Kaskus

Tech

witjaksono.mAvatar border
TS
witjaksono.m
Laptop ASUS A442U sering hang!
Halo para suhuwan dan suhuwati. Izinkan nubie ini mau tanya. Laptop ASUS A442U ane sering hang. Kirain masalah ram, tapi setelah nambah ram jadi 8 GB (tadinya 4 GB) masih aja sering hang. Hampir tiap hari hard restart. Ada yang punya pengalaman yang sama dengan laptop tipe ini? Gimana cara ngatasin nya ya? Terimikicih.
0
46.1K
68
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Hardware Computer
Hardware Computer
KASKUS Official
31.3KThread14.7KAnggota
Tampilkan semua post
ius104Avatar border
ius104
#49
Share pengalaman ganti HDD ke SSD laptop ASUS A442U
Halo, permisi izin share pengalaman menggunakan laptop Asus A442U. Spesifikasinya i7-7500U, RAM 8GB, HDD 1TB. Beli di kisaran Agustus 2018 silam.
Mengalami kasus yang sama dengan kebanyakan yang agan2 sekalian alami, yaitu laptop ini lemot buanget.
Ternyata masalah utamanya yang saya temukan adalah karena kecepatan read/write HDD nya yang rendah. Ketika dipantau dari task manager, HDD sering 100%, padahal RAM masih di kisaran 5 atau 6 GB.

Langkah yang saya lakukan adalah menguninstall aplikasi2 yang tidak perlu dan juga mensetting performa OS Windows 10 nya (Performance Options), pilih ke Custom, lalu hilangkan semua check listnya.
Jadi sedikiiiiit aga lumayan sih. Tapi booting masih tetap lamaaaaa dan membuka aplikasi2 (Premiere/Filmora/Photoshop/Zoom/Chrome) juga lamaaaa. Itulah sebabnya saya tidak shutdown laptopnya ketika selesai pakai, melainkan di sleep aja, karena waktu load lebih singkat ketimbang booting dari awal. Windows Explorer ketika mengakses folder Download juga kadang2 jadi not responding, jadi akhirnya buka folder Downloadnya dari open file VLC media player, lalu cut dan pindahkan file2 yang terakhir didownload ke folder yang lain.
Benar2 diluar ekspektasi awal ketika mau membeli laptop A442U ini. Wkwkwkwkwk...
Punya laptop ini benar2 melatih kesabaran.

Selanjutnya saya cari2 info A442U mengenai mengganti HDD ke SSD dan juga info memasang HDD Caddy(suatu cashing yang menyerupai bentuk DVD drive bawaan laptopnya, dan dibagian tengahnya ada slot untuk memasang HDD laptop/SSD SATA3). Jadi saya putuskan untuk mencobanya.

Bagi agan2 yang mau coba silahkan, tapi resiko tanggung sendiri ya. Berikut ini saya share pengalaman saya dan berhasil.

Jadi yang saya persiapkan adalah membeli:
1. SSD, saya beli yang WD BLUE kapasitas 500GB, SATA 3.0, 2.5"/7mm, 560MB/s read, 530MB/s write
2. Hard drive enclosure (ukuran 2.5"), ini adalah untuk clonning drive C HDD laptop ke SSD, sehingga tidak perlu install ulang OS Win10.
3. Harddisk caddy 9.5mm (jadi saya akan taro HDD laptopnya di HDD Caddy ini), sedangkan penyimpanan sistem/OSnya nanti adalah SSD. Jadi DVD nya saya copot, karena sangat jarang juga untuk dipakai. Tapi bagi agan2 yg tidak ingin ganti DVD drivenya dgn HDD caddy ya terserah agan2 masing2.

Langkah pertama cloning dulu drive C HDDnya. Pasang SSD di slot Hard drive enclosurenya dan tancapkan ke port USB, sehingga akan menjadi seperti hard disk portable. Untuk cloning drive C ke SSD bisa menggunakan EaseUS Todo Backup 12.0. Aplikasi ini akan mengcopy sama persis seluruh data yang ada di drive C ke device yang dituju. Jadi pastikan ukuran file di drive C lebih kecil dari kapasitas maksimum SSD nya. Jika masih lebih besar, bisa backup dulu file2 kalian ke drive yang lain. Untuk informasi aja, HDD saya memiliki 2 partisi, C(465GB) untuk OS, dan D(449GB) untuk data. Kapasitas yang terpakai di drive C adalah kisaran 140GB. Jadi aman untuk mengkloningnya ke SSD 500GB. Nantinya setelah dicloning dan dipasang, keseluruhan kapasitas SSD ini akan menjadi drive C.

Setelah cloning selesai, selanjutnya adalah pemasangan SSD dan HDD caddy nya.
Untuk membuka laptop dan memasang SSD dan Hdd caddynya, bisa lihat di video ini: https://www.youtube.com/watch?v=lHfhTI1eCxs
https://www.youtube.com/watch?v=-jfjXc_55ow
Hati2 ya gan ketika membuka laptop dan melepas pita flexible touchpad dan keyboardnya.

Pas dibuka, ternyata cukup berdebu dalamnya. Jadi mungkin agan2 bisa siapkan kuas cat yang ukurannya agak kecil untuk membershikan bagian dalam laptopnya.

Setelah selesai, jadinya adalah:
-SSD menggantikan posisi HDD
-DVD drive dicopot, diganti dengan hdd caddy yang terpasang dengan HDD bawaan laptop 1TB tadi. Kalau mau, hdd caddy ini bisa juga dipasang SSD 2.5" SATA3.

Setelah laptop selesai dipasang kembali, dalam keadaan tidak pasang charger, ketika menyalakan tombol power, laptop tidak mau menyala, jadi saya tekan dan tahan tombol powernya selama +- 30 detik. Setelah itu saya pasang chargernya, dan indikator lampu batre menyala. Lalu saya tekan tombol power dan bisa menyala. Masuk ke BIOS dulu untuk setting date/timenya.

Performa setelah memakai SSD:
Booting jauh lebih cepat, kisaran 25-30 detik sudah ready.
Buka aplikasi juga jauh lebih cepat.
Di task managerpun terpantau anteng, drive penyimpanannya, 1% 0%, 1% 0%, 1% 0%. Uenaaaaak... hehehehe.
Drive C HDD (berubah menjadi drive D) saya format, dan drive D (berubah menjadi drive E) tetap ada data2 nya. Jadi HDD yg 1TB dipakai untuk menyimpan data dan SSD untuk sistem OS.

Demikianlah sharing saya. Semoga bermanfaat untuk agan2 sekalian yang masih berkutat dan bergumul dengan kelemotan laptop ASUS A442U nya.
kimikuma
kimikuma memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.