- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#93
Chapter 61
Di sebuah negara yang jauh sekali dari tempat para Silver Clan berada. Terpampang sebuah hutan berwarna hijau yang menggugah mata, aliran sungai yang membelahnya menambah keindahan yang tidak terkalahkan. Hewan-hewan yang tenang hidup bersama tanpa adanya gangguan dari manusia membuat mereka jauh lebih damai. Namun kali ini ada dua orang yang sedang berjalan-jalan saja tanpa memikirkan hal disekitarnya. Berpakaian serba hitam yang seakan-akan menyatu dengan daratan yang berwarna coklat bercampur hijau dari rerumputan.
Sudah hampir dua jam mereka berjalan, tetapi belum menemukan di mana letak ujungnya hutan ini. Bunyi-bunyian baik dari hewan maupun burung-burung penghuni hutan tidak terlalu dihiraukannya. Mereka berhenti sejenak untuk minum di air yang mengalir. Satu suapan dapat menghilangkan rasa dahaga yang sebenarnya tidak terlalu dirasakan.
“Apa benar ini jalannya?”
“Ya, tidak salah lagi. Jejaknya masih bisa aku rasakan,” keduanya melanjutkan perjalanannya.
Pintu keluar dari hutan rindang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mereka berdua dapat melihat pemandangan lain selain pohon-pohon yang menjulang tinggi. Kali ini yang ditampilkan adalah hamparan padang rumput yang sangat luas, di tambah beberapa bukit yang juga nampak bersamaan. Perasaan senang keduanya sirna setelah ada satu orang yang berdiri memberikan warna yang berbeda.
“Cih, orang dari Golden Clan, bagaimana ini?”
“Biar aku yang berbicara.”
Salah satu dari mereka berjalan lebih dahulu, menghampiri seseorang dari Golden Clan yang tiba-tiba sudah ada di depan mata.
“Troy, ada perlu apa sampai berkelana sejauh ini?” tanyanya sopan.
“Haha, aku cukup terkenal rupanya,” dengan nada sombong. “Xelles, kurasa perjalanan kalian berakhir di sini!”
Tidak terima disebut seperti itu, seseorang dibelakang Xelles maju menghadap.
“OI! Troy! Apa pimpinanmu yang malas itu sampai lupa mengajarkan sopan santun hah?!”
“Hmm…,” mencoba mengenali orang satunya, “ah…Alex, kenapa? Sudah seharusnya Clan kalian dimusnahkan sejak awal. Lihat kekacauan yang disebabkan oleh teman kalian, untung saja Silver Clan mampu menumpasnya.”
“Cih, Allison? Sampah sepertinya bukanlah bagian dari kami. Jika aku berada di kota itu, sudah kupastikan dia mati ditanganku!”
“Ya aku mempercayainya,” sebuah cahaya terang tiba-tiba muncul dari bahu Troy. Lalu cahaya itu digenggamnya. Ditariknya cahaya itu dari bahunya dan muncul sebuah pedang.
Keadannya menjadi tidak terkendali, Troy yang sudah mengeluarkan senjatanya merupakan pertanda yang sangat buruk. Xelles masih mencoba berbicara dengan Troy agar kesalah pahaman ini tidak berlanjut. Lagipula alasan Troy belum cukup kuat, meskipun Allison sudah berbuat banyak keonaran tetapi secara tidak langsung baik Xelles dan Alex sama sekali tidak terlibat dalam semua aksinya.
“Bagaimana ini tuan Xelles? Troy sangat bersungguh-sungguh,” ucap Alex.
“Biarkan aku mencoba berbicara padanya sekali lagi,” Xelles melangkah lebih maju lagi. Sedikit dekat dengan Troy dengan pedangnya.
“Hmm,” Troy sudah bersiap namun masih menunggu apa yang ingin diucapkan oleh Xelles.
“Troy, sejujurnya masalah Allison berada di luar jangkauanku. Jika aku tahu semua ini bakal terjadi, mungkin di hari itu aku tidak akan menyelamatkannya. Jadi, bisakah kami lewat?” pintanya.
Dimintai seperti itu Troy malah mengayunkan pedangnya, tepat di samping Xelles. Tebasan itu tidak mengenainya, namun rerumputan yang terkena habis terbakar. Alex naik pitam melihat kelakuan Troy, dirinya tidak akan menahan lagi.
“Tebasan selanjutnya akan membelahmu menjadi dua, bersiaplah….”
Xelles tidak sanggup berkata lagi, mau tidak mau Troy harus dikalahkan jika perjalanannya bersama Alex ini berlanjut. Troy mengangkat pedangnya yang perlahan-lahan mengeluarkan cahaya. Di saat bersamaan Alex melompat, dari bahunya muncul tentakel berjumlah enam buah yang dilontarkan dengan cepat. Tentakelnya sedikit berlendir dengan ujung yang tajam, di mana dibagian ujungnya itu terdapat listrik yang menyala.
Troy dapat menebas semuanya dengan mudah hingga terpotong, “Tentakel dari sel Beaters, tentu saja. Orang nomor dua di Black Clan sangat menakjubkan!”
Alex mendarat tepat dihadapan Xelles, tentakelnya yang terpotong tumbuh kembali. “Tidak usah memujiku, karena tentakel inilah yang akan menghabisimu!” kemudian berbisik kepada Xelles. “pergilah tuan, sebelum jejaknya hilang kembali,” Xelles melompat ke arah lain namun berdiam diri saja. “eh?”
“Ya…ya, pertarungan yang adil. Satu lawan satu, tapi misiku itu membunuh kalian berdua sekaligus!” Troy dengan pedang cahayanya menerjang Alex, tentakel yang menyerang pun kembali dipotongnya dengan mudah.
Alex yang juga menghindari tebasan pedang cahaya itu melompat lagi dengan tinggi, kali ini tentakelnya diperintahkan menyerang bergantian. Mengadu cepat antara tentakel miliknya atau pergerakan tangan Troy. Hasilnya keluar dengan cepat, Troy sedikit kesusahan dengan pergerakan cepat milik tentakel Alex yang silih berganti menyerang. Salah satu tentakelnya berhasil mengenai bahu Troy, tubuhnya merasakan efeknya langsung terkena sengatan listrik yang memang menyala dibagian ujungnya.
Troy melompat jauh kebelakang, memikirkan lagi strategi untuk melawan Alex. “Eh, ujung tentakel yang mirip ekor kalajengking itu merepotkan juga.” Terkena sedikit saja dirinya sudah bergetar hebat, efeknya bakal sangat fatal jika bagian ujung itu menancap ditubuhnya.
Tidak ingin berlama-lama dan ingin segera menyelesaikan misinya, Troy menancapkan pedangnya yang bisa mengeluarkan cahaya itu ke tanah. Sedangkan Alex memikirkan akan menyerang Troy seperti apa. Troy memejamkan matanya, lambat laun tubuhnya mulai melayang dengan melebarkan kedua tangannya. Xelles merasakan bahwa dengan gaya seperti itu akan terjadi hal yang mengerikan dan tentunya merepotkan dirinya.
“Celaka!” Xelles melompat ke medan pertempuran antara Troy dan Alex.
“Tuan!” Alex terkejut melihat pimpinannya itu, padahal semuanya ingin dibereskannya sendiri tanpa merepotkan Xelles.
“Akhirnya kau turun juga, tapi sudah---,” belum tuntas mengucapkannya, jemari Xelles sudah menembus dadanya. “cih…,” Troy terjatuh, dan dadanya mengeluarkan darah berwarna hitam.
“apa…yang…,”mata Troy membelalak ketika dirinya memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Ujung jemari Xelles berwarna ungu gelap, pertanda bahwa jemarinya itu sangat beracun.
“Kau sebenarnya kuat, tetapi sikapmu itu yang membuatmu lemah,” ucap Xelles. “padahal tadi kau bisa langsung berubah, tetapi malah menahannya….,” dibelakangnya Alex sudah bersiap dengan tentakel listriknya. “racun yang kuberikan tidak akan membunuhmu, karena kau seorang Golden Clan…tapi aku perlu memastikan tuk melumpuhkanmu dalam waktu yang lama.”
Alex menyerang Troy yang sudah melemah karena racun yang diterimanya, ke enam tentakelnya menembus tubuh Troy. Dua di bagian perut, dua di bagian tangan dan dua di kaki. Belum berakhir sampai disitu, sengatan yang diterimanya pun membuat tubuh Troy bergetar hebat sampai sesudahnya mengeluarkan asap.
“Dia tidak akan mati meskipun ditinggal dalam kondisi seperti ini,” ucap Troy yang melihat Troy menghadap ke tanah dengan kondisi penuh luka dan berasap.
“Mengenaskan sekali, tetapi wajar saja…., dia masih muda….,” ucap Alex yang sudah bergabung dengan Xelles.
“Kita harus bersiap, di depan kita ada sesuatu yang lebih mengerikan dari ini,” Xelles dan Alex melanjutkan perjalanannya kembali.
Quote:
Di sebuah negara yang jauh sekali dari tempat para Silver Clan berada. Terpampang sebuah hutan berwarna hijau yang menggugah mata, aliran sungai yang membelahnya menambah keindahan yang tidak terkalahkan. Hewan-hewan yang tenang hidup bersama tanpa adanya gangguan dari manusia membuat mereka jauh lebih damai. Namun kali ini ada dua orang yang sedang berjalan-jalan saja tanpa memikirkan hal disekitarnya. Berpakaian serba hitam yang seakan-akan menyatu dengan daratan yang berwarna coklat bercampur hijau dari rerumputan.
Sudah hampir dua jam mereka berjalan, tetapi belum menemukan di mana letak ujungnya hutan ini. Bunyi-bunyian baik dari hewan maupun burung-burung penghuni hutan tidak terlalu dihiraukannya. Mereka berhenti sejenak untuk minum di air yang mengalir. Satu suapan dapat menghilangkan rasa dahaga yang sebenarnya tidak terlalu dirasakan.
“Apa benar ini jalannya?”
“Ya, tidak salah lagi. Jejaknya masih bisa aku rasakan,” keduanya melanjutkan perjalanannya.
Pintu keluar dari hutan rindang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mereka berdua dapat melihat pemandangan lain selain pohon-pohon yang menjulang tinggi. Kali ini yang ditampilkan adalah hamparan padang rumput yang sangat luas, di tambah beberapa bukit yang juga nampak bersamaan. Perasaan senang keduanya sirna setelah ada satu orang yang berdiri memberikan warna yang berbeda.
“Cih, orang dari Golden Clan, bagaimana ini?”
“Biar aku yang berbicara.”
Salah satu dari mereka berjalan lebih dahulu, menghampiri seseorang dari Golden Clan yang tiba-tiba sudah ada di depan mata.
“Troy, ada perlu apa sampai berkelana sejauh ini?” tanyanya sopan.
“Haha, aku cukup terkenal rupanya,” dengan nada sombong. “Xelles, kurasa perjalanan kalian berakhir di sini!”
Tidak terima disebut seperti itu, seseorang dibelakang Xelles maju menghadap.
“OI! Troy! Apa pimpinanmu yang malas itu sampai lupa mengajarkan sopan santun hah?!”
“Hmm…,” mencoba mengenali orang satunya, “ah…Alex, kenapa? Sudah seharusnya Clan kalian dimusnahkan sejak awal. Lihat kekacauan yang disebabkan oleh teman kalian, untung saja Silver Clan mampu menumpasnya.”
“Cih, Allison? Sampah sepertinya bukanlah bagian dari kami. Jika aku berada di kota itu, sudah kupastikan dia mati ditanganku!”
“Ya aku mempercayainya,” sebuah cahaya terang tiba-tiba muncul dari bahu Troy. Lalu cahaya itu digenggamnya. Ditariknya cahaya itu dari bahunya dan muncul sebuah pedang.
Keadannya menjadi tidak terkendali, Troy yang sudah mengeluarkan senjatanya merupakan pertanda yang sangat buruk. Xelles masih mencoba berbicara dengan Troy agar kesalah pahaman ini tidak berlanjut. Lagipula alasan Troy belum cukup kuat, meskipun Allison sudah berbuat banyak keonaran tetapi secara tidak langsung baik Xelles dan Alex sama sekali tidak terlibat dalam semua aksinya.
“Bagaimana ini tuan Xelles? Troy sangat bersungguh-sungguh,” ucap Alex.
“Biarkan aku mencoba berbicara padanya sekali lagi,” Xelles melangkah lebih maju lagi. Sedikit dekat dengan Troy dengan pedangnya.
“Hmm,” Troy sudah bersiap namun masih menunggu apa yang ingin diucapkan oleh Xelles.
“Troy, sejujurnya masalah Allison berada di luar jangkauanku. Jika aku tahu semua ini bakal terjadi, mungkin di hari itu aku tidak akan menyelamatkannya. Jadi, bisakah kami lewat?” pintanya.
Dimintai seperti itu Troy malah mengayunkan pedangnya, tepat di samping Xelles. Tebasan itu tidak mengenainya, namun rerumputan yang terkena habis terbakar. Alex naik pitam melihat kelakuan Troy, dirinya tidak akan menahan lagi.
“Tebasan selanjutnya akan membelahmu menjadi dua, bersiaplah….”
Xelles tidak sanggup berkata lagi, mau tidak mau Troy harus dikalahkan jika perjalanannya bersama Alex ini berlanjut. Troy mengangkat pedangnya yang perlahan-lahan mengeluarkan cahaya. Di saat bersamaan Alex melompat, dari bahunya muncul tentakel berjumlah enam buah yang dilontarkan dengan cepat. Tentakelnya sedikit berlendir dengan ujung yang tajam, di mana dibagian ujungnya itu terdapat listrik yang menyala.
Troy dapat menebas semuanya dengan mudah hingga terpotong, “Tentakel dari sel Beaters, tentu saja. Orang nomor dua di Black Clan sangat menakjubkan!”
Alex mendarat tepat dihadapan Xelles, tentakelnya yang terpotong tumbuh kembali. “Tidak usah memujiku, karena tentakel inilah yang akan menghabisimu!” kemudian berbisik kepada Xelles. “pergilah tuan, sebelum jejaknya hilang kembali,” Xelles melompat ke arah lain namun berdiam diri saja. “eh?”
“Ya…ya, pertarungan yang adil. Satu lawan satu, tapi misiku itu membunuh kalian berdua sekaligus!” Troy dengan pedang cahayanya menerjang Alex, tentakel yang menyerang pun kembali dipotongnya dengan mudah.
Alex yang juga menghindari tebasan pedang cahaya itu melompat lagi dengan tinggi, kali ini tentakelnya diperintahkan menyerang bergantian. Mengadu cepat antara tentakel miliknya atau pergerakan tangan Troy. Hasilnya keluar dengan cepat, Troy sedikit kesusahan dengan pergerakan cepat milik tentakel Alex yang silih berganti menyerang. Salah satu tentakelnya berhasil mengenai bahu Troy, tubuhnya merasakan efeknya langsung terkena sengatan listrik yang memang menyala dibagian ujungnya.
Troy melompat jauh kebelakang, memikirkan lagi strategi untuk melawan Alex. “Eh, ujung tentakel yang mirip ekor kalajengking itu merepotkan juga.” Terkena sedikit saja dirinya sudah bergetar hebat, efeknya bakal sangat fatal jika bagian ujung itu menancap ditubuhnya.
Tidak ingin berlama-lama dan ingin segera menyelesaikan misinya, Troy menancapkan pedangnya yang bisa mengeluarkan cahaya itu ke tanah. Sedangkan Alex memikirkan akan menyerang Troy seperti apa. Troy memejamkan matanya, lambat laun tubuhnya mulai melayang dengan melebarkan kedua tangannya. Xelles merasakan bahwa dengan gaya seperti itu akan terjadi hal yang mengerikan dan tentunya merepotkan dirinya.
“Celaka!” Xelles melompat ke medan pertempuran antara Troy dan Alex.
“Tuan!” Alex terkejut melihat pimpinannya itu, padahal semuanya ingin dibereskannya sendiri tanpa merepotkan Xelles.
“Akhirnya kau turun juga, tapi sudah---,” belum tuntas mengucapkannya, jemari Xelles sudah menembus dadanya. “cih…,” Troy terjatuh, dan dadanya mengeluarkan darah berwarna hitam.
“apa…yang…,”mata Troy membelalak ketika dirinya memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Ujung jemari Xelles berwarna ungu gelap, pertanda bahwa jemarinya itu sangat beracun.
“Kau sebenarnya kuat, tetapi sikapmu itu yang membuatmu lemah,” ucap Xelles. “padahal tadi kau bisa langsung berubah, tetapi malah menahannya….,” dibelakangnya Alex sudah bersiap dengan tentakel listriknya. “racun yang kuberikan tidak akan membunuhmu, karena kau seorang Golden Clan…tapi aku perlu memastikan tuk melumpuhkanmu dalam waktu yang lama.”
Alex menyerang Troy yang sudah melemah karena racun yang diterimanya, ke enam tentakelnya menembus tubuh Troy. Dua di bagian perut, dua di bagian tangan dan dua di kaki. Belum berakhir sampai disitu, sengatan yang diterimanya pun membuat tubuh Troy bergetar hebat sampai sesudahnya mengeluarkan asap.
“Dia tidak akan mati meskipun ditinggal dalam kondisi seperti ini,” ucap Troy yang melihat Troy menghadap ke tanah dengan kondisi penuh luka dan berasap.
“Mengenaskan sekali, tetapi wajar saja…., dia masih muda….,” ucap Alex yang sudah bergabung dengan Xelles.
“Kita harus bersiap, di depan kita ada sesuatu yang lebih mengerikan dari ini,” Xelles dan Alex melanjutkan perjalanannya kembali.
Diubah oleh the.collega 06-06-2021 11:30
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas
Tutup