Kaskus

Story

annastasia81Avatar border
TS
annastasia81
Bandara, Pesawat dan Cinta
Bandara, Pesawat dan Cinta

Kami adalah saksi di mana cinta tumbuh, dipertemukan, berpisah dan mati. Bandara, Pesawat dan Cinta inilah kisah kami.

Story #1

The Angels


4 landings, 10 hours, 2 nights layover, 5 consecutives days, 600 weeks. 

"Cabin Crew Take Off Position."

"Capt..."

"Yes?"

"Gw galau nih!"

"Kenapa lo Galau Yo?"

"Pacar gw Linda udah minta dinikahin, tapi gw lagi suka banget sama si Dinar selingkuhan gw Capt."

"Ah gitu aja galau, cemen lo! Ga apa-apa kalo belum merit pilih-pilih, tapi jangan sampai kalo udah nikah lo blangsat."

"Kayak lo ya Capt, setia sama istri salut gw, udah berapa tahun lo nikah Capt? 5 tahun? 7 tahun? Gila masih ada jaman sekarang Captain yang perawan di antara the angels, gokil gokil!"

"Ya intinya sih saling percaya aja Bro! Eh lo mau minum nggak? Gw mau pesen kopi, gw call cabin ya."

"Eh mbak Anindya baru aja divorce katanya, gw mau loh nikahin dia kalo dia mau sama gw Capt."

"Hahaha kurang apa lo? Udah ada dua, mau nambah satu lagi nggak tambah puyeng?"

"Nah itu seninya Capt! No body's perfect jadi kekurangan cewek-cewek itu bisa ditutupi dengan kelebihan yang lain!"

"Gila sampai segitunya lo mikir Yo, eh bentar ya gw panggil cabin dulu."

Tidak lama kemudian seorang perempuan cantik berambut sebahu meminta izin untuk masuk ke dalam flight deck. Rambut merahnya berkilau, terpantul cahaya matahari yang masuk dari cockpitwindow number 2.

"Mbak Anindya boleh saya minta kopi hitam?"

"Boleh Captain, Mas Aryo mau minum juga?"

"Hehehe... Saya cukup mbak makasih."

"Bener nih Yo? Tadi katanya mau minta apa gitu sama mbak Anindya?"

"Ah bercanda aja nih Captain, kalo Saya cukup, Mbak. Makasih."

"Ok saya buatkan minumannya dulu ya Capt."

Ketika Anindya keluar dan menutup pintu, Aryo mengacungkan ibu jari kanannya ke atas udara.

"Mantaaab!!! Cari perempuan tuh yang kaya gitu tuh Capt! Cantik, mulus, badannya oke banget, padahal anaknya udah satu!"

"Ah Lo berani ngomong doang Yo, gw kasih umpan tadi, lo ga makan!"

"Grogi gw Capt, wangi banget doi."

"Hahaha mana ada cabin yang nggak wangi! Bisa kena complaint penumpang nanti kalau bau Yo, bagaimana sih lo!"

"Btw Capt serius, lo ga pernah selingkuh? Sekali aja ga pernah khilaf? Beneran?"

"Yup never, i love my wife."

"Keren, jarang nih gw nemu cockpit kaya begini KEREN KEREN!"

"Eh prepare for descent Yo!"

"Roger Capt."

✈✈✈


"Pagi Capt..."

"Oh Pagi Mbak Anindya, yang lain kemana? Kok nggak breakfast?"

"Mereka lebih pilih tidur Capt karena kita landing cukup malam kemarin. Capt sendirian?
Mas Aryo nggak ikut turun Capt?"

"Tadi saya telepon dia ngajakin breakfast bareng, eh nggak diangkat. Masih molor kayanya
dia hehehe..."

"Oh begitu."

"Duduk sini Mbak, daripada sendirian kita duduk bareng aja di sini."

"Baik Capt."

"Mbak Anindya vegetarian ya? Kok cuma makan salad aja kayanya."

"Iya Capt, sudah 5 tahun.”

"Oh bagus dong! Saya juga mau mulai jadi vegetarian tapi istri saya ngajak makan steik
terus, jadi saya nggak sampai hati nolak ajakan dia hehehe..."

"Mungkin Capt bisa ajak istri Capt. Lebih sehat loh Capt."

"Iya nanti saya coba, biar kami jadi lebih sehat. Oh ya kalau olahraga, Kamu suka olahraga
apa?"

"Kalau saya suka joging Capt."

"Wah saya juga! Kalau leaving hotelnya siang, pasti saya joging di sekitar hotel, setelah ini
saya juga mau joging. Mbak Anindya mau ikut?"

