Martincorp
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 01:04
muliatama007chrysalis99gembogspeed
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
678.4K
6.3K
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
icon
31.2KThread40.1KAnggota
Tampilkan semua post
Martincorp
TS
Martincorp
#3039
BAGIAN 42
PENDERITAAN KUNTILANAK
part 1

Sore menjelang senja, Asnawi dan Merry pergi menuju rumah kost. Merry terpaksa harus bertelanjang ketika itu karena tak ada satupun baju yang bisa dipakai. Ia merasa malu ketika berjalan keluar. Orang-orang tak sengaja menembus tubuhnya ketika berpapasan.

Ketika naik motor, Merry tak bisa berpegangan pada benda apapun. Ia juga tak bisa memeluk Asnawi karena tubuhnya yang berwujud gaib. Tangannya selalu menembus tubuh Asnawi.

Motor pun melaju, Merry langsung terlempar dari atas motor dan melayang di udara. Ia berteriak memanggil Asnawi yang terus melaju dan tal menyadari kalau Merry terjengkang. Akhirnya Merry berusaha untuk terbang mengikuti Asnawi.

Tak lama kemudian, Asnawi tiba di depan rumah kost nya. Ia kaget ketika Merry menghilang. Ia pun berusaha kembali ke warung kopi, namun baru beberapa meter ia melaju, Merry datang dengan melayang ke arah dirinya.

"Kamu kemana aja sih Din? Kok malah terbang? Aku khawatir sama kamu..."

"Aku gak bisa naek motor Kan, tadi begitu kamu ngegas, badanku langsung terlempar"

"Kenapa kamu gak pegangan atuh?"

"Gak bisa Kan...tubuhku malah tembus"

"Hmmm ane yah, padahal harusnya bisa, dulu Hayati bisa pegang aku walaupun dalam wujud gaib"

"Ya aku gak ngerti Kan...tapi sinar matahari ini bikin aku lemes"

"NAH BETUL BANGET DIN!!" Asnawi tiba tiba berteriak.

"Woy!! Kaget anjirrr!! Ngomong biasa aja kali gak usah teriak"

"Ehhh maaf maaf hehehe...maksudnya kamu gak bisa pegangan sama aku karena sinar matahari bikin kamu lemah, itulah makanya para setang gak ada yang beraksi di siang bolong"

"Oh gitu...sedih banget sih Kan...aku tuh masih hidup, tapi kenapa bisa jadi arwah gentayangan gini...mana telanjang lagi, aku malu banget Kan"

"Gak usah malu Din, gak ada orang yang bisa liat kamu"

"Tapi kamu bisa liat aku Kan...malu euy"

"Yaelah..gak apa apa atuh aku mah, kan udah biasa hahaha"

"Dasar mesum!! Masuk kedalem yuk! Aku makin gak nyaman nih"

Asnawi memegang tangan Merry, lalu mengajaknya berjalan menuju kamar kost. Ia heran kenapa Asnawi bisa menyentuhnya, sedangkan dirinya tak bisa. Begitu masuk ke dalam kamar kost, mereka terkejut dengan keberadaan Utami yang tengah berbaring di atas ranjang. Seketika Asnawi melepaskan tangan Merry.

"Hey...itu siapa?" teriak Utami.

"Kamu nyimpen cewek di kostan kamu Kan?" tanya Merry dengan keras.

Asnawi tampak kebingungan menjawab pertanyaan dari mereka. Utami pun menghampiri Asnawi dan Merry.

"Kamu ngapain bawa cewek kemari? Mana telanjang lagi? Aku bilangin sama Ibu lho" kata Utami.

"Hey kamu siapa ada di kamar Asnawi...kamu juga telanjang tauuuk!!" bentak Merry.

"Kamu berani beraninya bentak aku ya!! Kamu setan baru ya? Kenapa bisa pulang bareng Asnawi...kamu siapa?" bentak balik Utami.

"Udah udah kalian jangan berantem...aku bisa jelasin semuanya" kata Asnawi memelas.

"Kamu ngapain sih bawa bawa cewek gila ini ke sini!" ujar Utami sambil mendorong tubuh Asnawi.

"Hey...kamu jangan kasar kasar sama Asnawi ya!!! Aku ini pacar baru Asnawi tauuuk...kamu tuh yang cewek gila!!" sahut Merry.

"Apa kamu bilang?? Pacar Asnawi...Ciiih!! Akulah pacar Asnawi...kamu cuman setan gembel" balas Utami.

Suasana semakin memanas, baik Utami maupun Merry sama sama naik pitam dan adu jotos. Asnawi tak bisa berbuat apa apa.

Akhirnya mereka saling serang. Merry menjambak rambut Utami. Sebaliknya, Utami memukul perut Merry. Asnawi berusaha memisahkan mereka, namun ia malah kena pukul Utami sampai terjengkang ke lantai. Asnawi pun pingsan setelah kepalnya terbentu meja. Utami dan Merry tak mempedulikan Asnawi, mereka semakin sibuk berkelahi. Bahkan mereka bergumul diatas lantai. Handuk Utami terlepas, sehingga mereka bertarung dalam keadaan tanpa busana.

Setelah puas saling menyakiti dan melampiaskan amarah, mereka sama sama terkapar dengan napas terengah-engah. Wajah dan tubuh mereka penuh dengan luka lebam dan cakaran.

"Udah-udah...aku gak sanggup lagi berantem" Utami memelas.

"Aku juga sama...tubuhku capek banget, kamu siapanya Asnawi? Kok bisa ada di kamar dia?" jawab Merry.

"Aku arwah penunggu rumah kost ini...namaku Utami...aku pacar gaibnya Asnawi"

"Apaaaah!! Pacar gaib? Gak mungkin Asnawi punya pacar gaib"

"Aku udah lama kenal Asnawi..dia sayang sama aku walaupun dia punya pasangan lain di hidupnya...sekarang giliranku bertanya, kamu sebenernya siapanya Asnawi? Kamu hantu baru ya? kok gak pake baju?"

"Namaku Merry.."

"KAMU YANG PERNAH NOLAK ASNAWI ITU KAN? TERUS KEMAREN KAMU SEMPET KOMA KARENA DITABRAK ORANG?" Utami terkejut

"Kenapa kamu tau tentang aku? Apa kamu udah kenal aku?" Merry ikut terkejut.

"Oooh jadi bener kamu Merry...aku tau segalanya tentang kamu dari Asnawi...apa kamu sekarang udah mati?"

"Tidak...aku masih hidup"

"Tapi wujudmu arwah...udah gitu telanjang lagi?"

"Aku kemarin dijadiin kuntilanak...terus dari tadi siang aku gak bisa pake baju karena selalu tembus badanku...aku maksa Asnawi ngajak kesini buat minta baju baju Hayati, karena dia bisa pake baju walaupun berwujud gaib"

"Tunggu...tunggu!! Kamu tau kalo Hayati itu mahluk gaib?"

"Iya...aku tau...dia kuntilanak, aku tau dari orang yang mengubahku seperti ini"

"Siapa orang yang mengubahmu jadi kuntilanak Merr?"

"Bendoro"

"Apaaaaaaah!!! Bendoro?" Utami terhenyak mendengar nama itu terucap dari mulut Merry.

"Kamu kenal dia?"

"Kenal banget Merr...dia temenku, dia temen Hayati juga...tapi harusnya dia udah lenyap"

"Enggak Tami...dia masih ada, wujudnya bayi tapi kepalanya ukuran dewasa..ia selalu digendong oleh Ratih"

"Astaga! Jadi selama ini Bendoro...kukira dia anaknya Ratih...aku sering maen ke rumahnya, aku liat dia selalu gendong bayi aneh...katanya sih itu anaknya...ternyata Bendoro...bukannya Bendoro udah lenyap?"

"Dia belum mati...sumpah!!"

"Terus kenapa dia bisa ngedatengin kamu dan ngerubah kamu jadi kunti?"

"Dia datang pas aku lagi koma, dia nolongin aku supaya hidup lagi, terus dia ngobatin kakiku yang lumpuh...tapi abis itu dia minta bantuanku sebagai gantinya, diangejadiin aku kuntilanak...aku disiksa sebelumya sebelum akhirnya menandatangani kontrak...aku diberitahu tentang Hayati"

"Jadi sekarang kamu manusia yang berwujud hantu gitu?"

"Iya Tami...aku kesini untuk minjem baju punya Hayati, soalnya dulu Hayati bisa pake baju padahal dia kuntilanak"

"Hmmm...baiklah kalo gitu"

Utami bangun, lalu ia berjalan menuju lemari sambil menutup kembali tubuhnya dengan handuk. Merry terheran heran melihat Utami ketika dia bisa membuka pintu lemari dengan mudah.

"Kamu kok bisa megang lemari Mi?" tanya Merry.

"Aku bisa karena dapet energi dari Asnawi" jawab Utami.

"Jadi..jadi...jadi...kamu udah begituan sama Asnawi?" Merry semakin kaget.

"Iya Merr...tiap malem malahan...kalo gak gitu, aku gak bakalan bisa eksis" balas Utami sengan santai.

"Anjiiiiir!!! Kalo begitu Asnawi jahat dong, dia doyan begituan...aku juga tadi pagi dipaksa sama dia begitu aku berubah wujud jadi gaib...aku menurutinya, dan ternyata au bisa kembali ke wujud normal...tapi pas siang aku berubah lagi jadi gini...Asnawi ngajakin bercinta lagi tapi aku tolak"

"Lho kenapa ditolak?"

"Sakit banget Mi...burung Asnawi gede banget"

"Hahahahaha...padahal enak kali"

"Ihhh najis deh...tapi walaupun gitu aku sayang sama Asnawi"

"Hmm..seandainya aku masih hidup, aku juga sayang sama dia Merr"

"Kamu beneran udah mati Mi?"

"Iya Merr...aku terjerat di leher"

"Kamu gantung diri?"

"Awalnya aku berniat kayak gitu, tapi aku urungkan...namun naas...aku kepleset pas mau ngebuka tali yang menjerat leherku dan akhirnya aku mati tercekik...selama bertahun tahun arwahku terjebak di kamar mandi sebelum akhirnya Hayati menyelamatkanku"

"Kasihan banget kamu Tami...aku turut prihatin...anu...maafin aku ya tadi udah nyerang kamu...aku kira kamu itu cewek simpanan Asnawi"

"Maafin aku juga Merr, aku udah mukulin kamu...soalnya kupikir kamu pacar gaib baru Asnawi"

Mereka kemudian saling memaafkan dan bersalaman. Utami kemudian melanjutkan pencarian baju milik Hayati. Ia memilihkan setelan baju kaos dan celana pendek untuk Merry. Begitu Merry menyentuhnya, tiba-tiba baju itu berubah wujud menjadi gaib. Merry langsung memakai stelan baju itu.

"Waaah pas banget banjunya ya" kata Utami.

"Iya Mi...aku gak nyangka"

"Kamu punya ukuran dada yang sama kayak Hayati"

"Iya nih...sebenernya dadaku gak segede gini Mi...tapi ketika aku berubah jadi kuntilanak, dadaku membesar gini"

"Euleuh...berarti para kunti emang gede gede susunya ya"

"Hmmm...aku gak mau jadi kunti Mi...aku pengen kembali ke wujud semula"

"Baiklah...aku mau bantu kamu Merr...kebetulan aku tau rumah Ratih"

"Kamu kenal mereka juga Mi?"

