- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#107
Chapter 72
Quote:
Situasinya serba mendadak, kemunculan Beaters yang tidak kenal waktu ini. Kapten tim 2 bergegas secepat mungkin menuju lokasi, sebelumnya ia sudah meminta anggotanya untuk langsung meluncur ke tempat kejadian. Untungnya zona lokasi yang berdekatan dengan markas pusat memudahkannya untuk bergerak cepat. Sepeda motor yang sudah disiapkan dipakainya, sambil berharap bahwa anggotanya dapat membereskannya dengan cepat. Apalagi ada salah satu anggotanya yang pernah mengiktuti program Mechanism.
“Jarang-jarang Monster itu muncul di kotaku,” kapten tim 2 meluncur.
Anggota tim 2 yang merespon cepat sudah sampai ke tempat tujuan dan mulai mengevakuasi orang-orang yang kebetulan sedang menikmati waktu istirahat makan siang mereka. Namun pemandangan yang aneh menghentikan langkah mereka, yang bisa dilakukan hanya menunggu ketua tim untuk datang.
“Ini?....” anggotanya tidak percaya yang dilihatnya. Bahkan ada yang sampai muntah karena pemandangan yang sangat menjijikan.
Pelontar rolet menyala hebat, kapten tim 2 datang dengan baju tempur lengkapnya. Melihat anggotanya hanya diam di tempat membuatnya bertanya kepada anggotanya.
“Hei! Ada apa dengan kalian?” tanya kapten tim 2.
“Ah kapten Lucio, anda sudah datang…,” lalu anggotanya itu meminta kaptennya untuk maju ke posisi paling depan.
Dengan mata kepalanya sendiri kapten Lucio melihat sesuatu yang aneh sekaligus menjijikan, betapa tidak. Ada seseorang manusia yang berdiri sambil mencabik-cabik tubuh monster Beaters, lalu dengan lahap memakannya. Kapten Lucio sudah memindainya menggunakan visor pada helmnya. Namun tidak terdeteksi sama sekali sel Beaters pada orang itu.
“Ada apa dengan orang itu? mungkinkah dia seorang Beaters?”
“Bagaimana kapten?”
Kapten Lucio berpikir sejenak, ia tidak bisa bertindak jika situasinya seperti itu. Yang didepannya adalah seorang manusia, walaupun sedang terlihat memakan seorang Beaters. Kondisi manusia yang berupa ragam bisa dijadikan berbagai alasan dari tindakannya, semisalnya orang yang menderita gangguan mental, atau trauma di masa lalu yang berhubungan dengan Beaters sehingga memunculkan perilaku seperti itu.
“Kita perhatikan sejenak, apa kalian sudah melakukan sesuatu sebelum aku datang?” anggotanya kompak menggelengkan kepalanya. “hmm,” kapten Lucio berpikir lebih jauh dan dalam apa yang harus dilakukannya.
Pada saat orang itu masih melahap monster Beaters, tiba-tiba dia berhenti dan menatap ke arah pasukan tim 2. Kapten Lucio meminta semua anggotanya bersiap dan waspada.
“Eh?” tiba-tiba muncul notifikasi sensor lain yang berbunyi, jaraknya tidak jauh dari sini. “muncul---,” orang yang sedang memakan Beaters sontak melompat dengan sangat cepat, melewati tim 2 dengan sangat mudah. “apa itu tadi,” kapten Lucio berusaha mengejarnya, diikuti dengan anggotanya.
Gerakan orang misterius itu sungguh cepat, bahkan tim 2 pun kesulitan mengejarnya padahal sudah dilengkapi pelontar roket pada baju tempurnya. Setelah diikuti ternyata pergerakannya mengarah ke tempat di mana Beaters kembali muncul. Kali ini kapten Lucio memerintahkan bahwa anggotanya harus bisa menangkap orang misterius sebelum berhasil mendekati Beaters. Diperintah seperti itu anggotanya memaksimalkan kekuatan pelontarnya, dan dapat melewati sosok orang misterius. Lalu semuanya siap menghadang.
“Kena kau!” usahanya sia-sia, karena orang misterius itu berhasil melewatinya, seperti menembus begitu saja.
“Cih, dengan kecepatan seperti itu tidak mungkin dia seorang manusia, tapi,” kapten Lucio tidak percaya bahwa sensor pendeteksi Beaters tidak menyala kepada orang itu. Dirinya melesat, lalu menggunakan belati yang mirip dengan punyanya Garteh untuk menyerang orang misterius.
Serangan dari kapten Lucio berhasil melukai salah satu kaki hingga terputus, lalu orang misterius itu mendarat dengan sangat kasar. Dirinya terpelanting sebelum akhirnya menabrak dinding bangunan. Lalu fokus anggota tim 2 lainnya hanyalah memusnahkan Beaters yang muncul secara mendadak itu. kapten Lucio masih menunggu orang misterius untuk bangkit. Namun ada hal yang aneh lagi terjadi, ketika didekati, bentuk orang itu memiliki kulit transparan dan dengan mudahnya terhempas oleh angin. Seperti kulit bekas seekor ular yang baru saja mengganti kulitnya.
“Ini kan,” kapten Lucio sekarang yakin bahwa orang misterius yang memiliki kecepatan yang gila dan memakan monster Beaters itu bukanlah seorang manusia biasa, melainkan monster Beaters yang memiliki ciri-ciri sama dengan laporan mengenai spesies yang hilang ketika tim 13 dan tim 15 menghancurkan pabrik Beaters. “sial!” kapten Lucio kembali bergerak menuju anggota timnya.
Monster Beaters tidak terkendali sedang meraung-raung saja seperti hewan buas, anggota tim 2 sudah lebih dulu sampai dan mulai melakukan pemusnahan, hanya saja aksi mereka keburu gagal karena sesuatu yang melesat cepat lagi-lagi melewati mereka dengan santai dan memunculkan dirinya di tengah-tengah para manusia dan juga monster.
“Eh? Bukannya tadi kapten Lucio sudah….”
“Kalian! cepat habisi keduanya!” teriak kapten Lucio dan belakang.
Anggotanya sudah mengetahui targetnya, senapan yang memuntahkan petir pun siap digunakan. Merasa terancam, orang itu memanjangkan jemarinya untuk menahan anggota tim 2. Disinilah mereka yakin bahwa manusia didepannya itu bukanlah manusia biasa. Jemarinya itu memanjang lalu membentuk seperti akar tanaman yang terus tumbuh hingga memunculkan tembok yang besar. Yakin dengan kekuatan ‘thunder gun’, tanpa ragu anggota tim 2 menembakan ke arah tembok yang terbuat dari jemari tangan manusia itu.
Tembok itu hancur dan terbakar, kapten Lucio menerobosnya dan menyadari bahwa yang diserang oleh anggotanya itu adalah sebuah kulit yang sudah terlepas sedangkan pelaku utamanya sudah berhasil menyerang Beaters dengan menusuk bagian dada mereka. Kapten Lucio kembali menyerangnya, kini yang terkena adalah kepalanya yang langsung terputus dari badannya. Ia yakin betul sekarang tidak ada lagi kesempatannya untuk kabur. Namun semua dugaanya itu salah, dari kepala Beaters muncul lagi sosok orang itu melompat ke atas.
“Apa dia bisa berganti kulit dengan cepat? Tidak, tidak seperti itu!” kapten Lucio melesat lagi dengan belatinya dan menusuk tepat dikeningnya. “apa aku berhasil?” kulit orang itu mengeras dengan cepat lalu berubah menjadi transparan.
Sambaran petir mengenai tubuh Beaters itu, sebuah serangan yang tidak begitu berarti karena Beaters itu sesungguhnya sudah lebih dulu mati. Anggotanya menghampiri sang kapten, bertanya apakah sosok manusia misterius itu sudah berhasil dimusnahkan atau tidak. Kapten Lucio melihat sekelilingnya, maupun area di belakang mayat Beaters yang mulai terkikis dengan sendirinya. Tidak ada jalan baginya untuk kabur dari situasi ini, namun cangkang yang kopong berbentuk manusia itu adalah pertanda bahwa orang tadi masihlah hidup.
“Aku sudah menyerangnya berkali-kali, namun ia selalu berhasil kabur dengan cara menanggalkan kulit tubuhnya seperti ini,” menunjukannya kepada anggotanya. “aneh sekali, di visor kalian apakah tadi sensornya berbunyi?” penasaran dengan sosok orang itu yang sama sekali tidak terdeteksi.
Semua anggota kompak bahwa sensor mereka hanya berbunyi ketika para Beaters itu muncul, sedangkan meskipun pergerakan orang misterius itu di luar nalar, tetap saja sensor tidak merespon apapun. Kapten Lucio berpikir, mungkin saja karena kemampuannya untuk berganti kulit menyebabkan sensor tidak merespon karena kulit luarnya itu bukannya tubuh aslinya. Tetapi harusnya dari darah yang keluar juga mampu merangsang alat sensor bekerja jika terdapat sel Beaters didalamnya.
“Hm?” kapten Lucio baru menyadari bahwa potongan kaki dari orang itu telah tiada. Berarti dari potongan kaki itu orang itu muncul dan melarikan diri. “banyak kejadian gila yang terjadi akhir-akhir ini, kita harus melaporkannya kepada seluruh tim. Mereka semakin gila,” sambil memegang erat belati miliknya.
“Jarang-jarang Monster itu muncul di kotaku,” kapten tim 2 meluncur.
Anggota tim 2 yang merespon cepat sudah sampai ke tempat tujuan dan mulai mengevakuasi orang-orang yang kebetulan sedang menikmati waktu istirahat makan siang mereka. Namun pemandangan yang aneh menghentikan langkah mereka, yang bisa dilakukan hanya menunggu ketua tim untuk datang.
“Ini?....” anggotanya tidak percaya yang dilihatnya. Bahkan ada yang sampai muntah karena pemandangan yang sangat menjijikan.
Pelontar rolet menyala hebat, kapten tim 2 datang dengan baju tempur lengkapnya. Melihat anggotanya hanya diam di tempat membuatnya bertanya kepada anggotanya.
“Hei! Ada apa dengan kalian?” tanya kapten tim 2.
“Ah kapten Lucio, anda sudah datang…,” lalu anggotanya itu meminta kaptennya untuk maju ke posisi paling depan.
Dengan mata kepalanya sendiri kapten Lucio melihat sesuatu yang aneh sekaligus menjijikan, betapa tidak. Ada seseorang manusia yang berdiri sambil mencabik-cabik tubuh monster Beaters, lalu dengan lahap memakannya. Kapten Lucio sudah memindainya menggunakan visor pada helmnya. Namun tidak terdeteksi sama sekali sel Beaters pada orang itu.
“Ada apa dengan orang itu? mungkinkah dia seorang Beaters?”
“Bagaimana kapten?”
Kapten Lucio berpikir sejenak, ia tidak bisa bertindak jika situasinya seperti itu. Yang didepannya adalah seorang manusia, walaupun sedang terlihat memakan seorang Beaters. Kondisi manusia yang berupa ragam bisa dijadikan berbagai alasan dari tindakannya, semisalnya orang yang menderita gangguan mental, atau trauma di masa lalu yang berhubungan dengan Beaters sehingga memunculkan perilaku seperti itu.
“Kita perhatikan sejenak, apa kalian sudah melakukan sesuatu sebelum aku datang?” anggotanya kompak menggelengkan kepalanya. “hmm,” kapten Lucio berpikir lebih jauh dan dalam apa yang harus dilakukannya.
Pada saat orang itu masih melahap monster Beaters, tiba-tiba dia berhenti dan menatap ke arah pasukan tim 2. Kapten Lucio meminta semua anggotanya bersiap dan waspada.
“Eh?” tiba-tiba muncul notifikasi sensor lain yang berbunyi, jaraknya tidak jauh dari sini. “muncul---,” orang yang sedang memakan Beaters sontak melompat dengan sangat cepat, melewati tim 2 dengan sangat mudah. “apa itu tadi,” kapten Lucio berusaha mengejarnya, diikuti dengan anggotanya.
Gerakan orang misterius itu sungguh cepat, bahkan tim 2 pun kesulitan mengejarnya padahal sudah dilengkapi pelontar roket pada baju tempurnya. Setelah diikuti ternyata pergerakannya mengarah ke tempat di mana Beaters kembali muncul. Kali ini kapten Lucio memerintahkan bahwa anggotanya harus bisa menangkap orang misterius sebelum berhasil mendekati Beaters. Diperintah seperti itu anggotanya memaksimalkan kekuatan pelontarnya, dan dapat melewati sosok orang misterius. Lalu semuanya siap menghadang.
“Kena kau!” usahanya sia-sia, karena orang misterius itu berhasil melewatinya, seperti menembus begitu saja.
“Cih, dengan kecepatan seperti itu tidak mungkin dia seorang manusia, tapi,” kapten Lucio tidak percaya bahwa sensor pendeteksi Beaters tidak menyala kepada orang itu. Dirinya melesat, lalu menggunakan belati yang mirip dengan punyanya Garteh untuk menyerang orang misterius.
Serangan dari kapten Lucio berhasil melukai salah satu kaki hingga terputus, lalu orang misterius itu mendarat dengan sangat kasar. Dirinya terpelanting sebelum akhirnya menabrak dinding bangunan. Lalu fokus anggota tim 2 lainnya hanyalah memusnahkan Beaters yang muncul secara mendadak itu. kapten Lucio masih menunggu orang misterius untuk bangkit. Namun ada hal yang aneh lagi terjadi, ketika didekati, bentuk orang itu memiliki kulit transparan dan dengan mudahnya terhempas oleh angin. Seperti kulit bekas seekor ular yang baru saja mengganti kulitnya.
