- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#104
Chapter 70
Quote:
Fenomena munculnya Beaters yang serentak ternyata dialami oleh semua sektor wilayah Surban City. Bahkan sektor 8 di mana Silver Clan berada juga tidak luput dari fenomena ini, tim 8 dapat menumpaskannya sebelum korban berjatuhan. Dari laporan yang dikumpulkan muncul kesimpulan, fenomena kemunculan Beaters secara serentak memberikan ciri-ciri khas, yaitu tingkah perilaku monster yang sangat berbeda dari biasanya.
Monster Beaters jarang sekali muncul secara serentak, biasanya dalam suatu malam mereka hanya muncul satu sampai tiga kali paling banyak. Dan mereka semua dalam kondisi memiliki kesadaran penuh, seringkali terlibat percakapan dengan anggota BASS sebelum mereka bertarung. Biasanya mereka muncul setelah memakan para korbannya, dengan hitungan detik dalam proses membunuh. Lebih sulit dimusnahkan karena seringkali menghindari serangan berupa peluru yang berisi racun Beaters.
Perilaku yang dinilai berbeda adalah monster ini hadir dengan insting yang lebih kuat dan hanya meraung saja seperti halnya hewan liar ketika dihadapkan pada anggota Beaters. Sisi positif yang bisa diambil adalah tidak ada korban yang memulai kemunculan monster ini, namun yang harus diperhatikan adalah jika kemunculan serentak ini tidak segera dibereskan dalam waktu bersamaan, jatuhnya korban diperkirakan akan lebih banyak. Tim divisi persenjataan melakukan tugasnya dalam menyelesaikan Battle Armor tepat waktu. Sehingga kasus langka seperti ini dapat dibereskan.
Selain pelaporan munculnya Beaters secara serentak merata di setiap sektor wilayah, munculnya Hunter mantan kapten 10 juga mendapatkan perhatian. Karena menurut laporan tim 10, ketika Hunter datang dan menyerang Beaters, sensor pendeteksi Beaters menyala pada dirinya. Kemungkinan besar Hunter telah memiliki sel Beaters dalam tubuhnya. Yang menjadi pertanyaan adalah dari mana mantan kapten tim 10 ini mendapatkannya. Dikarenakan seluruh pabrik Beaters sudah diratakan dengan tanah, begitupun dengan serum yang langsung dimusnahkan.
Tim 13 yang dipimpin oleh kapten Vela memberikan reaksi yang berbeda atas laporan munculnya Hunter. Mereka sempat menyelamatkan timnya ketika dihabisi oleh Allison, walaupun anggota yang selamat waktu itu hanyalah Carla selain sang kapten. Namun kemunculan kembali Hunter membuat perasaan mereka lega, walaupun dilaporkan memiliki sel Beaters tetapi ia menggunakannya untuk memberantas para monter. Dan kapten Vela yakin Hunter memiliki alasan tersendiri meskipun asal usul serum miliknya masih menjadi misteri.
Seseorang membuka pintu masuk Wilson Bar and Caffe di siang bolong, sebagai pelayan utama sudah tugas dari Solo untuk menyambut siapapun tamu yang datang. Namun sambutan hangatnya itu mendadak hilang ketika tahu tamu yang datang siang ini, ia adalah Julian kapten dari tim 8.
“Selamat datang,” dengan nada yang datar.
“Ah…iya,” Julian gugup hingga tidak berani memandang Solo. “anu…apakah boss kalian ada di tempat? Ada yang ingin kutanyakan padanya…”
“Hm…,” Solo menatapnya tajam. “tuan Stam sedang tidak ada di tempat tuk sekarang, jika kamu mau menunggu silahkan saja,” tambahnya dengan ekspresi yang galak.
“Oh begitu…kalau Ster----“
Solo memotongnya, “Apalagi dia….”
Djohan yang baru saja mencuci gelas dan piring bekas pelanggan muncul dari dalam, ia masih mengelap tangannya dengan handuk kecil. Julian melihatnya dan memutuskan untuk memberitahunya saja tentang sesuatu hal.
“Ah…Djohan, ada waktu sebentar?”
“Aku?...,” menunjuk dirinya sendiri.
Julian dan Djohan duduk berhadapan, sambil dipelototi oleh Solo dan Gonzalo terlihat santai mengamati mereka berdua. Hal yang ingin disampaikan oleh Julian sebenarnya bisa saja diinfokan kepada Gonzalo, karena ia merupakan salah satu anggota yang senior. Namun Gonzalo bukanlah Silver Clan yang bertugas dilapangan setau Julian, maka dari itu info yang akan disampaikan lebih baik ditanyakan kepada anggota yang bertugas dilapangan.
“Aku ingin bertanya tentang suatu hal,” raut wajahnya mulai serius. “apakah kalian para Beaters memiliki siklus tertentu kah, atau bulan-bulan tertentu? Karena kemarin malam monster Beaters muncul secara serentak dan tingkah laku mereka sangatlah berbeda, sangat buas dan memiliki insting seperti hewan.”
Djohan sendiri baru mendengarnya, apalagi ia juga anggota terbaru. Harusnya hal ini ditanyakan ke anggota yang lebih senior seperti Gonzalo. “Entahlah, aku juga baru mendengarnya. Di situ kan ada----“
Julian memotongnya, “Iya di sana ada Gonzalo, dia itu anggota senior tetapi tugasnya hanya mengurusi caffe ini. aku tidak yakin ia tahu tentang masalah ini,” dengan nada yang meremehkan.
“Ah…,” Djohan tidak setuju dengan pernyataan kapten Julain tersebut.
“Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama, banyak urusan yang menunggu,” Julian beranjak dari tempatnya.
Setelah kapten Julian pergi, Djohan berkumpul bersama Solo dan Gonzalo, membahas apa yang tadi dibicarakannya barusan. Seperti ingin membuktikan bahwa perkataan kapten Julian salah, Djohan menanyakan langsung kepada Gonzalo perihal fenomena aneh yang terjadi kemarin. Di mana para Beaters bertingkah sangat agresif dan muncul secara bersamaan. Bukannya jawaban yang memuaskan, Gonzalo sama sekali tidak mengetahui penyebabnya. Ia berkilah bahwa waktu direkrut, tugas yang diberikan hanyalah menjadi kepala Caffe dan Bar sebagai tempat penyamaran.
“Ternyata benar…,” Djohan menunduk lesu.
“Kita tunggu saja sampai tuan Stam pulang, jika fenomena ini terus terjadi cukup meresahkan juga,” ucap Solo.
Malam harinya tuan Stam pun tiba bersama dengan Lio, lalu beberapa saat kemudian hadir juga Sterling dan juga Vivian yang sudah menjalankan misinya sebagai bounty hunter. Djohan memberitahunya tentang apa yang dihadapi oleh organisasi BASS malam kemarin. Lalu tuan Stam meminta para anggotanya untuk berkumpul diruangannya, kecuali Solo dan Gonzalo yang masih harus menjaga Caffe dan Bar.
Di dalam, Djohan memberitahunya secara terperinci. Yang dihadapi oleh BASS adalah perubahan sikap dari para monster Beaters yang lebih beringas dan agresif. Selama ini belum ada monster Beaters yang bersikap seperti itu. tuan Stam memahami perkataan dari Djohan, ia memberitahu bahwa kapten Vela belum memberinya kabar mengenai hal tersebut. Tetapi tuan Stam bisa langsung tahu apa penyebab yang menyebabkan monster-monster itu berperilaku seperti itu.
“Hm,” membuka kacamatanya. “sudah jelas, Red Sun sudah bergerak ke tahap selanjutnya,” tentu saja ini mengagetkan semuanya. Termasuk Sterling dan Vivian yang berdiri di dekat pintu.
“Apa maksudnya?.....”
“Kita beruntung, sebagai Royal Clan sel dalam tubuh kita memiliki proteksi tersendiri. Ini tidak lepas kepada para pendiri clan,” tuan Stam menambahkan. “beaters non clan akan langsung merasakan gejolak dalam tubuhnya, jika Red Sun sudah bertindak….,” menghela nafas. “dalam hal ini adalah proses penciptaan Beaters baru….”
Kelima anggota Royal Clan merupakan kreasi awal dari Red Sun, yang dibuatnya untuk dapat menguasai dunia lebih mudah jika mempunyai bawahan yang kuat. Namun usahanya tidak berjalan mulus karena kelima anggota awal Royal Clan lebih memilih sisi manusia dalam diri mereka dan berhasil mengalahkan Red Sun, meskipun gagal menumpasnya sampai habis dan kembali bangkit di masa sekarang.
“Berarti waktunya semakin dekat,” ucap Sterling serius.
Djohan melihat kedua telapak tangannya, sejauh ini dirinya belumlah menjadi pribadi yang kuat.
“Tidak perlu khawatir, kami para ketua clan akan memastikan bahwa kali ini Red Sun akan dimusnahkan tanpa menyisakan satu sel pun.”
Pembicaraan pun berakhir, sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Djohan dapat melihat ketenangan dari para senior maupun tuan Stam. Namun pikirnya pasti tuan Stam yang paling terpojok, memikirkan pertarungan yang akan segera terjadi sambil melindungi semuanya tanpa adanya korban yang berjatuhan. Belum lagi ketika semuanya berakhir, tidak ada lagi jalan kehidupan bagi para pemilik sel Beaters. Djohan bertekad akan menggunakan semua kekuatannya hingga ke titik darah penghabisan. Untuk orang yang ia sayangi.
Monster Beaters jarang sekali muncul secara serentak, biasanya dalam suatu malam mereka hanya muncul satu sampai tiga kali paling banyak. Dan mereka semua dalam kondisi memiliki kesadaran penuh, seringkali terlibat percakapan dengan anggota BASS sebelum mereka bertarung. Biasanya mereka muncul setelah memakan para korbannya, dengan hitungan detik dalam proses membunuh. Lebih sulit dimusnahkan karena seringkali menghindari serangan berupa peluru yang berisi racun Beaters.
Perilaku yang dinilai berbeda adalah monster ini hadir dengan insting yang lebih kuat dan hanya meraung saja seperti halnya hewan liar ketika dihadapkan pada anggota Beaters. Sisi positif yang bisa diambil adalah tidak ada korban yang memulai kemunculan monster ini, namun yang harus diperhatikan adalah jika kemunculan serentak ini tidak segera dibereskan dalam waktu bersamaan, jatuhnya korban diperkirakan akan lebih banyak. Tim divisi persenjataan melakukan tugasnya dalam menyelesaikan Battle Armor tepat waktu. Sehingga kasus langka seperti ini dapat dibereskan.
Selain pelaporan munculnya Beaters secara serentak merata di setiap sektor wilayah, munculnya Hunter mantan kapten 10 juga mendapatkan perhatian. Karena menurut laporan tim 10, ketika Hunter datang dan menyerang Beaters, sensor pendeteksi Beaters menyala pada dirinya. Kemungkinan besar Hunter telah memiliki sel Beaters dalam tubuhnya. Yang menjadi pertanyaan adalah dari mana mantan kapten tim 10 ini mendapatkannya. Dikarenakan seluruh pabrik Beaters sudah diratakan dengan tanah, begitupun dengan serum yang langsung dimusnahkan.
Tim 13 yang dipimpin oleh kapten Vela memberikan reaksi yang berbeda atas laporan munculnya Hunter. Mereka sempat menyelamatkan timnya ketika dihabisi oleh Allison, walaupun anggota yang selamat waktu itu hanyalah Carla selain sang kapten. Namun kemunculan kembali Hunter membuat perasaan mereka lega, walaupun dilaporkan memiliki sel Beaters tetapi ia menggunakannya untuk memberantas para monter. Dan kapten Vela yakin Hunter memiliki alasan tersendiri meskipun asal usul serum miliknya masih menjadi misteri.
Seseorang membuka pintu masuk Wilson Bar and Caffe di siang bolong, sebagai pelayan utama sudah tugas dari Solo untuk menyambut siapapun tamu yang datang. Namun sambutan hangatnya itu mendadak hilang ketika tahu tamu yang datang siang ini, ia adalah Julian kapten dari tim 8.
“Selamat datang,” dengan nada yang datar.
“Ah…iya,” Julian gugup hingga tidak berani memandang Solo. “anu…apakah boss kalian ada di tempat? Ada yang ingin kutanyakan padanya…”
“Hm…,” Solo menatapnya tajam. “tuan Stam sedang tidak ada di tempat tuk sekarang, jika kamu mau menunggu silahkan saja,” tambahnya dengan ekspresi yang galak.
“Oh begitu…kalau Ster----“
Solo memotongnya, “Apalagi dia….”
Djohan yang baru saja mencuci gelas dan piring bekas pelanggan muncul dari dalam, ia masih mengelap tangannya dengan handuk kecil. Julian melihatnya dan memutuskan untuk memberitahunya saja tentang sesuatu hal.
“Ah…Djohan, ada waktu sebentar?”
“Aku?...,” menunjuk dirinya sendiri.
Julian dan Djohan duduk berhadapan, sambil dipelototi oleh Solo dan Gonzalo terlihat santai mengamati mereka berdua. Hal yang ingin disampaikan oleh Julian sebenarnya bisa saja diinfokan kepada Gonzalo, karena ia merupakan salah satu anggota yang senior. Namun Gonzalo bukanlah Silver Clan yang bertugas dilapangan setau Julian, maka dari itu info yang akan disampaikan lebih baik ditanyakan kepada anggota yang bertugas dilapangan.
“Aku ingin bertanya tentang suatu hal,” raut wajahnya mulai serius. “apakah kalian para Beaters memiliki siklus tertentu kah, atau bulan-bulan tertentu? Karena kemarin malam monster Beaters muncul secara serentak dan tingkah laku mereka sangatlah berbeda, sangat buas dan memiliki insting seperti hewan.”
Djohan sendiri baru mendengarnya, apalagi ia juga anggota terbaru. Harusnya hal ini ditanyakan ke anggota yang lebih senior seperti Gonzalo. “Entahlah, aku juga baru mendengarnya. Di situ kan ada----“
Julian memotongnya, “Iya di sana ada Gonzalo, dia itu anggota senior tetapi tugasnya hanya mengurusi caffe ini. aku tidak yakin ia tahu tentang masalah ini,” dengan nada yang meremehkan.
“Ah…,” Djohan tidak setuju dengan pernyataan kapten Julain tersebut.
“Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama, banyak urusan yang menunggu,” Julian beranjak dari tempatnya.
Setelah kapten Julian pergi, Djohan berkumpul bersama Solo dan Gonzalo, membahas apa yang tadi dibicarakannya barusan. Seperti ingin membuktikan bahwa perkataan kapten Julian salah, Djohan menanyakan langsung kepada Gonzalo perihal fenomena aneh yang terjadi kemarin. Di mana para Beaters bertingkah sangat agresif dan muncul secara bersamaan. Bukannya jawaban yang memuaskan, Gonzalo sama sekali tidak mengetahui penyebabnya. Ia berkilah bahwa waktu direkrut, tugas yang diberikan hanyalah menjadi kepala Caffe dan Bar sebagai tempat penyamaran.
“Ternyata benar…,” Djohan menunduk lesu.
“Kita tunggu saja sampai tuan Stam pulang, jika fenomena ini terus terjadi cukup meresahkan juga,” ucap Solo.
Malam harinya tuan Stam pun tiba bersama dengan Lio, lalu beberapa saat kemudian hadir juga Sterling dan juga Vivian yang sudah menjalankan misinya sebagai bounty hunter. Djohan memberitahunya tentang apa yang dihadapi oleh organisasi BASS malam kemarin. Lalu tuan Stam meminta para anggotanya untuk berkumpul diruangannya, kecuali Solo dan Gonzalo yang masih harus menjaga Caffe dan Bar.
Di dalam, Djohan memberitahunya secara terperinci. Yang dihadapi oleh BASS adalah perubahan sikap dari para monster Beaters yang lebih beringas dan agresif. Selama ini belum ada monster Beaters yang bersikap seperti itu. tuan Stam memahami perkataan dari Djohan, ia memberitahu bahwa kapten Vela belum memberinya kabar mengenai hal tersebut. Tetapi tuan Stam bisa langsung tahu apa penyebab yang menyebabkan monster-monster itu berperilaku seperti itu.
“Hm,” membuka kacamatanya. “sudah jelas, Red Sun sudah bergerak ke tahap selanjutnya,” tentu saja ini mengagetkan semuanya. Termasuk Sterling dan Vivian yang berdiri di dekat pintu.
“Apa maksudnya?.....”
“Kita beruntung, sebagai Royal Clan sel dalam tubuh kita memiliki proteksi tersendiri. Ini tidak lepas kepada para pendiri clan,” tuan Stam menambahkan. “beaters non clan akan langsung merasakan gejolak dalam tubuhnya, jika Red Sun sudah bertindak….,” menghela nafas. “dalam hal ini adalah proses penciptaan Beaters baru….”
Kelima anggota Royal Clan merupakan kreasi awal dari Red Sun, yang dibuatnya untuk dapat menguasai dunia lebih mudah jika mempunyai bawahan yang kuat. Namun usahanya tidak berjalan mulus karena kelima anggota awal Royal Clan lebih memilih sisi manusia dalam diri mereka dan berhasil mengalahkan Red Sun, meskipun gagal menumpasnya sampai habis dan kembali bangkit di masa sekarang.
“Berarti waktunya semakin dekat,” ucap Sterling serius.
Djohan melihat kedua telapak tangannya, sejauh ini dirinya belumlah menjadi pribadi yang kuat.
“Tidak perlu khawatir, kami para ketua clan akan memastikan bahwa kali ini Red Sun akan dimusnahkan tanpa menyisakan satu sel pun.”
Pembicaraan pun berakhir, sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Djohan dapat melihat ketenangan dari para senior maupun tuan Stam. Namun pikirnya pasti tuan Stam yang paling terpojok, memikirkan pertarungan yang akan segera terjadi sambil melindungi semuanya tanpa adanya korban yang berjatuhan. Belum lagi ketika semuanya berakhir, tidak ada lagi jalan kehidupan bagi para pemilik sel Beaters. Djohan bertekad akan menggunakan semua kekuatannya hingga ke titik darah penghabisan. Untuk orang yang ia sayangi.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:34
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas
Tutup