Kaskus

Story

sayyess...Avatar border
TS
sayyess...
My Heroine
My Heroine

My Heroine

Quote:

Quote:


=========

Masa SMA merupakan masa paling indah karena masa tersebut adalah masa pertemanan dan masa percintaan yang penuh kisah, begitu pun dengan diriku yang tak luput dari masa masa indah tersebut.....

Banyak cerita yang telah kulalui dari suka maupun duka, dari awalnya belum kenal hingga menjadi kenal...

Kisah ku pun dimulai saat aku berusia 17 tahun dari anak pendiam yang tidak memperdulikan apa itu cinta hingga menjadi seorang yang mengenal dunia kegelapan...

Quote:


Versi revisi dari Wattpad
Diubah oleh sayyess... 02-01-2022 21:38
iamzeroAvatar border
justhallooAvatar border
hibernateInPainAvatar border
hibernateInPain dan 8 lainnya memberi reputasi
9
2.4K
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
sayyess...Avatar border
TS
sayyess...
#4
Part 3 : Hari Pertama
Kami berdua pun melaksanakan shalat subuh, selesai shalat subuh. Aku berbalik badan, saat hendak mau berdiri tiba - tiba tangan Imell menyalami tanganku, aku kaget apa yang telah dilakukan oleh Imell. Aku hanya tersenyum, kemudian aku mengajaknya balik ke rumah.

Sesampainya di rumah, Arsha kulihat sudah memakai seragam sekolah.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, ciee ciee calon imam sama calon bini dah balik shalat."

"Hah, ada ada aja lu, dek." ucapku.

Aku melihat Imell duduk di kursi yang masih memakai mukena, lalu kuhampiri dan duduk disampingnya.

"Woy, lu kagak ganti seragam apa."

"Lu bego atau apa sih, kan gw ngak punya seragam. Seragam yang ada pun kotor terkena kotoran kelinci dan ini juga gw pake baju adek lu."

"Iya juga ya, sama dengan gw lah kalo gitu. Seragam gw juga kotor gara - gara kemaren"

"Nanti kita pake baju lahan aja, lu pake punya Arsha aja." tambahku.

"Lah emang bisa pake baju lahan ?"

"Ya bisalah. Lu mandi dulu gih habis itu baru gw yang mandi." perintahku.

Imell hanya mengangguk, Arsha kemudian memberikan handuk kering ke Imell dan Imell memberikan mukena ke Arsha.

Tak lama kemudian Imell pun kembali. Badannya hanya diselimuti oleh sehelai handuk dan duduk di kursi yang berdekatan denganku.

"Woy, urat malu lu udah putus apa ?" tanyaku yang agak kesal.

"Emangnya kenapa ?"

"Imeell, gw kan ada disini masa' lu pake begituan di depan cowok." ucapku.

"Oh maaf - maaf, gw ke kamar dulu ya."

Imell langsung menuju ke kamar Arsha. Bersamaan aku menyuruh Arsha untuk mengambil baju lahannya, kemudian aku menuju ke kamar mandi.

Selesai mandi aku mengenakan baju lahan lalu menuju ke ruang tamu. Diruang tamu, aku melihat Imell dan Arsha udah bersiap - siap untuk pergi ke sekolah.

"Yok kita berangkat." ajakku.

"Yukk." ucap mereka serentak.

Kami pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, karena jarak di sekolah dan rumahku hanya kurang lebih 500 m, yang sudah kuberitahu sebelumnya.

Di sepanjang perjalanan menuju ke sekolahan hanya mereka yang mengobrol dan aku menjadi pendengar yang setia. Sesampainya di sekolahan, Arsha menyimpang ke kelasnya sedangkan aku dan Imell menuju ke kelas.

Sesampainya di kelas. Seluruh murid menatap kami berdua, hingga membuat ku sedikit agak risih. Sedangkan Imell dengan santai nya berjalan menuju ke tempat dudukku.

Lalu dia pun duduk, karena ngak mau berdebat lagi seperti sebelumnya, aku berbalik badan dan berjalan menuju ke gudang sekolah di gudang sekolah, aku mengambil meja dan kursi bekas lalu membawanya ke kelas.

Sesampainya di kelas, kuletakkan meja dan kursi tepat di belakangnya, karena murid didalam kelasku itu duduknya perorangan, tidak duduk berdua. Aku lalu duduk dan Imell balik badan menghadapku.

"Darimana aja lu, kok ngilang ngilang gitu." tanyanya.

"Gw lagi ngambil meja dan kursi di gudang tadi."

"Ekh, iya ya. Gw lupa kalo ini tempat lu. Maaf ya Arka." ucapnya.

"Iya, iya."

Kurang lebih 10 menit bel berbunyi, Pak Asep masuk kekelas dan melihat ke arah ku dan Imell.

"Kalian berdua maju ke depan."

"Saya pak." ucapku yang menunjuk diriku sendiri.

"Iya kamu sama wanita didepanmu juga."

Kami berdua pun maju ke depan, terlihat ekspresi Pak Asep yang marah.

"Saya mau bertanya ke kalian berdua, kemaren kalian kemana kok tiba tiba menghilang di kelas saya."

"Kan bapak suruh saya buat mencari dia." ucapkuku cb membela diri dan menunjuk ke arah Imell.

"Tapi kamu kan bisa kembali ke kelas lagi dan kamu kok tiba tiba ngilang hari pertama masuk udah buat kesalahan." ucap Pak Asep kali ini ia tujukan ke Imell.

"Saya tersesat pak, jadi saya ngak tau pulang kembali ke kelas jadi saya ke kandang kelinci, deh."

"Lalu seragam kalian berdua kemana." tanya Pak Asep.

"Kotor pak." jawab kami dengan serentak.

"Baiklah, kalau begitu nanti habis pulang sekolah kalian berdua bersihkan seluruh kandang ternak, sebagai hukuman kalian yang menghilang dari pelajaran saya." ucap Pak Asep.

"Iya pak." ucap kami dengan serentak.

"Kamu Arkhana, kembali ke tempatmu. Sedangkan Kamu perkenalkan diri mungkin teman temanmu belum kenal kamu."

"Iya pak." ucap Imell.

Aku pun berjalan menuju ke tempat duduk, lalu kuletakkan kepalaku ke meja dan mata kupejamkan.

"Assalamualaikum dan Selamat Pagi, perkenalkan nama saya Imellia. Saya dari Kota S ...."

Setelah perkenalan banyak murid yang bertanya, yang bertanya rata rata cowok mungkin klepek sama kecantikan Imell dan ada satu pertanyaan yang bikin aku malu.

"Udah punya pacar, Mell ?" tanya salah satu murid cowok.

"Hmm, udah." jawabnya dengan santai.

"Siapa Mell." murid tersebut kembali bertanya

"Itu yang lagi tidur." jawabnya.

Dada ku langsung berdebar saat Wulan bilang yang lagi tidur, aku merasa saat itu cuma aku yang tidur dan Imell cuma mengenalku saja didalam kelas.

"Ciee cieee." sorakan seluruh siswa.

"Sudah sudah kalian harus belajar bukan saatnya pacaran, Imell silakan akhiri perkenalanmu." terdengar suara Pak Asep.

Imell pun mengakhiri perkenalannya, lalu balik ke tempat duduknya. Tiba-tiba kepalaku dilempar dengan sesuatu benda, seketika aku kembali ke posisi duduk tegap dan melihat Pak Asep menatap tajam ke arahku.

"Arkhana, sebenarnya kamu mau masuk di kelas saya tau tidak ?" tanya Pak Asep.

"Saya mau masuk pak."

Pak Asep hanya diam dan menyuruh ku mengambil spidol yang dilemparnya tadi ke arahku, lalu kukembalikan ke Pak Asep.

.....

Jam pelajaran Pak Asep pun telah usai. Seluruh murid berhamburan keluar kelas menuju ke kantin.

"Arka, lu kagak ke kantin ?" tanya Imell.

"Kagak lah, gw dikelas aja."

"Lu ngak lapar, kan tadi lu ngak sarapan di rumah."

"Gw udah biasa kek gini, gw ngak punya duit buat jajan."

"...." Imell terdiam dan menunjukkan ekspresi kasian ke arahku.

"Kayaknya lu kasian ama gw ya."

"Ho'oh." ucapnya sambil mengangguk.

"Gw ngak perlu dikasiani lah, adik gw biasanya kesini bawa makanan."

"Adik lu jajan, kok lu ngak ?"

"Sebenarnya gw sama adik gw tiap hari dikasih 5000, kan dikantin harga mahal mahal tuh. Jadi 5000 itu gw kasih ke adik gw gitu" jelasku.

"Asik nih pacaran, ngk ganggu kan." terdengar suara Arsha di depan pintu.

Aku dan Imell langsung berpaling ke arah suara, kulihat Arsha berjalan mendekati kami berdua.

"Eh, elu dek. Mana ada gw pacaran ama nih anak."

"Yakinn!!!" ucap Arhsa yang duduk di sebuah kursi kosong disamping Imell.

"Nih bang gorengannya, maaf ya cuma 2 biji doang."

Aku mengambil sebuah kantong yang berisi 2 gorengan lalu menyantapnya dengan lahap.

"Lu laper ya."

Mataku langsung mengarah ke arah Imell.

"Iy..iyaa lah" ucapku yang masih mengunyah makanan.

"Ditelan dulu tuh makananya." ucap Imell

Gw pun mengacungkan jempol, lalu Imell bangkit dan berjalan keluar kelas.

"Ekh, lu mau kemana ?" tanya ku.

"Mau keluar sebentar."

"Ohh".

Imell menghilang dari pandanganku, didalam kelas hanya aku dan adikku yang lainnya udah keluar kelas.

"Bang, kayaknya Kak Wulan tu suka sama lu deh."

"Kok lu pake kakak sih ke dia, kan lu ama dia seumuran"

"Hmm, kan dia calon kakak ipar gw hehe."

"Gila lu, pasti ngak mungkin lah gw sama dia."

"Kalo dia jodoh lu gimana bang ?" tanya Arsha.

"Kalo jodoh ya alhamdulillah, kalo ngak ya alhamdulillah juga."

"Lah kok gitu bang."

"Bagi abang cinta mah ya ngak penting, abang cuma mengikuti arus takdirnya kemana, kalo ngak punya jodoh yaudah."

"Pantesan abang ngak laku laku, pikirannya kayak gini."

"Hubungan lu sama si Boy gimana, lancar kan."

"Lancar dong, hari ini dia traktir Arsha  bakso hehe."

"Wah enak dong"

Adikku hanya cengengesan, lalu Imell masuk ke kelas membawa 2 kantong dan duduk ke tempatnya, lalu kedua kantong tersebut diletakkanya di mejaku.

"Nih, gw habis borong gorengan. Yoklah kita makan sama sama."

"Duit lu ngak habis ?" tanyaku.

"Ya habis lah, tapi duit jajan ini buat hari ini doang kalo besok mah beda lagi."

"Arsha, mau ke kelas dulu ya." ucap Arsha dengan tiba - tiba.

"Ngak makan sama sama, Sha ?" ucap Wulan.

"Ngak kak, Shanti udah kenyang. Bye selamat pacaran."

Arsha melangkah keluar kelas dan meninggalkan kami berdua

"Kok adik lu, manggil gw kakak."

"Mana gw tau, emangnya lu ngak suka dipanggil kakak."

"Ya suka, soalnya gw ngak pernah dipanggil kakak. Gw kan anak tunggal."

"Pantesan manja." ucapku sambil mengunyah gorengan yang dibeli Imell tadi.

"Iya dong anak tunggalkan harus dimanja, hehe."

Aku tidak lagi berbicara dengan Imell, cuma fokus untuk menyantap gorengan yang didepanku. Setelah merasa kenyang, aku langsung mengambil sebuah minuman botol yang ada dikantong. Setelah minum aku memejamkan mata dan bersender di kursi.

"Minuman gw kok lu minum sih." ucap Imell sambil mencubit lenganku.

"Aw, sakit bego. Kenapa sih lu suka nyakitin gw mulu."

"Salah sendiri minum air gw, blekk." ucapnya lalu menjulurkan lidah.

"Gw kira itu minuman gw tadi."

"Yaudah deh, sebagai gantinya nanti sore lu sendiri yang membersihkan kandang, gw jadi mandornya." ucapnya lalu meminum air yang sudah setengah kuminum.

"Iya iya."

.....

Satu per satu siswa masuk ke kelas dan bel berbunyi menandakan jam pelajaran selanjutnya, setelah selesai belajar seluruh siswa pulang ke rumah nya masing masing. Sedangkan gw tetap didalam kelas.

"Kok lu ngak pulang."

"Gw nanti pulangnya, kan rumah gw dekat. Kalo lu cepat pulang gih nanti ayah lu nyariin."

"Yaudah ya, gw duluan. Nanti sore gw ke rumah lu."

"Ngapain ?" tanyaku.

"Ya, mau membersihkan kandanglah" ucapnya lalu keluar kelas.

Kemudian aku keluar kelas untuk pulang ke rumah saat di depan kelas aku lihat Imell berlari menghampiriku.

"Kok lu ngak pulang."

"Ngak ah, dirumah ngak asyik."

"Terus ayah lu udah tau kalo lu ngak pulang."

"Udah dong."

"Baguslah, terus lu mau kemana." tanyaku

"...."

Wulan hanya terdiam dan berjalan menuju ke gerbang sekolah lalu ia mengubah arah langkah kakinya ke arah rumah bersamaku.

Sesampainya di rumah, Imell langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi. Adik gw keluar dari kamarnya dan menghampiri Imell, lalu mereka pun mengobrol. Sedangkan aku setelah selesai mengganti baju, aku menuju ke teras rumah lalu duduk dikursi plastik, kemudian memainkan game favorit di hp.

Suara azan berkumandang dan aku bergegas mengganti baju kemudian menuju ke masjid, selesai shalat aku kembali ke rumah. Aku melihat Imell lagi tiduran di lantai beralas tikar.

"Assalamualaikum." terdengar suara emak dari depan, segera ku berjalan menuju pintu dan melihat ibu yang kelelahan, lalu aku menyalami ibu.

"Lama amat pulang nya mak." tanyaku.

"Ini tadi emak mampir sebentar di rumah Bu Tya."

Lalu emak masuk kedalam rumah, kulihat emak tersenyum melihat Imell yang lagi tiduran di lantai. Aku juga masuk ke dalam rumah, lalu duduk di kursi. Iseng iseng aku memfoto mukanya Imell yang lagi tidur, tiba - tiba matanya terbuka dengan cepat aku pura pura foto sekeliling rumah.

"Lu lagi ngapain sih."

"Oh, ini gw lagi foto sekeliling rumah."

"Buat kenang kenangan." tambahku tanpa memandang ke arahnya yang masih sibuk pura - pura memfoto sekeliling rumah.
Diubah oleh sayyess... 02-01-2022 15:53
kopery235
kopery235 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.