“Ini kan,” kapten Lucio sekarang yakin bahwa orang misterius yang memiliki kecepatan yang gila dan memakan monster Beaters itu bukanlah seorang manusia biasa, melainkan monster Beaters yang memiliki ciri-ciri sama dengan laporan mengenai spesies yang hilang ketika tim 13 dan tim 15 menghancurkan pabrik Beaters. “sial!” kapten Lucio kembali bergerak menuju anggota timnya.
Monster Beaters tidak terkendali sedang meraung-raung saja seperti hewan buas, anggota tim 2 sudah lebih dulu sampai dan mulai melakukan pemusnahan, hanya saja aksi mereka keburu gagal karena sesuatu yang melesat cepat lagi-lagi melewati mereka dengan santai dan memunculkan dirinya di tengah-tengah para manusia dan juga monster.
“Eh? Bukannya tadi kapten Lucio sudah….”
“Kalian! cepat habisi keduanya!” teriak kapten Lucio dan belakang.
Anggotanya sudah mengetahui targetnya, senapan yang memuntahkan petir pun siap digunakan. Merasa terancam, orang itu memanjangkan jemarinya untuk menahan anggota tim 2. Disinilah mereka yakin bahwa manusia didepannya itu bukanlah manusia biasa. Jemarinya itu memanjang lalu membentuk seperti akar tanaman yang terus tumbuh hingga memunculkan tembok yang besar. Yakin dengan kekuatan ‘thunder gun’, tanpa ragu anggota tim 2 menembakan ke arah tembok yang terbuat dari jemari tangan manusia itu.
Tembok itu hancur dan terbakar, kapten Lucio menerobosnya dan menyadari bahwa yang diserang oleh anggotanya itu adalah sebuah kulit yang sudah terlepas sedangkan pelaku utamanya sudah berhasil menyerang Beaters dengan menusuk bagian dada mereka. Kapten Lucio kembali menyerangnya, kini yang terkena adalah kepalanya yang langsung terputus dari badannya. Ia yakin betul sekarang tidak ada lagi kesempatannya untuk kabur. Namun semua dugaanya itu salah, dari kepala Beaters muncul lagi sosok orang itu melompat ke atas.
“Apa dia bisa berganti kulit dengan cepat? Tidak, tidak seperti itu!” kapten Lucio melesat lagi dengan belatinya dan menusuk tepat dikeningnya. “apa aku berhasil?” kulit orang itu mengeras dengan cepat lalu berubah menjadi transparan.
Sambaran petir mengenai tubuh Beaters itu, sebuah serangan yang tidak begitu berarti karena Beaters itu sesungguhnya sudah lebih dulu mati. Anggotanya menghampiri sang kapten, bertanya apakah sosok manusia misterius itu sudah berhasil dimusnahkan atau tidak. Kapten Lucio melihat sekelilingnya, maupun area di belakang mayat Beaters yang mulai terkikis dengan sendirinya. Tidak ada jalan baginya untuk kabur dari situasi ini, namun cangkang yang kopong berbentuk manusia itu adalah pertanda bahwa orang tadi masihlah hidup.
“Aku sudah menyerangnya berkali-kali, namun ia selalu berhasil kabur dengan cara menanggalkan kulit tubuhnya seperti ini,” menunjukannya kepada anggotanya. “aneh sekali, di visor kalian apakah tadi sensornya berbunyi?” penasaran dengan sosok orang itu yang sama sekali tidak terdeteksi.
Semua anggota kompak bahwa sensor mereka hanya berbunyi ketika para Beaters itu muncul, sedangkan meskipun pergerakan orang misterius itu di luar nalar, tetap saja sensor tidak merespon apapun. Kapten Lucio berpikir, mungkin saja karena kemampuannya untuk berganti kulit menyebabkan sensor tidak merespon karena kulit luarnya itu bukannya tubuh aslinya. Tetapi harusnya dari darah yang keluar juga mampu merangsang alat sensor bekerja jika terdapat sel Beaters didalamnya.
“Hm?” kapten Lucio baru menyadari bahwa potongan kaki dari orang itu telah tiada. Berarti dari potongan kaki itu orang itu muncul dan melarikan diri. “banyak kejadian gila yang terjadi akhir-akhir ini, kita harus melaporkannya kepada seluruh tim. Mereka semakin gila,” sambil memegang erat belati miliknya.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:37
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas