- Beranda
- Berita dan Politik
Temuan 3 Bom di Penggerebekan Rumah Laskar FPI di Condet Diledakkan di Lapangan Bola
...
TS
ikardus
Temuan 3 Bom di Penggerebekan Rumah Laskar FPI di Condet Diledakkan di Lapangan Bola

WARTAKOTALIVE.COM, JAKAFRTA - Aparat kepolisian meledakkan bom yang ada di lokasi penggerebekan terduga teroris di Jalan Condet Raya RT 005 RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).
Sebelum meledakkan bom yang ada di dalam rumah di showroom mobil bekas itu, aparat kepolisian terlebih dahulu melakukan sterilisasi lokasi yang berada persis di pinggir jalan raya.
Masyarakat diminta untuk menjauh dari lokasi untuk mengantisipasi dampak ledakan dari bom tersebut. Polisi juga menutup akses Jalan Condet Raya dari kendaraan yang melintas.
Tidak hanya itu akses jalan yang berada persis di belakang rumah terduga teroris juga ikut ditutup sementara oleh polisi. Sejumlah petugas maupun kendaraan ditempatkan untuk menutup jalan.
Setelah cukup aman, polisi kemudian memberi aba-aba bakal meledakkan bom yang ada di dalam rumah berlantai dua tersebut. Tidak lama berselang, suara ledakan pun terdengar nyaring
Meski demikian rumah yang ada di lokasi tetap utuh dan tidak ada kerusakan apabila diperjatikan dari luar. Sementara itu akses jalan perlahan juga dibuka setelah kondisi dinyatakan kondusif.
Pantauan di lokasi, sebuah mobil Gegana masih berada terparkir di depan showroom mobil bekas tersebut. Garis polisi juga dipasang mengelilingi showroom mobil tersebut.
Hingga saat ini tim Gegana dan Puslabfor Polri masih melakukan olah TKP untuk memastikan rumah tinggal terduga teroris aman dari barang berbahaya dengan pengawalan ketat.
Sebelumnya, seorang pria dan seorang wanita terduga teroris anggota laskar FPI diamankan oleh aparat kepolisian di Jalan Condet Raya RT 005 RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).
Seorang warga, Sri Anita (47) menceritakan sang pria diamankan sekira pukul 11.30 WIB. Ketika yang bersangkutan sempat berontak saat akan dibawa dari dalam showroom mobil bekas itu. “Yang dibawa Polisi cuman satu, (terduga teroris) sempat berontak,” kata Sri, Senin (29/3/2021).
Sri menduga aparat kepolisian sudah mengintai yang bersangkutan. Pasalnya petugas berwajib mendatangi showroom mobil bekas yang juga menjadi tempat tinggal tersebut.
“Mungkin sudah diintai, langsung ada orang dari sana (seberang jalan) terus pada masuk ke dalam tahu-tahu sudah diborgol,” cerita Sri. Pada saat diamankan, pria paruh baya tersebut dibawa oleh aparat kepolisian berpakaian bebas dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Pantauan di lokasi, sebuah mobil Gegana masih berada terparkir di depan showroom mobil bekas tersebut. Garis polisi juga dipasang mengelilingi showroom mobil tersebut.
Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap setidaknya empat orang terduga teroris di Kabupaten Bekasi dan kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/03).
Laporan kepolisian juga menyebutkan mereka telah menggerebek dua rumah milik terduga pelaku di dua lokasi itu, dan diantaranya menemukan "lima bom aktif yang siap digunakan".
"Ditemukan barang bukti antara lain lima bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan dan kemudian lima toples besar yang di dalamnya berisi aseton kemudian H2O2 (hidrogen peroksida), HCL (Asam klorida), sulfur," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (29/03).
Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan kasus bom di Makassar.
Di Bekasi dan Condet, polisi menangkap empat orang, yaitu ZA (37 tahun), BS (42 tahun),AJ (46 tahun) dan HH (56 tahun).
Empat orang ini disebutkan merencanakan kegiatan teror dengan menggunakan bahan peledak.
Polisi sejauh ini masih menyelidiki kaitan penangkapan ini dengan kasus bom Makassar.
https://www.google.com/amp/s/wartako...-lapangan-bola
https://mobile.
https://mobile.
https://mobile.
Diubah oleh kaskus.infoforum 30-03-2021 11:27
viniest dan 25 lainnya memberi reputasi
26
7.1K
118
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
dwi.krisna
#36
Ini nih, keliatan si Eko Kuntadhi dan yang komen di trit ini gak pernah pake internet secara bijak. Gini nih kalau yutuban kerjaannya nontonin mukbang sama ASMR 
ISIS terbentuk dari Al-Qaeda --> Al-Qaeda dibuat Amerika Untuk meruntuhkan Afghanistan --> Al-Qaeda bermusuhan dengan Amerika setelah Afghanistan kalah --> lalu membentuk ISIS
ISIS itu punya banyak strategi untuk menghancurkan islam Arab, dan anggotanya di Indonesia tergabung di berbagai ormas islam, bukan hanya FPI, tapi di NU, Muhamadiyah dll.
Jadi, kalo menurut ane hanya karena ditemukan kartu anggota FPI, terus mereka jadi Teroris? gak juga
FPI terbentuk untuk bantu PAM Swakarsa yaitu komunitas yang membantu TNI menyukseskan sidang istimewa MPR di tahun 1998 -->Setelah Orde Baru FPI mulai musuhan sama pemerintah -->strategi yang di gunakan FPI terlalu dasar jadi kalau untuk terorisme gak akan mampu.
Nah, ciri dari ISIS sendiri mereka anti dengan kajian kajian islam modern seperti Barzanzi dan lain sebagainya, sedangkan FPI mereka setiap maulid nabi baca barzanzi. Pembahasan di setiap kajian pun di FPI lebih ke pembahasan ringan, sedangan ISIS pembahasannya mengenai kenegaraan ISLAM, thagut dll. ( ane waktu SMA hampir terjerumus, tapi alhamdulillah lepas karena keluarga pindah rumah)
Jadi kalau hanya diliat dari kartu keanggotaan aja sih gak serta merta FPI itu teroris, Polisi pun menyebut bahwa pelaku bom makassar itu anggota JAD, JAD dan FPI jelas beda.
jadi menurut ane sih cocoklogi ini si Eko Kuntadhi dan yang sok komen panas tapi kerjaannya adalah penonton ASMR
Ane memang kurang suka sama HRS dan konco FPI nya, tapi bukan berarti harus cocoklogi hanya dengan bukti yang ada,
Dan memang info yang lagi HITS sekarang adalah FPI, jadi kambing hitam dengan informasi yang simpang siur. Kalo memang FPI ini berafiliasi dengan JAD yang juga berailiasi dengan ISIS, udah gak akan damai ni Indonesia, adu tembak di mana-mana.
Kalau diliat dari aksinya, ini cuma tindak terorisme dari JAD sendiri yang saat ini sudah muak dengan kekalahan mereka
lu pada liat waktu aksi 212 mereka di monas? kalau mereka teroris, udah bawah AK-46 kek di game-game.
cuma karena mereka cuma ormas kecil dan gak punya power sampe punya persenjataan seperti itu, ya gak akan kuat kalau sampe jadi teroris. wkwkkw
saran ane, jangan nelen informasi bulet-bulet, biasain di masak dulu, diteliti dulu. Kalau gak ada waktu buat neliti, biasain diem dan cuma baca, jadi gak malah memecah belah bangsa dan agama di Indonesia.
Kalau komen ngawur dengan sok nyindir, sok satire, sok sarkasme, tapi satire dan sarkas lu salah, konyol, jadi KELIATAN BODOH. padahal pengguna kaskus kebanyakan yang udah berumur, tapi dengan komentar bodoh ya jadi kek bocah GM yang kalau ngerank pasti jadi beban tim
monggo yang mau diskusi wkwkwk

ISIS terbentuk dari Al-Qaeda --> Al-Qaeda dibuat Amerika Untuk meruntuhkan Afghanistan --> Al-Qaeda bermusuhan dengan Amerika setelah Afghanistan kalah --> lalu membentuk ISIS
ISIS itu punya banyak strategi untuk menghancurkan islam Arab, dan anggotanya di Indonesia tergabung di berbagai ormas islam, bukan hanya FPI, tapi di NU, Muhamadiyah dll.
Jadi, kalo menurut ane hanya karena ditemukan kartu anggota FPI, terus mereka jadi Teroris? gak juga
FPI terbentuk untuk bantu PAM Swakarsa yaitu komunitas yang membantu TNI menyukseskan sidang istimewa MPR di tahun 1998 -->Setelah Orde Baru FPI mulai musuhan sama pemerintah -->strategi yang di gunakan FPI terlalu dasar jadi kalau untuk terorisme gak akan mampu.
Nah, ciri dari ISIS sendiri mereka anti dengan kajian kajian islam modern seperti Barzanzi dan lain sebagainya, sedangkan FPI mereka setiap maulid nabi baca barzanzi. Pembahasan di setiap kajian pun di FPI lebih ke pembahasan ringan, sedangan ISIS pembahasannya mengenai kenegaraan ISLAM, thagut dll. ( ane waktu SMA hampir terjerumus, tapi alhamdulillah lepas karena keluarga pindah rumah)
Jadi kalau hanya diliat dari kartu keanggotaan aja sih gak serta merta FPI itu teroris, Polisi pun menyebut bahwa pelaku bom makassar itu anggota JAD, JAD dan FPI jelas beda.
jadi menurut ane sih cocoklogi ini si Eko Kuntadhi dan yang sok komen panas tapi kerjaannya adalah penonton ASMR

Ane memang kurang suka sama HRS dan konco FPI nya, tapi bukan berarti harus cocoklogi hanya dengan bukti yang ada,
Dan memang info yang lagi HITS sekarang adalah FPI, jadi kambing hitam dengan informasi yang simpang siur. Kalo memang FPI ini berafiliasi dengan JAD yang juga berailiasi dengan ISIS, udah gak akan damai ni Indonesia, adu tembak di mana-mana.
Kalau diliat dari aksinya, ini cuma tindak terorisme dari JAD sendiri yang saat ini sudah muak dengan kekalahan mereka
lu pada liat waktu aksi 212 mereka di monas? kalau mereka teroris, udah bawah AK-46 kek di game-game.cuma karena mereka cuma ormas kecil dan gak punya power sampe punya persenjataan seperti itu, ya gak akan kuat kalau sampe jadi teroris. wkwkkw
saran ane, jangan nelen informasi bulet-bulet, biasain di masak dulu, diteliti dulu. Kalau gak ada waktu buat neliti, biasain diem dan cuma baca, jadi gak malah memecah belah bangsa dan agama di Indonesia.
Kalau komen ngawur dengan sok nyindir, sok satire, sok sarkasme, tapi satire dan sarkas lu salah, konyol, jadi KELIATAN BODOH. padahal pengguna kaskus kebanyakan yang udah berumur, tapi dengan komentar bodoh ya jadi kek bocah GM yang kalau ngerank pasti jadi beban tim

monggo yang mau diskusi wkwkwk
0
Tutup