- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.3K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#3317
BAGIAN 47
SERANGAN PEMBALASAN
part 1
Utami terpaksa mengikuti keinginan Merry karena ia ingin menyelamatkan Pak Trisno dan Kartili. Siluman Ajag sangat menyukai tipe gadis seperti Utami, yang mana memiliki tubuh mungil, berwajah cantik dan menggemaskan. Dulu, Utami mengalami trauma karena pernah hampir dirudapaksa oleh siluman Ajag Tampomas. Beruntung, Hayati menyelamatkannya tepat waktu. Kali ini ia akan dijadikan umpan kepada Siluman Ajag Peneureusan untuk pengalih perhatian ketika Merry dan Kelly menyelamatkan Pak Trisno dan Kartili. Ia berharap, Siluman Ajag tak merudapaksanya dan Merry bisa tepat waktu menyelamatkannya.
Mereka berpacu dengan waktu. Upaya penyelamatan Pak Trisno dan Kartili harus secepat mungkin sebelum mereka dikirim ke kerajaan siluman untuk diperjualbelikan.
Kelly akan menyamar untuk bisa masuk ke dalam markas siluman ajag Paneureusan. Ia mengikat leher Merry dan Utami dengan rantai, mereka berpura pura menjadi sandera. Mereka pun menyiapkan segalanya sebelum akhirnya mereka pergi ke sana dengan portal pohon.
Dalam waktu beberapa detik, mereka tiba di pohon depan markas siluman ajag Paneureusan. Merry sangat terkejut dengan bangunan markas itu.
"Jadi markas siluman ajag di Gedung Sate?" Merry heran.
"Iya Merr...mungkin di dunia manusia, gedung ini adalah kantor pemerintah, tapi di dunia gaib, adalah markas Siluman Ajag" jelas Kelly.
"Pantes aja gedung ini angker Jeng, ternyata emang banyak setannya" pungkas Merry.
Mereka berjalan mengendap-endap mendekati markas itu, lalu bersembunyi di balik semak belukar yang menutupi halaman depan. Kelly mengeluarkan rantai dari belahan dadanya untuk mengikat Utami dan Merry. Utami merasa kesakitan ketika rantai itu membelitnya terlalu kencang.
Setelah persiapan selesai, mereka pun keluar dari balik semak. Kelly mengikat rantai di tubuh dan leher Utami dan Merry. Ia menarik mereka bagaikan anjing peliharaan. Kelly menutupi kepala mereka dengan sebuah kain putih.
Di depan gerbang markas ada seorang siluman ajag yang berwujud lelaki berbadan tegap dan berwajah tampan serta dua genderuwo yang berwujud mahluk tinggi besar dan berbulu lebat. Mereka sedang bertugas menjaga markas Paneureusan. Siluman ajag itu langsung menghentikan laju langkah Kelly yang menarik Merry dan Utami.
"Kelly??" tanya siluman ajag.
"Iya Tarjo, ini aku Kelly...aku membawa persembahan spesial buat Tuan Paneureusan" jawab Kelly sambil menunjukkan Merry dan Utami yang kepalanya tertutup kain putih.
"Wah...wah...ada angin apa nih kamu tiba tiba dateng kesini sambil bawa persembahan?" tanya Tarjo yang memperhatikan sosok Merry.
"Aku ingin gabung lagi ke partai ini Jo, aku nyesel udah keluar dulu, semua itu gara gara Toki yang udah jual diri aku sama siluman bangsawan"
"Emang kurang aja si Toki tuh, aku harap dia mati dibunuh sama kunti...dia sama sekali gak menghargai mereka, padahal kuntilanak itu adalah mahluk paling cantik di dunia...aku menghargai mereka...aku senang kamu kembali kesini Kell...kamu salah satu petarung terbaik yang di partai ini" kata Tarjo sambil menepuk pundak Kelly.
"Mirna dan Jessi apa kabar?" tanya Kelly.
"Mereka baik, sekarang udah akur" jawab Tarjo.
"Emang mereka selalu berantem?"
"Ya gitu deh Kell...mereka selalu berantem buat nunjukin siapa yang paling mencintaiku"
"So sweet lah Jo...hihihi...kamu bisa bikin kedua kunti keras kepala itu akur"
"Makasih Kell...ngomong ngomong bolehkah aku liat kedua persembahan ini?" pinta Tarjo.
"Gak boleh...mereka hanya bisa dibuka dihadapan Tuan Paneureusan" tolak Kelly.
"Baiklah kalo begitu, aku anter kamu menghadap ke Tuan Paneureusan" Tarjo akhirnya menerima keinginan Kelly.
Ia mengantar Kelly beserta para tawanannya menuju ruang pribadi Paneureusan. Mereka memasuki sebuah ruang lobby yang sangat besar. Ruang itu dipenuhi oleh lukisan gadis cantik yang berwajah menggemaskan seperti Utami.
Merry dan Utami terkejut melihat pemandangan itu dari balik kain putih yang menutupi kepala mereka. Utami mendadak gemetar karena dialah calon gadis baru yang wajahnya akan menjadi salah satu koleksi lukisan itu.
Setelah melewati ruang lobby besar, Tarjo menuntun Kelly menaiki sebuah tangga putar menuju lantai tertinggi. Di puncak tangga itu terdapat sebuah ruangan berpintu besar. Ruangan itu dijaga oleh dua sosok genderuwo berbaju zirah.
Tarjo berbisik kepada salah satu genderuwo itu. Tak lama, genderuwo mempersilakan mereka memasuki ruang pribadi sang siluman ajag Paneureusan. Kelly berjalan perlahan sambil menarik rantai yang melilit leher Merry dan Utami.
Ruang pribadi Paneureusan dipenuhi oleh hantu gadis gadis cantik yang berwajah imut dan menggemaskan. Rata-rata mereka tampak mengenakan pakaian ala kerajaan Sunda kuno yang dirancang menambah aura kecantikan. Para hantu gadis itu tampak terdiam ketika Tarjo, Kelly dan tawanan memasuki ruangan.
