- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28.1K
Kutip
706
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#71
Chapter 48
Sebuah bunyi sirine mengejutkan Gareth yang sedang terlelap dalam tidurnya, ia sampai terjatuh dari atas kasur. Dalam keadaan setengah sadar ia melihat kasur yang ditempati oleh kapten Vela kosong. Gareth pun kembali terlelap di lantai, namun sebuah gertakan membangunkannya lagi. Kali ini Gareth benar-benar terbangun, matanya terbuka semua.
“OI! Sampai kapan kamu mau tidur di situ?!” kapten Vela menggertaknya.
“Siap kapten,” Gareth beranjak dari tempatnya. “sudah rapih pagi-pagi,” terhuyung berjalan menuju kamar mandi, “baiklah aku siap-siap dahulu selama lima menit.”
Gareth dan kapten Vela sudah memakai pakaian yang rapih, seperti ingin melakukan misi. Saat keluar pintu sudah ada staf yang menunggu mereka, dari pakaiannya orang didepannya hanyalah staf biasa. Lalu keduanya diantar menuju suatu ruangan yang cukup besar, dengan kursi-kursi yang ditata membentuk lingkaran. Wajah-wajah tidak asing terlihat seperti Davies dan Sherlee dari tim 15, lalu Paul dari tim 8, dan juga beberapa anggota dari sektor lainnya.
“Yo, keadaanmu sudah membaik?” sapa Davies. “bagaimana dengan Leah?”
“Ya, lumanyan aku sudah bisa berjalan kembali, soal Leah...di---,” kapten Vela memotongnya.
“Dia baik-baik saja, apa yang terjadi padamu?” kapten Vela menyadari perubahan fisik yang dialami oleh Davies.
Davies tertunduk lesu, akibat dari serum yang ia gunakan saat melawan Overmars. Davies mengalami perubahan fisik yang ekstrem, tubuhnya kini kurus. Lalu diperparah dengan kelumpuhan total pada seluruh tubuhnya. Belum diketahui apakah efek kelumpuhan ini bersifat permanen atau sementara, Sherlee yang menemani Davies dalam menjalani program ini meskipun namanya tidak ada dalam daftar.
“Ya…, No Pain No gain!” ucap Davies dengan senyum melawan rasa pedihnya.
Tetap saja Gareth merasa tidak tega melihat Davies, bagaimanapun dirinya pernah berada di posisi yang sama dengannya.
Pintu ruangan terbuka, seseorang yang tidak asing bagi Gareth masuk keruangan. Ia adalah Adrian dan Silva, diiringi oleh staf-staf lainnya. Pada momen ini Adrian mengenalkan dirinya secara resmi.
“Perkenalkan, saya Adrian Burn, kepala divisi persenjataan BASS dan ini wakil saya Johana Silva.”
Silva masih belum bisa menatap Gareth, ia masih tidak enak padanya akibat kejadian kemarin.
“Jangan tertipu dengan wajah mudaku ini, umurku setara kapten Vela lho,” dengan pembawaan yang lebih santai. Kapten Vela membalas dengan senyum. “baiklah di waktu seperti ini izinkan saya menjelaskan kembali apa itu program Mechanism dan teknisnya. Meskipun mungkin rekan-rekan sudah membacanya pada berkas yang sudah diberikan.”
Program Mechanism milik BASS sejatinya dirancang untuk memperkuat seluruh anggota aktif, baik anggota biasa maupun para kapten. Selain menguatkan, program ini juga dimaksudkan untuk memberi perlindungan lebih kepada para anggota BASS. Melihat beberapa kejadian ketika BASS melawan para Beaters, ditemukan beberapa cidera yang sangat parah bahkan sampai ada anggota yang meninggal. Untuk itu program Mechanism dipercepat agar dapat langsung diimplementasikan di lapangan.
Program Mechanism akan dilakukan dengan memakai peralatan canggih dan juga modern. Nilai positif dari tersebarnya video Beaters membuat negara tidak sungkan-sungkan membiayai program ini. Bahkan jika Beaters tersebar ke seluruh dunia, maka program ini tentunya akan menguntungkan negara karena mungkin saja banyak penawaran dari negara-negara lain untuk menggunakan produk ini tuk memberantas Beaters.
