- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.9K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#3259
BAGIAN 46
MEREKA KEMBALI
part 1
MEREKA KEMBALI
part 1
Dimalam yang gelap dan dingin hingga menusuk tulan, Merry pergi dari rumah Bendoro dengan memanggul sebuah karung yang berisi tubuh Utami. Ia dinyatakan lulus ujian dengan nilai sempurna setelah berhasil mengalahkan Bendoro secara duel. Walaupun dengan cara yang licik, Merry bisa mengalahkan kuntilanak terkuat sejagat raya. Dia juga berhasil melampaui kekuatan dan kesaktian Hayati.
Merry memiliki tekad yang kuat dan pemberani. Selama hidupnya, ia selalu dirundung berbagai masalah yang membuat mentalnya menjadi kuat dan sekeras baja. Hal itulah yang menjadi pembeda antara Merry dan Hayati. Malam itu Merry memilih menggunakan kemampuan terbangnya untuk segera pulang menuju rumah kost Asnawi, namun mendadak ia berubah pikiran ketika melintasi sebuah rumah terbengkalai. Ia pikir membawa Utami dalam keadaan kepala terputus akan membuat Asnawi shock dan takut. Ia pun memutuskan untuk menyambungkan kepala Utami terlebih dahulu di rumah itu.
Merry mendarat tepat di depan rumah terbengkalai itu. Begitu ia menembus pintu untuk memasuki rumah, tiba tiba ia dihadang oleh penghuni gaib rumah itu. Jumlah mereka ada tiga, antara iain kuntilanak, arwah pria berdarah dan arwah perempuan bergaun merah. Ketiga hantu itu langsung berusaha meyerang Merry. Tampaknya akan sangat mudah bagi mereka untuk mengalahkan Merry yang sendirian, namun sayangnyam, semua itu tak terjadi. Merry dengan sangat mudah melumpuhkan mereka sampai terkapar di lantai.
"Siapa sebenarnya kalian?" tanya Merry sambil membersihkan gaun kuntinya yang berdebu.
"Ki...ki...kita penghuni rumah ini!! Kamu siapa?" jawab kuntilanak yang berambut merah.
"Aku kuntilanak...sama sepertimu...namaku Maryam Anggoro Nan Rajati...kamu bisa panggil aku Merry"
Ketiga arwah gentayangan itu langsung terharu melihat sosok Merry yang begitu kuat dan sakti. Mereka bersujud dihadapannya. Sontak, Merry langsung panik. Ia berusaha untuk menghentikan aksi sujud mereka.
"Hey kalian jangan sujud dihadapanku!!! Aku ini orang biasa, bukan dewa!!" kata Merry.
"Maafkan kami Tuan Putri...kami sangat terkesan melihat dirimu mengalahkan serangan kami" sahut arwah pria berdarah.
"Jangan panggil aku Tuan Putri ya!!! Merry aja!!" protes Merry.
"Baiklah Merry" balas arwah pria berdarah.
"Sekarang kalian bediri, terus kenalin nama kalian dan sebutkan alasan kenapa kalian menyerangku tadi...padahal ini kan rumah kosong yang gak ada pemiliknya" tanya Merry.
"Aku kuntilanak...namaku Kelly...pria yang berdarah ini adalah Pak Trisno, dia pemilik rumah ini semasa hidupnya dan setan cewek baju merah itu namanya Kartili...dia arwah gentayangan korban kecelakaan"
"Jadi kalian penghuni tetap rumah ini?"
"Iya Merry...kami minta maaf karena udah menyerang kamu tadi, kami takut kalo kamu adalah orang suruhan siluman Ajag Paneureusan yang selalu berusaha menculik para arwah gentayangan untuk dijadikan budak...barangkali kalo kamu mau ikut menempati rumah ini, kita akan dengan senang hati menerimanya"
"Aku bukan siapa-siapa...aku cuman singgah sebentar disini untuk menolong temanku"
Merry menaruh karung yang dipikulnya dihadapan ketiga hantu itu, lalu membuka isinya. tampak tubuh Utami dan potongan kepala yang terlihat mengenaskan.
"Apa kalian bisa membantuku?" tanya Merry.
"Bisa bisa" jawab Pak Trisno.
Pak Trisno mengangkat tubuh Utami sedangkan Kelly mengangkat kepalanya. Utami dibaringkan di sebuah meja makan yang berdebu. Kartili menyuguhkan beberapa botol jus darah dan bangkai kucing sebagai kudapan bagi Merry.