Diujung ruangan terdapat sebuah ranjang besar yang ditutupi oleh tirai. Terdengar suara desahan dan rintihan dari balik tirai berwarna kelabu itu. Kelly melihat beberapa baju milik para gadis yang berserakan di atas lantai dekat tempat tidur.
Tarjo mendekati tempat tidur itu, lalu berlutut.
"Permisi Tuanku, saya membawa tamu istimewa untuk anda" kata Tarjo.
"Gak sopan kamu ya!! Beraninya ganggu kenikmatan ku" balas Paneureusan dari balik tirai dengan diiringi suara desahan gadis.
"Tapi tamu ini spesial Tuanku, dia membawa persembahan buat anda" lanjut Tarjo.
"Persembahan apa? Siapa tamu itu?" tanya Paneureusan.
"Kelly...Tuanku" jawab Tarjo.
Paneureusan mendadak menghentikan aktivitas birahinya setelah mendengar nama Kelly. Tak lama, tiga gadis keluar dari balik tirai itu, mereka dengan tergesa-gesa mengambil pakaian mereka yang terserak di lantai, lalu mereka pergi menuju sebuah ruangan yang berada di sudut timur.
Beberapa saat kemudian, Paneureusan pun keluar dari peraduannya. Dia hanya memakai celana dalam berwarna merah marun. Wajahnya sangat tampan dengan tubuh yang ramping dan berotot. Tatapan tajamnya menyiratkan aroma jantan yang luar biasa. Tak ada satu pun wanita yang tak tertarik dengan siluman ini. Pesona ketampanannya begitu menggoda dan membuat para kaum hawa rela melakukan apa saja u tun mendapat perhatiannya.
Kelly menunduk, ia tak berani melihat wajah Paneureusan. Begitu pula Merry dan Utami yang ikut menunduk.
"Kalian berdua harus kuat iman!! Kalian jangan tergoda sama ketampanannya" bisik Kelly.
"Aku akan berusaha Kell" balas Merry.
"Ganteng banget sih Kell...dia mirip sama Oppa idolaku... rahimku mendadak anget" sahut Utami.
"Sssssttt!!! Kamu harus kuat Tami, bisa bisa gagal misi kita buat nyelametin Pak Trisno dan Kartili" bisik Merry.
"Kalian berdua harus tenang!! Jangan keliatan gugup!!" pungkas Kelly.
Paneureusan mengambil sebuah jubah yang tergantung di dekat tempat tidur. Ia kemudian memakai jubah berearna abu-abu itu untuk menutupi tubuh sempurnanya.
"Kelly?? Apa itu kamu? " tanya Paneureusan sambil menghampiri Kelly.
"Iya Tuanku...ini saya Kelly" jawab Kelly dengan sikap masih menunduk.
"Berdirilah sayangku!!" perintah Paneureusan.
Kelly kemudian berdiri dan melihat wajah Paneureusan. Ia melontarkan senyum termanisnya untuk siluman ajag itu.
"Aku senang kamu kembali Kelly...berikan aku pelukan terhangat mu!" pinta Paneureusan.
Kelly kemudian memeluk tubuh Paneureusan. Tarjo tampak tak senang melihat hal itu.
"Aku senang kamu gabung ke partai ku lagi, Aku kemarin sempet sedih ketika tau kamu keluar dari partai ini gara-gara Toki...tapi kamu tenang aja Kell...Toki udah ku beri hukuman, ku potong gajinya selama lima tahun"
"Terima kasih Tuanku, untuk itulah saya datang kesini dengan membawa persembahan istimewa untuk Tuanku...anda pasti senang dengan hadiah yang saya bawa"
Kelly menyuruh Merry dan Utami untuk berdiri. Paneureusan sangat terkesima dengan tampilan keduanya. Dia langsung mengetahui salah satu hadiah itu adalah sesosok kuntilanak.
Paneureusan berjalan perlahan mendekati Merry dan Utami. Ia lalu membuka kain putih yang menutupi kepala Merry terlebih dahulu.
"Astaga naga...kuntilanak ini cantik banget Kell...siapa dia?" Paneureusan terkagum.
Tak hanya Paneureusan yang terkagum dengan Merry, begitu juga dengan Tarjo. Matanya langsung terbelalak ketika kecantikan Merry terungkap dari balik kain putih yang menutupi kepalanya.
"Namanya Merry Tuanku...Dia kuntilanak baru" jawab Kelly.
"Luar biasa!! Aku baru pertama liat kunti secantik ini, terakhir aku liat kunti seperti ini beberapa tahun yang lalu" Paneureusan menanggapi penampilan Merry.
"Siapa kunti yang anda liat dulu Tuan?" tanya Kelly.
"Dia Hayati..." jawab Paneureusan.
Merry dan Utami mendadak terhenyak mendengar nama Hayati keluar dari mulut siluman ajag itu.
"Aku nemuin di terlantar dengan penuh luka di jalanan...lalu aku pungut dia dan mengobati luka lukanya...dia sangat cantik..aku menyukainya, padahal aku gak suka sama kaum kuntilanak...tapi, setelah tau dia adalah murid Bendoro...aku jadi takut, aku menjual dia ke siluman Wewe Gombel buat dijadiin budak" lanjut Paneureusan.
"Kenapa kamu takut sama Bendoro? Bahkan sama muridnya juga?" Tiba tiba Merry bertanya.
Paneureusan kaget mendengar budak persembahannya bertanya tanpa sopan santun. Kelly pun dengan spontan memukul kepala Merry dan menyuruhnya untuk minta maaf kepada Paneureusan.
"Maaf Tuanku...kuntilanak ini masih baru, jadi belum diajari sopan santun" kata Kelly dengan penuh rasa bersalah.
"Baiklah...aku maafkan, aku mau jawab pertanyaan kunti ini" sahut Paneureusan.
"Maaf Tuanku...anda tidak perlu menjawab kunti ini" sela Kelly.
"Tidak Kell...aku mau menjawabnya, tampaknya kunti ini mengenal Bendoro" tukas Paneureusan.
Ia mendekati Merry sambil memperhatikan wajahnya. "Kamu mau tau hubunganku sama Bendoro?"
"Iya Tuanku" jawab Merry singkat.
"Dulu aku pernah pacaran sama dia sebelum aku jadi siluman kaya raya seperti sekarang, Bendoro itu wanita kejam, aku gak kuat berhubungan terus sama wanita sekejam itu"
Merry hanya menganggukan kepalanya menanggapi jawaban Paneurereusan. Ia sudah merasakan kekejaman Bendoro selama pelatihan menjadi kuntilanak. Memang Bendoro adalah wanita terkejam yang pernah ia temui.
"Kelly...jual kuntilanak ini dengan harga sangat tinggi !! Dia sangat menguntungkan partai ini" kata Paneureusan.
"Baik Tuanku" jawab Kelly.
Paneureusan kemudian menghampiri Utami. Ia sangat penasaran dengan sosok hantu mungil itu. Perlahan, ia membuka kain putih yang menutup kepala Utami.
"Tidak mungkin!" Paneureusan tampak sangat terkejut dengan wujud Utami. Tubuhnya mendadak gemetar, napasnya tersenggal dan matanya melotot.
"Kenapa Tuan?" tanya Kelly yang ikut terkejut.
"Ini...ini...ini...adalah hadiah paling baik yang pernah ku terima, cantik sekali gadis ini...siapa namamu wahai bidadari?" tanya Paneureusan.
"Saya Utami Tuanku" jawab Utami sambil membungkuk.
"Luar biasa...kamu begitu sopan dan ramah Utami, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama" ujar Paneureusan.
Siluman ajag itu pun berlutut dihadapan Utami, ia meraih tangan Utami, lalu menciumnya. Utami pun pasrah dirinya ditarik oleh Paneureusan. Ia harus tetap terlihat tak mencurigakan. Paneureusan membawa Utami ke dalam sebuah ruangan khusus dimana tiga gadis yang tadi pergi.
Tarjo, Kelly dan Merry pergi meninggalkan ruang pribadi. Tarjo membawa mereka menuju ruang tahanan di bawah tanah. Sepanjang perjalanan, Tarjo sering curi-curi pandang terhadap Merry. Ia terpesona dengan kecantikan Merry.
Ruang tahanan berada tepat di bawah menara utama. Mereka menyusuri sebuah lorong panjang di bawah tanah. cahaya remang-remang yang berasal dari obor yang tergantung di dinding, menerangi jalan mereka.
Mereka akhirnya tiba di ujung lorong. Di sana terdapat sebuah pintu yang dijaga oleh empat genderuwo berbaju zirah. Mereka langsung mempersilakan Tarjo, Kelly dan Merry untuk memasuki ruang tahanan.
Merry sangat terkejut dengan ruang tahanan itu. Di sana banyak sekali ruang sel-sel tahanan yang tersusun rapi membentuk sebuah piramida. Setiap sel berisi tiga orang. Mereka kebanyakan adalah arwah gentayangan, tuyul dan beberapa kuntilanak. Merry melihat Pak Trisno tengah meringkuk di sebuah sel yang berlantaikan tanah. Di sisi lain, Merry juga melihat Kartili yang tubuhnya digantung di puncak piramid. Kondisinya sangat mengenaskan dengan tubuh berlumuran darah dan pakaian yang compang-camping. Kartili masih sadar, ia melihat kedatangan Merry dan Kelly. Ia pun tersenyum karena berharap untuk diselamatkan.
"Merry?" sapa Tarjo.
"Iya Tuan" jawab Merry.
"Kamu mending ikut aku aja ya ke rumah, aku akan menikahimu dan menjadikanmu istri ketiga ku" tiba tiba Tarjo melamar Merry.
"TIDAK BISA!!!" bentak Kelly yang terlihat kesal.
"Kenapa Kell? Aku gak akan menyakitinya kok, aku cuma mau menyayanginya" protes Tarjo.
"Kamu gak denger perintah Tuan Paneureusan? Dia pengen kalo Merry dijual dengan harga tinggi" kata Kelly.
"Hmmm....aku yang beli dia, berapa harganya?" tantang Tarjo.
"Kamu gak akan sanggup Jo...jangan ngarep deh"
"Aku punya uang banyak...sekarang mau ku bayar!"
"Harganya Sepuluh Ribu koin emas"
"Setan alas!!! Mahal banget Kell!!"
"Iya emang standarnya segitu Jo...kamu punya uang berapa?"
"Hmmm...Aku cuma punya tiga ribu"
"Hihihihi...yaudah jangan harap deh" ledek Kelly.
Tarjo sangat kecewa dengan hal itu. Ia pun akhirnya menyerah untuk mendapatkan Merry. Tarjo kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan kecil yang berada di bawah tumpukan sel yang berbentuk piramid. Ruangan itu semacam kantor untuk para penjaga. didalamnya terdapat sebuah meja dan beberapa kursi. Di sana juga terdapat sebuah kotak kayu yang berisikan daging segar sebagai makanan. Tarjo duduk termenung sambil meratap karena tak bisa membeli Merry.
Kelly mulai membuka rantai yang membelit tubuh. Merry kemudian melihat lihat keadaan di sekitar. Dia pikir tak ada penjaga di sana selain Tarjo yang berada di ruang kerja.
"Merr...aku mau ngambil kunci dan mengalihkan perhatian Tarjo...kamu bebasin para tahan dan suruh mereka kabur lewat lubang pembuangan yang berada di balik tumpukan jerami di dekat pintu masuk" bisik Kelly.
"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Merry.
"Aku akan mengalihkan perhatian Tarjo, kamu harus sesenyap mungkin membebaskan mereka"
"Kenapa harus senyap? Aku bisa membunuh semua genderuwo yang jagain markas ini"
"Ini demi keselamatan Utami Merr, kalo gaduh, dia akan diculik sama Paneureusan"
Merry pun mengerti, ia pura pura memasuki sel untuk mengelabui Tarjo. Kelly mengunci sel yang ditempati Merry , lalu ia secara diam-diam melempar kunci itu ke dalam sel.
