- Beranda
- Berita dan Politik
Cak Nun Ngamuk: Tidak Ada Islam Radikal, yang Radikal itu Pemerintah!
...
TS
extreme78
Cak Nun Ngamuk: Tidak Ada Islam Radikal, yang Radikal itu Pemerintah!
SuaraJakarta.id - Cak Nun ngamuk Islam Indonesia disebut radikal. Cak Nun tak setuju dengan sebutan Islam radikal. Sebab Islam membuat hidup manusia menjadi teratur.Bahkan menurut Cak Nun, agama Islam menghadirkan kebaikan, keadilan dan semangat berbagi kepada sesama. Jika tak ada Islam, manusia bisa bertengkar di mana-mana.
Hal itu disampaikan Cak Nun di kanal Youtube Masyarakat Maiyah.
"Islam yang mengajarkan rasa syukur dan rasa syukur itu tidak ada di luar Islam. Dunia ini seharusnya bertengkar terus, tapi karena orang Islam pintar bersyukur, maka dunia menjadi aman. Indonesia sangat butuh Islam kalau ingin aman, karena orang Islam sangat pandai bersyukur," ujar Cak Nun.
"Jadi jangan selalu menjelek-jelekkan Islam. Lama-lama saya hilang kesabaran, ini saya masih sabar sampai sekarang. Kalau kamu selalu menjelek-jelekkan Islam, nanti saya laporkan kepada yang punya (Allah). Bila tak ada Islam, (orang-orang) pasti berantem terus," tegas Cak Nun.
budayawan bernama lengkap Emha Ainun Nadjib ini juga menganggap istilah radikal yang kerap disematkan kepada kelompok tertentu pada Islam sebenarnya bermula dari politik kanan di Amerika Serikat dan China. Pasalnya, menurut Cak Nun, AS dan China takut Islam kembali berjaya dan menguasai dunia.
Lebih parahnya, lanjut Cak Nun, narasi serupa turut dimainkan sejumlah pihak di dalam negeri di mana mayoritas penduduknya bahkan beragama Islam.
"Jadi tolong Pak Polisi, Pemerintah, jangan terlalu ikut arus menjelek-jelekkan Islam, sebelum nantinya saya marah. Sebab, ada saatnya saya tidak diam seperti sekarang. Tidak ada di sini, Pak, tidak ada, tidak ada (Islam radikal)! Yang radikal itu pemerintah, memaksakan pendapatnya terus! Bila saya teruskan, saya mau berdebat nasional tentang ini," ujarnya.
https://www.google.co.id/amp/s/jakar...itu-pemerintah
Buruk muka cermin dibelah :
Seseorang yang menyalahkan keadaannya yang buruk kepada orang lain, padahal kesalahannya sendirilah yang menyebabkan keadaannya.
Tidak mau mengakui kesalahan/kelemahan sendiri.
Menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dsb.
Karena aibnya (kesalahannya), orang lain dipersalahkan.
Karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan.
Dulu saya kagum ama ente tapi skrg maap.
Islam mau di bilang apapun tetap mulia bagi ane
Namun persoalannya bkn di agamanya tapi org2 yg menggunakan agamanya demi kesesatan dan sudah seharusnya di golongkan dgn kelompok radikal dan harus di basmi.
Bkn malah tunjuk sana tunjuk sini.
Action lah klo bener2 bela ajaran agama sendiri.
Luruskan yg salah dan buang yg tidak mau di luruskan bkn malah bersikap sok suci

Diubah oleh extreme78 02-04-2021 00:19
Rommy420 dan 62 lainnya memberi reputasi
59
8.1K
253
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
cloudible8
#7
berkat teroris jadi mulai keliata orang orang ga waras yang mana aja. islam ajaran damai?
ini orang idup kelamaan dalem tempurung bisa bisanya disebut cak dengan pemikiran sedangkal ini
suru liat sejarah islam aja gimana pas penyebarannya di india dan arab. seberapa baik nya orang2 yang menyembah berhala di bantai habis, yang ga mau masuk Islam dibunuh, dijadiin budak. ga percaya? masih banyak kok bukti foto2 ilustrasi pas jaman perbudakan dan di quran juga ada ayat yg membahas perbudakan.
terlalu banyak ngayal yang indahnya doang si
ini orang idup kelamaan dalem tempurung bisa bisanya disebut cak dengan pemikiran sedangkal ini

suru liat sejarah islam aja gimana pas penyebarannya di india dan arab. seberapa baik nya orang2 yang menyembah berhala di bantai habis, yang ga mau masuk Islam dibunuh, dijadiin budak. ga percaya? masih banyak kok bukti foto2 ilustrasi pas jaman perbudakan dan di quran juga ada ayat yg membahas perbudakan.
terlalu banyak ngayal yang indahnya doang si
aloha.duarr dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Tutup