- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#75
Chapter 52
Leah duduk terpaku melihat data-data korban Beaters dari beberapa pekan ini. Sebelum melenyapkan para korban, biasanya tim BASS mengambil sampel dna terlebih dahulu yang nantinya diberikan kepada kepolisian tuk dianalisa. Lebih sering menggunakan rambut karena tidak banyak makan tempat. Pemusnahan korban pun ditempuh agar tidak menimbulkan kepanikan yang menyebar luas. Meskipun Beaters bukanlah lagi hal tabu dan orang-orang umumnya sudah tahu bahwa mereka hidup berdampingan. Tetap saja prosedur itu mesti dilakukan, tidak mungkin menyerahkan mayat anggota keluarga korban dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
Alasan yang dibuatpun seragam, dan keluarga korban umumnya sudah diberikan kompensasi yang cukup besar agar tidak memperpanjang urusan. Namun Leah masih saja tidak tega, ia paham bagaimana perasaan para korban. Tetapi mematuhi aturan juga merupakan sifatnya yang ia pegang teguh. Nama-nama korban yang muncul pun benar-benar acak, tidak ada yang saling berhubungan. Baik korban yang memiliki riwayat ataupun tidak. Kasus hilangnya organ para korban bukanlah hal baru, belakangan Leah dan Nakata sering menemukannya ketika berpatroli.
Leah memegangi potongan kain yang ia temukan waktu itu, berbahan jas dan ada garis berwarna ungu disekitarnya. “Sindikat penjahat? Atau para mafia? Atau memang kumpulan Beaters pelakunya?” seketika muncul bayang-bayang Silver Clan. Tugas Sterling dan Vivian sebagai ‘bounty hunter’ memungkinkan mereka memiliki banyak informasi, khususnya informasi dunia bawah tanah atau underground.
Tapi Leah tidak bisa melakukannya sekarang, karena batasan sudah jelas dan nyata. Para anggota BASS lah yang bertanggung jawab untuk memusnahkan para Beaters dan sebagai gantinya Silver Clan akan mengurusi kasus kriminal secara senyap dan sembunyi-sembunyi. Pemberantasan Allison adalah pengecualian, Silver Clan bertindak karena mereka harus tuk menyelamatkan rekannya yaitu Djohan. Dan tentu saja Allison sendiri yang sudah melewati batas dan melangkahi garis yang sudah dibuat.
Suasana kantor juga masih sangat sepi, Gareth dan kapten Vela belum juga kembali dari pelatihan Mechanism. Sudah hampir satu bulan rasanya mereka pergi tanpa memberi kabar sekali pun. Biasanya dengan adanya Gareth suasana kantor kecil ini serasa lebih hidup. Untuk mempercerah pikirannya Leah beranjak dari tempat duduknya, memasukan potongan kain itu ke dalam saku jas yang ia kenakan. Nakata meliriknya, seakan bertanya ingin kemana Leah pergi.
“Tidak, aku hanya ingin keluar sebentar menghirup udara segar. Alat pendeteksinya belum berbunyi dan waktu patrol pun masih lama,” Leah melangkah keluar namun raut wajah Nakata tidak berubah. “tenang saja senior, sebentar kok, hehe…,” membuka pintu sambil melempar senyum dan Leah bisa keluar dengan aman.
Malam ini seperti malam biasanya, orang-orang masih keliatan sibuk. Mobil berseliweran saling menyalip satu sama lain. Udara juga agak dingin berbeda dari biasanya, uap bisa terlihat keluar dari mulut Leah saat menghela nafasnya. Semenjak peristiwa pabrik Beaters, dirinya belum sama sekali menanyakan kabar anggota yang lainnya. Terutama anggota Silver Clan yang terlibat, Vivian dan Djohan. Lalu terperanjat dalam benaknya bahwa besok-besoknya dirinya ingin sekali mampir ke sana tuk sekedar menanyakan kabar.
