Kaskus

Story

kаskusAvatar border
TS
kаskus
MISTERI TENUNG TANAH PERDIKAN (BASED ON TRUE STORY)
PROLOG
Quote:

Quote:


Saat itu waktu menunjukkan pukul 17.30 menjelang maghrib, badan terasa lelah usai pulang kantor, setelah mandi dan bercanda dengan jelita istriku, aku sempatkan santai sebentar sambil memainkan game di komputer. Kulihat jelita juga sedang santai di tempat tidur sambil senyum-senyum sendiri sambil memainkan gadget, entah sedang baca novel atau whatsapp dengan temannya.

Bab I. SERANGAN
‌Tiba tiba dari arah jelita terdengar suara erangan memecah keheningan di dalam kamar, suara yang sangat berat, sekilas seperti geraman harimau, yang aku yakin itu bukan suara jelita spontan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut, ya Tuhan! Apa yang terjadi, ada apa ini sebenarnya??? Kulihat jelita tampak menolehkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, dengan mata melotot berwarna merah sambil menggeram.

‌Bingung dan panik tanpa ba-bi-bu, ku panggil kedua mertuaku, karena pada saat itu kami masih ikut orang tua istri, "pah, mah...jelita kenapa ini". Sesampai di dalam kamar, kedua mertuaku juga terkejut dan panik melihat kondisi anaknya seperti itu, " Jangan jangan kesurupan mas?" Ujar ibu mertua...Tiba-tiba ibu mertua ke luar rumah, " kemana mah?" tanyaku, " Pak modin" Ujar beliau.

Selang beberapa lama pak modin datang, mendatangi istriku, sambil membacakan doa-doa, tidak mempan, tidak ada reaksi apapun, masih sama seperti saat kulihat jelita pertama tadi. Sambil menyeka keringat beberapa kali, beliau tampak menyerah, "kenapa pak?" tanyaku, "kesurupan penunggu lapangan sebelah" ujar beliau. "Whatt???, apa apaan ini?" ujarku dalam hati, tidak mungkin menurutku, karena jelita tidak pernah keluyuran ke lapangan sebelah.

"Ada yang tidak beres" Ujarku dalam hati, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Tiba tiba teringat kakak beradik teman lamaku, ya teman lama yang pernah menolong saat, usaha kuliner ku mengalami gangguan dan hal hal ganjil di luar nalar.

Danu dan dani, mereka adalah orang orang yang punya bakat melihat dan berkomunikasi dengan hal hal yang tidak tampak.

Kucoba ku telpon danu, dan bisa... "halo panji, ada yang bisa aku bantu?" Ujarnya dari telepon, " Eh iya, bisa minta tolong turun ke bawah gag?, jelita kesurupan" ujarku, "Oke, aku segera kesana, ditunggu dulu" Balas danu.

Sambil menunggu kedatangan danu dan dani, kucoba sebisa mungkin membacakan doa-doa agar mengalirkan energi positif ke jelita, yang tampaknya sia-sia, hanya bisa ku pandangi istriku dengan penuh kepanikan.

Jam dinding menunjukan pukul 7 malam lebih sedikit, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, tidak lupa mengucapkan salam, mereka berdua ku persilahkan masuk untuk melihat kondisi jelita. Belum sampai danu dan dani masuk ke kamar, tiba tiba " Kamu lagi, kamu tidak akan bisa melawanku, dasar jelek, pendek seperti kodok" ujar teriak juwita dengan bahasa jawa dari dalam kamar ditujukan kepada dani sang adik.

Aku semakin bingung, mahluk halus apa yang ada ditubuh istriku, kok bisa kenal dengan dani, apa hubungannya dengan dani????

Bergegas memasuki kamar, dani mengacuhkan umpatan yang diucapkan oleh mahluk halus di dalam tubuh jelita. Tampak jelita gelisah, dan mengeluarkan geraman pertanda perang, percaya diri over dosis tidak sebanding dengan realita, melihat dani, mahluk dalam tubuh jelita semakin berontak bersamaan dengan doa doa yang diucapkan oleh dani, ketegangan kedua belah kubu memancarkan hawa yang sangat panas di dalam kamar. Keringat dani tampak bercucuran, sementara jelita bergerak tak terkendali yang mengharuskan aku dan danu mengunci tangan jelita. Ya pertarungan sudah dimulai, kami yang ada di dalam kamar hanya bisa membantu dengan doa-doa yang kami bisa sambil memegang jelita yang bergerak semakin tidak terkendali, disertai geraman-geraman yang semakin kuat.....


bersambung...

Bab II. Prewangan
Bab III. Sowan Ke Rumah Eyang
Bab IV. Pesan Eyang
Bab V. Pendekar
Diubah oleh kаskus 24-02-2023 19:42
axxis2sixxAvatar border
Tika1909Avatar border
kyaikanjeng77Avatar border
kyaikanjeng77 dan 32 lainnya memberi reputasi
33
8.3K
56
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
kаskusAvatar border
TS
kаskus
#36
PESAN EYANG
Pagi ini cuaca bagus sekali, tampak dari jendela kulihat langit cerah disertai hembusan angin sepoi menghembus dedaunan.

Setelah menikmatin hidangan sarapan pagi yang sudah dibuat jelita, aku langsung pamit menuju kekantor. "Semoga hari ini aman, tidak ada gangguan pada jelita", gumamku dalam hati.

Seperti biasa, aku beraktifitas di kantor, dengan tumpukan desain yang belum terselesaikan. Tubuh ini masih terasa letih, perasaan juga tidak karuan antara harus ngantor atau menemani jelita dirumah. Namun bagaimana lagi karena tuntutan pekerjaan, harus ku kuatkan untuk bekerja, lagian di rumah jelita ditemani ayah dan ibunya.

Kulirik jam di layar monitor, menunjukkan pukul 09.00 pagi, "ngopi dulu pasti enak" gumamku dalam hati, sambil beranjak menuju ruangan dalam untuk membuat secangkir kopi yang mungkin bisa sedikit menenangkan perasaan yang tidak karuan ini.

Baru saja aku beranjak dari kursiku, tiba-tiba hpku berdering, tertera nama ibu mertua di hpku. " Halo mah" Jawabku, " Halo mas panji, tolong segera pulang" ucap ibu mertuaku, " Ada apa mah? balasku lagi, "Jelita sikapnya aneh sekali, diajak bicara hanya diam dan tidak merespon " Balas ibu mertua, " Ya mah, saya segera pulang" Pungkasku.

Setelah mengajukan ijin ke atasan, aku langsung tancap gas pulang. Sesampai dirumah kulihat jelita hanya diam mematung tanpa suara dengan tatapan kosong dengan wajah yang pucat. Ku coba untuk berbicara dengan jelita namun sama saja tidak ada reaksi, "fix, pasti jelita kerasukan lagi" batinku.

" Halo, eyang " ini jelita kerasukan lagi, diam saja tanpa ekspresi" kataku sambil kutatap jelita yang entah matanya dengan tatapan kosong memandang sesuatu yang tak kumengerti, "mas panji kesini ya, kerumah ini ada sesuatu untuk jelita", balas eyang, " Baik terimakasih eyang, saya segera kesana" Balasku lagi.

Tanpa babibu, aku langsung menuju ke rumah eyang, mengambil titipan yang harus kuberikan kepada jelita. "Asaalamualaikum" Salamku, "Walaikumsalam, silahkan masuk, ini air untuk jelita, tolong segera diberikan " Balas eyang, " mulai hari ini tolong waspada, jangan sampai jelita sendirian, karena akan ada hal yang besar segera datang" Pesan eyang.

"Baik eyang terimakasih, saya langsung pulang, asalamualaikum" pamitku, sambil bergegas menuju ke sepeda motor.

Sesampai dirumah segera kuminumkan air pemberian eyang kepada jelita, seketika dari mulutnya keluar suara "panas, panass", selanjutnya tampak jelita kelelahan dan tertidur. Kulihat wajah cantiknya tampak sayu, tidak tega melihat jelita mengalami hal-hal yang diluar nalar kita sebagai manusia.

Setelah memastikan kondisi jelita baik kembali, aku memutuskan untuk kembali ke kantor, menyelesaikan tugas yang kutinggal tadi.

Segera kupacu sepeda motorku menuju kekantor sambil mengingat ingat pesan eyang tadi "akan ada sesuatu hal besar yang akan segera datang", apakah itu??? Semoga semuanya baik baik saja.


bersambung....
Diubah oleh kаskus 24-02-2023 19:46
pulaukapok
axxis2sixx
Tika1909
Tika1909 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.