"Ayo dimakan Merr bangkai kucingnya!!" tawar Kartili.
"Terima kasih Kartili, cukup jus darah aja...aku gak suka bangkai kucing" balas Merry.
Ritual penyambungan kepala Utami pun dimulai. Merry menempatkan kepala Utami tepat diatas lehernya yang teputus. Ia menuangkan sebotol jus darah tepat pada bagian yang akan di sambungkan. Secara perlahan jaringan jaringan tubuh pada leher Utami tumbuh dan kembali menyambung. Tulang lehernya pun perlahan menyambung.
Utami akhirnya kembali siuman setelah lehernya menyambung dengan sempurna. Ia terkejut ketika melihat Merry dan ketiga hantu di rumah itu.
"Aku dimana? Merry...apa itu kamu?" tanya Utami bingung.
"Kamu udah aman Mi...selamat datang kembali" jawab Merry.
"Aku kenapa Merr? Kenapa aku gak tau apa yang terjadi? terus siapa mereka?" Utami menunjuk kepada para hantu penghuni rumah.
"Aku jelasin semuanya, tapi kamu minum jus darah ini dulu ya! Biar tubuhmu gak lemes"
Merry memberikan sebotol jus darah kepada Utami, ia langsung meminum jus darah itu sampai tak bersisa.
"Makasih Merr...aku masih pusing nih, terakhir kuingat kita ngedatengin Bendoro"
"BENDORO!!!!" sahut Kelly dengan suara lantang.
"Kamu kenal Bendoro?" tanya Merry.
"Siapa yang gak tau dia di dunia ini...dialah sang ratu kuntilanak...sang penyelamat dan pahlawan bagi kaum kita" jawab Kelly dengan menggebu-gebu.
"Pahlawan? Emang sebegitu hebatnya dia?" tanya Merry dengan nada meremehkan.
"Kamu jangan sekali-sekali meremehkan dan meragukan kesaktiannya, dia sangat kuat...kesaktiannya setara dengan para siluman bangsawan...dia juga yang membunuh Raja Siluman dan membantu Kanjeng Ratu naik tahta...kenapa kalian bisa ketemu Bendoro? Bukannya dia udah mati akibat bertarung sama Hayati?" kata Kelly dengan penuh semangat.
"Kamu tau tentang Hayati juga?" sela Utami.
"Gini-gini...aku tengahi yah...Bendoro masih hidup, dia menculik aku dan Utami...dia memenggal kepala Utami karena tau banyak tentang rahasianya dan dia menjadikanku kuntilanak super yang bisa setara sama Hayati" ujar Merry.
Kelly semakin tertarik dengan pembicaraan Merry, begitu pula Pak Trisno dan Kartili. Utami semakin bingung dengan keadaan itu. Ia tampak garu garuk kepala.
"Aku gak ngerti Merr...tolong jelasin dong?" pinta Utami.
"Baiklah, jadi gini Mi...malem itu aku dan kamu dateng ke rumah Bendoro dan Ratih buat minta batalin kontrak jadi kunti"
"Iya aku tau" sela Utami.
"Ternyata tujuan dia menjadikanku kuntilanak adalah untuk syarat ritual paku kuntilanak"
"Apaaaaaaaah!! Serius Merr?" Utami terkejut.
"Waktu itu kamu berusaha melindungiku, tapi sayang Bendoro menyuruh Ratih buat menggal kepalamu, abis itu aku di seret lalu dipukuli sampe bonyok...Ratih kemudian ngadain ritual paku kuntilanak...ia ngambil tangan kananku yang dipotong sebagai bahan baku baku untuk ritual...dia juga menggorok leherku untuk ngambil darahku yang banyak...setelah semua bahan diaduk dalam kuali, Bendoro dimasukan ke sana, lalu tak lama ia keluar dengan wujud manusia...Ratih memasang paku di kepalanya"
"Astaga...mereka kejam banget Merr...aku gak nyangka, Ratih tuh orang baik, aku udah ngaggep kakak sendiri"
"Ratih adalah pengikut setia Bendoro sejak merela masih hidup...jadi dia akan menuruti semua perintahnya"
"Terus abis Bendoro jadi manusia, kamu diapain lagi?"
"Aku dipaksa dijadiin muridnya buat gantiin Hayati...aku menolak, tapi dia maksa...dia mau ngasih metode latihan yang mengerikan buat aku biar menjadi sakti...dia mukulin aku lagi Mi, tak puas sampe disitu, dia bakar tubuhku selama 7 hari 7 malam"
"Awwww...ngeri banget Merr"
"Rasanya sakit banget Mi, aku sampe berharap mati aja...Bendoro bilang Hayati lebih parah lagi disiksa nya...dia disuruh berendam di kawah gunung api"
"Aku prihatin sama kamu Merr...aku prihatin"
"Makasih Tami"
"Terus kamu latihan berapa lama?"
"Sekitar 4 bulanan Mi...selama itu pula kamu gak sadarin diri...tubuhmu digantung ruang tengah rumah...dan kepalamu disimpan di lemari buat pajangan"
"Iiiiih sadis banget sih!!"
"Ya begitulah mereka...tujuannya adalah ngelatih mental aku"
"Ngelatih mental psikopat itu mah Merr"
"Iya Mi...Bendoro ngasih program latihan yang super berat, dia juga ngasih banyak ilmu, mulai ilmu beladiri, sihir, militer, politik bahkan sampe kanuragan...Hayati bisa nyelesein sampe setahun dan aku bisa cuma 4 bulan aja"
"Berarti kamu lebih hebat dari Hayati dong Merr?"
"Ya bisa dibilang begitu"
"Tapi, kenapa matamu gak berubah jadi kuning? Kata Hayati, kunti bermata kuning adalah tingkatan paling tinggi"
"Sebenernya Hayati selama ini di boongin sama Bendoro"
"Maksudnya?"
"Mata kuning itu sebenernya bukan nunjukin tingkat kesaktian, tapi tanda dirasuki sama iblis mata kuning"
"Iblis mata kuning? Jadi Hayati dan Bendoro dirasuki iblis itu?"
"Iya Mi...iblis itu bernama Azazil, dia adalah iblis salah satu iblis terkuat di semesta ini...Bendoro membagi dua jiwa iblis itu biar gak ngerusak dunia ini...dia ngejadiin Hayati sebagai wadah"
"Darimana kami tau hal ini Merr?"
"Bendoro yang nyeritain semuanya...dia sangat terbuka sama aku, dia cerita segalanya bahkan kisah dia ketika masih hidup...Nah, dari kelalaian Bendoro itulah, aku jadi tau kelemahan dia"
"Kelemahan? Bendoro kan sakti mandraguna?" sahut Kelly.
"Ya dia emang sakti banget, tapi tetap seorang perempuan" jawab Merry
"Apa kamu udah ngalahin dia?" tanya Utami
"Aku udah ngalahin dia di ujian terakhir"
"Tidak mungkin! Hayati yang sakti aja gak bisa ngalahin dia"
"Bener Mi, ni buktinya!"
Merry mengeluarkan gulungan perkamen dari kantong ajaib miliknya. Perkamen itu berisi kontrak dengan Bendoro.
"Apa itu kontrak?" Utami kembali terkejut.
"Iya...Bendoro bilang kali ujian terkhir itu harus bisa ngebunuh orang yang paling dibenci...kebetulan aku bendi banget sama Bendoro...jadi akhirnya kita duel...kalo aku berhasil ngalahin dia, maka dia akan balikin kontraknya sama aku"
"Kamu hebat banget Merr...bisa ngalahin Bendoro...tapi gimana caranya?"
"Aku pake taktik licik buat ngalahin dia, kalo lewat pertarungan langsung, itu mustahil buat ngalahin dia"
"Taktik kayak gimana?"
"Selama latihan aku dapet banyak kenalan baru dari kalangan arwah, gentayangan...aku kerjasama dengan seorang arwah ganteng...aku nyuruh dia berpura pura jadi Pangeran Wibisono buat ngerayu Bendoro...aki waktu itu gak terlalu yakin cara itu berhasil, tapi ternyata emang berhasil...Bendoro langsung termakan rayuannya...dia diajak ke sebuah tenda...disana Bendoro dan cowok itu melakukan hubungan intim, nah pas dia lagi ena-ena, aku dateng kesana dan memenggal kepalanya"
"Anjiiiiiir!!! Kukira Bendoro cewek paling kejam di dunia ini, tapi ternyata kamu jauh lebih kejam"
"Ya begitulah"
"Terus, apa Bendoro udah lenyap?"
"Tidak Mi, Bendoro adalah mahluk abadi, dia gak bisa dilenyapin, dia kembali hidup setelah kembali ke rumah...tapi satu hal yang pasti, Bendoro mengakui kekalahannya dan menepati janjinya untuk memberikan kontrak itu sama aku"
"Syukurlah kalo gitu Merr...kamu bisa jadi manusia lagi seperti semula...ayo kita pulang ke rumah Asnawi!" ajak Utami.
Merry setuju dengan ajakan untuk segera pulang menuju rumah kost Asnaw rasa rindu yang tak tertahankan membuatnya sangat ingin bertemu dengan sang kekasih hati. Merry dan Utami pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada Kelly, Pak Trisno dan Kartili atas bantuannya. Akan tetapi, ketika mereka pergi keluar, hujan deras yang disertai petir tiba-tiba mengguyur. Merry mendadak ketakutan ketika melihat guntur yang bergemuruh di langit.
"Kamu kenapa Merr?" tanya Utami yang cemas.
"Aku takut hujan deras Mi, aku jadi teringat ketika aku hampir mati ditabrak orang" jawab Merry.
"Hmmm...kalo gitu kalian tinggal aja disini untuk sementara...setidaknya sampe hujan reda" tawar Kelly.
"Sepertinya itu ide bagus, iya kan Mi?" kata Merry.
"Hmm...oke deh, kamu ini gimana sih, katanya kuntilanak sakti, tapi sama hujan takut...dasar payah!!!" gerutu Utami.
Mereka kembali masuk ke dalam rumah. Kelly mengantar mereka menuju sebuah kamar kosong yang berada di belakang rumah. Tampak kondisi kamar sangat menyeramkan dengan tempat tidur yang dipenuhi oleh debu yang sangat tebal. Bau apek bercampur aroma busuk menyelimuti kamar hingga Utami harus beberapa kali muntah.
"Maaf ya, kamarnya kotor kayak gini!! Aku belum sempet membersihkannya" kata Kelly sambil tersipu malu.
"Gak apa apa kok Jeng Kelly, kita udah biasa kok" balas Merry.
"Baiklah kalo gitu...selamat beristirahat"
Kelly kemudian pergi meninggalkan kamar dengan menembus dinding. Utami masih merasa kesal kepada Merry. Ia langsung berbaring di tempat tidur.
"Huh!! Cape banget badanku ini, 4 bulan kepala buntung, sekarang aku butuh energi yang banyak tapi malah ketahan disini" gerutu Utami.
"Maafin aku ya Mi...aku bener bener trauma sama hujan gede" sahut Merry sambil menjatuhkan diri di sebelah Utami.
"Iya deh...aku bisa nahan kok, kamu juga harus isi energi Merr"
"Hmmm...iya Mi, tapi kamu gak keberatan?"
"Kenapa pake keberatan segala Merr...aku mah gak apa apa kok, malahan bakalan seru kalo kita bermain bersama"
"Ahhhhhh!!! Aku jadi malu ihh bayanginnya"
"Hahahahaha...aku juga sama sih...hmmm...pasti Asnawi bakalan seneng banget kita pulang yah"
Merry mendadak terbawa perasaan ketika membicarakan rasa rindu terhadap Asnawi. Sampai sekarang, ia masih memegang predikat sebagai pacar dari laki-laki itu. Semenjak putus dengan Bi Asih, Asnawi langsung menyatakan perasaannya kepada Merry. Ia juga meminta maaf karena selama ini membuat Merry menderita. Bak gayung bersambut, pernyataan itupun langsung diterima oleh Merry. Hal itu adalah momen paling bahagia dalam hidupnya.
Merry selama ini adalah korban dari keegoisan Cascade yang tak mau Asnawi menjadi milik orang lain. Ia menerima serangan sihir maupun fisik dari Mommy Cascade yang berujung kelumpuhan kedua kakinya. Meskipun begitu, Merry tetap berbesar hati memaafkan Cascade dan Ibunya karena ia menganggap mereka sebagai manusia pada umumnya yang tak luput dari berbuat kesalahan. Selain itu mereka juga sudah dianggap keluarga oleh Merry.
Suasana pun menjadi hening ketika pikiran Merry maupun Utami melayang-layang. Mereka sama-sama memikirkan keadaan Asnawi selama ditinggal. Terkadan Utami tersenyum sendiri ketika membayangkan suatu hal yang nyeleneh tentang Asnawi.
"Tami..."
"Iya?"
"Apa kamu mencintai Asnawi?"
"Kalo aku masih punya perasaan hidup, aku pasti mencintainya...tapi sayang hatiku tetep merasa hampa, aku gak bisa mencintainya tapi cukup menyukainya aja...kalo kamu gimana Merr?"
"Aku mencintainya Mi, tapi aku mau ninggalin dia"
"Apaaaaaah!! Ninggalin dia?" Utami langsung terperanjat dan menatap Merry dengan serius.
"Iya Merr" jawab Merry datar.
"Kenapa? Padahal Asnawi juga pasti mencintaimu juga"
"Aku tau itu Mi, tapi walaupun begitu...hanya ada satu cewek yang tetap berada dihatinya, dia adalah Hayati...aku gak bakalan bisa menandinginya"
"Kamu gak boleh menyerah kayak gitu Merr...memang iya dia cinta mati sama Hayati, tapi kan Hayati udah gak ada Merr...dia udah tenang di alam baka"
"Suatu hari dia akan kembali ke Asnawi Mi...aku yakin itu, makanya aku gak mau sakit hati ketika hal itu bener bener terjadi"
"Tidak mungkin Merr...itu mustahil!! Hayati udah berada di alam baka, dia gak mungkin bisa hidup kembali"
"Gak ada yang mustahil di dunia ini Mi...semua bisa terjadi atas seizin Tuhan"
"Aku heran sama kamu Merr, dulu kamu menggebu-gebu pengen kembali jadi manusia dan balik sama Asnawi, tapi sekarang kamu mau ninggalin dia karena suatu hal yang gak pasti"
"Tami, awalnya sih emang iya aku gak mau jadi kunti, tapi setelah aku disiksa sama Bendoro lali dapet pelatihan yang luar biasa biadab darinya, aku jadi berubah pikiran"
"Kamu mau jadi kunti selamanya?"
"Enggak juga sih Mi, tapi aku pengen menolong kau arwah gentayangan biar ga diperbudak sama siluman dan manusia gak lagi pake jasa siluman buat mencapai tujuannya"
"Wah...kamu udah kena doktrin Bendoro Merr"
"Mungkin iya, tapi Bendoro bener...selama latihan aku diperlihatkan bagaimana kehidupan di dunia siluman...aku liat kekejaman mereka kapada para arwah gentayangan...dan para manusia musryik yang jahat tega menumbalkan orang orang tak berdosa sebagai bayaran untuk jasa siluman"
"Omonganmu persis sama kayak Hayati, tapi dia lebih memilih untuk hidup bersama Asnawi yang dicintainya"
"Tiap orang berbeda beda Mi, kalo ngikutin keinginanku, aku juga pengen kayak gitu...tapi hati nurani ku berkata lain...aku pengen berbuat sesuatu untuk kebaikan orang...selama ini aku cuman sampah...aku ini seorang pramuria yang rela menjual diri demi kemewahan...ayahku dipenjara, ibuku udah gak nganggep aku lagi dan adikku entah pergi kemana"
"Tapi kan kamu ditolong sama Hayati dan Asnawi buat keluar dari dunia gelap itu"
"Itu maksudku Mi, selama ini aku cuman jadi beban buat Asnawi...kalo aku bakar kontrak ini, aku akan balik jadi manusia normal tapi kakiku jadi lumpuh lagi...aku pasti gak bisa apa apa Mi, aku cuman jadi beban buat Asnawi...aku gak mau dia menderita karena aku"
Utami terdiam setelah mendengar penjelasan Merry. Ia mengerti isi hati Merry yang merasa tak berguna jika seandainya kembali menjadi manusia. Mau tak mau ia harus membiarkan Merry menjalankan niatnya.
"Apa kamu akan selamanya ninggalin Asnawi?"
"Enggak Mi, suatu hari kalo aku berhasil menciptakan perdamaian antara siluman, arwah gentayangan dan manusia...aku akan kembali, gak lama kok Mi...aku minta kamu jagain Asnawi ya!!"
"Aku janji Merr...aku akan jagain Asnawi"
Akhirnya mereka berpelukan. tangis haru menyertai momen itu. Merry akan pulang bersaam Utami menuju rumah Asnawi terlebih dahulu, sebelum akhirnya ia pamit kepada Asnawi untuk pergi.
...
symoel08 dan 47 lainnya memberi reputasi
48
Tutup