“Hmm..,” Leah berhenti sejenak, yang ia lakukan bukanlah tuk sekedar bertanya kabar. Tetapi tujuan utamanya memang menanyakan tentang penemuan yang ia dapat dan dengan kasus yang mendadak naik daun di sektor 13. “apa harus seperti itu?” Leah melanjutkan perjalanannnya tuk mencari udara segar.
Di saat sedang berjalan santai, dari kejauhan Leah melihat seseorang dengan jas berwarna hitam kelam dan sebuah garis vertikal tipis berwarna ungu dibagian samping jasnya. Leah mengeluarkan potongan kain yang berada disakunya, lalu memperhatikan pola pada potongan kain itu dan juga jas yang orang diseberangnya pakai. Ternyata ada kemiripan meskipun Leah belum bisa memastikannya seratus persen.
Leah mengikuti seseorang ini, yang tampak mabuk dan berumur di bawah Nakata. Orang ini berjalan dengan sembarang, ke kiri dan kanan tidak beraturan. Sedangkan Leah mengikutinya dengan santai menjaga jarak agar keberadaannya tidak terlalu mencolok.
“Sialan!” Leah baru menyadari bahwa ia pergi keluar tanpa membawa satu pun senjata, tuk jaga-jaga kemungkinan buruk bahwa orang itu adalah bagian dari komplotan yang suka mengambil organ manusia dan tentu saja adalah seorang monster Beaters.
Leah terus mengikutinya sampai orang yang sedang diikuti berbelok arah menghilang dari pandangannya. Menuju sebuah lorong kecil yang membelah gedung-gedung bertingkat ini. Tidak ingin menghilangkan petunjuknya Leah mengejarnya dengan berlari dan ikut memasuki lorong kecil ini yang gelap dan banyak berdiri tempat sampah.
“Kemana orang itu pergi,” didepannya ada jalan tembusan, padahal Leah berlari cukup kencang dan orang yang diikuti berjalan seperti orang mabuk. Tetapi sosoknya sudah menghilang. “cih! Padahal aku ingin memastikan sesuatu pada orang itu,” Leah bergidik tiba-tiba.
“Ingin memastikan apa nona manis?” seketika orang yang diikutinya muncul dari belakang.
Reflek Leah mengayunkan sikunya, orang itu menunduk menghindarinya lalu melompat kebelakang.
“Beaters!….,” Leah langsung menyadari bahwa orang itu adalah monster Beaters dari gerakannya.
“Ah aku terlalu terlihat,” dengan santainya masuk lagi ke dalam lorong itu. “aku sudah menyadari ada orang yang mengikutiku, ternyata orangnya adalah nona manis seperti kau,” jalan melangkah pelan.
Leah mengeluarkan potongan kainnya, dan orang itu pun menghentikan langkahnya setelah melihat potongan kain yang rupanya sama dengan jas yang dikenakannya.
“Eh??? Darimana kau dapatkan potongan itu?” langsung menepuk keningnya. “pasti akan dimarahi boss jika merus….,” tatapannya menjadi tajam. “ups! Hampir keceplosan….”
“Jadi benar, siapa kalian?!”
“Hmm…jika aku memberikan hadiah padanya orang ini pasti aku akan naik jabatan! HAHA!”
Mata Leah membesar ketika melihat sosok yang besar berdiri dibelakang orang berjas hitam bergaris ungu.
“Ya…kau memang harus takut seperti itu, kare---,” tanpa ia sadari kepalanya ditepuk dengan sangat keras oleh seseorang, darah segar keluar dari kedua telinganya dan secara instan membuatnya tak sadarkan diri.
Sosoknya yang menepuk kepalanya itu adalah Nakata, tanpa Leah sadari Nakata mengikutinya juga dari belakang. Semenjak beberapa kejadian yang menimpa Leah, Nakata lebih protektif kepada juniornya itu. Dan benar saja instingnya kali ini terbukti dengan mengikuti Leah. Semua akan jauh lebih buruk jika Leah harus berhadapan dengan Beaters tanpa senjata sama sekali. Perasaan lega menyelimuti Leah, lalu Nakata membawa tubuh orang itu ke kantor. Ada beberapa hal yang perlu ditanyakan.
Mereka harus menunggu cukup lama juga sampai harus menunda patroli malam ini. Untung saja malam berpihak pada mereka, alat pendeteksi belum berbunyi sama sekali. Orang ini diikat dengan rantai besi yang dihubungkan dengan kabel-kabel yang menyetrum secara terus menerus. Untuk menjaga keselamatan mereka dan sebagai bentuk pertahanan terhadap Beaters.
Pelan-pelan orang ini membuka matanya, sedikit terkejut melihat dirinya duduk di sebuah ruangan gelap dan hanya ada satu lampu diatasnya yang menyorot tubuhnya. “Di mana aku?” melihat tubuhnya diikat rantai yang terhubung dengan kabel. “rantai besi? Yang benar saja akan kuhabisi kalian berdua di sini!” dirinya memberontak, seakan-akan memberikan sinyal kepada sel Beaters dalam tubuhnya untuk mulai bergerak. Namun usahanya sia-sia, seberapa keras ia mencoba tetap saja tidak ada hasilnya. Ia tetap menjadi seorang manusia.
“Percuma saja, rantai besi itu sudah dialiri litrik bertegangan tinggi. Untung saja tubuhmu itu terdapat sel Beaters, jika tidak. Maka kau sudah mati!”
“Pantas saja, tubuhku merasa seperti dikelitik. Kurang ajar!” masih bersikap kasar padahal posisinya sedang dalam keadaan tidak menguntungkan.
“Aku tidak ingin berlama-lama,” Leah mengeluarkan potongan kain itu lagi. “cocok dengan jas yang kau pakai, jadi sebenarnya siapa kalian? apa kalian penyebab semua kejadian yang terjadi belakangan ini?”
Orang itu hanya tersenyum saja, tidak sudi menjawab pertanyaan dari Leah.
“Baik kalau begitu,” Leah mundur lalu sosok Nakata hadir. “semua milikmu senior,” dengan tampang yang garang dan tubuh yang besar sosok Nakata sangat mengintimidasi.
“Kau bisa melakukan apapun semua kalian, aku tidak----,” secara membabi buta Nakata mulai menghajarnya. Kursinya ditanamkan ke dalam lantai sehingga bisa menopang berat dan juga hantaman yang terima seseorang yang duduk di kursi itu.
Darah mulai mengotori ruangan yang kecil itu, pukulan Nakata sangat keras sehingga memberikan suara yang sangat menyakitkan. Orang itu mengira bisa memulihkan diri dengan bantuan regen yang ada didalam tubuhnya yang seorang Beaters. Tetapi hal itu tidak bisa dilakukannya, sengatan listrik diberikan membuat sel Beaters yang ada didalam tubuh tidak bisa bersatu. Mereka semua buyar dan lari ke sana kemari seperti orang yang kebingungan. Alhasil wajah orang itu membiru dan susah dikenali lagi, lalu Leah bertanya sekali lagi.
“Ini kesempatan terakhirmu, mungkin aku akan membebaskanmu dan mengorbankan orang-orang yang mungkin saja jadi korban kalian di esok hari….,” Leah mendekat. “siapa kalian dan apa tujuan kalian melakukan semua ini? perdagangan organ manusia di pasar gelap?”
Orang itu malah membalas, “Kami akan memburu kalian, kami tidak takut kepada siapapun!” masih bisa berbicara jelas meskipun sudah babak belur.
Leah kehabisan kesabaran, ia menembakan senjata api berisikan peluru racun Beaters tepat ke kepala orang didepannya. Perlahan kepala orang itu berubah menjadi ungu dan terkikis secara perlahan. “Mau diberitahu atau tidak, kau sudah dipastikan mati! Perbuatanmu pada orang-orang tak berdosa itu tak bisa kumaafkan!” dengan tatapan yang penuh kebencian.
Quote:
Leah duduk terpaku melihat data-data korban Beaters dari beberapa pekan ini. Sebelum melenyapkan para korban, biasanya tim BASS mengambil sampel dna terlebih dahulu yang nantinya diberikan kepada kepolisian tuk dianalisa. Lebih sering menggunakan rambut karena tidak banyak makan tempat. Pemusnahan korban pun ditempuh agar tidak menimbulkan kepanikan yang menyebar luas. Meskipun Beaters bukanlah lagi hal tabu dan orang-orang umumnya sudah tahu bahwa mereka hidup berdampingan. Tetap saja prosedur itu mesti dilakukan, tidak mungkin menyerahkan mayat anggota keluarga korban dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
Alasan yang dibuatpun seragam, dan keluarga korban umumnya sudah diberikan kompensasi yang cukup besar agar tidak memperpanjang urusan. Namun Leah masih saja tidak tega, ia paham bagaimana perasaan para korban. Tetapi mematuhi aturan juga merupakan sifatnya yang ia pegang teguh. Nama-nama korban yang muncul pun benar-benar acak, tidak ada yang saling berhubungan. Baik korban yang memiliki riwayat ataupun tidak. Kasus hilangnya organ para korban bukanlah hal baru, belakangan Leah dan Nakata sering menemukannya ketika berpatroli.
Leah memegangi potongan kain yang ia temukan waktu itu, berbahan jas dan ada garis berwarna ungu disekitarnya. “Sindikat penjahat? Atau para mafia? Atau memang kumpulan Beaters pelakunya?” seketika muncul bayang-bayang Silver Clan. Tugas Sterling dan Vivian sebagai ‘bounty hunter’ memungkinkan mereka memiliki banyak informasi, khususnya informasi dunia bawah tanah atau underground.
Tapi Leah tidak bisa melakukannya sekarang, karena batasan sudah jelas dan nyata. Para anggota BASS lah yang bertanggung jawab untuk memusnahkan para Beaters dan sebagai gantinya Silver Clan akan mengurusi kasus kriminal secara senyap dan sembunyi-sembunyi. Pemberantasan Allison adalah pengecualian, Silver Clan bertindak karena mereka harus tuk menyelamatkan rekannya yaitu Djohan. Dan tentu saja Allison sendiri yang sudah melewati batas dan melangkahi garis yang sudah dibuat.
Suasana kantor juga masih sangat sepi, Gareth dan kapten Vela belum juga kembali dari pelatihan Mechanism. Sudah hampir satu bulan rasanya mereka pergi tanpa memberi kabar sekali pun. Biasanya dengan adanya Gareth suasana kantor kecil ini serasa lebih hidup. Untuk mempercerah pikirannya Leah beranjak dari tempat duduknya, memasukan potongan kain itu ke dalam saku jas yang ia kenakan. Nakata meliriknya, seakan bertanya ingin kemana Leah pergi.
“Tidak, aku hanya ingin keluar sebentar menghirup udara segar. Alat pendeteksinya belum berbunyi dan waktu patrol pun masih lama,” Leah melangkah keluar namun raut wajah Nakata tidak berubah. “tenang saja senior, sebentar kok, hehe…,” membuka pintu sambil melempar senyum dan Leah bisa keluar dengan aman.
Malam ini seperti malam biasanya, orang-orang masih keliatan sibuk. Mobil berseliweran saling menyalip satu sama lain. Udara juga agak dingin berbeda dari biasanya, uap bisa terlihat keluar dari mulut Leah saat menghela nafasnya. Semenjak peristiwa pabrik Beaters, dirinya belum sama sekali menanyakan kabar anggota yang lainnya. Terutama anggota Silver Clan yang terlibat, Vivian dan Djohan. Lalu terperanjat dalam benaknya bahwa besok-besoknya dirinya ingin sekali mampir ke sana tuk sekedar menanyakan kabar.
