- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Ku Bersama Neng Penghuni Kos-Kosan ( Real Horror Romantic Story )
...
TS
akunkubaik
Kisah Ku Bersama Neng Penghuni Kos-Kosan ( Real Horror Romantic Story )
Kali ini ane akan menuliskan kisah nyata hidup ane pada saat ane masih ngekost di salah satu kota yang terkenal cukup banyak dihuni oleh para mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh penjuru Indonesia ini.
Kota yang sangat indah, sejuk, nyaman, masyarakatnya ramah dan cewek-ceweknya terkenal cantik-cantik dan bahasanya halus.
Waktu itu ane baru saja pulang dari Kalimantan setelah ane selesai melakukan kontrak kerja di salah satu perusahaan. Ane kerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun. Karena kontrak kerja sudah beres ane memutuskan untuk kembali ke pulau Jawa untuk mengadu nasib di pulau ini.
Setelah sampai di kota tujuan ini , ane menumpang tidur untuk sementara di kamar kos teman lama ane. Sebenarnya teman ane tersebut mengajak untuk tinggal bersama di kamarnya, namun ane memilih untuk mencari kamar kost lainnya karena kurang nyaman untuk tinggal bersama di kamar tersebut dengan ukuran kamar yang cukup kecil.
Beberapa hari setelah berkeliling untuk mencari kosan yang sesuai dengan kantong maka ane memutuskan untuk ngekost di kos-kosan Bu Anisa.
Kos-kosan ini cukup bersih dan terawat, kos-kosan campur antara laki-laki dan perempuan dan juga untuk karyawan dan mahasiswa.
Sebelum ane masuk, ane minta agar kamar dibersihkan karena kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh mahasiswa yang baru lulus.
Pada saat bersih-bersih, ane ngobrol-ngobrol dengan Mas Engkus
" Mas, di kosan ini ada juga karyawan atau yang udah kerja mas??" tanyaku sambil mulai menyusun barang-barang ku.
" Disini campur mas, mahasiswa ada..ini disamping kamar mas dua-duanya karyawan mas " jawab mas Engkus sambil membereskan sapu dan pel.
"Kerja dimana mereka mas?, cowok atau cewek??" Tanya ku seraya berharap kalau penghuni kos disamping kamar ku adalah cewek.
" Kalau yang disamping kanan situ kerja di bank, yang disini samping kiri kerja di mall" jelas mas Engkus singkat.
" Begitu ya mas " ujar ku sambil menyodorkan sebungkus rokok sebagai ucapan terimakasih karena mas Engkus udah ngebersihin kamar ku.
" Wah makasih mas, mas kalau ada perlu bisa ngehubungin saya mas atau langsung ke ibu kos aja " ujar mas Engkus sambil pamit untuk pulang karena sudah sore.
Selesai beres-beres kamar, ane duduk-duduk di depan kamar sambil nyanyi-nyanyi diiringi gitar kesayangan ane serta didampingi rokok Sampurno kesukaan ane.
" Tek tok tek tok " suara langkah sepatu terdengar semakin jelas menuju ke tempat ku duduk. Segera ku alihkan pandangan ku ke arah datangnya suara tersebut.
" Ohhh jadi ini cewek penghuni kamar sebelah kanan " ujar ku dalam hati.
Seorang wanita dengan pakaian berwarna biru dan rok warna biru yang cukup pendek sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus dan putih.
Aku lanjutkan kembali petikan gitar ku dengan lagu " Mahadewi dari Padi Reborn " yang belum sempat ku selesaikan karena terganggu dengan suara tek tok sepatu neng cantik penghuni kamar sebelah kanan.
" Ahhh udah mau jam 6, mandi dulu dah, biar ganteng " pikir ku seraya aku masuk ke dalam kamar.
" Byuuuurrr..byuuurrr..byurrrr " suara air terdengar senyap dari kamar mandi tetangga sebelah.