Orang-orang yang dipilih akan dijadikan sebagai subjek tes, tanpa memandang rendah dan mendiskreditan mereka. Karena tidak mungkin seluruh anggota dijadikan subjek, setiap sektor masih membutuhkan anggota-anggota yang berjaga. Memanfaatkan trainee juga bukan jalan keluar, karena mereka masih sangat hijau dan belum mempunyai pengalaman di lapangan.
“Jumlah kita masih sangat sedikit, jadi anggaplah kalian di sini tuk membantu divisi persenjataan untuk menyukseskan program ini, untuk kebaikan bersama,” tambah Adrian agar para subjek tes tidak terlalu terbebani secara mental.
“Sebentar, aku tadi mendengar kata ‘produk’….,” ucap kapten Vela mengajukan pertanyaan.
“Ya, kamu tidak salah mendengarnya. Karena tujuan akhir program ini untuk membuat ‘Armor Suit’, sebagai pakaian tempur kalian di lapangan nanti.”
Davies sudah mengawang-awang, bagaimana tampilannya ketika memakai Armor Suit.
“Ho..ho…aku akan menjadi gagah seperti Super Iron, pahlawan super!” Sherlee hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah menjelaskan secara ringkas, para staf memberikan mereka baju ganti. Setelan baju berwarna hitam ketat seperti pakaian selam. Lalu mereka dipersilahkan mengganti pakaian mereka di kamar masing-masing. Dalam setelan ini ditempelkan chip yang nantinya akan memberikan data kepada para staf. Setelah mengganti pakaian dan berkumpul kembali, para anggota BASS digiring ke suatu ruangan lainnya.
Staf membuka pintu ruangan, Adrian dan Silva masuk terlebih dahulu lalu diikuti dengan anggota BASS. Terpampang dihadapan mereka sebuah manekin yang sudah dilapisi oleh armor suit.
“Jadi ini Armor Suit itu, sepertinya merepotkan,” Gareth tidak terlalu senang melihatnya.
Sementara Davies meronta-ronta dari kursi rodanya, ingin segera mencoba armor suit itu.
Adrian mempersilahkan Silva maju tuk menjelaskan tentang armor suit.
“Um..namaku Johana Silva salam kenal, dihadapan kalian sudah ada prototype dari armor suit yang akan kalian kenakan nantinya. Di dalam baju ini sudah ditanamkan teknologi canggih dan juga sumber tenaga sendiri. Nantinya kalian agar memaksimalkan kerja pakaian ini dengan menggunakan otak kalian,” penjelasan yang membingungkan keseluruhan anggota BASS yang dijadikan subjek tes.
Maksud dari Silva adalah dalam kerah Armor suit ini yang bentuknya melingkar ditanam teknologi yang ketika digunakan akan memberikan sinyal yang merangsang otak penggunanya, sehingga penggunanya dapat langsung mengontrol teknologi armor suit langsung dengan pikirannya. Lalu bagian ‘Chest Armor’ yang menyatu dengan bagian pelindung perut. ‘Arm Armor’ yang melindungi bagian lengan dilengkapi dengan pelontar-pelontar kecil di sepanjang sisinya.
Di bagian bawah ada ‘Waist Armor’ yang berada dibagian pinggang kebawah dan juga terakhir ‘Leg Armor’ yang melapisi bagian kaki. Sama seperti Arm Armor, bagian kaki juga dilengkapi dengan pelontar kecil di area samping betis. Bahan utama pakaian ini adalah baja ringan yang digabungkan dengan serat karbon dan juga bahan Kevlar. Membuatnya kokoh namun memiliki bobot yang ringan.
“Saya akan memberitahu bagaimana cara menyalakannya,” Silva mendekati baju itu yang warnanya didominasi warna hitam, lalu menekan dua buah bagian berbentuk lingkaran di bagian pinggang secara bersamaan.
Bagian ‘Waist Armor’ yang berbentuk lingkaran itu mengeluarkan cahaya berwarna ungu yang bentuknya juga lingkaran, Silva menerangkan bahwa itu adalah sumber tenaga mereka dan sebagai penanda. Jika cahayanya semakin redup maka tenaga pakaian ini semakin sedikit. Meskipun kehabisan tenaga, pakaian ini masih bisa digunakan hanya saja kehilangan fitur utamanya, yaitu menaikan performa pemakainya.
Dinding-dinding di samping mereka mulai terbuka, membuat orang-orang terkejut. Didalamnya sudah ada armor suit yang masih merupakan prototype itu. Lalu para staf mulai membantu memakaikannya, agak sulit untuk Davies tapi semua berjalan lancar. Dengan komando Silva, masing-masing mulai menekan bagian berbentuk lingkaran.
“Ini…..,” Gareth merasakan sebuah aliran tenaga dalam tubuhnya, rasanya hangat.
Hal menakjubkan terjadi pada Davies, seluruh anggota tubuhnya bisa digerakan.
“Yeah! Aku tidak tahu teknologi apa yang digunakan, tapi ini sangat keren!” Davies menggerakan jari, kaki, sambil melompat-lompat.
“Hei, kenapa hanya diam saja?” tanya Adrian yang melihat Sherlee, ketika yang lain mengganti pakaiannya, dia tidak melakukannya.
“Aku bukan bagian dari program ini,” jawabnya pelan.
“Tidak juga, aku sudah menyiapkan armor suit khusus anggota perempuan. Mumpung kamu ada di sini, cobalah,” Adrian meminta Sherlee tuk mencobanya juga.
Davies pun ikut merayu, dengan mengatakan bahwa kesempatan ini sangat langka. Mencoba pertama kali pakaian tempur yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan misi. Sherlee berpikir sebentar dan akhirnya mau juga mengikuti saran Adrian. Staf mengantarnya untuk mengganti baju, lalu beberapa saat kemudian Sherlee sudah datang dengan setelan hitam ketat yang sudah dipakai. Selanjutnya staf itu membantu memakaikan armor suit padanya.
“Baik, dengan ini kalian semua sudah menggunakannya. Bagaimana kesan pertamanya?” tanya Adrian.
“Entahlah, namun kurasa aku memperoleh energi yang luar biasa, tubuhku terasa ringan,” jawab kapten Vela.
“Bersiaplah, latihan kalian akan dimulai sekarang,” sekarang dinding depan yang terbuka. Membentang sebuah lapangan yang besar.
“EH! Jadi tempat ini hanyalah garasi?” Sherlee hanya bisa menahan malunya melihat tingkah Davies yang norak.
Inspirasi Armor Suit BASS
Quote:
Sebuah bunyi sirine mengejutkan Gareth yang sedang terlelap dalam tidurnya, ia sampai terjatuh dari atas kasur. Dalam keadaan setengah sadar ia melihat kasur yang ditempati oleh kapten Vela kosong. Gareth pun kembali terlelap di lantai, namun sebuah gertakan membangunkannya lagi. Kali ini Gareth benar-benar terbangun, matanya terbuka semua.
“OI! Sampai kapan kamu mau tidur di situ?!” kapten Vela menggertaknya.
“Siap kapten,” Gareth beranjak dari tempatnya. “sudah rapih pagi-pagi,” terhuyung berjalan menuju kamar mandi, “baiklah aku siap-siap dahulu selama lima menit.”
Gareth dan kapten Vela sudah memakai pakaian yang rapih, seperti ingin melakukan misi. Saat keluar pintu sudah ada staf yang menunggu mereka, dari pakaiannya orang didepannya hanyalah staf biasa. Lalu keduanya diantar menuju suatu ruangan yang cukup besar, dengan kursi-kursi yang ditata membentuk lingkaran. Wajah-wajah tidak asing terlihat seperti Davies dan Sherlee dari tim 15, lalu Paul dari tim 8, dan juga beberapa anggota dari sektor lainnya.
“Yo, keadaanmu sudah membaik?” sapa Davies. “bagaimana dengan Leah?”
“Ya, lumanyan aku sudah bisa berjalan kembali, soal Leah...di---,” kapten Vela memotongnya.
“Dia baik-baik saja, apa yang terjadi padamu?” kapten Vela menyadari perubahan fisik yang dialami oleh Davies.
Davies tertunduk lesu, akibat dari serum yang ia gunakan saat melawan Overmars. Davies mengalami perubahan fisik yang ekstrem, tubuhnya kini kurus. Lalu diperparah dengan kelumpuhan total pada seluruh tubuhnya. Belum diketahui apakah efek kelumpuhan ini bersifat permanen atau sementara, Sherlee yang menemani Davies dalam menjalani program ini meskipun namanya tidak ada dalam daftar.
“Ya…, No Pain No gain!” ucap Davies dengan senyum melawan rasa pedihnya.
Tetap saja Gareth merasa tidak tega melihat Davies, bagaimanapun dirinya pernah berada di posisi yang sama dengannya.
Pintu ruangan terbuka, seseorang yang tidak asing bagi Gareth masuk keruangan. Ia adalah Adrian dan Silva, diiringi oleh staf-staf lainnya. Pada momen ini Adrian mengenalkan dirinya secara resmi.
“Perkenalkan, saya Adrian Burn, kepala divisi persenjataan BASS dan ini wakil saya Johana Silva.”
Silva masih belum bisa menatap Gareth, ia masih tidak enak padanya akibat kejadian kemarin.
“Jangan tertipu dengan wajah mudaku ini, umurku setara kapten Vela lho,” dengan pembawaan yang lebih santai. Kapten Vela membalas dengan senyum. “baiklah di waktu seperti ini izinkan saya menjelaskan kembali apa itu program Mechanism dan teknisnya. Meskipun mungkin rekan-rekan sudah membacanya pada berkas yang sudah diberikan.”
Program Mechanism milik BASS sejatinya dirancang untuk memperkuat seluruh anggota aktif, baik anggota biasa maupun para kapten. Selain menguatkan, program ini juga dimaksudkan untuk memberi perlindungan lebih kepada para anggota BASS. Melihat beberapa kejadian ketika BASS melawan para Beaters, ditemukan beberapa cidera yang sangat parah bahkan sampai ada anggota yang meninggal. Untuk itu program Mechanism dipercepat agar dapat langsung diimplementasikan di lapangan.
Program Mechanism akan dilakukan dengan memakai peralatan canggih dan juga modern. Nilai positif dari tersebarnya video Beaters membuat negara tidak sungkan-sungkan membiayai program ini. Bahkan jika Beaters tersebar ke seluruh dunia, maka program ini tentunya akan menguntungkan negara karena mungkin saja banyak penawaran dari negara-negara lain untuk menggunakan produk ini tuk memberantas Beaters.
Orang-orang yang dipilih akan dijadikan sebagai subjek tes, tanpa memandang rendah dan mendiskreditan mereka. Karena tidak mungkin seluruh anggota dijadikan subjek, setiap sektor masih membutuhkan anggota-anggota yang berjaga. Memanfaatkan trainee juga bukan jalan keluar, karena mereka masih sangat hijau dan belum mempunyai pengalaman di lapangan.
“Jumlah kita masih sangat sedikit, jadi anggaplah kalian di sini tuk membantu divisi persenjataan untuk menyukseskan program ini, untuk kebaikan bersama,” tambah Adrian agar para subjek tes tidak terlalu terbebani secara mental.
“Sebentar, aku tadi mendengar kata ‘produk’….,” ucap kapten Vela mengajukan pertanyaan.
“Ya, kamu tidak salah mendengarnya. Karena tujuan akhir program ini untuk membuat ‘Armor Suit’, sebagai pakaian tempur kalian di lapangan nanti.”
Davies sudah mengawang-awang, bagaimana tampilannya ketika memakai Armor Suit.
“Ho..ho…aku akan menjadi gagah seperti Super Iron, pahlawan super!” Sherlee hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah menjelaskan secara ringkas, para staf memberikan mereka baju ganti. Setelan baju berwarna hitam ketat seperti pakaian selam. Lalu mereka dipersilahkan mengganti pakaian mereka di kamar masing-masing. Dalam setelan ini ditempelkan chip yang nantinya akan memberikan data kepada para staf. Setelah mengganti pakaian dan berkumpul kembali, para anggota BASS digiring ke suatu ruangan lainnya.
Staf membuka pintu ruangan, Adrian dan Silva masuk terlebih dahulu lalu diikuti dengan anggota BASS. Terpampang dihadapan mereka sebuah manekin yang sudah dilapisi oleh armor suit.
“Jadi ini Armor Suit itu, sepertinya merepotkan,” Gareth tidak terlalu senang melihatnya.
Sementara Davies meronta-ronta dari kursi rodanya, ingin segera mencoba armor suit itu.
Adrian mempersilahkan Silva maju tuk menjelaskan tentang armor suit.
“Um..namaku Johana Silva salam kenal, dihadapan kalian sudah ada prototype dari armor suit yang akan kalian kenakan nantinya. Di dalam baju ini sudah ditanamkan teknologi canggih dan juga sumber tenaga sendiri. Nantinya kalian agar memaksimalkan kerja pakaian ini dengan menggunakan otak kalian,” penjelasan yang membingungkan keseluruhan anggota BASS yang dijadikan subjek tes.
Maksud dari Silva adalah dalam kerah Armor suit ini yang bentuknya melingkar ditanam teknologi yang ketika digunakan akan memberikan sinyal yang merangsang otak penggunanya, sehingga penggunanya dapat langsung mengontrol teknologi armor suit langsung dengan pikirannya. Lalu bagian ‘Chest Armor’ yang menyatu dengan bagian pelindung perut. ‘Arm Armor’ yang melindungi bagian lengan dilengkapi dengan pelontar-pelontar kecil di sepanjang sisinya.
Di bagian bawah ada ‘Waist Armor’ yang berada dibagian pinggang kebawah dan juga terakhir ‘Leg Armor’ yang melapisi bagian kaki. Sama seperti Arm Armor, bagian kaki juga dilengkapi dengan pelontar kecil di area samping betis. Bahan utama pakaian ini adalah baja ringan yang digabungkan dengan serat karbon dan juga bahan Kevlar. Membuatnya kokoh namun memiliki bobot yang ringan.
“Saya akan memberitahu bagaimana cara menyalakannya,” Silva mendekati baju itu yang warnanya didominasi warna hitam, lalu menekan dua buah bagian berbentuk lingkaran di bagian pinggang secara bersamaan.
Bagian ‘Waist Armor’ yang berbentuk lingkaran itu mengeluarkan cahaya berwarna ungu yang bentuknya juga lingkaran, Silva menerangkan bahwa itu adalah sumber tenaga mereka dan sebagai penanda. Jika cahayanya semakin redup maka tenaga pakaian ini semakin sedikit. Meskipun kehabisan tenaga, pakaian ini masih bisa digunakan hanya saja kehilangan fitur utamanya, yaitu menaikan performa pemakainya.
Dinding-dinding di samping mereka mulai terbuka, membuat orang-orang terkejut. Didalamnya sudah ada armor suit yang masih merupakan prototype itu. Lalu para staf mulai membantu memakaikannya, agak sulit untuk Davies tapi semua berjalan lancar. Dengan komando Silva, masing-masing mulai menekan bagian berbentuk lingkaran.
“Ini…..,” Gareth merasakan sebuah aliran tenaga dalam tubuhnya, rasanya hangat.
Hal menakjubkan terjadi pada Davies, seluruh anggota tubuhnya bisa digerakan.
“Yeah! Aku tidak tahu teknologi apa yang digunakan, tapi ini sangat keren!” Davies menggerakan jari, kaki, sambil melompat-lompat.
“Hei, kenapa hanya diam saja?” tanya Adrian yang melihat Sherlee, ketika yang lain mengganti pakaiannya, dia tidak melakukannya.
“Aku bukan bagian dari program ini,” jawabnya pelan.
“Tidak juga, aku sudah menyiapkan armor suit khusus anggota perempuan. Mumpung kamu ada di sini, cobalah,” Adrian meminta Sherlee tuk mencobanya juga.
Davies pun ikut merayu, dengan mengatakan bahwa kesempatan ini sangat langka. Mencoba pertama kali pakaian tempur yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan misi. Sherlee berpikir sebentar dan akhirnya mau juga mengikuti saran Adrian. Staf mengantarnya untuk mengganti baju, lalu beberapa saat kemudian Sherlee sudah datang dengan setelan hitam ketat yang sudah dipakai. Selanjutnya staf itu membantu memakaikan armor suit padanya.
“Baik, dengan ini kalian semua sudah menggunakannya. Bagaimana kesan pertamanya?” tanya Adrian.
“Entahlah, namun kurasa aku memperoleh energi yang luar biasa, tubuhku terasa ringan,” jawab kapten Vela.
“Bersiaplah, latihan kalian akan dimulai sekarang,” sekarang dinding depan yang terbuka. Membentang sebuah lapangan yang besar.
“EH! Jadi tempat ini hanyalah garasi?” Sherlee hanya bisa menahan malunya melihat tingkah Davies yang norak.
Inspirasi Armor Suit BASS
Spoiler for Inspirasi armor:
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas
Tutup