“Hmm..,” Leah berhenti sejenak, yang ia lakukan bukanlah tuk sekedar bertanya kabar. Tetapi tujuan utamanya memang menanyakan tentang penemuan yang ia dapat dan dengan kasus yang mendadak naik daun di sektor 13. “apa harus seperti itu?” Leah melanjutkan perjalanannnya tuk mencari udara segar.
Di saat sedang berjalan santai, dari kejauhan Leah melihat seseorang dengan jas berwarna hitam kelam dan sebuah garis vertikal tipis berwarna ungu dibagian samping jasnya. Leah mengeluarkan potongan kain yang berada disakunya, lalu memperhatikan pola pada potongan kain itu dan juga jas yang orang diseberangnya pakai. Ternyata ada kemiripan meskipun Leah belum bisa memastikannya seratus persen.
Leah mengikuti seseorang ini, yang tampak mabuk dan berumur di bawah Nakata. Orang ini berjalan dengan sembarang, ke kiri dan kanan tidak beraturan. Sedangkan Leah mengikutinya dengan santai menjaga jarak agar keberadaannya tidak terlalu mencolok.
“Sialan!” Leah baru menyadari bahwa ia pergi keluar tanpa membawa satu pun senjata, tuk jaga-jaga kemungkinan buruk bahwa orang itu adalah bagian dari komplotan yang suka mengambil organ manusia dan tentu saja adalah seorang monster Beaters.
Leah terus mengikutinya sampai orang yang sedang diikuti berbelok arah menghilang dari pandangannya. Menuju sebuah lorong kecil yang membelah gedung-gedung bertingkat ini. Tidak ingin menghilangkan petunjuknya Leah mengejarnya dengan berlari dan ikut memasuki lorong kecil ini yang gelap dan banyak berdiri tempat sampah.
“Kemana orang itu pergi,” didepannya ada jalan tembusan, padahal Leah berlari cukup kencang dan orang yang diikuti berjalan seperti orang mabuk. Tetapi sosoknya sudah menghilang. “cih! Padahal aku ingin memastikan sesuatu pada orang itu,” Leah bergidik tiba-tiba.
“Ingin memastikan apa nona manis?” seketika orang yang diikutinya muncul dari belakang.
Reflek Leah mengayunkan sikunya, orang itu menunduk menghindarinya lalu melompat kebelakang.
“Beaters!….,” Leah langsung menyadari bahwa orang itu adalah monster Beaters dari gerakannya.
“Ah aku terlalu terlihat,” dengan santainya masuk lagi ke dalam lorong itu. “aku sudah menyadari ada orang yang mengikutiku, ternyata orangnya adalah nona manis seperti kau,” jalan melangkah pelan.
Leah mengeluarkan potongan kainnya, dan orang itu pun menghentikan langkahnya setelah melihat potongan kain yang rupanya sama dengan jas yang dikenakannya.
“Eh??? Darimana kau dapatkan potongan itu?” langsung menepuk keningnya. “pasti akan dimarahi boss jika merus….,” tatapannya menjadi tajam. “ups! Hampir keceplosan….”
“Jadi benar, siapa kalian?!”
“Hmm…jika aku memberikan hadiah padanya orang ini pasti aku akan naik jabatan! HAHA!”
Mata Leah membesar ketika melihat sosok yang besar berdiri dibelakang orang berjas hitam bergaris ungu.
“Ya…kau memang harus takut seperti itu, kare---,” tanpa ia sadari kepalanya ditepuk dengan sangat keras oleh seseorang, darah segar keluar dari kedua telinganya dan secara instan membuatnya tak sadarkan diri.
Sosoknya yang menepuk kepalanya itu adalah Nakata, tanpa Leah sadari Nakata mengikutinya juga dari belakang. Semenjak beberapa kejadian yang menimpa Leah, Nakata lebih protektif kepada juniornya itu. Dan benar saja instingnya kali ini terbukti dengan mengikuti Leah. Semua akan jauh lebih buruk jika Leah harus berhadapan dengan Beaters tanpa senjata sama sekali. Perasaan lega menyelimuti Leah, lalu Nakata membawa tubuh orang itu ke kantor. Ada beberapa hal yang perlu ditanyakan.
Mereka harus menunggu cukup lama juga sampai harus menunda patroli malam ini. Untung saja malam berpihak pada mereka, alat pendeteksi belum berbunyi sama sekali. Orang ini diikat dengan rantai besi yang dihubungkan dengan kabel-kabel yang menyetrum secara terus menerus. Untuk menjaga keselamatan mereka dan sebagai bentuk pertahanan terhadap Beaters.
Pelan-pelan orang ini membuka matanya, sedikit terkejut melihat dirinya duduk di sebuah ruangan gelap dan hanya ada satu lampu diatasnya yang menyorot tubuhnya. “Di mana aku?” melihat tubuhnya diikat rantai yang terhubung dengan kabel. “rantai besi? Yang benar saja akan kuhabisi kalian berdua di sini!” dirinya memberontak, seakan-akan memberikan sinyal kepada sel Beaters dalam tubuhnya untuk mulai bergerak. Namun usahanya sia-sia, seberapa keras ia mencoba tetap saja tidak ada hasilnya. Ia tetap menjadi seorang manusia.
“Percuma saja, rantai besi itu sudah dialiri litrik bertegangan tinggi. Untung saja tubuhmu itu terdapat sel Beaters, jika tidak. Maka kau sudah mati!”
“Pantas saja, tubuhku merasa seperti dikelitik. Kurang ajar!” masih bersikap kasar padahal posisinya sedang dalam keadaan tidak menguntungkan.
“Aku tidak ingin berlama-lama,” Leah mengeluarkan potongan kain itu lagi. “cocok dengan jas yang kau pakai, jadi sebenarnya siapa kalian? apa kalian penyebab semua kejadian yang terjadi belakangan ini?”
Orang itu hanya tersenyum saja, tidak sudi menjawab pertanyaan dari Leah.
“Baik kalau begitu,” Leah mundur lalu sosok Nakata hadir. “semua milikmu senior,” dengan tampang yang garang dan tubuh yang besar sosok Nakata sangat mengintimidasi.
“Kau bisa melakukan apapun semua kalian, aku tidak----,” secara membabi buta Nakata mulai menghajarnya. Kursinya ditanamkan ke dalam lantai sehingga bisa menopang berat dan juga hantaman yang terima seseorang yang duduk di kursi itu.
Darah mulai mengotori ruangan yang kecil itu, pukulan Nakata sangat keras sehingga memberikan suara yang sangat menyakitkan. Orang itu mengira bisa memulihkan diri dengan bantuan regen yang ada didalam tubuhnya yang seorang Beaters. Tetapi hal itu tidak bisa dilakukannya, sengatan listrik diberikan membuat sel Beaters yang ada didalam tubuh tidak bisa bersatu. Mereka semua buyar dan lari ke sana kemari seperti orang yang kebingungan. Alhasil wajah orang itu membiru dan susah dikenali lagi, lalu Leah bertanya sekali lagi.
“Ini kesempatan terakhirmu, mungkin aku akan membebaskanmu dan mengorbankan orang-orang yang mungkin saja jadi korban kalian di esok hari….,” Leah mendekat. “siapa kalian dan apa tujuan kalian melakukan semua ini? perdagangan organ manusia di pasar gelap?”
Orang itu malah membalas, “Kami akan memburu kalian, kami tidak takut kepada siapapun!” masih bisa berbicara jelas meskipun sudah babak belur.
Leah kehabisan kesabaran, ia menembakan senjata api berisikan peluru racun Beaters tepat ke kepala orang didepannya. Perlahan kepala orang itu berubah menjadi ungu dan terkikis secara perlahan. “Mau diberitahu atau tidak, kau sudah dipastikan mati! Perbuatanmu pada orang-orang tak berdosa itu tak bisa kumaafkan!” dengan tatapan yang penuh kebencian.
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas
Tutup