Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
360
Lapor Hansip
31-03-2021 06:18

Eksekusi Hukuman Mati tak Gratis, Satu Terpidana Menghabiskan Dana Rp.200 Juta!

Eksekusi Hukuman Mati tak Gratis, Satu Terpidana Menghabiskan Dana Rp.200 Juta!
sumber
Eksekusi hukuman mati adalah salah satu cara agar para tahanan atau para pelaku kejahatan mendapat efek jera atas perbuatannya. Tindakan ini diambil agar bisa dijadikan pelajaran bagi yang ingin memulai kejahatan atau ada niatan melakukan kejahatan agar berpikir ulang kembali.

Namun, taukah GanSist jika pelaksanaan hukuman mati ini tidak gratis? Bukan hanya tinggal di-dor selesai, tapi harus mengikuti prosedur yang telah diatur oleh Undang-undang. Untuk meng-eksekusi satu terpidana mati saja pemerintah harus merogoh kocek sebesar Rp. 200 juta per-kepala!

Hukuman tembak pertama kali dilakukan pada abad ke 16, saat itu awalnya diberlakukan pada lingkungan militer di kawasan Eropa, seiring penggunaan senjata api dalam perang. Cara ini dinilai lebih manusiawi, korban akan mati seketika ketika peluru dilepaskan pada bagian-bagian vital korban.


Hukuman tembak mulai diberlakukan kepada warga sipil pada abad ke-20. Namun, nggak asal main tembak aja, ya, GanSist. Semuanya diatur dalam undang-undang, dari cara menembak, posisi terpidana, berapa orang eksekutor, berapa jarak antara penembak ke terpidana mati, dan masih banyak lainnya.
Eksekusi Hukuman Mati tak Gratis, Satu Terpidana Menghabiskan Dana Rp.200 Juta!
sumber
Hukuman mati yang berlaku di Indonesia ini ternyata mengadopsi hukum Hindia Belanda yang berlaku sejak tahun 1918, loh, GanSist. Hukuman tembak yang diadopsi tersebut masih berlaku hingga saat ini untuk para napi terpidana hukuman mati, GanSist. Hukuman mati yang berlaku adalah warisan dari hukum Hindia Belanda yang masih diterapkan oleh pemerintah sampai sekarang. Padahal, di Belanda sendiri hukuman mati terhadap warga sipil telah dihapus sejak tahun 1870.

Dalam pelaksanaanya, untuk mengeksekusi satu orang terpidana mati ternyata tidaklah murah, GanSist, semua biaya ini ditanggung oleh negara. Berikut rincian yang harus dibayarkan:
Quote:Rapat Koordinasi : Rp. 1 juta x 3 rapat = Rp. 3juta

Pengamanan : Rp. 1 juta x 30 orang = Rp. 30 juta

Biaya konsumsi : Rp. 27 ribu x 4 hari x 40 orang x 2 kali makan = Rp. 8,64 juta

Transportasi eksekutor : Rp 504.500 x 40 orang x 2 (pergi-pulang) = Rp 40,36 juta

Sewa mobil : Rp 1 juta x 2 (pergi-pulang)= Rp 2 juta

Penginapan eksekutor : Rp 500 ribu x 3 hari x 40 orang = Rp 60 juta

Regu tembak : Rp 1 juta x 10 orang= Rp 10 juta

Penginapan wakil terpidana : Rp 500 ribu x 2 hari x 5 orang = Rp 5 juta

Transportasi wakil terpidana : Rp 1 juta x 2 hari x 5 orang = Rp 10 juta

Penerjemah : Rp 1 juta x 1 orang x 5 hari = Rp 5 juta

Rohaniwan : Rp 1 juta

Petugas kesehatan : Rp 1 juta x 10 orang = Rp 10 juta

Pemakaman : Rp 1 juta x 10 orang = Rp 10 juta

Pengiriman jenazah : Rp 1 x 5 orang= Rp 5 juta

Dari rincian di atas Agan dan Sista bisa melihat ternyata eksekusi mati nggak main "dor" aja, tapi ada aturan dan urutan dalam pelaksanaanya. Dan tentunya semuanya tidak gratis, butuh dana besar untuk melenyapkan satu terpidana mati. Itu rincian untuk satu orang, ya, GanSist, jika ada lebih dari satu terpidana mati tinggal dikalikan saja total biaya yang harus dikeluarkan dari brankas negara.

Oiya, rincian harga yang tersebut di atas adalah rincian yang ane dapatkan pada sebuah artikel terbitan tahun 2016 yang lalu, ya, GanSist, bisa jadi sekarang harga-harga yang tersebut di atas lebih besar lagi nominalnya. Ane sih berharap kebalikannya, harga-harga tersebut bisa ditekan seminim mungkin atau kalo bisa dipangkas untuk dana-dana yang bisa dihilangkan.

Semoga saja penetapan hukuman mati ini bisa memberikan efek jera buat para pelaku kejahatan. Harapan ane sih, hukum berlaku adil bagi semua lapisan masyarakat, nggak ada lagi hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Ane berharap, boleh, kan?

Sumber di sini
Diubah oleh iissuwandi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 47 lainnya memberi reputasi
44
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Eksekusi Hukuman Mati tak Gratis, Satu Terpidana Menghabiskan Dana Rp.200 Juta!
31-03-2021 06:19
yang bayar dari pihak keluargany?

emoticon-Bingung

Tolong dong bagi bata merah nya

emoticon-Bata (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Blue Guy Bata (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sart86 dan 24 lainnya memberi reputasi
2 23
-21
profile picture
KASKUS Plus
31-03-2021 06:21
Negara Gan
0
profile picture
kaskuser
31-03-2021 06:31
oh gitu ya.. pantas kalo mau ketemu keluarga yg statusnya sudah tahanan negara harus nyogok sipir ny..
-1
profile picture
KASKUS Plus
31-03-2021 08:07
@TantePuas buat uang ngopi🤣
0
profile picture
kaskus maniac
31-03-2021 10:46
ya negaralah sebagai penyelenggara hukum

emang kalau dipenjara yg ngasih makan keluarganya?

makanya hukuman mati disini itu eksekusinya bisa nunggu bertaun2

kbanyakan drama

1
profile picture
kaskus holic
31-03-2021 11:24
set gan, mana ad cerita keluarga ngebiayain hukuman mati anggota keluarga nya... emoticon-Hammer (S)
0
profile picture
kaskus addict
31-03-2021 12:30
@PhaantomPain
Di china keluarga terpidana yg bayar gan. Istilah nya peluru untuk nembak mati si terpidana di bayar oleh keluarganya. Ngenes gak tuh?
0
profile picture
kaskus addict
31-03-2021 13:03
@mat.piere @PhaantomPain

Pembelajaran buat kriminal spy mikirin keluarga jg.
0
profile picture
kaskus holic
31-03-2021 13:37
@mat.piere @sutarjo65 Justru gak etis kalau gitu menurut gw gan, ibaratnya keluarga udah kena denda dan denda nya buat ngebunuh anggota keluarga mereka tersebut. Apalagi hukum di indo ini banyak yang tumpul keatas terus tajam kebawah, belum tentu yg dihukum mati itu memang benar2 pantas dihukum mati.

Harus jadi pertimbangan juga kalau pemerintah gak selamanya baik loh gan, kayak sekarang misalkan hukuman mati tersebut diterapkan di myanmar. Kebayang nggak, pemerintah junta militer menghukum mati demonstran dengan uang yang dipungut dari keluarga mereka sendiri. Mereka tinggal berdalih melaksanakan hukum.

Jadi hati2 dalam melihat hukum gan, bagai pedang bermata dua. Tentu saja hukum bisa digunakan sebagai deterrent buat kriminal tapi hukum juga bisa digunakan sebagai alat untuk menindas yg lemah.
1
profile picture
kaskus maniac
31-03-2021 14:25
negara atuhhh
kalo pihak keluarga yang bayar, negara mana pusing
0
profile picture
kaskus addict
31-03-2021 14:38
@PhaantomPain @sutarjo65
Mangkanya US selalu nyebut china ngelanggar HAM gan. Mungkin ini sebabnya. Karena china itu gak bersih2 amat. Banyak juga petinggi2 yg korup. Yg di hukum mati itu rata2 yg gak di butuhkan lagi. Kalo masih dibutuhkan ya lantjar jaya aja korupnya.
1
profile picture
kaskus addict
31-03-2021 15:17
@mat.piere @PhaantomPain
Waw.. kesimpulan yg keliru..

Bukan yg sdh tidak dibutuhkan.. bukan itu..

Tp lebih tepatnya salah masuk gank.. kalau masuk ganknya zin ping saat ini ya aman.
Tp kalau udh ketahuan dr dulu ikut gank nya Li Peng, ya pasti modar.

Krn Li Peng dulu mainnya spt itu. Kerabat Li peng banyak yg kegulung sekarang.. Li Peng aman krn dianggap simbol anti korypsi china oleh rakyat dan dunia..
0
profile picture
03-04-2021 07:13
Di Amerika masuk penjara biaya hidup didlm penjara ditanggung sendiri. .keluarganya bakal ngirimin ke rekening si terpidana emoticon-Angkat Beer

Leh ugha, udh hidup berat dipenjara eh makan nanggung sendiri
0
profile picture
kaskus addict
03-04-2021 13:21
@littleforest25
Emang presiden di sono spt di indonesia?

Biaya hidup presiden USA pake duit pribadi.
Tiap bulan negara kirim tagihan makan minum presiden dan keluarga ke porg yg jd presiden.

Negara hanya nanggung biaya makan minum jika benar ada acara resmi kenegaraan.. misal jamuan makan malam tamu negara.
Sidang2 kabinet aja ane blm tau apakah tanggungan negara atau bayar sendiri2.

Semua cendera mata yg diterima presiden USA dr pemimpin negara lain otomatis jd milik negara..
Kagak kayak di sini.. di serahkan ke KPK dulu..

Jd culture nya seperti itu.
0
profile picture
03-04-2021 15:45
@sutarjo65 emang iya
0
Memuat data ...
1 - 14 dari 14 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia