- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#112
Chapter 76
Quote:
Kantor tim 13 memang tidak terlalu besar, layaknya sebuah kantor biasa yang hanya berlantai 2 ditambah tidak mempunyai lahan untuk memakirkan truk besar yang sudah diberikan kantor pusat. Truk itu dititipkan tepat di halaman milik pom bensin yang jaraknya hanya berjarak satu langkah. Leah dan Gareth memutuskan untuk membawa kapten James untuk beristirahat dahulu sejenak, setelah dikerjai oleh Djohan.
“Maaf membuatmu datang sejauh ini tanpa hasil,” ucap Gareth yang masih saja menyesali perbuatannya.
“Tidak, santai saja,” kapten James menggelengkan kepalanya. “lagipula kalian mempunyai sensor khusus itu kan? Ketika Silver Clan beraksi maka sensornya berbunyi, jadi kita tunggu saja.”
Sikap kapten James yang begitu tenang dan santai berbanding terbalik dengan Leah, dirinya masih saja gusar karena akan mengetahui bahwa mereka akan didahului oleh Djohan dalam menemukan target yang dicari. Sebenarnya kapten Vela tidak mempermasalahkan jika Djohan berhasil menemukannya terlebih dahulu, karena dalam kasus ini tidak ada yang namanya perlombaan, semua sisi harus bekerja sama satu yang lainnya. Mungkin pendekatan yang dilakukan Leah dan Gareth salah, sehingga Djohan memutuskan untuk melawannya sendiri.
“Bagaimana keadaan di sektor 15?” tanya kapten Vela.
“Tidak terlalu banyak berubah, dengan hadirnya truk besa itu malah membuat pekerjaan menjadi lambat, tapi ya aku berterima kasih sekali, program itu membuat Davies menjadi lebih berguna sekarang,” dengan tawa yang menghiasi wajahnya.
Sementara itu Djohan dan Lio memutuskan untuk menggunakan fasilitas umum untuk mencapai lokasi spesimen khusus yang masih saja terdiam ditempatnya tidak bergerak satu inchi pun. Menggunakan kendaraan umum seperti bus mempermudah gerak mereka, karena selain sensor yang ditanam secara rahasia sepanjang jengkal di Surban City. Hadirnya CCTV yang saling terkoneksi satu sama lainnya juga bisa menjadi masalah, jika tim 13 ingin melacak mereka melalui alat itu. Dengan menaiki kendaraan umum, maka kehadiran mereka bisa tersamarkan.
“Kamu serius makhluk itu belum bergerak sama sekali?” tanya Djohan.
“Yup, jika menurut cerita Gareth benar maka ia hanya bergerak jika ada Beaters yang muncul.”
Kepalanya yang bulat dan pelontos memancarkan sinar matahari yang cukup terang siang ini, orang-orang berlalu lalang membawa tas belanjaan. Ia sedang duduk santai tanpa bergerak sedikit pun, bahkan ketika ada serangga yang tidak sengaja lewat tanpa permisi dihadapan wajahnya. Plaza tempat ia berdiam penuh dengan orang-orang, wilayah 14 memang dikenal sebagai tempatnya berbelanja bagi warga Surban City.
Bus yang membawa Djohan dan Lio akhirnya mendarat di wilayah 14, tinggal sedikit lagi pertemuan mereka dengan sang target buruan. Keadaannya yang ramai membuat Djohan sedikit ragu akankah ia akan melakukannya dengan kondisi seperti ini atau tidak. Walaupun belum bertemu tetapi segala rencana sudah masuk di kepala Djohan. Bergerak dalam kesunyian adalah ciri khas dari Royal Clan Silver Clan, dua seniornya juga bertugas sebagai pemburu hadiah untuk melenyapkan kriminal-kriminal kelas tinggi yang tidak tersentuh kepolisian setempat.
“Ada apa? kau tampak ragu sekarang?” tanya Lio.
“Tidak…, tidak kusangka akan seramai ini.”
