- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Ku Bersama Neng Penghuni Kos-Kosan ( Real Horror Romantic Story )
...
TS
akunkubaik
Kisah Ku Bersama Neng Penghuni Kos-Kosan ( Real Horror Romantic Story )
Kali ini ane akan menuliskan kisah nyata hidup ane pada saat ane masih ngekost di salah satu kota yang terkenal cukup banyak dihuni oleh para mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh penjuru Indonesia ini.
Kota yang sangat indah, sejuk, nyaman, masyarakatnya ramah dan cewek-ceweknya terkenal cantik-cantik dan bahasanya halus.
Waktu itu ane baru saja pulang dari Kalimantan setelah ane selesai melakukan kontrak kerja di salah satu perusahaan. Ane kerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun. Karena kontrak kerja sudah beres ane memutuskan untuk kembali ke pulau Jawa untuk mengadu nasib di pulau ini.
Setelah sampai di kota tujuan ini , ane menumpang tidur untuk sementara di kamar kos teman lama ane. Sebenarnya teman ane tersebut mengajak untuk tinggal bersama di kamarnya, namun ane memilih untuk mencari kamar kost lainnya karena kurang nyaman untuk tinggal bersama di kamar tersebut dengan ukuran kamar yang cukup kecil.
Beberapa hari setelah berkeliling untuk mencari kosan yang sesuai dengan kantong maka ane memutuskan untuk ngekost di kos-kosan Bu Anisa.
Kos-kosan ini cukup bersih dan terawat, kos-kosan campur antara laki-laki dan perempuan dan juga untuk karyawan dan mahasiswa.
Sebelum ane masuk, ane minta agar kamar dibersihkan karena kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh mahasiswa yang baru lulus.
Pada saat bersih-bersih, ane ngobrol-ngobrol dengan Mas Engkus
" Mas, di kosan ini ada juga karyawan atau yang udah kerja mas??" tanyaku sambil mulai menyusun barang-barang ku.
" Disini campur mas, mahasiswa ada..ini disamping kamar mas dua-duanya karyawan mas " jawab mas Engkus sambil membereskan sapu dan pel.
"Kerja dimana mereka mas?, cowok atau cewek??" Tanya ku seraya berharap kalau penghuni kos disamping kamar ku adalah cewek.
" Kalau yang disamping kanan situ kerja di bank, yang disini samping kiri kerja di mall" jelas mas Engkus singkat.
" Begitu ya mas " ujar ku sambil menyodorkan sebungkus rokok sebagai ucapan terimakasih karena mas Engkus udah ngebersihin kamar ku.
" Wah makasih mas, mas kalau ada perlu bisa ngehubungin saya mas atau langsung ke ibu kos aja " ujar mas Engkus sambil pamit untuk pulang karena sudah sore.
Selesai beres-beres kamar, ane duduk-duduk di depan kamar sambil nyanyi-nyanyi diiringi gitar kesayangan ane serta didampingi rokok Sampurno kesukaan ane.
" Tek tok tek tok " suara langkah sepatu terdengar semakin jelas menuju ke tempat ku duduk. Segera ku alihkan pandangan ku ke arah datangnya suara tersebut.
" Ohhh jadi ini cewek penghuni kamar sebelah kanan " ujar ku dalam hati.
Seorang wanita dengan pakaian berwarna biru dan rok warna biru yang cukup pendek sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus dan putih.
Aku lanjutkan kembali petikan gitar ku dengan lagu " Mahadewi dari Padi Reborn " yang belum sempat ku selesaikan karena terganggu dengan suara tek tok sepatu neng cantik penghuni kamar sebelah kanan.
" Ahhh udah mau jam 6, mandi dulu dah, biar ganteng " pikir ku seraya aku masuk ke dalam kamar.
" Byuuuurrr..byuuurrr..byurrrr " suara air terdengar senyap dari kamar mandi tetangga sebelah.
" Hmmmm kayak neng karyawan bank, kamar sebelah lagi mandi juga " khayal ku mulai liar.
Segera kuguyur kepala ku dan seluruh badan ku agar otak ku tidak kotor membayangkan neng sebelah yang juga lagi mandi.
" Yahhhhh seger juga mandi setelah tadi keringatan bersih-bersih kamar " kata ku sembari mengganti baju ku.
" Kayaknya udah ada deh anak kos baru di kamar sebelah " terdengar obrolan dari kamar sebelah kiri kamar ku.
" Iya tuh, udah ada yang isi " jawab temannya yang lain.
" Cowok apa cewek?? Kamu udah lihat belum? Tanya temannya lagi.
" Kayaknya cowok deh, tadi lihat sendalnya. Sendalnya sendal cowok.. semoga aja ganteng dan masih lajang" ujar teman nya sambil cekikikan.
" Ihhh kamu kegatelan " ujar temannya lagi.
Kira-kira seperti itulah sedikit obrolan cewek-cewek itu mengenai keberadaan ane di kosan tersebut.
" Duduk-duduk di depan ah, siapa tau bisa kenalan dengan mereka atau setidaknya ngeliat tuh cewek " khayal ku sembari membuka pintu dan duduk di depan kamar ku.
Sudah sekitar 15 menit aku duduk-duduk sembari memainkan iPhone keluaran terbaru ku namun belum ada tanda-tanda mereka akan keluar kamar.
Mungkin saja mereka grogi keluar kamar atau sedang berdandan agar tampil cantik untuk membuat aku terpesona pada pertemuan pertama.
" Beli makan yuk keluar, lapar nih " teriak salah satu cewek ngajak temennya untuk beli makan.
" Cekreeekkk " bunyi engsel pintu pertanda mereka akan keluar kamar.
" Dug..dug..dug " bunyi jantung ku tiba-tiba terasa berdenyut.
Heran juga kok aku deg-degan padahal gak kenal juga dengan cewek-cewek itu.
Akhirnya terbuka juga pintu kamarnya dan keluar lah dua wanita yang cantik bahkan sangat cantik menurut ane.
Ane senyum manis dan berusaha sedikit menyapa.
" Hai teh, anak baru di kosan ini " sapa ku sembari senyum.
" Hai juga a " jawab mereka singkat.
" Mau kemana teh " tanya ku berharap mereka ngajak aku makan bersama.
" Mau beli makan aja ke depan " jawab si teteh yang berambut panjang.
" Duluan ya a " ujar si teteh berambut pendek pirang.
"Silahkan atuh teteh " jawab ku sambil dalam hati sedih karena gak diajak untuk beli makan bersama.

" Ya wos lahh.. setidaknya udah tau penghuni kiri kanan sebelah kamar ku. Cukup senang setelah mengetahui bahwa mereka semua cantik walaupun beda gaya berbusana.
Karena belum lapar, aku ambil gitar ku dan kembali lagi aku bernyanyi lagu-lagu romantis dari band kesukaan ku seperti Padi, Sheila On Seven, Cokelat, Naff, Dewa 19 dll. Ane bernyanyi sembari berharap cewek-cewek di kosan ini suka dan penasaran siapa pemilik suara merdu ini.
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Kota yang sangat indah, sejuk, nyaman, masyarakatnya ramah dan cewek-ceweknya terkenal cantik-cantik dan bahasanya halus.
Waktu itu ane baru saja pulang dari Kalimantan setelah ane selesai melakukan kontrak kerja di salah satu perusahaan. Ane kerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun. Karena kontrak kerja sudah beres ane memutuskan untuk kembali ke pulau Jawa untuk mengadu nasib di pulau ini.
Setelah sampai di kota tujuan ini , ane menumpang tidur untuk sementara di kamar kos teman lama ane. Sebenarnya teman ane tersebut mengajak untuk tinggal bersama di kamarnya, namun ane memilih untuk mencari kamar kost lainnya karena kurang nyaman untuk tinggal bersama di kamar tersebut dengan ukuran kamar yang cukup kecil.
Beberapa hari setelah berkeliling untuk mencari kosan yang sesuai dengan kantong maka ane memutuskan untuk ngekost di kos-kosan Bu Anisa.
Kos-kosan ini cukup bersih dan terawat, kos-kosan campur antara laki-laki dan perempuan dan juga untuk karyawan dan mahasiswa.
Sebelum ane masuk, ane minta agar kamar dibersihkan karena kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh mahasiswa yang baru lulus.
Pada saat bersih-bersih, ane ngobrol-ngobrol dengan Mas Engkus
" Mas, di kosan ini ada juga karyawan atau yang udah kerja mas??" tanyaku sambil mulai menyusun barang-barang ku.
" Disini campur mas, mahasiswa ada..ini disamping kamar mas dua-duanya karyawan mas " jawab mas Engkus sambil membereskan sapu dan pel.
"Kerja dimana mereka mas?, cowok atau cewek??" Tanya ku seraya berharap kalau penghuni kos disamping kamar ku adalah cewek.

" Kalau yang disamping kanan situ kerja di bank, yang disini samping kiri kerja di mall" jelas mas Engkus singkat.
" Begitu ya mas " ujar ku sambil menyodorkan sebungkus rokok sebagai ucapan terimakasih karena mas Engkus udah ngebersihin kamar ku.
" Wah makasih mas, mas kalau ada perlu bisa ngehubungin saya mas atau langsung ke ibu kos aja " ujar mas Engkus sambil pamit untuk pulang karena sudah sore.
Selesai beres-beres kamar, ane duduk-duduk di depan kamar sambil nyanyi-nyanyi diiringi gitar kesayangan ane serta didampingi rokok Sampurno kesukaan ane.
" Tek tok tek tok " suara langkah sepatu terdengar semakin jelas menuju ke tempat ku duduk. Segera ku alihkan pandangan ku ke arah datangnya suara tersebut.
" Ohhh jadi ini cewek penghuni kamar sebelah kanan " ujar ku dalam hati.
Seorang wanita dengan pakaian berwarna biru dan rok warna biru yang cukup pendek sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus dan putih.
Aku lanjutkan kembali petikan gitar ku dengan lagu " Mahadewi dari Padi Reborn " yang belum sempat ku selesaikan karena terganggu dengan suara tek tok sepatu neng cantik penghuni kamar sebelah kanan.
" Ahhh udah mau jam 6, mandi dulu dah, biar ganteng " pikir ku seraya aku masuk ke dalam kamar.
" Byuuuurrr..byuuurrr..byurrrr " suara air terdengar senyap dari kamar mandi tetangga sebelah.
" Hmmmm kayak neng karyawan bank, kamar sebelah lagi mandi juga " khayal ku mulai liar.

Segera kuguyur kepala ku dan seluruh badan ku agar otak ku tidak kotor membayangkan neng sebelah yang juga lagi mandi.

" Yahhhhh seger juga mandi setelah tadi keringatan bersih-bersih kamar " kata ku sembari mengganti baju ku.
" Kayaknya udah ada deh anak kos baru di kamar sebelah " terdengar obrolan dari kamar sebelah kiri kamar ku.
" Iya tuh, udah ada yang isi " jawab temannya yang lain.
" Cowok apa cewek?? Kamu udah lihat belum? Tanya temannya lagi.
" Kayaknya cowok deh, tadi lihat sendalnya. Sendalnya sendal cowok.. semoga aja ganteng dan masih lajang" ujar teman nya sambil cekikikan.
" Ihhh kamu kegatelan " ujar temannya lagi.
Kira-kira seperti itulah sedikit obrolan cewek-cewek itu mengenai keberadaan ane di kosan tersebut.
" Duduk-duduk di depan ah, siapa tau bisa kenalan dengan mereka atau setidaknya ngeliat tuh cewek " khayal ku sembari membuka pintu dan duduk di depan kamar ku.
Sudah sekitar 15 menit aku duduk-duduk sembari memainkan iPhone keluaran terbaru ku namun belum ada tanda-tanda mereka akan keluar kamar.
Mungkin saja mereka grogi keluar kamar atau sedang berdandan agar tampil cantik untuk membuat aku terpesona pada pertemuan pertama.

" Beli makan yuk keluar, lapar nih " teriak salah satu cewek ngajak temennya untuk beli makan.
" Cekreeekkk " bunyi engsel pintu pertanda mereka akan keluar kamar.
" Dug..dug..dug " bunyi jantung ku tiba-tiba terasa berdenyut.
Heran juga kok aku deg-degan padahal gak kenal juga dengan cewek-cewek itu.
Akhirnya terbuka juga pintu kamarnya dan keluar lah dua wanita yang cantik bahkan sangat cantik menurut ane.
Ane senyum manis dan berusaha sedikit menyapa.
" Hai teh, anak baru di kosan ini " sapa ku sembari senyum.
" Hai juga a " jawab mereka singkat.
" Mau kemana teh " tanya ku berharap mereka ngajak aku makan bersama.

" Mau beli makan aja ke depan " jawab si teteh yang berambut panjang.
" Duluan ya a " ujar si teteh berambut pendek pirang.
"Silahkan atuh teteh " jawab ku sambil dalam hati sedih karena gak diajak untuk beli makan bersama.

" Ya wos lahh.. setidaknya udah tau penghuni kiri kanan sebelah kamar ku. Cukup senang setelah mengetahui bahwa mereka semua cantik walaupun beda gaya berbusana.
Karena belum lapar, aku ambil gitar ku dan kembali lagi aku bernyanyi lagu-lagu romantis dari band kesukaan ku seperti Padi, Sheila On Seven, Cokelat, Naff, Dewa 19 dll. Ane bernyanyi sembari berharap cewek-cewek di kosan ini suka dan penasaran siapa pemilik suara merdu ini.

Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Diubah oleh akunkubaik 09-06-2021 00:47
kedubes dan 33 lainnya memberi reputasi
28
22.2K
224
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akunkubaik
#26
" njir udah malam lagi aja" ujar ku sambil selonjoran di kasur sambil menatap langit-langit kamar.
" Nonton ahh, kayaknya ada nih siaran yang seru " bisik ku dalam hati sambil menyalakan TV tabung yang ada di kosan ini.
Gonta-ganti channel dan akhirnya ane nemu film horor Indonesia jaman dulu " Bangkitnya Si Barda Penguasa Alam Lelembut ".
Film ini cukup menyeramkan bercerita tentang si Barda untuk membalas dendam kepada orang-orang yang memenggal kepalanya.
Asyik-asyik menonton film, ane dikejutkan dengan ketukan pintu.
"Tukk..tukk..tuukk..aa lagi di kamar " terdengar suara dari luar kamar.
" Iyaaaa ada..masuk aja, pintu gak di kunci " jawab ku sambil memperbaiki posisi ku yang tadinya baring-baring di kasur.
" Nyctaaa..masuk nyc masuk " kupersilahkan Nycta masuk ke kamar ku.
" Duduk disini aja kita ya nyc, maklum kursi di kamar ini cuman satu " ujar ku mempersilahkan Nycta duduk di karpet kamar ku.
" Iya aa..gak apa-apa kita duduk di karpet aja.. lebih leluasa juga duduk di karpet " jawab Nycta sambil duduk menghadap TV.
Nycta yang saat itu datang bertamu terlihat sangat cantik mempesona, berbeda dengan waktu aku temui di atap rumah ini.
Wangi tubuh Nycta pun tercium halus masuk dengan sopan ke hidung ku, sepertinya Nycta baru saja selesai mandi.
" Nyc.. wangi banget, baru beres mandi yah" ucap ku memulai pembicaraan.
" Gak wangi-wangi banget lah.. paling wangi sabun sama sampo..tadi aku keramas sih, gerah aa..tadi rasanya panas banget di kosan ini " bales Nycta sembari senyum.
" Boleh kan aa ngobrol-ngobrol disini.. bosan aku di kamar sendirian , pengen cerita-cerita ke aa " tanya nycta.
" Boleh banget dengan senang hati " sambut ku sambil menghidangkan dua gelas kopi sachetan buat kami berdua.
" Ihhh si aa..meni repor gitu nyiapin minum.. sebagai perempuan, harusnya aku yang buat atuh aa..aa cuma nunjukin aja dimana kopi, gula dan air panas" ujar Nycta sembari menunjukkan ekspresi manja ke aku.
Jujur..aku suka banget dengan ekspresi Nycta kalau lagi manja begitu.
" Aa.. ganti dong siarannya..takut aku nonton film jurik begini.. serem atuh.. apalagi hantunya gak punya kepala..ihhh takut aa " sambil Nycta mendekat ke arahku.
" Ini remotnya Nyc.. ganti aja " ujar ku sembari menyerahkan remot TV ke Nycta.
" Oh iya Nycta itu udah masih kuliah atau udah kerja??" Tanya ku.
" Aku masih kuliah semester akhir nih aa..lagi nyusun skripsi..udah 1 tahun skripsi aku belum beres-beres juga..revisi mulu aa, dosen pembimbing aku juga susah ditemui.. sering keluar kota gitu" jawab Nycta dengan ekspresi sedih.
Ane paham kondisi Nycta karena ane juga mengalami hal yang sama saat menyusun skripsi.
" Hidup ini berat ya aa, ingin deh rasanya kembali ke masa kecil.. tidak ada beban hidup.. sekarang malah aku yang jadi beban hidup " keluh Nycta sembari menarik napas panjang.
" Ya begitulah Nyc..aa juga sekarang pusing nyari kerjaan, udah 1 bulan belum dapat panggilan kerja padahal lamaran udah banyak yang aku serahkan " kesah ku sambil menyeruput kopi panas ku.
" Emang aa dulunya kerja dimana? " Tanya Nycta.
" Aa dulu kerja di Kalimantan, di perusahaan tambang..masih kontrak sih tapi kontrak ku tidak diperpanjang oleh perusahaan karena perusahaan merugi " jawab ku.
" Wahh hebat atuh aa..pasti gajinya besar di perusahaan tambang " lanjut Nycta.
" Besar kalau untuk karyawan tetap.. kami yang kontrak ya cukuplah untuk hidup dan sedikit menabung " jawab ku seadanya.
" Aku pengen cepat-cepat kerja nih aa..buat bantu mama di kampung " ujar Nycta penuh harap.
" Iyaaa Nycta..aa bantu doa semoga Nycta bisa segera selesai skripsinya dan segera lulus " ujar ku memberikan semangat.
" Mama aku kasian aa..aku anak paling besar.. adik-adik ku ada 5 ..mama ku tinggal sendiri membiayai hidup kami berenam " ucap Nycta.
" Udah itu, papa aku dulu suka main judi dan punya banyak hutang.. hutang papa ya jadi mama yang nanggung" sambung Nycta.
" Sambil nyusun skripsi, gimana kalau Nycta kerja juga.. nyusun skripsi kan udah gak masuk kuliah..tinggal bimbingan aja..jadi akan banyak waktu luang " usul ku agar Nycta bisa mendapatkan pendapatan tambahan.
" Kerja dimana aa? Aku belum kepikiran..masih fokus ke skripsi " tanya Nycta.
" Kamu bisa kerja di bengkel mobil teman aku, sebagai admin aja disana.. mencatat pemasukan, barang-barang yang dibeli, pengeluaran dan lain sebagainya. Nanti aku kenalin deh ke si Chandra teman dekat aku" ucapku menjelaskan.
" Bisa banget aa..aku juga punya cukup waktu luang kok "
" Boleh-bolej, besok ya..aku tanyakan dulu ke teman aku " ujar ku.
" Ehhh aa itu kan udah lulus kuliah dan udah pernah kerja.. pernah pacaran atau lagi punya pacar gak??", Tanya Nycta malu-malu dengan pipi yang memerah.
Makin cantik aja nih si Nycta kalau malu-malu gitu.
" Pernah Nyc..aa pacaran udah 5 kali, baru putus juga dua bulan yang lalu ..tapu aa mulu yang diputuskan..ingin sih rasanya mengakhiri masa lajang ini dan memulai keluarga kecil " jawab ku sambil senyum manis.
" Wuihhh jagoan si aa, mantannya ada 5..gak nyangka aku..padahal aa gak ganteng-ganteng amat..
pasti aa pakai ilmu pelet nih " canda Nycta sambil mencubit paha ku.
" Ihhh apaan sih nyubit-nyubit sakit tau" protes ku sembari mengelus-elus rambut Nycta.
" Ihhhh jangan di elus-elus rambut aku.. nanti nagih" ujar Nycta seraya memegang tangan kanan ku.
" Kalau Nycta gimana?? Udah pernah pacaran belum?? " Tanya ku sambil berharap Nycta belum pernah pacaran.
Heran juga kok tiba-tiba muncul pikiran seakan-akan tidak rela kalau Nycta pernah jatuh cinta dengan laki-laki lain.
" Pernah sih..tapi pedih..perih banget kalau dikenang, aku udah pacaran 3 kali namun yang paling berkesan sih waktu pacaran dengan Mas Bram.. waktu itu dia udah kerja dan aku semester 7 " kenang Nycta.
" Kami pacaran 3 tahun..udah dekat banget dan sudah saling kenal satu sama lain..Mas Bram juga udah datang ke rumah untuk berkenalan dengan mama dan adik-adik ku " lanjut Nycta.
" Lalu gimana kelanjutan " tanyaku dengan penuh penasaran.
" 3 Bulan lalu dia menjanjikan akan menikahi ku setelah pulang dari Malaysia.. mereka punya proyek disana, dia janji sekaligus juga memberi ku cincin sebagai tanda pengingat perjanjian kami. Dia mengajak aku liburan juga ke Bali. Sekitar 1 Minggu kami di Bali. Sakit karena semuanya berakhir tapi akan jadi kenangan indah jika kami menikah " kenang Nycta.
" Sabar yah Nyc.. mungkin belum jodoh..kamu pasti akan dipertemukan dengan laki-laki yang kelak akan menjadi jodohmu sampai mau memisahkan " ucap ku sembari mengelus-elus rambut Nycta.
Cukup lama aku mengelus-elus rambut Nycta. Kali ini Nycta tidak protes dan membiarkan aku mengelus kepalanya.
" Lanjut lagi dong ceritanya Nyc " pinta ku sambil memperbaiki posisi duduk ku bersender ke lemari pakaian.
" Ihhh aa mah..senang banget denger cerita sedih aku.. nanti aa juga harus cerita ya kisah cinta nya aa " ujar Nycta sambil mendekatkan tubuhnya ke arahku.
Tubuh Nycta dan badan ku saat ini hampir bersentuhan satu sama lain, aroma tubuh Nycta tercium begitu nyaman di hidung ku. Entah parfum, shampo atau sabun apa yang digunakan Nycta namun aromanya begitu halus membuat nyaman saat menciumnya.
" Dia gak ada kabar lagi aa, aku hubungi lewat berbagai cara tetap aja gak bisa dihubungi..di ghosting akutuh" keluh Nycta sembari menahan air matanya yang mulai memenuhi kedua bola matanya yang ayu.
Perlahan-lahan tubuh Nycta semakin mendekat ke tubuh ku dan tanpa terasa Nycta bersandar di dada ku yang bidang.
Nyaman ya itu adalah kata yang tepat ketika Nycta menyandarkan tubuhnya di dada ku. Aku elus rambut Nycta sambil memandang wajahnya yang cantik.
" Sekitar seminggu setelah aku lelah mencari-cari kemana perginya Mas Bram, tiba-tiba ada WA masuk ke handphone aku.." maaf Nycta, aku tidak bisa lagi untuk bersama mu, semoga engkau bahagia " hanya begitu lah kata perpisahan dari mas Bram " ujar Nycta dan akhirnya air mata Nycta menetes membasahi pipinya.
Aku elus pipi Nycta untuk mengeringkan air matanya sembari memeluk erat tubuh Nycta.
" Sabar yah nyc..akan indah kok hidup nycta setelah Nycta lulus akan cobaan ini " ujar ku memberikan dukungan.
" Tapi aa..tiga tahun pacaran, masa hanya lewat pesan WhatsApp aja dia pamitan? Selang beberapa Minggu kemudian, dia udah menikah dengan Amel. Amel ini kakak kelas aku yang dulu pernah aku kenalkan ke mas Bram.. foto-foto pernikahan mereka aku lihat di Instagram Amel.. sakit aa..sakit hati ini " ucap Nycta sambil sesenggukan menahan tangisnya.
" Ahhhh sedih Nyc..aa juga sedih mendengar kisahnya Nycta" ujar ku lalu menawarkan tissu dan segelas air putih.
Ku peluk Nycta dengan erat untuk menenangkan dirinya. Ku tatap mata Nycta dengan penuh kasih sayang. Tidak tau entah kenapa, begitu nyaman dan tersentuh hati ini melihat Nycta dengan kondisi begini.
Ku tatap mata Nycta dengan sendu begitu juga dengan Nycta menatap ku dengan ayu dan sendu.
Semakin dekat, semakin dekat wajah ku dengan wajah Nycta dan tanpa terasa bibirku menyentuh bibir Nycta.
" Deg.." jantung berdegub kencang.
Ku tarik bibir ku karena aku takut Nycta akan marah karena telah lancang mencium bibirnya yang manis.
" Aa sini.." ,ucap Nycta sembari merenggangkan kedua tangannya sebagai isyarat untuk dipeluk.
Ku peluk Nycta dengan erat sembari kembali wajah kami saling berhadapan dan sangat dekat.
" Nycta mencium bibir ku dengan lembut, ku hanya diam seraya menatap wajahnya yang teduh. Kedua mata Nycta terpejam seraya bibirnya mencium bibirku dengan lembut.
" Nyctaaaa" ucap ku dengan penuh kasih sayang.
Kubaringkan Nycta di tempat tidur ku. Ku cium lembut bibirnya. Ku pejamkan kedua mataku dan ku resapi lembutnya bibir Nycta yang merah merona.
" Sayaaaaannngg " bisik Nycta mesra.
" Ya sayaaaang " jawab ku sembari tetap kucium bibir Nycta dengan lembut dan perlahan-lahan tanganku turun ke arah dada Nycta..
" Sayaaaangg...sabaarr.. cium aku " bisik Nycta manja di telinga ku sembari manahan tangan ku di dada Nycta.
( Bersambung..)
" Nonton ahh, kayaknya ada nih siaran yang seru " bisik ku dalam hati sambil menyalakan TV tabung yang ada di kosan ini.
Gonta-ganti channel dan akhirnya ane nemu film horor Indonesia jaman dulu " Bangkitnya Si Barda Penguasa Alam Lelembut ".
Film ini cukup menyeramkan bercerita tentang si Barda untuk membalas dendam kepada orang-orang yang memenggal kepalanya.
Asyik-asyik menonton film, ane dikejutkan dengan ketukan pintu.
"Tukk..tukk..tuukk..aa lagi di kamar " terdengar suara dari luar kamar.
" Iyaaaa ada..masuk aja, pintu gak di kunci " jawab ku sambil memperbaiki posisi ku yang tadinya baring-baring di kasur.
" Nyctaaa..masuk nyc masuk " kupersilahkan Nycta masuk ke kamar ku.
" Duduk disini aja kita ya nyc, maklum kursi di kamar ini cuman satu " ujar ku mempersilahkan Nycta duduk di karpet kamar ku.
" Iya aa..gak apa-apa kita duduk di karpet aja.. lebih leluasa juga duduk di karpet " jawab Nycta sambil duduk menghadap TV.
Nycta yang saat itu datang bertamu terlihat sangat cantik mempesona, berbeda dengan waktu aku temui di atap rumah ini.
Wangi tubuh Nycta pun tercium halus masuk dengan sopan ke hidung ku, sepertinya Nycta baru saja selesai mandi.
" Nyc.. wangi banget, baru beres mandi yah" ucap ku memulai pembicaraan.
" Gak wangi-wangi banget lah.. paling wangi sabun sama sampo..tadi aku keramas sih, gerah aa..tadi rasanya panas banget di kosan ini " bales Nycta sembari senyum.
" Boleh kan aa ngobrol-ngobrol disini.. bosan aku di kamar sendirian , pengen cerita-cerita ke aa " tanya nycta.
" Boleh banget dengan senang hati " sambut ku sambil menghidangkan dua gelas kopi sachetan buat kami berdua.
" Ihhh si aa..meni repor gitu nyiapin minum.. sebagai perempuan, harusnya aku yang buat atuh aa..aa cuma nunjukin aja dimana kopi, gula dan air panas" ujar Nycta sembari menunjukkan ekspresi manja ke aku.
Jujur..aku suka banget dengan ekspresi Nycta kalau lagi manja begitu.
" Aa.. ganti dong siarannya..takut aku nonton film jurik begini.. serem atuh.. apalagi hantunya gak punya kepala..ihhh takut aa " sambil Nycta mendekat ke arahku.
" Ini remotnya Nyc.. ganti aja " ujar ku sembari menyerahkan remot TV ke Nycta.
" Oh iya Nycta itu udah masih kuliah atau udah kerja??" Tanya ku.
" Aku masih kuliah semester akhir nih aa..lagi nyusun skripsi..udah 1 tahun skripsi aku belum beres-beres juga..revisi mulu aa, dosen pembimbing aku juga susah ditemui.. sering keluar kota gitu" jawab Nycta dengan ekspresi sedih.
Ane paham kondisi Nycta karena ane juga mengalami hal yang sama saat menyusun skripsi.
" Hidup ini berat ya aa, ingin deh rasanya kembali ke masa kecil.. tidak ada beban hidup.. sekarang malah aku yang jadi beban hidup " keluh Nycta sembari menarik napas panjang.
" Ya begitulah Nyc..aa juga sekarang pusing nyari kerjaan, udah 1 bulan belum dapat panggilan kerja padahal lamaran udah banyak yang aku serahkan " kesah ku sambil menyeruput kopi panas ku.
" Emang aa dulunya kerja dimana? " Tanya Nycta.
" Aa dulu kerja di Kalimantan, di perusahaan tambang..masih kontrak sih tapi kontrak ku tidak diperpanjang oleh perusahaan karena perusahaan merugi " jawab ku.
" Wahh hebat atuh aa..pasti gajinya besar di perusahaan tambang " lanjut Nycta.
" Besar kalau untuk karyawan tetap.. kami yang kontrak ya cukuplah untuk hidup dan sedikit menabung " jawab ku seadanya.
" Aku pengen cepat-cepat kerja nih aa..buat bantu mama di kampung " ujar Nycta penuh harap.
" Iyaaa Nycta..aa bantu doa semoga Nycta bisa segera selesai skripsinya dan segera lulus " ujar ku memberikan semangat.
" Mama aku kasian aa..aku anak paling besar.. adik-adik ku ada 5 ..mama ku tinggal sendiri membiayai hidup kami berenam " ucap Nycta.
" Udah itu, papa aku dulu suka main judi dan punya banyak hutang.. hutang papa ya jadi mama yang nanggung" sambung Nycta.
" Sambil nyusun skripsi, gimana kalau Nycta kerja juga.. nyusun skripsi kan udah gak masuk kuliah..tinggal bimbingan aja..jadi akan banyak waktu luang " usul ku agar Nycta bisa mendapatkan pendapatan tambahan.
" Kerja dimana aa? Aku belum kepikiran..masih fokus ke skripsi " tanya Nycta.
" Kamu bisa kerja di bengkel mobil teman aku, sebagai admin aja disana.. mencatat pemasukan, barang-barang yang dibeli, pengeluaran dan lain sebagainya. Nanti aku kenalin deh ke si Chandra teman dekat aku" ucapku menjelaskan.
" Bisa banget aa..aku juga punya cukup waktu luang kok "
" Boleh-bolej, besok ya..aku tanyakan dulu ke teman aku " ujar ku.
" Ehhh aa itu kan udah lulus kuliah dan udah pernah kerja.. pernah pacaran atau lagi punya pacar gak??", Tanya Nycta malu-malu dengan pipi yang memerah.
Makin cantik aja nih si Nycta kalau malu-malu gitu.
" Pernah Nyc..aa pacaran udah 5 kali, baru putus juga dua bulan yang lalu ..tapu aa mulu yang diputuskan..ingin sih rasanya mengakhiri masa lajang ini dan memulai keluarga kecil " jawab ku sambil senyum manis.
" Wuihhh jagoan si aa, mantannya ada 5..gak nyangka aku..padahal aa gak ganteng-ganteng amat..
pasti aa pakai ilmu pelet nih " canda Nycta sambil mencubit paha ku." Ihhh apaan sih nyubit-nyubit sakit tau" protes ku sembari mengelus-elus rambut Nycta.
" Ihhhh jangan di elus-elus rambut aku.. nanti nagih" ujar Nycta seraya memegang tangan kanan ku.
" Kalau Nycta gimana?? Udah pernah pacaran belum?? " Tanya ku sambil berharap Nycta belum pernah pacaran.
Heran juga kok tiba-tiba muncul pikiran seakan-akan tidak rela kalau Nycta pernah jatuh cinta dengan laki-laki lain.
" Pernah sih..tapi pedih..perih banget kalau dikenang, aku udah pacaran 3 kali namun yang paling berkesan sih waktu pacaran dengan Mas Bram.. waktu itu dia udah kerja dan aku semester 7 " kenang Nycta.
" Kami pacaran 3 tahun..udah dekat banget dan sudah saling kenal satu sama lain..Mas Bram juga udah datang ke rumah untuk berkenalan dengan mama dan adik-adik ku " lanjut Nycta.
" Lalu gimana kelanjutan " tanyaku dengan penuh penasaran.
" 3 Bulan lalu dia menjanjikan akan menikahi ku setelah pulang dari Malaysia.. mereka punya proyek disana, dia janji sekaligus juga memberi ku cincin sebagai tanda pengingat perjanjian kami. Dia mengajak aku liburan juga ke Bali. Sekitar 1 Minggu kami di Bali. Sakit karena semuanya berakhir tapi akan jadi kenangan indah jika kami menikah " kenang Nycta.
" Sabar yah Nyc.. mungkin belum jodoh..kamu pasti akan dipertemukan dengan laki-laki yang kelak akan menjadi jodohmu sampai mau memisahkan " ucap ku sembari mengelus-elus rambut Nycta.
Cukup lama aku mengelus-elus rambut Nycta. Kali ini Nycta tidak protes dan membiarkan aku mengelus kepalanya.
" Lanjut lagi dong ceritanya Nyc " pinta ku sambil memperbaiki posisi duduk ku bersender ke lemari pakaian.
" Ihhh aa mah..senang banget denger cerita sedih aku.. nanti aa juga harus cerita ya kisah cinta nya aa " ujar Nycta sambil mendekatkan tubuhnya ke arahku.
Tubuh Nycta dan badan ku saat ini hampir bersentuhan satu sama lain, aroma tubuh Nycta tercium begitu nyaman di hidung ku. Entah parfum, shampo atau sabun apa yang digunakan Nycta namun aromanya begitu halus membuat nyaman saat menciumnya.
" Dia gak ada kabar lagi aa, aku hubungi lewat berbagai cara tetap aja gak bisa dihubungi..di ghosting akutuh" keluh Nycta sembari menahan air matanya yang mulai memenuhi kedua bola matanya yang ayu.
Perlahan-lahan tubuh Nycta semakin mendekat ke tubuh ku dan tanpa terasa Nycta bersandar di dada ku yang bidang.
Nyaman ya itu adalah kata yang tepat ketika Nycta menyandarkan tubuhnya di dada ku. Aku elus rambut Nycta sambil memandang wajahnya yang cantik.
" Sekitar seminggu setelah aku lelah mencari-cari kemana perginya Mas Bram, tiba-tiba ada WA masuk ke handphone aku.." maaf Nycta, aku tidak bisa lagi untuk bersama mu, semoga engkau bahagia " hanya begitu lah kata perpisahan dari mas Bram " ujar Nycta dan akhirnya air mata Nycta menetes membasahi pipinya.
Aku elus pipi Nycta untuk mengeringkan air matanya sembari memeluk erat tubuh Nycta.
" Sabar yah nyc..akan indah kok hidup nycta setelah Nycta lulus akan cobaan ini " ujar ku memberikan dukungan.
" Tapi aa..tiga tahun pacaran, masa hanya lewat pesan WhatsApp aja dia pamitan? Selang beberapa Minggu kemudian, dia udah menikah dengan Amel. Amel ini kakak kelas aku yang dulu pernah aku kenalkan ke mas Bram.. foto-foto pernikahan mereka aku lihat di Instagram Amel.. sakit aa..sakit hati ini " ucap Nycta sambil sesenggukan menahan tangisnya.
" Ahhhh sedih Nyc..aa juga sedih mendengar kisahnya Nycta" ujar ku lalu menawarkan tissu dan segelas air putih.
Ku peluk Nycta dengan erat untuk menenangkan dirinya. Ku tatap mata Nycta dengan penuh kasih sayang. Tidak tau entah kenapa, begitu nyaman dan tersentuh hati ini melihat Nycta dengan kondisi begini.
Ku tatap mata Nycta dengan sendu begitu juga dengan Nycta menatap ku dengan ayu dan sendu.
Semakin dekat, semakin dekat wajah ku dengan wajah Nycta dan tanpa terasa bibirku menyentuh bibir Nycta.
" Deg.." jantung berdegub kencang.
Ku tarik bibir ku karena aku takut Nycta akan marah karena telah lancang mencium bibirnya yang manis.
" Aa sini.." ,ucap Nycta sembari merenggangkan kedua tangannya sebagai isyarat untuk dipeluk.
Ku peluk Nycta dengan erat sembari kembali wajah kami saling berhadapan dan sangat dekat.
" Nycta mencium bibir ku dengan lembut, ku hanya diam seraya menatap wajahnya yang teduh. Kedua mata Nycta terpejam seraya bibirnya mencium bibirku dengan lembut.
" Nyctaaaa" ucap ku dengan penuh kasih sayang.
Kubaringkan Nycta di tempat tidur ku. Ku cium lembut bibirnya. Ku pejamkan kedua mataku dan ku resapi lembutnya bibir Nycta yang merah merona.
" Sayaaaaannngg " bisik Nycta mesra.
" Ya sayaaaang " jawab ku sembari tetap kucium bibir Nycta dengan lembut dan perlahan-lahan tanganku turun ke arah dada Nycta..
" Sayaaaangg...sabaarr.. cium aku " bisik Nycta manja di telinga ku sembari manahan tangan ku di dada Nycta.
( Bersambung..)
khodzimzz dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup