- Beranda
- The Lounge
Lihat Konten Sisca Kohl? Kaum Mendang-mending Lebih Baik Diam.
...
TS
ribkarewang
Lihat Konten Sisca Kohl? Kaum Mendang-mending Lebih Baik Diam.

Hai Gansis apa kabar, kali ini ane mau bahas yang yaah lumayan bikin orang sedikit heran, iri atau malah bodo amat?
Gadis ini sedang ramai dibicarakan, memang dia bukan kalangan artis atau orang yang punya prestasi atau andil untuk negara sih. Tapi kalau dalam duniia pertiktokan siapa yang tak kenal dengan Sisca Kohl.
Yah gadis itu dengan adiknya sering membuat konten masak di dalam kamar, ada saja idenya. Awalnya sih aman-aman saja yang dimasak pun masih seputaran makanan yang normal hanya tempatnya saja pindah ke kamar.

Mungkin dia menemukan ide yang brilian tapi sedikit yaah aneh mungkin menurut ane. Karena dia pamer kekayaan di saat banyak orang kesusahan cari rupiah. Yah walau pun itu sah-sah saja, uang punya dia kenapa kita yang sewot ya kan. Tapi rasanya kalau hanya demi konten sampai keluarkan puluhan juta, sebanding ga sih dengan uang yang mereka dapat?
Dulu pun suara dia biasa saja, tapi sejak kontennya memakai konsep masak dalam kamar tiba-tiba berubah. Mungkin biar ada khasnya kali ya.

Memang di masa pandemi ini tiktok sepertinya menjadi ajang pamer kekayaan, dari mulai pamer mobil, isi rumah, pencapaian kerja. Yah sekali lagi itu hak mereka karena mungkin itu cara mereka menyenangkan hati. Di saat harusnya bisa jalan-jalan ke luar negeri eh harus tinggal tenang di rumah.

Konten Sisca Kohl memang lain daripada yang lain, di mana dia selalu makan, tapi harga makanannya mungkin yaah cukup buat makan belasan orang. Sebenarnya di Indonesia sendiri banyak sih orang-orang yang benar-benar kaya, bahkan melebihi Sisca Kohl. Tapi mungkin mereka enggan membuat konten, mereka cukup menikmati hidup dan bergelimang harta dengan diam-diam.

Kadang mereka bisa saja memesan durian yang harganya wow, atau kepiting Hokaido, bahkan kaviar yang entah rasanya seperti apa buat orang miskin kek ane yang ga pernah lihat. Tapi yaah kalau orang tua mereka saja diam, kenapa kita yang hanya penonton kesal ya kan. Ga suka tinggal skip beres, betul ga?

Apa pun kontennya, yah kalau itu hanya sekedar mengekspresikan diri sebagai gadis kaya yah kita yang hanya kaum mendang mending melihat tanpa menikmati bisa apa. Iya kadang kita suka bilang mending uangnya kasih ke panti asuhan atau mending uangnya pakai untuk menyantuni dan banyak kalimay mending lainnya.
Kita tidak pernah tahu kan dia udah sedekah atau belum, bisa jadi dia pamer kekayaan buat konten tapi sedekahnya diam-diam ternyata ratusan juta. Kita tidak pernah tahu aslinya. Karena kita bukan saudaranya bahkan kenal juga ga, apalagi kita bayar makan kemahalan sedikit protes, ga bisa jadi temannya Sisca Kohl cukup jadi penikmat kontennya. Oke deh makasih GanSis yang udah mampir di thread ane.
Sumber https://instagram.com/siscakohl?igsh...d=vezyi207a6q4
Opini pribadi.
jamilhebat dan 23 lainnya memberi reputasi
24
11.4K
201
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.3KAnggota
Tampilkan semua post
KyraAltair
#43
Quote:
ga ada urusan sama sedekah kalau mau nyinyir
ga ada urusan mendang mending karena mereka memang mampu, kecuali status baru upper class doank, makan maunya kelas michelin, macam Jaksa Pinangki itu
ada 2 tipe orang yang post hal2 berbau jet set/pamer di medsos
1. Orang yang kurang perhatian, aka caper, butuh pengakuan, bisa jadi selama ini kismin atau sering dianggap remeh, ketika sukses dia mau show off atas pencapaian dia, atau ya memang simply mau show off aja kalau hidup dia diatas rata2, tanpa ada background pernah kismin/dianggap sepele sm orang, balik lagi ke awal, caper & butuh pengakuan dari teman2 atau orang2, intinya mau nyombong tp selalu denial di balik "cuma ngepost, gk ada niat nyombong", dalam Islam perilaku semacam ini disebut Ujub, google ajalah apa itu Ujub buat yang gk tahu dan apa efeknya terhadap diri sendiri, salah satunya itu penyakit Ain yg menimpa orang-orang lain yg iri dengki sama tu orang, sebagai akibat dari pamer sana pamer sini
2. Orang tipe nomor 1 yg niatnya memanfaatkan minat bangsa kita yg bermental miskin dan suka ngurusin idup orang lain, malas berusaha dan senangnya dengki sama kehidupan orang lain bukan menjadikan sukses orang sebagai motivasi untuk sukses ke diri sendiri, gimana caranya? ya dengan memamerkan berbagai hal berbau life achievement yg sebagian besar berupa harta/kekayaan, untuk dijadikan konten, yg atas konten tersebut mereka makin cuan, intinya memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk memperkaya diri secara legal, gak beda jauh dari hampir Youtuber2 papan atas di negara kita saat ini
dalam dunia real tanpa bahas agama apapun, seseorang seharusnya selalu bersikap Humble, peka terhadap lingkungan
gak sepantasnya memposting atau memamerkan hal-hal berbau life achievement ke media sosial, yg artinya kurang peka terhadap kondisi kawan-kawannya sendiri yg mungkin tidak "seberuntung" dia
seperti yg dibilang TS, banyak orang2 super tajir yg hidupnya malah low profile, dalam artian menikmati kekayaannya tanpa perlu orang lain harus tahu dia ngapa2in
itulah yang disebut Humble, dan kaya dalam artian sebenarnya, yaitu Kaya Hati
lebih baik orang pelit yang gak pernah sedekah atau berbagi, tapi setidaknya hampir tidak ada orang lain yang tahu dia itu tajir, ya karena low profilenya itu, gak pernah pamer, otomatis ybs jg gak bikin banyak orang gigit jari, patah semangat, iri dengki dsb
daripada ada orang yg kerjaannya sering pamer kekayaan/achievement di medsos (apalagi yang dijadiin konten), skalipun orang tersebut ternyata sangat dermawan dan cinta sedekah, tp yang tahu cuma penerima sedekah (yang tentu saja gk mau buang2 waktu buat promoin kebaikan tu orang di medsos) dan Tuhan.
ingat, manusia itu bukan tuhan, mereka menilai apa yg bisa mereka lihat, bukan yang tersembunyi
beda sama Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Tahu apa yang tersembunyi
ribkarewang memberi reputasi
1
Tutup