- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#116
Chapter 80
Quote:
Monster Beaters spesimen khusus meraung sangat keras, hingga membuat gelombang udara yang besar disekitarnya. Belum lagi suara yang garang bak penguasa hutan itu berhasil memecahkan seluruh kaca bangungan yang kebetulan dekat dengannya. Untungnya seluruh anggota tim BASS yang bertugas menggunakan helm yang canggih, sehingga telinga kecil mereka terlindungi dari suara bising tersebut.
Tanpa aba-aba, monster besar itu terbang dengan cepat menggunakan sayap serangganya itu. Matanya hanya fokus kepada satu manusia yang sangat membuatnya kesal, yaitu kapten Jeremy dari tim 14. Perkaranya simpel, karena ia telah membuat luka yang cukup perih. Tapi tindakannya itu malah membuatnya menjadi sosok yang menakutkan.
Tangan besar dan panjangnya itu berniat menyapu kapten Jeremy, entah apakah anggotanya ingin ikut bersama tetapi itu tidak terlalu penting. Tangan besar itu terangkat tinggi, lalu dibantingnya ke tanah dengan sangat keras dan cepat.
“SEMUANYA MENGHINDAR!” perintah langsung dari kapten Jeremy membuat serangan itu sia-sia, namun daya hancurnya cukup gila. Tanah yang ditepuknya itu hancur meninggalkan bekas tapak tangannya.
Tidak sampai di situ, kemampuan dari Overmars juga dimiliki oleh spesimen khusus ini. Keluar dari kulit tangannya berupa kaki-kaki serangga yang tajam dan berbulu tipis. Pola serangannya zig zag karena mengikuti bentuknya yang menekuk dibagian tengahnya. Pelontar roket yang terpasang pada bagian kaki berperan besar bagi semuanya, berkat itu mereka berhasil menghindar.
“Terbuka lebar!” Gareth melihat sebuah peluang besar, lalu meminta Leah untuk membantunya.
Roket menyala kembali, membawa Gareth terbang melesat tajam. Targetnya adalah bagian kepala dari monster itu, Leah diminta agar menembakan senapan petirnya jika kaki serangga tiba-tiba muncul dari arah tak terduga.
“Kena kau!” tangan kanannya yang bersenjatakan belati dilapisi laser panas bergerak.
Spesimen khusus menyadarinya, bola matanya yang kecil di kepala yang besar itu bergerak. Bagian dagu dari monster berdenyut, Leah melihatnya melalui visor di helmnya. Tandanya akan keluar lagi kaki serangga yang akan menyerang Gareth.
Benar saja, muncul kaki serangga yang siap mengancam Gareth. Sama seperti Overmars, kaki serangga ini bisa didesain sebagai perlindungan kepada penggunanya ketika berada dalam ancaman. Mereka akan keluar otomatis tanpa disuruh. Petir sintesis meluncur, bidikan Leah tepat sasaran. Tetapi kaki serangga itu tidak hancur, hanya berbelok saja ketika terkena tembakan petir itu. Lalu kilatan cahaya terpantul dari situ.
“HEYAAH!” Gareth berhasil menusuk bagian mata sebelah kanan, ketika ia ingin melanjutkan dengan membuat guratan belatinya malah tersangkut. “eh? Aku tidak bisa mendorongnya,” area sekitar mata kembali berdenyut, Gareth langsung melepaskan belatinya dari sana dan bergerak menjauh.
Monster spesimen khusus meraung keras karena kesakitan, tanpa Gareth sadari sebuah telapak tangan berukuran besar sudah ada tepat disebelahnya. Leah sudah berusaha untuk menembaknya, namun lagi-lagi tembakan petirnya itu tidak mampu memberikan efek yang pasti. Kapten James juga turut membantu dengan menembak wajah sang monster untuk menganggunya. Tetapi hasilnya tetap saja, Gareth terkena sapuan telapak besar itu, ia terpental hingga menabrak bangunan didekatnya.
“Bahkan dengan menggunakan ini, mereka masih tetap kuat?” keluh Leah.
“Aku melihatnya, tembakanmu tadi memantul dari tubuh monster itu. Kulitnya juga memantulkan cahaya matahari siang ini, jangan-jangan ia melapisinya dengan elemen glass,” ucap kapten James.
Mata yang terkena serangan dari Gareth pun terjatuh, lalu dalam sekejap berubah menjadi kering seperti daun yang gugur dengan mudahnya tertiup angin. Kondisinya langsung pulih, tidak ada luka apapun dalam tubuh spesimen khusus.
“Aku baik-baik saja,” suara komunikasi melalui gelombang radio khusus dari Gareth kepada Leah dan juga kapten James. “aku akan mencoba mengamati dari sini, adakah kelemahan pada makhluk besar ini,” ucapnya menyudahi komunikasi dengan keduanya.
Tim 14 tidak mau kalah, kapten Jeremy mencoba untuk meningkatkan daya serang dengan membuat Thunder Gun yang dipegangnya itu memiliki output yang paling maksimal.
“Pengaturan di sini kah?” menggeser tuas yang berada dibagian atas senapan. Getaran yang dihasilkan jauh lebih kuat ketika mengisi tenaga sebelum menembak. “bantu aku!” anggota timnya pun mengikuti arahan. Dalam hitungan ketiga semua serentak menembak monster spesimen khusus itu.
Lagi-lagi monster itu meraung dengan sangat keras, hingga terjatuh menutup sayap serangganya. Sekilas serangan tersebut berhasil karena kekuatan senapan itu dinaikan, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah monster itu mampu membelokan petir yang mengenai tubuhnya. Dari lima tembakan, dua diantaranya berhasil dipantulkan.
Serpihan-serpihan kulit yang kering terjatuh ke tanah, semua luka yang didapatkannya terbang begitu saja tertiup angin. Sedangkan sebuah asap yang cukup tebal keluar dari ujung senapan thunder gun milik tim 14. Kekuatannya memang meningkat tajam, namun ada akibat yang harus diambil yaitu anggota tim 14 harus menunggu beberapa saat sebelum senapannya bisa digunakan kembali.
“Oi, apakah kalian ada senjata lainnya?” tanya kapten James.
“Entahlah, mungkin di truk besar dibelakang itu menyimpan senjata lainnya,” jawab kapten Jeremy.
“Kamu lihat sendiri kan, tubuh monster gila itu kebal dengan petir yang kita tembakan. Karena tubuhnya--,” perkataannya dipotong.
“Glass? Ya aku sudah mengetahuinya. Petir yang kita tembakan mengandung unsur cahaya yang kuat, mereka akan dipantulkan jika bertemu dengan benda kaca seperti itu,” monster spesimen khusus masih terdiam, nampaknya efek serangan tadi cukup lumayan.
Di sebuah ruangan dalam sebuah bangunan yang sepi karena ditinggalkan pemiliknya yang takut terkena dampak dari pertarungan ini. Djohan sudah kembali ke bentuk manusianya, dalam mode ini kondisinya jauh lebih mengenaskan. Setengah badannya hilang, belum lagi bagian setengah bahu kanannya yang menopang tangannya pun ikut terpotong. Darah merah menghiasi lantai dengan cepat, jika bukan karena Beaters, Djohan sudah tamat.
“Regennya berjalan lambat sekali,” Lio terlihat iba melihat kondisi rekannya itu. “ia menggunakan banyak sekali tenaga agar sel beaters nya tidak pecah saat terperangkap tadi. cih, kenapa semuanya menjadi seperti ini!” Lio memukul lantai dengan keras.
“Jika kubiarkan seperti ini maka…,” dirinya tidak bisa diam saja, “ARGH!!!” Lio menusuk dada Djohan dengan jemarinya. “hehe, buktikan bahwa sekuat apapun BASS. Mereka masih di bawah kita,” Lio tersenyum.
Hunter yang berhasil mengelabui tim BASS yang mengikutinya sudah sampai ke wilayah 14. Dari sejauh mata memandang, tubuhnya dapat merasakan hawa monster spesimen khusus itu. Wajah bagian kanannya mengkerut, sudah siap untuk menghancurkan target kapan saja.
“Tinggal selangkah lagi, kuharap orang-orang bodoh itu tidak menghalangi langkahku!” dirinya bergerak lagi menuju target.
Serangan yang dilakukan tim gabungan tidak membuahkan hasil maksimal jika dikerjakan tanpa ada rencana yang kuat. Jika ditelisik semua komponen persenjataan sudah mereka miliki semua, ada thunder gun dan juga pistol kapten James yang memiliki daya hancur tinggi. Apalagi pistol itu seperti bom, dapat mengeluarkan asap yang dapat menghalangi pandangan musuh. Lalu ada Gareth dengan belatinya sebagai eksekutor.
“Aku belum pernah mencobanya, menggunakan formasi dengan tim lain,” kapten James dan Leah memandanginya. “tapi kita bisa melakukannya sekarang!”
Tanpa aba-aba, monster besar itu terbang dengan cepat menggunakan sayap serangganya itu. Matanya hanya fokus kepada satu manusia yang sangat membuatnya kesal, yaitu kapten Jeremy dari tim 14. Perkaranya simpel, karena ia telah membuat luka yang cukup perih. Tapi tindakannya itu malah membuatnya menjadi sosok yang menakutkan.
Tangan besar dan panjangnya itu berniat menyapu kapten Jeremy, entah apakah anggotanya ingin ikut bersama tetapi itu tidak terlalu penting. Tangan besar itu terangkat tinggi, lalu dibantingnya ke tanah dengan sangat keras dan cepat.
“SEMUANYA MENGHINDAR!” perintah langsung dari kapten Jeremy membuat serangan itu sia-sia, namun daya hancurnya cukup gila. Tanah yang ditepuknya itu hancur meninggalkan bekas tapak tangannya.
Tidak sampai di situ, kemampuan dari Overmars juga dimiliki oleh spesimen khusus ini. Keluar dari kulit tangannya berupa kaki-kaki serangga yang tajam dan berbulu tipis. Pola serangannya zig zag karena mengikuti bentuknya yang menekuk dibagian tengahnya. Pelontar roket yang terpasang pada bagian kaki berperan besar bagi semuanya, berkat itu mereka berhasil menghindar.
“Terbuka lebar!” Gareth melihat sebuah peluang besar, lalu meminta Leah untuk membantunya.
Roket menyala kembali, membawa Gareth terbang melesat tajam. Targetnya adalah bagian kepala dari monster itu, Leah diminta agar menembakan senapan petirnya jika kaki serangga tiba-tiba muncul dari arah tak terduga.
“Kena kau!” tangan kanannya yang bersenjatakan belati dilapisi laser panas bergerak.
Spesimen khusus menyadarinya, bola matanya yang kecil di kepala yang besar itu bergerak. Bagian dagu dari monster berdenyut, Leah melihatnya melalui visor di helmnya. Tandanya akan keluar lagi kaki serangga yang akan menyerang Gareth.
Benar saja, muncul kaki serangga yang siap mengancam Gareth. Sama seperti Overmars, kaki serangga ini bisa didesain sebagai perlindungan kepada penggunanya ketika berada dalam ancaman. Mereka akan keluar otomatis tanpa disuruh. Petir sintesis meluncur, bidikan Leah tepat sasaran. Tetapi kaki serangga itu tidak hancur, hanya berbelok saja ketika terkena tembakan petir itu. Lalu kilatan cahaya terpantul dari situ.
“HEYAAH!” Gareth berhasil menusuk bagian mata sebelah kanan, ketika ia ingin melanjutkan dengan membuat guratan belatinya malah tersangkut. “eh? Aku tidak bisa mendorongnya,” area sekitar mata kembali berdenyut, Gareth langsung melepaskan belatinya dari sana dan bergerak menjauh.
Monster spesimen khusus meraung keras karena kesakitan, tanpa Gareth sadari sebuah telapak tangan berukuran besar sudah ada tepat disebelahnya. Leah sudah berusaha untuk menembaknya, namun lagi-lagi tembakan petirnya itu tidak mampu memberikan efek yang pasti. Kapten James juga turut membantu dengan menembak wajah sang monster untuk menganggunya. Tetapi hasilnya tetap saja, Gareth terkena sapuan telapak besar itu, ia terpental hingga menabrak bangunan didekatnya.
“Bahkan dengan menggunakan ini, mereka masih tetap kuat?” keluh Leah.
“Aku melihatnya, tembakanmu tadi memantul dari tubuh monster itu. Kulitnya juga memantulkan cahaya matahari siang ini, jangan-jangan ia melapisinya dengan elemen glass,” ucap kapten James.
Mata yang terkena serangan dari Gareth pun terjatuh, lalu dalam sekejap berubah menjadi kering seperti daun yang gugur dengan mudahnya tertiup angin. Kondisinya langsung pulih, tidak ada luka apapun dalam tubuh spesimen khusus.
“Aku baik-baik saja,” suara komunikasi melalui gelombang radio khusus dari Gareth kepada Leah dan juga kapten James. “aku akan mencoba mengamati dari sini, adakah kelemahan pada makhluk besar ini,” ucapnya menyudahi komunikasi dengan keduanya.
Tim 14 tidak mau kalah, kapten Jeremy mencoba untuk meningkatkan daya serang dengan membuat Thunder Gun yang dipegangnya itu memiliki output yang paling maksimal.
“Pengaturan di sini kah?” menggeser tuas yang berada dibagian atas senapan. Getaran yang dihasilkan jauh lebih kuat ketika mengisi tenaga sebelum menembak. “bantu aku!” anggota timnya pun mengikuti arahan. Dalam hitungan ketiga semua serentak menembak monster spesimen khusus itu.
Lagi-lagi monster itu meraung dengan sangat keras, hingga terjatuh menutup sayap serangganya. Sekilas serangan tersebut berhasil karena kekuatan senapan itu dinaikan, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah monster itu mampu membelokan petir yang mengenai tubuhnya. Dari lima tembakan, dua diantaranya berhasil dipantulkan.
Serpihan-serpihan kulit yang kering terjatuh ke tanah, semua luka yang didapatkannya terbang begitu saja tertiup angin. Sedangkan sebuah asap yang cukup tebal keluar dari ujung senapan thunder gun milik tim 14. Kekuatannya memang meningkat tajam, namun ada akibat yang harus diambil yaitu anggota tim 14 harus menunggu beberapa saat sebelum senapannya bisa digunakan kembali.
“Oi, apakah kalian ada senjata lainnya?” tanya kapten James.
“Entahlah, mungkin di truk besar dibelakang itu menyimpan senjata lainnya,” jawab kapten Jeremy.
“Kamu lihat sendiri kan, tubuh monster gila itu kebal dengan petir yang kita tembakan. Karena tubuhnya--,” perkataannya dipotong.
“Glass? Ya aku sudah mengetahuinya. Petir yang kita tembakan mengandung unsur cahaya yang kuat, mereka akan dipantulkan jika bertemu dengan benda kaca seperti itu,” monster spesimen khusus masih terdiam, nampaknya efek serangan tadi cukup lumayan.
Di sebuah ruangan dalam sebuah bangunan yang sepi karena ditinggalkan pemiliknya yang takut terkena dampak dari pertarungan ini. Djohan sudah kembali ke bentuk manusianya, dalam mode ini kondisinya jauh lebih mengenaskan. Setengah badannya hilang, belum lagi bagian setengah bahu kanannya yang menopang tangannya pun ikut terpotong. Darah merah menghiasi lantai dengan cepat, jika bukan karena Beaters, Djohan sudah tamat.
“Regennya berjalan lambat sekali,” Lio terlihat iba melihat kondisi rekannya itu. “ia menggunakan banyak sekali tenaga agar sel beaters nya tidak pecah saat terperangkap tadi. cih, kenapa semuanya menjadi seperti ini!” Lio memukul lantai dengan keras.
“Jika kubiarkan seperti ini maka…,” dirinya tidak bisa diam saja, “ARGH!!!” Lio menusuk dada Djohan dengan jemarinya. “hehe, buktikan bahwa sekuat apapun BASS. Mereka masih di bawah kita,” Lio tersenyum.
Hunter yang berhasil mengelabui tim BASS yang mengikutinya sudah sampai ke wilayah 14. Dari sejauh mata memandang, tubuhnya dapat merasakan hawa monster spesimen khusus itu. Wajah bagian kanannya mengkerut, sudah siap untuk menghancurkan target kapan saja.
“Tinggal selangkah lagi, kuharap orang-orang bodoh itu tidak menghalangi langkahku!” dirinya bergerak lagi menuju target.
Serangan yang dilakukan tim gabungan tidak membuahkan hasil maksimal jika dikerjakan tanpa ada rencana yang kuat. Jika ditelisik semua komponen persenjataan sudah mereka miliki semua, ada thunder gun dan juga pistol kapten James yang memiliki daya hancur tinggi. Apalagi pistol itu seperti bom, dapat mengeluarkan asap yang dapat menghalangi pandangan musuh. Lalu ada Gareth dengan belatinya sebagai eksekutor.
“Aku belum pernah mencobanya, menggunakan formasi dengan tim lain,” kapten James dan Leah memandanginya. “tapi kita bisa melakukannya sekarang!”
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:40
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas
Tutup