- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#98
Chapter 65
Perbincangan keduanya masih berlanjut, Djohan mengawali ceritanya dengan malam di mana dirinya terbunuh dengan cara tragis, lalu ketika bangun sudah berada di sebuah ruangan dan dirinya sudah menjadi seorang Beaters tanpa dipinta. Ia membatasi diri tidak membawa hal-hal yang dirasanya sangat rahasia seperti sistem clan dalam organisasi besar Beaters khususnya Silver Clan tempatnya bernaung.
Djohan membuka bajunya, membuat Jenny naik dan malu. “Kamu melihatnya?” tanya Djohan.
“Tubuh yang atletis?” timpalnya, Jenny semakin memerah ketika tangannya diraih oleh Djohan dan meletakan tangan lembutnya itu tepat didadanya.
“Sekarang bagaimana? Apa kamu merasakannya?”
Jenny merasakan bahwa di dada Djohan ada bagian yang lebih menonjol seperti ada sesuatu yang tertanam.
“Kami menyebutnya Beat, semacam makhluk hidup yang memberikan kami kekuatan untuk hidup, jika kamu menghancurkannya maka….,” Djohan diam sejenak. “maka kami mati.”
Jenny mempelajari sesuatu, bahwa kelemahan terbesar yang dimiliki oleh Beaters adalah di bagian dada mereka di mana terdapat Beat di sana. Namun dalam kenyataannya menghancurkan Beat sendiri sangat sulit. Karena mereka para monsters tidak berbentuk seperti Djohan yang sekarang sedang duduk santai dan wujudnya masih enak dipandang. Bentuk mereka kebanyakan adalah monster dengan tinggi minimal 2 meter, tanduk yang bercabang, tubuh yang sangat kasar bahkan berkulit tajam.
“Aku sangat bersyukur, diberikan kesempatan kedua meskipun bukan sebagai manusia seutuhnya….”
“Hmm, kamu tetap ku anggap sebagai seorang manusia dimataku,” senyum Jenny. “aku penasaran dengan orang-orang yang menjadikanmu Beaters. Mereka para ilmuwan atau Beaters?”
“Eh?” Djohan sempat berpikir sejenak, tetapi tatapan tulus Jenny membuyarkannya. “ada apa?”
“Tidak, pertanyaanku barusan tidak perlu kamu jawab,” bangkit dari bangku dan berdiri, “aku bertanya terlalu dalam, keseruannya pasti akan berkurang dan setelahnya mungkin aku tidak punya alasan lagi tuk bertemu padamu…“
Semua rasa penasaran tuk saat ini sudah berhasil Jenny penuhi, memang benar bahwa Djohan merupakan seorang Beaters. Tetapi tidak seperti kebanyakan yang menghisap darah korbannya, Djohan bisa hidup layaknya manusia biasa. Alasan dibalik itu semua akan ia kupas lebih mendalam dikesempatan mendatang, malam ini semuanya sudah cukup. Tanpa bermaksud mengusir, Jenny mengatakan jika Djohan ingin pulang maka ia tidak akan menahannya.
“Baiklah kalau begitu,” Djohan beranjak dari bangku. “senang rasanya bisa berbicara terbuka seperti ini,” senyum Djohan.
“Aku sama sekali tidak menyangka kamu bisa menanggung semua ini sendirian. Tanpa memberitahu teman-teman satu pekerjaan maupun keluarga,” Jenny mengantar Djohan sampai pintu. “terima kasih, jika trafik web kami naik, aku akan meneraktir mu balik. Bagaimana?” Djohan menjawabnya dengan anggukan pelan. “ummm….,” Jenny tampak ingin mengatakan sesuatu tetapi ia menahannya.
“Kenapa?” tanya Djohan.
“Sesi wawancara selanjutnya?”
“Ya, kabari aku tidak kamu datang ke Surban lagi…,” Djohan pun berpamitan.
Baginya itu adalah suatu keputusan yang baik dalam hidupnya, berbicara mengenai keadaannya kepada orang lain membuatnya sedikit lega. Djohan belum bisa berbicara terbuka seperti itu kepada keluarganya, ia mengkhawatirkan kondisi adik dan ibunya ketika tahu bahwa orang yang mereka sayangi bukanlah orang yang sama dengan yang mereka kenal selama ini. Jika waktunya tiba Djohan ingin memberitahu keluarganya, bahwa dirinya adalah seorang monster Beaters.
Dua anggota Silver clan dan seorang anggota Bronze clan tiba bersamaan di Wilson Bar and Caffee, di dalam sudah menunggu seseorang yang sudah mereka kenal semua. Dia adalah Ilo, wakil ketua dari Bronze Clan. Ia sudah menunggu kedatangan ketiganya, ada sesuatu yang harus dibicarakan. Tuan Stam juga sudah menunggu diruangannya. Dalam pertemuan itu hanya pekerja bar yang menunggu di luar karena masih ada pelanggan yang harus dilayani meskipun waktu sudah sangat malam dan sebentar lagi bar akan tutup.
Semua peserta pertemuan berkumpul diruangan Tuan Stam, dengan wajah yang tegang diperlihatkan oleh Sterling. Meskipun ia sudah mengetahui bahwa pertemuan ini akan membicarakan tentang kebangkitan Red Sun, tetapi hal detilnya belum disampaikan. Maka dari itu jantungnya berdebar untuk mendengarnya.
“Ok, perwakilan Silver Clan sudah berkumpul di sini, sisanya bisa kalian beritahu nanti,” Ilo membuka pembicaraan. “langsung saja, Red Sun telah bangkit, ia sudah menemukan tubuh manusia yang cocok dengan Beat miliknya,” Sterling dan Vivian sedikit terkejut ketika mendengarnya, terutama bagian Red Sun sudah menemukan tubuh yang cocok. Tuan Stam masih diam, tidak terkejut sama sekali. “dua orang terkuat dari Black Clan berhasil menemukannya, tetapi….,” suasana makin mencekam. “tidak ada bekas dari mereka berdua, kondisi tempat ditemukannya Red Sun juga hangus terbakar.”
Ilo melanjutkan, “kabar ini menyebar begitu cepat, kebetulan kami sampai di kota ini setelah melakukan perjalanan panjang untuk memburu Beaters di seluruh belahan dunia. Jadi kami menyempatkan diri untuk memberitahu kalian, terutama kau…tuan Stam.”
“Sebagai Bronze Clan sudah tugas kami untuk berkeliling untuk mencari Beaters dan juga memburunya, makanya tidak heran jika ketua kami sulit ditemui karena hal itu. Kalian sudah bertugas dengan baik sih…,” tambah Cetrune.
“Tugas?” Sterling yang merupakan anggota kedua setelah Gonzalo pun tampak polos menanyakan hal seperti itu.
“Eh?” Cetrune menatap tuan Stam. “yang benar saja….”
Tuan Stam pun angkat bicara untuk menjelaskannya pada Sterling, dan juga untuk memberitahunya hal penting yang selama ini tidak diungkapkannya. Dalam organisasi Royal Clan Beaters masing-masing clan mempunyai tugas, selain tugas pokok mengalahkan Red Sun bersama-sama mereka juga diberikan tugas lain. Golden Clan sebagai pemimpin dan pengawas dari semua anggota Royal Clan, maka dari itu di tempat mereka terdapat ruangan pengawas yang berisikan beat kecil yang diambil dari sampel darah para anggota.
Silver Clan bertugas untuk menjaga keutuhan Royal Clan, bisa disebutkan mereka adalah tangan kanan dari Golden Clan. Menjaga keutuhan bisa dimaksudkan sebagai mencegah terjadinya perang antar clan yang bisa disebabkan oleh hal eksternal. Seperti Allison yang membuat koloninya sendiri, jika tidak ditangani bukan tidak mungkin Allison akan menginvasi semua clan. Lalu berlanjut ke Bronze Clan seperti yang sudah disebutkan, mereka bertugas untuk memusnahkan seluruh Beaters yang tersebar di muka bumi. Karena para Beaters itu bisa menjadi sumber kekuatan bagi Red Sun.
Kebawahnya ada White Clan yang diisikan orang-orang pintar dalam hal obat-obatan dan medis, bertujuan untuk menemukan obat ampuh atau racun untuk melemahkan Red Sun dan umumnya untuk memusnahkan para Beaters non clan. Sampel dari White Clan diberikan kepada Bass melalui Silver Clan untuk diteliti bersama, hasilnya adalah racun Beaters. Dan terakhir adalah Black Clan, sebagai intel mencari keberadaan Red Sun. Jika para Beaters masih bisa berkeliaran bebas, maka sudah dipastikan Red Sun masih hidup.
Tidak banyak hal yang disampaikan oleh Bronze Clan, kedatangan mereka memang diniatkan untuk memberitahu sekaligus memberikan peringatan bahwa kemungkinan Red Sun akan bergerak dalam waktu dekat. Kehilangan dua orang terkuat dari Black Clan sangat mempengaruhi peta kekuatan Royal Clan. Jika dihadapkan Red Sun sekarang, sudah dipastikan mereka akan kalah. Untuk itu para Royal yang tersisa harus membenah diri dan meningkatkan kekuatan mereka.
“Black Clan sudah habis, walaupun aku berharap mereka bisa lolos dari serangan maut Red Sun,” Ilo beranjak pergi dengan Cetrune. “bersiaplah, kami juga akan segera berkumpul dengan sisa anggota yang lain dan juga ketua…”
Ketika membuka pintu, Bronze Clan bertemu dengan Djohan yang baru tiba setelah dari apartemen Jenny. Ini pertemuan keduanya dengan Cetrune setelah penyerangan di taman barusan. sebelum benar-benar pergi, Cetrune menepuk pundak Djohan. Lalu membisikan sesuatu padanya.
“Jika hanya mengandalkan kecepatan, kau tidak akan bertambah kuat….”
“Aku belum menggunakan seluruh kekuatanku,” berkata seperti itu setelah sosok Cetrune dan Ilo pergi menjauh.
Sementara itu di ‘Golden Castle’ yang terletak di negara kecil di benua biru, seorang wanita mencari keberadaan Troy yang menghilang semenjak kembali beberapa hari lalu.
“Eh, kemana sih dia?” lalu seseorang menghampirinya.
“Mencari Troy? Hentikanlah, ia sedang marah akibat dikerjai oleh ketua,” tawanya muncul, sambil meledek Troy yang tidak ada di tempat.
“Benarkah???”
Troy sendiri sedang berada di suatu tempat, ia masih tidak menerima dengan kejadian tempo hari. Setelah Troy datang melapor tentang hal yang ia temukan, barulah ketua Golden Clan memberitahunya bahwa tujuan asli mengirimnya tuk menemui Black Clan bukanlah untuk memberantas mereka. Tetapi untuk menarik Red Sun yang keberadaannya dekat dengan mereka waktu itu. Red Sun akan terpanggil jika merasakan kekuatan besar muncul disekitarnya, tetapi perkiraan ketua Golden Clan meleset. Karena sesampainya Troy kalah, Red Sun tidak muncul.
“Ternyata kekuatan kalian bertiga tidaklah cukup, aku meremehkan Red Sun,” ucap ketua Golden Clan yang masih terbayang dipikiran Troy.
“Cih! Apa aku belum cukup kuat?!” tubuh Troy bercahaya membuatnya tidak menyadari bahwa tempat disekitarnya mulai terbakar.
Quote:
Perbincangan keduanya masih berlanjut, Djohan mengawali ceritanya dengan malam di mana dirinya terbunuh dengan cara tragis, lalu ketika bangun sudah berada di sebuah ruangan dan dirinya sudah menjadi seorang Beaters tanpa dipinta. Ia membatasi diri tidak membawa hal-hal yang dirasanya sangat rahasia seperti sistem clan dalam organisasi besar Beaters khususnya Silver Clan tempatnya bernaung.
Djohan membuka bajunya, membuat Jenny naik dan malu. “Kamu melihatnya?” tanya Djohan.
“Tubuh yang atletis?” timpalnya, Jenny semakin memerah ketika tangannya diraih oleh Djohan dan meletakan tangan lembutnya itu tepat didadanya.
“Sekarang bagaimana? Apa kamu merasakannya?”
Jenny merasakan bahwa di dada Djohan ada bagian yang lebih menonjol seperti ada sesuatu yang tertanam.
“Kami menyebutnya Beat, semacam makhluk hidup yang memberikan kami kekuatan untuk hidup, jika kamu menghancurkannya maka….,” Djohan diam sejenak. “maka kami mati.”
Jenny mempelajari sesuatu, bahwa kelemahan terbesar yang dimiliki oleh Beaters adalah di bagian dada mereka di mana terdapat Beat di sana. Namun dalam kenyataannya menghancurkan Beat sendiri sangat sulit. Karena mereka para monsters tidak berbentuk seperti Djohan yang sekarang sedang duduk santai dan wujudnya masih enak dipandang. Bentuk mereka kebanyakan adalah monster dengan tinggi minimal 2 meter, tanduk yang bercabang, tubuh yang sangat kasar bahkan berkulit tajam.
“Aku sangat bersyukur, diberikan kesempatan kedua meskipun bukan sebagai manusia seutuhnya….”
“Hmm, kamu tetap ku anggap sebagai seorang manusia dimataku,” senyum Jenny. “aku penasaran dengan orang-orang yang menjadikanmu Beaters. Mereka para ilmuwan atau Beaters?”
“Eh?” Djohan sempat berpikir sejenak, tetapi tatapan tulus Jenny membuyarkannya. “ada apa?”
“Tidak, pertanyaanku barusan tidak perlu kamu jawab,” bangkit dari bangku dan berdiri, “aku bertanya terlalu dalam, keseruannya pasti akan berkurang dan setelahnya mungkin aku tidak punya alasan lagi tuk bertemu padamu…“
Semua rasa penasaran tuk saat ini sudah berhasil Jenny penuhi, memang benar bahwa Djohan merupakan seorang Beaters. Tetapi tidak seperti kebanyakan yang menghisap darah korbannya, Djohan bisa hidup layaknya manusia biasa. Alasan dibalik itu semua akan ia kupas lebih mendalam dikesempatan mendatang, malam ini semuanya sudah cukup. Tanpa bermaksud mengusir, Jenny mengatakan jika Djohan ingin pulang maka ia tidak akan menahannya.
“Baiklah kalau begitu,” Djohan beranjak dari bangku. “senang rasanya bisa berbicara terbuka seperti ini,” senyum Djohan.
“Aku sama sekali tidak menyangka kamu bisa menanggung semua ini sendirian. Tanpa memberitahu teman-teman satu pekerjaan maupun keluarga,” Jenny mengantar Djohan sampai pintu. “terima kasih, jika trafik web kami naik, aku akan meneraktir mu balik. Bagaimana?” Djohan menjawabnya dengan anggukan pelan. “ummm….,” Jenny tampak ingin mengatakan sesuatu tetapi ia menahannya.
“Kenapa?” tanya Djohan.
“Sesi wawancara selanjutnya?”
“Ya, kabari aku tidak kamu datang ke Surban lagi…,” Djohan pun berpamitan.
Baginya itu adalah suatu keputusan yang baik dalam hidupnya, berbicara mengenai keadaannya kepada orang lain membuatnya sedikit lega. Djohan belum bisa berbicara terbuka seperti itu kepada keluarganya, ia mengkhawatirkan kondisi adik dan ibunya ketika tahu bahwa orang yang mereka sayangi bukanlah orang yang sama dengan yang mereka kenal selama ini. Jika waktunya tiba Djohan ingin memberitahu keluarganya, bahwa dirinya adalah seorang monster Beaters.
Dua anggota Silver clan dan seorang anggota Bronze clan tiba bersamaan di Wilson Bar and Caffee, di dalam sudah menunggu seseorang yang sudah mereka kenal semua. Dia adalah Ilo, wakil ketua dari Bronze Clan. Ia sudah menunggu kedatangan ketiganya, ada sesuatu yang harus dibicarakan. Tuan Stam juga sudah menunggu diruangannya. Dalam pertemuan itu hanya pekerja bar yang menunggu di luar karena masih ada pelanggan yang harus dilayani meskipun waktu sudah sangat malam dan sebentar lagi bar akan tutup.
Semua peserta pertemuan berkumpul diruangan Tuan Stam, dengan wajah yang tegang diperlihatkan oleh Sterling. Meskipun ia sudah mengetahui bahwa pertemuan ini akan membicarakan tentang kebangkitan Red Sun, tetapi hal detilnya belum disampaikan. Maka dari itu jantungnya berdebar untuk mendengarnya.
“Ok, perwakilan Silver Clan sudah berkumpul di sini, sisanya bisa kalian beritahu nanti,” Ilo membuka pembicaraan. “langsung saja, Red Sun telah bangkit, ia sudah menemukan tubuh manusia yang cocok dengan Beat miliknya,” Sterling dan Vivian sedikit terkejut ketika mendengarnya, terutama bagian Red Sun sudah menemukan tubuh yang cocok. Tuan Stam masih diam, tidak terkejut sama sekali. “dua orang terkuat dari Black Clan berhasil menemukannya, tetapi….,” suasana makin mencekam. “tidak ada bekas dari mereka berdua, kondisi tempat ditemukannya Red Sun juga hangus terbakar.”
Ilo melanjutkan, “kabar ini menyebar begitu cepat, kebetulan kami sampai di kota ini setelah melakukan perjalanan panjang untuk memburu Beaters di seluruh belahan dunia. Jadi kami menyempatkan diri untuk memberitahu kalian, terutama kau…tuan Stam.”
“Sebagai Bronze Clan sudah tugas kami untuk berkeliling untuk mencari Beaters dan juga memburunya, makanya tidak heran jika ketua kami sulit ditemui karena hal itu. Kalian sudah bertugas dengan baik sih…,” tambah Cetrune.
“Tugas?” Sterling yang merupakan anggota kedua setelah Gonzalo pun tampak polos menanyakan hal seperti itu.
“Eh?” Cetrune menatap tuan Stam. “yang benar saja….”
Tuan Stam pun angkat bicara untuk menjelaskannya pada Sterling, dan juga untuk memberitahunya hal penting yang selama ini tidak diungkapkannya. Dalam organisasi Royal Clan Beaters masing-masing clan mempunyai tugas, selain tugas pokok mengalahkan Red Sun bersama-sama mereka juga diberikan tugas lain. Golden Clan sebagai pemimpin dan pengawas dari semua anggota Royal Clan, maka dari itu di tempat mereka terdapat ruangan pengawas yang berisikan beat kecil yang diambil dari sampel darah para anggota.
Silver Clan bertugas untuk menjaga keutuhan Royal Clan, bisa disebutkan mereka adalah tangan kanan dari Golden Clan. Menjaga keutuhan bisa dimaksudkan sebagai mencegah terjadinya perang antar clan yang bisa disebabkan oleh hal eksternal. Seperti Allison yang membuat koloninya sendiri, jika tidak ditangani bukan tidak mungkin Allison akan menginvasi semua clan. Lalu berlanjut ke Bronze Clan seperti yang sudah disebutkan, mereka bertugas untuk memusnahkan seluruh Beaters yang tersebar di muka bumi. Karena para Beaters itu bisa menjadi sumber kekuatan bagi Red Sun.
Kebawahnya ada White Clan yang diisikan orang-orang pintar dalam hal obat-obatan dan medis, bertujuan untuk menemukan obat ampuh atau racun untuk melemahkan Red Sun dan umumnya untuk memusnahkan para Beaters non clan. Sampel dari White Clan diberikan kepada Bass melalui Silver Clan untuk diteliti bersama, hasilnya adalah racun Beaters. Dan terakhir adalah Black Clan, sebagai intel mencari keberadaan Red Sun. Jika para Beaters masih bisa berkeliaran bebas, maka sudah dipastikan Red Sun masih hidup.
Tidak banyak hal yang disampaikan oleh Bronze Clan, kedatangan mereka memang diniatkan untuk memberitahu sekaligus memberikan peringatan bahwa kemungkinan Red Sun akan bergerak dalam waktu dekat. Kehilangan dua orang terkuat dari Black Clan sangat mempengaruhi peta kekuatan Royal Clan. Jika dihadapkan Red Sun sekarang, sudah dipastikan mereka akan kalah. Untuk itu para Royal yang tersisa harus membenah diri dan meningkatkan kekuatan mereka.
“Black Clan sudah habis, walaupun aku berharap mereka bisa lolos dari serangan maut Red Sun,” Ilo beranjak pergi dengan Cetrune. “bersiaplah, kami juga akan segera berkumpul dengan sisa anggota yang lain dan juga ketua…”
Ketika membuka pintu, Bronze Clan bertemu dengan Djohan yang baru tiba setelah dari apartemen Jenny. Ini pertemuan keduanya dengan Cetrune setelah penyerangan di taman barusan. sebelum benar-benar pergi, Cetrune menepuk pundak Djohan. Lalu membisikan sesuatu padanya.
“Jika hanya mengandalkan kecepatan, kau tidak akan bertambah kuat….”
“Aku belum menggunakan seluruh kekuatanku,” berkata seperti itu setelah sosok Cetrune dan Ilo pergi menjauh.
Sementara itu di ‘Golden Castle’ yang terletak di negara kecil di benua biru, seorang wanita mencari keberadaan Troy yang menghilang semenjak kembali beberapa hari lalu.
“Eh, kemana sih dia?” lalu seseorang menghampirinya.
“Mencari Troy? Hentikanlah, ia sedang marah akibat dikerjai oleh ketua,” tawanya muncul, sambil meledek Troy yang tidak ada di tempat.
“Benarkah???”
Troy sendiri sedang berada di suatu tempat, ia masih tidak menerima dengan kejadian tempo hari. Setelah Troy datang melapor tentang hal yang ia temukan, barulah ketua Golden Clan memberitahunya bahwa tujuan asli mengirimnya tuk menemui Black Clan bukanlah untuk memberantas mereka. Tetapi untuk menarik Red Sun yang keberadaannya dekat dengan mereka waktu itu. Red Sun akan terpanggil jika merasakan kekuatan besar muncul disekitarnya, tetapi perkiraan ketua Golden Clan meleset. Karena sesampainya Troy kalah, Red Sun tidak muncul.
“Ternyata kekuatan kalian bertiga tidaklah cukup, aku meremehkan Red Sun,” ucap ketua Golden Clan yang masih terbayang dipikiran Troy.
“Cih! Apa aku belum cukup kuat?!” tubuh Troy bercahaya membuatnya tidak menyadari bahwa tempat disekitarnya mulai terbakar.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:32
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas