News
Batal
KATEGORI
link has been copied
45
Lapor Hansip
02-04-2021 09:28

Bagian Tubuh Menghitam, Satpam SMPN 11 Tangsel Tewas Setelah Divaksin

Bagian Tubuh Menghitam, Satpam SMPN 11 Tangsel Tewas Setelah Divaksin

Bagian belakang tubuh menghitam Sarmili (45), Satpam SMPN 11 Tangsel atau Tangerang Selatan tewas setelah divaksin.

Sarmili yang tinggal di Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong itu meninggal di RSUD Pamulang, Senin (29/3/2021) lalu setalh sakit usai divaksin sinovac di tempat bekerja.

Saat meninggal, bagian belakang tubuh Sarmili menghitam yang diduga akibat luka dalam.

“Dia tidak pernah sakit sampai parah begitu, paling masuk angin biasa terus minum obat saja. Kemarin setelah vaksin di sekolah, dia memang meriang beberapa hari, mungkin dia tidak terlalu dirasain, tetap berangkat kerja,” kata Istri Sarmili, Ita Maryani (41) di kediamannya dikutip dari Bantennews.co.id-Jaringan SuaraBanten.id, Kamis (1/4/2021).

Suaminya yang mengeluh panas dingin itu semakin parah hingga akhirnya dibawa ke sebuah klinik swasta.

Sesampainya Sarmili di klinik tersebut, ia diberi alat bantu napas dan akhirnya pulang ke rumah.

Saat dibawa ke rumah kondisi Sarmili tak kunjung membaik, kemudian keluarga membawanya ke salah satu rumah sakit swasta.

“Di klinik di swab dulu, hasilnya negatif. Terus pulang, tapi tidak membaik. Akhirnya dibawa lagi ke Rumah Sakit Medika, di sana diswab lagi, hasilnya negatif juga. Tapi karena alat bantu napasnya kurang, akhirnya kita dapat info di Puskesmas Rawa Buntu lengkap alat bantu napasnya, akhirnya kita bawa ke sana,” tuturnya.

Sarmili pun tak lama dirawat di Puskesmas Rawa Buntu lantaran petugas medis merujuknya kembali ke RSU Tangsel. Setibanya di RSU, Sarmili kembali diswab, lagi-lagi hasilnya negatif. Ita menyebut ketika itu petugas medis telah berupaya maksimal memberi penanganan.

“Kalau swab memang beberapa kali hasilnya negatif semua. Waktu di RSU itu dia kondisinya makin sulit bernapas. Minum sudah tidak bisa, keluar lagi. Saya lihat kondisinya juga sedih susah bernapas. Katanya kadar oksigen dalam tubuhnya itu sudah anjlok drastis,” tutur Ita.

Senin (29/3/2021) malam selepas Maghrib, Sarmili mengembuskan napas terakhir.

Ketika itu pihak keluarga memang sedang berencana membawa pulang Sarmili untuk menjalani perawatan di rumah. Diduga ada pembengkakan jantung yang dialami.

“Awalnya memang kita rencana mau bawa pulang ke rumah, jadi maksudnya dibawa ke rumah saja. Pas lagi dicabut alat-alatnya, dia udah tidak ada, seperti lagi tidur saja, waktu dicek sudah meninggal. Waktu di sana, petugasnya bilang ini ada sakit di paru-paru terus lari ke jantung. Jadi pembengkakan jantung gitu. Belakang leher sama pundak hitam,” ucapnya.

Pihak sekolah pun telah menyampaikan duka dan kehilangan kepada keluarga Sarmili.

Humas SMPN 11, Salim menjelaskan Sarmili telah menjalani vaksin tahap awal di sekolah. Keterangan dari sesama petugas sekuriti menyebut sebelum disuntik vaksin almarhum memang sudah mengalami panas dingin.

“Beberapa hari sebelum vaksin, dia sudah tidak enak badan ternyata, vaksin pertama. Itu saja intinya, yang jelas ada beberapa teman yang saya tanya dan menceritakan langsung, karena vaksinnya berbarengan, beberapa hari sebelumnya itu dia sudah tidak enak badan,” ujarnya.

Sementara, RSU Tangsel hingga kini masih mengecek data riwayat medis dari almarhum Sarmili. Saat dihubungi, pihak rumah sakit belum bersedia memberi keterangan.

https://banten.suara.com/read/2021/0...aksin?page=all

satu lagi cebong tolol mati akibat kelakuan rejim kacung aseng emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senoindra dan 8 lainnya memberi reputasi
-7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Bagian Tubuh Menghitam, Satpam SMPN 11 Tangsel Tewas Setelah Divaksin
02-04-2021 11:06

Humas SMPN 11, Salim menjelaskan Sarmili telah menjalani vaksin tahap awal di sekolah. Keterangan dari sesama petugas sekuriti menyebut sebelum disuntik vaksin almarhum memang sudah mengalami panas dingin.

“Beberapa hari sebelum vaksin, dia sudah tidak enak badan ternyata, vaksin pertama. Itu saja intinya, yang jelas ada beberapa teman yang saya tanya dan menceritakan langsung, karena vaksinnya berbarengan, beberapa hari sebelumnya itu dia sudah tidak enak badan,” ujarnya.

Lah, kok bisa lolos screening sebelum vaksinasi dilakukan? Bukannya kalo sakit itu gak boleh ikut? Begitu juga kalo ada riwayat penyakit tertentu.

profile-picture
key.99 memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus geek
02-04-2021 23:22
Tipikal orang yg kalo sakit kaga ke dokter cm kerokan. Ya kaya mertua gw. Pas masuk RS baru ketauan gagal ginjal sampe racunnya ke otak. Yg nyepelein penyakit pas masi gejala blm parah bgt
1
profile picture
kaskus addict
25-06-2021 08:31
@rachmacool Rasanya bukan nyepelein penyakit, mungkin pertimbangan lain spt tidak mau merepotkan dan menjadi beban pikiran buat keluarga jika memang ternyata hasil diagnosisnya adalah penyakit berat, apalagi jika sampai dirawat di RS, pasti butuh biaya yg tidak sedikit, dll... karena baru gejala pasti mikirnya masih bisa dikuat kuatin, nah ternyata malah jadi tidak sembuh2 dan tambah parah....
0
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia