- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#113
Chapter 77
Djohan membopong badan yang sudah terkujur kaku, lehernya habis digerogoti oleh monster Beaters. Dari perawakan dan juga wajahnya yang begitu polos, nampaknya ia masih sangat muda. Tapi harus menerima takdir yang tidak bisa dihindarinya, kematian yang begitu tragis. Lalu Djohan meletakan sang korban sedikit menjauh dari area pertarungan.
Djohan mengepal tangannya dengan keras, dari kejauhan terdengar sebuah teriakan yang sangat keras dan bunyinya sangat melengking Cumiakkan telinga. “Hm,” fokus Djohan sangat tinggi, ia tidak bergetar sedikit pun.
“Cih! Bunyi apa tadi?” ucap Lio yang sudah melepaskan kedua telapak tangan dari telinganya.
Sosok tinggi menjulang dengan kaki-kaki panjangnya muncul dari reruntuhan, spesimen khusus yang tadi ditendang menjauh oleh Djohan. Urat-urat tebal muncul dikepalanya, bentuk kepalanya yang bulat tanpa rambut semakin jelas memperlihatkan.
“ARGH!” spesimen khusus ini merobek wajahnya yang terluka, didalamnya sudah terdapat wajahnya yang kembali mulus. Yang ia lakukan adalah mengganti kulitnya, seperti hal nya ular.
“Eh?! Apa yang ia lakukan?” Lio terkejut.
“Kemampuan yang merepotkan heh?” Djohan tidak terlalu memperdulikannya, ia melesat cepat.
Pukulannya meleset, spesimen khusus itu mampu menghindar. Lalu sebuah tangan yang lentur dan panjang melilit tubuh Djohan dari kaki hingga lehernya. Lilitannya cukup kuat dan nampaknya spesimen khusus ini tidak terlalu peduli dengan kondisi lengannya yang tersayat karena terkena lapisan armor yang kasar milik Djohan.
Wajahnya mendekati wajah Djohan sambil memamerkan ekspresi kemarahan yang sangat menjadi-jadi. Djohan tidak tertekan sedikit pun, ia pernah melawan musuh yang jauh lebih mengerikan dari ini.
“Kenapa kau semarah itu? apa karena aku hancurkan makan siangmu?” Djohan meronta, tangan yang melilit tubuhnya terkoyak pecah.
Spesimen khusus mundur dengan cepat, tangan yang terkocak sudah muncul kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Sedangkan bekas tangannya itu seketika menjadi kering, seperti kulit mati.
Sebuah truk besar datang dengan kecepatan yang gila, menerobos jalanan yang sudah sepi karena reflek warga yang melarikan diri ketika melihat ada monster yang muncul. Truk berhenti tepat dipinggiran jalan, pada saat bagian belakangnya terbuka muncul orang-orang yang memakai pakaian tempur canggih seperti yang ada di televisi, mereka orang-orang dari BASS. Pertarungan Djohan dan spesimen khusus terhenti sejenak karena kedatangan mereka.
Sang kapten berjalan paling depan, lalu memberikan instruksinya kepada semua anggotanya, mereka menyebar. “Keselamatan warga adalah prioritas utama,” ucapnya sambil berjalan menuju Djohan dan spesimen khusus.
Djohan merasa sedikit terganggu, karena kedatangan orang dari BASS ini tentunya akan merepotkan dirinya dan akan menghalangi langkahnya dalam pertarungan ini. Gerakan spesimen khusus yang tergolong cepat juga menyulitkan Djohan untuk menangkap lalu memindahkannya ke suatu tempat yang susah dijangkau oleh tim BASS walaupun rasanya tidak mungkin berkat adanya baju tempur itu. Serangan dari kapten tim 2 Lucio nampaknya cukup membekas, kali ini spesimen khusus terlihat lebih hati-hati.
Seorang wanita muda menghampiri Lio yang berdiri tertegun menyaksikan pertarungan Djohan, dengan ramahnya wanita muda ini meminta Lio untuk segera mengevakuasi dirinya, karena medan ini sekarang sangat berbahaya bagi warga sipil. Terutama bagi mereka yang masih di bawah umur.
“Apa kamu datang bersama orang tua mu?” bertanya dengan sikap yang ramah.
“Aaaa….,” Lio diam sejenak, wanita muda didepannya ini meragukan kemampuan dirinya yang seorang Silver Clan. Tetapi Lio harus bermain peran saat ini. “tidak, aku bersama kakaku barusan, kejadiannya sungguh cepat, aku kehilangan dirinya,” ucapnya.
“Oh…oke, sini aku antarkan ke tempat yang aman.”
Ehhh….aku lebih kuat darimu kakak! Gumam Lio dalam hati.
Wanita muda itu membawa Lio menjauh dari tempatnya sebelumnya, tapi hanya sampai di situ saja karena Lio merasa ia harus tetap berada di dekat Djohan. Ia melesat saat wanita muda itu menoleh ke arah lain.
“Eh? Kemana perginya adik tadi?”
“Terima kasih atas sikap baikmu itu, tetapi aku bukanlah remaja biasa!” Lio melesat melewati bangunan didepannya untuk mencari spot yang aman untuk tetap melihat pertarungan Djohan.
Kapten tim 14 sudah berdiri dengan jarak yang cukup dekat, senjata thunder gun miliknya masih terpasang rapih dibagian samping baju tempurnya itu. “Oi Silver Clan, aku Jeremy kapten tim BASS sektor 14,apakah kamu membutuhkan bantuanku?”
Djohan hanya terdiam mendengarnya, baru kali ini ia melihat anggota BASS yang bertanya kepadanya terlebih dahulu dibandingkan langsung menyerang target didepannya.
Sang kapten tim 14 melanjutkan, “Aku sudah membaca laporan dari kapten James di tim 13. Jadi aku tidak menghalangimu jika ingin menyelesaikan masalah ‘pribadi’ ini sendirian,” ucapannya itu malah membuat spesimen khusus tertawa dengan keras.
“Bahkan spesimen khusus tertawa melihat tingkahnya, mungkin sebaiknya tidak kulibatkan kapten bodoh ini dalam pertarungan ini,” ucap Djohan, lalu ia berteriak kepada kapten tim 14 dengan suara terdistorsi memberikan efek yang serak dan seram. “jika kau tahu akan menganggu, sebaiknya kau menyingkir!” Djohan berlari ke arah spesimen khusus.
“Baiklah, ia milikmu sepenuhnya….” Jeremy tersenyum sinis ketika tahu bahwa Djohan meliriknya.
Jemari milik spesimen khusus memanjang dan menyerang Djohan bagaikan cambuk, namun serangan seperti itu sudah pernah dihadapinya. Cakar-cakarnya melibas semua jemari itu, puing-puing yang kering kembali berjatuhan. Djohan meruncingkan cakarnya, targetnya sudah jelas untuk menusuk Beat yang ada di dada spesimen khusus ini, sebelum berubah menjadi bentuk monster Beaters.
Di luar dugaan, jemari yang tadi dihancurkan muncul kembali disekitar Djohan yang berlari dengan kecepatan normal. Jemari itu menusuk Djohan, tapi ia biarkan saja karena belum ada kuku manusia yang bisa menembus armor nya itu. Lalu dengan cakar yang sudah dirapatkan membentuk sebuah pedang, Djohan menusuk spesimen khusus tepat di dada sebelah kirinya. Namun ekspresi dari Lio yang sedang memantau dan juga Jeremy menunjukan hasil yang lain.
Sekujur tubuh spesimen khusus mengering dengan cepat, lalu saat Djohan menarik cakarnya kembali seluruh tubuh spesimen khusus hancur sangking rapuhnya. Djohan menoleh ke arah lain, benar saja sang target sudah berada di tempat lain, berhasil menghindari serangan mematikan dari Djohan itu.
“Sesaat sebelum cakar Djohan itu menusuknya, aku melihat dengan jelas ada gumpalan berbentuk bola yang keluar dari salah satu telapak tangannya, timing nya sangat pas sekali dan pergerakannya cepat juga,” ucap Lio.
Kapten Jeremy juga melihatnya, kemudian mencoba menganalisisnya. “Berbeda saat Silver Clan menebas jemari tentakelnya itu, bagian yang rapuhnya langsung terjatuh. Seperti menyayat setumpukan kertas menggunakan pisau tajam. Tetapi ketika mengarah ke area vitalnya, ia melepaskan dirinya dari tubuhnya sendiri lalu berubah kembali seperti semula. Untung saja aku menggunakan helm canggih ini, jadi mataku bisa menangkap kejadian tadi,” ia mulai memegang thunder gun miliknya. “nampaknya aku akan membantunya.”
Djohan terlihat sedang melakukan peregangan, nampaknya ia harus melakukannya dengan kekuatan penuh, kecepatan yang seperti tadi tidak bisa untuk melawan spesimen khusus ini.
Quote:
Djohan membopong badan yang sudah terkujur kaku, lehernya habis digerogoti oleh monster Beaters. Dari perawakan dan juga wajahnya yang begitu polos, nampaknya ia masih sangat muda. Tapi harus menerima takdir yang tidak bisa dihindarinya, kematian yang begitu tragis. Lalu Djohan meletakan sang korban sedikit menjauh dari area pertarungan.
Djohan mengepal tangannya dengan keras, dari kejauhan terdengar sebuah teriakan yang sangat keras dan bunyinya sangat melengking Cumiakkan telinga. “Hm,” fokus Djohan sangat tinggi, ia tidak bergetar sedikit pun.
“Cih! Bunyi apa tadi?” ucap Lio yang sudah melepaskan kedua telapak tangan dari telinganya.
Sosok tinggi menjulang dengan kaki-kaki panjangnya muncul dari reruntuhan, spesimen khusus yang tadi ditendang menjauh oleh Djohan. Urat-urat tebal muncul dikepalanya, bentuk kepalanya yang bulat tanpa rambut semakin jelas memperlihatkan.
“ARGH!” spesimen khusus ini merobek wajahnya yang terluka, didalamnya sudah terdapat wajahnya yang kembali mulus. Yang ia lakukan adalah mengganti kulitnya, seperti hal nya ular.
“Eh?! Apa yang ia lakukan?” Lio terkejut.
“Kemampuan yang merepotkan heh?” Djohan tidak terlalu memperdulikannya, ia melesat cepat.
Pukulannya meleset, spesimen khusus itu mampu menghindar. Lalu sebuah tangan yang lentur dan panjang melilit tubuh Djohan dari kaki hingga lehernya. Lilitannya cukup kuat dan nampaknya spesimen khusus ini tidak terlalu peduli dengan kondisi lengannya yang tersayat karena terkena lapisan armor yang kasar milik Djohan.
Wajahnya mendekati wajah Djohan sambil memamerkan ekspresi kemarahan yang sangat menjadi-jadi. Djohan tidak tertekan sedikit pun, ia pernah melawan musuh yang jauh lebih mengerikan dari ini.
“Kenapa kau semarah itu? apa karena aku hancurkan makan siangmu?” Djohan meronta, tangan yang melilit tubuhnya terkoyak pecah.
Spesimen khusus mundur dengan cepat, tangan yang terkocak sudah muncul kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Sedangkan bekas tangannya itu seketika menjadi kering, seperti kulit mati.
Sebuah truk besar datang dengan kecepatan yang gila, menerobos jalanan yang sudah sepi karena reflek warga yang melarikan diri ketika melihat ada monster yang muncul. Truk berhenti tepat dipinggiran jalan, pada saat bagian belakangnya terbuka muncul orang-orang yang memakai pakaian tempur canggih seperti yang ada di televisi, mereka orang-orang dari BASS. Pertarungan Djohan dan spesimen khusus terhenti sejenak karena kedatangan mereka.
Sang kapten berjalan paling depan, lalu memberikan instruksinya kepada semua anggotanya, mereka menyebar. “Keselamatan warga adalah prioritas utama,” ucapnya sambil berjalan menuju Djohan dan spesimen khusus.
Djohan merasa sedikit terganggu, karena kedatangan orang dari BASS ini tentunya akan merepotkan dirinya dan akan menghalangi langkahnya dalam pertarungan ini. Gerakan spesimen khusus yang tergolong cepat juga menyulitkan Djohan untuk menangkap lalu memindahkannya ke suatu tempat yang susah dijangkau oleh tim BASS walaupun rasanya tidak mungkin berkat adanya baju tempur itu. Serangan dari kapten tim 2 Lucio nampaknya cukup membekas, kali ini spesimen khusus terlihat lebih hati-hati.
Seorang wanita muda menghampiri Lio yang berdiri tertegun menyaksikan pertarungan Djohan, dengan ramahnya wanita muda ini meminta Lio untuk segera mengevakuasi dirinya, karena medan ini sekarang sangat berbahaya bagi warga sipil. Terutama bagi mereka yang masih di bawah umur.
“Apa kamu datang bersama orang tua mu?” bertanya dengan sikap yang ramah.
“Aaaa….,” Lio diam sejenak, wanita muda didepannya ini meragukan kemampuan dirinya yang seorang Silver Clan. Tetapi Lio harus bermain peran saat ini. “tidak, aku bersama kakaku barusan, kejadiannya sungguh cepat, aku kehilangan dirinya,” ucapnya.
“Oh…oke, sini aku antarkan ke tempat yang aman.”
Ehhh….aku lebih kuat darimu kakak! Gumam Lio dalam hati.
Wanita muda itu membawa Lio menjauh dari tempatnya sebelumnya, tapi hanya sampai di situ saja karena Lio merasa ia harus tetap berada di dekat Djohan. Ia melesat saat wanita muda itu menoleh ke arah lain.
“Eh? Kemana perginya adik tadi?”
“Terima kasih atas sikap baikmu itu, tetapi aku bukanlah remaja biasa!” Lio melesat melewati bangunan didepannya untuk mencari spot yang aman untuk tetap melihat pertarungan Djohan.
Kapten tim 14 sudah berdiri dengan jarak yang cukup dekat, senjata thunder gun miliknya masih terpasang rapih dibagian samping baju tempurnya itu. “Oi Silver Clan, aku Jeremy kapten tim BASS sektor 14,apakah kamu membutuhkan bantuanku?”
Djohan hanya terdiam mendengarnya, baru kali ini ia melihat anggota BASS yang bertanya kepadanya terlebih dahulu dibandingkan langsung menyerang target didepannya.
Sang kapten tim 14 melanjutkan, “Aku sudah membaca laporan dari kapten James di tim 13. Jadi aku tidak menghalangimu jika ingin menyelesaikan masalah ‘pribadi’ ini sendirian,” ucapannya itu malah membuat spesimen khusus tertawa dengan keras.
“Bahkan spesimen khusus tertawa melihat tingkahnya, mungkin sebaiknya tidak kulibatkan kapten bodoh ini dalam pertarungan ini,” ucap Djohan, lalu ia berteriak kepada kapten tim 14 dengan suara terdistorsi memberikan efek yang serak dan seram. “jika kau tahu akan menganggu, sebaiknya kau menyingkir!” Djohan berlari ke arah spesimen khusus.
“Baiklah, ia milikmu sepenuhnya….” Jeremy tersenyum sinis ketika tahu bahwa Djohan meliriknya.
Jemari milik spesimen khusus memanjang dan menyerang Djohan bagaikan cambuk, namun serangan seperti itu sudah pernah dihadapinya. Cakar-cakarnya melibas semua jemari itu, puing-puing yang kering kembali berjatuhan. Djohan meruncingkan cakarnya, targetnya sudah jelas untuk menusuk Beat yang ada di dada spesimen khusus ini, sebelum berubah menjadi bentuk monster Beaters.
Di luar dugaan, jemari yang tadi dihancurkan muncul kembali disekitar Djohan yang berlari dengan kecepatan normal. Jemari itu menusuk Djohan, tapi ia biarkan saja karena belum ada kuku manusia yang bisa menembus armor nya itu. Lalu dengan cakar yang sudah dirapatkan membentuk sebuah pedang, Djohan menusuk spesimen khusus tepat di dada sebelah kirinya. Namun ekspresi dari Lio yang sedang memantau dan juga Jeremy menunjukan hasil yang lain.
Sekujur tubuh spesimen khusus mengering dengan cepat, lalu saat Djohan menarik cakarnya kembali seluruh tubuh spesimen khusus hancur sangking rapuhnya. Djohan menoleh ke arah lain, benar saja sang target sudah berada di tempat lain, berhasil menghindari serangan mematikan dari Djohan itu.
“Sesaat sebelum cakar Djohan itu menusuknya, aku melihat dengan jelas ada gumpalan berbentuk bola yang keluar dari salah satu telapak tangannya, timing nya sangat pas sekali dan pergerakannya cepat juga,” ucap Lio.
Kapten Jeremy juga melihatnya, kemudian mencoba menganalisisnya. “Berbeda saat Silver Clan menebas jemari tentakelnya itu, bagian yang rapuhnya langsung terjatuh. Seperti menyayat setumpukan kertas menggunakan pisau tajam. Tetapi ketika mengarah ke area vitalnya, ia melepaskan dirinya dari tubuhnya sendiri lalu berubah kembali seperti semula. Untung saja aku menggunakan helm canggih ini, jadi mataku bisa menangkap kejadian tadi,” ia mulai memegang thunder gun miliknya. “nampaknya aku akan membantunya.”
Djohan terlihat sedang melakukan peregangan, nampaknya ia harus melakukannya dengan kekuatan penuh, kecepatan yang seperti tadi tidak bisa untuk melawan spesimen khusus ini.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:39
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas
Tutup