- Beranda
- Militer dan Kepolisian
23 Jenis Senapan Serbu TNI dan Polri 2021
...
TS
si.matamalaikat
23 Jenis Senapan Serbu TNI dan Polri 2021
Senapan serbu atau bahasa kerennya "assault rifle" adalah senjata yang jadi standard pasukan infanteri di seluruh dunia, ada dua mode penembakan yang tersedia pada senjata ini. Pertama mode semi otomatis, dimana satu tarikan picu untuk menembakkan satu peluru. Yang kedua ada mode full otomatis, dengan menekan picu tanpa melepasnya, senjata akan menembakkan banyak peluru sekaligus. Dengan memakai jenis peluru kelas menengah, seorang prajurit dapat membawa amunisi lebih banyak.
Pada kesempatan kali ini, ane akan mengajak agan dan sista mengenal senapan serbu yang digunakan oleh TNI dan Polri. Bisa dibilang senapan serbu yang digunakan adalah "gado-gado", berasal dari berbagai negara, dari blok timur sampai barat, serta ada juga senapan buatan dalam negeri. Langsung saja ane mulai dari senapan blok timur.
Negara Asal: Uni Soviet
Kaliber: 7.62 x 39 mm
Produsen: Kalashnikov Concern/Izhmash
AK (Avtomat Kalashnikova) 47, merupakan senapan serbu legendaris buatan blok timur yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov. Pada masa Bung Karno menjabat sebagai Presiden RI, republik ini tak ketinggalan untuk memakai senapan serbu ini. Selain memesan kapal, pesawat hingga tank buatan Soviet. Bung Karno juga melengkapi persenjataan TNI dengan memborong AK-47 dalam jumlah besar (tidak diketahui berapa yang dibeli). Selain didatangkan dari Soviet, waktu itu Indonesia juga menerima varian AK-47 buatan China yang diberi kabel Type 56.
Senapan ini terkenal handal, tidak macet saat terendam air, lumpur dan pasir. Pada masanya senjata ini dipakai RPKAD, KKO serta Resimen Tjakrabirawa. Saat ini AK-47 juga masih digunakan pasukan elite TNI untuk misi khusus. Pengguna AK-47 saat ini adalah Kopassus dan Kopaska, serta awak kapal TNI AL. Dalam latihan dopper, AK-47 masih digunakan, dengan kaliber besar dan kecepatan yang sedikit lebih lambat dari kaiber 5.56, hal ini membuatnya aman. Menghindari kemungkinan pecah atau memantul ke tanah.
Negara Asal: Amerika Serikat
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Colt Manufacturing
Setelah lengsernya Bung Karno, Soeharto pun naik tahta sebagai Presiden RI. Pada masa ini sering disebut sebagai Orde Baru, pada masa tersebut haluan politik Indonesia berubah. Setelah sebelumnya dekat dengan timur, Indonesia kemudian lebih dekat dengan barat (Amerika). Berubahnya haluan politik ikut merubah persenjataan yang dipakai TNI, pada masa Soeharto, TNI lantas ikut memakai senapan serbu M16, lebih tepatnya varian M16A1.
M16 waktu itu termasuk senjata revolusioner, senjata racikan Eugene Stoner ini pada bodynya sudah memakai bahan alumunium, sementara bagian lain memakai plastik. Waktu itu senapan umumnya terbuat dari baja dan popor terbuat dari kayu. Meski memakai alumunium dan plastik, laras senapan dan bagian mekanisme lainnya masih menggunakan baja. M16A1 pada masanya ikut diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Saat ini M16A1 tidak lagi digunakan oleh satuan tempur TNI, namun senapan serbu ini masih digunakan untuk latihan. Selain itu, M16A1 juga masih digunakan oleh satuan teritorial, misalnya Kodim dan Koramil.
Negara Asal: Belgia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Fabrique Nationale de Herstal
Sebelum membahas SS1 buatan PT Pindad, alangkah baiknya kita mengenal FNC (Fabrique Nationale Carabine). Senapan serbu buatan Belgia inilah yang menjadi inspirasi lahirnya SS1 buatan PT Pindad gan. Namanya memang jarang disebut, karena tertutup pamor SS1. Senjata ini didatangkan pada dekade 1980-an, tak tanggung-tanggung, waktu itu Indonesia membeli 10.000 pucuk FNC dari Belgia.
Karena membeli dalam jumlah banyak, maka Indonesia mendapat lisensi untuk membuat serta mengembangkan sendiri varian FNC untuk kebutuhan dalam negeri. Tahun 1984 mulai dibuat senapan serbu buatan lokal, yang sekarang kita kenal dengan nama SS1. Meski debutnya di Indonesia terlupakan dan kini jarang ditampilkan serta hanya digunakan untuk latihan, berkat kehadirannya, PT Pindad akhirnya mampu membuat senapan serbu sendiri.
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Pindad
Inilah produk senapan serbu kebanggaan dalam negeri gan, gak cuma TNI dan Polri yang mengenalnya, kalian pasti sudah kenal juga kan ? Menyambung kisah FNC diatas, senapan serbu ini mulai dirancang tahun 1984, rancangannya diambil dari desain FNC buatan Belgia. Senapan ini dirancang khusus sesuai postur tubuh tentara dan iklim tropis Indonesia, maka kemudian lahir senjata bernama SS1 (Senapan Serbu 1). Senjata ini pun resmi digunakan tahun 1991, pada perkembangannya SS1 menjadi senapan standard bagi TNI dan Polri. Senjata ini sudah dikembangkan dalam berbagai varian sesuai kebutuhan pasukan, mulai dari SS1 V1, SS1 V2, SS1 V3, SS1 V5 dan SS1 R5.
Khusus untuk SS1 R5 dibuat dengan laras pendek, digunakan di medan pertempuran jarak dekat seperti di hutan, gunung dan perkotaan. Varian SS1 R5 ini khusus dibuat untuk kebutuhan Batalyon Raider TNI AD. Khusus untuk Marinir memakai varian SS1 M1, SS1 M2 dan SS1 M5. Varian ini ditambahkan lapisan anti karat, menyesuaikan medan tugas Marinir yang kerap kali harus masuk ke dalam perairan. Ciri khas SS1 adalah popor lipat yang terbuat dari besi, meskipun pada varian SS1 V3 menggunakan popor tetap. Ciri lain SS1 adalah belum dilengkapi picatinny rail.
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Pindad
Varian ini mulai dikenalkan tahun 2005, dan digunakan secara terbatas oleh pasukan elite TNI pada tahun 2006. Secara bertahap, SS2 akan menggantikan varian SS1. Saat ini beberapa satuan TNI sudah mulai menggunakan varian SS2. Dengan teknik reverse engineering, SS2 menggabungkan desain senapan serbu yang lain, mulai dari AK-47, M16 dan FNC. Pada varian SS2 sudah dilengkapi picatinny rail untuk pemasangan beragam aksesoris dan alat bidik optik, sedangkan pada varian SS1 masih menggunakan mounting khusus untuk memasang alat bidik.
SS2 juga sudah dikembangkan dalam berbagai varian, mulai dari SS2 V2, SS2 V2 HB, SS2 V2A1, dan SS2 V5A1. Pada varian terakhir (V5A1), sudah mengusung desain modern pada popor dan handguard serta penambahan pegangan vertikal. Mungkin agan sudah familiar dengan SS2, pasalnya senjata ini sudah menjauarai lomba tembak tingkat regional dan internasional. Varian yang digunakan untuk kejuaraan tersebut adalah SS2 V2 HB (Heavy Barrel), dengan dibekali laras yang lebih tebal, menjadikan akurasinya lebih akurat.
Negara Asal: Austria
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Steyr Mannlicher
Inilah salah satu senapan serbu dengan desain futuristik yang dibuat oleh Austria, senjata ini lebih familiar dengan sebutan Steyr. Padahal Steyr adalah nama pabrikan pembuatnya, AUG sendiri adalah singkatan dari Armee Universal Gewehr.AUG mengusung desain bullpup, artinya magazen ada di belakang gagang dan mekanisme senjata berada di dalam popor. Desain bullpup membuat senjata terlihat pendek daripada senapan serbu pada umumnya. Dengan desain bullpup, senjata dapat dibuat lebih pendek tanpa harus mengorbankan panjang larasnya. Meski panjang senjata lebih pendek, namun performanya tidak berkurang.
AUG sendiri dibuat dengan menggunakan bahan plastik khusus, membuatnya ringan namun tetap kuat. Magazen AUG juga dibuat semi transparan, sehingga seorang prajurit bisa mengetahui sisa pelurunya. Desain bullpup juga punya kelemahan, salah sataunya akan menyulitkan ketika terpaksa harus menembak dari bahu kiri, misalnya menembak dari tepi sudut tembok, karena selongsong akan menghantam pipi penembak.
Arah keluarnya selongsong ini sebenarnya bisa dirubah ke kiri, namun proses ini tidak praktis digunakan saat pertempuran, karena harus membongkar senjata. AUG sudah sejak lama menjadi inventaris Gegana Brimob, selain itu Kopassus dan satuan elite lainnya juga menggunakan varian AUG, meski tidak menjadi senjata utama. Varian AUG yang digunakan di Indonesia mulai dari AUG A1, AUG A2 dan AUG A3.
Negara Asal: Singapura
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: ST Engineering Land System
SAR (Singapore Assault Rifle - 21st Century) adalah senapan dengan desain bullpup yang juga digunakan oleh TNI, lebih tepatnya dipakai oleh Den Bravo 90 dari satuan Paskhas TNI AU. Kabarnya senapan serbu ini merupakan hasil hibah dari Singapura, jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 100 pucuk. Senapan serbu ini dilengkapi alat bidik optik dengan pembesaran 1.5x dan 3x. Senapan serbu ini adalah yang pertama kali menggunakan alat pembidik laser built in, sumber tenaga pada alat bidik laser ini menggunakan baterai ukuran AA, yang banyak dijual di warung terdekat.
Senjata ini mulai dirancang pada akhir tahun 1999 oleh perusahaan bernama Chartered Industries of Singapore (CIS), pada perkembangannya perusahaan tersebut berganti nama menjadi ST Kinetics. Dan ane harap ini yang terakhir, ST Kinetics sudah berganti nama lagi menjadi ST Engineering Land System. Di Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Brunei dan Thailand yang juga memakai SAR 21.
Negara Asal: Prancis
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: MAS (Manufacture d’armes de Saint-Étienne)
Bagi agan yang suka dunia kemiliteran, pasti sudah tidak asing dengan senapan serbu satu ini. Senjata ini dibuat oleh Prancis, inilah salah satu senjata kebanggaan pasukan Prancis. Reputasi FAMAS bisa disejajarkan dengan popularitas keluarga jet Mirage dan Rafale buatan Dassault Aviation. FAMAS sendiri merupakan singkatan dari Fusil d’Assaut de la Manufacture d’Armes de St-Etienne,harga per unitnya cukup mahal, yakni mencapai 1500 euro. Di luar Prancis, FAMAS hanya digunakan sebagai senjata pelangkap saja, mengingat harganya yang mahal.
Meski tak setenar M16 dan AK-47, nyatanya FAMAS dengan desain bullpup ini sudah kenyang mencicipi berbagai macam operasi militer, khususnya di kawasan Timur Tengah. Di Indonesia, Kopassus menjadi satuan elite yang memakai FAMAS, sosoknya pertama kali terlihat dalam ajang pameran alutsista TNI AD di Lapangan Monas tahun 2012. Selain Kopassus, situs Wikipedia juga menyebut nama Kopaska sebagai pengguna FAMAS. Namun, Prancis sendiri pada akhir tahun 2020 lalu, memutuskan untuk tidak menggunakan FAMAS lagi. Sebagai gantinya, mereka akan memakai HK 416 buatan Jerman sebagai assault rifle standard bagi ketiga matranya.
Negara Asal: Filipina
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Ferfrans
Selain menggunakan varian senjata yang sudah dikenal, TNI juga tertarik memakai produk yang belum dikenal sebelumnya, salah satunya adalah Ferfrans SCW. Melanjutkan pembahasan senjata buatan negara anggota ASEAN, inilah assault rifle buatan Filipina. Mungkin dari sederet assault rifle milik TNI, nama Ferfrans bisa dibilang cukup asing di dengar. Perusahaan ini kantor pusatnya ada di California, didirikan oleh dua bersaudara keturunan Amerika-Filipina. Ferfrans sendiri akronim dari Ferdinand and Francis Sy, dua bersaudara yang mendirikan perusahaan tersebut.
Pada perkembangannya mereka pun mulai membangun pusat produksi senjata di Filipina, untuk memenuhi kebutuahn pasukan Filipina dan juga ekspor ke negara di Asia. Salah satu varian yang dipakai di Indonesia adalah Ferfrans SCW (Sub-Compact Weapon), senjata ini dipakai oleh satuan Detasemen Pandu Taikam (Pengintaian Keamanan) yang berada dibawah komando Brigif Para Raider 3 Kostrad. Varian lain dari Ferfrans, yakni Ferfrans HVLAR juga digunakan oleh Marinir TNI AL.
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Komodo Armamments Indonesia
Nama "Komodo" bukan hanya dipakai sebagai nama kendaraan taktis TNI-Polri yang dibuat oleh PT Pindad, sekarang muncul perusahaan swasta yang juga memakai nama Komodo sebagai nama perusahaan dan senjata buatannya. Menyambung assult rifle dari kawasan Asia Tenggara, kita kembali ke dalam negeri gan. Mungkin agan kurang familiar dengan nama senapan serbu ini, maklum produk ini termasuk barang baru buatan swasta. Ada yang warga Bekasi disini ? Mungkin agan yang asli Bekasi boleh sedikit berbangga, pasalnya perusahaan ini berkedudukan di Bekasi.
Pada bagian senjata ini juga dituliskan label "Made In Bekasi", tulisan tersebut bukan cuma embel-embel saja, pasalnya senjata ini sudah memakai 80% kandungan lokal. Yang masih impor adalah bahan pembuat laras dan teleskop bidiknya, sementara proses rifling dan shaping dilakukan di Indonesia. Senjata ini masih dalam tahap uji coba di berbagai kesatuan TNI. Saat ini di lingkungan pendidikan TNI AL sedang melakukan uji coba dengan Komodo D5, uji coba dilakukan di Kodikopsla, Kodiklatal dan Sekolah Selam Angkatan Laut.
Negara Asal: Amerika Serikat
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Colt Manufacturing Company
Diklasifikasikan sebagai carbine alias senjata dengan laras pendek, senapan serbu ini dikembangkan dari basis M16. Pada varian ini laras senjata dibuat lebih pendek dan mengguanakan popor teleskopik yang dapat dipendekkan. Senjata ini di Indonesia digunakan oleh Densus 88, Kopaska dan Paskhas. Dengan laras senjata yang lebih pendek, senjata ini cocok dipakai oleh Paskhas, yang biasa melakukan operasi penerjunan.
Negara Asal: Rusia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Izhmash Machine Building Plant
Senjata ini merupakan varian ekspor dari seri AK-74, pada seri ini, Rusia memakai peluru standard NATO, yakni 5.56 x 45 mm. Tujuan memakai peluru standard NATO ini adalah untuk memembus pasar ekspor, terutama bagi negara yang sudah familiar dengan peluru standard NATO tersebut. Di Indonesia, senjata ini mulai digunakan tahun 2001, penggunanya adalah Korps Brimob. Dipilihnya senjata buatan Rusia ini bukannya tanpa alasan, pasalnya pada tahun 2000-an kapasitas produksi senjata dalam negeri belum memadai.
Sementara Brimob punya kebutuhan mendesak untuk mengganti senjata yang sudah usang dan rusak. Dari total 31 ribu anggota Brimob saat itu, hanya tersedia 17 ribu pucuk senapan serbu. Maka waktu itu diputuskan untuk membeli AK-101 buatan Rusia, pada periode tersebut Indonesia masih terkena embargo senjata dari Amerika, mau tak mau Brimob pun ikut beralih memakai senjata dari blok timur. Tugas Brimob di awal reformasi memang tidak ringan, mereka harus menjadi garda terdepan untuk membantu TNI dalam operasi melawan GAM di Aceh. Dalam upaya memburu teroris Santoso di Poso lewat Operasi Tinombala, AK-101 masih diandalkan. Selain itu, varian AK-102 dan AK-105 juga dipakai Brimob.
Negara Asal: Israel
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Israel Military Industries
Senjata ini dibuat di Israel, dinamai sesuai nama perancangnya, yakni Yisrael Galili. Mulai resmi digunakan oleh pasukan Israel tahun 1972. Ada berbagai varian yang sudah dikembangkam dari senjata ini, mulai dari varian carbine dengan nama SAR (Short Assault Rifle), versi kompak MAR (Micro Assault Rifle), panjang standard AR (Assault Rifle), dan senapan mesin ringan ARM (Assault Rifle and Machine gun).
Di lingkungan TNI, senjata ini dipakai oleh satuan Taipur (Intai Tempur) dari Kostrad. Yang digunakan adalah varian MAR untuk keperluan pertempuran jarak dekat, sementara untuk sniper, Taipur memakai varian Galil Galatz. Saat ini kedua senjata ini sudah jarang digunakan, kedua senapan tersebut mulai digantikan dengan varian yang baru.
Negara Asal: Israel
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Israel Weapon Industries
Kiprah senjata dari Negeri Yahudi tak hanya ada di Kostrad, Paskhas TNI AU juga tak ketinggalan mengadopsi senjata dari Israel. Selain memakai SAR 21 buatan Singapura yang berdesain bullpup, Paskhas juga memakai senapan bullpup lainnya, senapan tersebut adalah Tavor X-95. Varian ini dikembangkan dari basis senapan Tavor TAR 21, X-95 menjadi varian terkecil dari keluarga senapan serbu Tavor. Senjata ini mulai digunakan pasukan Israel pada tahun 2009. Pada varian X-95 dapat dirubah menjadi SMG kaliber 9 mm, hal tersebut dilakukam dengan mengganti laras dan komponen bolt yang tersedia dalam paket kit. Modifikasi ini hanya dilakukan dalam waktu beberapa menit.
Negara Asal: Cekoslovakia
Kaliber: 7.62 x 39 mm
Produsen: Česká zbrojovka Uherský Brod
Sebelum memisahkan diri menjadi Ceko dan Slovakia, pada masa lalu saat kedua negara ini masih bersatu, mereka sempat membuat senapan serbu bernama VZ 58. Angka 58 sendiri diambil dari tahun pembuatannya, yakni 1958. Sekilas senjata ini memang mirip AK-47 gan, namun komponen yang digunakan berbeda. Meski terlihat sama, magazen milik VZ 58 tidak dapat ditukar dengan AK-47. Ciri khas dari senjata ini adalah bagian mekanisme yang bergerak maju mundur saat senjata ditembakkan.
Senjata ini hanya digunakan oleh TNI AL, seperti sudah menjadi sebuah tradisi, matra laut memang cukup konsisten memakai produk buatan Eropa Timur. VZ 58 di lingkungan TNI AL digunakan dalam misi VBSS (Visit Board Search Seizure) alias misi untuk naik dan menguasai kapal laut. Senjata ini juga digunakan oleh Kopaska (Komando Pasukan Katak).
Negara Asal: Republik Ceko
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Česká zbrojovka Uherský Brod
Masih dari Ceko gan, saat senapan serbu ini diproduksi, Ceko sudah berpisah dengan Slovakia. Senapan serbu ini dirancang tahun 2006, dan mulai digunakan secara resmi tahun 2011 oleh Republik Ceko dan Republik Slovakia. Senjata ini di desain untuk menggantikan VZ 58 yang sudah berumur. Pada varian terbaru ini, Ceko sudah mengadopsi kaliber 5.56 x 45 mm standard NATO.
Mungkin agan sudah bisa menebak, siapa satuan elite pengguna senapan serbu dari Eropa Timur ini. Nama Kopaska kembali muncul sebagai pengguna utama CZ 805, selain itu ada nama Taipur Kostrad dan Paskhas TNI AU yang ikut mengoperasikan senapan serbu ini.
Lanjut ke post 2 ya
Pada kesempatan kali ini, ane akan mengajak agan dan sista mengenal senapan serbu yang digunakan oleh TNI dan Polri. Bisa dibilang senapan serbu yang digunakan adalah "gado-gado", berasal dari berbagai negara, dari blok timur sampai barat, serta ada juga senapan buatan dalam negeri. Langsung saja ane mulai dari senapan blok timur.
1. AK-47

Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Uni Soviet
Kaliber: 7.62 x 39 mm
Produsen: Kalashnikov Concern/Izhmash
AK (Avtomat Kalashnikova) 47, merupakan senapan serbu legendaris buatan blok timur yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov. Pada masa Bung Karno menjabat sebagai Presiden RI, republik ini tak ketinggalan untuk memakai senapan serbu ini. Selain memesan kapal, pesawat hingga tank buatan Soviet. Bung Karno juga melengkapi persenjataan TNI dengan memborong AK-47 dalam jumlah besar (tidak diketahui berapa yang dibeli). Selain didatangkan dari Soviet, waktu itu Indonesia juga menerima varian AK-47 buatan China yang diberi kabel Type 56.
Senapan ini terkenal handal, tidak macet saat terendam air, lumpur dan pasir. Pada masanya senjata ini dipakai RPKAD, KKO serta Resimen Tjakrabirawa. Saat ini AK-47 juga masih digunakan pasukan elite TNI untuk misi khusus. Pengguna AK-47 saat ini adalah Kopassus dan Kopaska, serta awak kapal TNI AL. Dalam latihan dopper, AK-47 masih digunakan, dengan kaliber besar dan kecepatan yang sedikit lebih lambat dari kaiber 5.56, hal ini membuatnya aman. Menghindari kemungkinan pecah atau memantul ke tanah.
2. M16