"Iya Merr, Ratih adalah sahabatku...dia penunggu hutan kota...malem ini kita pergi kesana buat nemuin Bendoro...siapa tau dia berubah pikiran"

"Makasih banget Mi"

"Apa kamu tau tujuan Bendoro mengubahmu jadi kuntilanak?"

"Errrrrhhhhh...aku gak tau Mi, tapi dia menawariku hidup abadi bersama Asnawi...aku disuruh buat ngajakin Asnawi bunuh diri biar dia jadi arwah gentayangan...lalu aku bisa sama dia selamanya"

"Itu gak mungkin terjadi Merr...kalopun Asnawi jadi arwah gentayangan, kamu gak bisa hidup bersama sama dia...tapi kamu harus rela berbagi perasaan sama aku"

"Hmmm...kamu cinta sama Asnawi ya?"

"Kalo bisa aku cinta sama dia Merr...tapi perasaan cintaku udah mati...aku hanya bisa menyukai dia aja Merr"

"Makanya aku nyesel Mi...aku sekarang sebenernya udah dapeti Asnawi di dunia nyata...dia sekarang udah putus sama Bi Asih dan minta jadian sama aku...tapi baru aja beberapa saat, Bendoro tiba-tiba ngacauin semuanya"

"Oke...aku akan nolong kamu...sekarang kita pergi ke rumah Ratih"

Utami dengan semangat mengajak Merry menuju rumah Ratih. Mereka meninggalkan Asnawi yang masih pingsan begitu saja. Merry terpukau dengan kemahiran Utami dalam menembus beberapa dinding rumah sambil terbang. Merry masib belum bisa mengendalikan tubuhnya ketika melayang. Kadang, ia terbawa angin yang berhembus kencang sampai Utami pun berusaha mengejar dan menggapainya. Akhirnya Utami pun terbang sambil berpegangan tangan dengan Merry.

Mereka tiba di depan sebuah rumah besar yang terbengkalai. Merry merasa sangat takut melihat bentuk rumah itu. Ia memegang erat tangan Utami.

Utami mengetuk pintu rumah itu. Tak lama berselang, tiba tiba lampu teras menyala dan seketika kondisi rumah yang semula terbengkalai dan menyeramkan, langsung berubah menjadi rumah mewah yang asri.

"Kenapa semuanya berubah jadi bagus Mi?"

"Kita udah masuk ke dimensi gaib...jadi rumah yang keliatan jelek di dimensi manusia, akan bagus di dimensi gaib...atau bisa sebaliknya"

"Aku takjub Mi...tadi awalnya aku takut masuk halaman rumah ini"

"Kamu harus ngebiasain diri Merr"

Tak lama kemudian, pintu utama terbuka. Keluarlah sosok kuntilanak bermata merah sambil menggendong bayi berkepala dewasa.

"Tami...mau apa kamu dateng kesini?"tanya Ratih yang kaget melihat Merry berada di samping Utami.

"Bendoro masih hidup kan? Kamu jangan ngebohongin aku lagi Mbak?" bentak Utami.

Ratih tampak kebingungan dengan pertanyaan Utami. Bendoro yang ia gendong lun bergerak dan memperlihatkan wajahnya kepada Utami

"Hai Tami...akhirnya kamu tau aki masih hidup" sapa Bendoro.

"Kenapa kamu masih hidup? Bukannya kamu udah dilenyapkan Asnawi" balas Utami.

"Oalah...kamu ini kok gak seneng liat aku hidup, bukannya kita ini sahabat"

"Iya dulu...sekarang aku benci kamu karena kamu yang nyebabin Hayati menghilang"

"Hahaha...lebih baik kita masuk yuk!! Akan kujelaskan semuanya di dalem" ajak Bendoro.

Utami pun menerima ajakan itu. Ia dan Merry masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Ratih. Begitu masuk ke ruangan tengah, Utami dan Merry duduk di sebuah sofa besar. Ratuh menaruh Bendoro diatas meja.

Utami kaget sekaligus miris melihat wujud Bendoro yang sangat mengerikan. Bendoro berusaha berdiri sambil menahan bobot kepalanya dengan kedua tangan.

"Kamu kok bisa jadi gini? Badanmu kayak bayi setahun tapi kepalamu dewasa" tanya Utami.

"Ini semua gara gara Asnawi Mi...dia nusukin batang kayu keramat ke leherku, lalu aku terhisap ke alam perantara...tapi sebelum tubuhku lenyap semuanya, aku sempet memenggal kepalaku sendiri...dan akhirnya wujudku jadi gini...tubuh baru kembali tumbuh dari potongan leher dalam bentuk bayi...dan bisa tumbuh jado dewasa dalam waktu seratus tahun"

"Kamu pantas mendapatkan itu Mbak N'doro, karena kamu udah jahat sama Hayati...kau berusaha untuk menangkapnya kan? Dan sekarang dia bener bener lenyap"

"Kami salah Mi...aku bukan mai nangkep tapi mau ngajakin Hayati berjuang merebut tahta siluman...dan asal kamu tau Hayati gak lenyap...dia masih hidup"

"APAAAAAAAAAH!!!?"

Utami terhenyak, ia langsung berdiri di hadapan Bendoro dengan tatapan tajam.

"Apa maksudmu?"

"Hayati terikat kontrak sama aku selama seratus tahun...dia sebenernya belum mati Mi...aku mengubah dia jadi kuntilanak ketika masih sekarat...sekarang kontrak sama aku udah lenyap, maka Hayati kembali menjadi manusia"

"Jadi..jadi...Mbak Kunti masih hidup?"

"Iya Tami ku sayang...dia sekarang lagi menikmati kehidupan barunya sebagai manusia di tempat kelahirannya...rumah masa kecilnya di Jakarta"

Utami terharu mendengar jawaban Bendoro. Ia senang mendengar kabar tentang Hayati yang masih hidup.

"Untuk itulah...kenapa aku membuat Merry jadi kuntilanak...aku pengen dia gantiin Hayati"

"TIDAAAAAAAK!!! aku gak akan membiarkanmu melakukan itu sama Merry...dia tak berdosa, dan tak tau apa apa tentang masalahmu!!"

"Tapi aku udah menjanjikan sesuatu sama Merry...aku akan memberikan kenikmatan hidup bersama Asnawi selamanya"

"Aku gak mau Bendoro!! Aku pengen batalin kontrak...aku pengen hidup kembali" sahut Merry.

"Tapi kamu sendiri yang gak mau kalo Hayati balikan lagi sama Asnawi?" tanya Bendoro.

"Awalnya aku berpikiran kayak gitu, tapi setelah denger Asnawi berjanji, aku berubah pikiran, aku gak peduli sama Hayati...yang jelas Asnawi selalu pegang janjinya untuk tak akan meninggalkanku"pungkas Merry.

Bendoro dan Ratih terkejut dengan jawaban Merry. Mereka tampak terheran heran dengan sikap Merry yang berubah.

" Hmmm...dasar cewek bodoh!! Kontrak tidak bisa dibatalkan..kamu akan tetep jadi kuntilanak" kata Bendoro.

Bendoro memerintahkan Ratih untuk membawa Merry, namun Utami pasang badan. Ia menolak memberikan Merry.

"Tami kamu ngapain?" tanya Ratih.

"Aku gak akan membiarkan kalian mengambil Merry!! Dia temanku!! Dia tak berdosa" bentak Utami.

"Tami...kamu jangan naif!! Dia udah jual diri sama N'doro...kamu minggir!!" ujar Ratih dengan meninggi.

"Langkahi dulu mayatku!! Walaupun kamu sahabatku..tapi takkan ku biarkan kau mengambil Merry" ujar Utami.

Ratih terdiam dengan kegigihan Utami yang menghalanginya untuk mengambil Merry. Ia pun menengok ke arah Bendoro untuk mengambil keputusan. Bendoro kemudian menganggukkan kepalanya kepada Ratih.

"Maafin aku Tami, tapi aku harus melakukan ini" kata Ratih sambil mengambil sebuah golok dari belahan dadanya.

"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Utami.

Tanpa menjawab pertanyaan Utami, Ratih langsung menebas leher Utami sampai terputus. Sontak, Merry berteriak histeris melihat Utami yang rubuh dengan kepala yang terputus. Darah memancar deras dari leher Utami.

Ratih kemudian memukuli Merry sampai terkapar, lalu ia mengikat leher Merry dengan rantai gaib. Merry berusaha melawan dan berteriak, namun semua itu sia-sia. Ratih menyeret Merry menuju sebuah ruangan besar.

Merry menggelapar ketika lehernya diseret Ratih. Ia berusaha melawan. Ratih kembali memukuli Merry dengan brutal sampai ia tak berdaya.

Ratih pergi kembali ke ruang tengah,, ia menggendong Bendoro. Merrry dibiarakn tergelatak kesakitan. Setelah itu, ia menaruh Bendoro dihadapan Merry.

"Merr...aku tuh pengen ngasih ilmu sama kamu biar kamu jadi sakti...kamu sangat berbakat sama kayak Hayati"

"Kamu bajingan!!! Kembalikan aku jado manusia lagi!!"

"Tidak bisa Merr"

"Aku benci kamu!!"

"Sekarang kamu benci aku, nanti kamu akan menyukaiku"

Ratih menyalakan sebuah perapian dimana diatasnya terdapat sebuah kuali besar. Ia menuangkan air yang bercampur kembang 7 rupa kedalalam kuali itu.

"Jeng...persiapan ritual udah siap" kata Ratih.

"Baiklah kita mulai" sahut Bendoro.

Ratih kembali menggendong Bendoro, lalu memasukannya kedalam kui yang berisi air mendidih. Teriakan Bendoro pun menggema di seantero ruangan.

Tak lama, Ratih merapal suatu mantra. Suasana mendadak mencekam ketika Ratih menyanyikan mantra dalam langgam Jawa. Kemudian, Ratih mengambil sebuah mangkuk keramik dan sebilah pisau. Ia menghampiri Merry yang tengah terkapar. Ia menggorok leher Merry sampai memancarkan darah, lalu menampung darah itu kedalam mangkuk. Merry kembali berteriak kesakitan ketika lehernya tersayat.

Setelah mangkuk terisi penuh dengan darah, Ratih kembali menuju kuali itu. Ia menuangkan darah itu kedalam kuali. Seketika, air yang berada dalam kuali langsung bergolak.

Ratih kembali menghampiri Merry. Ia tiba tiba memotong tangan kanan Merry sampau terputus, kemudian ia memasukan potongan tangan itu ke dalam kuali. Ratih lalu membaca mantra kembali sambil menari nari. Suara melengking nya terdengar bagaikan lagu kematian bagi Merry yang sudah tal sanggup menahan rasa sakit.

Kuali bergejolak, lalu munculah sosok wanita telanjang keluar dari dalam kuali. Ia menggelepar di atas lantai sebelum akhirnya Ratih menutupi tubuh itu dengan kain putih.

"Selamat datang kembali Bendoro..." sapa Ratih kepada Bendoro yang telah mempunyai tubuh baru.

"Terima kasih Ratih...tolong pasangin paku di kepalaku!!" pinta Bendoro.

Ratih pun mengambil sebuah paku dari belahan dadanya, lalu ia menancapkan paku itu di ubun-ubun kepala Bendoro.

"Akhirnya...tubuh indahku kembali hahahahahaha...Bersiaplah Asnawi...akan kubalaskan dendamku padamu"

...
Arakag.azarchrysalis99
chrysalis99 dan 33 lainnya memberi reputasi
34
Tutup
Hot Threads
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.