" Hmmmm kayak neng karyawan bank, kamar sebelah lagi mandi juga " khayal ku mulai liar.
Segera kuguyur kepala ku dan seluruh badan ku agar otak ku tidak kotor membayangkan neng sebelah yang juga lagi mandi.
" Yahhhhh seger juga mandi setelah tadi keringatan bersih-bersih kamar " kata ku sembari mengganti baju ku.
" Kayaknya udah ada deh anak kos baru di kamar sebelah " terdengar obrolan dari kamar sebelah kiri kamar ku.
" Iya tuh, udah ada yang isi " jawab temannya yang lain.
" Cowok apa cewek?? Kamu udah lihat belum? Tanya temannya lagi.
" Kayaknya cowok deh, tadi lihat sendalnya. Sendalnya sendal cowok.. semoga aja ganteng dan masih lajang" ujar teman nya sambil cekikikan.
" Ihhh kamu kegatelan " ujar temannya lagi.
Kira-kira seperti itulah sedikit obrolan cewek-cewek itu mengenai keberadaan ane di kosan tersebut.
" Duduk-duduk di depan ah, siapa tau bisa kenalan dengan mereka atau setidaknya ngeliat tuh cewek " khayal ku sembari membuka pintu dan duduk di depan kamar ku.
Sudah sekitar 15 menit aku duduk-duduk sembari memainkan iPhone keluaran terbaru ku namun belum ada tanda-tanda mereka akan keluar kamar.
Mungkin saja mereka grogi keluar kamar atau sedang berdandan agar tampil cantik untuk membuat aku terpesona pada pertemuan pertama.
" Beli makan yuk keluar, lapar nih " teriak salah satu cewek ngajak temennya untuk beli makan.
" Cekreeekkk " bunyi engsel pintu pertanda mereka akan keluar kamar.
" Dug..dug..dug " bunyi jantung ku tiba-tiba terasa berdenyut.
Heran juga kok aku deg-degan padahal gak kenal juga dengan cewek-cewek itu.
Akhirnya terbuka juga pintu kamarnya dan keluar lah dua wanita yang cantik bahkan sangat cantik menurut ane.
Ane senyum manis dan berusaha sedikit menyapa.
" Hai teh, anak baru di kosan ini " sapa ku sembari senyum.
" Hai juga a " jawab mereka singkat.
" Mau kemana teh " tanya ku berharap mereka ngajak aku makan bersama.
" Mau beli makan aja ke depan " jawab si teteh yang berambut panjang.
" Duluan ya a " ujar si teteh berambut pendek pirang.
"Silahkan atuh teteh " jawab ku sambil dalam hati sedih karena gak diajak untuk beli makan bersama.

" Ya wos lahh.. setidaknya udah tau penghuni kiri kanan sebelah kamar ku. Cukup senang setelah mengetahui bahwa mereka semua cantik walaupun beda gaya berbusana.
Karena belum lapar, aku ambil gitar ku dan kembali lagi aku bernyanyi lagu-lagu romantis dari band kesukaan ku seperti Padi, Sheila On Seven, Cokelat, Naff, Dewa 19 dll. Ane bernyanyi sembari berharap cewek-cewek di kosan ini suka dan penasaran siapa pemilik suara merdu ini.
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Kota yang sangat indah, sejuk, nyaman, masyarakatnya ramah dan cewek-ceweknya terkenal cantik-cantik dan bahasanya halus.
Waktu itu ane baru saja pulang dari Kalimantan setelah ane selesai melakukan kontrak kerja di salah satu perusahaan. Ane kerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun. Karena kontrak kerja sudah beres ane memutuskan untuk kembali ke pulau Jawa untuk mengadu nasib di pulau ini.
Setelah sampai di kota tujuan ini , ane menumpang tidur untuk sementara di kamar kos teman lama ane. Sebenarnya teman ane tersebut mengajak untuk tinggal bersama di kamarnya, namun ane memilih untuk mencari kamar kost lainnya karena kurang nyaman untuk tinggal bersama di kamar tersebut dengan ukuran kamar yang cukup kecil.
Beberapa hari setelah berkeliling untuk mencari kosan yang sesuai dengan kantong maka ane memutuskan untuk ngekost di kos-kosan Bu Anisa.
Kos-kosan ini cukup bersih dan terawat, kos-kosan campur antara laki-laki dan perempuan dan juga untuk karyawan dan mahasiswa.
Sebelum ane masuk, ane minta agar kamar dibersihkan karena kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh mahasiswa yang baru lulus.
Pada saat bersih-bersih, ane ngobrol-ngobrol dengan Mas Engkus
" Mas, di kosan ini ada juga karyawan atau yang udah kerja mas??" tanyaku sambil mulai menyusun barang-barang ku.
" Disini campur mas, mahasiswa ada..ini disamping kamar mas dua-duanya karyawan mas " jawab mas Engkus sambil membereskan sapu dan pel.
"Kerja dimana mereka mas?, cowok atau cewek??" Tanya ku seraya berharap kalau penghuni kos disamping kamar ku adalah cewek.

" Kalau yang disamping kanan situ kerja di bank, yang disini samping kiri kerja di mall" jelas mas Engkus singkat.
" Begitu ya mas " ujar ku sambil menyodorkan sebungkus rokok sebagai ucapan terimakasih karena mas Engkus udah ngebersihin kamar ku.
" Wah makasih mas, mas kalau ada perlu bisa ngehubungin saya mas atau langsung ke ibu kos aja " ujar mas Engkus sambil pamit untuk pulang karena sudah sore.
Selesai beres-beres kamar, ane duduk-duduk di depan kamar sambil nyanyi-nyanyi diiringi gitar kesayangan ane serta didampingi rokok Sampurno kesukaan ane.
" Tek tok tek tok " suara langkah sepatu terdengar semakin jelas menuju ke tempat ku duduk. Segera ku alihkan pandangan ku ke arah datangnya suara tersebut.
" Ohhh jadi ini cewek penghuni kamar sebelah kanan " ujar ku dalam hati.
Seorang wanita dengan pakaian berwarna biru dan rok warna biru yang cukup pendek sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus dan putih.
Aku lanjutkan kembali petikan gitar ku dengan lagu " Mahadewi dari Padi Reborn " yang belum sempat ku selesaikan karena terganggu dengan suara tek tok sepatu neng cantik penghuni kamar sebelah kanan.
" Ahhh udah mau jam 6, mandi dulu dah, biar ganteng " pikir ku seraya aku masuk ke dalam kamar.
" Byuuuurrr..byuuurrr..byurrrr " suara air terdengar senyap dari kamar mandi tetangga sebelah.
" Hmmmm kayak neng karyawan bank, kamar sebelah lagi mandi juga " khayal ku mulai liar.

Segera kuguyur kepala ku dan seluruh badan ku agar otak ku tidak kotor membayangkan neng sebelah yang juga lagi mandi.

" Yahhhhh seger juga mandi setelah tadi keringatan bersih-bersih kamar " kata ku sembari mengganti baju ku.
" Kayaknya udah ada deh anak kos baru di kamar sebelah " terdengar obrolan dari kamar sebelah kiri kamar ku.
" Iya tuh, udah ada yang isi " jawab temannya yang lain.
" Cowok apa cewek?? Kamu udah lihat belum? Tanya temannya lagi.
" Kayaknya cowok deh, tadi lihat sendalnya. Sendalnya sendal cowok.. semoga aja ganteng dan masih lajang" ujar teman nya sambil cekikikan.
" Ihhh kamu kegatelan " ujar temannya lagi.
Kira-kira seperti itulah sedikit obrolan cewek-cewek itu mengenai keberadaan ane di kosan tersebut.
" Duduk-duduk di depan ah, siapa tau bisa kenalan dengan mereka atau setidaknya ngeliat tuh cewek " khayal ku sembari membuka pintu dan duduk di depan kamar ku.
Sudah sekitar 15 menit aku duduk-duduk sembari memainkan iPhone keluaran terbaru ku namun belum ada tanda-tanda mereka akan keluar kamar.
Mungkin saja mereka grogi keluar kamar atau sedang berdandan agar tampil cantik untuk membuat aku terpesona pada pertemuan pertama.

" Beli makan yuk keluar, lapar nih " teriak salah satu cewek ngajak temennya untuk beli makan.
" Cekreeekkk " bunyi engsel pintu pertanda mereka akan keluar kamar.
" Dug..dug..dug " bunyi jantung ku tiba-tiba terasa berdenyut.
Heran juga kok aku deg-degan padahal gak kenal juga dengan cewek-cewek itu.
Akhirnya terbuka juga pintu kamarnya dan keluar lah dua wanita yang cantik bahkan sangat cantik menurut ane.
Ane senyum manis dan berusaha sedikit menyapa.
" Hai teh, anak baru di kosan ini " sapa ku sembari senyum.
" Hai juga a " jawab mereka singkat.
" Mau kemana teh " tanya ku berharap mereka ngajak aku makan bersama.

" Mau beli makan aja ke depan " jawab si teteh yang berambut panjang.
" Duluan ya a " ujar si teteh berambut pendek pirang.
"Silahkan atuh teteh " jawab ku sambil dalam hati sedih karena gak diajak untuk beli makan bersama.

" Ya wos lahh.. setidaknya udah tau penghuni kiri kanan sebelah kamar ku. Cukup senang setelah mengetahui bahwa mereka semua cantik walaupun beda gaya berbusana.
Karena belum lapar, aku ambil gitar ku dan kembali lagi aku bernyanyi lagu-lagu romantis dari band kesukaan ku seperti Padi, Sheila On Seven, Cokelat, Naff, Dewa 19 dll. Ane bernyanyi sembari berharap cewek-cewek di kosan ini suka dan penasaran siapa pemilik suara merdu ini.

Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Diubah oleh akunkubaik 09-06-2021 00:47
kedubes dan 33 lainnya memberi reputasi
28
22.1K
224
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akunkubaik
#19
Nycta..ya namanya adalah Nycta, persis seperti nama yang terdengar samar ketika aku ketindihan beberapa waktu yang lalu.
" Ahh banyak nama Nycta di dunia ini, mungkin kebetulan aja sama ..ada Nycta Gita, Nycta Tirta, Nycta Willy dan berbagai Nycta lainnya " khayal ku berpikiran positif.
" 🗣️🗣️ Hiiidup ini indah.. Bila aku selaluu Ada di sisimu setiap waktu...Hingga aku hembuskan nafas yang terakhir... Dan kita pun bertemuuuu 🗣️🗣️" ku mulai bersenandung pelan sekiranya bisa menghibur hati Nycta yang sedang sedih.
" Berisik.."
Suara Nycta menghentikan senandung ku.
" Aku ingin sepi..aku ingin gelap..aku ingin sendiri..tak ada yang tau , biar cuma aku dan jasad ku " bisik nycta sembari melirik ke arah ku.
" Pucat " itulah kata pertama yang melintas di pikiranku ketika melihat wajah Nycta.
" Kok kamu pucat banget Nyc ,belum makan ya?? " Tanya ku sembari menunjukkan ekspresi sedih.
" Kurang darah kali " jawab Nycta sambil kembali menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.
" Kamu kenapa sih Nyc.. cerita aja, aku mau ngedengerin kok..ya mungkin gak bisa banyak ngasih solusi.. setidaknya aku mau disini nemenin kamu " ucap ku untuk membujuk Nycta cerita.
" Lapar..aku lapar " ujar Nycta sembari menatap ke arah ku.
" Nah gitu dong..aku bawain makanan kesini atau kita pergi beli makan di luar?? " Tanyaku lirih sembari senyum karena Nycta sedikit mau berbicara dengan ku.
" Disini aja boleh?? Ini, tolong belikan aku sate kelinci seporsi..pake lontong aja, sama teh kotak satu " kata Nycta sembari menyodorkan uang 50 ribu.
" Aku aja nyc..malam ini aku yang traktir..yahh sebagai tanda perkenalan kita malam ini " ujar ku dengan senyuman yang lebar.
" Udah kok.. beberapa hari yang lalu aku udah ngenalin diri ku " bales Nycta sembari memalingkan wajahnya dari ku.
Degg.. jantung ku tiba-tiba berdegup kencang. Ku coba untuk tidak memikirkan hal tersebut dan segera turun dari atap rumah ini untuk membeli makanan buat kami berdua.
....
" Nyccccc..nyctaaa..nyccc, kamu dimana??" Ku cari-cari Nycta sembari celingukan disekitar tempat kami tadi duduk-duduk.
" Disini ndree " ada suara yang menjawab pertanyaan ku.
Ku lihat ke atas, sumber suara tersebut.
" Oalah nyc..ngapai kamu duduk diatas tandon air gitu "
kata ku sambil sedikit tertawa, heran kok Nycta bisa manjat ke atas tandon air berwarna oranye.
" Dari sini indah, aku bisa memandang seluruh lampu-lampu kota ini ..ini tempat favorit ku untuk menyendiri " ujar Nycta sembari berusaha untuk turun dari atas tandon.
" Nih sate kelinci, lontong, teh kotak buat kamu..aku makan nasi goreng aja biar simpel " ajak ku untuk makan bersama Nycta.
Kami pun makan berdua sembari sekali-kali ngobrol-ngobrol walaupun tidak banyak informasi yang bisa ku dapat dari Nycta.
" Ndre.. makasih ya udah beliin aku makanan.. makasih juga udah nemenin disini " ujar Nycta sambil senyum kepada ku.
" Nah gitu dong senyum..kamu cantik kalau senyum begitu..tadi jelek pas nangis, pucat lagi kayak mbak kuntilanak aja " canda ku menggoda Nycta.
" Aa bisa aja.. tukang gombal juga ternyata..ehh aa penghuni baru dikamar 13 ya?? " Tanya Nycta.
" Iya mbak " jawabku..
" Jangan panggil mbak dong.. panggil Nycta aja..aku masih muda kok 21 tahun " ujar Nycta sambil memasang muka cemberut.
Jujur dengan ekspresi cemberut begitu, Nycta terlihat sangat manis dan menggemaskan.
" Kita turun yuk..udah jam 24.45 inj " ajak ku sambil menyodorkan tangan ke arah Nycta.
" Ayo aa " jawabnya sambil menggenggam tanganku dan menarik tangan ku agar dia mudah untuk berdiri.
Kami pun turun melewati tangga ke lantai dua kos-kosan ini dan Nycta tetap menggenggam tangan kananku.
Lembut, sungguh lembut tangan Nycta namun terasa dingin, mungkin karena cuaca dan kami sudah cukup lama berada di atap rumah ini.
" Makasih ya aa " ujar Nycta sembari turun lagi ke lantai 1 kos-kosan ini.
" Sama-sama nyc.. nanti kalau mau cerita-cerita lagi, datang aja ke depan kamar ya " ujar ku sambil melambaikan tangan ke arah Nycta.
" Iya aa " jawab Nycta dan turun menuju kamarnya di lantai satu.
Ahhh nambah lagi teman ku di kosan ini dan semuanya cewek. Aku pun beranjak menuju kamar ku. Penghuni kamar sebelah kiri, Nathasa dan Fitri pada kemana? Jam segini udah larut malam belum pulang. Lampu kamar mereka gelap pertanda mereka belum pulang sejak tadi jam 7 malam.
Akhirnya aku pun masuk ke kamar dan tidur malam.
Sekitar jam 3 pagi, terdengar suara dari kamar Fitri dan Natasha.
" Gelo atuh ahh.. pusing banget kepala aku..mau muntah uaaaakkkkk " terdengar suara dari sebelah yang kemungkinan suara Fitri.
" Ayy kamu teh minum nya banyak amat ...nih minum air putih yang banyak " sanggah teman ngobrolnya.
" Iya ini.. minumannya enak..lagian si aa Bowo ganteng juga yah.. royal lagi ngeluarin duit..ini aja aku dikasih 800 ribu padahal cuma ciuman loh " ujar Fitri.
" Cuman ciuman gimana jeng " potong Natasha.
" Tadi sambil ciuman, tangan Bowo kemana-mana itu..beha kamu sampai kebuka gitu..untung gak di emut " sambung Natasha.
" Ahhh bodo amat lah kalau cuma atas nya..800 ribu ditambah minuman, makan dan kamar karaoke..impas lah yah dengan ciuman dan bagian atas " ujar fitri sambil cekikikan.
" Yahhh tapi lain kali jangan terlalu mabuk..kita jadi gak bisa jaga diri teteh " sanggah Natasha.
" Iya..iya bawel deh kamu, udah ah..aku mau tidur " potong Fitri.
Akhirnya kamar sebelah senyap setelah Fitri pamit tidur.
Pikiran ku melayang-layang membayangkan cerita Fitri.
" Hmmm sebenarnya mereka berdua ini kerja dimana dan kerja apa ya? Karena sering kali mereka pulang subuh " khayalan ku sambil memasukkan tangan ku ke dalam celana ku.
" Tuukk..tukk..tukkk " tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar ku tepat pada saat aku akan tidur terlelap.
" Ahhh siapa sih ganggu aja malam-malam begini" pikir ku sembari berjalan menuju pintu kamar.
Ku buka pintu kamar sembari celingak-celinguk kiri dan kanan untuk mencari siapa yang ngetuk pintu kamar ku.
" Siapa..halooo..ada orang kah?? Siapa " ucap ku pelan agar tidak menggangu penghuni kamar yang lainnya.
Tidak ada jawaban dan aku pun kembali masuk ke kamar.
" Nyctaaa..aku nyctaaa "
Suara yang terdengar samar-samar. Aku mencoba tidak menghiraukan suara tersebut karena sudah mengantuk berat.
" Diluar dingin aa..kan aa yang bilang kalau aku bisa datang cerita-cerita ke kamar ini " suara itu terdengar di dalam kepala ku, entah nyata atau suara dalam mimpi, aku tak mampu lagi membedakannya.
" Dulu aku pernah tinggal disini aa, beberapa barang ku juga masih ada disini, lemari baju, spring bed dan kaca berbentuk oval itu juga milik ku aa " ujar suara tersebut yang ternyata berada di dalam mimpi ku.
" Sepiiii...dingin.. "
🗣️🗣️ Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
seperti dirimu oh kekasih 🗣️🗣️ Gaby.. Tinggal Kenangan
( Bersambung..))
" Ahh banyak nama Nycta di dunia ini, mungkin kebetulan aja sama ..ada Nycta Gita, Nycta Tirta, Nycta Willy dan berbagai Nycta lainnya " khayal ku berpikiran positif.
" 🗣️🗣️ Hiiidup ini indah.. Bila aku selaluu Ada di sisimu setiap waktu...Hingga aku hembuskan nafas yang terakhir... Dan kita pun bertemuuuu 🗣️🗣️" ku mulai bersenandung pelan sekiranya bisa menghibur hati Nycta yang sedang sedih.
" Berisik.."
Suara Nycta menghentikan senandung ku.
" Aku ingin sepi..aku ingin gelap..aku ingin sendiri..tak ada yang tau , biar cuma aku dan jasad ku " bisik nycta sembari melirik ke arah ku.
" Pucat " itulah kata pertama yang melintas di pikiranku ketika melihat wajah Nycta.
" Kok kamu pucat banget Nyc ,belum makan ya?? " Tanya ku sembari menunjukkan ekspresi sedih.
" Kurang darah kali " jawab Nycta sambil kembali menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.
" Kamu kenapa sih Nyc.. cerita aja, aku mau ngedengerin kok..ya mungkin gak bisa banyak ngasih solusi.. setidaknya aku mau disini nemenin kamu " ucap ku untuk membujuk Nycta cerita.
" Lapar..aku lapar " ujar Nycta sembari menatap ke arah ku.
" Nah gitu dong..aku bawain makanan kesini atau kita pergi beli makan di luar?? " Tanyaku lirih sembari senyum karena Nycta sedikit mau berbicara dengan ku.
" Disini aja boleh?? Ini, tolong belikan aku sate kelinci seporsi..pake lontong aja, sama teh kotak satu " kata Nycta sembari menyodorkan uang 50 ribu.
" Aku aja nyc..malam ini aku yang traktir..yahh sebagai tanda perkenalan kita malam ini " ujar ku dengan senyuman yang lebar.
" Udah kok.. beberapa hari yang lalu aku udah ngenalin diri ku " bales Nycta sembari memalingkan wajahnya dari ku.
Degg.. jantung ku tiba-tiba berdegup kencang. Ku coba untuk tidak memikirkan hal tersebut dan segera turun dari atap rumah ini untuk membeli makanan buat kami berdua.
....
" Nyccccc..nyctaaa..nyccc, kamu dimana??" Ku cari-cari Nycta sembari celingukan disekitar tempat kami tadi duduk-duduk.
" Disini ndree " ada suara yang menjawab pertanyaan ku.
Ku lihat ke atas, sumber suara tersebut.
" Oalah nyc..ngapai kamu duduk diatas tandon air gitu "
kata ku sambil sedikit tertawa, heran kok Nycta bisa manjat ke atas tandon air berwarna oranye." Dari sini indah, aku bisa memandang seluruh lampu-lampu kota ini ..ini tempat favorit ku untuk menyendiri " ujar Nycta sembari berusaha untuk turun dari atas tandon.
" Nih sate kelinci, lontong, teh kotak buat kamu..aku makan nasi goreng aja biar simpel " ajak ku untuk makan bersama Nycta.
Kami pun makan berdua sembari sekali-kali ngobrol-ngobrol walaupun tidak banyak informasi yang bisa ku dapat dari Nycta.
" Ndre.. makasih ya udah beliin aku makanan.. makasih juga udah nemenin disini " ujar Nycta sambil senyum kepada ku.
" Nah gitu dong senyum..kamu cantik kalau senyum begitu..tadi jelek pas nangis, pucat lagi kayak mbak kuntilanak aja " canda ku menggoda Nycta.
" Aa bisa aja.. tukang gombal juga ternyata..ehh aa penghuni baru dikamar 13 ya?? " Tanya Nycta.
" Iya mbak " jawabku..
" Jangan panggil mbak dong.. panggil Nycta aja..aku masih muda kok 21 tahun " ujar Nycta sambil memasang muka cemberut.
Jujur dengan ekspresi cemberut begitu, Nycta terlihat sangat manis dan menggemaskan.
" Kita turun yuk..udah jam 24.45 inj " ajak ku sambil menyodorkan tangan ke arah Nycta.
" Ayo aa " jawabnya sambil menggenggam tanganku dan menarik tangan ku agar dia mudah untuk berdiri.
Kami pun turun melewati tangga ke lantai dua kos-kosan ini dan Nycta tetap menggenggam tangan kananku.
Lembut, sungguh lembut tangan Nycta namun terasa dingin, mungkin karena cuaca dan kami sudah cukup lama berada di atap rumah ini.
" Makasih ya aa " ujar Nycta sembari turun lagi ke lantai 1 kos-kosan ini.
" Sama-sama nyc.. nanti kalau mau cerita-cerita lagi, datang aja ke depan kamar ya " ujar ku sambil melambaikan tangan ke arah Nycta.
" Iya aa " jawab Nycta dan turun menuju kamarnya di lantai satu.
Ahhh nambah lagi teman ku di kosan ini dan semuanya cewek. Aku pun beranjak menuju kamar ku. Penghuni kamar sebelah kiri, Nathasa dan Fitri pada kemana? Jam segini udah larut malam belum pulang. Lampu kamar mereka gelap pertanda mereka belum pulang sejak tadi jam 7 malam.
Akhirnya aku pun masuk ke kamar dan tidur malam.
Sekitar jam 3 pagi, terdengar suara dari kamar Fitri dan Natasha.
" Gelo atuh ahh.. pusing banget kepala aku..mau muntah uaaaakkkkk " terdengar suara dari sebelah yang kemungkinan suara Fitri.
" Ayy kamu teh minum nya banyak amat ...nih minum air putih yang banyak " sanggah teman ngobrolnya.
" Iya ini.. minumannya enak..lagian si aa Bowo ganteng juga yah.. royal lagi ngeluarin duit..ini aja aku dikasih 800 ribu padahal cuma ciuman loh " ujar Fitri.
" Cuman ciuman gimana jeng " potong Natasha.
" Tadi sambil ciuman, tangan Bowo kemana-mana itu..beha kamu sampai kebuka gitu..untung gak di emut " sambung Natasha.
" Ahhh bodo amat lah kalau cuma atas nya..800 ribu ditambah minuman, makan dan kamar karaoke..impas lah yah dengan ciuman dan bagian atas " ujar fitri sambil cekikikan.
" Yahhh tapi lain kali jangan terlalu mabuk..kita jadi gak bisa jaga diri teteh " sanggah Natasha.
" Iya..iya bawel deh kamu, udah ah..aku mau tidur " potong Fitri.
Akhirnya kamar sebelah senyap setelah Fitri pamit tidur.
Pikiran ku melayang-layang membayangkan cerita Fitri.
" Hmmm sebenarnya mereka berdua ini kerja dimana dan kerja apa ya? Karena sering kali mereka pulang subuh " khayalan ku sambil memasukkan tangan ku ke dalam celana ku.
" Tuukk..tukk..tukkk " tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar ku tepat pada saat aku akan tidur terlelap.
" Ahhh siapa sih ganggu aja malam-malam begini" pikir ku sembari berjalan menuju pintu kamar.
Ku buka pintu kamar sembari celingak-celinguk kiri dan kanan untuk mencari siapa yang ngetuk pintu kamar ku.
" Siapa..halooo..ada orang kah?? Siapa " ucap ku pelan agar tidak menggangu penghuni kamar yang lainnya.
Tidak ada jawaban dan aku pun kembali masuk ke kamar.
" Nyctaaa..aku nyctaaa "
Suara yang terdengar samar-samar. Aku mencoba tidak menghiraukan suara tersebut karena sudah mengantuk berat.
" Diluar dingin aa..kan aa yang bilang kalau aku bisa datang cerita-cerita ke kamar ini " suara itu terdengar di dalam kepala ku, entah nyata atau suara dalam mimpi, aku tak mampu lagi membedakannya.
" Dulu aku pernah tinggal disini aa, beberapa barang ku juga masih ada disini, lemari baju, spring bed dan kaca berbentuk oval itu juga milik ku aa " ujar suara tersebut yang ternyata berada di dalam mimpi ku.
" Sepiiii...dingin.. "
🗣️🗣️ Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
seperti dirimu oh kekasih 🗣️🗣️ Gaby.. Tinggal Kenangan
( Bersambung..))
khodzimzz dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Tutup