M16A1 yang digunakan semasa Prde Baru.
Ilustrasi: wikipedia.org
M16A1 yang digunakan semasa Prde Baru.
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Amerika Serikat
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Colt Manufacturing
Setelah lengsernya Bung Karno, Soeharto pun naik tahta sebagai Presiden RI. Pada masa ini sering disebut sebagai Orde Baru, pada masa tersebut haluan politik Indonesia berubah. Setelah sebelumnya dekat dengan timur, Indonesia kemudian lebih dekat dengan barat (Amerika). Berubahnya haluan politik ikut merubah persenjataan yang dipakai TNI, pada masa Soeharto, TNI lantas ikut memakai senapan serbu M16, lebih tepatnya varian M16A1.
M16 waktu itu termasuk senjata revolusioner, senjata racikan Eugene Stoner ini pada bodynya sudah memakai bahan alumunium, sementara bagian lain memakai plastik. Waktu itu senapan umumnya terbuat dari baja dan popor terbuat dari kayu. Meski memakai alumunium dan plastik, laras senapan dan bagian mekanisme lainnya masih menggunakan baja. M16A1 pada masanya ikut diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Saat ini M16A1 tidak lagi digunakan oleh satuan tempur TNI, namun senapan serbu ini masih digunakan untuk latihan. Selain itu, M16A1 juga masih digunakan oleh satuan teritorial, misalnya Kodim dan Koramil.
3. FN FNC

Ilustrasi: wkipedia.org

Ilustrasi: wkipedia.org
Negara Asal: Belgia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Fabrique Nationale de Herstal
Sebelum membahas SS1 buatan PT Pindad, alangkah baiknya kita mengenal FNC (Fabrique Nationale Carabine). Senapan serbu buatan Belgia inilah yang menjadi inspirasi lahirnya SS1 buatan PT Pindad gan. Namanya memang jarang disebut, karena tertutup pamor SS1. Senjata ini didatangkan pada dekade 1980-an, tak tanggung-tanggung, waktu itu Indonesia membeli 10.000 pucuk FNC dari Belgia.
Karena membeli dalam jumlah banyak, maka Indonesia mendapat lisensi untuk membuat serta mengembangkan sendiri varian FNC untuk kebutuhan dalam negeri. Tahun 1984 mulai dibuat senapan serbu buatan lokal, yang sekarang kita kenal dengan nama SS1. Meski debutnya di Indonesia terlupakan dan kini jarang ditampilkan serta hanya digunakan untuk latihan, berkat kehadirannya, PT Pindad akhirnya mampu membuat senapan serbu sendiri.
4. SS1

SS1 V1.
Ilustrasi: pindad.com

SS1 V1.
Ilustrasi: pindad.com
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Pindad
Inilah produk senapan serbu kebanggaan dalam negeri gan, gak cuma TNI dan Polri yang mengenalnya, kalian pasti sudah kenal juga kan ? Menyambung kisah FNC diatas, senapan serbu ini mulai dirancang tahun 1984, rancangannya diambil dari desain FNC buatan Belgia. Senapan ini dirancang khusus sesuai postur tubuh tentara dan iklim tropis Indonesia, maka kemudian lahir senjata bernama SS1 (Senapan Serbu 1). Senjata ini pun resmi digunakan tahun 1991, pada perkembangannya SS1 menjadi senapan standard bagi TNI dan Polri. Senjata ini sudah dikembangkan dalam berbagai varian sesuai kebutuhan pasukan, mulai dari SS1 V1, SS1 V2, SS1 V3, SS1 V5 dan SS1 R5.
Khusus untuk SS1 R5 dibuat dengan laras pendek, digunakan di medan pertempuran jarak dekat seperti di hutan, gunung dan perkotaan. Varian SS1 R5 ini khusus dibuat untuk kebutuhan Batalyon Raider TNI AD. Khusus untuk Marinir memakai varian SS1 M1, SS1 M2 dan SS1 M5. Varian ini ditambahkan lapisan anti karat, menyesuaikan medan tugas Marinir yang kerap kali harus masuk ke dalam perairan. Ciri khas SS1 adalah popor lipat yang terbuat dari besi, meskipun pada varian SS1 V3 menggunakan popor tetap. Ciri lain SS1 adalah belum dilengkapi picatinny rail.
5. SS2

Ilustrasi: pindad.com

Ilustrasi: pindad.com
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Pindad
Varian ini mulai dikenalkan tahun 2005, dan digunakan secara terbatas oleh pasukan elite TNI pada tahun 2006. Secara bertahap, SS2 akan menggantikan varian SS1. Saat ini beberapa satuan TNI sudah mulai menggunakan varian SS2. Dengan teknik reverse engineering, SS2 menggabungkan desain senapan serbu yang lain, mulai dari AK-47, M16 dan FNC. Pada varian SS2 sudah dilengkapi picatinny rail untuk pemasangan beragam aksesoris dan alat bidik optik, sedangkan pada varian SS1 masih menggunakan mounting khusus untuk memasang alat bidik.
SS2 juga sudah dikembangkan dalam berbagai varian, mulai dari SS2 V2, SS2 V2 HB, SS2 V2A1, dan SS2 V5A1. Pada varian terakhir (V5A1), sudah mengusung desain modern pada popor dan handguard serta penambahan pegangan vertikal. Mungkin agan sudah familiar dengan SS2, pasalnya senjata ini sudah menjauarai lomba tembak tingkat regional dan internasional. Varian yang digunakan untuk kejuaraan tersebut adalah SS2 V2 HB (Heavy Barrel), dengan dibekali laras yang lebih tebal, menjadikan akurasinya lebih akurat.
6. Steyr AUG

Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Austria
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Steyr Mannlicher
Inilah salah satu senapan serbu dengan desain futuristik yang dibuat oleh Austria, senjata ini lebih familiar dengan sebutan Steyr. Padahal Steyr adalah nama pabrikan pembuatnya, AUG sendiri adalah singkatan dari Armee Universal Gewehr.AUG mengusung desain bullpup, artinya magazen ada di belakang gagang dan mekanisme senjata berada di dalam popor. Desain bullpup membuat senjata terlihat pendek daripada senapan serbu pada umumnya. Dengan desain bullpup, senjata dapat dibuat lebih pendek tanpa harus mengorbankan panjang larasnya. Meski panjang senjata lebih pendek, namun performanya tidak berkurang.
AUG sendiri dibuat dengan menggunakan bahan plastik khusus, membuatnya ringan namun tetap kuat. Magazen AUG juga dibuat semi transparan, sehingga seorang prajurit bisa mengetahui sisa pelurunya. Desain bullpup juga punya kelemahan, salah sataunya akan menyulitkan ketika terpaksa harus menembak dari bahu kiri, misalnya menembak dari tepi sudut tembok, karena selongsong akan menghantam pipi penembak.
Arah keluarnya selongsong ini sebenarnya bisa dirubah ke kiri, namun proses ini tidak praktis digunakan saat pertempuran, karena harus membongkar senjata. AUG sudah sejak lama menjadi inventaris Gegana Brimob, selain itu Kopassus dan satuan elite lainnya juga menggunakan varian AUG, meski tidak menjadi senjata utama. Varian AUG yang digunakan di Indonesia mulai dari AUG A1, AUG A2 dan AUG A3.
7. SAR 21

Ilustrasi: militarytoday.com

Ilustrasi: militarytoday.com
Negara Asal: Singapura
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: ST Engineering Land System
SAR (Singapore Assault Rifle - 21st Century) adalah senapan dengan desain bullpup yang juga digunakan oleh TNI, lebih tepatnya dipakai oleh Den Bravo 90 dari satuan Paskhas TNI AU. Kabarnya senapan serbu ini merupakan hasil hibah dari Singapura, jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 100 pucuk. Senapan serbu ini dilengkapi alat bidik optik dengan pembesaran 1.5x dan 3x. Senapan serbu ini adalah yang pertama kali menggunakan alat pembidik laser built in, sumber tenaga pada alat bidik laser ini menggunakan baterai ukuran AA, yang banyak dijual di warung terdekat.
Senjata ini mulai dirancang pada akhir tahun 1999 oleh perusahaan bernama Chartered Industries of Singapore (CIS), pada perkembangannya perusahaan tersebut berganti nama menjadi ST Kinetics. Dan ane harap ini yang terakhir, ST Kinetics sudah berganti nama lagi menjadi ST Engineering Land System. Di Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Brunei dan Thailand yang juga memakai SAR 21.
8. FAMAS

Ilustrasi: modernfirearms.net

Ilustrasi: modernfirearms.net
Negara Asal: Prancis
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: MAS (Manufacture d’armes de Saint-Étienne)
Bagi agan yang suka dunia kemiliteran, pasti sudah tidak asing dengan senapan serbu satu ini. Senjata ini dibuat oleh Prancis, inilah salah satu senjata kebanggaan pasukan Prancis. Reputasi FAMAS bisa disejajarkan dengan popularitas keluarga jet Mirage dan Rafale buatan Dassault Aviation. FAMAS sendiri merupakan singkatan dari Fusil d’Assaut de la Manufacture d’Armes de St-Etienne,harga per unitnya cukup mahal, yakni mencapai 1500 euro. Di luar Prancis, FAMAS hanya digunakan sebagai senjata pelangkap saja, mengingat harganya yang mahal.
Meski tak setenar M16 dan AK-47, nyatanya FAMAS dengan desain bullpup ini sudah kenyang mencicipi berbagai macam operasi militer, khususnya di kawasan Timur Tengah. Di Indonesia, Kopassus menjadi satuan elite yang memakai FAMAS, sosoknya pertama kali terlihat dalam ajang pameran alutsista TNI AD di Lapangan Monas tahun 2012. Selain Kopassus, situs Wikipedia juga menyebut nama Kopaska sebagai pengguna FAMAS. Namun, Prancis sendiri pada akhir tahun 2020 lalu, memutuskan untuk tidak menggunakan FAMAS lagi. Sebagai gantinya, mereka akan memakai HK 416 buatan Jerman sebagai assault rifle standard bagi ketiga matranya.
9. Ferfrans SCW

Ilustrasi: ferfrans.net

Ilustrasi: ferfrans.net
Negara Asal: Filipina
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Ferfrans
Selain menggunakan varian senjata yang sudah dikenal, TNI juga tertarik memakai produk yang belum dikenal sebelumnya, salah satunya adalah Ferfrans SCW. Melanjutkan pembahasan senjata buatan negara anggota ASEAN, inilah assault rifle buatan Filipina. Mungkin dari sederet assault rifle milik TNI, nama Ferfrans bisa dibilang cukup asing di dengar. Perusahaan ini kantor pusatnya ada di California, didirikan oleh dua bersaudara keturunan Amerika-Filipina. Ferfrans sendiri akronim dari Ferdinand and Francis Sy, dua bersaudara yang mendirikan perusahaan tersebut.
Pada perkembangannya mereka pun mulai membangun pusat produksi senjata di Filipina, untuk memenuhi kebutuahn pasukan Filipina dan juga ekspor ke negara di Asia. Salah satu varian yang dipakai di Indonesia adalah Ferfrans SCW (Sub-Compact Weapon), senjata ini dipakai oleh satuan Detasemen Pandu Taikam (Pengintaian Keamanan) yang berada dibawah komando Brigif Para Raider 3 Kostrad. Varian lain dari Ferfrans, yakni Ferfrans HVLAR juga digunakan oleh Marinir TNI AL.
10. Komodo D5

Ilustrasi: komodoarmament.com

Ilustrasi: komodoarmament.com
Negara Asal: Indonesia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: PT Komodo Armamments Indonesia
Nama "Komodo" bukan hanya dipakai sebagai nama kendaraan taktis TNI-Polri yang dibuat oleh PT Pindad, sekarang muncul perusahaan swasta yang juga memakai nama Komodo sebagai nama perusahaan dan senjata buatannya. Menyambung assult rifle dari kawasan Asia Tenggara, kita kembali ke dalam negeri gan. Mungkin agan kurang familiar dengan nama senapan serbu ini, maklum produk ini termasuk barang baru buatan swasta. Ada yang warga Bekasi disini ? Mungkin agan yang asli Bekasi boleh sedikit berbangga, pasalnya perusahaan ini berkedudukan di Bekasi.
Pada bagian senjata ini juga dituliskan label "Made In Bekasi", tulisan tersebut bukan cuma embel-embel saja, pasalnya senjata ini sudah memakai 80% kandungan lokal. Yang masih impor adalah bahan pembuat laras dan teleskop bidiknya, sementara proses rifling dan shaping dilakukan di Indonesia. Senjata ini masih dalam tahap uji coba di berbagai kesatuan TNI. Saat ini di lingkungan pendidikan TNI AL sedang melakukan uji coba dengan Komodo D5, uji coba dilakukan di Kodikopsla, Kodiklatal dan Sekolah Selam Angkatan Laut.
Spoiler for Made In Bekasi:
11. M4

Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Amerika Serikat
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Colt Manufacturing Company
Diklasifikasikan sebagai carbine alias senjata dengan laras pendek, senapan serbu ini dikembangkan dari basis M16. Pada varian ini laras senjata dibuat lebih pendek dan mengguanakan popor teleskopik yang dapat dipendekkan. Senjata ini di Indonesia digunakan oleh Densus 88, Kopaska dan Paskhas. Dengan laras senjata yang lebih pendek, senjata ini cocok dipakai oleh Paskhas, yang biasa melakukan operasi penerjunan.
12. AK-101

Ilustrasi: wikipedia.org
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Rusia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Izhmash Machine Building Plant
Senjata ini merupakan varian ekspor dari seri AK-74, pada seri ini, Rusia memakai peluru standard NATO, yakni 5.56 x 45 mm. Tujuan memakai peluru standard NATO ini adalah untuk memembus pasar ekspor, terutama bagi negara yang sudah familiar dengan peluru standard NATO tersebut. Di Indonesia, senjata ini mulai digunakan tahun 2001, penggunanya adalah Korps Brimob. Dipilihnya senjata buatan Rusia ini bukannya tanpa alasan, pasalnya pada tahun 2000-an kapasitas produksi senjata dalam negeri belum memadai.
Sementara Brimob punya kebutuhan mendesak untuk mengganti senjata yang sudah usang dan rusak. Dari total 31 ribu anggota Brimob saat itu, hanya tersedia 17 ribu pucuk senapan serbu. Maka waktu itu diputuskan untuk membeli AK-101 buatan Rusia, pada periode tersebut Indonesia masih terkena embargo senjata dari Amerika, mau tak mau Brimob pun ikut beralih memakai senjata dari blok timur. Tugas Brimob di awal reformasi memang tidak ringan, mereka harus menjadi garda terdepan untuk membantu TNI dalam operasi melawan GAM di Aceh. Dalam upaya memburu teroris Santoso di Poso lewat Operasi Tinombala, AK-101 masih diandalkan. Selain itu, varian AK-102 dan AK-105 juga dipakai Brimob.
13. Galil

Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Israel
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Israel Military Industries
Senjata ini dibuat di Israel, dinamai sesuai nama perancangnya, yakni Yisrael Galili. Mulai resmi digunakan oleh pasukan Israel tahun 1972. Ada berbagai varian yang sudah dikembangkam dari senjata ini, mulai dari varian carbine dengan nama SAR (Short Assault Rifle), versi kompak MAR (Micro Assault Rifle), panjang standard AR (Assault Rifle), dan senapan mesin ringan ARM (Assault Rifle and Machine gun).
Di lingkungan TNI, senjata ini dipakai oleh satuan Taipur (Intai Tempur) dari Kostrad. Yang digunakan adalah varian MAR untuk keperluan pertempuran jarak dekat, sementara untuk sniper, Taipur memakai varian Galil Galatz. Saat ini kedua senjata ini sudah jarang digunakan, kedua senapan tersebut mulai digantikan dengan varian yang baru.
14. Tavor X-95

Ilustrasi: wikipedia.org
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Israel
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Israel Weapon Industries
Kiprah senjata dari Negeri Yahudi tak hanya ada di Kostrad, Paskhas TNI AU juga tak ketinggalan mengadopsi senjata dari Israel. Selain memakai SAR 21 buatan Singapura yang berdesain bullpup, Paskhas juga memakai senapan bullpup lainnya, senapan tersebut adalah Tavor X-95. Varian ini dikembangkan dari basis senapan Tavor TAR 21, X-95 menjadi varian terkecil dari keluarga senapan serbu Tavor. Senjata ini mulai digunakan pasukan Israel pada tahun 2009. Pada varian X-95 dapat dirubah menjadi SMG kaliber 9 mm, hal tersebut dilakukam dengan mengganti laras dan komponen bolt yang tersedia dalam paket kit. Modifikasi ini hanya dilakukan dalam waktu beberapa menit.
15. VZ 58

Ilustrasi: wikipedia.org
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Cekoslovakia
Kaliber: 7.62 x 39 mm
Produsen: Česká zbrojovka Uherský Brod
Sebelum memisahkan diri menjadi Ceko dan Slovakia, pada masa lalu saat kedua negara ini masih bersatu, mereka sempat membuat senapan serbu bernama VZ 58. Angka 58 sendiri diambil dari tahun pembuatannya, yakni 1958. Sekilas senjata ini memang mirip AK-47 gan, namun komponen yang digunakan berbeda. Meski terlihat sama, magazen milik VZ 58 tidak dapat ditukar dengan AK-47. Ciri khas dari senjata ini adalah bagian mekanisme yang bergerak maju mundur saat senjata ditembakkan.
Senjata ini hanya digunakan oleh TNI AL, seperti sudah menjadi sebuah tradisi, matra laut memang cukup konsisten memakai produk buatan Eropa Timur. VZ 58 di lingkungan TNI AL digunakan dalam misi VBSS (Visit Board Search Seizure) alias misi untuk naik dan menguasai kapal laut. Senjata ini juga digunakan oleh Kopaska (Komando Pasukan Katak).
16. CZ 805

Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Republik Ceko
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Česká zbrojovka Uherský Brod
Masih dari Ceko gan, saat senapan serbu ini diproduksi, Ceko sudah berpisah dengan Slovakia. Senapan serbu ini dirancang tahun 2006, dan mulai digunakan secara resmi tahun 2011 oleh Republik Ceko dan Republik Slovakia. Senjata ini di desain untuk menggantikan VZ 58 yang sudah berumur. Pada varian terbaru ini, Ceko sudah mengadopsi kaliber 5.56 x 45 mm standard NATO.
Mungkin agan sudah bisa menebak, siapa satuan elite pengguna senapan serbu dari Eropa Timur ini. Nama Kopaska kembali muncul sebagai pengguna utama CZ 805, selain itu ada nama Taipur Kostrad dan Paskhas TNI AU yang ikut mengoperasikan senapan serbu ini.
-----
Lanjut ke post 2 ya

Feraldi.Noval dan 40 lainnya memberi reputasi
39
14.4K
138
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer dan Kepolisian
2.1KThread•2.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
si.matamalaikat
#1
17. SG 552
![kaskus-image]()
Ilustrasi: wikipedia.org

Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Swiss
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Swiss Arms AG
Senjata ini dibuat di Swiss sejak tahun 1990 sampai sekarang, SG sendiri akronim dari Sturmgewehr (assault rifle).SG 552 merupakan varian terpendek dari dua saudaranya yang lain, yakni SG 550 dan SG 551. Dengan desain yang lebih pendek, membuat senapan serbu ini cocok digunakan untuk pertempuran jarak dekat. Di Indonesia, SG 552 digunakan satuan anti teror Kopassus, yakni Sat 81 Gultor serta satuan Gultor dari Batalyon Raider Kostrad. Sementara SG 550 varian sniper digunakan oleh Marinir TNI AL.
18. Daewoo K2
![kaskus-image]()
Ilustrasi: military-today.com

Ilustrasi: military-today.com
Negara Asal: Korea Selatan
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: S&T Motiv
Korea Selatan bukan hanya terkenal dengan k-pop dan drakor, nyatanya di segmen senapan serbu, militer Indonesia tak ketinggalan memakai produk Korsel. K2 adalah senapan serbu buatan Korsel di dekade 1980-an, dibuat oleh Daewoo Precision, yang sekarang berganti nama menjadi S&T Motiv. Senapan ini dibuat untuk dijadikan senapan standard militer Korea Selatan menggantikan M16A1 buatan Amerika.
Mekanisme belakang pada senjata ini mirip dengan M16, bahkan beberapa komponen M16 dapat dipasang pada K2, akan tetapi di bagian depan, K2 memakai mekanisme piston seperti pada AK. Di Indonesia, pengguna K2 adalah Paskhas TNI AU. Pada tahun 2008 dan 2011, Paskhas membeli 210 pucuk K2, sementara pada tahun 2019. Mereka menambah pesanan sejumlah 809 pucuk K2.
19. FN SCAR-L
![kaskus-image]()
Ilustrasi: fnherstal.com

Ilustrasi: fnherstal.com
Negara Asal: Belgia
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: FN Herstal
Senapan ini masih satu pabrikan dengan FNC yang dibeli oleh Indonesia pada tahun 1980-an. Dibuat oleh FN Herstal, senapan serbu ini di desain khusus untuk kebutuhan United States Special Operations Command (USSOCOM). Nama SCAR sendiri merupakan akronim dari Special Operation Forces Combat Assault Rifle,senjata ini mulai resmi digunakan tahun 2009. Ada beberapa varian yang sudah dikembangkan dari varian SCAR, mulai dari SCAR-L, SCAR-H, SCAR SSR dan SCAR PDW.
Varian SCAR-L, SCAR SSR dan SCAR PDW memakai kaliber 5.56 x 45 mm. Sementara varian SCAR-H memakai kaliber 7.26 x 51 mm. Masing-masing varian punya peran yang berbeda-beda gan, SCAR-L digunakan sebagai assault rifle, SCAR-H untuk fungsi battle rifle, SCAR SSR digunakan untuk memberi dukungan tembakan kepada sniper, SCAR PDW berfungsi sebagai senjata perlindungan diri. Senjata dengan konfigurasi popor yang bisa dilipat ini hanya digunakan oleh satuan Intai Tempur (Taipur) Kostrad, satuan ini memakai varian SCAR-L.
Spoiler for Varian SCAR Lainnya:
20. SIG SAUER SIG 516
![kaskus-image]()
Ilustrasi: indomiliter.com

Ilustrasi: indomiliter.com
Negara Asal: Jerman/Swiss
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: SIG SAUER
Senjata ini diproduksi oleh SIG Sauer, gabungan dari dua perusahaan asal Swiss dan Jerman. SIG merupakan perusahaan asal Swiss dan J. P. Sauer & Shon adalah perusahaan dari Jerman. Meleburnya dua perusahaan ini kemudian menghasilkan identitas baru bernama SIG Sauer. Saat ini SIG Sauer berkedudukan di 3 negara, SIG Sauer AG ada di Swiss, SIG Sauer Gmbh di Jerman dan SIG Sauer Inc di Amerika Serikat.
Produk senapan serbu mereka termasuk barang baru, karena mulai diproduksi tahun 2010. Di Indonesia, senapan serbu ini dipakai oleh satuan Gegana Korps Brimob. Senjata ini dipakai oleh unit CRT (Crisis Response Team) Brimob, dari kesatuan TNI ada nama Marinir dan Kostrad yang juga ikut memakai senapan serbu ini.
21. SIG MCX
![kaskus-image]()
SIG MCX dengan popor standard.
Ilustrasi: wikipedia.org
SIG MCX dengan popor standard.
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Amerika
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: SIG Inc
Senjata ini termasuk barang baru, karena mulai resmi diproduksi tahun 2015. Senapan serbu ini menjadi inventaris Korps Brimob Polri, MCX sendiri dikembangkan dari varian SMG (Submachine Gun) yang bernama SIG MPX. Varian MPX ini juga sudah dipakai oleh Korps Brimob, SIG MPX sendiri dikembangkan oleh SIG Inc, anak perusahaan SIG Sauer yang berkedudukan di Amerika Serikat.
22. G36
![kaskus-image]()
G36 varian standard.
Iluatrasi: heckler-koch.com

G36 varian standard.
Iluatrasi: heckler-koch.com
Negara Asal: Jerman
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Heckler & Koch Gmbh
Dibuat sejak tahun 1996, senjata ini menjadi senapan serbu standard pasukan Jerman. Kualitasnya tak perlu diragukan lagi, karena dibuat oleh manufaktur senjata ternama, yakni Heckler & Koch. Sampai saat ini G36 sudah digunakan oleh 40 negara. Di Indonesia senjata ini dipakai oleh Detasemen Jalamangkara, Brimob serta Paskhas.
Khusus untuk Paskhas, satuan elite ini memakai varian G36C, pada varian ini tidak dilengkapi alat pembidik bawaaan pabrik. Sebagai gantinya, G36C dilengkapi dengan pucatinny rail yang dapat dipasangi alat bidik sesuai kebutuhan. G36 sendiri hadir dalam 3 varian, mulai dari G36 standard, G36K dan G36C.
Spoiler for G36K dan G36C:
23. HK 416
![kaskus-image]()
Ilustrasi: wikipedia.org
Ilustrasi: wikipedia.org
Negara Asal: Jerman
Kaliber: 5.56 x 45 mm
Produsen: Heckler & Koch Gmbh
Sebagai penutup daftar senapan serbu, kali ini ada nama Heckler & Koch 416 atau biasa disebut dengan nama HK 416. Selain kondang sebagai senjata pasukan khusus di berbagai negara, assault rifle satu ini juga kondang di game PUBG. Bagi player PUBG, senjata ini dikenal dengan nama M416. Salah satu alasan kenapa pengembang game tidak memakai nama HK 416 dalam game PUBG, karena mereka menghindari copy right. HK merupakan singkatan "Heckler & Koch", perusahaan pembuat HK 416, jika pengembang game memakai nama tersebut, mereka khawatir dituntut untuk membayar royalti.
Senjata ini mulai diproduksi tahun 2004, dari segi desain, HK 416 dibuat mirip dengan desain senapan serbu M4 buatan Amerika. Hal tersebut dilakukan agar para prajurit tidak perlu beradaptasi lagi, saat beralih dari M4 dan menggantinya dengan HK 416. Dalam sebuah pengujian, HK 416 sukses menembakkan 10.000 peluru dalam mode full otomatis tanpa mengalami kemacetan. Hal tersebut yang membuatnya diminati oleh beberapa pasukan khusus, misalnya ada Delta Force dari Amerika dan GSG-9 dari Jerman yang memakai senapan serbu ini. Di Indonesia, senjata ini digunakan oleh Densus 88 Brimob, Kopassus, Detasemen Jalamangkara, serta Taipur Kostrad. Saat ini ada 22 negara yang sudah memakai HK 416 untuk kebutuan pasukan khususnya.
-----
Pembahasan HK 416 tadi menutup perjumpaan kita tentang pembahasan assault rifle yang dipakai oleh TNI dan Polri. Karena terdiri dari beragam jenis, ane sampai harus membuat dua postingan untuk thread kali ini. Jika dihitung dari awal, ad 23 jenis assault rifle yang digunakan gan

Sebenarnya tidak ada salahnya memakai beragam senapan serbu dari berbagai negara yang berbeda untuk mengetahui kemampuan senjata tersebut. Namun, alangkah lebih baik jika TNI dan Polri menyederhanakan jenis senapan serbunya. Sebenarnya jenis senapan serbu yang beragam kurang efisien, baik dalam hal perawatan, pengadaan komponen sampai suplai logistik jika sewaktu-waktu terjadi perang.
Meski kaliber yang digunakan assault rifle TNI dan Polri kebanyakan sama, yakni 5.56 x 45 mm, seringkali senjata tersebut tidak dapat saling bertukar magazen. Untuk senapan serbu, baik TNI dan Polri perlu diseragamkan, seluruhnya harus memakai SS2 buatan PT Pindad. Sementara untuk misi khusus yang membutuhkan kehandalan lebih, HK 416 bisa jadi pilihan.
Demikian sedikit ulasan mengenai assault rifle milik TNI dan Polri, ane mendapat data tersebut dari wikipedia, tayangan TV, melihat anggota Kodim dan Koramil di wilayah ane serta parade militer saat HUT TNI. Mungkin saja masih ada senapan serbu lain yang belum ane sebutkan dalam daftar diatas, untuk itu ane mohon maaf sebelumnya. Jujur saja, jumlah 23 jenis assault rifle di thread ini sudah terlalu banyak menurut ane gan

Kalau agan mengetahui informasi terkait assault rifle milik TNI dan Polri yang lain, silakan nanti ikut berkomentar dibawah. Atau barangkali ada anggota pasukan khusus yang kebetulan punya ID Kaskus, dan kebetualan pernah mengoperasikan salah satu senjata yang ane sebutkan diatas, ditunggu juga kehadirannya. Sekian dulu dari ane, sampai jumpa

Referensi: 1.2.3.4.5.6.7
Ilustrasi Gambar: google image dan wikipedia
Diubah oleh si.matamalaikat 31-05-2021 20:24
emineminna dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Tutup




