- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#82
Chapter 55
Mobil truk besar yang membawa kapten Vela dan juga Gareth sudah memasuki wilayah sektor 13. Kapten Vela duduk di kursi depan sedangkan Gareth duduk di bagian belakang truk yang bentuknya persegi panjang berukuran besar. Ada ‘stasiun’ berjumlah 4 buah yang ditempatkan dibagian sisi-sisinya. Satu stasiun terisi dengan armor suit prototype milik Gareth. Sebuah lingkaran terlihat tepat dibagian bawah stasiun. Menurut sang supir, jika anggota Bass memasuki area lingkaran itu maka armor suit akan terpasangkan secara otomatis. Tetapi jika mereka sudah menggunakan pakaian pelapis terlebih dahulu yang mirip baju selam itu. Dipakaian pelapis itu terdapat sensor yang menghubungkannya dengan armor suit.
Gareth duduk termenung sendirian, walaupun ada sebuah layar besar yang menemaninya. Itu hanya menunjukan peta wilayah 13, dengan sensor yang dapat menyala ketika ada Beaters yang muncul. Sementara kapten Vela memperhatikan sang supir yang sedang mengendarai kendaraan besar ini. Waktu awal pertemuan, ia mengenalkan dirinya sebagai supir resmi tim 13. Supir ini bernama Gerard, tidak ada nama belakang atau pun nama tengah. Dari wajahnya, kisaran umurnya mungkin di bawah Nakata namun di atas Gareth dan Leah.
“Hei, apa latar belakangmu?” tanya kapten Vela.
“Aku? Latar belakang?....,” Gerard mencoba mencernanya dulu. “ah…iya aku mengerti. Pekerjaanku sebelumnya sama seperti ini, seorang supir truk. Hanya saja dulu aku bekerja di perusahaan untuk mengangkut barang orang pindahan rumah.”
“Lalu?”
“Waktu itu aku melihat sebuah lowongan, untuk supir di sebuah perusahaan percetakan. Karena ku nilai pekerjaannya lebih mudah karena tidak perlu mengangkat barang dan juga menatanya kembali untuk rumah baru seseorang. Jadi aku melamar, ternyata aku melamar di tempat yang salah,” dengan tawanya yang memenuhi kabin depan.
“Percetakan?” kapten Vela tidak habis pikir dengan orang-orang di kantor pusat. “kenapa kamu masih mau menerimanya? Bukankah mereka sudah menjelaskan resikonya?”
“Itu…karena aku percaya, kalian akan menjagaku selama perjalanan. Baik itu ketika berangkat, dalam misi, dan juga saat pulang,” senyumnya begitu tulus hingga kapten Vela paham bahwa kru terbarunya itu merupakan orang yang baik.
Mobil truk besar ini bisa istirahat sebentar saat sebuah lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah. Saat kapten Vela dan juga Gerard sedang melihat orang-orang yang berjalan menyebrang, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang cukup besar. Suara itu juga terdengar oleh Gareth di bagian belakang mobil. Kapten Vela bergegas turun, menyuruh Gerard untuk segera menepi ketika lampu berubah hijau dan membukakan pintu belakang untuk Gareth.
“Serangan Beaters kah? Tapi sensornya tidak berbunyi,” kapten Vela berlari menuju sumber suara.
Keadaannya cukup kacau, orang-orang berhamburan keluar dengan panik. Kapten Vela mampu menarik salah satunya dan bertanya kepada orang itu, jawabannya adalah ada sesosok tinggi besar yang tiba-tiba datang lalu menghancurkan semua yang dilaluinya. Dugaan kuat kapten Vela adalah penyebab kerusakan itu adalah Beaters. Mungkin dengan kekuatannya itu dapat menghindar dari sensor yang sudah dipasangkan di sudut-sudut wilayah 13.
Dengan berbekal sebuah pistol biasa, kapten Vela masuk ke bangunan yang dipenuhi oleh debu-debu yang mengepul. Orang-orang yang berada di sini sudah keluar semua. “Di mana dia?…,” debu masih tebal, senter kecil yang digunakan pun belum mampu menembus ketebalan ini.
Sesosok tinggi besar muncul dari kepulan asap, benar seperti yang dikatakan orang barusan. Kapten Vela sudah bersiap dengan posisinya, “Baiklah….,” sebuah tangan menyapu kepulan yang mengelilinginya. Sosoknya kini terlihat jelas, untung saja kapten Vela tidak langsung menembaknya. “Nakata!”
Nakata berdiri tegap, bajunya sedikit lusuh. Kepalanya mengeluarkan darah segar, rambutnya terurai akibat terpental jauh dan menghantam beberapa bangunan didepannya. Kapten Vela melihatnya, dari tempatnya berdiri tampak beberapa bangunan yang hancur. Ia sendiri tidak terkejut, Nakata bisa dibilang salah satu yang memiliki fisik terkuat dalam skuad BASS. Dirinya juga mampu bergulat dengan Allison, padahal betapa mengerikannya apa yang bisa lakukan Allison lakukan dengan tangan kosong. Membabat habis seluruh skuad tim 10 waktu itu.
“Apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini?” Nakata tidak menjawabnya, kapten Vela pun menghampirinya. “Eh?” Nakata sudah tidak sadarkan diri dengan posisi berdiri, pelan-pelan kapten Vela membaringkan tubuh rekannya itu. Lalu sesuatu yang cepat datang melesat, ia adalah Gareth yang sudah memakai armor suit prototype miliknya itu.
“Senior….,” melihat Nakata dengan keadaan babak belur seperti itu membuatnya marah. “siapapun yang melakukan ini, aku akan membalasnya!”
“Dia masih hidup, meskipun menerima serangan separah ini…,” kapten Vela melirik ke arah bagian bangunan yang hancur.
“Pakaian ini masih dalam tahap uji coba, belum pernah diperbaiki sekali pun…entah berapa lama aku bisa menggunakannya,” Gareth berjalan perlahan menuju bagian bangunan yang hancur. “akan kutelurusi dari jalan ini,” bagian samping pakaiannya menyala terang, peluncur-peluncur kecil di bagian kakinya menyala. Gareth melesat menerobos bangunan yang hancur.
Sementara itu dengan santainya Maxs bersama dua orang pengawalnya memulai pemburuan malam ini. Tidak ada kekhawatiran berlebih padahal tempatnya sudah diketahui oleh anggota BASS. Ia menyuruh pengawal yang membawa mobil untuk memilih sudut wilayah yang sepi, sedikit berjalan jauh.
“Setelah kita mendapatkannya malam ini, bawa mobil ini menuju tempat itu. Tempat di mana aku memulainya tuk pertama kalinya,” ucap Maxs.
“Tempat itu kah bos?”
“Ya, lalu kau hubungi temanmu yang masih berada di klub. Bawakan wanita itu kepadaku, kita harus bergerak cepat sebelum mereka membawa Silver Clan sebagai bantuan. Mereka sangat merepotkan,” tatapan matanya berubah tajam.
Gareth sudah sampai ke ruangan ekslusif milik Maxs. Karena di ruangan inilah kerusakannya terhenti. Namun tidak ada sosok Leah di sini, perasaan Gareth mulai tidak enak. Ia takut jika terjadi apa-apa kepada Leah. Lalu Gareth menusuri ruangan kecil ini, bergerak keluar menuju area utama bar. Keadaanya masih kacau bekas Nakata tadi, orang-orang yang bergeletakan pun belum beranjak dari tempatnya. Gareth mencoba membangunkan salah satunya, tidak ada jawaban karena orang ini sudah kehilangan kesadaran.
“Apa yang terjadi di sini, ulah senior dan Leah kah?” Gareth mencoba tuk melacak keberadaan Leah menggunakan pakaian berteknologi canggih miliknya, namun ia menyadari bahwa seluruh perangkat milik anggota tim 13 belum diatur dan disambungkan. Sehingga pelacakan pun tidak akan menghasilkan apa-apa.
“OI! Siapa kau?!” seseorang dari lantai dua menggertaknya.
“Ah…dewi fortuna sedang berada disisiku, kau datang di waktu yang tepat!”
Mobil yang ditumpangi oleh Maxs membawanya tepat menuju sudut wilayah yang diinginkannya, sepi dari keramaian. Terletak diperbatasan dengan wilayah sebelahnya. Ada satu orang yang terlihat muda menarik perhatiannya. Maxs menyuruh pengawalnya untuk mengikuti orang itu. Sadar seperti diikuti, targetnya ini berlari berusaha menjauh. Namun mobil yang dibawa pengawalnya itu malah berhasil menyudutkna targetnya menuju area bangunan yang belum selesai dibangun.
“Kau pergilah,” perintah Maxs kepada salah satu pengawalnya. “kau sudah diajari bukan? Lakukanlah dengan rapih,” orang suruhannya keluar.
Target yang ternyata memang masih muda terlihat jelas dengan bantuan sorot lampu dari mobil. Ia panik mengetahui ada orang yang menghampirinya.
“Ini….,” dengan cepat mengeluarkan dompetnya. “ambil saja semua isinya, kumohon izinkan aku pergi...”
“Hah?! Kami lebih senang dengan apa yang ada di dalam tubuhmu itu,” tangan kanannya mengkerut, berubah kurus lalu secara perlahan membesar dengan kuku-kuku yang tajam. Warnanya pun berubah menjadi coklat. Melihat itu semua pemuda ini semakin panik.
“Tolong!...,” keringat dingin mengucur deras. Tangan monster itu semakin mendekat untuk meraihnya, pemuda itu memejamkan mata lalu merasakan ada sesuatu yang mengenai wajahnya. “eh?” perlahan ia membuka matanya, orang didepannya meronta ketika pergelangan tangannya putus. Dan sesuatu yang mengenai wajahnya itu adalah darah.
“Pergilah…,” dengan suara terdistorsi. Matanya berwarna merah dengan bagian kepala seperti memakai sebuah helm dengan tanduk kecil bercabang, berwarna perak menyala dengan tambahan motif berwarna hitam samar. Pemuda itu masih bingung dengan apa yang terjadi, namun menuruti perkataan orang asing berhelm mirip kumbang itu.
“Arghhh…, kau juga bisa melakukannya seperti bos--,” sebuah tendangan tepat mengenai wajahnya, tubuhnya terpental mengenai mobil didepannya.
Maxs dengan tenang keluar dari mobil, “Kejar orang yang tadi, biar aku yang mengurus monster ini. bawa temanmu itu…,” pengawalnya pun menurutinya. Mobil melaju menuju rekannya sebelum pergi dari tempat ini.
“Tak akan kubiarkan!” namun Maxs menghalanginya, sel-sel beaters mulai keluar dari tubuhnya. Dimulai dari kepala.
“Hei, lawanmu berada di sini….Silver Clan!” sel-sel beaters menutupi kepala, lalu ke seluruh tubuhnya. merubah Maxs menjadi monster Beaters berwarna ungu, dengan bentuk yang mengejutkan yaitu Armored Beaters Mode.
“Kuharap pemuda tadi bisa menyelamatkan dirinya,” ucap Djohan yang hanya melapisi bagian kepala dan juga kedua pergelangan tangannya. “non clan tetapi memakai armored mode, sudah pasti ini lawan yang kuat. Jadi ini yang disebutkan senior Sterling….”
Quote:
Mobil truk besar yang membawa kapten Vela dan juga Gareth sudah memasuki wilayah sektor 13. Kapten Vela duduk di kursi depan sedangkan Gareth duduk di bagian belakang truk yang bentuknya persegi panjang berukuran besar. Ada ‘stasiun’ berjumlah 4 buah yang ditempatkan dibagian sisi-sisinya. Satu stasiun terisi dengan armor suit prototype milik Gareth. Sebuah lingkaran terlihat tepat dibagian bawah stasiun. Menurut sang supir, jika anggota Bass memasuki area lingkaran itu maka armor suit akan terpasangkan secara otomatis. Tetapi jika mereka sudah menggunakan pakaian pelapis terlebih dahulu yang mirip baju selam itu. Dipakaian pelapis itu terdapat sensor yang menghubungkannya dengan armor suit.
Gareth duduk termenung sendirian, walaupun ada sebuah layar besar yang menemaninya. Itu hanya menunjukan peta wilayah 13, dengan sensor yang dapat menyala ketika ada Beaters yang muncul. Sementara kapten Vela memperhatikan sang supir yang sedang mengendarai kendaraan besar ini. Waktu awal pertemuan, ia mengenalkan dirinya sebagai supir resmi tim 13. Supir ini bernama Gerard, tidak ada nama belakang atau pun nama tengah. Dari wajahnya, kisaran umurnya mungkin di bawah Nakata namun di atas Gareth dan Leah.
“Hei, apa latar belakangmu?” tanya kapten Vela.
“Aku? Latar belakang?....,” Gerard mencoba mencernanya dulu. “ah…iya aku mengerti. Pekerjaanku sebelumnya sama seperti ini, seorang supir truk. Hanya saja dulu aku bekerja di perusahaan untuk mengangkut barang orang pindahan rumah.”
“Lalu?”
“Waktu itu aku melihat sebuah lowongan, untuk supir di sebuah perusahaan percetakan. Karena ku nilai pekerjaannya lebih mudah karena tidak perlu mengangkat barang dan juga menatanya kembali untuk rumah baru seseorang. Jadi aku melamar, ternyata aku melamar di tempat yang salah,” dengan tawanya yang memenuhi kabin depan.
