Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)

lonelylontongAvatar border
TS
lonelylontong
Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)
Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)


Mungkin tidak banyak yang tahu "Battle Of Mogadishu",tapi TS yakin kalau "Black Hawn Down" , banyak kaskuser, terutama penggemar film action dan perang yang tahu.

Jadi pertempuran di Mogadishu, Somalia ini memang sudah diangkat ke layar lebar, dengan judul film "Black Hawk Down". Menurut beberapa sumber, pertempuran ini adalah pertempuran paling sengit yang dialami oleh militer AS pada dekade-dekade terakhir (setelah perang Vietnam).

Bukan perang terbesar ya, tapi pertempuran paling sengit.

Militer AS termasuk sering berperang di mana-mana, tapi pada umumnya (CMIIW) tentara AS yang diturunkan ke medan perang merupakan gabungan dari berbagai kesatuan udara, darat dan air; ditambah dengan dukungan penuh teknologi-teknologi perang termuktahir.

Berbeda dengan yang terjadi dalam pertempuran di Mogadishu ini.

Pasukan elit AS yang terdiri dari 160 tentara yang direkrut dari pasukan khusus milik AD, AL dan AU mereka, mendapatkan misi untuk menangkap salah seorang pimpinan kelompok bersenjata di Somalia.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)


Misi ini kemudian berjalan di luar rencana, ketika dua helikopter AS ditembak jatuh oleh salah satu kelompok bersenjata di Somalia.

Puluhan pasukan elit yang dikirim dalam misi itu dan puluhan rekan mereka yang dikirim untuk menyelamatkan pun harus menghadapi ribuan kelompok bersenjata, di antara padatnya rumah-rumah, gang-gang sempit dan jalanan di Mogadishu, Somalia, dengan dukungan yang minim.

Tidak ada kendaraan berlapis baja, tidak ada serangan udara, mereka harus bertahan melawan ribuan orang yang datang menyerbu tak habis-habisnya.

Pertempuran berlangsung hampir 17 jam tanpa henti, sebelum akhirnya pasukan elit AS yang diterjunkan itu berhasil lolos dari sergapan kelompok-kelompok bersenjata di Somalia.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)

Gbr diambil dr Historica Wiki

18 orang pasukan elit AS gugur dalam tugas. Sementara laporan jumlah korban pihak kelompok bersenjata Somalia yang terbunuh bervariasi jumlahnya, tergantung sumber berita.

Perkiraan yang meninggal dari kelompok bersenjata Somalia adalah antara tiga ratusan sampai seribu lebih.

Sementara korban luka-luka mencapai 3000-4000 orang di pihak Somalia dan mencapai 84 korban luka-luka di pihak tentara AS.

Sengitnya pertempuran dan jumlah korban yang jatuh, membuat pertempuran di Mogadishu ini dipandang sebagai salah satu pertempuran paling berdarah-darah yang pernah dialami pasukan AS setelah masa perang Vietnam berlalu.

-----------------------

Sangat panjang kalau mau menuliskan secara lengkap apa yang terjadi di Mogadishu, Somalia.

Namun TS akan berusaha menceritakan selengkap dan sepadat mungkin.

Tentu akan ada banyak hal yang terlewat, ada banyak sisi yang gagal dieksplorasi lebih dalam. Untuk segala kekurangan, TS mohon maaf.

Gansist bebas untuk berkomentar, mengoreksi dan menambahkan, apa-apa yang salah, dan apa-apa yang kurang dari tulisan TS ini.

Bagaimana Awal Mula Militer AS Terlibat di Somalia

Di tahun 90an, kondisi negara dan rakyat Somalia sangat mengenaskan.

Somalia berdiri pada tahun 1960an sebagai negara Demokratis. Di tahun 1969, pemerintah yang terpilih secara resmi di tahun 1960an jatuh ke tangan seorang pemimpin kelompok bersenjata, Muhammad Siad Barre, lewat sebuah pemberontakan bersenjata.

Sejak itu, ekonomi Somalia semakin lama semakin buruk di bawah pemerintahan Muhammad Siad Barre yang tidak efektif tapi bertangan besi. Ditambah lagi bencana kekeringan berkepanjangan yang mengakibatkan kelaparan.

1991, pemimpin-pemimpin suku lain mengangkat senjata dan berhasil menyingkirkan Muhammad Siad Barre dan sejak saat itu Somalia pun menjadi medan pertempuran antar kelompok bersenjata.

Di akhir tahun 1991 saja, tercatat tidak kurang 20.000 orang Somalia tewas terbunuh dalam peperangan antar kelompok dan suku.

Peperangan mengakibatkan orang-orang di pedesaan untuk lari ke kota, meninggalkan sawah ladang mereka. Tanpa petani tentu saja tidak ada bahan pangan, bencana kelaparan pun semakin meraja lela.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)

Gbr diambil dr website Unicef

Pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan yang didatangkan oleh PBB dan negara-negara lain, gagal mencapai sasaran. Kelompok-kelompok bersenjata yang ada di Somalia membajak bantuan-bantuan itu, sebelum bantuan sampai ke rakyat yang membutuhkan.

Diperkirakan kelompok-kelompok bersenjata ini berhasil merebut tidak kurang dari 80% bantuan yang dikirimkan. Mereka menggunakannya untuk kelompok mereka sendiri, dan menjualnya ke negara tetangga untuk ditukarkan dengan senjata.

Di tahun 1991-1992, sekitar 300.000 orang Somalia mati kelaparan dan diperkirakan di tahun 1992 jumlah korban bisa terus bertambah sampai lebih dari 500.000 jiwa. Jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan tidak mungkin bekerja akibat peperangan yang terus menerus antar kelompok bersenjata.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)

Gbr diambil dr Blog.Unicef.org

Pasukan PBB yang mengirim dan mengawal bantuan tidak mampu menghadapi kelompok-kelompok bersenjata Somalia dan meminta bantuan dari AS untuk turun tangan mengatasi permasalahan di Somalia.

Agustus 1992, pemerintahan AS di bawah George W. Bush mengirimkan 400 tentara berikut 48.000 ton (bkn 48.000 kg ya... 48.000 ton alias 48.000.000 kg) makanan dan obat-obatan untuk rakyat Somalia.

Desember 1992, pemerintahan AS meluncurkan misi "Operation Restore Hope", atau "Operasi Pemulihan Harapan", sebuah operasi militer gabungan dengan total tentara sejumlah 25.000 dikirimkan ke Somalia untuk memastikan bahwa bantuan tersebut bisa sampai pada rakyat yang membutuhkan.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)

Gbr diambil dr www.Newsweek.com

Jadi perlu digaris bawahi di sini, pada saat itu, setidaknya pada awalnya, militer AS diterjunkan ke Somalia dengan misi yang mulia dan atas dasar kemanusiaan.

(Kaskuser BP yang anti AS silahkan komentar, ane cuman berusaha menyampaikan seobyektif mungkin dan dalam kasus ini ane pikir kepentingannya lebih condong pada kemanusiaan. Yg sering ke BP tahulah siapa yang ane maksud)

emoticon-Wakaka

Peristiwa Yang Memicu Battle of Mogadishu

Januari 1993, Bill Clinton naik menggantikan George H.W. Bush dan operasi penyelamatan Somalia pun masih berlanjut.

Maret 1993, gencatan senjata antar kelompok bersenjata di Somalia ditanda tangani. Pada bulan itu pula berbagai negara, di bawah bendera PBB datang ke Somalia untuk menjaga perdamaian di sana.

Mei 1993, secara resmi pemerintah AS menyerah terimakan keamanan di Somalia pada PBB dan mulai menarik pasukannya, meninggalkan Somalia dan kembali ke AS.

Juni 1993, saat itu hanya  tersisa 1200 tentara AS di Somalia, ketika salah satu pemimpin kelompok bersenjata, Aidid, mulai melakukan penyerangan-penyerangan atas pasukan PBB yang ditugaskan di sana.

5 Juni 1993,24 orang pasukan PBB yang berasal dari Pakistan tewas terbunuh dalam sebuah penyerangan oleh kelompok Aidid. Pimpinan pasukan AS saat itu, Admiral Howe, mengeluarkan perintah penangkapan Aidid dan meminta bantuan satuan anti teroris dari AS.

Aidid pun kemudian menghilang dari publik dan memimpin di tempat yang tersembunyi, sementara konflik antara kelompok bersenjata di bawah pimpinan Aidid dengan pasukan PBB dan tentara AS pun semakin sering terjadi. Pasukan Aidid saat itu diperkirakan antara 2000-4000 orang bersenjata lengkap.

12 Juli 1993, bloody Monday

Di hari itu, terjadi sebuah serangan militer dengan berbagai informasi yang simpang siur. Menurut seorang wartawan AS pada hari itu, para tetua dari berbagai suku dan kelompok Somalia mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana mereka bisa mendamaikan pasukan AS dan kelompok-kelompok bersenjata di Somalia (utamanya Aidid).

Di lain pihak, jaringan intelijen pasukan AS, memberikan informasi bahwa Aidid akan hadir di pertemuan itu untuk merencanakan perang melawan pasukan AS.

54 orang Somalia tewas dan 161 terluka dalam serangan itu.

4 orang wartawan yang hendak meliput, tewas karena amukan masa.

Apakah ada kesalahan dalam informasi intelijen AS? Atau ini sebuah intrik dari pihak tertentu? Yang pasti Aidid tidak hadir dalam pertemuan itu.

Sementara hubungan pasukan AS dengan rakyat Somalia pun menjadi semakin buruk akibat serangan itu.

8 Agustus 1993, sebuah ranjau, menewaskan 4 prajurit AS. Melihat situasi yang semakin serius, di bulan itu pula AS mengirimkan pasukan elit-nya ke Somali.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)
Delta Force, salah satu satuan elit yang dikirimkan, gbr diambil dr grid.id

Oktober 1993, pasukan AS berhasil mendapatkan informasi akan keberadaan orang-orang kepercayaan Aidid dan mengirimkan 4 batalion pasukan khusus (Bravo Company 3rd Battalion, the 75th Ranger Regiment, the 1st Special Forces Operational Detachment-Delta, and the 160th Aviation Battalion )untuk menangkap mereka.

Misi yang direncanakan akan selesai dalam waktu 30 menit itu pun berubah menjadi bencana ketika salah satu helikopter yang membawa pasukan elit itu ditembak jatuh oleh RPG milik pasukan Aidid.

Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)
Gbr bangkai helikopter yang tertembak, diambil dr TribunJogja

Dan dimulailah pertempuran sengit yang akhirnya dikenal dengan nama "Battle Of Mogadishu".

(Bersambung .... To be continue.... capek cuy ngetik sebanyak ini, selain itu jatahnya sisa 6900an karakter, ga cukup buat cerita ttg pertempurannya dan efek dari pertempuran ini sesudahnya. Tanggung kalau dilanjut di sini, jadi nanti ane bikinin trit kedua buat lanjutannya.)

emoticon-Nyepi

Sumber referensi





Index
Part-1 : Latar Belakang Dan Peristiwa Sebelum Battle of Mogadishu.

Part-2 : Kronologi Battle Of Mogadishu, Kesalahan Kebijakan & Strategi, Gangguan Politik Dalam Negeri, Also Heroik Dan Penyelamatan Yang Dramatis.
Diubah oleh lonelylontong 30-04-2021 22:16
indramamothAvatar border
red.wangyiAvatar border
combustorAvatar border
combustor dan 108 lainnya memberi reputasi
107
25.1K
284
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.1KAnggota
Tampilkan semua post
lonelylontongAvatar border
TS
lonelylontong
#48
Okay gansist, kita mulai dengan part-2, kalau di part-1 sudah kita bahas sekilas mengenai "The Battle Of Mogadishu", kemudian masuk lebih dalam mengenai rentetan peristiwa-peristiwa yang akhirnya berujung pada pertempuran itu.


Di bagian kedua ini, kita akan mencoba lebih jauh menggali, detail dari pertempuran itu sendiri.


Misi Rutin dan Rencana Tempur yang Sederhana.

3 Oktober 1993, pasukan elit AS di Somalia (Task Force Ranger dan Delta Force) mendapatkan tugas untuk menangkap dua orang kepercayaan Aidid.

Sebelum hari itu, mereka sudah beberapa kali menjalan misi yang serupa, yaitu terjun ke tengah-tengah wilayah lawan, menangkap orang penting dari pasukan lawan dan kemudian keluar dari daerah lawan dengan tangkapan mereka.

Dari beberapa sumber yang TS baca, rencana mereka hari itu kurang lebih sbb :

- Satuan dari Delta Force akan turun menggunakan tali, dari helikopter yang membawa mereka, ke atap hotel di mana target operasi mereka berada. Dari situ mereka akan bergerak untuk menangkap target operasi.

- Satuan pasukan Ranger, akan turun dengan cara yang sama ke sekeliling hotel, dan mengamankan wilayah di sekitar hotel tersebut. Tugas mereka adalah memastikan tidak ada orang yang bisa keluar masuk dari gedung hotel itu.

- Dari darat, sepasukan lain yang diangkut sembilan kendaraan HMMWV (High Mobility and Mulipurpose Wheeled Vehicle) dan 3 M939 truk militer akan bergerak ke arah hotel itu untuk menerima dan mengawal mereka keluar dari wilayah musuh.

kaskus-image
Gbr diambil dari Wikipedia


Rencana operasi yang sederhana dan sudah berkali-kali mereka lakukan tanpa masalah.


Kapan, Di Mana dan Bagaimana Kekacauan Itu Dimulai?

Awal kekacauan sudah terjadi jauh-jauh hari, sejak pemerintah AS menarik sebagian besar pasukannya dari Somalia.

Kehadiran pasukan PBB yang menggantikan pasukan AS, tidak memiliki wibawa dan efek yang sama. Kelompok-kelompok bersenjata mulai berani beroperasi di kota-kota Somalia dan menyulitkan satuan-satuan yang bertugas di lapangan.

kaskus-image
Gbr diambil dr navalhistory.org

Belum lagi lawan yang tidak berseragam dan membaur, membuat tingkat kesulitan yang tinggi untuk membedakan mana kelompok yang mendukung? Mana kelompok yang berbahaya? Mana sipil yang netral dan perlu dilindungi? Dll; sulit sekali untuk bisa dibedakan.

Ditambah dengan propaganda yang mumpuni dari pihak Aidid, akibatnya semakin lama, semakin banyak penduduk sipil yang mendukung Aidid dan membenci tentara AS.

Misi kemanusiaan sendiri sudah berubah bentuk, yang awalnya murni masalah kemanusiaan, sekarang menjadi misi untuk mengembalikan satu bentuk pemerintahan resmi di Somalia yang tentu saja jadi berwarna politis.

kaskus-image
Gbr diambil dr navalhistory.org

Siapa yang hendak dijadikan pemerintahan? Kelompok yang mana? Suku yang mana? Apa hak pemerintah AS untuk menentukan nasib Bangsa Somalia?

----

Serangan-serangan sebelumnya yang memakan korban sipil, dengan baik dimanfaatkan oleh Aidid dan kelompoknya.

Dari dalam negeri pemerintah AS pun mendapatkan tekanan masalah HAM.

kaskus-image
Bill Clinton keputusan politiknya mempengaruhi situasi perang. Gbr dr history.com

Akibatnya, saat pimpinan militer AS di Somalia meminta bantuan berupa kendaraan tempur dan persenjataan berat. Permintaan itu ditolak, sebisa mungkin pemerintah AS tidak menurunkan persenjataan yang memungkinkan jatuhnya korban dalam jumlah besar dan tidak terukur.

Sehingga misi-misi tempur seperti yang kemudian menjadi peristiwa "Black Hawk Down" ini, berangkat ke medan pertempuran dengan dukungan yang relatif minim dari sisi persenjataan dan kendaraan tempur.

----

Kemudian seperti sudah sempat disinggung sebelumnya, misi ini bukanlah misi yang pertama. Sudah ada enam misi serupa yang sebelumnya dilakukan (CMIIW) dan masalahnya pasukan AS sendiri, terutama dari level pimpinan yang merumuskan taktik di lapangan, terlalu meremehkan lawan.

Enam misi serupa, dengan enam taktik yang serupa sudah dilakukan.

Akibatnya pasukan AS yang bertugas menganggap ini tugas rutin biasa. Mereka meremehkan lawan yang selama ini dengan mudah mereka kalahkan. Mereka berangkat dengan persiapan yang relatif apa adanya, dengan perkiraan misi akan selesai dalam 30 menit.

Sebaliknya lawan mereka, kelompok bersenjata di bawah Aidid, sudah memahami benar apa yang akan dilakukan oleh pasukan AS dan sudah menyiapkan rencana balasan (dari salah satu sumber referensi ada interview dengan pihak Somalia yang mengonfirmasi hal itu, mereka sudah hafal dengan taktik pasukan AS dan sudah siap dengan rencana balasan).
kaskus-image
Gbr diambil dr pinterest akun Shutterfly, LLC

Ketika helikopter yang membawa pasukan elit dari satuan tempur Delta Force dan Task Force Ranger melintas di udara, pada saat itu juga kelompok bersenjata Somalia di Mogadishu mulai bergerak.

Satuan pasukan AS yang bergerak dari darat, seharusnya sampai di tempat hanya beberapa menit setelah satuan yang dibawa helikopter MH6 sampai di sasaran, akan tetapi jalanan di Mogadishu sudah penuh terpasang barikade dari batu, ban yang dibakar, sampah dan segala macam barang-barang dilemparkan oleh orang-orang Somalia di jalan-jalan untuk menghalangi kendaraan pasukan AS.

Kelompok militia di bawah pimpinan Aidid keluar ke jalan-jalan sambil berteriak-teriak menggunakan Toa (toa 6 M, wkwkwkwk j/k), memanggil dan memobilisasi penduduk kota, "Kasoobaxa guryaha oo iska celsa cadowga!"

Yang artinya, "Keluar dan pertahankan rumahmu!"

Kedatangan militer AS yang awalnya untuk tujuan yang mulia, demi misi kemanusiaan, dan disambut dengan gembira, entah di titik mana mulai berubah dan sekarang mereka menjadi musuh bagi orang-orang yang ingin mereka selamatkan.


Penyerangan Di Hotel Olympic

3 Oktober 1993,
15:42 Perintah keluar dan mereka berangkat.

Awal yang penuh gangguan.

Satuan khusus Delta Force sudah turun ke atap Hotel Olympic, sementara empat satuan Task Force Ranger juga sudah bersiap turun ke empat penjuru hotel.
kaskus-image
Gbr diambil dr StraitTimes

Kedatangan mereka disambut dengan hujan peluru dan beberapa Senjata Anti Pesawat Udara yang berusaha menjatuhkan helikopter pasukan AS.

----

Salah satu satuan TFR (Task Force Ranger) yang dibawa oleh helikopter Black Hawk dengan kode super 67 mendarat satu blok terlalu jauh dari target, dan satuan tersebut memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke tempat yang semestinya lewat jalur darat, karena situasi yang tidak memungkinkan bagi helikopter untuk mengambil mereka kembali.

Namun perjalanan mereka menuju ke Hotel Olympic terhambat, karena kelompok bersenjata Somalia sudah mulai berdatangan dan menembaki mereka.

kaskus-image
Gbr diambil dr Mirror.co.uk

-----

Satuan yang bergerak dari darat, akhirnya tiba di tempat tujuan 10 menit setelah rekan-rekan mereka sudah tiba lebih dahulu.

kaskus-image
Gbr diambil dr DW.com

-----

Di tempat lain, saat PFC Todd Blackburn sedang turun ke jalan menggunakan tali, helikopter yang membawanya dipaksa bermanuver untuk menghindari tembakan RPG dari salah satu atap gedung.

Akibatnya dia jatuh ke atas permukaan jalan, dari ketinggian 21 m, menderita luka di kepala dan lehernya, membuat dia kehilangan kemampuan untuk bergerak.

kaskus-image
Gbr ilustrasi diambil dr mirror.co.uk

Salah satu satuan yang terdiri dari 3 Humvee/HMMWV bergerak untuk mengevakuasi PFC Todd Blackburn. Seorang prajurit dari satuan itu (Sgt Dominick Pilla) tewas ketika sebuah peluru menembus kepalanya.

Di tengah hujan peluru satuan tersebut berhasil membawa PFC Todd Blackburn kembali ke markas. Ketiga kendaraan itu sudah penuh dengan lubang peluru saat mereka selamat di markas mereka (ingat bagian pertama, pemerintah AS menolak permintaan dari pimpinan pasukan di Somalia untuk dukungan berupa kendaraan baja).

----

Sambil menunggu satuan Delta Force berhasil mengamankan target operasi, pasukan yang lain berusaha mengamankan teritori, dibantu dengan rekan mereka yang berada di udara.


16:20 Helikopter Black Hawk dengan kode Super 61, jatuh tertembak.


Black Hawn Down yang pertama, pilot dan ko-pilot Black Hawk Super 61 tewas dalam kecelakaan itu, sementara dua awak terluka berat dan dua orang sniper dari satuan Delta Force (SSG Daniel Busch dan SGT Jim Smith) selamat.

Kedua orang sniper itu pun dengan segera mempertahankan lokasi jatuhnya helikopter itu dari serangan lawan.

Black Hawk Down dengan kode Super 68 dengan segera mendarat di lokasi tersebut untuk menyelamatkan mereka, tapi dalam prosesnya, Super 68 terkena RPG lawan dan harus terbang kembali ke markas.

kaskus-image
Gbr diambil dr BBC News.com

Namun setidaknya mereka berhasil menurunkan tim penyelamat yang dengan segera mengungsikan korban ke lokasi lain yang lebih aman.

Satuan yang ditugaskan untuk menyerang sudah berhasil mengamankan target operasi, namun terjadi salah komunikasi dengan rekan-rekan mereka yang bertugas untuk menjemput.

Akibatnya 20 menit waktu terbuang, dan pada saat itu, Black Hawk Down kedua terjadi.

Satuan penyerang ini, kemudian bergerak ke arah jatuhnya helikopter yang pertama, bergabung dengan rekan-rekan mereka yang lain. Sekitar 90 orang TRS dan Delta Force terjebak di lokasi itu, terkepung oleh musuh dan terpaksa berlindung di rumah-rumah penduduk di sekitar tempat itu dan menahan sementara penduduk sipil yang tinggal di rumah-rumah itu.

kaskus-image
Gbr diambil dr Lewtonbus.net


16:40 Black Hawk Down Super 64, dipiloti oleh CW3 Michael Durant jatuh tertembak.


Di lokasi jatuhnya Black Hawk kedua ini, satuan AS terkepung oleh musuh, mereka bertahan sambil dibantu dari udara oleh rekan mereka yang berada di helikopter Black Hawk Super 62.

Dua sniper dari satuan Delta Force (MSGGary Gordon dan SFC Randy Shughart) yang berada di Super 62 beberapa kali meminta agar diijinkan turun ke lokasi jatuhnya Black Hawk Super 64, tetapi ditolak.

Pada permintaan ketiga kalinya, barulah mereka mendapatkan ijin untuk turun membantu.
kaskus-image
Gary Gordon dan Randy Shughart, mempertaruhkan nyawa mereka dlm tugas, Gbr diambil dr specops.com


Dengan tambahan dua orang sniper ini di lokasi dan dukungan udara dari Super 64 mereka bisa bertahan.

Namun tidak untuk waktu yang lama, sebuah serangan RPG mengenai Super 64 dan helikopter ini terpaksa mundur kembali ke markas. MSG Gary Gordon akhirnya tewas terlebih dahulu dalam pertempuran, menyusul tak lama kemudian SFC Randy Shughart juga gugur dalam usaha menahan datangnya serbuan lawan.

Kelompok bersenjata Somalia pun membantai habis semua pasukan AS  di situ, kecuali pilot helikopter Michael Durrant yang ditangkap dan nantinya akan menjadi tawanan selama 11 hari sebelum akhirnya dibebaskan setelah negosiasi yang lama antara pemerintah AS dengan kelompok bersenjata di bawah pimpinan Aidid.

kaskus-image
Gbr diambil dr The Economics Time

Sepanjang malam, pasukan AS terjebak di tengah kota Mogadishu, dan harus bertahan dari gempuran kelompok bersenjata Somalia yang datang terus menerus.

Dengan dukungan dari udara hanya dari satu helikopter AH-6J yang dilengkapi dengan kemampuan tempur di malam hari.


02:00 Bantuan dari Pasukan PBB Berhasil Mencapai Mereka


kaskus-image
Gbr diambil dr smallwarsjournal

Sebelum operasi ini dilakukan, pimpinan pasukan AS tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pasukan PBB, akibatnya, saat pasukan AS terjebak bantuan pun tidak bisa datang dengan cepat.

Gabungan dari pasukan PBB dan pasukan AS akhirnya sampai juga ke tempat itu.

Dengan perlengkapan yang lebih lengkap dan jumlah yang memadai, mereka berhasil mengeluarkan pasukan AS yang terjebak di tengah-tengah pasukan lawan. Itu pun bukannya berjalan dengan mudah.

Satu orang tentara dari Malaysia tewas, belasan tentara AS juga tewas dalam perjalanan yang hanya sejauh dua mil itu.

Tujuh orang tentara Malaysia dan dua orang dari Pakistan terluka dalam pertempuran untuk keluar dari kepungan itu.


Mogadishu Mile


Jumlah kendaraan yang datang untuk mengevakuasi pasukan AS itu ternyata tidak cukup untuk digunakan bagi semua tentara yang ada.

Akibatnya beberapa orang dari satuan Task Force Ranger dan Delta Force akhirnya harus keluar dari lokasi pengepungan dengan berjalan kaki menuju satu titik pertemuan tertentu, di mana mereka nanti akan dijemput.

kaskus-image
Gbr diambil dr.visitmogadishu.com

Perjalanan menembus kepungan musuh ini nantinya dikenal dengan sebutan Mogadishu Mile. Satu orang tentara AS terluka dalam perjalanan ini.

---------

4 Oktober 1993, 06:30.

Pertempuran di Mogadishu dinyatakan sudah selesai, pasukan berhasil lepas dari kepungan.



(To be continue ya gan, bersambung ke part-3.... biasa dah hampir habis jatah karakter/trit. Gambar-gambar ilustrasi utk yang part-2 juga belum nyari nih.)
emoticon-Nyepi
Diubah oleh lonelylontong 30-04-2021 22:23
nilwatikta1965
bruno95
hilmiazizi19
hilmiazizi19 dan 39 lainnya memberi reputasi
40
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.