"Iya boleh Capt. Kalau begitu saya ganti sepatu dulu Capt."

"Baik saya tunggu di lobby ya.

✈✈✈


"Cabin ready for boarding Capt.”

"Ok Mbak Anindya, kita boarding ya. Oh ya Mbak, next time kalau dapat schedule bareng kita joging lagi ya, seru juga ternyata kalau joging ada temannya!"

"Baik Capt."

Co-pilotAryo yang sedang memasang headset berbalik dan berseru excited.

"Eh Capt, kapan kalian jadi akrab?"

"Kita deket biasa aja kok, kebetulan kita joging bareng tadi pagi."

"Hati-hati pecah perawan Capt hahaha...."

"Gila lo Yo! Nggak enak kalau sampai kedengaran dia! Mbak Anindya juga bukan tipe
seperti itu, dia orangnya dewasa dan smart, gw kagum sama dia!"

"Hati-hati Capt dari kagum bisa jadian!"

"Ngaco lo Yo!"

"Gw contact tower dulu Yo... Position xx runaway ready, permitted to take off."

"Mbak... Saya mau ke lavatory tolong di cockpit dulu ya."

"Baik Mas Aryo."

Pintu cockpit tertutup, perempuan yang hampir berusia 30 tahun itu masuk ke dalam dan duduk di kursi observer.

"Mbak Anindya tinggal di mana?"

"Saya tinggal di Kemayoran Capt."

"Wah jangan-jangan kita tetanggaan nih, Mbak Anindya tinggal di apartemen mana?"

"Saya di Mediterania."

"Oh dekat dong, saya di Grand palace. Joging di sekitar apartemen saya enak loh suasananya.
Istri saya nggak suka olahraga, dia lebih suka nonton Drakor sambil ngemil hihihi... jadi kalo joging saya suka nggak ada temennya Kalo besok libur, joging di tempat saya aja. Saya catat nomer Kamu ya? Jadi kita bisa chat janjian joging."

✈✈✈


"Lumayan juga kita joging-nya hari ini ya Capt."

"Iya Nin, sampai habis nafas saya ini. Eh kalau tidak pakai seragam panggil saya Mas aja jangan panggil Capt. Nggak enak didenger orang nanti, kesannya saya sombong minta dipanggil Capt terus padahal nggak lagi duty hehehe...."

"Baik Mas."

"Eh Kamu kalau beli vegetarian food di mana?"

"Ada tokonya di dekat Tanjung Duren, nanti saya kasih alamatnya Capt, eh Mas."

"Hehehe kagok ya, nanti lama-lama juga biasa Nin."

"Kamu besok terbang ke mana Nin?"

"Besok saya standby Mas."

"Nah gitu dong sudah mulai biasa kan, eh iya sama dong saya juga standby. Kalau nggak kena revised terbang besok kita joging bareng lagi yuk."

✈✈✈


"Baik Mas"

"Loh Nin kamu kena revised ya?"

"Iya Capt... Capt juga?"

"Iya Capt Bernard sakit, saya yang gantiin. Ayo Kita briefing dulu ya!"

"Baik Capt."

"Nin... Ternyata kita delay, pesawat yang mau kita pakai dari KL belum landing."

"Oh baik Capt."

"Nin... Kamu mau ikut saya ngopi di Starbucks?"

"Iya boleh Capt."

✈✈✈


"Hallo Nin, kamu ada rencana mau keluar hotel nggak? Temenin aku cari running shoes yuk?

"Kemana Capt?"

"Ke Beach walk aja.”

"Ok kita ketemu di lobby dua puluh menit lagi ya!"

✈✈✈


Di depan pintu masuk parkiran hotel, motor datang dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.

"Awas Nin! Dasar tuh Bule nggak hati-hati naik motornya. Kamu nggak apa-apa kan? Ada yang luka?"

"Lutut aku aja ini berdarah, jatuh di aspal.”

"Maaf ya Nin, di kamar saya ada betadine, kita obati disitu ya."

Kamar pintu tertutup dan mereka duduk saling berhadapan di sofa.

"Terima kasih Capt biar saya saja yang bersihin lukanya.”

"Biar saya bantu, kamu kan luka karena mau nemenin saya cari sepatu.”

Mereka berdua secara tidak sengaja bersentuhan tangan, bertatapan dan laki-laki itu memajukan wajahnya inci demi inci hingga bibir mereka saling bersentuhan.

✈✈✈


"Nin... Aku kangen sama kamu. Aku ke apartemen ya?"

"Aku juga Mas... Jam 1 ayahnya Rio mau ngajak nonton, kamu ke sini jam 2 ya.”

"Iya aku juga lagi tunggu Ria dan anak-anak pergi ke rumah neneknya."

"Besok kamu jadi tukeran sama Capt Martin kan?"

"Iya jadi, besok kita layover bareng sayang, kamu bilang sama roomate kamu, nginep di rumah saudara aja, nanti kamu tidur di kamar aku."

"Ok sayang.”

✈✈✈


"Siapa? Istri kamu? Kan aku sudah bilang kalau lagi sama aku di silent dulu itu hp."

"Iya iya sorry, tapi aku harus angkat, kalau nggak nanti dia curiga."

"Nyebelin!"

5 menit laki-laki itu kembali naik ke ranjang.

"Maafin aku ya Nin, tadi Ria telepon, nanya aku sudah makan malam atau belum. Kalau nggak aku angkat, nanti dia curiga. Maafin aku ya cinta!"

"Ya nyebelin banget sih. Awas ya kalo sampai Kamu ulangi lagi, aku ga akan mau maafin Kamu."

"Iya cinta, maafin aku ya. Kamu tuh tambah cantik ya kalau lagi marah begitu!"

Mereka kembali berpangutan dan menyelesaikan kegiatan mereka yang tertunda.

✈✈✈


"Nin kamu harusnya ngertiin aku, aku kan sudah berkeluarga, tidak mungkin setiap hari aku bisa bersama kamu. Apalagi Ria sudah mulai curiga denganku!"

"Ya terus mau kamu bagaimana?"

"Ya kita jaga jarak dulu biar istriku tidak curiga"

"Enak banget ya kamu! Aku tuh kaya disposal bag. Habis kamu pake, Kamu buang. Dasar laki-laki buaya!"

"Bukan begitu Nin, kamu tahu kan aku sudah menikah, nggak mungkin aku menceraikan istriku bagaimana nasib anak-anakku nanti. Belum lagi apa kata orangtuaku!"

"Bisa ya kamu tidur sama aku, bilang cinta sama aku, terus kamu pulang, kamu tidur juga istri kamu! Bajingan banget Kamu, cinta sama dua perempuan!”

"Nin, Kamu juga sudah tahu bagaimana posisiku dari awal! Aku nggak bisa nikahi kamu karena aku nggak bisa cerai sama istriku."

"Fine! Let's over it right now. We are done!"

"But Nin... I love you!"

"Bullshit! Kalo bener Kamu cinta sama aki. Ayo pilih, aku atau dia?”

"I'm sorry Nin, Kamu kan tahu kondisi aku!”

"Okay, you made your decision then! Now leave!"

✈✈✈


One Month Later,

"Eh Capt... Lo tau nggak Mbak Anindya baru aja merit sama Captain Andri.”

"Iya gw diundang Yo, tapi gw nggak bisa datang, bini gw lagi mules-mules mau lahiran."

"Oh gitu, jackpot banget tuh Capt Andri dapat Mbak Anindya. Eh Capt gw mau pesen minum, gw call cabin ya.”

Tidak lama kemudian seorang perempuan cantik berambut sebahu meminta izin untuk masuk ke dalam flight deck. Rambut merahnya berkilau terpantul cahaya matahari yang masuk dari cockpit window number 2.

"Mbak Anindya boleh saya minta kopi hitam?"

"Boleh Captain, Mas Aryo mau minum juga?" 

4 landings, 10 hours, 2 nights layover, 5 consecutives days, 600 weeks. 

✈✈✈



INDEX


1.THE ANGELS

2.CINTA DI NEGERI 1001 MALAM

3.SATU PAGI DI CGK

4.SETAHUN LALU

5.REROUTE

6.MAKASSAR BERDARAH
Diubah oleh annastasia81 10-05-2021 13:57
m4ntanqvAvatar border
dayflyingAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 21 lainnya memberi reputasi
22
5.7K
47
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
annastasia81Avatar border
TS
annastasia81
#14
Bandara, Pesawat dan Cinta


Kami adalah saksi di mana cinta tumbuh, dipertemukan, berpisah dan mati. Bandara, Pesawat dan Cinta inilah kisah kami.

Story #6

Makassar Berdarah



2 landings, 4 hours, 2 nights layover, 5 consecutives days, 600 weeks.

"Hey Sarah kita terbang bareng lagi." Dengan genit Capt Berry menjawil gemas dagu pramugari cantik itu.

"Ikutan ya Capt." kata Sarah sambil mengangguk malu-malu.

"Ini Flight kedua kamu kan sama saya?"

"Iya First Flight kemarin kan waktu kita terbang bareng ke Makassar Capt."

Capt Berry menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "Iya satu set crew minum kopi di deket Losari kan?"

"Iya Capt Berry yang baik hati kan yang traktir kami hehehe..." tawa Sarah terdengar menggoda.

"Habis kamu saya ajakin karoeke berdua di hotel nggak mau sih!" Capt Berry mendekat dan mulai memegang tangan Sarah.

Sambil melepaskan tangannya secara perlahan Sarah berujar kesal, "Kemarin itu aku takut sama FA 1 ku Capt, dia terkenal galak banget. Aku takut kalo dia maki-maki aku kalo aku kemaleman masuk ke kamar."

"Oh gitu, lalu hari ini FA 1 kamu siapa? Saya belum cek nama-nama crewnya." Capt Berry kali ini menaruh tangannya di pinggang Sarah dan mulai menariknya mendekat.

"Mbak Irene, Capt." Sarah terlihat tidak nyaman, takut Fa 1 nya tiba-tiba datang ke cabin depan. Ia berusaha membuat jarak pada pelukan Capt Berry.

Seraya melepaskan Sarah, Capt Berry berseru, "Irene ya? Baik kok dia, tapi tenang aja kamu kalau dia marah-marah nanti kamu bilang aja sama saya."

"Iya terima kasih Capt." Sarah terlihat lebih santai ketika Capt Berry mundur menjauh.

"Saya minta nomer kamu dong."

"Boleh Cap, ini nomernya 0812975XX..."

"Aku whassap, kamu jawab ya! Awas kalau enggak, nanti saya gigit loh!" Capt Berry berpura-pura memasang wajah seram ingin menerkam.

"Hahaha iya Capt, ampun jangan gigit ya." Sarah berusaha menahan gelak tawanya agar tidak terdengar crew yang lain.

Capt Berry kembali mendekati Sarah dan berbisik pelan, "nggak akan kok kalo di sini, tapi nggak janji deh kalo di kamar."

🛫🛫🛫


"Mbak Irene, saya mau ke lavatory dulu, tolong temenin Mas Dimas di cockpit ya!" Perintah Capt Berry pada Irene, FA1 yang incharge di penerbangannya.

"Baik Capt." Irene menyahut patuh.

Pintu flight deck terbuka, Capt Berry keluar menuju Galley depan.

"Sarah." Panggil Capt Berry pelan.

"Iya Capt, ada apa? Capt mau minum?"

"Pulsa kamu sudah masuk belum? Tadi sebelum boarding saya isikan Kamu satu juta."

"Kok banyak banget Capt?" Meski terkejut tapi terlihat jelas wajah Sarah tampak senang.

"Biar kamu nggak ada alasan untuk nggak jawab saya karena nggak punya kuota." Terlihat Capt Berry bangga melihat wajah gembira Sarah.

"Hahaha Capt bisa aja nih. Oh ya Capt mau minum atau ke lavatory?" tanya Sarah yang lupa akan tujuan awal Capt berkumis tipis itu.

"Mau ketemu kamu. "

"Ih Capt bercanda terus, kopi ya Capt?"

"Sun aja deh." Goda Capt Berry, genit.

"Hahaha nanti diliat penumpang, malu ah Sarah, nanti viral lagi." tolak Sarah pada ajakan genit Capt.

"Jadi kalau di kamar mau kan?" Kekehan kecil keluar dari bibir Capt Berry.

"Hmmm pikir-pikir dulu deh, aku kan sekamar sama mbak Irene. Kalau aku keluar kamar sendirian dia pasti curiga."

"Sudah bilang aja kamu nginep di rumah saudara kamu dan saya udah izinin. Ke kamar ya nanti!"

"Hmmm..."

"Nanti saya beliin pulsa lagi deh!" Capt Berry kembali merayu.

Dengan tersenyum Sarah, berseru genit, "Kan masih banyak pulsanya."

"Iya nanti saya cicilin mobil mau ya?"

Meski matanya berbinar, tetapi dengan nada cuek Sarah berkata, "Liat nanti deh Capt."

"Mau aja deh, nanti ku beliin apartemen ya."

Tidak sanggup berpura-pura Sarah akhirnya tertawa senang, "Hahaha iya iya iya, ok."

"Good... Sampai nanti malam Cantik!"

🛫🛫🛫


Dini hari, telepon di kamar hotel Irene berdering kencang. Dengan suara mengantuk ia menjawab panggilan itu.

"Hallo selamat pagi."

"Mbak Irene, mohon maaf menganggu waktu istirahatnya. Boleh kami minta tolong Mbak Irene ke lobby sebentar, ada yang ingin manajer hotel kami sampaikan."

"Maaf ada apa ya pak, saya leaving hotel 2 jam lagi dan ini jam 3 pagi ya Pak."

"Mohon maaf Mbak, tapi ada hal penting yang ingin disampaikan oleh manajer kami."

"Ya sudah saya ke lobby sekarang."

Suasana lobby masih dalam keadaan sepi dan hanya manager on duty dan room boy on duty yang ada di sana.

"Ada apa ya pak, pagi-pagi buta saya diminta untuk turun ke bawah."

"Saya minta maaf Mbak atas ketidaknyamanan ini, tetapi boleh mbak ikut kami ke kamar Capt Berry."

"Ada apa ya Pak?"

"Tolong mbak ikut dan kami akan menjelaskan di sana"

Kamar 303 dibuka oleh Manajer hotel dan mereka masuk ke dalam kamar.

"Ya Allah, darah apa ini Pak?"

"Nah itu yang ingin kami tanyakan Mbak"

"Capt Berry ke mana Pak?"

"Boleh room boy yang menjelaskan mbak?"

"Begini Ceritanya mbak, pukul 1 pagi saya mendapat telepon dari Capt Berry untuk datang ke kamarnya"

"Terus Mas?"

"Jadi di kamar ini ada Captain Berry dan junior Mbak kalau tidak salah Mbak Sarah namanya. Mereka minta saya untuk membersihkan darah yang ada di dinding-dinding ini dan di seluruh ranjang yang sudah mereka balik Mbak."

"Darah apa itu Mas?"

"Sepertinya darah nganu Mbak, junior Mbak meminta saya untuk membelikannya pembalut Mbak"

"Ya Tuhan... Sekarang mereka ada di mana?"

"Capt meminta dipindahkan ke kamar yang baru, kami pindahkan beliau ke kamar 411."

"Terus kenapa Mas tidak menanyakan darah apa ini dan kronologis kejadiannya?"

"Saya tidak berani Mbak, apalagi Capt memberikan uang agar saya tidak bilang siapa-siapa, tetapi karena saya bingung tidak bisa menghilangkan semua darah ini, makanya saya melapor kepada Manajer saya."

"Bagaimana saran dari Mbak?"

"Saran saya sebaiknya bapak melaporkan kejadian ini kepada perusahaan saya, company to company Pak, biar perusahaan saya yang memutuskan langkah apa selanjutnya."

"Baik Mbak, terima kasih atas sarannya. Maaf sekali lagi telah menganggu waktunya."

🛫🛫🛫


"Mbak Irene, Flight Mbak kemarin kenapa Mbak?"

Irene yang baru saja selesai pre-flight briefing untuk penerbangan malamnya menuju Jayapura menoleh ketika seorang Captain bertanya padanya.

"Oh kejadian kemarin di Makassar. Kamar Hotel berdarah itu Capt?"

"Ya kejadian itu, waktu Mbak terbang sama Capt Berry kalo tidak salah."

"Nggak ngerti juga sebenarnya ada apa di kamar itu Capt. Yang pasti yang perempuan diminta untuk resign sama kantor dan Capt Berry di skors selama sebulan."

"Kok nggak adil sih! Kasihan mugari-nya dong!"

"Saya kurang ngerti Capt, yang pasti itu keputusan dari manajemen kita."

"Kalau gitu nggak bakal bikin jera dong buat orang bikin skandal waktu on duty!" Capt itu tampak kesal dengan punishment yang dianggap sangat timpang.

"Tapi memang mahal sih nyetak pilot dibanding nyetak mugari, sorry ya Irene, nggak maksud untuk ngecilin profesi kamu." lanjutnya lagi dengan wajah sebal.

"Iya Capt saya ngerti banget ketimpangan itu! Tapi memang begitu kenyataannya. Kontrak saya dan Capt pun beda. Kami pegawai kontrak dan Capt pegawai tetap, jadi saya juga maklum dengan keputusan manajemen."

Melihat Capt itu yang masih ingin melanjutkan percakapan yang juga membuat dirinya kesal, Irene segera menyudahinya dengan cepat.

"Capt Saya duluan ya, sepertinya pesawat saya sudah ready."

2 landings, 4 hours, 2 nights layover, 5 consecutives days, 600 weeks.

🛬🛬🛬
Diubah oleh annastasia81 25-04-2021 17:41
delet3
pulaukapok
dayflying
dayflying dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.