“Percetakan?” kapten Vela tidak habis pikir dengan orang-orang di kantor pusat. “kenapa kamu masih mau menerimanya? Bukankah mereka sudah menjelaskan resikonya?”
“Itu…karena aku percaya, kalian akan menjagaku selama perjalanan. Baik itu ketika berangkat, dalam misi, dan juga saat pulang,” senyumnya begitu tulus hingga kapten Vela paham bahwa kru terbarunya itu merupakan orang yang baik.
Mobil truk besar ini bisa istirahat sebentar saat sebuah lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah. Saat kapten Vela dan juga Gerard sedang melihat orang-orang yang berjalan menyebrang, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang cukup besar. Suara itu juga terdengar oleh Gareth di bagian belakang mobil. Kapten Vela bergegas turun, menyuruh Gerard untuk segera menepi ketika lampu berubah hijau dan membukakan pintu belakang untuk Gareth.
“Serangan Beaters kah? Tapi sensornya tidak berbunyi,” kapten Vela berlari menuju sumber suara.
Keadaannya cukup kacau, orang-orang berhamburan keluar dengan panik. Kapten Vela mampu menarik salah satunya dan bertanya kepada orang itu, jawabannya adalah ada sesosok tinggi besar yang tiba-tiba datang lalu menghancurkan semua yang dilaluinya. Dugaan kuat kapten Vela adalah penyebab kerusakan itu adalah Beaters. Mungkin dengan kekuatannya itu dapat menghindar dari sensor yang sudah dipasangkan di sudut-sudut wilayah 13.
Dengan berbekal sebuah pistol biasa, kapten Vela masuk ke bangunan yang dipenuhi oleh debu-debu yang mengepul. Orang-orang yang berada di sini sudah keluar semua. “Di mana dia?…,” debu masih tebal, senter kecil yang digunakan pun belum mampu menembus ketebalan ini.
Sesosok tinggi besar muncul dari kepulan asap, benar seperti yang dikatakan orang barusan. Kapten Vela sudah bersiap dengan posisinya, “Baiklah….,” sebuah tangan menyapu kepulan yang mengelilinginya. Sosoknya kini terlihat jelas, untung saja kapten Vela tidak langsung menembaknya. “Nakata!”
Nakata berdiri tegap, bajunya sedikit lusuh. Kepalanya mengeluarkan darah segar, rambutnya terurai akibat terpental jauh dan menghantam beberapa bangunan didepannya. Kapten Vela melihatnya, dari tempatnya berdiri tampak beberapa bangunan yang hancur. Ia sendiri tidak terkejut, Nakata bisa dibilang salah satu yang memiliki fisik terkuat dalam skuad BASS. Dirinya juga mampu bergulat dengan Allison, padahal betapa mengerikannya apa yang bisa lakukan Allison lakukan dengan tangan kosong. Membabat habis seluruh skuad tim 10 waktu itu.
“Apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini?” Nakata tidak menjawabnya, kapten Vela pun menghampirinya. “Eh?” Nakata sudah tidak sadarkan diri dengan posisi berdiri, pelan-pelan kapten Vela membaringkan tubuh rekannya itu. Lalu sesuatu yang cepat datang melesat, ia adalah Gareth yang sudah memakai armor suit prototype miliknya itu.
“Senior….,” melihat Nakata dengan keadaan babak belur seperti itu membuatnya marah. “siapapun yang melakukan ini, aku akan membalasnya!”
“Dia masih hidup, meskipun menerima serangan separah ini…,” kapten Vela melirik ke arah bagian bangunan yang hancur.
“Pakaian ini masih dalam tahap uji coba, belum pernah diperbaiki sekali pun…entah berapa lama aku bisa menggunakannya,” Gareth berjalan perlahan menuju bagian bangunan yang hancur. “akan kutelurusi dari jalan ini,” bagian samping pakaiannya menyala terang, peluncur-peluncur kecil di bagian kakinya menyala. Gareth melesat menerobos bangunan yang hancur.
Sementara itu dengan santainya Maxs bersama dua orang pengawalnya memulai pemburuan malam ini. Tidak ada kekhawatiran berlebih padahal tempatnya sudah diketahui oleh anggota BASS. Ia menyuruh pengawal yang membawa mobil untuk memilih sudut wilayah yang sepi, sedikit berjalan jauh.
“Setelah kita mendapatkannya malam ini, bawa mobil ini menuju tempat itu. Tempat di mana aku memulainya tuk pertama kalinya,” ucap Maxs.
“Tempat itu kah bos?”
“Ya, lalu kau hubungi temanmu yang masih berada di klub. Bawakan wanita itu kepadaku, kita harus bergerak cepat sebelum mereka membawa Silver Clan sebagai bantuan. Mereka sangat merepotkan,” tatapan matanya berubah tajam.
Gareth sudah sampai ke ruangan ekslusif milik Maxs. Karena di ruangan inilah kerusakannya terhenti. Namun tidak ada sosok Leah di sini, perasaan Gareth mulai tidak enak. Ia takut jika terjadi apa-apa kepada Leah. Lalu Gareth menusuri ruangan kecil ini, bergerak keluar menuju area utama bar. Keadaanya masih kacau bekas Nakata tadi, orang-orang yang bergeletakan pun belum beranjak dari tempatnya. Gareth mencoba membangunkan salah satunya, tidak ada jawaban karena orang ini sudah kehilangan kesadaran.
“Apa yang terjadi di sini, ulah senior dan Leah kah?” Gareth mencoba tuk melacak keberadaan Leah menggunakan pakaian berteknologi canggih miliknya, namun ia menyadari bahwa seluruh perangkat milik anggota tim 13 belum diatur dan disambungkan. Sehingga pelacakan pun tidak akan menghasilkan apa-apa.
“OI! Siapa kau?!” seseorang dari lantai dua menggertaknya.
“Ah…dewi fortuna sedang berada disisiku, kau datang di waktu yang tepat!”
Mobil yang ditumpangi oleh Maxs membawanya tepat menuju sudut wilayah yang diinginkannya, sepi dari keramaian. Terletak diperbatasan dengan wilayah sebelahnya. Ada satu orang yang terlihat muda menarik perhatiannya. Maxs menyuruh pengawalnya untuk mengikuti orang itu. Sadar seperti diikuti, targetnya ini berlari berusaha menjauh. Namun mobil yang dibawa pengawalnya itu malah berhasil menyudutkna targetnya menuju area bangunan yang belum selesai dibangun.
“Kau pergilah,” perintah Maxs kepada salah satu pengawalnya. “kau sudah diajari bukan? Lakukanlah dengan rapih,” orang suruhannya keluar.
Target yang ternyata memang masih muda terlihat jelas dengan bantuan sorot lampu dari mobil. Ia panik mengetahui ada orang yang menghampirinya.
“Ini….,” dengan cepat mengeluarkan dompetnya. “ambil saja semua isinya, kumohon izinkan aku pergi...”
“Hah?! Kami lebih senang dengan apa yang ada di dalam tubuhmu itu,” tangan kanannya mengkerut, berubah kurus lalu secara perlahan membesar dengan kuku-kuku yang tajam. Warnanya pun berubah menjadi coklat. Melihat itu semua pemuda ini semakin panik.
“Tolong!...,” keringat dingin mengucur deras. Tangan monster itu semakin mendekat untuk meraihnya, pemuda itu memejamkan mata lalu merasakan ada sesuatu yang mengenai wajahnya. “eh?” perlahan ia membuka matanya, orang didepannya meronta ketika pergelangan tangannya putus. Dan sesuatu yang mengenai wajahnya itu adalah darah.
“Pergilah…,” dengan suara terdistorsi. Matanya berwarna merah dengan bagian kepala seperti memakai sebuah helm dengan tanduk kecil bercabang, berwarna perak menyala dengan tambahan motif berwarna hitam samar. Pemuda itu masih bingung dengan apa yang terjadi, namun menuruti perkataan orang asing berhelm mirip kumbang itu.
“Arghhh…, kau juga bisa melakukannya seperti bos--,” sebuah tendangan tepat mengenai wajahnya, tubuhnya terpental mengenai mobil didepannya.
Maxs dengan tenang keluar dari mobil, “Kejar orang yang tadi, biar aku yang mengurus monster ini. bawa temanmu itu…,” pengawalnya pun menurutinya. Mobil melaju menuju rekannya sebelum pergi dari tempat ini.
“Tak akan kubiarkan!” namun Maxs menghalanginya, sel-sel beaters mulai keluar dari tubuhnya. Dimulai dari kepala.
“Hei, lawanmu berada di sini….Silver Clan!” sel-sel beaters menutupi kepala, lalu ke seluruh tubuhnya. merubah Maxs menjadi monster Beaters berwarna ungu, dengan bentuk yang mengejutkan yaitu Armored Beaters Mode.
“Kuharap pemuda tadi bisa menyelamatkan dirinya,” ucap Djohan yang hanya melapisi bagian kepala dan juga kedua pergelangan tangannya. “non clan tetapi memakai armored mode, sudah pasti ini lawan yang kuat. Jadi ini yang disebutkan senior Sterling….”
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas