- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•3Anggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#122
Chapter 83
Quote:
Menuruti kata dari mantan kapten 10 yaitu Hunter, Gareth berjalan menjauh dari arena pertarungan. Menutup semua pertanyaan yang ada dibenak kepalanya untuk nanti, setelah monster besar itu berhasil dimusnahkan. Jalannya tertatih sambil berharap semua rekannya berhasil selamat, jika dilihat dari dirinya yang masih hidup meskipun baju tempurnya dalam keadaan yang rusak.
“Kumohon, menanglah,” ucapnya seraya Gareth menghilang dari pandangan.
Sementara itu Hunter sangat bersemangat sekali, sambil berlari kencang ia mengayunkan sabitnya ke depan dan belakakang menunggu sang monster bangkit.
“Kau tidak selemah itu, bangun!” gertaknya.
Sang monster bangkit dengan cepat, lalu melemparkan puing-puing yang berserakan di tempat berpijaknya. Puing-puing itu berterbangan ke segala arah, beberapanya mengarah langsung ke Hunter. Serangan yang seperti ini sama sekali tidak membahayakan bagi dirinya, satu kali tebasan sabitnya mampu membelah puing yang menghampiri.
“Segini saja?!” Hunter melompat, lalu berputar dengan kecepatan tinggi dan melempar sabitnya.
Senjata yang memutar bagaikan roda dengan permukaan yang tajam itu melesat mengenai tubuh monster spesimen khusus, putarannya tetap terjaga cepat. Urat wajah sebelah kanannya mengeras, Hunter melompat ke arah senjata yang berputar. Kaki-kaki serangga aktif bermunculan dengan sendirinya, langsung menusuk Hunter namun tidak diperdulikannya. Tujuannya adalah mengambil senjatanya itu. Putarannya langsung terhenti ketika ujung sabit berhasil diraih.
“Terima kasih telah membuat posisiku terjaga!” Hunter tertahan di area sekitar dada karena tertusuk oleh kaki serangga yang panjang. Sabitnya dibalik, dengan bagian tajamnya menghadap ke atas. Lalu Hunter menyerang bagian leher sang monster. Sontak kaki serangga yang menusuknya kembali masuk ke dalam. “masih belum,” Hunter kembali menebas leher sang monster. Darah bercucuran hebat dari dua luka yang dibuatnya.
Terkena serangan langsung seperti itu membuat sang monster melompat mundur, sebelum menyentuh tanah disempatkan olehnya menembakan bola energi dari mulutnya, kali ini ukurannya lebih kecil dan massanya tidak terlalu padat. Wajah sebelah kiri Hunter mengerut, tangan kirinya berubah menjadi tangan beaters yang besar dan kekar. Bola energi yang melesat itu berhasil ditahannya menggunakan satu tangan.
“Bola energi seperti ini asalkan intinya tidak hancur maka tidak akan membahayakan,” ia mengayunkan tangan kirinya itu, layaknya pelempar di olahraga bisbol bola energi itu dikembalikan kepada sang monster. Ledakan terjadi ketika bola energinya mengenai wajahnya. Kepulan asap tercipta dari ledakan itu.
Serangan sabitnya barusan dengan memutarkannya seperti roda tidak mampu menembus bagian tubuh monster beaters spesimen khusus. Padahal sabitnya terus berputar dan mengikis bagian kulitnya. Tetapi saat menyerang bagian leher sabitnya langsung menembus dan memberikan luka yang nyata. Hunter berpikir bahwa bagian leher monster itu adalah kelemahannya. Namun masalah utamanya adalah bagian leher sang monster tertutup oleh kepala yang menyerupai helm.
Sehingga menyerang dari jarak yang paling dekat merupakan solusinya. Pantas saja dari tadi anggota BASS begitu kesulitan menghadapi monster satu ini. Senjata yang mereka pakai hanya mengarah ke bagian badan saja. Hunter tidak ingin membuang-buang waktu, ia menghampiri sang monster dengan cepat. Di luar dugaan malah monster beaters spesimen khusus ini menyerang duluan.
“Eh?” muncul sosok monster yang besar, reflek Hunter menyerang. Namun ada yang aneh ketika badan yang terbelah itu dengan mudahnya terbang tertiup angin. “hm?” di saat lengah itu lah sebuah tinju berukuran besar muncul dari kepulan asap yang belum hilang. Dengan telak mengenai Hunter, “agh!” tubuhnya terpental dengan keras menghujam tanah.
Gareth sudah berjalan cukup jauh dari tempatnya semula, namun tanda-tanda mengenai rekannya belum juga terlihat. Yang ada hanyalah puing-puing yang berserakan dan sisa-sisa asap pembakaran. Suara keras yang dihasilkan pertarungan dibelakangnya sedikit membuat perasaan Gareth tidak enak. Tetapi cara satu-satunya saat ini adalah mempercayakan sepenuhnya kepada Hunter.
“Semakin berat saja, jangan sekarang, pertarungan masih belum berakhir,” memaksakan dirinya tuk terus bergerak.
Hunter bangkit dengan cepat, bajunya compang-camping akibat serangan barusan. Ide yang buruk ketika menggunakan setelan jas ketika melawan monster yang berukuran raksasa. Akhirnya ia memutuskan untuk merobek setelan atas yang dikenakan. Lubang pada tubuhnya juga sudah menghilang akibat terkena tusukan kaki serangga yang bentuknya seperti peniti denga bulu-bulu halus disekitarnya.
Nafasnya terengah-engah, karena baru kali ini mengalami peristiwa segila ini. “Untung saja,” Hunter langsung merubah bagian atas tubuhnya menjadi beaters berwarna abu. Tanduk kecil bercabang menghiasi kepalanya. “jadi seperti ini rupanya, aku merasa bersalah sekarang telah menumpaskan banyak beaters sebelumnya.”
Melihat Hunter yang kembali bangun dan sudah berubah menjadi monster beaters membuat raksasa itu memanas dan nafsu makannya kembali tinggi karena bentuk yang digunakan adalah mode organic. Dengan menggunakan kedua tangannya yang panjang monster spesimen khusus itu berlari cepat seperti hewan primate gorilla.
“Apa uppercut yang kulakukan tadi membuatnya jadi lupa jati diri?” tidak mau kalah Hunter juga berlari mendekati sang monster.
Kepalan tinju yang berukuran besar melaju cepat, serangan itu sangat mendadak membuat Hunter tidak ada persiapan untuk menghindar, apalagi ukurannya yang menutupi jalannya. Mau tidak mau Hunter harus mencari cara untuk melawan.
“Jangan remehkan aku!” Hunter memasukan kembali sabitnya, lalu mengepal tinjunya dengan sangat kuat hingga uratnya terlihat jelas.
Dua tinju saling beradu, menimbulkan getaran dan hempasan angin yang kuat. Dengan tinjunya yang kecil Hunter mampu menahan tinju dari sang monster.
“Sudah kubil---,” seluruh tubuh Hunter tertusuk kaki serangga yang muncul dari permukaan kulit luar tinju sang monster. “cih!” ia memuntahkan darah dari mulutnya.
Jumlah tusukan yang banyak pada tubuhnya membuat Hunter tidak bisa menggerakan tubuhnya, saraf-saraf penggerak mendadak lumpuh. Tangan yang besar itu membawa Hunter menuju hadapan sang monster spesimen khusus. Wajahnya yang besar dan juga menyeramkan tidak membuat Hunter takut. Kemudian sang monster menggerakan tangannya ke atas sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Darah mengucur tepat ke bawah mulut sang monster. Memberinya lebih banyak tenaga dan kekuatan lagi.
“Sialan, turunkan aku monster tengik!” maki Hunter, namun tidak perdulikan sama sekali.
Meskipun tertusuk, regen masih berjalan terus kecuali beat di dalam tubuhnya berhasil dihancurkan. Hunter mencoba berkonsentrasi agar tubuhnya jauh lebih tenang dan rileks. Keadaan saat ini yang membuatnya kaku akibat dari emosinya yang terlalu tinggi ketika menghadapi sang monster. Setelah beberapa saat tubuhnya rileks dan santai, ia bisa menggerakan tangannya dan kemudian mengeluarkan senjata sabit miliknya.
Hunter memotong kaki serangga yang menusuk dirinya, tidak sepenuhnya karena sebagian masih menempel pada tubuhnya. Ia berhasil lepas dari cengkraman sang monster, lalu mencabut sendiri sisanya. Sang monster memperoleh kekuatan yang cukup signifikan, dan secara perlahan tubuhnya berubah menjadi lebih besar lagi.
“Fuck!” Hunter tidak percaya denagn apa yang dilihatnya.
Berbeda dengan Hunter, Gareth malah melihat seseorang yang dikenalnya sedang berjalan mendekatinya.
“Sudah kubilang, aku sangat iri pada kalian,” ucap Gareth.
Seseorang yang berjalan itu ialah Djohan, “Beristirahatlah bersama yang lain,” ucapnya dengan tenang.
“Kumohon, menanglah,” ucapnya seraya Gareth menghilang dari pandangan.
Sementara itu Hunter sangat bersemangat sekali, sambil berlari kencang ia mengayunkan sabitnya ke depan dan belakakang menunggu sang monster bangkit.
“Kau tidak selemah itu, bangun!” gertaknya.
Sang monster bangkit dengan cepat, lalu melemparkan puing-puing yang berserakan di tempat berpijaknya. Puing-puing itu berterbangan ke segala arah, beberapanya mengarah langsung ke Hunter. Serangan yang seperti ini sama sekali tidak membahayakan bagi dirinya, satu kali tebasan sabitnya mampu membelah puing yang menghampiri.
“Segini saja?!” Hunter melompat, lalu berputar dengan kecepatan tinggi dan melempar sabitnya.
Senjata yang memutar bagaikan roda dengan permukaan yang tajam itu melesat mengenai tubuh monster spesimen khusus, putarannya tetap terjaga cepat. Urat wajah sebelah kanannya mengeras, Hunter melompat ke arah senjata yang berputar. Kaki-kaki serangga aktif bermunculan dengan sendirinya, langsung menusuk Hunter namun tidak diperdulikannya. Tujuannya adalah mengambil senjatanya itu. Putarannya langsung terhenti ketika ujung sabit berhasil diraih.
“Terima kasih telah membuat posisiku terjaga!” Hunter tertahan di area sekitar dada karena tertusuk oleh kaki serangga yang panjang. Sabitnya dibalik, dengan bagian tajamnya menghadap ke atas. Lalu Hunter menyerang bagian leher sang monster. Sontak kaki serangga yang menusuknya kembali masuk ke dalam. “masih belum,” Hunter kembali menebas leher sang monster. Darah bercucuran hebat dari dua luka yang dibuatnya.
Terkena serangan langsung seperti itu membuat sang monster melompat mundur, sebelum menyentuh tanah disempatkan olehnya menembakan bola energi dari mulutnya, kali ini ukurannya lebih kecil dan massanya tidak terlalu padat. Wajah sebelah kiri Hunter mengerut, tangan kirinya berubah menjadi tangan beaters yang besar dan kekar. Bola energi yang melesat itu berhasil ditahannya menggunakan satu tangan.
“Bola energi seperti ini asalkan intinya tidak hancur maka tidak akan membahayakan,” ia mengayunkan tangan kirinya itu, layaknya pelempar di olahraga bisbol bola energi itu dikembalikan kepada sang monster. Ledakan terjadi ketika bola energinya mengenai wajahnya. Kepulan asap tercipta dari ledakan itu.
Serangan sabitnya barusan dengan memutarkannya seperti roda tidak mampu menembus bagian tubuh monster beaters spesimen khusus. Padahal sabitnya terus berputar dan mengikis bagian kulitnya. Tetapi saat menyerang bagian leher sabitnya langsung menembus dan memberikan luka yang nyata. Hunter berpikir bahwa bagian leher monster itu adalah kelemahannya. Namun masalah utamanya adalah bagian leher sang monster tertutup oleh kepala yang menyerupai helm.
Sehingga menyerang dari jarak yang paling dekat merupakan solusinya. Pantas saja dari tadi anggota BASS begitu kesulitan menghadapi monster satu ini. Senjata yang mereka pakai hanya mengarah ke bagian badan saja. Hunter tidak ingin membuang-buang waktu, ia menghampiri sang monster dengan cepat. Di luar dugaan malah monster beaters spesimen khusus ini menyerang duluan.
“Eh?” muncul sosok monster yang besar, reflek Hunter menyerang. Namun ada yang aneh ketika badan yang terbelah itu dengan mudahnya terbang tertiup angin. “hm?” di saat lengah itu lah sebuah tinju berukuran besar muncul dari kepulan asap yang belum hilang. Dengan telak mengenai Hunter, “agh!” tubuhnya terpental dengan keras menghujam tanah.
Gareth sudah berjalan cukup jauh dari tempatnya semula, namun tanda-tanda mengenai rekannya belum juga terlihat. Yang ada hanyalah puing-puing yang berserakan dan sisa-sisa asap pembakaran. Suara keras yang dihasilkan pertarungan dibelakangnya sedikit membuat perasaan Gareth tidak enak. Tetapi cara satu-satunya saat ini adalah mempercayakan sepenuhnya kepada Hunter.
“Semakin berat saja, jangan sekarang, pertarungan masih belum berakhir,” memaksakan dirinya tuk terus bergerak.
Hunter bangkit dengan cepat, bajunya compang-camping akibat serangan barusan. Ide yang buruk ketika menggunakan setelan jas ketika melawan monster yang berukuran raksasa. Akhirnya ia memutuskan untuk merobek setelan atas yang dikenakan. Lubang pada tubuhnya juga sudah menghilang akibat terkena tusukan kaki serangga yang bentuknya seperti peniti denga bulu-bulu halus disekitarnya.
Nafasnya terengah-engah, karena baru kali ini mengalami peristiwa segila ini. “Untung saja,” Hunter langsung merubah bagian atas tubuhnya menjadi beaters berwarna abu. Tanduk kecil bercabang menghiasi kepalanya. “jadi seperti ini rupanya, aku merasa bersalah sekarang telah menumpaskan banyak beaters sebelumnya.”
Melihat Hunter yang kembali bangun dan sudah berubah menjadi monster beaters membuat raksasa itu memanas dan nafsu makannya kembali tinggi karena bentuk yang digunakan adalah mode organic. Dengan menggunakan kedua tangannya yang panjang monster spesimen khusus itu berlari cepat seperti hewan primate gorilla.
“Apa uppercut yang kulakukan tadi membuatnya jadi lupa jati diri?” tidak mau kalah Hunter juga berlari mendekati sang monster.
Kepalan tinju yang berukuran besar melaju cepat, serangan itu sangat mendadak membuat Hunter tidak ada persiapan untuk menghindar, apalagi ukurannya yang menutupi jalannya. Mau tidak mau Hunter harus mencari cara untuk melawan.
“Jangan remehkan aku!” Hunter memasukan kembali sabitnya, lalu mengepal tinjunya dengan sangat kuat hingga uratnya terlihat jelas.
Dua tinju saling beradu, menimbulkan getaran dan hempasan angin yang kuat. Dengan tinjunya yang kecil Hunter mampu menahan tinju dari sang monster.
“Sudah kubil---,” seluruh tubuh Hunter tertusuk kaki serangga yang muncul dari permukaan kulit luar tinju sang monster. “cih!” ia memuntahkan darah dari mulutnya.
Jumlah tusukan yang banyak pada tubuhnya membuat Hunter tidak bisa menggerakan tubuhnya, saraf-saraf penggerak mendadak lumpuh. Tangan yang besar itu membawa Hunter menuju hadapan sang monster spesimen khusus. Wajahnya yang besar dan juga menyeramkan tidak membuat Hunter takut. Kemudian sang monster menggerakan tangannya ke atas sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Darah mengucur tepat ke bawah mulut sang monster. Memberinya lebih banyak tenaga dan kekuatan lagi.
“Sialan, turunkan aku monster tengik!” maki Hunter, namun tidak perdulikan sama sekali.
Meskipun tertusuk, regen masih berjalan terus kecuali beat di dalam tubuhnya berhasil dihancurkan. Hunter mencoba berkonsentrasi agar tubuhnya jauh lebih tenang dan rileks. Keadaan saat ini yang membuatnya kaku akibat dari emosinya yang terlalu tinggi ketika menghadapi sang monster. Setelah beberapa saat tubuhnya rileks dan santai, ia bisa menggerakan tangannya dan kemudian mengeluarkan senjata sabit miliknya.
Hunter memotong kaki serangga yang menusuk dirinya, tidak sepenuhnya karena sebagian masih menempel pada tubuhnya. Ia berhasil lepas dari cengkraman sang monster, lalu mencabut sendiri sisanya. Sang monster memperoleh kekuatan yang cukup signifikan, dan secara perlahan tubuhnya berubah menjadi lebih besar lagi.
“Fuck!” Hunter tidak percaya denagn apa yang dilihatnya.
Berbeda dengan Hunter, Gareth malah melihat seseorang yang dikenalnya sedang berjalan mendekatinya.
“Sudah kubilang, aku sangat iri pada kalian,” ucap Gareth.
Seseorang yang berjalan itu ialah Djohan, “Beristirahatlah bersama yang lain,” ucapnya dengan tenang.
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas
Tutup