“Mungkin hanya di sekitar sini saja, kita harus berjalan lebih banyak lagi untuk sampai,” Lio menyakinkan Djohan.
Setelah berjalan beberapa saat ternyata ucapan Lio tidak terbukti, suasana masih sangat ramai. Berbeda dengan kondisi di wilayah mereka di mana warganya banyak yang berpakaian rapih dan berjalan cepat dalam kerumunan. Sedangkan di sini orang-orangnya berpakaian sangat santai, dan tidak ada raut wajah suram yang terpancar.
“Eh, kenapa tuan Stam tidak membuka Bar di daerah ini? orang-orang di sini tampak asik!” celoteh Lio.
“Aku malah bersyukur kita tidak bekerja di wilayah yang ramai seperti ini.”
Langkah Lio semakin pelan, menunjukan bahwa sang target semakin dekat. Lalu Lio menghentikan langkahnya, jemarinya menunjuk tepat ke satu titik. Di mana ada orang yang memiliki kaki yang panjang walaupun dalam posisi terduduk. Kepalanya bulat tanpa rambut, tatapannya kosong menghadap ke depan. Bentuk manusia spesimen khusus ternyata jauh berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Djohan, karena ia melihat betul saat monster itu melahap Overmars dengan lahap, setidaknya wujudnya tidak akan jauh dari situ.
“Cih! Kita sudah menemukannya tetapi situasinya kurang mendukung!”
“Apakah kita akan menunggu tempat ini sepi?” tanya Lio.
“Tidak mungkin, berkaca pada tempat kita. Mereka tidak akan habis.”
Ada satu rencana Djohan yang terpikirkan olehnya sedari tadi, jika spesimen khusus itu hanya terpancing dengan kehadiran Beaters. Maka Lio bisa ditumbalkan sejenak, mengubah dirinya menjadi Beaters. Dengan ini diharapkan warga sekitar akan kabur melihat kehadirannya dan target akan bergerak setelah mengetahui ada Beaters didekatnya. Namun sensor khusus milik tim BASS 13 akan berbunyi, belum lagi sensor di wilayah ini akan langsung memberitahu tim yang bersangkutan. Akan banyak orang yang terlibat.
Lalu permasalahan lainnya adalah, jika Djohan berhasil menyergap sang target sebelum menyerang Lio. Akan dibawa kemana target itu oleh Djohan? Ia sendiri sangat asing dengan tata letak wilayah ini. Membawanya ke tempat sepi hanya akan mengulur waktu bagi tim lainnya.
“Cih! Padahal sudah sedekat ini!”
“Aku tahu kau ada suatu rencana, katakan saja. Aku sudah siap!”
“Hmm,” Djohan melihat tidak ada keraguan di mata Lio. “apa kamu yakin akan melakukannya?”
“Jika tidak aku sudah pulang setelah menunjuk orangnya.”
Setelah diskusi singkat tersebut, Lio berjalan mendekati spesimen khusus. Sambil melirik ke sana ke mari dan Djohan tetap mengawasinya dari jauh. Satu demi satu warga dilewatinya dengan santai, Lio harus menjaga jaraknya, memberikan kesempatan kepada Djohan untuk bergerak. Posisinya sudah pas, Lio menarik nafas panjang. Baru pertama kalinya ia berubah dihadapan publik seperti ini.
“Ok…,” di luar dugaan spesimen khusus merubah posisi duduknya menjadi naik. Lio melirik ke Djohan.
“Ada Beaters kah?” Djohan berlari menghampiri Lio, lalu secara tiba-tiba sang target hilang dari pandangan mereka.
“Gawat!” Lio dan Djohan mengejarnya, kemampuan Lio masih berfungsi dengan baik.
“Syukurlah,” Lio merasa lega, lalu melihat tatapan sinis dari Djohan. “tidak, aku hanya bercanda…”
Tim 14 yang sedang bersantai mendengar suara dari sensor yang menunjukan bahwa monster Beaters muncul diwilayahnya. Reaksi awal yang diperlihatkan sungguh mencenangkan, karenanya jarang sekali monster Beaters muncul di wilayah ini, apalagi di saat siang hari bolong seperti ini. Sang kapten memerintahkan anggotanya segera bergegas, ia tidak ingin kehilangan muka kepada tim BASS yang lain yang seringkali bertugas melawan monster Beaters.
“AYO SEMUANYA!! BERANGKAT!!”
Sebuah truk besar seperti yang dimiliki tim 13 berangkat dari garasi kantor tim 14 yang modelnya mirip dengan kantor petugas pemadam kebakaran. Sensor yang menunjukan lokasi monster Beaters jaraknya tidak jauh, pedal ditekan sampai dalam. Kendaraan berukuran besar itu menggila di jalanan. Orang-orang yang melihatnya keheranan bahkan ada beberapa yang menyumpahi mereka karena ugal-ugalan di jalan.
Spesimen khusus masih meliuk-liuk tubuhnya, kecepatannya sangat stabil bahkan orang-orang yang dilewatinya sampai tidak menyadari bahwa ada monster yang sedang bergerak, untungnya yang satu ini belum pernah memakan korban manusia. Lio dan Djohan masih bertahan dibelakang, setidaknya sampai spesimen khusus ini sampai ditujuan barulah mereka akan beraksi.
“Gerakannya melambat,” ucap Djohan.
Terhenti di sebuah sudut kota, kedatangan mereka sedikit telat karena monster Beaters sedang menyantap darah manusia. Spesimen khusus berdiri melihat kejadian itu, lalu badannya membungkuk, dan melesat lagi dengan cepat. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti saat Djohan berhasil menendangnya menjauh, lalu dengan cepat menusuk Beat yang terletak dibagian dada monster Beaters.
“Sial!” Djohan yang sudah berubah dalam mode armored nya.
Kemunculan Djohan dengan mode armored nya itu tentu saja membuat sensor khusus milik tim 13 yang tertanam secara rahasia di seluruh Surban City menyala dan langsung memberi kabar kepada tim 13.
“Akhirnya,” kapten James beranjak dari kursi, lalu menunggu yang lainnya di luar.
“Djohan….,” ucap Leah sambil melihat tanda yang ditampilkan pada layar.
“Maaf membuatmu datang sejauh ini tanpa hasil,” ucap Gareth yang masih saja menyesali perbuatannya.
“Tidak, santai saja,” kapten James menggelengkan kepalanya. “lagipula kalian mempunyai sensor khusus itu kan? Ketika Silver Clan beraksi maka sensornya berbunyi, jadi kita tunggu saja.”
Sikap kapten James yang begitu tenang dan santai berbanding terbalik dengan Leah, dirinya masih saja gusar karena akan mengetahui bahwa mereka akan didahului oleh Djohan dalam menemukan target yang dicari. Sebenarnya kapten Vela tidak mempermasalahkan jika Djohan berhasil menemukannya terlebih dahulu, karena dalam kasus ini tidak ada yang namanya perlombaan, semua sisi harus bekerja sama satu yang lainnya. Mungkin pendekatan yang dilakukan Leah dan Gareth salah, sehingga Djohan memutuskan untuk melawannya sendiri.
“Bagaimana keadaan di sektor 15?” tanya kapten Vela.
“Tidak terlalu banyak berubah, dengan hadirnya truk besa itu malah membuat pekerjaan menjadi lambat, tapi ya aku berterima kasih sekali, program itu membuat Davies menjadi lebih berguna sekarang,” dengan tawa yang menghiasi wajahnya.
Sementara itu Djohan dan Lio memutuskan untuk menggunakan fasilitas umum untuk mencapai lokasi spesimen khusus yang masih saja terdiam ditempatnya tidak bergerak satu inchi pun. Menggunakan kendaraan umum seperti bus mempermudah gerak mereka, karena selain sensor yang ditanam secara rahasia sepanjang jengkal di Surban City. Hadirnya CCTV yang saling terkoneksi satu sama lainnya juga bisa menjadi masalah, jika tim 13 ingin melacak mereka melalui alat itu. Dengan menaiki kendaraan umum, maka kehadiran mereka bisa tersamarkan.
“Kamu serius makhluk itu belum bergerak sama sekali?” tanya Djohan.
“Yup, jika menurut cerita Gareth benar maka ia hanya bergerak jika ada Beaters yang muncul.”
Kepalanya yang bulat dan pelontos memancarkan sinar matahari yang cukup terang siang ini, orang-orang berlalu lalang membawa tas belanjaan. Ia sedang duduk santai tanpa bergerak sedikit pun, bahkan ketika ada serangga yang tidak sengaja lewat tanpa permisi dihadapan wajahnya. Plaza tempat ia berdiam penuh dengan orang-orang, wilayah 14 memang dikenal sebagai tempatnya berbelanja bagi warga Surban City.
Bus yang membawa Djohan dan Lio akhirnya mendarat di wilayah 14, tinggal sedikit lagi pertemuan mereka dengan sang target buruan. Keadaannya yang ramai membuat Djohan sedikit ragu akankah ia akan melakukannya dengan kondisi seperti ini atau tidak. Walaupun belum bertemu tetapi segala rencana sudah masuk di kepala Djohan. Bergerak dalam kesunyian adalah ciri khas dari Royal Clan Silver Clan, dua seniornya juga bertugas sebagai pemburu hadiah untuk melenyapkan kriminal-kriminal kelas tinggi yang tidak tersentuh kepolisian setempat.
“Ada apa? kau tampak ragu sekarang?” tanya Lio.
“Tidak…, tidak kusangka akan seramai ini.”
“Mungkin hanya di sekitar sini saja, kita harus berjalan lebih banyak lagi untuk sampai,” Lio menyakinkan Djohan.
Setelah berjalan beberapa saat ternyata ucapan Lio tidak terbukti, suasana masih sangat ramai. Berbeda dengan kondisi di wilayah mereka di mana warganya banyak yang berpakaian rapih dan berjalan cepat dalam kerumunan. Sedangkan di sini orang-orangnya berpakaian sangat santai, dan tidak ada raut wajah suram yang terpancar.
“Eh, kenapa tuan Stam tidak membuka Bar di daerah ini? orang-orang di sini tampak asik!” celoteh Lio.
“Aku malah bersyukur kita tidak bekerja di wilayah yang ramai seperti ini.”
Langkah Lio semakin pelan, menunjukan bahwa sang target semakin dekat. Lalu Lio menghentikan langkahnya, jemarinya menunjuk tepat ke satu titik. Di mana ada orang yang memiliki kaki yang panjang walaupun dalam posisi terduduk. Kepalanya bulat tanpa rambut, tatapannya kosong menghadap ke depan. Bentuk manusia spesimen khusus ternyata jauh berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Djohan, karena ia melihat betul saat monster itu melahap Overmars dengan lahap, setidaknya wujudnya tidak akan jauh dari situ.
“Cih! Kita sudah menemukannya tetapi situasinya kurang mendukung!”
“Apakah kita akan menunggu tempat ini sepi?” tanya Lio.
“Tidak mungkin, berkaca pada tempat kita. Mereka tidak akan habis.”
Ada satu rencana Djohan yang terpikirkan olehnya sedari tadi, jika spesimen khusus itu hanya terpancing dengan kehadiran Beaters. Maka Lio bisa ditumbalkan sejenak, mengubah dirinya menjadi Beaters. Dengan ini diharapkan warga sekitar akan kabur melihat kehadirannya dan target akan bergerak setelah mengetahui ada Beaters didekatnya. Namun sensor khusus milik tim BASS 13 akan berbunyi, belum lagi sensor di wilayah ini akan langsung memberitahu tim yang bersangkutan. Akan banyak orang yang terlibat.
Lalu permasalahan lainnya adalah, jika Djohan berhasil menyergap sang target sebelum menyerang Lio. Akan dibawa kemana target itu oleh Djohan? Ia sendiri sangat asing dengan tata letak wilayah ini. Membawanya ke tempat sepi hanya akan mengulur waktu bagi tim lainnya.
“Cih! Padahal sudah sedekat ini!”
“Aku tahu kau ada suatu rencana, katakan saja. Aku sudah siap!”
“Hmm,” Djohan melihat tidak ada keraguan di mata Lio. “apa kamu yakin akan melakukannya?”
“Jika tidak aku sudah pulang setelah menunjuk orangnya.”
Setelah diskusi singkat tersebut, Lio berjalan mendekati spesimen khusus. Sambil melirik ke sana ke mari dan Djohan tetap mengawasinya dari jauh. Satu demi satu warga dilewatinya dengan santai, Lio harus menjaga jaraknya, memberikan kesempatan kepada Djohan untuk bergerak. Posisinya sudah pas, Lio menarik nafas panjang. Baru pertama kalinya ia berubah dihadapan publik seperti ini.
“Ok…,” di luar dugaan spesimen khusus merubah posisi duduknya menjadi naik. Lio melirik ke Djohan.
“Ada Beaters kah?” Djohan berlari menghampiri Lio, lalu secara tiba-tiba sang target hilang dari pandangan mereka.
“Gawat!” Lio dan Djohan mengejarnya, kemampuan Lio masih berfungsi dengan baik.
“Syukurlah,” Lio merasa lega, lalu melihat tatapan sinis dari Djohan. “tidak, aku hanya bercanda…”
Tim 14 yang sedang bersantai mendengar suara dari sensor yang menunjukan bahwa monster Beaters muncul diwilayahnya. Reaksi awal yang diperlihatkan sungguh mencenangkan, karenanya jarang sekali monster Beaters muncul di wilayah ini, apalagi di saat siang hari bolong seperti ini. Sang kapten memerintahkan anggotanya segera bergegas, ia tidak ingin kehilangan muka kepada tim BASS yang lain yang seringkali bertugas melawan monster Beaters.
“AYO SEMUANYA!! BERANGKAT!!”
Sebuah truk besar seperti yang dimiliki tim 13 berangkat dari garasi kantor tim 14 yang modelnya mirip dengan kantor petugas pemadam kebakaran. Sensor yang menunjukan lokasi monster Beaters jaraknya tidak jauh, pedal ditekan sampai dalam. Kendaraan berukuran besar itu menggila di jalanan. Orang-orang yang melihatnya keheranan bahkan ada beberapa yang menyumpahi mereka karena ugal-ugalan di jalan.
Spesimen khusus masih meliuk-liuk tubuhnya, kecepatannya sangat stabil bahkan orang-orang yang dilewatinya sampai tidak menyadari bahwa ada monster yang sedang bergerak, untungnya yang satu ini belum pernah memakan korban manusia. Lio dan Djohan masih bertahan dibelakang, setidaknya sampai spesimen khusus ini sampai ditujuan barulah mereka akan beraksi.
“Gerakannya melambat,” ucap Djohan.
Terhenti di sebuah sudut kota, kedatangan mereka sedikit telat karena monster Beaters sedang menyantap darah manusia. Spesimen khusus berdiri melihat kejadian itu, lalu badannya membungkuk, dan melesat lagi dengan cepat. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti saat Djohan berhasil menendangnya menjauh, lalu dengan cepat menusuk Beat yang terletak dibagian dada monster Beaters.
“Sial!” Djohan yang sudah berubah dalam mode armored nya.
Kemunculan Djohan dengan mode armored nya itu tentu saja membuat sensor khusus milik tim 13 yang tertanam secara rahasia di seluruh Surban City menyala dan langsung memberi kabar kepada tim 13.
“Akhirnya,” kapten James beranjak dari kursi, lalu menunggu yang lainnya di luar.
“Djohan….,” ucap Leah sambil melihat tanda yang ditampilkan pada layar.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:39
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas