- Beranda
- Stories from the Heart
Dendam Cinta Dari Masa Silam
...
TS
beqichot
Dendam Cinta Dari Masa Silam
WARNING!!!!
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++

Prolog
Hai...namaku Aji, lengkapnya Bayu Satriaji.
Aku baru saja pulang dari PETUALANG MASA LALU
Terakhir yang kuingat, aku beserta Zulaikha dan Menik, dua jin cantik.yang selalu mendampingiku selain dari Sang Pamomong, baru saja keluar dari portal yang membawa kami pulang dari masa lalu ratusan tahun silam.
Aku memgerjapkan mataku yang silau oleh cahaya yang menyorot di atas mataku.
Ah...rupanya cahaya lampu.
Perlahan, pandangan mataku menjadi semakin jelas. Kulihat langit-langit kamar yang putih dengan lampu yang menyilaukan mataku tadi.
Di mana aku gerangan? Bukankah aku baru saja keluar dari portal yang menghubungkan masa kini dan masa lalu?
"Mas Aji.... Kau sudah sadar?" sebuah suara menyapaku.
Aku menoleh ke arah suara yang menyapaku itu. Seraut wajah cantik dengan mata yang berair, menatapku.
"Desi...?"
"Iya mas... Ini aku!" jawabnya.
"Mas Aji...!" sebuah suara lain menyapaku.
Aku menoleh ke asal suara itu..
"Anin...? Kamu kok di sini? Aku di mana?" tanyaku.
"Sebentar mas, biar aku kasih tahu bapak dan dokter.kalau kamu sudah sadar!" katanya sambil beranjak pergi.
Bapak? Dokter?
Kok bapak juga ada di sini? Dokter? Berarti aku di rumah sakit...
Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku ada di rumah sakit?
"Des...ini di rumah sakit?"
"Iya Mas...!"
"Kok aku bisa disini?"
"Ssttt...mas istirahat saja dulu. Kita tunggu dokter dulu!" sahutnya sambil mengelus-elus tanganku.
Saat itulah pintu terbuka, dan dua wanita dengan pakaian serba putih menghampiriku. Seorang diantaranya memeriksa nadiku, menyenteri mataku, dan menempelkan stetoskop di dadaku.
"Bagaimana dokter?" sebuah suara yang berat terdengar beetanya.
"Keadaannya normal pak! Mungkin butuh pemulihan sebentar, dan 2 atau 3 hari kemudian sudah bisa pulang!" kata bu dokter.
'Syukurlah...!" kata Bapak.
"Bapak.....!" panggilku.
"Hai..cah bagus... Bikin panik orang tua saja kamu!" kata bapak sambil mengacak-acak rambutku.
"Maaf pak... Sudah bikin khawatir bapak..!" ucapku.
"Sudahlah. Yang penting kamu sudah ga papa sekarang!" ujar bapak.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanyaku.
"Kamu ditemukan orang terbaring di jalanan setelah hujan. Lalu dibawa ke rumah sakit ini. Lalu orang itu membuka kontak hpmu dan menghubungi bapak. Bapak dsn Anin segera kemari. Dan kamu baru sadar setelah 3 hari pingsan!" kata bapak.
Hah.3 hari? Padahal aku ada di masa lalu selama 35 hari.
Jadi apakah kejadian di masa lalu itu hanyalah mimpi di saat aku tak sadar?
Kalau memang hanya mimpi, syukurlah...
Dan aku berharap itu semua memang hanya mimpi.
Aku menoleh pada Zulaikha dan Menik yang sedari tadi berdiri di samping ranjangku.
Mereka cuma mengangkat bahu dan menggeleng. .
Yah...semoga saja semua itu hanya mimpi belaka. Kembang tidur di saat aku pingsan. .
Semoga....
Aku masih dirawat selama 2 hari, dan Desi setia memungguku jika sudah pulang kuliah.
Sementara, bapak dan Anin jika malam istirahat di kostku.
Setelah dirasa sehat, aku diperbolehkan pulang.
Bersama bapak dan Anin, kami nakk taksi menuju kostan.
Zulaikha dan Menik melayang di samping mobil.
Di kostan sudah ada pacar tersayang dan adiknya yang menunggu kedatangan kami....
Yah...aku kembali berada di jamanku. Pengalaman di masa lalu itu, entah nyata ataukah sekedar mimpi belaka?
Only time will tell.....
INDEX:
Prolog
The Begining
Naning
The Truth
Lanjutan
Naning Lagi....
Melati's Pov
Godaan Nenek Bohai
Menik's Pov
Tukang Ojek
Masalah Cewe Dino
Di Rumah Firda
Menolong Naning....
One By One
Pulang....
Di Madrasah 1
Di Madrasah 2
It's Begin...
Bingung
Masih Di Rumah Naning
Menik's Pov
Pengakuan Firda
Desi Cemburu
Pertempuran
Bendera Perang Sudah Dikibarkan
Masalah mulai bertambah
Firda's Pov
Liburan Semester
Kejadian Di Kamar Kost.....
Di Gazebo..
Tekad Naning
Pov nya Kunyil
Balada Lontong Opor
Kunyil Ember
Ditinggal.....
Pengusiran
Pulang....
Nenek Tua
Mimpi
RSJ
Pertempuran Seru
Serangan Susulan
Menuju Sumber....
Lanjutannya..
Kurnia
Sebuah Pengakuan
Interogasi
Menepati Janji
Malam Minggu
Piknik....
Di Curug
Ki Sarpa
Berlatih
Ketiduran
Kejadian Aneh
Kyai Punggel
Pagi Absurd
Pov: Naning
Latihan Di Gunung
Wejangan
Aku Dipelet?
Lebih Hebat Dari Pelet
Terusan Kemarin
Tante Fitri Yang....
She's Back
Bros
Makhluk Paling Absurd
Makhluk Absurd 2
Part Kesekian
Cowo Tajir
Jangan Buat Naning Menangis
Surprise
Kejadian Aneh
Quote:
Menghentikan Perang
Ahaha ..
Jatuh Bangun
Selaras
Mulai Dari Awal
Kembali
Rencana Bapak
Gadis Galak
Pengobatan
Sang Dukun
Sandra
A Little Bonus: Sandra's Pov
Pulang Ke Kost
Nenek Tukang Pijat
Upgrade
Si Galak Sakit
Fight....
Proyek Besar
Kesurupan Massal
Kalahkan Biangnya
Kosong
Dreamin'
About Renita
Kenapa Dengan Sandra?
Teluh
Serangan kedua
Gelud Lagi...
Hadiah Nyi Rambat
Kembalinya Trio Ghaib
Kepergian Zulaikha
Kurnia's Pov
Lanjutan Indeks
Diubah oleh beqichot 18-09-2021 19:54
xue.shan dan 199 lainnya memberi reputasi
190
399.4K
12.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beqichot
#234
Pulang ..
Wah..ada libur di hari Jumat...
Pas tuh, bisa pulkam. Kangen sama bapak dan Anin...
Setelah pamitan dengan Desi, Kamis sore aku segera berangkat pulang. Rindu rumah...
Udah lama ga pulang, bikin aku kangen berat sama keluargaku.
Berangkat ba'da Ashar, aku melajukan motor dengan santai. Jalanan sangat ramai, waktunya orang pulang kerja, jadi mesti ekstra hati-hati.
Saat maghrib tiba, aku mampir ke mushola di pom bensin. Sholat dulu, dan istirahat sejenak.
Setelah istirahat, tancap gasss ...
Jalanan masih ramai lancar. Demikian laporan arus balik malam ini... Halah...
Jam 8 malam, aku sampai di rumah. Disambut bapak dan Anin yang lagi nonton tipi.
Anin seneng banget melihatku pulang.
Aku keluarkan oleh-oleh makanan khas kota tempatku kuliah.
Wah .Anin jadi kayak anak kecil... Seneng banget kelihatannya.
Saloka mengangguk dan tersenyum padaku. Makin cantik aja dia...
.
Zulaikha dan Menik langsung asyik ngobrol dengan Saloka.
Menik yang paling heboh, menceritakan pengalamannya yang aneh-aneh. Juga menceritakan bagaimana dia ngerjain aku.
Tak hentinya mereka ketawa cekikikan, sambil sesekali menatapku.
Tatapan yang sulit diartikan.. Pokoknya tatapan yang negatif dah...
"Bagaimana dengan kuliahmu Ji?" tanya bapak.
"Alhamdulillah pak, lancar!"
"Syukurlah. Fokus kuliah ya...jangan macem-macem!"
"Iya pak, insya Allah!"
"Kabar mbak Desi sama Renita gimana mas?" tanya Anin.
"Baik... Emang kenapa nanyain mereka?"
"Kangen aja sih...hehe!! Pak besok kalo udah lulus, aku kuliah di kampus Mas Aji ya?"
"Trus bapak sama siapa dong di rumah?" sahut bapak sambil tersenyum.
Anin langsung menunduk lesu. Dia emang sayang banget sama bapak.
"Iya, ga papa kamu nanti kuliah di kampus mas Aji. Bapak nanti bakal cari ibu baru...hahaha!" canda bapak.
"Iya tuh pak.. Sudah saatnya bapak cari pendamping lagi." kataku.
"Hahaha...nanti lah itu, yang penting kalian sukses dulu saja!"
"Trus Anin dibolehin kuliah di kota lain Pak?" tanya Anin.
"Boleh.. Asal dekat dengan mas-mu, biar ada yang jagain!" kata bapak arif.
"Terima kasih pak...!" seru Anin sambil meluk bapak.
Kehangatan keluarga yang seperti inilah yang sering membuatku rindu.
"Udah ..sana bikinin kopi buat masmu. Sekalian siapkan makan malam. Kamu ga lihat, mas mu itu kelihatan kelaparan banget?" kata bapak.
"Siap komandan...!" kata Anin segera menuju ke dapur.
"Kamu mandi dulu aja Ji. Pasti lengket semua badanmu."
"Baik pak...!"
"Bapak ke teras dulu... !" kata bapak sambil beranjak menuju teras rumah.
Aku segera masuk kamar dan mengambil handuk dan baju ganti.
Badan lengket semua karena keringat.
Selesai mandi dan sholat isya, aku makan, lalu menyusul bapak ke teras.
"Nyantai nih pak?"
"Iya lah. . Besok kan libur, jadi bisa santai nih!"
"Yang ngerjain kebun siapa pak? Ditanemin apa?"
"Mas Karyo tuh yang ngerjain. Bapak ga sempet. Ditanemin macam-macam tuh."
"Trus pembayarannya mas Karyo gimana pak?"
"Ya..bagi hasil saja. Dan semua sama-sama puas kok!"
"Syukurlah kalau begitu pak. Lumayan lah ada hasilnya." kataku sambil menyulut sebatang rokok.
"Kamu seriuams sama Desi?"tanya bapak tiba-tiba.
"Aku jalanin aja pak. Kalau memang jodoh alhamdulillah. Kalau bukan jodoh mau gimana lagi?"
"Bagus itu... Jangan terlalu fokus pada pacaran. Dan hati-hati, jangan menuruti hawa nafsu!"
"Iya pak ..!"
Saat itulah ada seseorang yang datang.
"Assalamu'alaikum...!"
"Wa'alaikum salam... Oh..pak Kyai, silahkan masuk pak!"
"Terima kasih pak. Cukup di sini saja!"
Aku menghampiri pak kyai, menyalaminya, dan mencium punggung tangannya.
"Lho, Aji di rumah to? Kapan pulang Ji?"
"Baru saja Pak Kyai... !"
Pak Kyai duduk di kursi dekat bapak. Aku masuk ke dalam untuk memberi tahu Anin bahwa ada pak Kyai.
Anin segera membuat segelas kopi dan membawanya ke teras beserta makanan kecil yang kubawa tadi.
"Mas, dipanggil bapak tuh!" kata Anin saat masuk ke dalam.
Aku segera keluar dan duduk di dekat mereka.
"Ji, pak Kyai mau bicara sama kamu!" kata bapak.
'Iya pak. Ada apa pak Kyai?"
"Begini nak Aji, kebetulan kamu sedang ada di rumah. Tapi mohon maaf lho, bakal ngerepotin kamu."
"Tidak apa-apa pak. Kalau saya bisa membantu, pasti saya bantu pak!"
"Begini nak Aji, ada sedikit masalah di madrasah. Yah masalah dengan hal ghaib."
"Bagaimana kejadiannya pak?'
" Begini nak Aji, akhir-akhir ini banyak murid madrasah yang kesurupan. Bapak sampai kewalahan."
"Emang ga diusir aja dari situ pak? Biar ga ganggu murid-murid!"
"Niatnya sih begitu, tapi pemimpinnya sangat kuat. Bapak ga sanggup buat menghadapinya. Usia emang ga bisa bohong, kemampuan bapak juga menurun!"
"Ah..menurut saya Pak Kyai hebat kok. Saya saja kagum dengan kemampuan pak kyai!"
"Haha...semakin bertambah umur, semakin ragaku menurun ketahanannya. Makanya aku minta tolong nak Aji untuk membantu!"
"Insya Allah pak... Kapan kita akan melakukannya?"
"Besok sore saja ya? Biar waktunya lebih leluasa. Kalau pagi khan waktunya mepet!"
"Baik pak, saya akan ke madrasah besok sore. Eh.. Tapi madrasah yang mana pak? Ibtidaiyah, tsanawiyah atau Aliyah?"
"Madrasah Aliyah nak. Besok saya tunggu di sana!"
"Baik pak kyai....!"
"Kalau begitu saya permisi dulu, sudah larut ini! Mari pak, mari nak Aji. Assalamu'alaikum...!"
"Wa'alaikum salam....!"
Setelah pak Kyai pergi, bapak berkata padaku..
"Bantulah dengan ikhlas Ji. Kamu diberi kemampuan oleh Allah SWT, maka gunakanlah di jalan yang diridhoiNYA."
"Baik pak... Insya Allah...!"
Kami masih ngobrol sampai larut... Melepas kangen ala bapak dan anak cowo, ya ngobrol sambil udud...ahaha
Jam 11 malam kami masuk dan beristirahat. Badan pegal-pegal juga setelah naik motor selama 4 jam.
Pantat kerasa panas banget...
Saatnya buat tidur...istirahat...
ZZZZZZZZZZZZZZZZ.........
Skip keesokan harinya. Setelah sholat subuh yang telat..jam 6 guys..
, aku duduk di teras menikmati kopi dan rokok.
Niatnya sih ngincer orang lewat...
Siapa tahu mbak Tanti janda kembang lewat pagi ini...
Tapi harapan tinggal harapan. Yang lewat kebanyakan malah emak2..
Kecewanya hati.....
Pukul 8 aku mandi, lalu sarapan..
Trus nongkrong lagi di teras. Bapak kayaknya lagi ke kebun deh.
Anin seperti biasa sibuk urusan beberes rumah.
Aku aja yang nyantai...maklum, masih kerasa capeknya naik motor kemarin.. (Bilang aja males)
Kira-kira jam 9 pagi atau siang ya?
Tampak seorang pria berseragam, datang ke rumah.
"Mas Aji ya?" twnyanya setelah mengucap salam dan kubalas.
"Iya pak... Ada yang bisa saya bantu?"
"Mas Aji, dipanggil pak Kyai di madrasah. Banyak murid kesurupan...!"
"Lho, bukannya ini hari libur pak? Kok ada murid di madrasah?"
"Walaupun libur, tetap ada acara non akademik mas."
"Baik pak. Saya tak ganti baju dulu. Bapak silahkan duluan!"
"Baik Mas ... Saya permisi dulu!" katanya, lalu mengucap salam.
Aku bergegas ganti baju dan mengeluarkan motor.
"Mau kemana Mas?" tanya Anin.
"Ke madrasah aliyah, ditunggu pak Kyai di sana!"
"Oh... Hati-hati di jalan."
"Siap boss...!" sahutku.
Aku segera tancap gas menuju Madrasah Aliyah satu-satunya di kotaku.
Pas tuh, bisa pulkam. Kangen sama bapak dan Anin...
Setelah pamitan dengan Desi, Kamis sore aku segera berangkat pulang. Rindu rumah...
Udah lama ga pulang, bikin aku kangen berat sama keluargaku.
Berangkat ba'da Ashar, aku melajukan motor dengan santai. Jalanan sangat ramai, waktunya orang pulang kerja, jadi mesti ekstra hati-hati.
Saat maghrib tiba, aku mampir ke mushola di pom bensin. Sholat dulu, dan istirahat sejenak.
Setelah istirahat, tancap gasss ...
Jalanan masih ramai lancar. Demikian laporan arus balik malam ini... Halah...

Jam 8 malam, aku sampai di rumah. Disambut bapak dan Anin yang lagi nonton tipi.
Anin seneng banget melihatku pulang.
Aku keluarkan oleh-oleh makanan khas kota tempatku kuliah.
Wah .Anin jadi kayak anak kecil... Seneng banget kelihatannya.
Saloka mengangguk dan tersenyum padaku. Makin cantik aja dia...
.Zulaikha dan Menik langsung asyik ngobrol dengan Saloka.
Menik yang paling heboh, menceritakan pengalamannya yang aneh-aneh. Juga menceritakan bagaimana dia ngerjain aku.
Tak hentinya mereka ketawa cekikikan, sambil sesekali menatapku.
Tatapan yang sulit diartikan.. Pokoknya tatapan yang negatif dah...

"Bagaimana dengan kuliahmu Ji?" tanya bapak.
"Alhamdulillah pak, lancar!"
"Syukurlah. Fokus kuliah ya...jangan macem-macem!"
"Iya pak, insya Allah!"
"Kabar mbak Desi sama Renita gimana mas?" tanya Anin.
"Baik... Emang kenapa nanyain mereka?"
"Kangen aja sih...hehe!! Pak besok kalo udah lulus, aku kuliah di kampus Mas Aji ya?"
"Trus bapak sama siapa dong di rumah?" sahut bapak sambil tersenyum.
Anin langsung menunduk lesu. Dia emang sayang banget sama bapak.
"Iya, ga papa kamu nanti kuliah di kampus mas Aji. Bapak nanti bakal cari ibu baru...hahaha!" canda bapak.
"Iya tuh pak.. Sudah saatnya bapak cari pendamping lagi." kataku.
"Hahaha...nanti lah itu, yang penting kalian sukses dulu saja!"
"Trus Anin dibolehin kuliah di kota lain Pak?" tanya Anin.
"Boleh.. Asal dekat dengan mas-mu, biar ada yang jagain!" kata bapak arif.
"Terima kasih pak...!" seru Anin sambil meluk bapak.
Kehangatan keluarga yang seperti inilah yang sering membuatku rindu.
"Udah ..sana bikinin kopi buat masmu. Sekalian siapkan makan malam. Kamu ga lihat, mas mu itu kelihatan kelaparan banget?" kata bapak.
"Siap komandan...!" kata Anin segera menuju ke dapur.
"Kamu mandi dulu aja Ji. Pasti lengket semua badanmu."
"Baik pak...!"
"Bapak ke teras dulu... !" kata bapak sambil beranjak menuju teras rumah.
Aku segera masuk kamar dan mengambil handuk dan baju ganti.
Badan lengket semua karena keringat.
Selesai mandi dan sholat isya, aku makan, lalu menyusul bapak ke teras.
"Nyantai nih pak?"
"Iya lah. . Besok kan libur, jadi bisa santai nih!"
"Yang ngerjain kebun siapa pak? Ditanemin apa?"
"Mas Karyo tuh yang ngerjain. Bapak ga sempet. Ditanemin macam-macam tuh."
"Trus pembayarannya mas Karyo gimana pak?"
"Ya..bagi hasil saja. Dan semua sama-sama puas kok!"
"Syukurlah kalau begitu pak. Lumayan lah ada hasilnya." kataku sambil menyulut sebatang rokok.
"Kamu seriuams sama Desi?"tanya bapak tiba-tiba.
"Aku jalanin aja pak. Kalau memang jodoh alhamdulillah. Kalau bukan jodoh mau gimana lagi?"
"Bagus itu... Jangan terlalu fokus pada pacaran. Dan hati-hati, jangan menuruti hawa nafsu!"
"Iya pak ..!"
Saat itulah ada seseorang yang datang.
"Assalamu'alaikum...!"
"Wa'alaikum salam... Oh..pak Kyai, silahkan masuk pak!"
"Terima kasih pak. Cukup di sini saja!"
Aku menghampiri pak kyai, menyalaminya, dan mencium punggung tangannya.
"Lho, Aji di rumah to? Kapan pulang Ji?"
"Baru saja Pak Kyai... !"
Pak Kyai duduk di kursi dekat bapak. Aku masuk ke dalam untuk memberi tahu Anin bahwa ada pak Kyai.
Anin segera membuat segelas kopi dan membawanya ke teras beserta makanan kecil yang kubawa tadi.
"Mas, dipanggil bapak tuh!" kata Anin saat masuk ke dalam.
Aku segera keluar dan duduk di dekat mereka.
"Ji, pak Kyai mau bicara sama kamu!" kata bapak.
'Iya pak. Ada apa pak Kyai?"
"Begini nak Aji, kebetulan kamu sedang ada di rumah. Tapi mohon maaf lho, bakal ngerepotin kamu."
"Tidak apa-apa pak. Kalau saya bisa membantu, pasti saya bantu pak!"
"Begini nak Aji, ada sedikit masalah di madrasah. Yah masalah dengan hal ghaib."
"Bagaimana kejadiannya pak?'
" Begini nak Aji, akhir-akhir ini banyak murid madrasah yang kesurupan. Bapak sampai kewalahan."
"Emang ga diusir aja dari situ pak? Biar ga ganggu murid-murid!"
"Niatnya sih begitu, tapi pemimpinnya sangat kuat. Bapak ga sanggup buat menghadapinya. Usia emang ga bisa bohong, kemampuan bapak juga menurun!"
"Ah..menurut saya Pak Kyai hebat kok. Saya saja kagum dengan kemampuan pak kyai!"
"Haha...semakin bertambah umur, semakin ragaku menurun ketahanannya. Makanya aku minta tolong nak Aji untuk membantu!"
"Insya Allah pak... Kapan kita akan melakukannya?"
"Besok sore saja ya? Biar waktunya lebih leluasa. Kalau pagi khan waktunya mepet!"
"Baik pak, saya akan ke madrasah besok sore. Eh.. Tapi madrasah yang mana pak? Ibtidaiyah, tsanawiyah atau Aliyah?"
"Madrasah Aliyah nak. Besok saya tunggu di sana!"
"Baik pak kyai....!"
"Kalau begitu saya permisi dulu, sudah larut ini! Mari pak, mari nak Aji. Assalamu'alaikum...!"
"Wa'alaikum salam....!"
Setelah pak Kyai pergi, bapak berkata padaku..
"Bantulah dengan ikhlas Ji. Kamu diberi kemampuan oleh Allah SWT, maka gunakanlah di jalan yang diridhoiNYA."
"Baik pak... Insya Allah...!"
Kami masih ngobrol sampai larut... Melepas kangen ala bapak dan anak cowo, ya ngobrol sambil udud...ahaha
Jam 11 malam kami masuk dan beristirahat. Badan pegal-pegal juga setelah naik motor selama 4 jam.
Pantat kerasa panas banget...
Saatnya buat tidur...istirahat...
ZZZZZZZZZZZZZZZZ.........
Skip keesokan harinya. Setelah sholat subuh yang telat..jam 6 guys..
, aku duduk di teras menikmati kopi dan rokok.Niatnya sih ngincer orang lewat...
Siapa tahu mbak Tanti janda kembang lewat pagi ini...

Tapi harapan tinggal harapan. Yang lewat kebanyakan malah emak2..
Kecewanya hati.....
Pukul 8 aku mandi, lalu sarapan..
Trus nongkrong lagi di teras. Bapak kayaknya lagi ke kebun deh.
Anin seperti biasa sibuk urusan beberes rumah.
Aku aja yang nyantai...maklum, masih kerasa capeknya naik motor kemarin.. (Bilang aja males)
Kira-kira jam 9 pagi atau siang ya?
Tampak seorang pria berseragam, datang ke rumah.
"Mas Aji ya?" twnyanya setelah mengucap salam dan kubalas.
"Iya pak... Ada yang bisa saya bantu?"
"Mas Aji, dipanggil pak Kyai di madrasah. Banyak murid kesurupan...!"
"Lho, bukannya ini hari libur pak? Kok ada murid di madrasah?"
"Walaupun libur, tetap ada acara non akademik mas."
"Baik pak. Saya tak ganti baju dulu. Bapak silahkan duluan!"
"Baik Mas ... Saya permisi dulu!" katanya, lalu mengucap salam.
Aku bergegas ganti baju dan mengeluarkan motor.
"Mau kemana Mas?" tanya Anin.
"Ke madrasah aliyah, ditunggu pak Kyai di sana!"
"Oh... Hati-hati di jalan."
"Siap boss...!" sahutku.
Aku segera tancap gas menuju Madrasah Aliyah satu-satunya di kotaku.
arinu dan 68 lainnya memberi reputasi
69
Tutup