"Merry udah aku kurung, mungkin besok akan ada siluman bangsawan yang mau membelinya" kata Kelly sambil duduk di sebelah Tarjo.
"Makasih Kell" sahut Tarjo dengan nada datar.
"Kamu kok jadi jutek sih Jo?" tanya Kelly bingung.
"Aku gak bisa milikin Merry Kell...aku kecewa" jawab Tarjo sambil berlinang air mata.
"Sabar yah Jo, kamu kan udah punya dua istri kuntilanak, masih kurang?"
"Aku sangat mencintai kuntilanak Kell...aku pengen mengasihi mereka"
"Kalo kamu cinta, kenapa kamu masih kerja kayak gini? Nangkepin para kunti, lalu menjualnya?"
"Aku terpaksa Kell...aku gak punya pekerjaan lain, sebenernya aku pengen ngebebasin para kunti yang ada dalem sel...tapi aku takut sama Tuan Paneureusan"
"Hmmm...iya sih emang, aku juga takut sama dia...itulah kenapa aku sempet keluar dari partai ini, selain aku dikhianatin Toki, aku juga udah gagak suka kerja ginian"
"Nasib jadi siluman rendahan...hmmm...selamanya jadi kacung, kenapa ya, hidup gini aja terus? Padahal aku udah kerja sama Tuan Paneureusan udah 90 tahun...padahal si Toki yang orang brengsek itu, malah dikasih posisi yang enak"
"Aku benci sama Toki...kuharap aku bisa membunuhnya"
"Ya...aku juga setuju, dia emang brengsek..."
Kelly berhasil mengalihkan perhatian Tarjo dengan obrolannya. Merry secara diam diam mulai melakukan aksi penyelamatan para tahanan. Satu persatu sel telah dibuka olehnya dan membantu para tahanan untuk kabur melalu lubang pembuangan.
Pak Trisno dan Kartili pun sangat senang, begitupun para arwah lainnya. Merry berusaha menjaga keadaan agar tak menimbulkan kegaduhan, namun Kartili secara tak sengaja menyenggol sebuah rantai yang bertumpuk di atas meja.
Tarjo terkejut mendengar suara rantai jatuh itu, ia pun langsung berlari keluar ruang jaga. Ia mendapati Merry dan Kartili yang tengah kabur.
"Woy... Apa yang kalian lakukan?" bentak Tarjo.
Merry dan Kartili pun mempercepat upaya mereka untuk kabur. Tarjo semaki terkejut ketika melihat semua sel tahanan sudah kosong. Ia pun memanggil Kelly.
Secara tiba tiba, Kelly menusuk punggung Tarjo dengan tombak besar sampai menembus dada.
"AAAAAARRRGHHH!!!! APA YANG KAMU LAKUKAN? " teriak Tarjo.
"Maafin aku Jo, aku harus melakukan ini" sahut Kelly.
Tarjo kemudian meringis kesakitan, tubuhnya pun berubah menjadi sosok ajag raksasa berbulu hitam. Ia berusaha menyerang Kelly namun tubuhnya melemah karena luka. Akhirnya Tarjo pun terkapar dihadapan Kelly.
"Kau ternyata pengkhianat Kell...a...a...aku kecewa sa...sa...sa...ma...ka...ka...kamu" Tarjo mulai sekarat.
"Maafin aku Jo, aku terpaksa ngelakuin ini biar gak menarik perhatian para genderuwo...aku sekarang ingin membebaskan kaum ku dari perbudakan yang kalian lakukan"
Tubuh Tarjo berubah kembali menjadi wujud manusia tampan. Dia berusaha mendekati Kelly dengan merangkak.
"Kalo begitu, bunuh lah aku Kell!! Akhiri semuanya!! Aku gak mau dihukum oleh Tuan Paneureusan" Tarjo memelas.
Kelly menangis melihat keadaan Tarjo yang mengenaskan. Ia kemudian membaringkan Tarjo di lantai dan mencabut tombak yang menancap di tubuhnya.
"Aku gak mau bunuh kamu Jo, soalnya kamu itu adalah siluman ajag paling baik yang pernah kukenal...kamu berbeda sama siluman lainnya"
"Tapi aku bakalan dihukum sama Tuan Paneureusan karena gak becus jaga tahanan"
"Aku pastikan gak akan membiarkan Paneureusan menghukumu karena aku akan membunuhnya"
"Apaaaaah!!! Kau? "
"Iya Jo dan kamu akan bebas...aku pengen ngasih pesan sama istri istrimu"
"Pesan apa?"
"Matahari telah terbit...Bendoro menepati janjinya"
Kelly lalu membuat Tarjo pingsan dengan memukul kepalanya berkali kali. Merry kembali masuk ke ruang tahanan setelah berhasil mengeluarkan para tahanan ke tempat aman. Ia melihat Kelly yang sedang menangis di hadapan Tarjo yang tak sadarkan diri.
"Kell...Kelly!!"
"Iya Merr..."
"Para arwah udah aman, sekarang kita tinggal jemput Utami"
"Baiklah"
"Apa kau membunuhnya?"
"Tidak Merr...aku gak tega ngebunuh dia karena dia baik banget"
"Kalo gitu biar kupenggal kepalanya"
"Jangan!! Biarin aja dia hidup...biar dia bisa cerita tentang aksi ini sama para siluman yang lain...selain itu aku juga udah ngasih pesan sama istri istrinya kalo matahari udah terbit"
"Maksudmu apa dengan matahari terbit?"
"Matahari itu adalah kamu Merr...utusan Bendoro yang dijanjikan"
"Hmmm...aku bukan utusan siapa siapa Kell...aku cuma ngikuti apa kata hatiku"
"Oke...terserah kamu aja, yang jelas usaha ini akan segera diketahui oleh para siluman...dan istri istri Tarjo pasti akan menyebarkan info ini"
Merry membantu Kelly untuk berdiri. Mereka berdua akan mendatangi Paneureusan untuk membunuhnya dan menyelematkan Utami.
...
SERANGAN PEMBALASAN
part 1
Utami terpaksa mengikuti keinginan Merry karena ia ingin menyelamatkan Pak Trisno dan Kartili. Siluman Ajag sangat menyukai tipe gadis seperti Utami, yang mana memiliki tubuh mungil, berwajah cantik dan menggemaskan. Dulu, Utami mengalami trauma karena pernah hampir dirudapaksa oleh siluman Ajag Tampomas. Beruntung, Hayati menyelamatkannya tepat waktu. Kali ini ia akan dijadikan umpan kepada Siluman Ajag Peneureusan untuk pengalih perhatian ketika Merry dan Kelly menyelamatkan Pak Trisno dan Kartili. Ia berharap, Siluman Ajag tak merudapaksanya dan Merry bisa tepat waktu menyelamatkannya.
Mereka berpacu dengan waktu. Upaya penyelamatan Pak Trisno dan Kartili harus secepat mungkin sebelum mereka dikirim ke kerajaan siluman untuk diperjualbelikan.
Kelly akan menyamar untuk bisa masuk ke dalam markas siluman ajag Paneureusan. Ia mengikat leher Merry dan Utami dengan rantai, mereka berpura pura menjadi sandera. Mereka pun menyiapkan segalanya sebelum akhirnya mereka pergi ke sana dengan portal pohon.
Dalam waktu beberapa detik, mereka tiba di pohon depan markas siluman ajag Paneureusan. Merry sangat terkejut dengan bangunan markas itu.
"Jadi markas siluman ajag di Gedung Sate?" Merry heran.
"Iya Merr...mungkin di dunia manusia, gedung ini adalah kantor pemerintah, tapi di dunia gaib, adalah markas Siluman Ajag" jelas Kelly.
"Pantes aja gedung ini angker Jeng, ternyata emang banyak setannya" pungkas Merry.
Mereka berjalan mengendap-endap mendekati markas itu, lalu bersembunyi di balik semak belukar yang menutupi halaman depan. Kelly mengeluarkan rantai dari belahan dadanya untuk mengikat Utami dan Merry. Utami merasa kesakitan ketika rantai itu membelitnya terlalu kencang.
Setelah persiapan selesai, mereka pun keluar dari balik semak. Kelly mengikat rantai di tubuh dan leher Utami dan Merry. Ia menarik mereka bagaikan anjing peliharaan. Kelly menutupi kepala mereka dengan sebuah kain putih.
Di depan gerbang markas ada seorang siluman ajag yang berwujud lelaki berbadan tegap dan berwajah tampan serta dua genderuwo yang berwujud mahluk tinggi besar dan berbulu lebat. Mereka sedang bertugas menjaga markas Paneureusan. Siluman ajag itu langsung menghentikan laju langkah Kelly yang menarik Merry dan Utami.
"Kelly??" tanya siluman ajag.
"Iya Tarjo, ini aku Kelly...aku membawa persembahan spesial buat Tuan Paneureusan" jawab Kelly sambil menunjukkan Merry dan Utami yang kepalanya tertutup kain putih.
"Wah...wah...ada angin apa nih kamu tiba tiba dateng kesini sambil bawa persembahan?" tanya Tarjo yang memperhatikan sosok Merry.
"Aku ingin gabung lagi ke partai ini Jo, aku nyesel udah keluar dulu, semua itu gara gara Toki yang udah jual diri aku sama siluman bangsawan"
"Emang kurang aja si Toki tuh, aku harap dia mati dibunuh sama kunti...dia sama sekali gak menghargai mereka, padahal kuntilanak itu adalah mahluk paling cantik di dunia...aku menghargai mereka...aku senang kamu kembali kesini Kell...kamu salah satu petarung terbaik yang di partai ini" kata Tarjo sambil menepuk pundak Kelly.
"Mirna dan Jessi apa kabar?" tanya Kelly.
"Mereka baik, sekarang udah akur" jawab Tarjo.
"Emang mereka selalu berantem?"
"Ya gitu deh Kell...mereka selalu berantem buat nunjukin siapa yang paling mencintaiku"
"So sweet lah Jo...hihihi...kamu bisa bikin kedua kunti keras kepala itu akur"
"Makasih Kell...ngomong ngomong bolehkah aku liat kedua persembahan ini?" pinta Tarjo.
"Gak boleh...mereka hanya bisa dibuka dihadapan Tuan Paneureusan" tolak Kelly.
"Baiklah kalo begitu, aku anter kamu menghadap ke Tuan Paneureusan" Tarjo akhirnya menerima keinginan Kelly.
Ia mengantar Kelly beserta para tawanannya menuju ruang pribadi Paneureusan. Mereka memasuki sebuah ruang lobby yang sangat besar. Ruang itu dipenuhi oleh lukisan gadis cantik yang berwajah menggemaskan seperti Utami.
Merry dan Utami terkejut melihat pemandangan itu dari balik kain putih yang menutupi kepala mereka. Utami mendadak gemetar karena dialah calon gadis baru yang wajahnya akan menjadi salah satu koleksi lukisan itu.
Setelah melewati ruang lobby besar, Tarjo menuntun Kelly menaiki sebuah tangga putar menuju lantai tertinggi. Di puncak tangga itu terdapat sebuah ruangan berpintu besar. Ruangan itu dijaga oleh dua sosok genderuwo berbaju zirah.
Tarjo berbisik kepada salah satu genderuwo itu. Tak lama, genderuwo mempersilakan mereka memasuki ruang pribadi sang siluman ajag Paneureusan. Kelly berjalan perlahan sambil menarik rantai yang melilit leher Merry dan Utami.
Ruang pribadi Paneureusan dipenuhi oleh hantu gadis gadis cantik yang berwajah imut dan menggemaskan. Rata-rata mereka tampak mengenakan pakaian ala kerajaan Sunda kuno yang dirancang menambah aura kecantikan. Para hantu gadis itu tampak terdiam ketika Tarjo, Kelly dan tawanan memasuki ruangan.
Diujung ruangan terdapat sebuah ranjang besar yang ditutupi oleh tirai. Terdengar suara desahan dan rintihan dari balik tirai berwarna kelabu itu. Kelly melihat beberapa baju milik para gadis yang berserakan di atas lantai dekat tempat tidur.
Tarjo mendekati tempat tidur itu, lalu berlutut.
"Permisi Tuanku, saya membawa tamu istimewa untuk anda" kata Tarjo.
"Gak sopan kamu ya!! Beraninya ganggu kenikmatan ku" balas Paneureusan dari balik tirai dengan diiringi suara desahan gadis.
"Tapi tamu ini spesial Tuanku, dia membawa persembahan buat anda" lanjut Tarjo.
"Persembahan apa? Siapa tamu itu?" tanya Paneureusan.
"Kelly...Tuanku" jawab Tarjo.
Paneureusan mendadak menghentikan aktivitas birahinya setelah mendengar nama Kelly. Tak lama, tiga gadis keluar dari balik tirai itu, mereka dengan tergesa-gesa mengambil pakaian mereka yang terserak di lantai, lalu mereka pergi menuju sebuah ruangan yang berada di sudut timur.
Beberapa saat kemudian, Paneureusan pun keluar dari peraduannya. Dia hanya memakai celana dalam berwarna merah marun. Wajahnya sangat tampan dengan tubuh yang ramping dan berotot. Tatapan tajamnya menyiratkan aroma jantan yang luar biasa. Tak ada satu pun wanita yang tak tertarik dengan siluman ini. Pesona ketampanannya begitu menggoda dan membuat para kaum hawa rela melakukan apa saja u tun mendapat perhatiannya.
Kelly menunduk, ia tak berani melihat wajah Paneureusan. Begitu pula Merry dan Utami yang ikut menunduk.
"Kalian berdua harus kuat iman!! Kalian jangan tergoda sama ketampanannya" bisik Kelly.
"Aku akan berusaha Kell" balas Merry.
"Ganteng banget sih Kell...dia mirip sama Oppa idolaku... rahimku mendadak anget" sahut Utami.
"Sssssttt!!! Kamu harus kuat Tami, bisa bisa gagal misi kita buat nyelametin Pak Trisno dan Kartili" bisik Merry.
"Kalian berdua harus tenang!! Jangan keliatan gugup!!" pungkas Kelly.
Paneureusan mengambil sebuah jubah yang tergantung di dekat tempat tidur. Ia kemudian memakai jubah berearna abu-abu itu untuk menutupi tubuh sempurnanya.
"Kelly?? Apa itu kamu? " tanya Paneureusan sambil menghampiri Kelly.
"Iya Tuanku...ini saya Kelly" jawab Kelly dengan sikap masih menunduk.
"Berdirilah sayangku!!" perintah Paneureusan.
Kelly kemudian berdiri dan melihat wajah Paneureusan. Ia melontarkan senyum termanisnya untuk siluman ajag itu.
"Aku senang kamu kembali Kelly...berikan aku pelukan terhangat mu!" pinta Paneureusan.
Kelly kemudian memeluk tubuh Paneureusan. Tarjo tampak tak senang melihat hal itu.
"Aku senang kamu gabung ke partai ku lagi, Aku kemarin sempet sedih ketika tau kamu keluar dari partai ini gara-gara Toki...tapi kamu tenang aja Kell...Toki udah ku beri hukuman, ku potong gajinya selama lima tahun"
"Terima kasih Tuanku, untuk itulah saya datang kesini dengan membawa persembahan istimewa untuk Tuanku...anda pasti senang dengan hadiah yang saya bawa"
Kelly menyuruh Merry dan Utami untuk berdiri. Paneureusan sangat terkesima dengan tampilan keduanya. Dia langsung mengetahui salah satu hadiah itu adalah sesosok kuntilanak.
Paneureusan berjalan perlahan mendekati Merry dan Utami. Ia lalu membuka kain putih yang menutupi kepala Merry terlebih dahulu.
"Astaga naga...kuntilanak ini cantik banget Kell...siapa dia?" Paneureusan terkagum.
Tak hanya Paneureusan yang terkagum dengan Merry, begitu juga dengan Tarjo. Matanya langsung terbelalak ketika kecantikan Merry terungkap dari balik kain putih yang menutupi kepalanya.
"Namanya Merry Tuanku...Dia kuntilanak baru" jawab Kelly.
"Luar biasa!! Aku baru pertama liat kunti secantik ini, terakhir aku liat kunti seperti ini beberapa tahun yang lalu" Paneureusan menanggapi penampilan Merry.
"Siapa kunti yang anda liat dulu Tuan?" tanya Kelly.
"Dia Hayati..." jawab Paneureusan.
Merry dan Utami mendadak terhenyak mendengar nama Hayati keluar dari mulut siluman ajag itu.
"Aku nemuin di terlantar dengan penuh luka di jalanan...lalu aku pungut dia dan mengobati luka lukanya...dia sangat cantik..aku menyukainya, padahal aku gak suka sama kaum kuntilanak...tapi, setelah tau dia adalah murid Bendoro...aku jadi takut, aku menjual dia ke siluman Wewe Gombel buat dijadiin budak" lanjut Paneureusan.
"Kenapa kamu takut sama Bendoro? Bahkan sama muridnya juga?" Tiba tiba Merry bertanya.
Paneureusan kaget mendengar budak persembahannya bertanya tanpa sopan santun. Kelly pun dengan spontan memukul kepala Merry dan menyuruhnya untuk minta maaf kepada Paneureusan.
"Maaf Tuanku...kuntilanak ini masih baru, jadi belum diajari sopan santun" kata Kelly dengan penuh rasa bersalah.
"Baiklah...aku maafkan, aku mau jawab pertanyaan kunti ini" sahut Paneureusan.
"Maaf Tuanku...anda tidak perlu menjawab kunti ini" sela Kelly.
"Tidak Kell...aku mau menjawabnya, tampaknya kunti ini mengenal Bendoro" tukas Paneureusan.
Ia mendekati Merry sambil memperhatikan wajahnya. "Kamu mau tau hubunganku sama Bendoro?"
"Iya Tuanku" jawab Merry singkat.
"Dulu aku pernah pacaran sama dia sebelum aku jadi siluman kaya raya seperti sekarang, Bendoro itu wanita kejam, aku gak kuat berhubungan terus sama wanita sekejam itu"
Merry hanya menganggukan kepalanya menanggapi jawaban Paneurereusan. Ia sudah merasakan kekejaman Bendoro selama pelatihan menjadi kuntilanak. Memang Bendoro adalah wanita terkejam yang pernah ia temui.
"Kelly...jual kuntilanak ini dengan harga sangat tinggi !! Dia sangat menguntungkan partai ini" kata Paneureusan.
"Baik Tuanku" jawab Kelly.
Paneureusan kemudian menghampiri Utami. Ia sangat penasaran dengan sosok hantu mungil itu. Perlahan, ia membuka kain putih yang menutup kepala Utami.
"Tidak mungkin!" Paneureusan tampak sangat terkejut dengan wujud Utami. Tubuhnya mendadak gemetar, napasnya tersenggal dan matanya melotot.
"Kenapa Tuan?" tanya Kelly yang ikut terkejut.
"Ini...ini...ini...adalah hadiah paling baik yang pernah ku terima, cantik sekali gadis ini...siapa namamu wahai bidadari?" tanya Paneureusan.
"Saya Utami Tuanku" jawab Utami sambil membungkuk.
"Luar biasa...kamu begitu sopan dan ramah Utami, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama" ujar Paneureusan.
Siluman ajag itu pun berlutut dihadapan Utami, ia meraih tangan Utami, lalu menciumnya. Utami pun pasrah dirinya ditarik oleh Paneureusan. Ia harus tetap terlihat tak mencurigakan. Paneureusan membawa Utami ke dalam sebuah ruangan khusus dimana tiga gadis yang tadi pergi.
Tarjo, Kelly dan Merry pergi meninggalkan ruang pribadi. Tarjo membawa mereka menuju ruang tahanan di bawah tanah. Sepanjang perjalanan, Tarjo sering curi-curi pandang terhadap Merry. Ia terpesona dengan kecantikan Merry.
Ruang tahanan berada tepat di bawah menara utama. Mereka menyusuri sebuah lorong panjang di bawah tanah. cahaya remang-remang yang berasal dari obor yang tergantung di dinding, menerangi jalan mereka.
Mereka akhirnya tiba di ujung lorong. Di sana terdapat sebuah pintu yang dijaga oleh empat genderuwo berbaju zirah. Mereka langsung mempersilakan Tarjo, Kelly dan Merry untuk memasuki ruang tahanan.
Merry sangat terkejut dengan ruang tahanan itu. Di sana banyak sekali ruang sel-sel tahanan yang tersusun rapi membentuk sebuah piramida. Setiap sel berisi tiga orang. Mereka kebanyakan adalah arwah gentayangan, tuyul dan beberapa kuntilanak. Merry melihat Pak Trisno tengah meringkuk di sebuah sel yang berlantaikan tanah. Di sisi lain, Merry juga melihat Kartili yang tubuhnya digantung di puncak piramid. Kondisinya sangat mengenaskan dengan tubuh berlumuran darah dan pakaian yang compang-camping. Kartili masih sadar, ia melihat kedatangan Merry dan Kelly. Ia pun tersenyum karena berharap untuk diselamatkan.
"Merry?" sapa Tarjo.
"Iya Tuan" jawab Merry.
"Kamu mending ikut aku aja ya ke rumah, aku akan menikahimu dan menjadikanmu istri ketiga ku" tiba tiba Tarjo melamar Merry.
"TIDAK BISA!!!" bentak Kelly yang terlihat kesal.
"Kenapa Kell? Aku gak akan menyakitinya kok, aku cuma mau menyayanginya" protes Tarjo.
"Kamu gak denger perintah Tuan Paneureusan? Dia pengen kalo Merry dijual dengan harga tinggi" kata Kelly.
"Hmmm....aku yang beli dia, berapa harganya?" tantang Tarjo.
"Kamu gak akan sanggup Jo...jangan ngarep deh"
"Aku punya uang banyak...sekarang mau ku bayar!"
"Harganya Sepuluh Ribu koin emas"
"Setan alas!!! Mahal banget Kell!!"
"Iya emang standarnya segitu Jo...kamu punya uang berapa?"
"Hmmm...Aku cuma punya tiga ribu"
"Hihihihi...yaudah jangan harap deh" ledek Kelly.
Tarjo sangat kecewa dengan hal itu. Ia pun akhirnya menyerah untuk mendapatkan Merry. Tarjo kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan kecil yang berada di bawah tumpukan sel yang berbentuk piramid. Ruangan itu semacam kantor untuk para penjaga. didalamnya terdapat sebuah meja dan beberapa kursi. Di sana juga terdapat sebuah kotak kayu yang berisikan daging segar sebagai makanan. Tarjo duduk termenung sambil meratap karena tak bisa membeli Merry.
Kelly mulai membuka rantai yang membelit tubuh. Merry kemudian melihat lihat keadaan di sekitar. Dia pikir tak ada penjaga di sana selain Tarjo yang berada di ruang kerja.
"Merr...aku mau ngambil kunci dan mengalihkan perhatian Tarjo...kamu bebasin para tahan dan suruh mereka kabur lewat lubang pembuangan yang berada di balik tumpukan jerami di dekat pintu masuk" bisik Kelly.
"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Merry.
"Aku akan mengalihkan perhatian Tarjo, kamu harus sesenyap mungkin membebaskan mereka"
"Kenapa harus senyap? Aku bisa membunuh semua genderuwo yang jagain markas ini"
"Ini demi keselamatan Utami Merr, kalo gaduh, dia akan diculik sama Paneureusan"
Merry pun mengerti, ia pura pura memasuki sel untuk mengelabui Tarjo. Kelly mengunci sel yang ditempati Merry , lalu ia secara diam-diam melempar kunci itu ke dalam sel.
"Merry udah aku kurung, mungkin besok akan ada siluman bangsawan yang mau membelinya" kata Kelly sambil duduk di sebelah Tarjo.
"Makasih Kell" sahut Tarjo dengan nada datar.
"Kamu kok jadi jutek sih Jo?" tanya Kelly bingung.
"Aku gak bisa milikin Merry Kell...aku kecewa" jawab Tarjo sambil berlinang air mata.
"Sabar yah Jo, kamu kan udah punya dua istri kuntilanak, masih kurang?"
"Aku sangat mencintai kuntilanak Kell...aku pengen mengasihi mereka"
"Kalo kamu cinta, kenapa kamu masih kerja kayak gini? Nangkepin para kunti, lalu menjualnya?"
"Aku terpaksa Kell...aku gak punya pekerjaan lain, sebenernya aku pengen ngebebasin para kunti yang ada dalem sel...tapi aku takut sama Tuan Paneureusan"
"Hmmm...iya sih emang, aku juga takut sama dia...itulah kenapa aku sempet keluar dari partai ini, selain aku dikhianatin Toki, aku juga udah gagak suka kerja ginian"
"Nasib jadi siluman rendahan...hmmm...selamanya jadi kacung, kenapa ya, hidup gini aja terus? Padahal aku udah kerja sama Tuan Paneureusan udah 90 tahun...padahal si Toki yang orang brengsek itu, malah dikasih posisi yang enak"
"Aku benci sama Toki...kuharap aku bisa membunuhnya"
"Ya...aku juga setuju, dia emang brengsek..."
Kelly berhasil mengalihkan perhatian Tarjo dengan obrolannya. Merry secara diam diam mulai melakukan aksi penyelamatan para tahanan. Satu persatu sel telah dibuka olehnya dan membantu para tahanan untuk kabur melalu lubang pembuangan.
Pak Trisno dan Kartili pun sangat senang, begitupun para arwah lainnya. Merry berusaha menjaga keadaan agar tak menimbulkan kegaduhan, namun Kartili secara tak sengaja menyenggol sebuah rantai yang bertumpuk di atas meja.
Tarjo terkejut mendengar suara rantai jatuh itu, ia pun langsung berlari keluar ruang jaga. Ia mendapati Merry dan Kartili yang tengah kabur.
"Woy... Apa yang kalian lakukan?" bentak Tarjo.
Merry dan Kartili pun mempercepat upaya mereka untuk kabur. Tarjo semaki terkejut ketika melihat semua sel tahanan sudah kosong. Ia pun memanggil Kelly.
Secara tiba tiba, Kelly menusuk punggung Tarjo dengan tombak besar sampai menembus dada.
"AAAAAARRRGHHH!!!! APA YANG KAMU LAKUKAN? " teriak Tarjo.
"Maafin aku Jo, aku harus melakukan ini" sahut Kelly.
Tarjo kemudian meringis kesakitan, tubuhnya pun berubah menjadi sosok ajag raksasa berbulu hitam. Ia berusaha menyerang Kelly namun tubuhnya melemah karena luka. Akhirnya Tarjo pun terkapar dihadapan Kelly.
"Kau ternyata pengkhianat Kell...a...a...aku kecewa sa...sa...sa...ma...ka...ka...kamu" Tarjo mulai sekarat.
"Maafin aku Jo, aku terpaksa ngelakuin ini biar gak menarik perhatian para genderuwo...aku sekarang ingin membebaskan kaum ku dari perbudakan yang kalian lakukan"
Tubuh Tarjo berubah kembali menjadi wujud manusia tampan. Dia berusaha mendekati Kelly dengan merangkak.
"Kalo begitu, bunuh lah aku Kell!! Akhiri semuanya!! Aku gak mau dihukum oleh Tuan Paneureusan" Tarjo memelas.
Kelly menangis melihat keadaan Tarjo yang mengenaskan. Ia kemudian membaringkan Tarjo di lantai dan mencabut tombak yang menancap di tubuhnya.
"Aku gak mau bunuh kamu Jo, soalnya kamu itu adalah siluman ajag paling baik yang pernah kukenal...kamu berbeda sama siluman lainnya"
"Tapi aku bakalan dihukum sama Tuan Paneureusan karena gak becus jaga tahanan"
"Aku pastikan gak akan membiarkan Paneureusan menghukumu karena aku akan membunuhnya"
"Apaaaaah!!! Kau? "
"Iya Jo dan kamu akan bebas...aku pengen ngasih pesan sama istri istrimu"
"Pesan apa?"
"Matahari telah terbit...Bendoro menepati janjinya"
Kelly lalu membuat Tarjo pingsan dengan memukul kepalanya berkali kali. Merry kembali masuk ke ruang tahanan setelah berhasil mengeluarkan para tahanan ke tempat aman. Ia melihat Kelly yang sedang menangis di hadapan Tarjo yang tak sadarkan diri.
"Kell...Kelly!!"
"Iya Merr..."
"Para arwah udah aman, sekarang kita tinggal jemput Utami"
"Baiklah"
"Apa kau membunuhnya?"
"Tidak Merr...aku gak tega ngebunuh dia karena dia baik banget"
"Kalo gitu biar kupenggal kepalanya"
"Jangan!! Biarin aja dia hidup...biar dia bisa cerita tentang aksi ini sama para siluman yang lain...selain itu aku juga udah ngasih pesan sama istri istrinya kalo matahari udah terbit"
"Maksudmu apa dengan matahari terbit?"
"Matahari itu adalah kamu Merr...utusan Bendoro yang dijanjikan"
"Hmmm...aku bukan utusan siapa siapa Kell...aku cuma ngikuti apa kata hatiku"
"Oke...terserah kamu aja, yang jelas usaha ini akan segera diketahui oleh para siluman...dan istri istri Tarjo pasti akan menyebarkan info ini"
Merry membantu Kelly untuk berdiri. Mereka berdua akan mendatangi Paneureusan untuk membunuhnya dan menyelematkan Utami.
...
Diubah oleh Martincorp 19-05-2021 11:19
symoel08 dan 49 lainnya memberi reputasi
50
Tutup























