidak terjawab.
“OI! AKU BERTANYA PADAMU BRENGSEK?!” Djohan tetap diam dan terus melaju.
Gareth tidak tahan dengan sikap yang seperti itu, ia berniat menyusul dengan memaksakan kakinya untuk berlari, namun baru beberapa langkah saja ia tersandung dan terjatuh. Barulah di saat kondisi Gareth yang seperti itu Djohan membalikan badannya, secara perlahan sel beaters aktif mulai melapisi kepalanya. Tanduk pun terlihat, suara Djohan terdistorsi.
“Kamu harus melihatnya sendiri,” ucapnya dingin, lalu Djohan mengeluarkan sesuatu dari tangannya. “aku menemukan ini di jalan, akan kupinjam sementara,” yang ditunjukannya adalah belati milik Gareth, lalu Djohan menyimpannya dengan membuat alas belati tepat disamping pahanya. Percakapan itu menjadi yang terakhir kalinya sebelum Djohan melesat menghilang dari pandangan Gareth.
Sebelumnya, pada saat belahan wilayah 14 masih utuh dan bangunan-bangunannya masih berdiri kokoh. Tepatnya saat Lio membawa Djohan menjauhi arena pertarungan. Tangan yang ditusukan ke dada Djohan adalah cara Lio untuk membantu mempercepat regen yang ada di dalam tubuh rekannya itu. Dengan memompa beat miliknya sekencang mungkin maka sel beaters miliknya akan muncul dalam jumlah yang sangat banyak.
Sel beaters dalam jumlah banyak itu ditransferkan kepada Djohan melalui jemarinya yang sengaja diarahkan ke tempat beat berada. Bertujuan agar beat milik Djohan terpacu untuk memompa lebih kuat setelah diberikan sel beaters dari Lio. Karena pada dasarnya sel beaters milik Silver Clan sama bentuknya meskipun memiliki keunikan beat masing-masing. Sehingga Lio dapat ‘mendonorkan’ sel beaters miliknya.
Usahanya lambat laun membuahkan hasil, bagian bawah tubuh Djohan mulai terbentuk. Yang anehnya bagian bawahnya itu langsung berbentuk Beaters. Disinyalir karena jumlah sel beaters yang terlalu banyak membuat tubuhnya langsung bereaksi dan berubah menjadi Beaters. Bagian paha berwarna perak dengan garis-garis kasar mulai terbentuk, lalu ke bagian dengkul dan menjalar terus hingga cakar kaki monster terlihat jelas.
“Eh, tak kusangka cara ini berhasil juga,” ucap Lio yang sangat berkeringat dan wajahnya sangat pucat.
Kegembiraan itu tidak berlangsung lama, ketika tempat Lio dan Djohan mengalami guncangan yang sangat hebat. Proses penyembuhan belumlah selesai karena Djohan belum sadarkan diri, namun dari kejauhan Lio melihat sebuah cahaya yang begitu menyilaukan, dan sebuah energi yang dirasakannya sangat besar.
“Apa itu?!” cahayanya semakin mendekat, Lio memutarkan posisi tubuh Djohan yang tergeletak di lantai. Kini punggung Lio menghalangi tubuh Djohan dari cahaya itu. “ARGH!” Lio berubah menjadi beaters ketika cahaya putih itu menangkap Lio dan juga Djohan, pandangannya pun dengan cepat berubah menjadi hitam. Ia merasakan bahwa jemari yang tadi menancap sekarang sudah lepas. “cih! Apakah ini akhirnya?” terbayang semua anggota Silver Clan dalam benaknya sebelum Lio hilang kesadaran.
Djohan terbangun, tubuhnya serasa sangat ringan meskipun susah untuk digerakan. Kondisi disekitarnya sungguh berantakan dan sangat parah. Dari tempatnya berbaring terlihat puing-puing reruntuhan dari bangunan, asap hitam yang mengepul dari berbagai sumber yang terlihat oleh ujung matanya. Djohan bangkit, dan keadaannya lebih jelas terlihat, belum lagi sosok monster yang terbang dilangit.
“Monster itu penyebabnya?” Djohan baru sadar bahwa dirinya sudah dalam mode armored. Ia pun teringat samar-samar dalam benaknya ketika Lio membawanya pergi. “Lio!” wajahnya menoleh, lalu melihat sesuatu yang mengerikan.
Tubuh Lio tersangkut dalam reruntuhan, yang muncul hanya sebelah tangannya saja. Warna kemerahan juga tampak dari tempat Lio tersangkut. Djohan menghampiri lalu membereskan puing yang menimbun tubuh Lio.
Djohan melepas bentuk kepala beaters nya, mencoba memanggil Lio dengan suara aslinya. “Lio! Hei! Bangunlah!” tubuhnya digerakan, tidak ada respon. Lalu Djohan menaruh telapak tangannya, terasa denyut beat yang sangat lemah diikuti irama jantungnya yang semakin pelan.
Djohan tertegun, ia tahu pasti Lio yang berhasil menyembuhkan dirinya bahkan bangun dalam keadaan seperti itu. Jika Djohan melakukan hal sama sudah pasti Lio akan marah besar dan kemungkinan akan memukulnya dengan sangat keras. Pengorbanan yang dilakukannya tidak boleh disia-siakan. Meskipun beat nya berdetak lemah, tetapi itu masih cukup untuk mengaktifkan kemampuan regennya. Djohan meletakan tubuh Lio di sebuah tempat yang jauh dari reruntuhan, dan berjanji akan memusnahkan monster itu.
Berjalan pelan di atas reruntuhan dan kota yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Secara perlahan Djohan menemukan yang lainnya. Seperti kapten Jeremy dari tim 14 yang berlumuran darah dan baju tempurnya remuk karena melindungi seseorang dalam dekapannya. Keduanya selamat, tetapi kondisi kapten Jeremy sangat kritis. Djohan kembali meletakan keduanya di dekat tempat Lio berada. Lalu perjalanannya kembali menemukan anggota BASS lainnya, yaitu Leah dan kapten James. Kondisinya lebih baik dibandingkan kondisi kapten Jeremy, lalu sisa anggota tim 14 yang ditemukan semuanya diletakan secara berdekatan.
Saat sedang berjalan menuju monster spesimen khusus dirinya menemukan sebuah belati milik Gareth, lalu menyimpannya sebagai senjata yang mungkin akan dibutuhkan untuk melawan musuhnya. Sosok Gareth pun kemudian hadir didepannya, dalam kondisi yang lebih baik karena dirinya bisa berjalan meskipun tertatih. Pembicaran singkat terjadi pada keduanya, sebelum Djohan kembali melanjutkan perjalanannya. Semua yang terjadi membuat Djohan lebih dingin tetapi itulah yang dilakukannya ketika emosi sudah berada dititik puncak. Satu tujuannya semakin jelas, membuat sang monster menerima semua balasan dari perbuatan yang dilakukannya.
Pertarungan antara monster spesimen khusus dan juga Hunter terbilang seimbang. Tubuh sang monster sudah terlapisi elemen glass yang membuat Hunter sedikit kesulitan karena sabitnya itu tidak bisa menembusnya karena semakin lama sang monster semakin menguatkannya. Belum lagi dalam pertarungan jarak dekat, kaki serangga yang tajam dan keluar dari mana saja sangat menyulitkan dirinya. Meskipun masih bisa bertahan terkena serangan itu, tetapi Hunter tak bisa terus menahannya karena regen dalam tubuhnya tidak secepat beaters sekelas Royal Clan.
Hunter memegang sabitnya dengan keras, nafasnya terengah-engah. “Sial, kenapa monster ini semakin kuat,” keluhnya.
Djohan berjalan menghampirinya, melihat seorang monster beaters berwarna abu memegang sebuah sabit. Beaters jenis ini sama sekali belum pernah dilihatnya, tapi dari auranya tidak ada sama sekali aura orang jahat yang terpancar.
Hunter menoleh, “Yo! Silver Clan, lama tidak jumpa!” sapanya hangat. “tidak perlu memikirkanku, jika kau ingin melawannya. Lakukanlah,” Hunter merubah wajahnya sebentar, memperlihatkan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya.
Djohan pun teringat kejadian saat menyerang Allison, orang ini berada didekatnya dan terluka sangat parah pada pertarungan itu. Kini dirinya berubah menjadi beaters, dan bertarung melawan beaters didepannya.
“Katamu tadi barusan, apakah mereka semua selamat?” tanya Gareth.
Djohan tidak menjawabnya, hanya menundukan kepalanya, lalu ia mulai berjalan meninggalkan Gareth.
Sikapnya ini membuat Gareth kesal karena pertanyaan simpelnya tidak terjawab.
“OI! AKU BERTANYA PADAMU BRENGSEK?!” Djohan tetap diam dan terus melaju.
Gareth tidak tahan dengan sikap yang seperti itu, ia berniat menyusul dengan memaksakan kakinya untuk berlari, namun baru beberapa langkah saja ia tersandung dan terjatuh. Barulah di saat kondisi Gareth yang seperti itu Djohan membalikan badannya, secara perlahan sel beaters aktif mulai melapisi kepalanya. Tanduk pun terlihat, suara Djohan terdistorsi.
“Kamu harus melihatnya sendiri,” ucapnya dingin, lalu Djohan mengeluarkan sesuatu dari tangannya. “aku menemukan ini di jalan, akan kupinjam sementara,” yang ditunjukannya adalah belati milik Gareth, lalu Djohan menyimpannya dengan membuat alas belati tepat disamping pahanya. Percakapan itu menjadi yang terakhir kalinya sebelum Djohan melesat menghilang dari pandangan Gareth.
Sebelumnya, pada saat belahan wilayah 14 masih utuh dan bangunan-bangunannya masih berdiri kokoh. Tepatnya saat Lio membawa Djohan menjauhi arena pertarungan. Tangan yang ditusukan ke dada Djohan adalah cara Lio untuk membantu mempercepat regen yang ada di dalam tubuh rekannya itu. Dengan memompa beat miliknya sekencang mungkin maka sel beaters miliknya akan muncul dalam jumlah yang sangat banyak.
Sel beaters dalam jumlah banyak itu ditransferkan kepada Djohan melalui jemarinya yang sengaja diarahkan ke tempat beat berada. Bertujuan agar beat milik Djohan terpacu untuk memompa lebih kuat setelah diberikan sel beaters dari Lio. Karena pada dasarnya sel beaters milik Silver Clan sama bentuknya meskipun memiliki keunikan beat masing-masing. Sehingga Lio dapat ‘mendonorkan’ sel beaters miliknya.
Usahanya lambat laun membuahkan hasil, bagian bawah tubuh Djohan mulai terbentuk. Yang anehnya bagian bawahnya itu langsung berbentuk Beaters. Disinyalir karena jumlah sel beaters yang terlalu banyak membuat tubuhnya langsung bereaksi dan berubah menjadi Beaters. Bagian paha berwarna perak dengan garis-garis kasar mulai terbentuk, lalu ke bagian dengkul dan menjalar terus hingga cakar kaki monster terlihat jelas.
“Eh, tak kusangka cara ini berhasil juga,” ucap Lio yang sangat berkeringat dan wajahnya sangat pucat.
Kegembiraan itu tidak berlangsung lama, ketika tempat Lio dan Djohan mengalami guncangan yang sangat hebat. Proses penyembuhan belumlah selesai karena Djohan belum sadarkan diri, namun dari kejauhan Lio melihat sebuah cahaya yang begitu menyilaukan, dan sebuah energi yang dirasakannya sangat besar.
“Apa itu?!” cahayanya semakin mendekat, Lio memutarkan posisi tubuh Djohan yang tergeletak di lantai. Kini punggung Lio menghalangi tubuh Djohan dari cahaya itu. “ARGH!” Lio berubah menjadi beaters ketika cahaya putih itu menangkap Lio dan juga Djohan, pandangannya pun dengan cepat berubah menjadi hitam. Ia merasakan bahwa jemari yang tadi menancap sekarang sudah lepas. “cih! Apakah ini akhirnya?” terbayang semua anggota Silver Clan dalam benaknya sebelum Lio hilang kesadaran.
Djohan terbangun, tubuhnya serasa sangat ringan meskipun susah untuk digerakan. Kondisi disekitarnya sungguh berantakan dan sangat parah. Dari tempatnya berbaring terlihat puing-puing reruntuhan dari bangunan, asap hitam yang mengepul dari berbagai sumber yang terlihat oleh ujung matanya. Djohan bangkit, dan keadaannya lebih jelas terlihat, belum lagi sosok monster yang terbang dilangit.
“Monster itu penyebabnya?” Djohan baru sadar bahwa dirinya sudah dalam mode armored. Ia pun teringat samar-samar dalam benaknya ketika Lio membawanya pergi. “Lio!” wajahnya menoleh, lalu melihat sesuatu yang mengerikan.
Tubuh Lio tersangkut dalam reruntuhan, yang muncul hanya sebelah tangannya saja. Warna kemerahan juga tampak dari tempat Lio tersangkut. Djohan menghampiri lalu membereskan puing yang menimbun tubuh Lio.
Djohan melepas bentuk kepala beaters nya, mencoba memanggil Lio dengan suara aslinya. “Lio! Hei! Bangunlah!” tubuhnya digerakan, tidak ada respon. Lalu Djohan menaruh telapak tangannya, terasa denyut beat yang sangat lemah diikuti irama jantungnya yang semakin pelan.
Djohan tertegun, ia tahu pasti Lio yang berhasil menyembuhkan dirinya bahkan bangun dalam keadaan seperti itu. Jika Djohan melakukan hal sama sudah pasti Lio akan marah besar dan kemungkinan akan memukulnya dengan sangat keras. Pengorbanan yang dilakukannya tidak boleh disia-siakan. Meskipun beat nya berdetak lemah, tetapi itu masih cukup untuk mengaktifkan kemampuan regennya. Djohan meletakan tubuh Lio di sebuah tempat yang jauh dari reruntuhan, dan berjanji akan memusnahkan monster itu.
Berjalan pelan di atas reruntuhan dan kota yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Secara perlahan Djohan menemukan yang lainnya. Seperti kapten Jeremy dari tim 14 yang berlumuran darah dan baju tempurnya remuk karena melindungi seseorang dalam dekapannya. Keduanya selamat, tetapi kondisi kapten Jeremy sangat kritis. Djohan kembali meletakan keduanya di dekat tempat Lio berada. Lalu perjalanannya kembali menemukan anggota BASS lainnya, yaitu Leah dan kapten James. Kondisinya lebih baik dibandingkan kondisi kapten Jeremy, lalu sisa anggota tim 14 yang ditemukan semuanya diletakan secara berdekatan.
Saat sedang berjalan menuju monster spesimen khusus dirinya menemukan sebuah belati milik Gareth, lalu menyimpannya sebagai senjata yang mungkin akan dibutuhkan untuk melawan musuhnya. Sosok Gareth pun kemudian hadir didepannya, dalam kondisi yang lebih baik karena dirinya bisa berjalan meskipun tertatih. Pembicaran singkat terjadi pada keduanya, sebelum Djohan kembali melanjutkan perjalanannya. Semua yang terjadi membuat Djohan lebih dingin tetapi itulah yang dilakukannya ketika emosi sudah berada dititik puncak. Satu tujuannya semakin jelas, membuat sang monster menerima semua balasan dari perbuatan yang dilakukannya.
Pertarungan antara monster spesimen khusus dan juga Hunter terbilang seimbang. Tubuh sang monster sudah terlapisi elemen glass yang membuat Hunter sedikit kesulitan karena sabitnya itu tidak bisa menembusnya karena semakin lama sang monster semakin menguatkannya. Belum lagi dalam pertarungan jarak dekat, kaki serangga yang tajam dan keluar dari mana saja sangat menyulitkan dirinya. Meskipun masih bisa bertahan terkena serangan itu, tetapi Hunter tak bisa terus menahannya karena regen dalam tubuhnya tidak secepat beaters sekelas Royal Clan.
Hunter memegang sabitnya dengan keras, nafasnya terengah-engah. “Sial, kenapa monster ini semakin kuat,” keluhnya.
Djohan berjalan menghampirinya, melihat seorang monster beaters berwarna abu memegang sebuah sabit. Beaters jenis ini sama sekali belum pernah dilihatnya, tapi dari auranya tidak ada sama sekali aura orang jahat yang terpancar.
Hunter menoleh, “Yo! Silver Clan, lama tidak jumpa!” sapanya hangat. “tidak perlu memikirkanku, jika kau ingin melawannya. Lakukanlah,” Hunter merubah wajahnya sebentar, memperlihatkan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya.
Djohan pun teringat kejadian saat menyerang Allison, orang ini berada didekatnya dan terluka sangat parah pada pertarungan itu. Kini dirinya berubah menjadi beaters, dan bertarung melawan beaters didepannya.
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas